logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Kapolda Maluku Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Papuanewsonline.com, Ambon – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Ambon, Rabu (1/7/2026).Kegiatan syukuran berlangsung khidmat dan dihadiri Pangdam XV/Pattimura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Wakapolda Maluku, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, insan pers, purnawirawan Polri, Warakawuri, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar menjadi momentum seremonial tahunan, tetapi merupakan refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara."Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat yang merupakan amanah terbesar bagi institusi Polri," tegas Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks menuntut seluruh personel Polri untuk terus beradaptasi, bekerja secara profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai modal utama pembangunan daerah dan persatuan bangsa."Keamanan yang kondusif merupakan hasil kerja bersama. Karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku yang selama ini terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, dan kedamaian di daerah ini," ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku turut mengingatkan tentang nilai-nilai historis Bhayangkara yang menjadi fondasi pengabdian setiap anggota Polri.Menurutnya, semangat Bhayangkara yang diwariskan sejak masa Kerajaan Majapahit melalui pasukan Bhayangkara bentukan Mahapatih Gajah Mada menjadi simbol kesetiaan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.Momentum syukuran Hari Bhayangkara ke-80 juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada Brigpol Anumerta Ananda Tutpoho, personel Ditintelkam Polda Maluku yang gugur saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang tenggelam di Kabupaten Maluku Tenggara.Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Maluku kepada keluarga almarhum yang hadir didampingi istri, anak, serta kedua orang tuanya.Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan institusi Polri terhadap dedikasi, keberanian, dan pengorbanan anggota yang mengabdikan diri demi keselamatan masyarakat."Pengabdian Brigpol Anumerta Ananda Tutpoho merupakan teladan nyata nilai-nilai Bhayangkara yang menempatkan keselamatan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Semangat seperti inilah yang harus terus hidup dalam setiap insan Polri," kata Kapolda.Selain prosesi syukuran, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan Vocal Group Ditsamapta Polda Maluku dan grup band SMA Negeri 8 Tanimbar yang sebelumnya berhasil meraih juara pada lomba band pelajar yang diselenggarakan Polda Maluku dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku menjadi simbol kuat komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis, serta semakin dekat dengan rakyat.Dengan semangat Bhayangkara yang mengabdi untuk negeri, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan, memperkuat pelayanan publik, dan mendukung terwujudnya pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12  01 Jul 2026, 21:52 WIT
"KNPI Bukan Rumah Preman!" Tokoh Pemuda Desak Stop Lempar Kursi, Musdat Selesai Hari Ini Papuanewsonline.com, Mimika – Tokoh Pemuda Mimika, Yohanes Kemong, menyampaikan kritik keras terhadap dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musdat) KNPI. Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan redaksi pada Rabu, 1 Juli 2026, ia meminta seluruh kader menjaga marwah organisasi dan segera menuntaskan agenda Musdat pada hari yang sama. Sebagai salah seorang senior di lingkungan kepemudaan, Yohanes menegaskan bahwa perbedaan pandangan dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi tindakan yang mencoreng nama baik organisasi. “Tidak boleh rumah itu jadikan KNPI, jadikan preman,” ujarnya.Yohanes juga mengecam segala bentuk tindakan anarkis yang terjadi dalam forum organisasi. Ia menilai aksi kekerasan maupun tindakan yang mengganggu jalannya musyawarah sama sekali tidak mencerminkan semangat kepemudaan yang seharusnya dijunjung tinggi. “Lempar kursi lah, lempar meja lah, baku pukul lah. Ini sikap-sikap ini tidak boleh ditunjukkan,” tegas Yohanes.Menurutnya, KNPI merupakan wadah pembinaan kader yang memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan calon-calon pemimpin masa depan. Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh elemen organisasi menjaga citra KNPI sebagai tempat pembelajaran kepemimpinan, bukan ruang untuk mempertontonkan konflik. “KNP itu rumah untuk kita kadirkan orang, generasi pemimpin masa depan,” katanya.Yohanes turut memberikan ultimatum agar seluruh persoalan yang menghambat jalannya Musdat segera diselesaikan. Ia berharap tidak ada lagi penundaan sehingga KNPI dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. “Hari ini harus diselesaikan agar KNPI turut ambil bagian dalam pembangunan,” ucapnya.Selain itu, ia berpesan kepada siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua agar mampu merangkul seluruh kader tanpa membedakan kelompok pendukung. Menurutnya, kepemimpinan yang mengedepankan persatuan menjadi kunci agar konflik internal tidak terus berlanjut. “KNPI kalau dia sudah pilih-pilih, maka tidak akan selesai permusuhan itu sampai 5 tahun ke depan,” katanya.Yohanes juga mengingatkan para senior organisasi, termasuk tokoh-tokoh yang hadir dalam forum seperti anggota DPR, agar menjalankan peran sebagai pembimbing dan penyejuk suasana. Ia menilai kehadiran mereka seharusnya menjadi contoh bagi generasi muda, bukan justru memperkeruh keadaan. “Kak-kak yang hadir juga tidak boleh jadi provokator,” tegasnya.Menutup pernyataannya, Yohanes berharap KNPI dapat segera kembali fokus menjalankan program kerja setelah Musdat selesai. Ia mendorong agar para kader diberdayakan di berbagai bidang, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pembangunan fisik, keamanan hingga ekonomi, untuk mendukung pembangunan di Mimika. Di akhir wawancaranya, Yohanes menegaskan posisinya tetap netral dalam proses pemilihan. “Bagi saya, tidak aku mendukung siapa-siapa. Saya tidak mendukung siapa-siapa, tetapi siapapun dia terpilih,” pungkasnya.Penulis: HendrikEditor: GF  01 Jul 2026, 21:36 WIT
Momen Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Panggung Budaya Lokal dan Pembinaan Generasi Muda Papuanewsonline.com, Ambon – Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Lapangan Letkol Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026), berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya. Ribuan masyarakat yang hadir disuguhkan berbagai penampilan menarik, mulai dari tarian adat khas Maluku hingga atraksi Polisi Cilik yang memukau dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.Kegiatan yang dihadiri Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80.Salah satu penampilan yang menjadi pusat perhatian adalah tarian adat "Maku-Maku", tarian tradisional khas Maluku yang dibawakan secara kolaboratif oleh Remaja Bhayangkara Club Polda Maluku bersama Sanggar Kalesang Maluku.Dengan balutan busana adat Maluku yang berwarna-warni dan iringan musik tradisional yang khas, para penari menampilkan gerakan yang enerjik, harmonis, dan sarat makna persaudaraan dan persatuan. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan tamu undangan yang memadati area kegiatan.Tarian Maku-Maku yang dikenal sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Maluku dinilai selaras dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung penguatan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan bahwa kehadiran unsur budaya lokal dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Maluku."Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi perayaan institusi Polri, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa. Karena itu kami menghadirkan budaya lokal sebagai simbol bahwa Polri tumbuh dan berkembang bersama masyarakat serta menghormati nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah," ujar Kapolda.Selain tarian adat, perhatian pengunjung juga tertuju pada penampilan Polisi Cilik (Pocil) SD Negeri 7 Namlea, Kabupaten Buru, yang merupakan binaan Polres Pulau Buru.Puluhan anggota Polisi Cilik tampil penuh percaya diri dengan memperagakan berbagai formasi baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan tarian kreatif, disiplin, dan atraktif. Kekompakan serta ketepatan gerakan yang ditunjukkan para Pocil berhasil memukau para tamu undangan dan mengundang tepuk tangan meriah dari masyarakat.Kapolda Maluku menilai penampilan Polisi Cilik tersebut merupakan gambaran keberhasilan pembinaan karakter generasi muda yang dilakukan sejak usia dini melalui kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan."Anak-anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui program Polisi Cilik, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Apa yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa generasi muda Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan," kata Kapolda.Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku menjelaskan bahwa pelibatan Remaja Bhayangkara Club, Sanggar Kalesang Maluku, dan Polisi Cilik binaan Polres Pulau Buru merupakan bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan pembinaan generasi muda."Puncak Hari Bhayangkara ke-80 kami kemas sebagai perayaan rakyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kehadiran tarian adat Maku-Maku dan Polisi Cilik menjadi simbol bahwa Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda," ungkap Kabid Humas.Semarak tarian adat Maku-Maku dan penampilan Polisi Cilik SD Negeri 7 Namlea menjadi salah satu atraksi yang paling menyita perhatian dalam rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon. Keduanya menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun generasi muda yang disiplin dan berkarakter sebagai fondasi menuju Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera. PNO-12 01 Jul 2026, 21:17 WIT
Defile Sinergitas TNI-Polri dan Mitra Strategis Warnai Puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Ambon Papuanewsonline.com, Ambon – Semangat kebersamaan dan sinergitas antarinstansi mewarnai puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku di Kota Ambon, Rabu (1/7/2026). Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi pusat perhatian masyarakat adalah perlombaan defile peserta upacara yang menampilkan barisan terbaik dari unsur TNI, Polri, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok pengamanan swakarsa.Perlombaan defile berlangsung usai pelaksanaan upacara Hari Bhayangkara ke-80 dan disaksikan langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pangdam XV/Pattimura, Gubernur Maluku, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dari mimbar kehormatan yang telah disiapkan.Satu per satu peserta defile melintas di hadapan mimbar kehormatan sambil memberikan penghormatan kepada Kapolda Maluku dan jajaran Forkopimda. Penampilan yang rapi, kompak, dan penuh semangat mendapat apresiasi dari para tamu undangan yang hadir.Kapolda Maluku mengatakan, perlombaan defile bukan sekadar kompetisi baris-berbaris, melainkan simbol kekompakan, disiplin, serta soliditas seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan nasional."Perlombaan defile ini menunjukkan bahwa semangat Bhayangkara tidak hanya dimiliki oleh Polri, tetapi juga menjadi semangat bersama seluruh elemen bangsa. Kebersamaan, disiplin, dan sinergitas yang ditampilkan hari ini merupakan modal penting dalam menjaga keamanan dan persatuan di Maluku maupun Indonesia," ujar Kapolda Maluku.Menurutnya, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan."Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan ini menjadi gambaran kuat bahwa sinergi lintas sektor di Maluku terus terjaga dengan baik demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," tambahnya.Dalam perlombaan tersebut, panitia menetapkan dua kategori penilaian, yakni kategori peserta internal dan kategori peserta eksternal.Untuk kategori peserta eksternal, Juara I berhasil diraih oleh Kompi Gabungan TNI yang tampil dengan formasi yang solid, disiplin, dan penuh semangat kebangsaan. Sementara Juara II diraih oleh Kompi Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, ASN Polri, Pramuka Saka Bhayangkara, Pemadam Kebakaran, dan Pengamanan Swakarsa.Adapun pada kategori peserta internal, Juara I diraih oleh Kompi Brimob I, Juara II oleh Kompi Brimob II, dan Juara III oleh Kompi Direktorat Samapta Polda Maluku.Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, menyampaikan bahwa perlombaan defile sengaja dihadirkan sebagai salah satu rangkaian puncak Hari Bhayangkara ke-80 untuk memperkuat semangat kebersamaan antara Polri dan seluruh mitra strategis."Melalui perlombaan defile ini, kami ingin menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran unsur TNI, Basarnas, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, hingga pengamanan swakarsa dalam satu barisan menjadi simbol kuat sinergitas yang selama ini terbangun di Maluku," kata Kabid Humas Polda Maluku.Ia menambahkan, antusiasme peserta dan masyarakat yang menyaksikan perlombaan menunjukkan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya milik Polri, tetapi menjadi momentum kebersamaan seluruh komponen bangsa.Perlombaan defile yang berlangsung meriah tersebut menjadi salah satu atraksi paling menarik dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Maluku. Selain menampilkan kekompakan dan kedisiplinan peserta, kegiatan ini juga memperlihatkan eratnya hubungan kerja sama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persatuan di wilayah Maluku.Semangat sinergitas yang tercermin dalam setiap langkah peserta defile menjadi pesan kuat bahwa menjaga keamanan dan keutuhan bangsa merupakan tugas bersama yang harus terus dipelihara demi Indonesia yang aman, damai, dan maju. PNO-12 01 Jul 2026, 21:10 WIT
80 Tahun Pengabdian, Kapolda Maluku Ajak Personel Polri Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Publik Papuanewsonline.com, Ambon – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi penting bagi jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perkembangan zaman dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.Pesan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Markas Polda Maluku, Tantui, Ambon, Rabu (1/7/2026).Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, Bhayangkari Daerah Maluku, serta para pejabat utama Polda Maluku.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Polri merupakan sejarah panjang pengabdian yang harus terus diisi dengan kerja nyata, integritas, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.“Delapan puluh tahun pengabdian Polri bukanlah perjalanan yang singkat. Momentum Hari Bhayangkara ini harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas yang humanis, modern, dan berintegritas,” kata Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas. Karena itu, seluruh personel Polri dituntut terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menjaga kepercayaan publik yang telah diberikan kepada institusi Polri.Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata, Catur Prasetya, dan semangat Rastra Sewakottama sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.“Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kita harus memastikan setiap tindakan yang dilakukan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Pengabdian terbaik adalah ketika kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku turut menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku yang dikenal memiliki kekayaan budaya, suku, bahasa, dan agama.Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan modal utama pembangunan. Oleh sebab itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan mendorong kemajuan daerah.“Kondisi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberhasilan menjaga stabilitas kamtibmas tidak dapat dilakukan sendiri oleh Polri, melainkan melalui kolaborasi dan sinergi seluruh komponen bangsa,” tegasnya.Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, TNI, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini terus mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Menurutnya, sinergitas yang terbangun selama ini menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta menjaga Maluku tetap damai, aman, dan produktif sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional.Dalam rangkaian upacara tersebut, Kapolda Maluku juga menyerahkan penghargaan Satyalancana "Bintang Bhayangkara Nararya" kepada tiga personel Polda Maluku sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka kepada institusi Polri dan masyarakat.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku turut dimeriahkan dengan berbagai atraksi dan pertunjukan yang menampilkan kemampuan personel Polri serta kekayaan budaya daerah, di antaranya demonstrasi bela diri praktis Polri oleh Satbrimob Polda Maluku, penampilan Polisi Cilik, tarian "Maku-Maku" yang merupakan tarian adat Maluku, Devule pasukan gabungan Polri-TNI, serta penampilan kolone senapan yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera. PNO-12 01 Jul 2026, 20:51 WIT
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Perkuat Persatuan Bangsa Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Maluku bersama para tokoh agama, unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan elemen masyarakat menggelar Doa Bersama Lintas Agama sebagai wujud komitmen bersama menjaga persatuan bangsa, memperkuat toleransi, serta merawat kebhinekaan sebagai fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Kegiatan yang mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Indonesia” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., dan berlangsung di Lobi Lantai I Mapolda Maluku, Ambon, Selasa (30/6/2026).Momentum doa bersama ini menjadi simbol kuat kebersamaan lintas agama dan lintas sektor dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang. Dari Maluku, daerah yang pernah mengalami konflik sosial namun berhasil bangkit menjadi contoh hidup toleransi dan persaudaraan, pesan persatuan kembali digaungkan untuk Indonesia.Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, perwakilan Pangdam XV/Pattimura, Danlanud Pattimura, unsur Forkopimda, tokoh adat, pimpinan umat beragama, serta anak-anak yatim dari Panti Asuhan Yayasan Melati Al-Khairaat Ambon.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan institusional, melainkan momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa. Indonesia adalah negara besar yang dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Karena itu, menjaga persatuan tidak bisa hanya dilakukan oleh Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk para tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat," ujar Kapolda Maluku.Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan konvensional, tetapi juga berbagai ancaman yang dapat memecah belah persatuan masyarakat melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga polarisasi sosial."Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kita harus memastikan bahwa nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan kekuatan doa, dukungan moral, dan kebersamaan seluruh komponen bangsa untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bersatu," tegasnya.Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang selama ini berperan aktif menjaga kerukunan umat beragama di Maluku serta menjadi mitra strategis Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat."Saya meyakini bahwa para tokoh agama adalah penjaga moral bangsa. Pesan-pesan kesejukan yang disampaikan kepada umat telah menjadi benteng yang menjaga masyarakat dari perpecahan. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin bersama Polda Maluku," katanya.Mewakili tokoh agama yang hadir, Ketua MUI Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Maluku yang terus menghadirkan ruang kebersamaan lintas agama sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan nasional."Maluku memiliki pengalaman sejarah yang mengajarkan betapa berharganya perdamaian dan persaudaraan. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan doa bersama lintas agama ini sebagai pengingat bahwa menjaga kerukunan, keamanan, dan persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Polri semata," ujar Prof. Abdullah Latuapo.Ia menegaskan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyebarkan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan cinta tanah air kepada umat agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman."Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan memperkuat semangat kebangsaan. Indonesia akan tetap kuat apabila seluruh anak bangsa menempatkan persatuan di atas segala perbedaan," katanya.Selain doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari semangat Hari Bhayangkara ke-80.Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Doa-doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan untuk keselamatan dan keberhasilan Polri dalam menjalankan tugas, tetapi juga untuk kedamaian Maluku, persatuan Indonesia, serta terwujudnya bangsa yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.Dari Maluku, pesan kebangsaan itu kembali digaungkan: bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Melalui semangat "Satu Doa, Satu Hati, Satu Indonesia", Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum mempertegas komitmen bersama untuk menjaga Indonesia tetap damai, toleran, dan utuh dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. PNO-12 01 Jul 2026, 20:17 WIT
891 Personel Naik Pangkat, Kapolda Maluku: Jadikan Motivasi Untuk Bekerja Lebih Baik Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak istimewa yang diterima secara otomatis oleh setiap anggota Polri, melainkan bentuk penghargaan institusi yang harus dibayar dengan integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.Pesan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat memimpin Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polri Periode 1 Juli 2026 serta PNS Polri Periode 1 Februari, 1 April, dan 1 Juli 2026 yang berlangsung di Lapangan Parkir Belakang Mapolda Maluku, Selasa (30/6/2026).Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Irjen Pol. Imam Tobroni, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, Pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat.Sebanyak 891 personel di lingkungan Polda Maluku memperoleh kenaikan pangkat pada periode kali ini, terdiri dari 870 personel Polri dan 21 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 personel berasal dari satuan kerja Mapolda Maluku dan 547 personel berasal dari Polres dan Polresta jajaran.Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menekankan bahwa momentum kenaikan pangkat yang berlangsung menjelang Hari Bhayangkara ke-80 harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik.Menurutnya, Polri saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era keterbukaan informasi dan digitalisasi. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan integritas agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama institusi."Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas masa dinas atau perjalanan karier. Pangkat adalah amanah yang diberikan negara dan institusi kepada anggota yang dinilai layak untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, setiap pangkat baru harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengabdian, integritas, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Kapolda.Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari capaian organisasi atau keberhasilan operasional semata, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghadirkan rasa aman, keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat."Masyarakat tidak melihat seberapa tinggi pangkat yang kita sandang. Masyarakat melihat bagaimana kita melayani, bagaimana kita bersikap, dan bagaimana kita menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Oleh karena itu, pangkat baru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik dan semakin dekat dengan rakyat," ujarnya.Irjen Pol. Dadang Hartanto juga menegaskan bahwa peningkatan jenjang kepangkatan harus diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika profesi. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat."Pangkat tidak boleh menjadi simbol kebanggaan semata. Pangkat harus dibayar dengan tanggung jawab, keteladanan, disiplin, dan integritas. Semakin tinggi pangkat seseorang, semakin besar pula tuntutan moral dan harapan masyarakat yang melekat pada dirinya," katanya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel yang selama ini menjadi sumber dukungan utama dalam perjalanan karier anggota Polri."Pencapaian yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga. Saya menyampaikan terima kasih kepada para istri, suami, orang tua, dan seluruh keluarga yang selalu mendampingi personel Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkapnya.Sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas ke depan, Kapolda mengingatkan seluruh personel yang naik pangkat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga profesionalisme dalam bekerja, mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan bebas pelanggaran, serta memperkuat sinergitas guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku.Menutup amanatnya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 sebagai refleksi untuk terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik."Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap setiap personel yang hari ini menerima kenaikan pangkat mampu menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, dan menghadirkan pelayanan Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya rakyat," pungkasnya.Upacara laporan kenaikan pangkat berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Bagi 891 personel yang menerima penghargaan tersebut, pangkat baru bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengabdi, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat dalam menyongsong Indonesia yang maju. PNO-12 01 Jul 2026, 19:48 WIT
Duduki Jabatan Strategis Mabes Polri, Wakapolda Maluku Resmi Berpangkat Irjen Papuanewsonline.com, Ambon – Pengabdian dan rekam jejak profesional yang ditunjukkan selama bertugas di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mendapat apresiasi institusi. Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H., resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) setelah menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dalam Upacara Korps Raport Perwira Tinggi Polri periode 1 Juli 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolri melalui video conference dari Mabes Polri, Selasa (30/6/2026).Kegiatan yang berlangsung secara khidmat di Lobi Lantai 2 Mapolda Maluku tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Irwasda, para Pejabat Utama Polda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, serta jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Maluku.Kenaikan pangkat dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Inspektur Jenderal Polisi yang diterima Imam Thobroni resmi berlaku terhitung mulai 1 Juli 2026. Momentum tersebut sekaligus menandai kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri kepada dirinya untuk mengemban tugas baru sebagai Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026.Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, menyampaikan bahwa kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, integritas, loyalitas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan Irjen Pol. Imam Thobroni selama menjalankan tugas kepolisian.“Korps Raport ini bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan penghargaan institusi atas kinerja, integritas, serta pengabdian yang telah ditunjukkan Irjen Pol. Imam Thobroni selama bertugas. Kenaikan pangkat dan amanah jabatan strategis di Mabes Polri menjadi bukti bahwa kerja profesional dan dedikasi yang konsisten akan mendapatkan apresiasi dari institusi,” ujar Kapolda Maluku.Menurut Kapolda, pengalaman yang dimiliki Irjen Pol. Imam Thobroni selama bertugas di berbagai wilayah, termasuk di Maluku, akan menjadi modal penting dalam mengemban tanggung jawab baru di tingkat nasional.“Kami keluarga besar Polda Maluku mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat dan kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri. Semoga amanah baru ini dapat dijalankan dengan baik dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi penguatan organisasi Polri serta pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.Sementara itu, Irjen Pol. Imam Thobroni menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan Polri. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijawab melalui peningkatan kinerja dan pengabdian kepada institusi.“Saya memaknai kenaikan pangkat ini sebagai amanah dan tanggung jawab yang semakin besar. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga integritas, profesionalisme, serta menjalankan setiap tugas yang dipercayakan pimpinan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Kapolda Maluku, seluruh jajaran Polda Maluku, serta masyarakat Maluku yang selama ini telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, rekan-rekan anggota Polri, Bhayangkari, dan masyarakat Maluku atas kebersamaan serta dukungan yang telah diberikan selama saya bertugas. Pengalaman bertugas di Maluku memberikan banyak pelajaran berharga tentang kepemimpinan, pelayanan publik, dan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa,” katanya.Selama menjabat sebagai Wakapolda Maluku, Irjen Pol. Imam Thobroni dikenal aktif mendukung berbagai program penguatan keamanan wilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengawasan internal, serta penguatan sinergi Polri dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan Maluku.Rangkaian Upacara Korps Raport Perwira Tinggi Polri periode 1 Juli 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Kapolda Maluku beserta seluruh Pejabat Utama Polda Maluku dan jajaran Bhayangkari Daerah Maluku sebagai bentuk penghormatan atas capaian dan amanah baru yang diemban Irjen Pol. Imam Thobroni di tingkat nasional. PNO-12 01 Jul 2026, 19:39 WIT
Hut Bhayangkara Ke-80 Jadi Ruang Kebersamaan Polri dan Rakyat Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Polda Maluku menggelar Pesta Rakyat yang memadukan pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya lokal, serta berbagai kegiatan sosial dan hiburan sebagai wujud kedekatan Polri dengan masyarakat.Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, Tantui, Ambon, Minggu (28/6/2026), dihadiri langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H, Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. I Made Sunarta, para Pejabat Utama Polda Maluku, Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, unsur Forkopimda, serta ribuan personel dan keluarga besar Polda Maluku.Pesta rakyat tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada perayaan institusi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai layanan publik dan kegiatan yang melibatkan pelaku usaha lokal serta komunitas budaya daerah.Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai mengelilingi kawasan Tantui yang diikuti Kapolda Maluku bersama jajaran pejabat utama, personel Polri, Bhayangkari, dan keluarga besar Polda Maluku. Suasana kebersamaan semakin terasa melalui senam bersama yang digelar di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary.Selain menjadi ajang silaturahmi, Polda Maluku juga menghadirkan berbagai layanan yang dapat diakses masyarakat secara langsung, di antaranya pelayanan kesehatan gratis, pelayanan SIM gratis, bazar sembako murah, serta pameran dan penjualan produk UMKM lokal yang melibatkan pelaku usaha di Kota Ambon.Beragam perlombaan turut memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari lomba mural, lomba memasak, lomba mewarnai anak Tingkat SD, hingga lomba bongkar pasang senjata api laras panjang dan laras pendek. Kegiatan ini menjadi ruang partisipasi yang mempererat hubungan antara anggota Polri, keluarga besar Bhayangkari, dan masyarakat.Nuansa kearifan lokal Maluku juga mendapat perhatian khusus melalui penampilan atraksi budaya Bambu Gila dari Kabupaten Maluku Tengah. Atraksi tradisional yang menjadi salah satu ikon budaya Maluku tersebut berhasil menarik perhatian para peserta, termasuk Kapolda Maluku yang turut merasakan secara langsung pengalaman memegang bambu gila bersama para pejabat utama Polda Maluku.Di sela kegiatan, Kapolda Maluku bersama Wakapolda Maluku dan Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku meninjau langsung pelaksanaan lomba mewarnai anak yang diselenggarakan Bidang Humas Polda Maluku di Ruang Sagu, Gedung Plaza Presisi Polda Maluku. Kehadiran para pimpinan Polda Maluku memberikan semangat tersendiri bagi para peserta yang merupakan generasi muda Maluku.Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momentum untuk semakin memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.“Peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan institusi, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepercayaan publik. Melalui pesta rakyat ini kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat, semakin terbuka, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta pelestarian budaya daerah,” ujar Kapolda.Menurutnya, keterlibatan UMKM, pelaku budaya, keluarga besar Polri, dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan mendorong pembangunan daerah.“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan kemajuan daerah hanya dapat diwujudkan melalui sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Hari Bhayangkara ke-80 kami jadikan sebagai ruang memperkuat persatuan, kebersamaan, dan semangat melayani masyarakat,” tambahnya.Pada penghujung acara, Kapolda Maluku didampingi Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku bersama Wakapolda Maluku dan jajaran menyerahkan berbagai hadiah door prize kepada personel dan Bhayangkari yang beruntung, dengan hadiah utama berupa kulkas, sepeda listrik, dan sepeda lipat.Pesta Rakyat Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polda Maluku berlangsung meriah, aman, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi simbol kuat komitmen Polri Presisi untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya bangsa. PNO-12 01 Jul 2026, 19:14 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT