logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Janji Manis Beasiswa Tak Sesuai Fakta, IPMAMI Geruduk dan Palang Kantor Dinas Pendidikan Mimika Papuanewsonline.com, Timika – Ketegangan mewarnai suasana di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika pada Rabu siang (1/10/2025), ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) melakukan aksi pemalangan. Gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan penyaluran beasiswa yang dinilai jauh dari janji manis Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny Usmani, yang sebelumnya disampaikan melalui media. Dalam pernyataannya, Kadisdik menyebutkan bahwa dana beasiswa telah disalurkan dengan rincian: Rp20 juta untuk mahasiswa Amungme, Rp20 juta untuk Kamoro, serta Rp14 juta untuk lima suku kerabat. Namun kenyataan yang diterima mahasiswa ternyata berbeda jauh. Menurut pengakuan IPMAMI, beasiswa yang mereka terima hanya Rp10 juta untuk Amungme, Rp10 juta untuk Kamoro, dan Rp7 juta untuk lima suku kerabat. “Pernyataan di media tidak sesuai dengan kenyataan yang kami terima. Inilah alasan kami datang dan meminta penjelasan langsung dari Kepala Dinas,” tegas Fidel Ombak, koordinator lapangan aksi, dalam orasinya di depan kantor dinas. Selain menyoroti perbedaan nominal bantuan, mahasiswa juga mempermasalahkan keterlambatan dan kurangnya transparansi dalam daftar penerima beasiswa. Daftar yang baru ditempel di kantor dinas menyebutkan bahwa 69 mahasiswa terkendala berkas dan administrasi, hal ini semakin memperkuat kecurigaan mahasiswa akan adanya ketidakjelasan dalam proses penyaluran. Aksi ini berlangsung cukup panas dan sempat diwarnai keributan kecil antara mahasiswa dan aparat yang berjaga. Namun, IPMAMI menegaskan bahwa gerakan mereka tetap akan berlanjut dengan cara-cara damai sampai ada penjelasan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Pendidikan Mimika. “Kami tidak akan mundur sebelum ada transparansi. Mahasiswa tidak butuh janji kosong, kami butuh bukti nyata dan keadilan dalam distribusi beasiswa,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasi lanjutan. Mahasiswa juga menyampaikan tuntutan agar Kepala Dinas segera membuka data secara jelas dan menghadirkan bukti realisasi anggaran. Mereka menilai, kebijakan pendidikan seharusnya berpihak pada kepentingan generasi muda, bukan justru memunculkan ketidakpastian dan polemik baru. Hingga berita ini diturunkan, pemalangan kantor masih berlangsung. Aktivitas pelayanan publik di Dinas Pendidikan Mimika pun terganggu akibat aksi mahasiswa tersebut. Situasi terus dipantau oleh aparat keamanan yang berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi lebih lanjut.       Penulis: Abim Editor: GF  01 Okt 2025, 22:13 WIT
Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa USK Jadi Garda Depan Harmoni Sosial dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan Papuanewsonline, Banda Aceh - Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK) dipadati ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas pada Selasa (30/9/2025), saat Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum bertema “Harmoni Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta Penegakan Hukum.” Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian, melainkan merupakan hasil kerja sama dan partisipasi seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda. “Mahasiswa memiliki posisi istimewa sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan, sikap kritis, dan energi positif yang dimiliki, mereka dapat menjadi motor penggerak terciptanya harmoni sosial, sekaligus mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Kapolda di hadapan para mahasiswa. Irjen Pol. Marzuki juga mengingatkan bahwa penegakan hukum harus dilaksanakan dengan mengedepankan rasa keadilan dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, hukum bukan hanya sarana untuk menghukum, tetapi juga instrumen untuk membina, mencegah, dan menciptakan rasa aman. “Tujuan besar kepolisian adalah membangun masyarakat madani, yakni masyarakat yang adil, makmur, beradab, dan menjunjung tinggi hukum serta moral. Konsep ini sangat sejalan dengan jati diri Aceh sebagai daerah yang religius, berbudaya, dan demokratis,” tegasnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa Aceh memiliki potensi besar di bidang sumber daya alam, budaya, dan letak geografis yang strategis. Namun, semua itu hanya bisa dikelola jika daerah tetap stabil dan kondusif. Keamanan, menurutnya, adalah fondasi utama kemajuan ekonomi, pendidikan, hingga sosial masyarakat. Dalam kuliah umum itu, Kapolda juga menguraikan tiga pilar utama dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan: aturan hukum yang jelas, aparat penegak hukum yang berintegritas, serta kesadaran masyarakat untuk menaati aturan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan seimbang agar tercipta rasa aman yang berkelanjutan. Selain penyampaian materi, sesi dialog interaktif dengan mahasiswa menjadi bagian menarik dari kuliah umum tersebut. Pertanyaan seputar tantangan hukum di era digital, keamanan data, hingga upaya pencegahan kriminalitas dunia maya mencuat dalam diskusi yang berlangsung hangat. Menutup kegiatan, Kapolda Aceh mengajak mahasiswa untuk terus menjaga persatuan, mengedepankan musyawarah, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. “Harmoni kamtibmas hanya bisa diwujudkan jika kita mampu menumbuhkan sikap saling percaya, saling menghormati, dan menjadikan persatuan sebagai kekuatan utama,” pungkasnya.(GF)  01 Okt 2025, 21:49 WIT
Polda Maluku Lakukan Kunjungan Ke SD 3 Poka Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku melalui Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menyetop kasus perundungan atau bullying maupun kekerasan yang sering terjadi di sekolah.Hari ini, Selasa (30/9/25), tim yang dipimpin oleh Kanit Subdit IV Ditreskrimum Polda Maluku, AKP. Lilian J. Siwabessy, S.Sos., S.H, ini mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Ambon di Poka, Kecamatan Teluk Ambon.Dalam kunjungannya, tim menyampaikan materi tentang bahaya perundungan dan kekerasan kepada para siswa-siswi sambil bermain.Anak-anak didorong untuk berani bersuara dan bertindak melawan kekerasan, eksploitasi, dan segala bentuk ketidakadilan demi menciptakan perubahan positif, terutama untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna pencegahan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak," ungkap AKP. Lilian J. Siwabessy.Sosialisasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan ini merupakan implementasi dari Program Kapolda Maluku yang senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk "Tarus Biking Bae, dan Basudara Tarus Biking Bae."Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing," jelasnya.Edukasi lainnya diberikan, yaitu tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal. PNO-12 30 Sep 2025, 22:17 WIT
Kolaborasi Densus 88 dan Kementan, Eks Napiter Diberdayakan Lewat Pelatihan Juru Sembelih Halal Papuanewsonline.com, Batu – Suasana berbeda terlihat di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur, pada Jumat (26/9/2025). Bukan sekadar pelatihan teknis peternakan, tetapi juga momentum penting kolaborasi antara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Kementerian Pertanian RI, dan pemerintah daerah. Para eks narapidana terorisme (napiter) bersama masyarakat umum duduk berdampingan, mengikuti dengan antusias penutupan Pelatihan Juru Sembelih Halal dan Pengolahan Susu yang berlangsung sejak 24 September. Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sumatera Selatan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, mulai dari penyembelihan hewan sesuai standar halal, hingga pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti yoghurt, es lilin, dan burger susu. Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo, Dir Idensos Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, Kasatgaswil Jatim Kombes Pol Samsul Priasmoro, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan, Wali Kota Batu Nurochman, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranatha, serta jajaran Forkopimda. Kepala Pusat Pelatihan Kementerian Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah, turut memberikan arahan secara daring. Dalam sambutannya, Kepala BBPP Batu menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus: meningkatkan keterampilan teknis peserta sekaligus mempererat kohesi sosial. “Peserta bukan hanya mendengar teori, tetapi terjun langsung menyembelih kambing, unggas, hingga belajar teknik pengolahan susu menjadi berbagai produk turunan yang bernilai ekonomis,” ungkapnya. Kadensus 88 Irjen Pol Sentot Prasetyo menyoroti perubahan paradigma dalam penanganan mantan napiter. “Jika dulu fokus Densus 88 adalah mengejar dan menindak, kini kami juga hadir di jalur preemtif dan pembinaan. Bersama Kementan, kami sudah melaksanakan tiga jenis pelatihan, termasuk inseminasi buatan dan formulator pakan ternak. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal ekonomi dan membuka jalan integrasi sosial bagi para peserta,” tegasnya. Menurutnya, langkah-langkah humanis seperti ini bukan hanya mencegah potensi radikalisasi ulang, tetapi juga memberi peluang nyata bagi eks napiter untuk berkontribusi positif bagi masyarakat. Prof. Joniarto Parung, Ph.D., Direktur Ubaya Training Center, yang turut menjadi narasumber, menambahkan dimensi lain dalam pelatihan ini. Ia menekankan pentingnya rantai pasok yang solid dalam menjaga ketersediaan, keamanan, dan harga produk peternakan yang terjangkau. “Ilmu yang didapat peserta hanya akan berdaya guna bila ditopang sistem distribusi yang baik. Kita perlu memperkuat koperasi, memanfaatkan transportasi berpendingin, dan membangun kolaborasi antar-pihak untuk memastikan hasil peternakan sampai ke konsumen secara efisien dan berkelanjutan,” jelasnya. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta, diikuti dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, doa bersama, serta ramah tamah. Kehangatan suasana penutupan mencerminkan semangat kebersamaan lintas latar belakang—sebuah simbol kecil namun bermakna besar bagi perjalanan bangsa menuju keamanan, kemandirian, dan perdamaian yang berkelanjutan.(GF) 28 Sep 2025, 12:50 WIT
Brimob Maluku Sambangi SD Negeri Kariu: Wujud Nyata Kepedulian pada Generasi Muda Papuanewsonline.com, Maluku Tengah – Satuan Brimob Polda Maluku kembali menunjukkan perannya sebagai sahabat masyarakat. Melalui Patroli Sambang yang dilaksanakan pada Jumat pagi (26/9/2025) di SD Negeri Kariu, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah, tiga personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor hadir bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, melainkan juga memberikan sentuhan kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak. Dipimpin Danton 2 Kompi 4 A Pelopor, Aipda Asrul P. Ely, patroli dimulai sekitar pukul 09.30 WIT. Para personel Brimob menyapa guru dan berinteraksi dengan 15 siswa-siswi SD Negeri Kariu, menciptakan suasana penuh keakraban yang membuat sekolah kecil di Pulau Haruku itu dipenuhi semangat baru. “Kami ingin anak-anak sejak dini memiliki rasa aman, disiplin, dan cinta tanah air. Kehadiran Brimob bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendekatkan diri kepada generasi penerus bangsa,” ujar Aipda Asrul. Kegiatan patroli sambang ini disambut antusias oleh para tenaga pendidik. Salah seorang guru SD Negeri Kariu menyampaikan apresiasinya karena kehadiran Brimob memberikan motivasi lebih bagi anak-anak. “Kami berterima kasih kepada Brimob yang mau peduli pada pendidikan anak-anak di sini. Mereka merasa senang, aman, dan termotivasi. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya. Selain menyoroti pentingnya dukungan pada dunia pendidikan, sang guru juga menitipkan pesan perdamaian bagi masyarakat Kariu dan negeri-negeri tetangga. “Kami menghimbau seluruh warga, baik yang seiman maupun berbeda iman, agar tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga lingkungan yang aman serta damai demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya. Kegiatan patroli ini tidak hanya sebatas upaya Brimob menjaga situasi kamtibmas, melainkan juga bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan humanis, aparat kepolisian berusaha mempererat hubungan dengan masyarakat di akar rumput, khususnya dunia pendidikan. Situasi selama kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana persaudaraan. Anak-anak tampak ceria menerima kehadiran Brimob, sementara para guru menilai kegiatan ini sebagai wujud sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pendidikan. Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Maluku menegaskan bahwa keberadaannya tidak hanya identik dengan operasi keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. Dengan terus menjalin hubungan baik melalui kegiatan sosial dan edukatif, Brimob berharap dapat memperkuat persaudaraan lintas iman dan menumbuhkan semangat kebersamaan di Pulau Haruku serta seluruh Maluku.(GF)  26 Sep 2025, 20:38 WIT
Wapres Gibran Ajak Santri Kuasai Teknologi untuk Pertanian Modern Papuanewsonline.com, Banyuasin — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa santri dan pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pertanian modern berbasis teknologi. Hal itu disampaikan dalam acara silaturahmi bersama kiai, tokoh agama, guru ngaji, dan para santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Muliasari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (25/9/2025). Dalam suasana penuh kehangatan, Wapres Gibran menyampaikan bahwa pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga harus tampil sebagai motor penggerak perubahan di sektor-sektor vital bangsa, salah satunya pertanian. “Santri harus menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga teknologi. Pertanian kita ke depan tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara lama. Mekanisasi, digitalisasi, bahkan kecerdasan buatan harus menjadi bagian dari dunia pertanian kita,” tegas Gibran. Wapres menekankan bahwa penguasaan teknologi oleh generasi muda, termasuk santri, merupakan kunci penting dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia mencontohkan pemanfaatan drone untuk pemetaan lahan, kecerdasan buatan untuk analisis produksi, hingga sistem digital untuk distribusi pangan. Menurutnya, jika santri mampu menguasai teknologi, maka pesantren akan menjadi lumbung inovasi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat pedesaan. Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU). Dukungan NU terhadap program pangan nasional dianggap sebagai bukti nyata bahwa negara dan masyarakat dapat berjalan beriringan demi kemandirian pangan. “Kolaborasi pemerintah dengan pesantren dan NU adalah kekuatan besar. Bersama, kita bisa wujudkan pertanian yang mandiri, modern, dan berdaya saing global,” kata Wapres. Acara silaturahmi ini tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa. Para kiai, guru ngaji, dan tokoh agama yang hadir memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pesantren, terutama dalam konteks pengembangan ekonomi kerakyatan. Wapres Gibran menutup sambutannya dengan harapan agar santri terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam ilmu agama maupun penguasaan teknologi, sehingga dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat sekitar.(GF)  26 Sep 2025, 17:39 WIT
Senyum Ceria Siswa PAUD Angkasa Timika di Outing Class Lanud Yohanis Kapiyau Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana ceria dan penuh semangat terlihat jelas dari wajah puluhan siswa-siswi PAUD Angkasa Timika saat mengikuti kegiatan outing class di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, Papua Tengah, Kamis (25/09/2025). Anak-anak yang masih berusia dini ini tampak begitu antusias ketika berkesempatan mengenal lebih dekat dunia kedirgantaraan melalui pengalaman langsung. Kegiatan outing class ini dipimpin oleh Ketua Yasarini Pengurus Cabang Lanud Yohanis Kapiyau, Ny. Rika A.E. Rangkuti, serta didampingi Kepala Sekolah PAUD Angkasa, Bunda Oka Delaplata, bersama para guru pendamping. Dengan penuh perhatian, mereka membimbing anak-anak untuk belajar sambil bermain di lingkungan Lanud. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan kesempatan langka untuk melihat secara langsung alutsista kebanggaan TNI Angkatan Udara. Mereka diajak mendekati helikopter Caracal serta pesawat angkut berat Hercules yang biasa digunakan dalam berbagai misi kemanusiaan maupun operasi militer. Sambil melambaikan tangan, anak-anak terlihat gembira dan tak henti-hentinya bertanya kepada para prajurit yang mendampingi. Suasana penuh keceriaan pun semakin terasa ketika beberapa anak diajak berfoto bersama di depan pesawat. “Ini pengalaman yang sangat berharga untuk anak-anak. Mereka bisa belajar banyak hal baru dengan cara yang menyenangkan,” ujar Bunda Oka Delaplata. Menurut Ketua Yasarini Cabang Lanud Yohanis Kapiyau, kegiatan outing class ini dirancang untuk menanamkan rasa ingin tahu, semangat belajar, serta kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan sejak usia dini. “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dapat belajar sambil bermain. Mereka dikenalkan dengan dunia TNI Angkatan Udara agar tumbuh rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini,” kata Ny. Rika A.E. Rangkuti. Selain memperluas pengetahuan anak-anak, kegiatan outing class ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta rasa hormat kepada profesi prajurit TNI AU. Harapannya, pengalaman berharga ini akan melekat dalam ingatan mereka hingga dewasa kelak. Dengan tawa riang, sorak-sorai, dan rasa penasaran yang tinggi, outing class PAUD Angkasa kali ini menjadi momen yang tidak hanya mendidik, tetapi juga meninggalkan kenangan indah bagi para siswa dan guru pendamping. Penulis: Jid Editor: GF   26 Sep 2025, 05:16 WIT
DPRK Mimika Jadi Penengah, Konflik HAPAK dan Disdik Berakhir Damai Papuanewsonline.com, Mimika — Suasana tegang yang sempat mewarnai aksi penggembokan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika akhirnya mereda. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika berhasil menjadi penengah dalam mediasi antara Honai Adat Pengusaha Amungme Kamoro (HAPAK) dengan pihak Disdik Mimika, Kamis (25/9/2025). Sehari sebelumnya, HAPAK melakukan aksi spontan dengan menggembok pagar dan pintu Kantor Disdik sebagai bentuk protes terhadap persoalan transparansi dalam pelaksanaan proyek penunjukan langsung (PL). Aksi tersebut menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah kepada pengusaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Ketua HAPAK, Tenius Kum, menegaskan bahwa langkah yang ditempuh pihaknya bukan tanpa alasan. Menurutnya, aksi ini adalah bentuk nyata perjuangan untuk menuntut keadilan bagi pengusaha OAP yang selama ini merasa tersisih. “Kehadiran HAPAK betul-betul memperjuangkan keluhan dan aspirasi kami sebagai pengusaha OAP. Kami ingin hak-hak kami dihargai dan diberi ruang dalam pembangunan daerah,” ujarnya penuh penekanan. Dalam mediasi yang berlangsung kondusif, Anggota DPRK Mimika, Yan Pieterson Laly, menyampaikan rasa syukur karena persoalan dapat diselesaikan secara damai. “Puji Tuhan, mediasi ini berjalan lancar sehingga gerbang Kantor Disdik yang sempat digembok akhirnya bisa dibuka kembali. Ini menjadi bukti bahwa dialog selalu lebih baik dibanding konfrontasi,” ucapnya. Lebih lanjut, Laly menyebut bahwa DPRK Mimika akan segera menggelar paripurna Ranperda Non APBD, yang salah satunya memuat aturan perlindungan bagi pengusaha lokal. “Hak-hak pengusaha lokal akan dipastikan terlindungi dalam aturan tersebut,” tambahnya. Senada dengan itu, anggota DPRK lainnya, Anton N. Alom, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat. “Kesepakatan sudah dicapai. Gembok dibuka, dan semua pihak sepakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya. Sementara itu, Kabid SMP, SMA/SMK Disdik Mimika, Manto Ginting, menyampaikan apresiasi kepada HAPAK dan DPRK Mimika atas penyelesaian yang ditempuh dengan cara damai. “Terima kasih atas pengertian semua pihak. Kami berharap ke depan komunikasi dapat terus dijaga sehingga tidak ada lagi aksi yang berpotensi mengganggu pelayanan publik,” ungkapnya. Mediasi ini menandai titik terang hubungan antara pengusaha lokal dan pemerintah daerah. Kehadiran DPRK Mimika sebagai fasilitator memperlihatkan pentingnya dialog terbuka dalam menyelesaikan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dengan dibukanya kembali pagar Kantor Disdik, aktivitas pelayanan pendidikan dapat kembali berjalan normal. Di sisi lain, pengusaha OAP kini memiliki harapan baru dengan adanya komitmen DPRK untuk memperjuangkan perlindungan dalam regulasi daerah.   Penulis: Abim Editor: GF   26 Sep 2025, 04:57 WIT
Mahasiswa Baru Antusias Ikuti Pengkaderan IMEK STIE Jambatan Bulan Timika Papuanewsonline.com, Mimika – Puluhan mahasiswa baru STIE Jambatan Bulan Timika tampak antusias mengikuti kegiatan pengkaderan yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Ekonomi Kreatif (IMEK) pada Minggu (21/9/2025). Kegiatan ini berlangsung di gedung D Kampus 3 dan menjadi ajang penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat organisasi IMEK sekaligus membangun semangat kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Mimika. Ketua IMEK, Alya Wulandari Hasan, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengkaderan merupakan fondasi awal bagi mahasiswa yang ingin berproses di dunia organisasi dan pengembangan diri. “Pengkaderan ini adalah langkah awal bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide-ide segar dan berkontribusi nyata dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Kami ingin melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkapnya. Kegiatan dibuka dengan perkenalan organisasi, penyampaian materi tentang peran ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah, hingga sesi diskusi yang interaktif. Tak hanya itu, alumni IMEK yang kini sukses berwirausaha turut hadir membagikan pengalaman dan motivasi bagi para peserta. Turut hadir Sekretaris BPKA, Rusdin, serta perwakilan dari Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Dalam kesempatan itu, Jidan Mu’tashim A, anggota BPM yang mewakili Ketua, menekankan pentingnya kegiatan ini. “Pengkaderan adalah momentum bagi kita untuk meningkatkan kapasitas diri, berdiskusi, bertukar ide, serta merancang strategi bersama untuk membangun ekonomi kreatif di Mimika,” ujarnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang inovatif dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata masyarakat. Acara yang dipanitiai oleh Juwita ini berjalan penuh semangat dan keakraban. Mahasiswa baru yang hadir menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari IMEK dan siap berkontribusi untuk kemajuan daerah melalui program-program kreatif ke depan. Dengan pengkaderan ini, IMEK berharap mampu mencetak kader-kader unggul yang tidak hanya aktif di dunia kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memajukan ekonomi kreatif lokal di Mimika.   Penulis: Abim Editor: GF   22 Sep 2025, 19:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT