Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Janji Manis Beasiswa Tak Sesuai Fakta, IPMAMI Geruduk dan Palang Kantor Dinas Pendidikan Mimika
Papuanewsonline.com, Timika – Ketegangan
mewarnai suasana di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika pada Rabu
siang (1/10/2025), ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar
dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) melakukan aksi pemalangan. Gerakan ini merupakan
bentuk kekecewaan atas kebijakan penyaluran beasiswa yang dinilai jauh dari
janji manis Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny Usmani, yang sebelumnya
disampaikan melalui media. Dalam pernyataannya, Kadisdik
menyebutkan bahwa dana beasiswa telah disalurkan dengan rincian: Rp20 juta
untuk mahasiswa Amungme, Rp20 juta untuk Kamoro, serta Rp14 juta untuk lima
suku kerabat. Namun kenyataan yang diterima mahasiswa ternyata berbeda jauh.
Menurut pengakuan IPMAMI, beasiswa yang mereka terima hanya Rp10 juta untuk
Amungme, Rp10 juta untuk Kamoro, dan Rp7 juta untuk lima suku kerabat. “Pernyataan di media tidak sesuai
dengan kenyataan yang kami terima. Inilah alasan kami datang dan meminta
penjelasan langsung dari Kepala Dinas,” tegas Fidel Ombak, koordinator lapangan
aksi, dalam orasinya di depan kantor dinas. Selain menyoroti perbedaan
nominal bantuan, mahasiswa juga mempermasalahkan keterlambatan dan kurangnya
transparansi dalam daftar penerima beasiswa. Daftar yang baru ditempel di
kantor dinas menyebutkan bahwa 69 mahasiswa terkendala berkas dan administrasi,
hal ini semakin memperkuat kecurigaan mahasiswa akan adanya ketidakjelasan
dalam proses penyaluran. Aksi ini berlangsung cukup panas
dan sempat diwarnai keributan kecil antara mahasiswa dan aparat yang berjaga.
Namun, IPMAMI menegaskan bahwa gerakan mereka tetap akan berlanjut dengan
cara-cara damai sampai ada penjelasan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan
oleh Dinas Pendidikan Mimika. “Kami tidak akan mundur sebelum
ada transparansi. Mahasiswa tidak butuh janji kosong, kami butuh bukti nyata
dan keadilan dalam distribusi beasiswa,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa
dalam orasi lanjutan. Mahasiswa juga menyampaikan
tuntutan agar Kepala Dinas segera membuka data secara jelas dan menghadirkan
bukti realisasi anggaran. Mereka menilai, kebijakan pendidikan seharusnya
berpihak pada kepentingan generasi muda, bukan justru memunculkan ketidakpastian
dan polemik baru. Hingga berita ini diturunkan,
pemalangan kantor masih berlangsung. Aktivitas pelayanan publik di Dinas
Pendidikan Mimika pun terganggu akibat aksi mahasiswa tersebut. Situasi terus
dipantau oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi untuk mengantisipasi
potensi eskalasi lebih lanjut. Penulis: Abim Editor: GF
01 Okt 2025, 22:13 WIT
Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa USK Jadi Garda Depan Harmoni Sosial dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Papuanewsonline, Banda Aceh - Gedung
AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK) dipadati ratusan mahasiswa dari
berbagai fakultas pada Selasa (30/9/2025), saat Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki
Ali Basyah hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum bertema “Harmoni Keamanan
dan Ketertiban Masyarakat serta Penegakan Hukum.” Dalam kesempatan tersebut,
Kapolda menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak
bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, melainkan merupakan hasil kerja
sama dan partisipasi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda. “Mahasiswa memiliki posisi
istimewa sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan, sikap kritis, dan energi
positif yang dimiliki, mereka dapat menjadi motor penggerak terciptanya harmoni
sosial, sekaligus mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda
di hadapan para mahasiswa. Irjen Pol. Marzuki juga
mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan dengan mengedepankan rasa
keadilan dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hukum bukan hanya sarana
untuk menghukum, tetapi juga instrumen untuk membina, mencegah, dan menciptakan
rasa aman. “Tujuan besar kepolisian adalah
membangun masyarakat madani, yakni masyarakat yang adil, makmur, beradab, dan
menjunjung tinggi hukum serta moral. Konsep ini sangat sejalan dengan jati diri
Aceh sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan demokratis,” tegasnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa
Aceh memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, budaya, dan letak
geografis yang strategis. Namun, semua itu hanya bisa dikelola jika daerah
tetap stabil dan kondusif. Keamanan, menurutnya, adalah fondasi utama kemajuan
ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat. Dalam kuliah umum itu, Kapolda
juga menguraikan tiga pilar utama dalam menciptakan keamanan yang
berkelanjutan: aturan hukum yang jelas, aparat penegak hukum yang
berintegritas, serta kesadaran masyarakat untuk menaati aturan. Ketiga unsur
tersebut harus berjalan seimbang agar tercipta rasa aman yang berkelanjutan. Selain penyampaian materi, sesi
dialog interaktif dengan mahasiswa menjadi bagian menarik dari kuliah umum
tersebut. Pertanyaan seputar tantangan hukum di era digital, keamanan data,
hingga upaya pencegahan kriminalitas dunia maya mencuat dalam diskusi yang
berlangsung hangat. Menutup kegiatan, Kapolda Aceh
mengajak mahasiswa untuk terus menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah,
serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Harmoni kamtibmas hanya bisa diwujudkan jika kita mampu menumbuhkan sikap
saling percaya, saling menghormati, dan menjadikan persatuan sebagai kekuatan
utama,” pungkasnya.(GF)
01 Okt 2025, 21:49 WIT
Polda Maluku Lakukan Kunjungan Ke SD 3 Poka
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menyetop kasus perundungan atau bullying maupun kekerasan yang sering terjadi di sekolah.Hari ini, Selasa (30/9/25), tim yang dipimpin oleh Kanit Subdit IV Ditreskrimum Polda Maluku, AKP. Lilian J. Siwabessy, S.Sos., S.H, ini mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Ambon di Poka, Kecamatan Teluk Ambon.Dalam kunjungannya, tim menyampaikan materi tentang bahaya perundungan dan kekerasan kepada para siswa-siswi sambil bermain.Anak-anak didorong untuk berani bersuara dan bertindak melawan kekerasan, eksploitasi, dan segala bentuk ketidakadilan demi menciptakan perubahan positif, terutama untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna pencegahan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak," ungkap AKP. Lilian J. Siwabessy.Sosialisasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan ini merupakan implementasi dari Program Kapolda Maluku yang senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk "Tarus Biking Bae, dan Basudara Tarus Biking Bae."Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing," jelasnya.Edukasi lainnya diberikan, yaitu tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal. PNO-12
30 Sep 2025, 22:17 WIT
Kolaborasi Densus 88 dan Kementan, Eks Napiter Diberdayakan Lewat Pelatihan Juru Sembelih Halal
Papuanewsonline.com, Batu –
Suasana berbeda terlihat di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa
Timur, pada Jumat (26/9/2025). Bukan sekadar pelatihan teknis peternakan,
tetapi juga momentum penting kolaborasi antara Detasemen Khusus (Densus) 88
Antiteror Polri, Kementerian Pertanian RI, dan pemerintah daerah. Para eks
narapidana terorisme (napiter) bersama masyarakat umum duduk berdampingan,
mengikuti dengan antusias penutupan Pelatihan Juru Sembelih Halal dan
Pengolahan Susu yang berlangsung sejak 24 September. Pelatihan ini diikuti peserta
dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera
Selatan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, mulai
dari penyembelihan hewan sesuai standar halal, hingga pengolahan susu menjadi
produk bernilai tambah seperti yoghurt, es lilin, dan burger susu. Acara penutupan dihadiri oleh
sejumlah pejabat penting, di antaranya Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot
Prasetyo, Dir Idensos Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, Kasatgaswil Jatim Kombes
Pol Samsul Priasmoro, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan, Wali Kota Batu Nurochman,
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranatha, serta jajaran Forkopimda. Kepala Pusat
Pelatihan Kementerian Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah, turut memberikan arahan
secara daring. Dalam sambutannya, Kepala BBPP
Batu menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan
sekaligus: meningkatkan keterampilan teknis peserta sekaligus mempererat kohesi
sosial. “Peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi terjun langsung
menyembelih kambing, unggas, hingga belajar teknik pengolahan susu menjadi
berbagai produk turunan yang bernilai ekonomis,” ungkapnya. Kadensus 88 Irjen Pol Sentot
Prasetyo menyoroti perubahan paradigma dalam penanganan mantan napiter. “Jika
dulu fokus Densus 88 adalah mengejar dan menindak, kini kami juga hadir di
jalur preemtif dan pembinaan. Bersama Kementan, kami sudah melaksanakan tiga
jenis pelatihan, termasuk inseminasi buatan dan formulator pakan ternak.
Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ekonomi dan membuka jalan
integrasi sosial bagi para peserta,” tegasnya. Menurutnya, langkah-langkah
humanis seperti ini bukan hanya mencegah potensi radikalisasi ulang, tetapi
juga memberi peluang nyata bagi eks napiter untuk berkontribusi positif bagi
masyarakat. Prof. Joniarto Parung, Ph.D.,
Direktur Ubaya Training Center, yang turut menjadi narasumber, menambahkan
dimensi lain dalam pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya rantai pasok yang
solid dalam menjaga ketersediaan, keamanan, dan harga produk peternakan yang
terjangkau. “Ilmu yang didapat peserta hanya
akan berdaya guna bila ditopang sistem distribusi yang baik. Kita perlu
memperkuat koperasi, memanfaatkan transportasi berpendingin, dan membangun
kolaborasi antar-pihak untuk memastikan hasil peternakan sampai ke konsumen
secara efisien dan berkelanjutan,” jelasnya. Acara ditutup dengan penyerahan
sertifikat kepada seluruh peserta, diikuti dengan menyanyikan lagu Bagimu
Negeri, doa bersama, serta ramah tamah. Kehangatan suasana penutupan
mencerminkan semangat kebersamaan lintas latar belakang—sebuah simbol kecil
namun bermakna besar bagi perjalanan bangsa menuju keamanan, kemandirian, dan
perdamaian yang berkelanjutan.(GF)
28 Sep 2025, 12:50 WIT
Brimob Maluku Sambangi SD Negeri Kariu: Wujud Nyata Kepedulian pada Generasi Muda
Papuanewsonline.com, Maluku
Tengah – Satuan Brimob Polda Maluku kembali menunjukkan perannya sebagai
sahabat masyarakat. Melalui Patroli Sambang yang dilaksanakan pada Jumat pagi
(26/9/2025) di SD Negeri Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, tiga
personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor hadir bukan sekadar menjalankan tugas
pengamanan, melainkan juga memberikan sentuhan kepedulian terhadap pendidikan
dan masa depan anak-anak. Dipimpin Danton 2 Kompi 4 A
Pelopor, Aipda Asrul P. Ely, patroli dimulai sekitar pukul 09.30 WIT. Para
personel Brimob menyapa guru dan berinteraksi dengan 15 siswa-siswi SD Negeri
Kariu, menciptakan suasana penuh keakraban yang membuat sekolah kecil di Pulau
Haruku itu dipenuhi semangat baru. “Kami ingin anak-anak sejak dini
memiliki rasa aman, disiplin, dan cinta tanah air. Kehadiran Brimob bukan hanya
untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendekatkan diri kepada generasi penerus
bangsa,” ujar Aipda Asrul. Kegiatan patroli sambang ini
disambut antusias oleh para tenaga pendidik. Salah seorang guru SD Negeri Kariu
menyampaikan apresiasinya karena kehadiran Brimob memberikan motivasi lebih
bagi anak-anak. “Kami berterima kasih kepada
Brimob yang mau peduli pada pendidikan anak-anak di sini. Mereka merasa senang,
aman, dan termotivasi. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,”
ungkapnya. Selain menyoroti pentingnya
dukungan pada dunia pendidikan, sang guru juga menitipkan pesan perdamaian bagi
masyarakat Kariu dan negeri-negeri tetangga. “Kami menghimbau seluruh warga,
baik yang seiman maupun berbeda iman, agar tetap hidup rukun, saling
menghormati, dan bersama-sama menjaga lingkungan yang aman serta damai demi
masa depan anak-anak kita,” tambahnya. Kegiatan patroli ini tidak hanya
sebatas upaya Brimob menjaga situasi kamtibmas, melainkan juga bentuk nyata
pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan humanis, aparat kepolisian
berusaha mempererat hubungan dengan masyarakat di akar rumput, khususnya dunia
pendidikan. Situasi selama kegiatan
berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana persaudaraan. Anak-anak tampak
ceria menerima kehadiran Brimob, sementara para guru menilai kegiatan ini
sebagai wujud sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, Brimob
Polda Maluku menegaskan bahwa keberadaannya tidak hanya identik dengan operasi
keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun generasi muda
yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. Dengan terus menjalin hubungan
baik melalui kegiatan sosial dan edukatif, Brimob berharap dapat memperkuat
persaudaraan lintas iman dan menumbuhkan semangat kebersamaan di Pulau Haruku
serta seluruh Maluku.(GF)
26 Sep 2025, 20:38 WIT
Wapres Gibran Ajak Santri Kuasai Teknologi untuk Pertanian Modern
Papuanewsonline.com, Banyuasin —
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa
santri dan pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan
pertanian modern berbasis teknologi. Hal itu disampaikan dalam acara silaturahmi
bersama kiai, tokoh agama, guru ngaji, dan para santri di Pondok Pesantren
Bahrul Ulum Muliasari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera
Selatan, Kamis (25/9/2025). Dalam suasana penuh kehangatan,
Wapres Gibran menyampaikan bahwa pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai
pusat pendidikan agama, tetapi juga harus tampil sebagai motor penggerak
perubahan di sektor-sektor vital bangsa, salah satunya pertanian. “Santri harus menjadi generasi
yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga teknologi. Pertanian kita ke
depan tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama. Mekanisasi, digitalisasi,
bahkan kecerdasan buatan harus menjadi bagian dari dunia pertanian kita,” tegas
Gibran. Wapres menekankan bahwa
penguasaan teknologi oleh generasi muda, termasuk santri, merupakan kunci
penting dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional yang menjadi
prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan pemanfaatan drone untuk
pemetaan lahan, kecerdasan buatan untuk analisis produksi, hingga sistem
digital untuk distribusi pangan. Menurutnya, jika santri mampu
menguasai teknologi, maka pesantren akan menjadi lumbung inovasi sekaligus
pusat pemberdayaan masyarakat pedesaan. Dalam kesempatan tersebut, Wapres
juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi
keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU). Dukungan NU terhadap program pangan
nasional dianggap sebagai bukti nyata bahwa negara dan masyarakat dapat
berjalan beriringan demi kemandirian pangan. “Kolaborasi pemerintah dengan
pesantren dan NU adalah kekuatan besar. Bersama, kita bisa wujudkan pertanian
yang mandiri, modern, dan berdaya saing global,” kata Wapres. Acara silaturahmi ini tidak hanya
menjadi forum dialog, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pesantren
dalam pembangunan bangsa. Para kiai, guru ngaji, dan tokoh agama yang hadir
memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pesantren,
terutama dalam konteks pengembangan ekonomi kerakyatan. Wapres Gibran menutup sambutannya
dengan harapan agar santri terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam ilmu
agama maupun penguasaan teknologi, sehingga dapat menjadi agen perubahan bagi
masyarakat sekitar.(GF)
26 Sep 2025, 17:39 WIT
Senyum Ceria Siswa PAUD Angkasa Timika di Outing Class Lanud Yohanis Kapiyau
Papuanewsonline.com, Mimika —
Suasana ceria dan penuh semangat terlihat jelas dari wajah puluhan siswa-siswi
PAUD Angkasa Timika saat mengikuti kegiatan outing class di Lanud Yohanis
Kapiyau, Timika, Papua Tengah, Kamis (25/09/2025). Anak-anak yang masih berusia
dini ini tampak begitu antusias ketika berkesempatan mengenal lebih dekat dunia
kedirgantaraan melalui pengalaman langsung. Kegiatan outing class ini
dipimpin oleh Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Yohanis Kapiyau, Ny. Rika
A.E. Rangkuti, serta didampingi Kepala Sekolah PAUD Angkasa, Bunda Oka
Delaplata, bersama para guru pendamping. Dengan penuh perhatian, mereka
membimbing anak-anak untuk belajar sambil bermain di lingkungan Lanud. Dalam kegiatan tersebut,
anak-anak mendapatkan kesempatan langka untuk melihat secara langsung alutsista
kebanggaan TNI Angkatan Udara. Mereka diajak mendekati helikopter Caracal serta
pesawat angkut berat Hercules yang biasa digunakan dalam berbagai misi
kemanusiaan maupun operasi militer. Sambil melambaikan tangan,
anak-anak terlihat gembira dan tak henti-hentinya bertanya kepada para prajurit
yang mendampingi. Suasana penuh keceriaan pun semakin terasa ketika beberapa
anak diajak berfoto bersama di depan pesawat. “Ini pengalaman yang sangat
berharga untuk anak-anak. Mereka bisa belajar banyak hal baru dengan cara yang
menyenangkan,” ujar Bunda Oka Delaplata. Menurut Ketua Yasarini Cabang
Lanud Yohanis Kapiyau, kegiatan outing class ini dirancang untuk menanamkan rasa
ingin tahu, semangat belajar, serta kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan
sejak usia dini. “Melalui kegiatan seperti ini,
anak-anak dapat belajar sambil bermain. Mereka dikenalkan dengan dunia TNI
Angkatan Udara agar tumbuh rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini,” kata
Ny. Rika A.E. Rangkuti. Selain memperluas pengetahuan
anak-anak, kegiatan outing class ini juga menjadi sarana untuk menanamkan
nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta rasa hormat kepada profesi
prajurit TNI AU. Harapannya, pengalaman berharga ini akan melekat dalam ingatan
mereka hingga dewasa kelak. Dengan tawa riang, sorak-sorai,
dan rasa penasaran yang tinggi, outing class PAUD Angkasa kali ini menjadi
momen yang tidak hanya mendidik, tetapi juga meninggalkan kenangan indah bagi
para siswa dan guru pendamping. Penulis: Jid Editor: GF
26 Sep 2025, 05:16 WIT
DPRK Mimika Jadi Penengah, Konflik HAPAK dan Disdik Berakhir Damai
Papuanewsonline.com, Mimika —
Suasana tegang yang sempat mewarnai aksi penggembokan Kantor Dinas Pendidikan
(Disdik) Mimika akhirnya mereda. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK)
Mimika berhasil menjadi penengah dalam mediasi antara Honai Adat Pengusaha
Amungme Kamoro (HAPAK) dengan pihak Disdik Mimika, Kamis (25/9/2025). Sehari sebelumnya, HAPAK
melakukan aksi spontan dengan menggembok pagar dan pintu Kantor Disdik sebagai
bentuk protes terhadap persoalan transparansi dalam pelaksanaan proyek penunjukan
langsung (PL). Aksi tersebut menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah
kepada pengusaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Ketua HAPAK, Tenius Kum,
menegaskan bahwa langkah yang ditempuh pihaknya bukan tanpa alasan. Menurutnya,
aksi ini adalah bentuk nyata perjuangan untuk menuntut keadilan bagi pengusaha
OAP yang selama ini merasa tersisih. “Kehadiran HAPAK betul-betul
memperjuangkan keluhan dan aspirasi kami sebagai pengusaha OAP. Kami ingin
hak-hak kami dihargai dan diberi ruang dalam pembangunan daerah,” ujarnya penuh
penekanan. Dalam mediasi yang berlangsung
kondusif, Anggota DPRK Mimika, Yan Pieterson Laly, menyampaikan rasa syukur
karena persoalan dapat diselesaikan secara damai. “Puji Tuhan, mediasi ini berjalan
lancar sehingga gerbang Kantor Disdik yang sempat digembok akhirnya bisa dibuka
kembali. Ini menjadi bukti bahwa dialog selalu lebih baik dibanding
konfrontasi,” ucapnya. Lebih lanjut, Laly menyebut bahwa
DPRK Mimika akan segera menggelar paripurna Ranperda Non APBD, yang salah
satunya memuat aturan perlindungan bagi pengusaha lokal. “Hak-hak pengusaha
lokal akan dipastikan terlindungi dalam aturan tersebut,” tambahnya. Senada dengan itu, anggota DPRK
lainnya, Anton N. Alom, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal aspirasi
masyarakat. “Kesepakatan sudah dicapai. Gembok dibuka, dan semua pihak sepakat
menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya. Sementara itu, Kabid SMP, SMA/SMK
Disdik Mimika, Manto Ginting, menyampaikan apresiasi kepada HAPAK dan DPRK
Mimika atas penyelesaian yang ditempuh dengan cara damai. “Terima kasih atas pengertian
semua pihak. Kami berharap ke depan komunikasi dapat terus dijaga sehingga
tidak ada lagi aksi yang berpotensi mengganggu pelayanan publik,” ungkapnya. Mediasi ini menandai titik terang
hubungan antara pengusaha lokal dan pemerintah daerah. Kehadiran DPRK Mimika
sebagai fasilitator memperlihatkan pentingnya dialog terbuka dalam
menyelesaikan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dengan dibukanya kembali pagar
Kantor Disdik, aktivitas pelayanan pendidikan dapat kembali berjalan normal. Di
sisi lain, pengusaha OAP kini memiliki harapan baru dengan adanya komitmen DPRK
untuk memperjuangkan perlindungan dalam regulasi daerah. Penulis: Abim Editor: GF
26 Sep 2025, 04:57 WIT
Mahasiswa Baru Antusias Ikuti Pengkaderan IMEK STIE Jambatan Bulan Timika
Papuanewsonline.com, Mimika –
Puluhan mahasiswa baru STIE Jambatan Bulan Timika tampak antusias mengikuti
kegiatan pengkaderan yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK)
pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini berlangsung di gedung D Kampus 3 dan
menjadi ajang penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat organisasi
IMEK sekaligus membangun semangat kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi
kreatif di Kabupaten Mimika.
Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan,
dalam sambutannya menegaskan bahwa pengkaderan merupakan fondasi awal bagi
mahasiswa yang ingin berproses di dunia organisasi dan pengembangan diri. “Pengkaderan
ini adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide segar dan
berkontribusi nyata dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Kami ingin melahirkan
generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya.
Kegiatan dibuka dengan perkenalan
organisasi, penyampaian materi tentang peran ekonomi kreatif dalam pembangunan
daerah, hingga sesi diskusi yang interaktif. Tak hanya itu, alumni IMEK yang
kini sukses berwirausaha turut hadir membagikan pengalaman dan motivasi bagi
para peserta.
Turut hadir Sekretaris BPKA,
Rusdin, serta perwakilan dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Dalam
kesempatan itu, Jidan Mu’tashim A, anggota BPM yang mewakili Ketua, menekankan
pentingnya kegiatan ini. “Pengkaderan adalah momentum bagi kita untuk
meningkatkan kapasitas diri, berdiskusi, bertukar ide, serta merancang strategi
bersama untuk membangun ekonomi kreatif di Mimika,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan
seperti ini diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang inovatif dan bisa
diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat.
Acara yang dipanitiai oleh Juwita
ini berjalan penuh semangat dan keakraban. Mahasiswa baru yang hadir menyatakan
kebanggaannya bisa menjadi bagian dari IMEK dan siap berkontribusi untuk
kemajuan daerah melalui program-program kreatif ke depan.
Dengan pengkaderan ini, IMEK
berharap mampu mencetak kader-kader unggul yang tidak hanya aktif di dunia
kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memajukan ekonomi kreatif
lokal di Mimika.
Penulis: Abim
Editor: GF
22 Sep 2025, 19:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru