logo-website
Minggu, 10 Mei 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Kelangkaan Beras Bulog Jadi Pemicu Kenaikan Harga Beras di Kabupaten Mimika Papuanewsonline.com, Timika, – Harga beras di Kabupaten Mimika mulai naik hingga mencapai  Rp 18.000 Per kilogram.Sumyati Salah satu warga saat ditemui di pasar sentral mengatakan kaget karena harga beras tiba-tiba naik." Beras yang harga Per kilogram 15 Ribu, sudah naik hingga 18 Ribu, dulu kita biasa beli beras Bulog dengan harga terjangkau 13 Ribu, namun sekarang sudah tidak ada sekitar 5 bulan ini," ujar Sumyati di Pasar Sentral Timika, Selasa (17/6/2025).Terpisah, Ayudin salah satu pedagang beras di jalan Hasan Udin membenarkan bahwa harga beras melonjak akibat tidak ada pasokan beras Bulog." Tidak ada pasokan beras Bulog menjadi pemicu atau  penyebab utama kenaikan harga beras premium di Kabupaten Mimika," ucap Ayudin.Ayudin mengatakan tanpah disadari,  kenaikan harga beras premium sudah terjadi cukup lama." Sebelum lebaran Idul Adha sudah lama naik harga beras premium, hal ini terjadi, karena sudah lama tidak ada pasokan beras Bulog di pasar," Ungkapnya.Meskipun harga gabah di tingkat petani juga mengalami kenaikan,  namun Ayudin menekankan bahwa keterbatasan pasokan beras Bulog yang seharusnya menjadi penyangga harga,  justru memperparah situasi di Kabupaten Mimika. "Harga gabah memang naik, tapi masalah utamanya adalah beras Bulog yang susah masyarakat dapat," ujar Ayudin.  Ia menjelaskan bahwa para pedagang beras, termasuk dirinya,  terus menunggu informasi resmi mengenai ketersediaan dan distribusi beras Bulog dari kantor cabang setempat, Namun, informasi yang diperoleh masih sangat terbatas karena kantor cabang Bulog pun mengaku masih menunggu arahan dari pusat.  " Ketidakpastian ini membuat kami  pedagang kesulitan dalam merencanakan stok dan berdampak pada harga jual beras di pasar, dan sekarang harga beras  sampai Rp18.000," UjarnyaKata Dia, Lambatnya distribusi dan minimnya informasi mengenai ketersediaan beras Bulog telah menciptakan ketidakstabilan harga beras di Mimika.  " Kondisi ini sangat merugikan konsumen, khususnya mereka yang berpenghasilan rendah dan mengandalkan beras Bulog sebagai sumber karbohidrat utama dengan harga yang terjangkau," Sesalnya." pembeli pasti mereka cari yang paling murah, apalagi kan pelanggan itu nanya terus yang murah begitu, tapi tidak ada " keluh nyaAyudin menerangkan, Masyarakat sangat tergantung akan  beras Bulog dimana beras Bulog sebagai komoditas penstabil harga, namun kini beras Bulog susah untuk diperoleh.(Jidan)  17 Jun 2025, 20:12 WIT
BPS: Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Mimika Naik 5,37% Papuanewsonline.com, Timika,– Kabupaten Mimika menghadapi tantangan yang sangat  serius dalam menghadapi kemiskinan ekstrim.Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika, Ouceu Satyadipura  menyebutkan angka  kemiskinan ekstrem di Kabupaten Mimika meningkat hingga mencapai 5,37% dari total penduduk 318.679 jiwa." Kalau angka kemiskinan secara umum juga meningkat  14,18%," ujar Kepala BPS Mimika, Ouceu Satyadipura di Timika, Selasa (17/6/2025).Satyadipura menjelaskan bahwa data ini berdasarkan hasil survei dan observasi secara langsung di lapangan."Dari jumlah penduduk di Kabupaten Mimika,  tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 5,37 persen dan kemiskinan secara keseluruhan mencapai 14,18 persen, angka ini merupakan ancaman serius bagi kita" ungkap Ouceu Satyadipura.  Kata Dia, Angka ini menunjukkan  jumlah penduduk yang signifikan namun hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Kata  Satyadipura bahwa tingginya angka kemiskinan di Mimika bukan hanya disebabkan oleh inflasi, tetapi juga faktor-faktor lain yang saling berkaitan.  Kesehatan, angka kematian ibu dan anak, stunting, pengangguran, dan aspek sosial ekonomi lainnya dimana angka-angka itu turut berkontribusi terhadap garis kemiskinan ekstrim di Kabupaten Mimika."Satu indikator bisa memicu kenaikan indikator lainnya. Misalnya, meningkatnya stunting bisa berdampak pada pendidikan dan produktivitas, lalu mempengaruhi pengeluaran rumah tangga," jelasnya.  Ditambahkan, BPS membedakan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.  " Kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan makanan minimal 2.100 kilokalori (kkal) per hari, serta kebutuhan non-makanan.  Sedangkan kemiskinan ekstrem menggambarkan kondisi di mana seseorang tak mampu memenuhi kebutuhan dasar sama sekali dan ini data riil," Ucapnya. Menurut Kepala BPS, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, Namun upaya ini menghadapi tantangan, salah satunya adalah inflasi yang terus melonjak tajam." Kenaikan harga kebutuhan pokok, dan  kelangkaan dan mahalnya harga daging babi juga  berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat miskin," Sorotnya.Satyadipura mengatakan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Mimika  terhambat juga karena inflasi bulanan yang terus naik, termasuk harga bahan pokok seperti daging babi yang kini sulit ditemukan. Satyadipura menekankan pentingnya upaya dan strategi serta program-program nyata yang komprehensif untuk mengatasi masalah kemiskinan di Mimika. " Untuk mengatasi kemiskinan ekstrim  ini, membutuhkan kerjasama antara pemerintah daerah,  lembaga terkait,  dan masyarakat untuk merumuskan strategi yang tepat sasaran dan efektif," Pungkasnya. ( Jidan ) 17 Jun 2025, 18:18 WIT
Ada PT FI dan APBD 6 T, BPS: Kemiskinan di Kabupaten Mimika Melonjak Papuanewsonline. Com, Timika –Kabupaten Mimika dengan Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) terbesar 6,5 Triliun dan ada juga Tambang emas terbesar  Dunia PT Freeport Indonesia, namun kehadiran PT Freeport Indonesia dan APBD Kabupaten Mimika 6,5 Triliun belum bisa menekan angka kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Mimika.Badan Pusat Statistik (BPS) Timika melalui release resmi yang diterima Media Papuanewsonline.com, Selasa (17/6/2025), menyebutkan  bahwa penduduk asli OAP di kabupaten Mimika tergolong miskin.Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika merilis  angka kemiskinan dalam lima tahun terakhir yakni di Tahun 2024 melonjak 14,18%.BPS  merilis persentase penduduk miskin mengalami perubahan dinamis, dimana Pada Tahun 2020, angka kemiskinan mencapai 14,54%,  Angka ini kemudian menurun menjadi di Tahun 2021 yakni 14,28%, kemudian pada Tahun 2022, mengalami penurunan menjadi 13,55%, namun di tahun 2023, dan Tahun 2024, angka kemiskinan melonjak 14,18%. Dengan angka kemiskinan Tahun 2024 14,18% ini ketika dikalkulasi sekitar 32.090 jiwa, dimana  menunjukkan jumlah penduduk miskin yang cukup besar. Hal ini menandakan perlunya evaluasi mendalam terhadap efektivitas program-program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Mimika.   Pemerintah Kabupaten Mimika perlu melakukan analisis lebih lanjut terhadap data ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab fluktuasi angka kemiskinan dan merumuskan strategi yang lebih efektif dan terarah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan.  Menurut BPS, harus ada transparansi data dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Mimika. ( Jidan ) 17 Jun 2025, 17:30 WIT
Pekerjaan Peningkatan Jalan SP2-SP5 Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Papuanewsonline.com, Timika- Proyek pembangunan peningkatan jalan hotmix jalur SP2 ke SP5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, diduga kuat tidak sesusi spesifikasi.Walaupun baru dikerjakan namun tampak bergelombang bila dilewati dengan kendaraan, selain itu tampak terlihat ada juga beberapa ruas jalan yang mulai retak.Robert Salah satu warga Iwaka sebagai pengguna jalan tersebut mengatakan bahwa kondisi jalan baru dibangun, namun ketika hujan deras, jalan tersebut ada beberapa ruas yang tergenang air." Jalan ini baru dibangun, tapi liat sendiri ada retak-retak, ujung-ujung sisih bahu jalan juga kelihatan kalau aspal tipis, ujar Robert di SP2 Timika, Senin (16/6/2025).Robert berharap, agar Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika memerintahkan perusahan yang menangani proyek tersebut agar secepatnya memperbaiki kekurangan pada ruas jalan tersebut." Belum tahu pekerjaan ini anggaran dari mana, siapa yang kerja, tapi Bapa dorang bisa liat sendiri, ini baru dikerjakan tapi begini kondisinya," Kesalnya.Terpisah hasil identifikasi Media ini, perusahan pelaksana dalam paket pekerjaan ratusan miliar ini, adalah PT. Yala Persada Angkasa beralamat di Jalan Sultan Hasanudin, Nomor 12 Blok M2 Kebayoran Raya, Jakarta Selatan.Perusahan pelaksana pada pekerjaan ini diduga menggunakan mutu aspal yang buruk, dan tidak sesuai standar, sehingga aspal mudah rusak.Diketahui, Aspal yang tidak sesuai standar, berpengaruh pada  kandungan aspal yang kurang  agregat dalam hal menyatuh dengan material lain dalam produksi.Sedangkan beberapa ruas jalan yang tampak retak bisa juga disebabkan karena Suhu campuran dan penghamparan tidak sesuai, karena suhu campuran aspal yang terlalu rendah saat dicampur atau dihampar dapat menyebabkan ikatan antar agregat tidak sempurna, sehingga jalan menjadi tidak kuat dan mudah retak.Pemadatan pada peningkatan ruas jalan ini diduga terburu-buru, dan kondisi tanah dasar belum stabil, serta Pemadatan yang kurang padat, sehingga berpotensi menyebabkan jalan cepat rusak.(Red) 17 Jun 2025, 00:55 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT