logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Jangkau Ribuan Anak di Kupang: Kapolda NTT Jamin Kualitas dan Keamanan Pangan SPPG Polri Papuanewsonline.com, ​Kupang - Dalam upaya menjaga dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta siswa sekolah di Nusa Tenggara Timur, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus berinovasi melalui penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI. Program yang telah berjalan sejak bulan Juli ini telah memberikan manfaat kepada 2.692 penerima, terdiri dari siswa sekolah, guru, dan petugas posyandu di berbagai wilayah di Kota Kupang dan sekitarnya.Kegiatan MBG di bawah pengelolaan SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang diterima anak-anak sekolah, tersimpan kerja keras, disiplin, dan semangat pengabdian dari para petugas yang setiap hari menyiapkan hidangan sehat dengan penuh tanggung jawab.Sejak pagi hari, suasana dapur SPPG sudah dipenuhi aktivitas para petugas yang menyiapkan bahan-bahan segar seperti sayuran, daging, telur, dan bahan pelengkap lainnya. Semua bahan dicuci bersih dan ditakar sesuai kebutuhan agar hasil masakan benar-benar higienis serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh tenaga ahli.Setelah bahan siap, juru masak mulai bekerja dengan penuh semangat. Wajan berdesis, aroma masakan menggugah selera, dan koordinasi yang teratur menunjukkan profesionalisme tim di dapur. Di sinilah tercipta makanan bergizi yang bukan hanya lezat, tetapi juga seimbang dan berguna untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan siswa sekolah menengah penerima manfaat.Sebelum MBG dikirimkan, tim pengawas melakukan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Makanan yang akan disalurkan harus dipastikan matang sempurna, tidak terkontaminasi, dan memenuhi standar gizi. Tahap ini menjadi wujud tanggung jawab moral dari SPPG POLRI untuk menjamin mutu setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat.Setelah lulus pemeriksaan, makanan bergizi dikemas dengan sistem tertutup dan higienis. Setiap wadah diberi label sesuai jenis menu dan waktu makan pagi, siang, atau malam. Petugas bekerja dengan cepat dan penuh kehati-hatian agar makanan tetap dalam kondisi hangat dan layak konsumsi hingga sampai di lokasi penerima.Usai pengemasan, seluruh peralatan dapur dan wadah makanan dibersihkan melalui proses “cuci ompreng”. Proses ini menjadi tahapan penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah kontaminasi silang pada siklus pengolahan berikutnya. Prinsip “bersih, aman, dan siap pakai” selalu dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan SPPG POLRI.Setelah seluruh proses selesai, tim distribusi bergerak cepat menyalurkan MBG menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan. Hingga saat ini, MBG dari SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT telah disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan dan layanan masyarakat seperti SMK Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 1 Kupang, TK Kemala Bhayangkari, PAUD Belajar Mandiri, Posyandu Mawar, dan Posyandu Kemala Bhayangkari.Di setiap lokasi, sambutan antusias selalu terlihat. Para siswa, guru, dan petugas posyandu dengan senang hati menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan dengan penuh ketulusan. Wajah-wajah ceria dan semangat para penerima menjadi bukti bahwa program ini benar-benar memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan kesehatan masyarakat.Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K, M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa​ program ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan makanan. Polda NTT menempatkan peran Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dan ahli gizi sebagai pilar utama dalam proses penyediaan makanan.​“Kami tidak hanya menyalurkan, tetapi juga menjamin bahwa setiap porsi makanan yang diterima anak-anak kita adalah makanan yang betul-betul aman dan bergizi. Tim dari Biddokkes Polda NTT melakukan pengawasan ketat, mulai dari bahan baku hingga proses masak,” ujar Kabidhumas Polda NTT.​Hasil pemeriksaan oleh tim food safety menunjukkan standar kebersihan yang tinggi telah diterapkan. “Pengecekan meliputi kebersihan dapur dan kualitas bahan baku. Kami pastikan kondisi dapur dalam keadaan baik, bahan baku yang digunakan segar, serta ompreng dan peralatan masak bersih,” tegas Kombes Henry.Kabidhumas menyampaikan bahwa program MBG adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa, khususnya di NTT.​“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah investasi kita untuk masa depan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang sehat dan memiliki gizi yang baik akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kuat, yang pada akhirnya akan membangun Nusa Tenggara Timur ini menjadi lebih maju. Kami di Polda NTT berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas ini dengan standar pelayanan terbaik, memastikan penyaluran berjalan lancar dan kualitas gizi tetap terjaga. Kesehatan dan kecerdasan anak-anak NTT adalah prioritas kami,” pungkas Kombes Henry Novika Chandra.​Diharapkan, dengan adanya program MBG yang didukung penuh oleh Polda NTT ini, pemenuhan gizi di kalangan pelajar dan anak-anak usia dini di Kota Kupang dapat ditingkatkan, sekaligus membangun citra Polri yang semakin dekat dan melayani masyarakat. PNO-12 16 Okt 2025, 13:34 WIT
Wali Murid di Timika Geruduk SMP Kalam Kudus: Tuntut Keadilan atas Dugaan Rasisme Papuanewsonline.com, Timika — Suasana depan SMP Kalam Kudus Timika, Jalan Kudus, Mimika, mendadak tegang pada Senin pagi. Puluhan orang tua siswa dan warga Papua menggelar aksi damai sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan rasisme yang dialami oleh seorang siswi Papua di sekolah tersebut. Mereka datang membawa sejumlah poster bertuliskan “Sa Bukan Monyet”, “Stop Rasisme di Sekolah”, hingga “Kami Ingin Sekolah Tanpa Diskriminasi”. Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan para orang tua terhadap sikap pihak sekolah yang dinilai lamban menanggapi insiden tersebut. Dugaan rasisme itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) di ruang kelas saat kegiatan belajar berlangsung. Berdasarkan keterangan keluarga korban, seorang siswa diduga memanggil siswi Papua bernama Brigita dengan sebutan “monyet” sebanyak tiga kali, bahkan saat wali kelas masih berada di ruangan. “Saya sangat kecewa dan sakit hati,” ujar ibu Brigita, saat ditemui di lokasi aksi. “Pendidikan di sini memang bagus, tapi kalau kami lihat, anak-anak Papua seperti dikucilkan. Kadang anak saya di dalam kelas tidak punya teman, jadi dia harus keluar cari teman di kelas lain,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Sejak kejadian itu, Brigita dikabarkan trauma dan enggan bersekolah. Sang ibu mengaku telah mencoba menenangkan anaknya agar bertahan hingga akhir semester, sebelum dipindahkan ke sekolah lain. “Anak saya bilang, ‘Mama, saya mau pindah sekolah.’ Tapi saya bilang, sekolah ini mahal, kenapa mau pindah? Dia jawab, ‘Saya tidak punya teman, Mama’. Jadi kami sepakat tunggu semester ini selesai dulu baru pindah,” ungkapnya. Para orang tua siswa yang hadir menegaskan bahwa insiden ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka menyebut kasus tersebut bukan sekadar perundungan (bullying), melainkan tindakan rasisme yang melukai martabat anak-anak Papua. “Ini bukan soal dibuli, tapi sudah rasis. Waktu kejadian, anak saya sudah lapor ke wali kelas, tapi cuma dijawab ‘Sabar, Yana’. Setelah itu, wali kelas keluar dan tidak menanggapi lagi,” ucap ibu Brigita dengan nada kesal. Massa yang hadir pun mendesak agar pihak sekolah segera mengambil tindakan tegas terhadap siswa pelaku serta guru yang dinilai abai dalam menangani laporan tersebut. “Kami minta anak-anak yang melakukan rasis itu dikeluarkan dari sekolah. Kalau satu wali kelas saja bisa hancurkan satu kelas, bagaimana kalau ada banyak guru seperti itu?” tegas seorang perwakilan wali murid lainnya. Dari pantauan lapangan, sejumlah peserta aksi menyebut bahwa Brigita bukan satu-satunya korban. Beberapa siswa Papua lain, terutama siswi perempuan, juga disebut mengalami perlakuan diskriminatif serupa. “Yang paling kena itu anak-anak perempuan. Mereka pakai perasaan. Setelah dibuli, mereka langsung tidak mau berangkat sekolah,” tutur salah satu orang tua yang hadir. Kondisi ini, menurut mereka, mengancam semangat belajar anak-anak Papua yang berjuang menempuh pendidikan di sekolah swasta bergengsi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban mengaku belum menerima permintaan maaf baik dari siswa pelaku maupun pihak sekolah. “Belum ada permintaan maaf sampai sekarang. Kami bicara di muka umum supaya semua tahu bahwa kami bukan monyet, kami manusia sama seperti kalian. Hentikan bully dan rasisme di sekolah ini,” ujar ibu Brigita lantang. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama lembaga pendidikan, agar lebih peka terhadap isu rasisme dan diskriminasi di lingkungan sekolah. “Kami ingin anak-anak Papua belajar di lingkungan yang aman dan saling menghargai. Jangan kecilkan mereka, karena mereka juga punya hak yang sama untuk berhasil,” pungkasnya.     Penulis: Abim Editor: GF 15 Okt 2025, 12:43 WIT
Pemkab Mimika Tegaskan Majukan Pendidikan: Wabup Serahkan SK Plt Kepala SMAN 1 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menegaskan komitmennya untuk menata dunia pendidikan agar lebih profesional dan berorientasi pada mutu. Hal itu dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, kepada Yeniy Gogani, yang resmi ditunjuk menggantikan pejabat sebelumnya. Penyerahan SK Bupati Mimika Nomor 800.1.11.1/113/2025 ini dilakukan secara langsung oleh Wabup Kemong di aula sekolah pada Senin (13/10/2025), disaksikan oleh jajaran guru, staf administrasi, serta perwakilan Dinas Pendidikan Mimika. Momen ini menjadi babak baru bagi salah satu sekolah tertua dan paling berpengaruh di Kabupaten Mimika. SK yang diserahkan Wakil Bupati Mimika tersebut sekaligus membatalkan penunjukan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Mimika untuk memastikan setiap proses mutasi atau pengangkatan jabatan strategis, termasuk di sektor pendidikan, berjalan sesuai ketentuan hukum dan prinsip profesionalitas. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penunjukan jabatan, terutama di bidang pendidikan, dilakukan secara prosedural dan transparan agar menghasilkan pemimpin yang benar-benar layak dan mampu membawa perubahan,” tegas Wabup Kemong dalam sambutannya. Emanuel Kemong juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung sekolah-sekolah di Mimika agar dapat berkembang lebih maju, terutama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut guru dan siswa lebih adaptif, kreatif, dan berkarakter. Sebagai salah satu sekolah unggulan dan tertua di Mimika, SMA Negeri 1 memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Dalam arahannya, Wabup Kemong mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik di sekolah tersebut untuk bekerja dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Plt Kepala Sekolah yang baru. “Kita berharap SMAN 1 Mimika bisa terus berbenah, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di Mimika,” ujar Wabup. Ia juga memberikan pesan moral agar kepemimpinan yang baru tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang berintegritas, berdisiplin, dan mencintai tanah Papua. Dalam kesempatan itu, Wabup Kemong juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para guru. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kerja keras mereka selama ini dalam mendidik generasi muda Mimika di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana. “Guru adalah ujung tombak perubahan bangsa. Pemerintah akan terus berupaya memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru di Mimika,” tutur Wabup Kemong. Selain itu, ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar soal prestasi akademik, melainkan juga tentang menumbuhkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta tanah air di dalam diri setiap siswa. Pemkab Mimika melalui Dinas Pendidikan juga merencanakan program penguatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik, termasuk pelatihan manajemen sekolah, pelatihan kurikulum merdeka, dan penguatan karakter berbasis budaya lokal. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola sekolah dan memperkuat peran kepala sekolah sebagai manajer pendidikan yang efektif. “Kami ingin setiap kepala sekolah memiliki visi kepemimpinan yang kuat, mampu membimbing guru, serta menjadikan sekolahnya sebagai tempat yang inspiratif bagi para siswa,” ujar Wabup Kemong menutup sambutannya.       Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:20 WIT
“Guru Harus Lebih dari Sekadar Pintar!” Disdik Mimika Tegaskan Evaluasi Total Profesionalitas Guru Papuanewsonline.com, Timika — Kasus dugaan ujaran rasisme di SMP Kalam Kudus Timika terus bergulir dan kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap profesionalitas guru dan pola pendidikan di sekolah tersebut, menyusul protes keras para orang tua murid yang menilai insiden itu bukan kejadian pertama. Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni Ohestin Usmani, menegaskan bahwa langkah evaluasi ini bukan sekadar reaksi spontan atas peristiwa viral, melainkan upaya sistematis untuk mengidentifikasi akar masalah — apakah berasal dari sistem pendidikan yang lemah atau guru yang tidak memenuhi standar profesionalitas. “Kita akan evaluasi bersama, apakah yang salah itu pola pendidikannya atau gurunya yang tidak memenuhi syarat profesional sebagai guru,” tegas Jeni Usmani saat diwawancarai awak media usai menghadiri aksi penolakan rasisme di halaman Sekolah Kalam Kudus, Senin (13/10/2025). Dalam keterangannya, Jeni menekankan bahwa seorang guru tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan akademiknya semata. Tugas utama seorang pendidik, katanya, adalah membentuk karakter, sikap, dan empati sosial peserta didik, bukan hanya sekadar mengajarkan rumus dan teori. “Guru bukan hanya dituntut pintar, tapi juga berkarakter dan mampu menanamkan nilai kemanusiaan serta menghargai keberagaman,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh lembaga pendidikan di Mimika. Menurut Jeni, banyak sekolah yang masih menitikberatkan pada prestasi akademik tanpa memberi ruang cukup bagi pembentukan kepribadian dan etika sosial siswa — padahal hal itu adalah pondasi utama menciptakan masyarakat yang beradab dan toleran. Kepala Disdik Mimika juga menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat dan yayasan dalam mendirikan serta mengelola sekolah, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa karena mayoritas siswa di Sekolah Kalam Kudus berasal dari masyarakat Mimika, maka pemerintah memiliki kewajiban moral dan hukum untuk melindungi hak-hak mereka sebagai peserta didik. “Meski para guru di Kalam Kudus direkrut oleh pihak yayasan, pemerintah tetap berkewajiban melakukan evaluasi,” tegasnya. Disdik Mimika juga menerima laporan dari sejumlah orang tua yang menyebutkan bahwa praktik rasisme di lingkungan sekolah itu sudah terjadi berulang kali. Hal ini memperkuat alasan bagi pemerintah untuk turun langsung dan melakukan penilaian objektif terhadap mutu pengajaran dan perilaku tenaga pendidik di sekolah tersebut. Jeni Usmani menegaskan, setelah proses evaluasi selesai, Disdik tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai — baik itu guru kelas, tenaga pendidik, maupun siswa pelaku tindakan rasis. Ia juga mengimbau agar semua kepala sekolah dan guru di Mimika menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting dalam membangun budaya sekolah yang toleran dan humanis. “Kejadian di Kalam Kudus harus menjadi pengingat bagi semua sekolah. Kita sama-sama tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi lagi,” ujarnya dengan nada tegas. Sebagai langkah pencegahan, Disdik Mimika akan mendorong program edukasi anti-bullying dan pelatihan guru tentang pendidikan karakter berbasis keberagaman, agar sekolah dapat benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, ras, atau latar belakang sosial. Kasus Kalam Kudus telah membuka mata banyak pihak bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai dan ijazah, tetapi tentang membentuk manusia yang menghargai sesama. Evaluasi yang dilakukan Disdik Mimika diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus ini, tetapi juga menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih berempati, setara, dan berkeadilan sosial. “Kami ingin sekolah di Mimika bukan hanya mencetak anak pintar, tapi anak yang berkarakter dan menghormati keberagaman,” tutup Jeni Usmani.     Penulis: Jid Editor: GF 14 Okt 2025, 03:11 WIT
Kunjungi SMA Kristen YKPM, Polresta Ambon Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melaksanakan kegiatan sambang serta sosialisasi di SMA Kristen YKPM Kota Ambon, Senin (13/10/2025).Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini dipimpin oleh Kabag Log Polresta Ambon, Kompol Jandry F. Alfons, didampingi Kabag SDM AKP Richard W. Hahury, Kasat Binmas AKP Djafar Lessy, Kasat Tahti Iptu D.E. Sapulette, Kasi Humas Polresta Ambon, dan Kanit Bhabinkamtibmas Iptu Kartini Pelu.Dalam kesempatan tersebut, para personel memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga disiplin dan etika di lingkungan sekolah.“Pelajar harus menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Hindari pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan, serta jadilah pelopor keamanan dan ketertiban di sekolah,” pesan Kompol Jandry F. Alfons dalam arahannya di hadapan ratusan siswa.Selain memberikan penyuluhan kamtibmas, personel Polresta Ambon juga menyampaikan informasi mengenai tata cara pendaftaran menjadi anggota Polri, termasuk persyaratan administrasi dan tahapan seleksi yang berlangsung secara transparan dan objektif.Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama saat membahas peluang menjadi anggota Polri serta tips mempersiapkan diri sejak dini.Tak hanya itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan layanan darurat Kepolisian “Call Center 110”, yang dapat digunakan masyarakat dan pelajar untuk melaporkan kejadian atau potensi gangguan keamanan secara cepat dan gratis.Pihak sekolah memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kondusif di lingkungan pendidikan.“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pembinaan dari Polresta Ambon. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujar perwakilan pihak sekolah.Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat, dan berakhir dengan tertib pada pukul 09.40 WIT. Melalui kegiatan ini, Polresta Ambon berharap terbangun sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif. PNO-12 13 Okt 2025, 19:47 WIT
Kunjungan Delegasi Kepolisian Prancis Perkuat Kerja Sama dan Motivasi Calon Bintara Polwan Papuanewsonline.com, Jakarta – Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Kepolisian Prancis pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini merupakan wujud nyata dari penguatan kemitraan strategis bilateral kedua negara, yang baru-baru ini ditingkatkan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia dan kunjungan balasan Presiden Prabowo.Delegasi Prancis yang hadir terdiri atas Senior Superintendent Guillaume Calas (Head of Bilateral Cooperation), Commissaire David Sobaga (Head of Asia, America and Eastern Europe), Olivier Chassot, dan Syarah. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Sekolah Polisi Wanita, Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H., beserta jajaran.Sinergi Strategis dan Peninjauan FasilitasKunjungan ini selaras dengan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk perluasan pertukaran antara lembaga pendidikan kadet. Dalam kunjungannya, delegasi diajak meninjau secara langsung fasilitas pendidikan Sepolwan, seperti ruang kelas, ruang makan, dan sarana latihan. Perhatian khusus diberikan pada ruang tematik yang kreatif dan interaktif, di mana mereka mendapatkan penjelasan mengenai metode pembelajaran tematik yang mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan empati.Interaksi dan Motivasi dengan 660 Siswa Bintara PolwanDelegasi Kepolisian Prancis juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan 660 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polwan Angkatan ke-58 Tahun Ajaran 2025. Dalam sesi tanya jawab, mereka berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para calon Bintara Polwan yang merupakan putri-putri terpilih dari seluruh Indonesia. Para siswa yang sedang menjalani pendidikan selama lima bulan dan dijadwalkan dilantik pada 24 Desember 2025 ini mendapat perspektif internasional yang berharga. Interaksi semacam ini merupakan bagian dari upaya membentuk Polisi Wanita Indonesia yang berkelas dunia, humanis, berintegritas, dan berwawasan global.Komitmen untuk Masa DepanKepala Sekolah Polisi Wanita, Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H., dalam pernyataannya menegaskan, “Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari sinergi yang berkelanjutan. Kehadiran delegasi Kepolisian Prancis hari ini memberikan energi dan perspektif baru bagi para siswa. Mereka dapat melihat langsung bahwa profesi polisi wanita diakui dan dihargai secara global. Ini memperkuat semangat kami untuk terus mencetak Polwan Indonesia yang tidak hanya profesional di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan integritas.”Kunjungan delegasi Kepolisian Prancis ini merefleksikan peningkatan kemitraan keamanan Indonesia-Prancis. Melalui pertukaran seperti ini, Sepolwan Lemdiklat Polri terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam memperkuat kapasitas Polri secara keseluruhan, mempersiapkan personel yang unggul dan mampu menjawab tantangan kepolisian di masa depan. PNO-12 08 Okt 2025, 21:07 WIT
Kunjungi Ambon, Menkomdigi Kenalkan Sekolah Garuda Sebagai Transformasi Digital Pendidikan Papuanewsonline.com, Ambon – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri Siwalima Ambon, Maluku, Rabu (8/10/2025), dalam rangka memulai pengenalan Sekolah Garuda, sebuah inisiatif nasional untuk meningkatkan literasi digital dan menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era transformasi teknologi.Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol, S.I.K., M.M dan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., sebagai bentuk dukungan institusi kepolisian terhadap penguatan pendidikan berbasis teknologi di wilayah Maluku.Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencetak lebih banyak generasi muda unggul yang mampu bersaing secara global.“Ini sesuai harapan Bapak Presiden, agar kita melahirkan lebih banyak siswa-siswi berprestasi yang mampu menembus universitas-universitas terbaik dunia. Sekolah Garuda menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan di tanah air,” ujar Meutya Hafid di hadapan siswa dan tenaga pendidik SMAN Siwalima.Ia menegaskan, seluruh siswa Indonesia, termasuk dari wilayah timur seperti Maluku, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan akses terhadap teknologi mutakhir.Program Sekolah Garuda difokuskan pada penguatan kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), peningkatan fasilitas pembelajaran, dan pembentukan karakter kuat untuk mencetak talenta digital unggul yang siap mendukung pembangunan Indonesia di era teknologi.“Fokusnya pada sains dan teknologi agar muncul talenta-talenta digital yang akan menjadi penggerak transformasi digital nasional,” tambah Menkomdigi.SMAN Siwalima Ambon menjadi salah satu dari 12 Sekolah Garuda Transformasi yang diperkenalkan serentak di 16 titik seluruh Indonesia.Sekolah ini akan menjalani penguatan kurikulum pra-universitas, berbasis asrama, dengan fasilitas modern yang memadukan nilai-nilai budaya lokal Maluku dan pembelajaran berorientasi global.Sekolah Garuda sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu :1. Sekolah Garuda Transformasi, yaitu sekolah yang sudah ada dan ditingkatkan kualitasnya.2. Sekolah Garuda Baru, yang dibangun dari awal dengan kurikulum dan fasilitas modern.Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan membina 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru di seluruh Indonesia.Kehadiran Irwasda dan Kabid Humas Polda Maluku dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan dan literasi digital generasi muda.Melalui sinergi lintas sektor, Polda Maluku berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan inovatif di wilayah kepulauan Maluku.Sekolah Garuda dirancang untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul, memutus rantai kemiskinan, dan mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 80 persen siswa akan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah, sementara 20 persen lainnya merupakan peserta berbayar. PNO-12 08 Okt 2025, 20:07 WIT
KKB Bakar SMP Negeri Kiwirok, Satgas Ops Damai Cartenz Amankan Desa Sekitar Papuanewsonline.com, Pegubin - Aksi kejahatan bersenjata kembali terjadi di wilayah Papua. Pada Selasa pagi (7/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIT, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.Melalui pantauan, terdeteksi sekitar 16 orang tak dikenal tengah melakukan pembakaran fasilitas pendidikan tersebut. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan segera bergerak menuju lokasi, namun para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem.Untuk mencegah aksi lanjutan, tim kemudian melakukan pengamanan di Desa Mangoldolki yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian, guna mengantisipasi pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok.Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K., M.H. mengecam keras aksi pembakaran tersebut.“Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji yang menargetkan masa depan anak-anak Papua. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga terhadap kemanusiaan. Kami akan terus memburu para pelaku dan memastikan wilayah Kiwirok tetap aman,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Bangunan SMP Negeri Kiwirok ini bukan pertama kali menjadi sasaran KKB. Pada tahun 2021, sekolah yang sama juga pernah dibakar oleh kelompok tersebut. Sejak saat itu, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 1 Oksibil di Kota Oksibil.Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi.“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan. Aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.Aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan ini kembali menunjukkan upaya KKB menebar ketakutan di tengah masyarakat. Namun demikian, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum di Tanah Papua. PNO-12 08 Okt 2025, 12:52 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT