logo-website
Rabu, 24 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Polres Kepulauan Tanimbar Bersama Tim Forensik Gelar Ekshumasi dan Autopsi Jenazah Korban Penembakan Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar, Tim dokter Forensik Polda Maluku bersama Polres Kepulauan Tanimbar lakukan Ekshumasi atau pembongkaran makam untuk proses Autopsi terhadap jenazah yang berlokasi di Desa Lingat, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Ekshumasi tersebut dilakukan untuk memperdalam penyelidikan terkait penyebab kematian korban salah satu Warga Desa Lingat berinisial SN, yang diduga meninggal akibat terkena tembakan senapan angin saat saling serang antar kelompok Desa Lingat dan Desa Kandar di Kecamatan Selaru, pada beberapa waktu lalu.Proses Autopsi ini melibatkan dokter spesialis forensik mitra dr. ARKIPUS PAMUTTU, Sp.FM., Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar AKP HANDRY DWI AZHARI, S.T.K., S.I.K., Kasidokkes Ipda dr. ANASTASIA PATTY bersama Personel, Puskesmas Lingat dr. YUWEN HULKYAWAR, Kapolsek Selaru, Personel Rumkit Bhayangkara Ambon, serta turut dihadiri oleh pihak Keluarga.Pelaksanaan Ekshumasi atau pembongkaran makam dimulai sekitar Pukul 18.35 WIT yang diawali dengan penyambutan hingga doa oleh para Tetua Adat di Desa Lingat. Lokasi prosesi Ekshumasi dan Autopsi tertutup terpal berwarna biru dan dijaga ketat Anggota Kepolisian. Keluarga bersama Warga hanya bisa melihat dari kejauhan.Kasidokkes Polres Kepulauan Tanimbar Ipda dr. ANASTASIA PATTY saat dihubungi Media Humas, pada Kamis (22/05/25) mengatakan, pembongkaran makam jenazah hingga autopsi tersebut berlangsung lancar. Proses Ekshumasi dan Autopsi ini dilakukan bertujuan untuk lebih memperdalam penyelidikan penyebab kematian korban SN yang diduga akibat terkena tembakan senapan angin.“Dalam prosesnya, Kami berhasil menemukan 1 (satu) buah proyektil peluru yang terbuat dari timah berwarna abu-abu tua pada rongga dada sebelah kiri jasad” jelasnya.Lebih lanjut Kasidokkes Ipda dr. ANASTASIA PATTY mengungkapkan bahwa, saat ini 1 (satu) buah proyektil peluru yang ditemukan tersebut telah diserahkan kepada pihak Penyidik, dalam hal ini Satuan Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Sementara itu, Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu OLOF BATLAYERI dalam keterangannya mengingatkan kepada semua Pihak untuk dapat menahan diri, serta pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dengan cara hindari konflik dan tidak melakukan upaya-upaya yang dapat merugikan diri sendiri maupun Orang lain.“Percayakan proses hukum kepada Kami. Jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif yang dapat memicu konflik dan merugikan diri sendiri” terangnya.Tak lupa Kasi Humas mengajak seluruh Masyarakat apabila melihat atau mengetahui adanya hal-hal yang mencurigakan agar segera menghubungi Call Center Polres Kepulauan Tanimbar 110 (bebas pulsa), nomor pengaduan Lapor Kapolres +62 811 4791110 maupun dapat langsung ke Polsek terdekat untuk segera ditindaklanjuti. PNO-12 23 Mei 2025, 19:00 WIT
Polres Maluku Tengah Lakukan Trauma Healing Kepada Anak-anak Korban Konflik Papuanewsonline.com, Seram Utara - Kepolisian Resor Maluku Tengah bersama Pengurus Bhayangkari Cabang Maluku Tengah melaksanakan aksi sosial berupa trauma healing untuk memulihkan rasa trauma anak-anak korban konflik di Seram Utara.Kegiatan yang langsung di pimpin oleh Kapolres Maluku Tengah AKBP Hardi M. K, S.I.K., M.H, bersama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Maluku Tengah ini dilaksanakan di negeri Sawai dan Masihulan, kecamatan Seram Utara, Selasa (21/5/2025).Personel Polwan Polres Maluku Tengah bersama pengurus Bhayangkari dilibatkan dalam aksi sosial yang bertujuan membantu memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak yang terdampak konflik pada beberapa waktu lalu.Trauma healing kepada anak-anak dilaksanakan dengan cara bermain. Di awali dengan perkenalan, anak-anak diajak untuk saling mengenal dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Pada kegiatan itu juga dilakukan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, sehingga anak-anak bisa merasa lebih nyaman dan rileks selama mengikuti kegiatan.Sesi utama trauma healing berfokus pada pemulihan psikologis anak-anak. Dalam sesi ini, anak-anak diberikan ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka terkait peristiwa bentrok yang mereka saksikan dan alami. Selanjutnya dilaksanakan berbagai aktivitas untuk membantu mengurangi rasa trauma, seperti permainan interaktif dan kegiatan kreatif yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pengalaman buruk.Kapolres Maluku Tengah, AKBP Hardi, mengatakan program trauma healing penting dilakukan untuk memastikan anak-anak tidak terus terbebani dengan pengalaman traumatis.“Kami ingin anak-anak kembali merasa aman dan bahagia. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan dukungan psikologis agar mereka bisa pulih dari trauma dan melanjutkan hidup mereka dengan semangat baru,” ungkapnya.Tak hanya itu, makan secara bersama juga dilakukan dengan ceria. Tujuannya untuk meningkatkan kebersamaan, mempererat hubungan antar sesama peserta sambil menikmati snack yang disantap.Pada akhir acara, Kapolres juga memberikan motivasi kepada anak-anak, dan mendorong agar mereka tetap kuat dan optimis menghadapi masa depan meskipun sempat dilalui dengan pengalaman yang sulit.Kapolres berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak untuk pulih secara mental dan emosional, sehingga mereka bisa kembali merasa aman dan nyaman dalam lingkungan mereka."Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi korban konflik, dengan pendekatan humanis dan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka," pungkasnya. PNO-12 22 Mei 2025, 18:40 WIT
Satgas Yonif 641/Bru Lakukan Yankes Keliling Bagi Masyarakat Distrik Bolakme Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Pelayanan kesehatan dan Pengobatan adalah kegiatan rutin pos yang dapat dilaksanakan kapan saja untuk membantu kesehatan masyarakat, seperti halnya yang dilaksanakan personel Pos Bolakme Satgas Yonif 641/Bru yang melaksanakan pelayanan kesehatan keliling untuk masyarakat berobat di Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, (21/05/2025).Dalam keterangan bahwa mama dan bapa yang sakit tidak bisa datang ke pos untuk itu personil Pos melaksanakan pengobatan keliling untuk masyarakat dengan keluhan yang di alaminya. Personil kesehatan selaku pelayanan kesehatan Pos Bolakme Yonif 641/Bru mengecek kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu langsung diberikan obat sesuai penyakit yang alaminya.Personil kesehatan Pos Bolakme menerangkan bahwa pengaruh iklim di sini membuat masyarakat mudah terjangkit penyakit yang berpengaruh pada kesehatannya.Seperti penyampaian Danpos Bolakme Lettu Jhon Arthur Hamonangan Sinaga tugas pokok Satgas Yonif 641/Bru dismping menjaga keutuhan NKRI juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat yang membutuhkan bantuan Ungkap danpos .Senyum manis masyarakat menghiasi dengan baik, semoga dalam kegiatan yang dilakukan ini dapat membantu masyarakat sekitar Pos dan juga dapat memberi hal positif terhadap kami untuk melaksanakan tugas kedepannya. PNO-12 21 Mei 2025, 20:24 WIT
Tim Gabungan Temukan 6 Korban Banjir Bandang di Pegunungan Arfak Papuanewsonline.com, Pegunungan Arfak - Sebanyak 66 personel gabungan dari Polres Pegunungan Arfak (28 personel), Kodim 1218 Pegaf (13 personel), Basarnas (12 personel), BPBD Provinsi Papua Barat (10 personel), dan BPBD Kabupaten Pegaf (3 personel) dikerahkan dalam operasi pencarian dan evakuasi korban bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan Kali Meyof, Kampung Jim (Meyes), Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.Kapolres Pegunungan Arfak, Kompol Bernadus Okoka, S.E., M.H., pada Senin (19/5/2025) pukul 08.00 WIT memimpin apel gabungan sebelum tim melakukan pencarian di lokasi terdampak. Dalam operasi pencarian tersebut, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi enam korban banjir bandang. Dari enam korban yang ditemukan, satu orang dikembalikan ke pihak keluarga, sementara lima lainnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi.Pada pukul 13.00 WIT, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk dan potensi longsor susulan yang dapat membahayakan tim. Kapolres Pegunungan Arfak memerintahkan penarikan seluruh personel ke posko induk. Sebelumnya, satu korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan demikian, dari total 19 korban yang dilaporkan hilang, hingga sore hari itu telah ditemukan enam orang.Kapolres Pegunungan Arfak menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras di tengah keterbatasan fasilitas. Ia memastikan bahwa operasi pencarian hari kedua akan dilanjutkan pada Selasa (20/5/2025) pagi.“Kami mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh personel gabungan. Meskipun cuaca dan kondisi medan cukup berat, semangat tetap terjaga,” ungkap Kapolres.Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombes Pol. dr. Iskandar, Sp.B, QHIA, MARS, menyampaikan bahwa tim DVI (Disaster Victim Identification) telah disiagakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban.“Mengantisipasi kejadian korban hanyut di Kabupaten Pegunungan Arfak, kami segera membentuk tim DVI dan saat ini telah membuat posko mortem untuk kamar jenazah serta posko antemortem guna menggali data korban semasa hidup dari keluarga terdekat, karena data yang dikirim kemungkinan dapat diidentifikasi secara visual,” ujar Kabid Dokkes.“Namun jika tidak bisa diidentifikasi secara visual, kami telah menyiapkan tim DVI untuk melakukan verifikasi identitas, bekerja sama dengan Karoops Polda Papua Barat dan lintas sektoral seperti Basarnas Provinsi Papua Barat serta stakeholder terkait,” lanjutnya.“Kami telah menyiapkan tim DVI untuk melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap korban tanah longsor. Proses ini melibatkan pemeriksaan forensik, sidik jari, dan pencocokan data antemortem dari pihak keluarga korban,” imbuh Kabid Dokkes.Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menambahkan bahwa Polda Papua Barat menerjunkan 36 personel untuk membackup proses evakuasi dan identifikasi korban pasca longsor tersebut. Proses identifikasi akan terus dilakukan seiring ditemukannya korban baru dalam operasi pencarian. PNO-12 20 Mei 2025, 18:13 WIT
Alami Kecelakaan Laut, Polsek Leksula Evakuasi 5 Warga Papuanewsonline.com, Bursel - Personel Polsek Leksula, bersama masyarakat melakukan evakuasi lima warga desa Bala-Bala, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yang mengalami kecelakaan laut pada Senin dini hari (19/5/2025).Kecelakaan laut terjadi di Pulau Pombo/Pulau Talang, yang berada di antara perairan desa Nalbessy dan desa Leksula, kecamatan Leksula, kabupaten Buru Selatan.Mereka yang diselamatkan yaitu satu keluarga dari desa Bala-Bala, diantaranya Madinuru Lina (50), Wanima Rukua (48), Rindiani (9), Lesti (7) dan Ikbal (5).Kecelakaan laut berawal saat satu keluarga ini berangkat menggunakan satu unit perahu ketinting dari pelabuhan speedboat labuang Namrole, Bursel, Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 14.00 WIT.Perahu ketinting yang dinahkodai Madinuru, seorang nelayan bersama istri dan ketiga anaknya ini hendak menuju desa Bala-Bala. Selain mengangkut keluarganya, perahu ketinting ini juga membawa sejumlah barang bawaan lainnya serta satu unit kendaraan sepeda motor jenis honda blade.Di tengah perjalanan atau tepatnya sekira pukul 16.00 WIT di sekitar Pulau Talang, cuaca buruk terjadi. Perahu ketinting dihantam gelombang dari sisi kiri maupun kanan hingga air laut masuk di dalamnya."Meski air laut masuk namun perahu ketinting masih bisa berjalan. Pengemudi kemudian membelokkan haluan ke Pulau Talang untuk menyelamatkan diri," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminnulla S.IK., M.H, Senin (19/5/2025).Kurang lebih 20 meter dari pesisir Pulau Talang, perahu ketinting tersebut mengalami mati mesin dan dihantam gelombang hingga terdampar di tepian pantai Pulau tak berpenghuni tersebut."Kemudian sekitar pukul 03.00 WIT, korban menggunakan HP dari Pulau Talang/Pulau Pombo untuk menghubungi Ahmad Sanimu, keluarganya di Namrole. Ahmad kemudian menghubungi adiknya Alin di Nalbessy dan pada jam 05.30 WIT staf Masjid Nurul Akbar desa Nalbessy melalui pengeras suara meminta bantuan kepada masyarakat Nalbessy," jelasnya.Setelah mendapatkan informasi kecelakaan laut tersebut, personel Polsek Leksula kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP)."Perjalanan dari Polsek Leksula menuju ke TKP pulau pombo/pulau talang hanya dapat dilalui dengan transportasi laut dengan waktu tempuh 1 jam," tambahnya.Personel Polsek Leksula juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Leksula untuk memberikan bantuan dan pelayanan tempat tinggal kepada keluarga korban sementara waktu, serta evakuasi perahu ketinting milik korban. "Personel Polsek Leksula juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan para korban dan keluarganya, dalam keadaan baik," jelasnya.Para korban berhasil diselamatkan, dan sempat diamankan di Polsek Leksula untuk kemudian beristirahat di pihak keluarga yang berada di desa Nalbessy."Untuk perahu ketinting sementara masih berada di pulau pombo/pulau talang. Belum dapat dilakukan evakuasi karena faktor cuaca ekstrim," ungkapnya.Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan cuaca laut sebelum bepergian atau menangkap ikan. "Utamakan keselamatan saat beraktivitas di laut," pungkasnya. PNO-12 20 Mei 2025, 17:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT