logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT

Rakyat Lagi Sengsara! Bupati Mimika Jalan Dinas Seperti Sultan, Sekali Jalan Habiskan 300 Juta

Di saat rakyat Mimika mengeluh harga bahan pokok naik dan kontraktor lokal menangis karena proyek belum dibayar, mencuat kabar yang bikin darah publik mendidih.

Papuanewsonline.com - 22 Jul 2026, 23:43 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Ilustrasi

Papuanewsonline.com, Mimika — 

Di saat rakyat Mimika mengeluh harga bahan pokok naik dan kontraktor lokal menangis karena proyek belum dibayar, mencuat kabar yang bikin darah publik mendidih.

Bupati Mimika disebut jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan, anggaran yang tersedot mencapai Rp300 juta.

Angka itu bukan dari karangan. Itu yang ditemukan BPK   yang geram melihat frekuensi perjalanan luar daerah Bupati Johannes Rettob semenjak dilantik menjadi Bupati Mimika.

Dari data yang diterima Media Papuanewsonline.com pada Rabu 22 Juli 2026, diketahui modus operandi Johanes Rettob adalah setelah dilantik. Ia menerbitkan Peraturan Bupati menjadi dasar untuk melakukan perjalanan dinas dengan sekali jalan menghabiskan dana 300 Juta, diluar dari operrasional rumah tangga Bupati.

Rinciannya bikin melongo:

Tiket Timika-Jakarta PP kelas bisnis untuk rombongan, hotel bintang 5, uang harian, sewa Alphard dan protokoler di Jakarta. Belum lagi biaya ajudan dan tim pendamping.

"Wow! Rakyat lagi susah, Bupati jalan dinas seperti sultan. Sekali jalan 300 juta, kalau seminggu dua kali? Hitung sendiri," celetuk Ketua Komunitas Pemuda Kei Mimika bung Edward di Timika Rabu (22/7/2026).

Kata bung Edward Ironisnya, perjalanan dinas Bupati Mimika dengan sekali jalan kuras APBD senilai 300 juta, hal ini terjadi saat negara sedang teriak efisiensi.

Lanjut bung Edward padahal Pj Bupati Mimika sebelumnya, Yonathan Demme Tangdilintin, sudah memangkas anggaran perjalanan dinas 50 persen sesuai Instruksi Presiden No 1 Tahun 2025.

" Tidak salah, beberapa waktu lalu Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong bahkan sudah warning keras ke semua OPD karena perjalanan dinas jadi temuan BPK," Jelasnya.

Lanjut bung Edward Faktanya, BPK menemukan di BKPSDM Mimika saja tahun 2024, anggaran perjalanan dinas Rp11,94 Miliar, realisasi 98%, dan ada kerugian negara Rp728,8 juta karena tiket tidak ada di manifest dan perjalanan fiktif.

Lanjutnya Dia di Dinas Pendidikan, dari anggaran Rp700 miliar, Rp400 miliar habis cuma buat belanja pegawai, sisanya Rp300 miliar baru untuk operasional sekolah.

Artinya, satu kali jalan dinas Bupati setara dengan operasional 1 dinas kecil selama setahun!

Edward juga menyoroti Silpa Rp1,1 Triliun APBD Mimika 2025.

"Silpa 1,1 Triliun parkir di bank, utang kontraktor ratusan miliar tidak dibayar, tapi Bupati jalan dinas hambur-hamburkan uang Rp300 juta sekali jalan? Ini melukai hati rakyat Mimika. APH harus periksa," tegas Edoardus.

Ia mendesak Komisi III DPR RI yang sedang kunker di Timika tidak tutup mata. Jangan hanya foto-foto  tapi juga bawa isu pemborosan dan Silpa 1,1 T ke Kejagung dan KPK.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Johannes Rettob dan Kepala BPKAD belum memberikan klarifikasi resmi soal komponen Rp300 juta tersebut.

Publik Mimika menunggu jawaban. Jika rakyat diminta berhemat, mestinya Bupati yang kasih contoh pertama.


Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE