Papuanewsonline.com
Pickup Pengangkut Air Terguling Di Pertigaan Hasanuddin, Pengendara Baru Belajar Mengemudi
PTFI Setor Rp4,8 Triliun: Mimika Terima Bagian Terbesar, Total Kontribusi Capai Rp75 Triliun
Lapas Timika Gelar Ikrar Bersih Dari Hp Ilegal, Narkoba, Dan Penipuan
Lima Warga Diklaim Tewas di Kali Kabur, TPNPB Soroti Operasi Militer di Tembagapura
BADKO HMI dan Polda Papua Sepakati Sinergi, Fokus Tangani Tambang Ilegal hingga Hoaks Digital
Enam Warga Sipil Ditembak Di Tembagapura, Aktivis Deby Santoso Desak Proses Hukum Transparan
Direktur Law Firm Golda: Transaksi Perkara Di Timika Semakin Subur, Masyarakat Miskin Jadi Korban
BADKO HMI Papua Dukung Penertiban Tambang Ilegal oleh Gubernur Papua Tengah
DPR Papua Tengah, Mimika dan Puncak Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Kwamki Narama
Kejati Papua Mandul Tetapkan Yunus Wonda Jadi Tersangka, Mahasiswa Kembali Geruduk Kejagung
BERITA TAG Kesehatan
Homepage
Ikut SIPSS, 6 dokter muda Papua Bertekad Tingkatkan Layanan Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Enam dokter muda asal Papua saat ini tengah menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I tahun 2025. Mereka adalah Jack Johanes Pical, Ilham Aaas Hamka, Alex Stendly Nuburi, Herlambang Andreka Junior Dwi Putra, Arfinsasi Putra dan Marlina Putri Purnama Sari Pekpekai. Para dokter muda ini memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Papua. Mereka menyadari betul bahwa akses layanan kesehatan di Papua, terutama di daerah pelosok, masih sangat terbatas."Saya melihat sendiri bagaimana sulitnya akses layanan kesehatan di Bintuni. Banyak daerah pesisir dan pegunungan yang kekurangan tenaga dokter. Melalui SIPSS, saya berharap bisa menjadi dokter sekaligus polisi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Jack Johanes Pical, salah satu peserta didik SIPSS Gel I T.A 2025. Pengalaman yang hampir sama dituturkan Alex Stendly Nuburi. Ia menceritakan kondisi alam Papua menjadi tantangan tersendiri pasien dan juga para tenaga medis. “Tahun 2024 saya bekerja di puskesmas Arbaiz yang terletak di Kabupaten Sarmi yang waktu tempuhnya sekitar 10 jam dari kota Jayapura. Puskesmas saya itu merupakan puskesmas yang terpencil,” kata Alex. Minimnya tenaga medis dan fasilitas Kesehatan di Papua juga menjadi motivasi Herlambang Andreka Junior Dwi Putra. Menjadi dokter merupakan keinginan kecilnya untuk menolong keluarganya. Beranjak besar, ia melihat bahwa tidak hanya keluarganya yang membutuhkan bantuan medis, tapi juga masyarakat di lingkungan tempatnya tinggal. “Menjadi dokter merupakan cita-cita kecil menolong orang. Kini saya mendapat kesempatan untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang dengan menjadi siswa SIPSS yang nantinya disiapkan sebagai polisi dengan keahlian di bidang medis,”kata Herlambang.Para dokter muda ini memiliki mimpi besar untuk mengembangkan karir mereka di bidang spesialisasi kedokteran. Beberapa di antaranya bercita-cita menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, bedah, kandungan, dan saraf.Seperti pengalaman Marlina. Ia melihat di daerahnya belum ada dokter ahli syaraf. Banyak lansia yang tidak mendapat perawatan yang layak karena kekurangan tenaga medis ahli di bidang syaraf termasuk kakeknya sendiri. “Saat saya sedang internship di Merauke di sana saya tinggal bersama kakek saya yang usianya sudah renta di atas 70 tahun di mana beliau pada saat itu terkena serangan stroke sedangkan di Merauke pada saat itu sama sekali tidak ada dokter saraf sehingga kakek saya berpulang. Dari situ saya memiliki nilai sensitifitas terhadap bidang ini,” kata Marlina. Keinginan untuk memberikan perawatan kepada masyarakat kurang mampu di Papua terutama lansia juga diutarakan Ilham Aaas Hamka. “Setelah menjadi dokter polisi saya ingin melanjutkan lagi menjadi dokter spesialis terutama dokter spesialis penyakit dalam. Kenapa saya memilih spesialis penyakit dalam karena untuk penyakit dalam ruang lingkup pengetahuannya sangat luas. Misalnya pada saat ada pasien jantung dan pasien itu geriatri atau usia lanjut pasti akan dikonsulkan kepada spesialis penyakit dalam,” ujar Ilham. Keinginan menjadi dokter spesialis internis juga disampaikan Arfinsasi Putra. Ia mengatakan kondisi ini jelas terlihat saat ia bertugas di Papua Pegunungan. “Masyarakat di Papua Pegunungan banyak yang memiliki keluhan penyakit dlaam tapi di sana adanya dokter umum, termasuk saya. Hal ini yang memotivasi saya untuk melanjutkan spesialisasi penyakit internis untuk menolong warga yang membutuhkan layanan Kesehatan penyakit dalam,” kata Arfin. Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyambut baik cita-cita enam dokter muda asal pengiriman Polda Papua ini. "Kami sangat mengapresiasi semangat pengabdian para dokter muda asal Papua. Kehadiran mereka di Polri akan memperkuat upaya kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil," ujarnya.Komjen Pol Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program kesehatan pemerintah Prabowo untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal. "Pemerintah pak Prabowo berupaya menyediakan fasilitas Kesehatan yang lebih baik di daerah pelosok termasuk Papua. Polri mendukung dengan merekrut dokter-dokter melalui penerimaan SIPSS. Mereka nantinya akan kami tugaskan di tempat asal mereka di Papua,” imbuh Komjen Pol Dedi Prasetyo. Para dokter muda asal Papua juga berharap bisa segera menyelesaikan pelatihan dan kembali ke kampung halaman mereka untuk mengabdikan kepada Masyarakat Papua sebagai dokter dan juga polisi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di tanah kelahiran mereka. PNO-12
09 Mar 2025, 10:38 WIT
Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Evakuasi
Papuanewsonline.com, Sukabumi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Kamis (6/3) malam mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 13 kecamatan terdampak, dengan total 104 kepala keluarga (KK) yang terimbas bencana. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.Tim gabungan dari Polres Sukabumi, BPBD, TNI, Basarnas, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi serta pendataan kerusakan."Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan. Fokus utama kami adalah penyelamatan korban serta memastikan jalur transportasi kembali bisa diakses," ujar Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol Dedi Suryadi, S.E., M.Si., Jumat (7/3).Beberapa wilayah yang mengalami banjir cukup parah di antaranya Kecamatan Jampang Kulon, Lengkong, Cisolok, dan Palabuhanratu. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 100 cm, yang merendam pemukiman, jalan raya, serta fasilitas umum.Di Kecamatan Palabuhanratu, banjir menggenangi Puskesmas dan sejumlah permukiman warga. Akibat luapan Sungai Ciranca, sebanyak 64 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Bank Supra."Kami sudah menyiapkan dapur umum dan bantuan logistik bagi para pengungsi. Tim masih bekerja keras untuk membuka akses yang tertutup longsor," kata Kepala BPBD Sukabumi.Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Lengkong, Simpenan, dan Warungkiara. Longsoran tanah sempat menutup jalan utama di Desa Cilangkap, menghambat mobilitas warga dan kendaraan logistik.Yang paling tragis terjadi di Kampung Cijangkar, Kecamatan Simpenan. Sebuah rumah tertimbun longsor, menewaskan seorang anak berusia 7 tahun, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian."Saat kejadian, hujan masih sangat deras. Kami berupaya maksimal dengan alat seadanya untuk menggali dan mencari korban yang tertimbun," ujar seorang relawan yang ikut dalam pencarian.Di Kecamatan Cikembar, luapan Sungai Bojong menyebabkan genangan air di Perumahan Pratama Indah Residence, membuat 115 warga terdampak, sebagian mengungsi ke Kantor Desa Bojong.Tim gabungan terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak, mengingat hujan deras masih mengguyur wilayah Sukabumi."Situasi masih dinamis. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam waktu dekat," tutup Kompol Dedi Suryadi.Pihak berwenang juga meminta warga untuk segera melaporkan jika ada kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. Upaya pencarian korban dan pemulihan pasca-bencana masih terus berlangsung. PNO-12
07 Mar 2025, 20:03 WIT
Brimob Sebar Ratusan Anggota Ke Titik Banjir Jabodetabek, Evakuasi Anak-Lansia
Papuanewsonline.com, Jabar - Korps Brimob Polri mengerahkan ratusan anggotanya untuk memastikan keamanan warga dan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir di sejumlah titik Jabodetabek. Seperti diketahui banjir melanda sejumlah titik di Jabodetabek, akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan sejumlah lokasi masih tergenang hari ini.Dalam rilis Itwasum Polri, Rabu (5/3/2025), tim SAR dari Pasukan Pelopor Korps Brimob mengevakuasi warga terjebak banjir di Tambun, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Mereka juga membawakan bahan makanan untuk warga terdampak banjir."Polri akan terus mengerahkan personel an peralatan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan pascabanjir," ucap Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Dedi Prasetyo.Sebanyak 14 personel Brimob Kompi I Batalyon C, dipimpin AKP Hady Mulyono, tiba pukul 19.00 WIB dan langsung menyisir lokasi-lokasi yang terisolasi karena tingginya luapan air, di tengah hujan yang kembali turun.Di lokasi momen berbeda, 83 personel Brimob dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan untuk warga korban banjir. Puluhan anggota Brimob ini dikirim Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Di Bojong Kulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, tim SAR berjumlah 31 anggota Brimob yang dipimpin AKBP Ginanjar Fitriadi mengevakuasi 51 warga. Kemudian di Klapanunggal, Bogor, tim SAR berjumlah 24 personel, yang dipimpin Ipda Rui Algeria mengevakuasi 7 warga.Banjir di Bojong Kulur dan Klapanunggal melanda permukiman dengan ketinggian banjir 80 cm hingga 3,2 meter. Sementara itu pasukan yang bertugas di Bekasi, tepatnya Perumahan Vila Nusa Indah I dan Pondok Gede Permai, berjumlah 16 orang. Tim yang dipimpin Ipda Yoni Fatinasarani menghadapi kendala yakni arus banjir yang deras. Kketinggian banjir di Vila Nusa indah 1 dan Pondok Gede Permai mencapai 4 meter.Masih dalam rangka evakuasi warga dan penanggulangan banjir pada Selasa (4/3), Pasukan Brimob berjumlah 29 orang, dipimpin AKBP Satria Darma, tiba di Jatiasih dan Kemang Pratama, Bekasi. Mereka mendapat laporan dan permintaan evakuasi warga.Dalam proses penanggulangan banjir di sejumlah lokasi, nampak warga terutama anak-anak hingga lansia berhasil dievakuasi oleh pasukan Brimob Polri. PNO-12
07 Mar 2025, 18:48 WIT
SSDM Polri Gelar Trauma Healing Untuk Korban Banjir di Tambun Utara
Papuanewsonline.com, Bekasi – Kepolisian Republik Indonesia melalui SSDM Polri menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Tambun Utara, Bekasi, pada Kamis (6/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu korban banjir, terutama anak-anak dan orang dewasa, agar dapat pulih dari trauma pascabencana.Kegiatan trauma healing ini dipimpin oleh AKBP Hairil Susanto, S.Ps, dari Tim ROPSI SSDM Biro Psikologi Polri, yang berkolaborasi dengan AKBP Ribut Sugeng, M.Psi, selaku Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya. Mereka merancang program pemulihan trauma dengan metode yang disesuaikan untuk berbagai kelompok usia.“Untuk anak-anak, trauma healing dilakukan melalui permainan interaktif dan pemberian snack agar mereka bisa kembali ceria. Sementara untuk orang dewasa, kami fokus pada sesi relaksasi dan konseling guna membantu mereka mengatasi stres akibat bencana,” jelas AKBP Hairil Susanto.Banjir yang melanda wilayah Villa Gading Harapan, Tambun Utara, mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi dan kehilangan banyak barang berharga mereka. Dalam situasi ini, dukungan psikososial sangat penting agar mereka dapat bangkit kembali.AKBP Ribut Sugeng menambahkan bahwa pendekatan psikologis ini dilakukan agar para pengungsi dapat berbesar hati dalam menghadapi musibah yang menimpa mereka.“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapat bantuan fisik, tetapi juga dukungan mental agar mereka bisa segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal,” ungkapnya.Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian bantuan serta edukasi singkat tentang cara mengelola stres pascabencana. Polri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana, baik dalam bentuk bantuan fisik maupun pendampingan psikologis, demi memastikan mereka dapat bangkit kembali dengan semangat baru. PNO-12
07 Mar 2025, 17:54 WIT
2 Jenazah Pendaki Puncak Cartenz Diterbangkan Ke Jakarta
Papuanewsonline.com, Mimika – Hari ini Senin (03/03/2025) kedua jenazah pendaki Puncak Cartenzs yakni Elsa Laksono (59) dan Lilie Wijayanti Poegiono (59) diberangkatkan ke Jakarta.Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., saat ditemui di Kota Jayapura.Kabid Humas mengatakan dua jenazah tersebut diberangkatkan menuju Jakarta menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan Boeing 737-9GP (ER) PK-LSR take off dari Bandara Mozes Kilangin menuju Jakarta via Makassar.“Sebelum diberangkatkan kedua jenazah telah melalui tahapan pemulasaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika,” ucap Kabid Humas.Kombes Benny menjelaskan kedua jenazah tiba di RSUD untuk dilakukan pemulasaran di hari yang berbeda karena proses evakuasi terhadap kedua korban tidak dilanjutkan bersama, akibat cuaca yang tidak mendukung sehingga proses evakuasi tersebut dilakukan dalam dua tahap.“Evakuasi pertama terhadap korban atas nama Elsa Laksono pada Minggu (2/3/2025) ke RSUD Mimika, sedangkan korban kedua atas nama Lilie Wijayanti Poegiono baru di evakuasi pagi ini Senin (3/3/2025),” jelasnya.Sebelumnya, rombongan pendaki Cartenz yang diikuti kedua korban dilaporkan terkena badai. Dua korban dan pendaki lainnya mengalami hipotermia saat berjalan turun.Kedua korban akhinya meninggal dunia di cuaca ekstrem tersebut. PNO-12
04 Mar 2025, 05:11 WIT
Kabid Humas: 2 Orang Pendaki lokal Ditemukan Tewas di Taman Nasional Cartenz
Papuanewsonline.com, Mimika – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., telah membenarkan adanya Insiden 2 (dua) Pendaki lokal yang meninggal dunia dikarenakan hipotermia di Taman nasional Cartenz pada Jumat lalu.Kejadian tragis ini diduga kuat diakibatkan oleh Acute Mountain Sickness (AMS), sebuah kondisi yang seringkali menghantui para pendaki di ketinggian ekstrem.Kabid Humas Polda Papua menjelaskan tentang kronologi awal, yang dimana pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2024 pukul 07.00 s/d 09.50 Wit, para pendaki terbang dari bandara Timika menuju Yelow Valey dengan mengunakan Helikopter Milik PT. Komala Indonesia jenis AS 350 B3 (PK - KIE).“Tepat pada hari Jumat (28/02), para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean, dan Informasi dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang sudah berhasil turun menyampaikan bahwa, semua sudah di summit/Puncak dan ada 2 (dua) orang Indira dan Saroni terkena gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sedangkan tim tamu dan guide berada sebelum tyrollean,” ujarnya.Kombes Beny juga menyampaikan bahwa pendaki Nurhuda tiba di Basecamp sendirian dengan gejala hypothermia, dan langsung meminta bantuan ke tim di base camp karena radio off, dan Guide Yustinus Sondegau naik ke atas untuk membawa bantuan emergency (sleeping bag, fly sheet, air panas,radio).“Dengan cepat, 1 orang guide internasional, Dawa Gyalje Sherpa naik untuk melakukan pertolongan, dan Pendaki Poxy menginformasikan bahwa Dawa telah menghubungi Basecamp, dan sudah bertemu serta sedang menangani salah satu dari ibu-ibu,” tambahnya.Lebih lanjut Kabid Humas menambahkan, pendaki Dawa mencoba membantu 2 (dua) orang ibu-ibu pendaki di Teras Dua yang sedang mengalami AMS.“Naasnya, pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa, 2 (dua) orang ibu-ibu tersebut yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia, dan pendaki Huda naik kembali ke teras dua untuk mencoba membantu pendaki Egi, dan teman-teman di Summit Ridge," jelasnya.Selanjutnya pendaki Huda berkomunikasi, dan mengabarkan bahwa dirinya sudah di Base Camp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke posisi Egi, Indira dan Saroni, sedangkan barang - barang untuk emergency sudah disimpan di bawah summit ridge.“Untuk ke tiga pendaki yang mengalami AMS saat ini sudah dilakukan pergeseran ke Base Camp Yelow Valey, sedangkan untuk 2 Jenazah, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono masih dilakukan upaya evakuasi ke BaseCamp Yelow Valey,” pungkas Kombes Benny.Dan selanjutnya Langkah yang dilakukan oleh PT. Tropic Cartenz Jaya, selaku sponsor resmi telah berkomunikasi dan bekerjasama dengan Kepolisian serta Basarnas Timika untuk melakukan evakuasi korban meninggal dunia menggunakan helikopter Komala dan Intan Angkasa dari Timika menuju Yellow Valey dan kembali Timika pada tanggal 2 Maret 2025. PNO-12
04 Mar 2025, 04:18 WIT
Wakapolda Maluku Apresiasi Pelaksanaan Baksos Anak Stunting Oleh Kodam Pattimura
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Samudi, S.IK., M.Si, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kodam XV/Pattimura atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial terhadap anak dengan tema "bersama kita wujudkan generasi emas Indonesia".Rangkaian kegiatan sosial yang fokus pada peduli gizi anak, cegah stunting, dan wujudkan generasi gemilang ini dilaksanakan di aula Baileo Slamet Riyadi, Korem 151/Binaiya, Rabu (26/2/2025).Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak ini di buka Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.Pangdam Pattimura menegaskan, permasalahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI dan Polri. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk di Indonesia, khususnya di Maluku. Anak-anak yang sehat dan bergizi baik adalah kunci mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan," ujarnya. Sementara itu, Wakapolda Maluku, mengatakan, sebagai bagian dari sinergi nasional, Polda Maluku turut berperan aktif dalam mendukung berbagai program sosial terkait kesehatan masyarakat. Terkait persoalan stunting Wakapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan pihak terkait untuk memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif."Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kodam XV/Pattimura atas pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia," ungkapnya. PNO-12
26 Feb 2025, 19:23 WIT
Polri Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir di Empat Kelurahan Kota Makassar
Papuanewsonline.com, Makassar - Polri bergerak cepat melakukan evakuasi korban banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2025). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan empat kelurahan di Kecamatan Manggala terendam air setinggi dada orang dewasa.Polri menerjukan dua tim Search and Rescue (SAR) Batalyon Pelopor Polda Sulsel melakukan evakuasi korban banjir di Kelurahan Manggala, Kelurahan Katimbang, Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Mangasa."Sabrimobda Polda Sulawesi Selatan bergerak membantu proses evakuasi korban bajir yang merendam sebanyak 200 rumah dan 1.070 jiwa dengan 290 KK yang terjebak banjir," kata Kapolrestabes Makassar dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2).Kombespol Arya mengatakan, personel Polri bersama stakeholder terkait sejak Selasa malam hingga Rabu hari ini, terus melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya. Alhasil sebanyak 50 orang yang terdampak terdiri dari tujuh lansia, 29 orang dewasa dan 14 anak-anak berhasil dievakuasi ke tempat lokasi pengungsian.Arya mengintruksikan agar proses evakuasi dan penanganan banjir di Kota Makassar semaksimal mungkin. Arya berterimakasih atas upaya dan sinergi stakeholder terkait, segenap personel Polri dalam menyelamatkan korban yang terjebak banjir ke lokasi pengungsian."Bantu korban banjir semaksimal mungkin, dirikan mobil dapur lapangan di lokasi pengungsian agar pasokan pangan ke korban bencana tercukupi. Tentunya saya mengapresiasi kepada seluruh personel yang membantu proses evakuasi," ujarnya. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana Bersama pejabat Utama Polrestabes meninjau tempat lokasi banjir di Kecamatan Manggala. Dengan menggunakan perahu karet menyusuri wilayah banjir yang mencapai 2 meter. Perwira melati tiga itu beserta rombongan menyapa warga korban banjir yang mengungsi di Masjid Al-Muttaqin. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, Kapolrestabes memberika beberapa paket sembako. PNO-12
13 Feb 2025, 19:05 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Tes Kesamaptaan Jasmani Seleksi PKN dan PTIK
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si meninjau langsung pelaksanaan tes kesemaptaan jasmani, seleksi PKN Tk II dan PTIK angkatan 83 tahun 2025.Tes kesemaptaan jasmani dilaksanakan Biro Sumberdaya Manusia selaku panitia daerah Polda Maluku di lapangan Letkol Pol (Purn) Chr. Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Jumat (7/2/2025).Turut hadir mendampingi Kapolda yakni Karo SDM Kombes Pol. Jemi Junaidi S.IK, selaku ketua panitia, Kabid Dokes, dan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku."Hari ini bapak Kapolda langsung meninjau pelaksanaan tes kesemaptaan jasmani seleksi PKN dan PTIK tahun 2025 di lapangan Tahapary," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Areis Aminnulla S.IK., M.H.Peserta seleksi PKN yang mengikuti tes kesamaptaan jasmani sebanyak 1 orang berpangkat AKBP. Sementara seleksi PTIK diikuti 11 orang berpangkat IPTU."Tes kesamaptaan jasmani yang diikuti para peserta hari ini meliputi lari mengelilingi lapangan selama 12 menit, Pul Up, Sit Up, Pus Up dan Shutlerun," ungkapnya. PNO-12
10 Feb 2025, 18:59 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru