logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Dinkes Papua Tengah Imbau Waspada Super Flu, Publik Diminta Terapkan PHBS Papuanewsonline.com, Mimika — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7/006.01/DKP2KB terkait kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit Super Flu. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap penyakit menular saluran pernapasan akut yang memiliki tingkat penularan tinggi.Penyakit Super Flu dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas bagi kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor, khususnya pada layanan kesehatan dan masyarakat umum di wilayah Papua Tengah.Pelaksana Tugas Kepala Dinas DKP2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut berfungsi sebagai imbauan sekaligus pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan kesehatan. Fokus utamanya adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta memperkuat kesiapan fasilitas layanan kesehatan.Masyarakat diminta untuk aktif mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, maupun Dinas Kesehatan kabupaten dan kota. Penyebaran informasi yang akurat dinilai penting untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif.Upaya pencegahan yang ditekankan meliputi menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan, serta menghindari kontak dekat dengan individu yang menunjukkan tanda-tanda demam, batuk, atau sesak napas.Bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah yang berpotensi terjadi penularan, pemerintah mengimbau agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat. Kedisiplinan dalam menerapkan anjuran kesehatan dinilai menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.Apabila mengalami gejala yang mengarah pada Super Flu, masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Langkah isolasi mandiri sementara dan pelaporan kondisi kesehatan ke Puskesmas, rumah sakit, atau Dinas Kesehatan setempat juga sangat dianjurkan.Di sisi lain, fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Papua Tengah diminta meningkatkan kesiapsiagaan melalui deteksi dini, surveilans aktif, serta pelaporan kasus suspek secara berjenjang. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons penanganan dan melindungi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.  Penulis: JidEditor: GF 15 Jan 2026, 17:25 WIT
Ringankan Derita Warga Terdampak Banjir, Polri Hadir Beri Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Menjawab kondisi tersebut, Polri hadir melalui langkah kemanusiaan dengan menyentuh langsung masyarakat, bahkan hingga ke pintu rumah warga yang membutuhkan perawatan khusus.Pusdokes Polri dan Bid Dokes Polda Aceh melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan dan vitamin, edukasi kesehatan, serta home visit kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Kabupaten Aceh Tamiang Pada Rabu, (14/1/2026).Kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu oleh Tim BKO Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim BKO Biddokkes Polda Jawa Tengah, dokkes Polres Aceh Tamiang, serta Tim Biddokkes Polda Aceh, sebagai wujud sinergi lintas satuan dalam mendukung percepatan pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana.Kabid Dokkes Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M. Si. dalam keterangannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pelayanan kesehatan terpadu Polri di wilayah terdampak bencana. “Pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Kami fokus pada penanganan penyakit yang umum muncul setelah banjir, sekaligus melakukan edukasi dan home visit bagi warga dengan kondisi khusus,” ujar dr. Dafianto Arief.Ia menambahkan, kehadiran tim kesehatan dari berbagai Polda merupakan upaya memperkuat layanan agar menjangkau masyarakat secara merata.“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” tambahnya.Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan warga berkaitan dengan penyakit pascabanjir.“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA, diare, serta hiperkolesterolemia. Selain pengobatan, kami juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami cara menjaga kesehatan di lingkungan pascabanjir,” jelasnya.Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Penyakit yang paling dominan antara lain hipertensi sebanyak 70 pasien, dermatitis 50 pasien, hiperkolesterolemia 30 pasien, ISPA 15 pasien, diare 10 pasien, diabetes melitus 5 pasien, serta keluhan sakit gigi 3 pasien.Tim juga melaksanakan home visit terhadap warga dengan kondisi suspek psoriasis vulgaris dan stroke non hemoragik. Perwakilan dokkes Polres Aceh Tamiang, APITU Faisal Riza Syahputra, AMK, menyampaikan bahwa pendekatan jemput bola menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan pascabencana.“Kami tidak hanya menunggu masyarakat datang ke pos kesehatan, tetapi juga mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bentuk kehadiran Polri yang humanis,” ujarnya.Kehadiran tim kesehatan Polri disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan yang diberikan.“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.Sementara itu, Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga, menilai kegiatan home visit sangat membantu warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya.Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat mencegah peningkatan penyakit pascabencana, sekaligus mempercepat pemulihan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan tersebut menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir, melayani, dan melindungi masyarakat bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat. PNO-12 15 Jan 2026, 14:48 WIT
Polri dan Relawan Mahasiswa Hadir di Tengah Masyarakat Berikan Pendampingan Psikologi Pasca Banjir Papuanewsonline.com, Jakarta Utara - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (13/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik. PNO-12 14 Jan 2026, 21:45 WIT
Cuaca Mimika Masih Tidak Stabil, Warga Diminta Waspada Pasca Angin Kencang Papuanewsonline.com, Mimika — Pasca terjadinya angin kencang yang melanda Kabupaten Mimika pada Selasa malam, 13 Januari 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Mimika kembali mengeluarkan pembaruan prakiraan cuaca untuk Rabu, 14 Januari 2026. Kondisi cuaca secara umum diprediksi masih bersifat fluktuatif.Sebagian besar wilayah Mimika diperkirakan akan berada dalam kondisi langit berawan sejak siang hingga sore hari. BMKG mencatat sedikitnya 15 distrik akan didominasi awan mendung tanpa indikasi hujan lebat yang signifikan.Distrik-distrik tersebut meliputi Mimika Baru, Agimuga, Mimika Timur, Mimika Barat, Jita, Mimika Timur Jauh, Mimika Tengah, Kuala Kencana, Mimika Barat Jauh, Tembagapura, Mimika Barat Tengah, Kwamki Narama, Iwaka, Wania, serta Distrik Amar.Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pegunungan dan pedalaman. Distrik Jila, Alama, dan Hoya menjadi kawasan yang diperkirakan mengalami kondisi tersebut.BMKG menilai kondisi cuaca yang berubah-ubah ini perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan maupun yang bergantung pada transportasi darat dan laut.Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan menyesuaikan pakaian terhadap perubahan suhu udara yang tidak menentu, guna menghindari gangguan kesehatan.Untuk wilayah perkotaan Mimika, suhu udara rata-rata tercatat berada di kisaran 25 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang relatif stabil sepanjang hari.BMKG terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, termasuk kemungkinan genangan air dan gangguan aktivitas. Informasi cuaca terkini dan terperinci dapat diakses melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi dan mitigasi risiko.  Penulis: JidEditor: GF 14 Jan 2026, 21:32 WIT
Cegah Resiko ISPA, Polres Aceh Selatan Terjunkan Water Cannon Bersihkan Debu Sisa Banjir Papuanewsonline.com, Aceh Selatan - Sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat pasca-bencana, Polres Aceh Selatan melakukan aksi penyemprotan dan pembersihan jalan protokol pada Sabtu (10/1). Fokus utama kegiatan ini adalah menghilangkan tumpukan lumpur kering yang memicu polusi debu di sepanjang jalan utama Kabupaten Aceh Selatan.Banjir yang melanda wilayah tersebut selama hampir satu bulan menyisakan material lumpur tebal. Saat mengering, lumpur ini berubah menjadi debu yang beterbangan ketika dilintasi kendaraan, sehingga sangat berisiko memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).Untuk mengatasinya, Polres Aceh Selatan mengerahkan unit Water Cannon guna menyisir jalan-jalan protokol. Penyemprotan air bertekanan tinggi ini efektif mengangkat sisa lumpur kering yang membandel dan menurunkan kadar debu di udara secara signifikan.Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Edwin Aldro menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respon langsung terhadap rekomendasi dari petugas kesehatan Polri. Kehadiran tim di lapangan bertujuan untuk memastikan kualitas udara kembali layak bagi aktivitas warga.“Penyiraman dan pembersihan debu ini kami lakukan untuk meminimalisir dan menghilangkan debu di jalan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat,” ujar Kompol Edwin Aldro.Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara tindakan kepolisian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa pemulihan.Selain melakukan pembersihan fisik, Polres Aceh Selatan turut mengeluarkan himbauan kepada warga yang beraktivitas di luar rumah:- Selalu menggunakan masker saat berkendara atau berjalan di area terdampak.- Meningkatkan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap perubahan kualitas lingkungan.Langkah preventif dan humanis ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Selatan untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga kondisi lingkungan benar-benar pulih pasca-bencana. PNO-12 10 Jan 2026, 19:09 WIT
Brimob Polda Sumut Hadirkan Sanitasi Layak Bagi Korban Banjir di Desa Tolang Julu Papuanewsonline.com, Tapanuli Selatan - Personel Brimob Batalyon C Polda Sumatera Utara bersama masyarakat setempat melaksanakan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga terdampak banjir di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan sarana sanitasi yang layak dan sehat bagi masyarakat. Pembangunan MCK dilakukan secara gotong royong sebagai wujud sinergi antara Polri dan warga dalam mempercepat pemulihan lingkungan permukiman.Kegiatan pembangunan MCK dengan tahapan pengerjaan meliputi pemasangan plafon, pemasangan pintu WC, serta proses pengecatan yang terus dilanjutkan.Iptu Roy Sandri Pohan menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi kebutuhan mendesak bagi warga pascabanjir, terutama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.“Fasilitas MCK ini kami bangun bersama masyarakat agar dapat segera dimanfaatkan. Harapannya, warga memiliki akses sanitasi yang layak sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman dan sehat,” ujarnya.Masyarakat Desa Tolang Julu menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi keterlibatan personel Brimob yang bekerja berdampingan dengan warga. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan rasa kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana banjir. PNO-12 10 Jan 2026, 18:59 WIT
Layanan Kesehatan Pusdokkes Jangkau Warga Hingga Pelosok Aceh Terdampak Bencana Papuanewsonline.com, Aceh - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Tim dokter dan tenaga kesehatan diterjunkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, hingga Bener Meriah.Bakti kesehatan ini menjadi bagian dari respons cepat Polri dalam memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga pascabencana. Tim medis Pusdokkes Polri disebar secara merata ke lokasi pengungsian maupun pemukiman warga, termasuk wilayah pelosok, agar layanan kesehatan dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan.Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan dan pemberian obat-obatan, penanganan luka ringan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan guna mencegah potensi munculnya penyakit pascabencana.Kepala Pusdokkes Polri melalui Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh, Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa pengerahan tim medis ini bertujuan untuk menjamin kesehatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya krisis kesehatan di wilayah terdampak.“Pusdokkes Polri bersama Biddokkes Polda Aceh menurunkan sebanyak 191 dokter dan tenaga kesehatan yang terbagi dalam tiga gelombang penugasan,” ujar dr. Dafianto.Ia menambahkan, hingga 7 Januari 2026, tim Pusdokkes Polri telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 25.034 orang, yang terdiri dari 2.276 personel Polri (PNPP) dan 22.759 warga masyarakat. Tim medis juga memastikan layanan kesehatan menjangkau daerah-daerah terpencil di wilayah terdampak bencana.Pelaksanaan bakti kesehatan ini dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan setempat, serta para relawan, sehingga pelayanan dapat menjangkau masyarakat secara optimal di seluruh wilayah terdampak.Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama pada situasi darurat bencana.“Pusdokkes Polri dan Polda Aceh hadir membantu masyarakat sebagai wujud komitmen Polri,” pungkasnya. PNO-12 10 Jan 2026, 18:37 WIT
Menguatkan Harapan Pascabencana, Leo Clubs International Hadir Dampingi Pemulihan Mental Papuanewsonline.com, Sumatera Utara — Pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor tidak berhenti ketika air surut dan akses wilayah kembali terbuka. Pada fase lanjutan, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan kesehatan, baik fisik maupun psikologis, yang dapat memengaruhi fungsi keluarga, pendidikan anak, hingga produktivitas kerja.Menjawab kebutuhan tersebut, jejaring relawan bersama Leo Clubs MD 307 Indonesia melaksanakan pendampingan pemulihan kesehatan fisik dan mental secara mandiri bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Kegiatan ini berlangsung selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan pendekatan berbasis komunitas.Pendampingan dirancang untuk membantu masyarakat mengenali tanda bahaya fisik dan psikologis sejak dini, memberikan dukungan awal yang aman, serta menjaga rutinitas dasar pemulihan seperti tidur yang cukup, hidrasi, nutrisi, kebersihan diri, dan penguatan dukungan sosial. Program ini juga mendorong akses rujukan yang tepat bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta.Di lapangan, kehadiran Leo Clubs MD 307 Indonesia ditegaskan sebagai gerak kolektif para anggota. Relawan hadir berdampingan dengan warga terdampak, menyampaikan informasi pemulihan, sekaligus membangun rasa solidaritas agar masyarakat tidak menghadapi fase pascabencana sendirian.Renaldo Fajar Nugraha Susilo selaku President Leo Club MD 307 Indonesia menegaskan bahwa kerja kemanusiaan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan menghasilkan dampak yang terukur. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat, melainkan perlu membangun kapasitas warga agar dapat pulih dan kembali berfungsi secara mandiri.Sementara itu, Louis Valentino Chairus sebagai Vice President Leo Club MD 307 Indonesia menyoroti pentingnya koordinasi lintas pihak dalam setiap respons kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kerja lapangan harus terorganisasi dengan baik, berjejaring dengan masyarakat lokal, serta menjaga akuntabilitas agar manfaat pendampingan dapat berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Angeline Chen selaku MDT (Treasurer) Leo Club MD 307 Indonesia yang memastikan seluruh upaya kemanusiaan dikelola secara cermat, efisien, dan berorientasi pada pemulihan jangka menengah hingga panjang, sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh komunitas terdampak.Pendampingan ini turut diperkuat oleh tim teknis yang berfokus pada tata kelola dan pengorganisasian. R. Bg. Angelo Basario Marhaenis Manurung menekankan pentingnya desain pemulihan kesehatan mental yang dapat dipraktikkan langsung oleh komunitas, sementara Joseph Aguslow menambahkan bahwa ketepatan desain operasional menjadi faktor penentu kualitas dampak program di situasi pascabencana.Melalui penguatan komunikasi publik dan jejaring, kegiatan ini diarahkan menjadi model kerja komunitas yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan semangat we serve, Leo Clubs International hadir bersama masyarakat terdampak untuk menguatkan pemulihan fisik, menenangkan trauma, serta mendorong kemandirian komunitas dalam menghadapi masa depan.Penulis: RedEditor: GF 10 Jan 2026, 12:55 WIT
Bupati Boven Digoel Tegaskan Bantuan Pangan Nasional Wajib Tepat Sasaran dan Bebas Keterlambatan Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Pangan Nasional harus tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang berhak. Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 5.000 orang telah terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan tersebut di Kabupaten Boven Digoel.Penegasan ini disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung ke Gudang Bulog Boven Digoel pada Kamis (8/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Roni Omba memastikan kesiapan logistik sekaligus menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam proses distribusi bantuan.Bupati meminta aparat pemerintah di tingkat distrik dan kampung untuk bertanggung jawab penuh dalam mengawal penyaluran bantuan agar tidak terjadi penyimpangan maupun keterlambatan. Ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme distribusi telah disiapkan dan tidak boleh ada alasan teknis yang menghambat penyaluran kepada masyarakat.“Bantuan ini harus sampai ke tangan masyarakat. Tidak ada alasan, karena semua sudah dianggarkan, termasuk transportasi. Saya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga,” tegas Roni Omba.Menurutnya, pengawasan langsung dari pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk memastikan program nasional ini berjalan sesuai tujuan. Penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran dinilai berpotensi merugikan masyarakat serta mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah.Roni Omba menambahkan bahwa Bantuan Pangan Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi dan kondisi geografis wilayah Boven Digoel yang tidak mudah dijangkau.Selain itu, ia menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan penyaluran bantuan. Aparat pelaksana diminta bekerja profesional dan memastikan data penerima manfaat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta evaluasi agar bantuan pangan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. Penulis: HendEditor: GF 09 Jan 2026, 00:32 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT