Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
E-Unggul Hadir! Layanan Beasiswa di Mimika Kini Lebih Transparan dan Efisien
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Kabupaten Mimika terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas
layanan publik, terutama di sektor pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Yayasan
Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Pemkab Mimika resmi
meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Berbasis Elektronik (E-Unggul),
sebuah platform digital yang dirancang untuk mengelola program beasiswa secara
transparan, efisien, dan akuntabel. Langkah ini menandai babak baru
dalam tata kelola pendidikan di Mimika, di mana digitalisasi diharapkan mampu
meminimalisir potensi penyimpangan, mempercepat proses administrasi, serta
memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran. Seminar awal implementasi
E-Unggul untuk bidang Pembangunan Manusia digelar di ruang rapat Bappeda Mimika
pada Jumat (17/10/2025). Acara tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang
Ekonomi dan Pembangunan, Inosensius Yoga Pribadi, yang hadir mewakili Bupati
Mimika, Yohannes Rettob. Turut hadir Kepala Bappeda Mimika, Yohana Paliling,
serta Deputi YPMAK Bidang Perencanaan Program Pendidikan, Kesehatan, dan
Ekonomi, Billy Korwa. Dalam sambutannya, Inosensius
Yoga Pribadi menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)
merupakan salah satu prioritas utama Pemkab Mimika dalam periode pembangunan
2025–2029. Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan beasiswa masih menghadapi
berbagai tantangan, seperti keterlambatan administrasi, kurangnya transparansi
data penerima, dan lemahnya akuntabilitas dalam penyaluran dana. “Kami menyadari bahwa pendidikan
adalah fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, sistem yang modern dan
transparan seperti E-Unggul sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah
yang dialokasikan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak,” ujar
Inosensius. Ia juga menambahkan bahwa sistem
ini merupakan bagian dari transformasi digital pemerintahan daerah (SPBE), yang
tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat
kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan. Kepala Bidang Pemerintahan dan
Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa sistem
E-Unggul dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data penerima manfaat
beasiswa dari berbagai sumber, termasuk beasiswa pemerintah daerah dan program
bantuan pendidikan lainnya. “Melalui sistem ini, proses
verifikasi penerima akan dilakukan secara lebih cepat, berbasis data valid, dan
dapat dipantau secara terbuka oleh pihak terkait,” jelas Regina. Ia menambahkan, sistem ini juga
akan memudahkan proses evaluasi dan pelaporan, sehingga pemerintah dapat
memantau dampak program beasiswa terhadap peningkatan angka partisipasi
pendidikan di Mimika. Deputi YPMAK Bidang Perencanaan
Program Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi, Billy Korwa, menyatakan bahwa YPMAK
siap memberikan dukungan teknis dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan
program beasiswa berbasis data. “Selama ini YPMAK telah mengelola
berbagai program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini
diharapkan dapat memperkuat sistem dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat
di Mimika,” ujar Billy. Sementara itu, Ketua Aliansi
Pemuda Kamoro, Rafel, memberikan apresiasi terhadap inisiatif digitalisasi ini.
Menurutnya, E-Unggul adalah langkah maju menuju pemerintahan yang lebih
terbuka, efisien, dan berpihak pada masyarakat. “Kami berharap sistem ini juga
dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi dan memastikan bahwa
bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya. Penerapan sistem E-Unggul di
Mimika menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan
masyarakat lokal dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi. Ke depan,
Pemkab Mimika berencana memperluas implementasi sistem ini ke sektor lain,
seperti kesehatan dan ekonomi, untuk membangun pemerintahan daerah yang semakin
modern dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Dengan digitalisasi tata kelola
beasiswa ini, diharapkan tidak ada lagi hambatan administratif, sehingga
generasi muda Mimika dapat tumbuh sebagai sumber daya manusia unggul, berdaya
saing, dan mampu membawa perubahan positif bagi Papua. Penulis: Jidan Editor: GF
24 Okt 2025, 00:29 WIT
Kunjungi MTs Negeri Ambon, Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme dan Pengaruh Media Sosial
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat oleh Densus 88 Antiteror Polri. Melalui Tim Cegah Satgaswil Maluku, Densus 88 menggelar sosialisasi dan pembinaan ideologi bagi ratusan pelajar di MTs Negeri Ambon, Senin (19/10/2025).Kegiatan yang diikuti sekitar 600 siswa dan tenaga pendidik ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya paham radikal serta dampak penyalahgunaan media sosial yang dapat mengarah pada tindakan intoleran dan terorisme.Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis, S.Ag., M.MPd., jajaran dewan guru, serta IPTU Irawan Rumasoreng beserta delapan personel Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri.Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri Ambon Riyadi Kamis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Densus 88 AT Polri atas inisiatif memberikan pembinaan ideologis kepada siswa dan tenaga pendidik.“Kami berterima kasih atas perhatian Densus 88 terhadap dunia pendidikan. Pembinaan seperti ini sangat penting agar siswa dapat membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan intoleran,” ujar Riyadi.Ia juga mengimbau para guru agar menindaklanjuti materi yang disampaikan dengan mengulangnya di ruang kelas agar nilai-nilai kebangsaan dan toleransi semakin tertanam dalam diri siswa.Sementara itu, IPTU Irawan Rumasoreng, selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa generasi muda, termasuk pelajar tingkat SMP dan MTs, kini menjadi sasaran utama penyebaran ideologi radikal melalui media sosial."Fenomena terbaru menunjukkan adanya siswa usia MTs atau SMP yang terpapar paham radikal bahkan terlibat dalam aktivitas teror karena pengaruh dunia maya, termasuk game online seperti Roblox,” ungkapnya dalam paparannya berjudul ‘Pengaruh Media Sosial hingga Terpaparnya Siswa untuk Melakukan Aksi Terorisme di Indonesia."Dalam kegiatan tersebut, IPTU Irawan juga menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari strategi pencegahan IRET di sekolah, modus baru perekrutan remaja, indikator perilaku intoleran, hingga peran guru dalam deteksi dini perubahan sikap siswa.“Radikalisme tidak berawal dari tindakan, tapi dari pola pikir yang intoleran. Karena itu, penting bagi siswa untuk berhati-hati, berpikir kritis, dan selalu mengedepankan nilai kemanusiaan serta cinta tanah air,” tegasnya.Densus 88 juga mengajak para guru untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa yang menunjukkan perubahan perilaku mencurigakan, seperti menutup diri, enggan bergaul, atau menarik diri dari kegiatan sekolah.Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari program “Sekolah Tangguh Ideologi” yang digagas Densus 88 untuk memperkuat ketahanan ideologi bangsa melalui pendidikan. Melalui kegiatan ini, Densus 88 berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang toleran, nasionalis, dan berkarakter cinta damai.Densus 88 Bersama Dunia Pendidikan Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Intoleransi dan Radikalisme.” PNO-12
20 Okt 2025, 18:47 WIT
Presiden Prabowo Ajak Generasi Muda Pahami Peran dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan Berbangsa
Papuanewsonline.com, Bandung — Presiden
Prabowo Subianto menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Kebangsaan
Republik Indonesia (UKRI) dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Sarjana dan
Magister Tahun Ajaran 2025/2026 serta Wisuda Sarjana dan Dies Natalis UKRI
Tahun 2025, yang digelar di Trans Convention Centre, Kota Bandung, Jawa Barat,
pada Sabtu (18/10/2025). Kehadiran Kepala Negara disambut
hangat oleh para civitas akademika UKRI dan ratusan wisudawan yang memenuhi
ruangan dengan semangat dan rasa bangga. Momen ini menjadi istimewa ketika
Presiden secara langsung menganugerahkan penghargaan kepada wisudawan terbaik,
menandai simbol apresiasi negara terhadap generasi muda yang berprestasi dan
berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Dalam sambutannya yang penuh
makna, Presiden Prabowo menyampaikan pesan mendalam kepada para wisudawan dan
mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya berhenti
pada diri sendiri, melainkan menjadi alat untuk mengabdi kepada bangsa dan
kemanusiaan. “Ilmu bukanlah untuk diri
sendiri. Belajarlah sepanjang hidup. Karena ilmu sejati akan membimbing kita
untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,”
ujar Presiden. Presiden juga mengingatkan bahwa
perjalanan intelektual tidak pernah berakhir di bangku kuliah. Pendidikan yang
sejati, menurutnya, adalah proses yang berlangsung seumur hidup — proses
memahami makna tanggung jawab, empati, dan keikhlasan dalam mengabdi. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo
menjelaskan pandangannya tentang tiga peran utama dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, yakni pemimpin, pengikut, dan mereka yang belum memahami perannya. Menurutnya, keseimbangan dan
keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh bagaimana setiap individu memahami
dan menjalankan peran tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Tidak semua harus menjadi
pemimpin, tetapi setiap pemimpin membutuhkan pengikut yang sadar akan tanggung
jawabnya. Sebaliknya, seorang pengikut sejati adalah yang memiliki sikap
disiplin, dedikasi, dan cinta terhadap negaranya,” tegasnya. Presiden menambahkan, generasi
muda Indonesia harus mampu mengenali di mana posisi mereka berada, serta
menyiapkan diri untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan potensi masing-masing.
“Bangsa ini akan kuat jika seluruh warganya memahami peran dan tanggung
jawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya. Lebih lanjut, Presiden Prabowo
menguraikan empat prinsip utama kepemimpinan yang menurutnya harus dimiliki
setiap calon pemimpin bangsa di masa depan, yaitu menggunakan akal sehat, dalam
setiap pengambilan keputusan, bertindak berdasarkan perhitungan yang teliti dan
matang, menjadikan kebenaran sebagai dasar dari setiap langkah dan kebijakan dan
menjaga kepribadian dan akhlak sebagai cerminan moral seorang pemimpin. “Kepemimpinan bukan soal
kekuasaan, tetapi soal tanggung jawab dan pengorbanan. Pemimpin sejati adalah
mereka yang mampu menahan diri, berpikir dengan jernih, dan selalu menempatkan
kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tutur Presiden Prabowo yang
disambut tepuk tangan meriah dari hadirin. Presiden juga menekankan
pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat pengabdian sejak dini
kepada generasi muda. Ia berharap para lulusan UKRI tidak hanya membawa pulang
ijazah, tetapi juga membawa tekad kuat untuk menjadi bagian dari solusi bangsa. “Tugas kalian bukan hanya mencari
pekerjaan, tapi menciptakan perubahan. Indonesia membutuhkan anak muda yang
berani bermimpi, bekerja keras, dan berkomitmen menjaga kehormatan bangsa,”
ujarnya penuh semangat. Acara wisuda UKRI 2025 ini
ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan ijazah dan penganugerahan kepada
wisudawan terbaik oleh Presiden Prabowo. Suasana penuh haru dan kebanggaan
menyelimuti ruangan ketika Presiden memberikan ucapan selamat secara langsung
kepada para lulusan.(GF)
19 Okt 2025, 15:19 WIT
Gelar Bootcamp Genpeace, Densus 88: Bangun Generasi Muda Cerdas Digital & Anti Radikal
Papuanewsonline.com, Jakarta - Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) menggelar kegiatan Bootcamp Genpeace yang diikuti oleh 50 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kota Jakarta Selatan pada Rabu-Kamis, 15-16 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta.Kasubdit Kontra Ideologi Kombes Pol. Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda madrasah yang cerdas secara digital, kuat dalam nilai kebangsaan, dan moderat dalam beragama. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi kelas tentang moderasi agama, penguatan ideologi, dan kontra naratif. Selain itu, mereka juga mengikuti kegiatan outdoor, fun game, leadership, dan malam makrab untuk membangun karakter dan solidaritas peserta. Peserta juga diberikan capacity building bermedsos dan menyusun narasi positif di ruang media digital.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membangun generasi muda yang cerdas digital, anti radikal, dan cinta NKRI. Kegiatan berlangsung dengan antusias, partisipatif, dan bahagia. PNO-12
17 Okt 2025, 18:59 WIT
Densus 88 Gandeng Mantan Petinggi HTI Perkuat Ketahanan Ideologi di Kampus UIN Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Upaya pencegahan penyebaran ideologi intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menggandeng mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, sebagai narasumber dalam One Day Seminar bertema “Pencegahan Bahaya Ideologi yang Mengancam NKRI dan Kemanusiaan sebagai Manifestasi Kurikulum Cinta.”Kegiatan yang digelar di Auditorium UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (17/10/2025) itu menghadirkan sekitar 1.000 peserta dari kalangan civitas akademika, pelajar, dan tokoh pendidikan di Maluku. Seminar ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Densus 88 AT Polri dan UIN A.M. Sangadji Ambon dalam memperkuat ketahanan ideologi di dunia pendidikan.Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Dr. Abidin Wakano, M.Ag., Ketua MUI Provinsi Maluku Drs. Abdullah Latuapo, jajaran pimpinan universitas, serta sejumlah kepala sekolah dan perwakilan Kementerian Agama Kota Ambon.Dalam sambutannya, IPTU Irawan Rumasoreng selaku Ketua Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, mewakili Kasatgaswil Maluku KBP I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.“Kegiatan ini merupakan bagian dari vaksinasi ideologis bagi generasi muda agar tidak terpapar paham intoleran, radikal, ekstrem, dan terorisme. Kita ingin memastikan dunia pendidikan menjadi benteng utama keutuhan NKRI dan nilai kemanusiaan,” ujar IPTU Irawan.Ia juga memberikan apresiasi kepada Rektor UIN Ambon dan Ketua MUI Maluku atas sinergi yang kuat dengan Densus 88, serta kepada Dr. Rida Hesti Ratnasari yang kini aktif berkolaborasi dalam program pencegahan ideologi radikal di kalangan akademisi.Sementara itu, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif dan bebas dari paham ekstrem.“Kurikulum Cinta yang digagas Kementerian Agama RI menanamkan nilai-nilai cinta, kedamaian, dan kemanusiaan. Melalui kerja sama dengan Densus 88, kami ingin menjadikan kampus sebagai ruang yang melahirkan generasi cinta tanah air dan anti kekerasan,” ungkapnya.Dalam pemaparannya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, yang pernah menjadi petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memberikan perspektif mendalam tentang cara kerja infiltrasi ideologi radikal di kalangan muda. Ia menjelaskan konsep “Conveyor Belt”, yaitu proses bertahap yang menjerumuskan seseorang dari pemahaman intoleran hingga ekstrem dan terlibat dalam aksi teror.“Paham intoleran dan radikal sering berawal dari ketidaktahuan. Mahasiswa harus mampu menjadi benteng yang cerdas, toleran, dan cinta tanah air,” tegas Dr. Rida.Ia juga menyoroti peran media sosial sebagai lahan subur penyebaran ideologi radikal, serta menjelaskan tentang daya lenting Hizbut Tahrir yang masih bergerak secara sembunyi meski telah dibubarkan secara resmi oleh pemerintah.Melalui kegiatan ini, Densus 88 dan UIN A.M. Sangadji Ambon menegaskan komitmen bersama dalam membangun “ketahanan ideologi nasional” di lingkungan pendidikan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi muda yang humanis, nasionalis, dan religius, sekaligus menutup ruang gerak penyebaran paham-paham yang mengancam keutuhan NKRI.“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga arena pembentukan karakter bangsa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun benteng ideologis yang kuat bagi Indonesia,” pungkas IPTU Irawan.Bersama Menjaga NKRI dari Bahaya Ideologi Intoleran dan Terorisme.” PNO-12
17 Okt 2025, 18:42 WIT
Polda Maluku Pastikan Program Makan Bergizi Polri Berjalan Sesuai Standar
Papuanewsonline.com, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri yang dicanangkan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Maluku, sebanyak 3.465 ompreng makanan bergizi disalurkan kepada pelajar dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Ambon.Kegiatan pengawasan dan distribusi makanan bergizi tersebut dilaksanakan pada Kamis, (16/10/2025), di bawah pengawasan langsung Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Hasil pengawasan menunjukkan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan standar gizi, perencanaan menu, serta alur penyiapan dan penyaluran yang telah ditetapkan oleh Polri.“Dari hasil pengecekan, seluruh komponen program Makan Bergizi Polri di wilayah Polda Maluku telah memenuhi standar yang ditetapkan. Menu, gizi, hingga proses distribusinya berlangsung tertib, higienis, dan tepat sasaran,” ujar Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K.Program ini menjangkau ribuan siswa dari 17 sekolah di wilayah Ambon. Distribusi dilakukan dalam dua sesi:Pengantaran pagi (08.00–11.00 WIT): sebanyak 2.322 ompreng untuk siswa TK dan sekolah pagi.Termasuk di antaranya TK Bhayangkari, SD Negeri 23 Ambon, SMP Negeri 9 Lateri Ambon, dan SMK Jaya Negara.Pengantaran siang (12.00–14.00 WIT): sebanyak 1.240 ompreng untuk sekolah yang beroperasi pada jam siang, seperti SD Negeri 1 Galala Ambon dan SMP Negeri 9 Lateri Ambon.Total keseluruhan mencapai 3.465 ompreng makanan bergizi, disiapkan dan disalurkan langsung oleh tim dapur SPPG Polda Maluku.Menu yang disajikan terdiri dari kombinasi bahan pangan bergizi seimbang, meliputi nasi putih, tumis buncis dan tahu, ayam kari, perkedel jagung, serta buah anggur sebagai pelengkap vitamin.Kombinasi ini dirancang untuk memastikan kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin anak-anak terpenuhi dengan baik, mendukung pertumbuhan serta konsentrasi belajar di sekolah.Selama kegiatan pengawasan, seluruh proses berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Polda Maluku memastikan bahwa kegiatan ini bukan hanya pemenuhan administrasi program, tetapi juga bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan dan masa depan generasi muda Maluku.“Program Makan Bergizi Polri adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang anak bangsa. Kami memastikan pelaksanaannya sesuai standar agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Kombes Pol Indera Gunawan.Program Makan Bergizi Polri merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh Polri untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia, meningkatkan kesehatan, dan mencegah kekurangan gizi di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi lintas satuan, program ini menjadi salah satu langkah strategis Polri dalam memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. PNO-12
17 Okt 2025, 11:50 WIT
Kapolda Lampung Ajak Mahasiswa dan OKP jadi Agen Perdamaian dan Pengawal Demokrasi
Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengajak para mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) di Provinsi Lampung terus berperan aktif menjaga kondusifitas daerah hingga menjadi teladan dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan beretika.Pesan itu disampaikan Kapolda saat kegiatan ramah tamah bersama OKP Cipayung Plus dan BEM Universitas Provinsi Lampung di Siger Lounge Mapolda Lampung, Rabu (15/10/2025).Irjen Pol Helmy Santika menekankan, pentingnya peran generasi muda sebagai agent of change dan moral force yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa.“Mahasiswa dan pemuda adalah agen perubahan yang strategis dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan bangsa, serta menyuarakan aspirasi rakyat dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya melalui keterangan resmi.Kapolda menegaskan, kedekatan antara institusi kepolisian dengan mahasiswa perlu terus dijaga dalam semangat kolaborasi dan komunikasi berlangsung secara terbuka. Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan ketertiban tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk pemuda. Maka dari itu, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk mempererat hubungan antara Polri dan mahasiswa.“Melalui acara ini, kami berharap tercipta relasi yang sehat dan saling menghormati antara kepolisian dan mahasiswa," imbuhnya.Lebih lanjut ia juga mengajak para pemuda untuk berperan aktif melawan disinformasi dan menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat."Polda Lampung ingin terus membuka ruang komunikasi dan sinergi, untuk bersama menjaga kedamaian dan kemajuan daerah,” ucap jenderal polisi bintang dua tersebut. Di lokasi sama, Ketua HMI Badko Sumbagsel, Tommy Perdana, mewakili Cipayung Plus, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kapolda Lampung dinilai responsif terhadap berbagai isu masyarakat.“Kami dari Cipayung Plus mengapresiasi dedikasi dan kepemimpinan Bapak Kapolda selama lebih dari dua tahun ini. Gaya kepemimpinannya sangat responsif dan terbuka terhadap aspirasi pemuda,” ucapnya.Senada, Koordinator Daerah BEM SI Lampung, M Dafa Alfitrah juga menyampaikan terima kasih atas ruang dialog telag difasilitasi Polda Lampung. Ia berharap sinergi antara mahasiswa dan kepolisian dapat terus terjalin.“Kami siap bersinergi dengan Polda Lampung untuk mengawal berbagai isu dan permasalahan yang harus diselesaikan bersama demi masyarakat,” tandas Dafa. PNO-12
16 Okt 2025, 21:10 WIT
Hadiri Kuliah Umum di Unidar Ambon, Densus 88 Dorong Gerakan Kampus Harmoni Indonesia Damai
Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam upaya memperkuat ketahanan ideologi di kalangan akademisi, Tim Cegah Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menghadirkan Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sebagai narasumber dalam Kuliah Umum bertema “Urgensi Pencegahan Penyebaran Paham IRET dalam Gerakan Ideologis di Lingkungan Kampus”.Kegiatan yang digelar pada Kamis (16/10/2025) di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Jl. Pangeran Limboro, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini dihadiri oleh lebih dari 200 Civitas Akademika. Turut hadir Rektor Universitas Darussalam Ambon, Dr. M. Riyadh Ulupatty, M.P., Ketua Yayasan Unidar sekaligus Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, M.Pd.I., para Wakil Rektor, dan jajaran akademisi universitas.Kegiatan ini merupakan bentuk Kerja Sama (Kerma) antara Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri dengan Universitas Darussalam Ambon dalam rangka meningkatkan literasi dan kesadaran ideologis di lingkungan kampus.Rektor Unidar: Sinergi Kampus dan Densus 88 Wujud Pencegahan Terorisme yang CerdasDalam sambutannya, Rektor Unidar Ambon Dr. M. Riyadh Ulupatty, M.P. menyampaikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 AT Polri atas langkah strategis menggandeng kampus dalam pencegahan penyebaran paham intoleran dan radikal di lingkungan pendidikan tinggi.“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat semangat kebangsaan Civitas Akademika Universitas Darussalam Ambon,” ujar Rektor.Riyadh juga menegaskan komitmen kampus dalam mendukung upaya deradikalisasi melalui pendidikan dan riset, serta mendorong mahasiswa agar menjadi agen perdamaian di tengah dinamika sosial-keagamaan yang kompleks.Eks Petinggi HTI Ungkap Proses Radikalisasi dan Bahaya Gerakan IdeologisDalam penyampaian materinya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si., CRGP, yang kini aktif sebagai konsultan dan pemerhati isu-isu kebangsaan, mengungkap bagaimana radikalisme lahir dari pola pikir intoleran yang kemudian bermetamorfosis menjadi aksi terorisme.“Terorisme adalah proses. Ia bermula dari penyimpangan pemikiran berupa intoleransi, berkembang menjadi radikalisme dalam sikap, dan akhirnya bermuara pada tindakan teror,” ungkap RidaIa menjelaskan bagaimana Hizbut Tahrir (HT) sebagai gerakan ideologis memiliki agenda membangun Negara Khilafah yang bertentangan dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Rida juga menyoroti konsep inqilabiyah atau revolusi ideologis yang menjadi bagian dari strategi gerakan tersebut.Selain itu, Rida menekankan pentingnya peran kampus sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah infiltrasi paham-paham ekstrem di ruang akademik.“Kampus harus menjadi ruang berpikir kritis yang bebas dari narasi intoleran. Civitas akademika perlu menjadi duta toleransi, peneliti yang meluruskan paham terindikasi IRET, dan penjaga harmoni kebangsaan,” ujarnya.Ia juga memberikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri atas kinerja yang konsisten dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.“Sejak 2022 hingga kini, strategi Zero Attack yang dijalankan Densus 88 terbukti efektif dalam menekan potensi serangan teror di Indonesia,” tambahnya.Densus 88 Dorong Gerakan “Kampus Harmoni, Indonesia Damai”Kegiatan ini menjadi bagian dari program pencegahan dini (preventive strike) Densus 88 AT Polri dalam mengantisipasi penyebaran ideologi radikal, terutama di lingkungan pendidikan tinggi.IPTU Irawan Rumasoreng, yang memimpin tim dari Satgaswil Maluku Densus 88 AT Polri, menyatakan bahwa kolaborasi dengan kampus merupakan bentuk nyata pendekatan soft power dalam memerangi terorisme.“Pencegahan ideologi radikal tidak cukup dengan penindakan. Edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas institusi adalah kunci utama membangun daya tangkal bangsa,” tegasnya.Melalui kegiatan ini, Densus 88 mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda dan kalangan akademisi, untuk mewarnai tanpa terwarnai, meluruskan pemahaman keagamaan yang menyimpang, serta menyebarkan kesadaran menjaga NKRI dari ancaman ideologis.Kuliah umum yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan pesan moral bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat terutama insan akademik untuk terus memperkuat fondasi ideologi Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan narasi ekstremisme digital. PNO-12
16 Okt 2025, 19:03 WIT
Wapres RI Sambangi SMA Siwalima Ambon: Kapolda Maluku Komitmen Dukung Setiap Program Pemerintah
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SMA Negeri Siwalima Ambon, salah satu sekolah unggulan Garuda Tranformasi di Indonesia, Selasa (14/10/25).Didampingi langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, bersama seluruh Forkopimda Maluku, kunjungan Wapres beserta rombongan disambut hangat oleh para siswa, dewan guru, serta para pejabat pemerintah daerah. Dalam kunjungannya, Wapres Gibran tampak menyaksikan secara langsung kegiatan pembelajaran di kelas, berinteraksi dengan siswa-siswi, dan berbincang dengan para guru mengenai proses belajar-mengajar serta pengembangan karakter di lingkungan sekolah unggulan di timur Indonesia ini.Wapres Gibran dalam arahannya memberikan motivasi kepada para pelajar agar terus meraih prestasi dan memiliki semangat belajar tinggi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas, inovatif, dan berdaya saing.“Anak-anak Maluku harus percaya diri, berani bermimpi besar, dan terus berusaha menggapainya. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan kalian semua memiliki potensi besar untuk membawa nama baik Maluku di tingkat nasional maupun internasional,” kata Wapres Gibran yang disambut tepuk tangan oleh para siswa.Setelah berdialog dengan para siswa, Wapres Gibran kembali meninjau fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, laboratorium, asrama siswa, serta sarana penunjang kegiatan belajar. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia melalui pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menyampaikan kehadiran Wapres RI di SMA Siwalima Ambon menjadi momentum penting untuk mendorong semangat pendidikan di Maluku.“Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun bangsa yang maju. Kehadiran Bapak Wakil Presiden hari ini memberikan motivasi luar biasa bagi para pelajar di Maluku untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, siap mendukung setiap program pemerintah dalam bidang pendidikan, baik melalui kegiatan pembinaan, pengamanan, maupun kemitraan dengan sekolah-sekolah.“Kami akan terus mendukung upaya pemerintah dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan cinta tanah air,” tegasnya.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Wakil Presiden, Forkopimda Maluku, jajaran guru, serta para siswa-siswi SMA Negeri Siwalima Ambon. Momen tersebut berlangsung penuh keakraban, menggambarkan semangat kebersamaan dan harapan besar akan masa depan pendidikan yang lebih baik di Maluku.Suasana haru dan bangga terpancar dari wajah para siswa yang mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan Wakil Presiden RI. Banyak dari mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di daerah kepulauan ini.Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming di SMA Negeri Siwalima Ambon menjadi simbol nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku, sekaligus memperkuat semangat transformasi pendidikan menuju generasi emas Indonesia. PNO-12
16 Okt 2025, 14:04 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru