logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Dominasi Papua dalam Peta Upah Nasional, Tiga Provinsi Masuk Lima Besar UMP Tertinggi 2026 Papuanewsonline.com, Papua Tengah – Tiga provinsi di wilayah Papua berhasil menembus lima besar daerah dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi di Indonesia tahun 2026. Papua Selatan, Papua, dan Papua Tengah menempati peringkat dua hingga empat nasional, dan hanya kalah dari DKI Jakarta yang kembali menjadi provinsi dengan UMP tertinggi di Tanah Air.DKI Jakarta berada di posisi puncak dengan UMP 2026 sebesar Rp5.729.876 per bulan. Angka tersebut mengalami kenaikan 6,17 persen atau setara Rp333.115 dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan peran Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi nasional.Di bawah Jakarta, Papua Selatan menempati peringkat kedua dengan UMP sebesar Rp4.508.850. Nilai ini naik 5,19 persen atau Rp222.221 dari UMP 2025 yang sebelumnya berada di angka Rp4.285.850, menandakan adanya penyesuaian upah di provinsi tersebut.Posisi ketiga ditempati oleh Provinsi Papua dengan UMP 2026 sebesar Rp4.436.283. Angka ini meningkat 3,51 persen atau Rp150.433 dibandingkan tahun lalu, memperkuat posisi Papua sebagai salah satu daerah dengan standar upah tertinggi secara nasional.Sementara itu, Papua Tengah berada di urutan keempat dengan UMP 2026 sebesar Rp4.285.848. Berbeda dengan dua provinsi Papua lainnya, nilai ini tidak mengalami kenaikan sama sekali dan masih sama dengan UMP tahun 2025, meskipun sebelumnya ketiga provinsi tersebut memiliki angka UMP yang setara.Tingginya UMP di wilayah Papua tidak dapat dilepaskan dari realitas biaya hidup yang juga tergolong mahal. Keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik membuat harga kebutuhan pokok di Papua jauh lebih tinggi dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia.Berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL), rata-rata biaya hidup di Papua bahkan mencapai sekitar Rp5,3 juta per bulan. Angka ini berada di atas UMP yang ditetapkan di ketiga provinsi Papua, sehingga masih menyisakan tantangan bagi kesejahteraan pekerja.Secara nasional, penetapan UMP 2026 menunjukkan tren kenaikan di hampir seluruh provinsi, dengan variasi persentase penyesuaian sesuai kondisi ekonomi masing-masing daerah. Papua Barat dan Papua Barat Daya juga tercatat memiliki UMP yang relatif tinggi dibandingkan banyak provinsi lain di luar Papua.Dengan tiga provinsi masuk lima besar UMP tertinggi, Papua kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah dengan standar upah tinggi. Namun, tantangan struktural berupa tingginya biaya hidup dan ketimpangan pembangunan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi agar kenaikan upah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Penulis: JidEditor: GF   27 Des 2025, 15:31 WIT
Pemerintah Tetapkan Ump Papua Tengah 2026 Tetap Sama Dengan Tahun Lalu, Rp4.285.848 Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026 tidak mengalami perubahan dan tetap berada pada angka Rp4.285.848. Nilai tersebut sama dengan besaran UMP tahun 2025 dan berlaku di seluruh wilayah Papua Tengah.Penetapan UMP 2026 dilakukan berdasarkan regulasi terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang mengatur mekanisme penetapan upah minimum provinsi dan sektoral. Keputusan ini diambil untuk memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha sekaligus menjaga perlindungan hak pekerja di daerah.Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Tengah, Frets James Boray, menyampaikan bahwa penetapan UMP yang tidak berubah diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi pengusaha dan pekerja di seluruh provinsi. “Kita harap penetapan ini dapat memberikan kejelasan bagi pengusaha dan pekerja di seluruh provinsi,” ujarnya.Frets menjelaskan bahwa dasar penetapan tersebut mengacu pada Surat Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI Nomor 4/2344/HI.10.01/2/2025 yang memuat data kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan nasional dan daerah.Berdasarkan surat tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan UMP 2026 atas nama Gubernur melalui Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/334 Tahun 2025. Keputusan ini bersifat mengikat dan wajib dilaksanakan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah provinsi.Ia juga menegaskan bahwa para pengusaha diwajibkan mematuhi ketentuan UMP yang telah ditetapkan. Perusahaan dilarang membayar upah di bawah nilai UMP, dan pengajuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tidak boleh lebih rendah dari UMP provinsi.“Kepatuhan terhadap UMP adalah kewajiban untuk melindungi hak pekerja,” tambah Frets, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkeadilan.Disnakertrans ESDM Papua Tengah memastikan akan melakukan pengawasan terhadap penerapan UMP di lapangan. Perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan akan dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan, mulai dari teguran administratif hingga pencabutan izin usaha.Pemerintah berharap penetapan UMP 2026 ini dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah, memberikan kepastian bagi dunia usaha, serta menjamin kesejahteraan pekerja sesuai dengan kondisi ekonomi Papua Tengah saat ini.Penulis: JidEditor: GF   27 Des 2025, 15:28 WIT
Usai Perayaan Natal, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sentral Timika Masih Bertahan Tinggi Papuanewsonline.com, Mimika – Pasca perayaan Hari Raya Natal, harga sejumlah bahan pangan pokok di Pasar Sentral Timika, Papua Tengah, masih terpantau tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi ini mulai dirasakan sejak 24 Desember 2025 dan terus berlanjut hingga akhir pekan.Kenaikan harga tersebut dikeluhkan oleh pembeli karena berdampak langsung pada pengeluaran harian rumah tangga. “Kami harap harga bisa kembali normal segera, karena ini mempengaruhi belanja sehari-hari,” ujar Bayu, salah satu pembeli yang berbelanja di pasar, Sabtu (27/12/2025).Dari sisi pedagang, Irma menjelaskan bahwa lonjakan harga terjadi pada sejumlah kebutuhan dapur utama seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan jeruk. Harga bawang merah naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, bawang putih dari Rp50 ribu menjadi Rp65 ribu per kilogram, sementara cabai lokal kini dijual Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp80 ribu.Selain itu, jeruk juga mengalami kenaikan signifikan dan kini dijual Rp80 ribu per kilogram, padahal pada hari biasa harga jeruk berkisar Rp5.000 per buah.Sementara itu, penjual telur dan daging ayam di kawasan Jalan Hasanuddin menyebutkan bahwa harga daging ayam turut mengalami kenaikan dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang dan pasca Natal, di tengah stok dari distributor yang menipis.Harga daging sapi juga tercatat naik dari Rp135 ribu menjadi Rp145 ribu per kilogram. Meski demikian, sebagian pedagang menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar jika dibandingkan dengan lonjakan pada periode tertentu sebelumnya.Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, beberapa bahan pangan lainnya seperti bawang bombai, kentang, wortel, dan tomat lokal masih dijual dengan harga relatif stabil. Stabilnya harga tersebut ditopang oleh pasokan yang masih lancar dari luar daerah.Meskipun sebagian pembeli menilai harga saat ini masih lebih baik dibandingkan saat terjadi kelangkaan, baik pedagang maupun konsumen berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. “Kita membutuhkan kestabilan harga agar belanja masyarakat tidak terbebani terlalu berat pasca perayaan,” pungkasnya, seraya mengharapkan dukungan dari pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Penulis: Jid Editor: GF 27 Des 2025, 15:24 WIT
Tunjukkan Kepedulian, Polri Dukung Pemulihan Korban Banjir Papuanewsonline.com, Padang - Polri terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Hal tersebut tercermin dari kehadiran personel Polsek Kuranji dalam kegiatan bertajuk “Marandang, Pariwisata Pulih Bersama” yang digelar pada Selasa, 23 Desember 2025, di Lapangan Balaikota Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan By Pass, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial bagi para korban bencana banjir di Kota Padang, yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Pariwisata Kota Padang dan para pengusaha rendang setempat. Dalam kegiatan ini, proses memasak rendang dilakukan langsung di lokasi sebagai simbol kebersamaan dan semangat gotong royong dalam masa pemulihan pascabencana.Sebanyak 1.500 paket rendang yang telah dimasak kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir sebagai bentuk dukungan moril dan bantuan kebutuhan pangan. Kehadiran personel Polri dalam kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, dan lancar.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa Polri senantiasa mendukung kegiatan kemanusiaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat."Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga aktif mendukung upaya pemulihan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan seperti ini mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujarnya. PNO-12 24 Des 2025, 21:18 WIT
Beban Kerja di Kebun Sawit Mimika: Edoardus Angkat Suara Soal Upah dan Kekhawatiran Lingkungan Papuanewsonline.com, Timika — Pekerja di perkebunan kelapa sawit disebut menghadapi berbagai tantangan saat menjalankan tugas harian di lapangan. Hal ini disampaikan Edoardus Rahawadan, Ketua Komunitas Pemuda Kei (KPK) di Timika, yang membagikan pengalaman serta persoalan yang kerap ditemui pekerja kebun dalam diskusi yang diadakan baru-baru ini.Menurut Edoardus, pekerja ditugaskan untuk membersihkan dan merawat pohon kelapa sawit, dengan pembayaran berdasarkan jumlah pohon yang diproses. Skema tersebut membuat pekerja harus mengejar capaian tertentu setiap hari, sementara beban kerja yang menuntut fisik sering kali membuat target sulit dipenuhi.“Gagal memenuhi target mengakibatkan bayaran yang lebih rendah, yang merupakan masalah umum mengingat pekerjaan yang melelahkan dalam membersihkan dan merawat pohon,” kata Edoardus dalam diskusi tersebut.Ia menilai situasi itu menjadi lebih berat ketika pendapatan pekerja bergantung pada capaian, sementara kondisi kerja di lapangan menuntut stamina dan ketahanan fisik. Dalam praktiknya, pekerja harus menyelesaikan pekerjaan pembersihan dan perawatan yang intens, sehingga fluktuasi bayaran menjadi keluhan yang kerap muncul.Edoardus juga menyatakan ketidakpuasan atas janji perusahaan mengenai upah dan stabilitas pekerjaan yang tidak terpen, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja. Ia menyebut harapan pekerja sederhana: kejelasan dan kepastian terhadap apa yang sudah disampaikan perusahaan.“Kami berharap perusahaan dapat memenuhi janji-janjinya dan memberikan kompensasi yang adil untuk pekerjaan yang menuntut ini,” tambah Edoardus.Kondisi tersebut memicu protes dari Edoardus Rahawadan, Ketua Pemuda di Timika, yang juga memprotes PT Belavita yang sebelumnya bernama PT PAL di Kabupaten Mimika. Protes itu dikaitkan dengan kekhawatiran masyarakat dan organisasi pemuda setempat mengenai dampak lingkungan dan ketenagakerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.Dalam keterangannya, Edoardus turut menyinggung komitmen perusahaan yang menyatakan akan memprioritaskan penerimaan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP). Namun, ia menegaskan masih ada kekhawatiran terkait implementasi janji tersebut di lapangan, sehingga isu ini terus menjadi perhatian masyarakat setempat. Penulis: HendrikEditor: GF   21 Des 2025, 18:58 WIT
Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Aceh Tamiang, Polri Siap Membangun 300 Titik Sumur Bor Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Polri berencana membangun sebanyak 300 titik sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat. Program ini akan menjangkau 216 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan sasaran utama masjid dan musholla, puskesmas, sekolah, lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya.Hingga Jumat, 19 Desember 2025, progres pembangunan sumur bor telah mencapai 23 titik yang sudah operasional. Rinciannya meliputi pembangunan sumur bor baru di Polres Aceh Tamiang, 14 titik di masjid dan musholla, 1 titik di Posko Terminal Kuala Simpang, 1 titik di pesantren, 1 titik di sekolah, 1 titik di lokasi pengungsian, serta 2 titik di perumahan warga. Selain itu, Polri juga merehabilitasi 2 titik sumur bor milik warga agar kembali dapat dimanfaatkan.Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa program pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pascabencana.“Pembangunan sumur bor ini adalah bentuk komitmen Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan longsor. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bersama,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar seluruh target pembangunan 300 titik sumur bor dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran.Program ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh Tamiang pasca musibah banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam penanggulangan dampak bencana. PNO-12 20 Des 2025, 18:23 WIT
Baznas Mimika Perkuat UPZ dan Resmikan Aplikasi Menara Masjid untuk Tata Kelola Zakat Papuanewsonline.com, Mimika - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dirangkaikan dengan Launching Aplikasi Menara Masjid pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Tata Kelola Zakat yang Amanah, Transparan, dan Profesional.”Ketua Baznas Kabupaten Mimika, Juma Aziz, menegaskan peran UPZ sebagai ujung tombak Baznas dalam menghimpun serta mengelola zakat, infak, dan sedekah di tingkat masjid. Ia menilai potensi zakat di Kabupaten Mimika sangat besar, lalu potensi itu hanya bisa dikelola secara optimal saat UPZ bekerja aktif dan profesional.“UPZ adalah ujung tombak Baznas. Tanpa UPZ yang aktif dan profesional, potensi zakat yang besar di Kabupaten Mimika tidak akan terkelola dengan baik,” ujar Juma Aziz.Juma Aziz juga menekankan prinsip kerja 3A yang harus dipegang seluruh UPZ, yaitu aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan aman dalam bingkai NKRI. Ia mengarahkan setiap dana yang masyarakat titipkan agar dipakai tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong peningkatan kesejahteraan umat.Pada kesempatan yang sama, Baznas Mimika melaunching Aplikasi Menara Masjid yang akan dipakai oleh seluruh UPZ di masjid-masjid. Aplikasi ini terintegrasi dengan SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Baznas), sehingga proses perencanaan, pengumpulan, dan penyaluran zakat tercatat secara digital dan berbasis data.“Aplikasi ini memudahkan transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat dapat melihat pengelolaan dana secara terbuka, sementara Baznas dapat memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” jelasnya.Baznas Mimika juga mengarahkan pola penyaluran agar tidak berhenti di bantuan konsumtif. Juma Aziz menyampaikan Baznas lebih mengedepankan program produktif, dengan sekitar 70 persen dana diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, agar mustahik dapat berkembang dan mandiri.Melalui penguatan UPZ dan penerapan Aplikasi Menara Masjid, Baznas Kabupaten Mimika menargetkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan semakin profesional, terintegrasi, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 20 Des 2025, 17:23 WIT
Untuk Kelancaran Pembangunan: Pangdam XIII/Merdeka dan Pangkoops HABEMA Sinergi di Timika Papuanewsonline.com, Timika — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, melaksanakan kunjungan kerja ke Papua dan menggelar audiensi bersama Panglima Komando Operasi (Pangkoops) HABEMA, Mayjen TNI Lucky Avianto, di Timika, Kamis (18/12/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda strategis TNI dalam memperkuat koordinasi pengamanan wilayah Papua.Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Operasi (Asops) Kasdam XIII/Merdeka, Kolonel Inf Elvino Yudha Kurniawan. Kehadiran para pimpinan ini mencerminkan keseriusan TNI dalam membangun komunikasi langsung lintas satuan guna menyikapi dinamika keamanan yang berkembang di wilayah Papua.Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dialog tatap muka dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi untuk mempererat hubungan kerja sekaligus memperkuat solidaritas antarjajaran pimpinan TNI dalam menjalankan tugas negara.Dalam audiensi tersebut, kedua pimpinan membahas berbagai isu strategis terkait stabilitas keamanan dan situasi terkini di Papua. Penyamaan persepsi menjadi fokus utama guna memastikan setiap langkah operasional berjalan searah dan saling mendukung.Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan komitmen Kodam XIII/Merdeka dalam mendukung penuh pelaksanaan tugas Koops HABEMA. Dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga keamanan, menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, serta mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat dan daerah.Ia juga menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi kelancaran pembangunan dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial tersendiri.Sementara itu, Pangkoops HABEMA Mayjen TNI Lucky Avianto menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pangdam XIII/Merdeka beserta jajaran. Menurutnya, sinergitas, komunikasi yang intensif, serta koordinasi berkelanjutan antar satuan TNI menjadi kunci utama dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat soliditas TNI dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah Papua, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya stabilitas, rasa aman masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan di daerah tersebut.Penulis: JidEditor: GF 18 Des 2025, 23:52 WIT
Komitmen Bantu Masyarakat, Brimob Polda Aceh Bangun MCK Umum di Kuala Simpang Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Personel Satuan Tugas (Satgas) Aman Nusa II Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pada Rabu (17/12/2025), Satgas Aman Nusa II Aceh Tamiang melaksanakan pembangunan dan penyaluran fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum di bawah Jembatan Kuala Simpang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB hingga selesai tersebut melibatkan 5 personel Satbrimob Polda Aceh dan 20 personel PAS Brimob 1. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh IPDA Heri Yulizar, S.H., selaku perwira pengendali di lapangan.IPDA Heri Yulizar menyampaikan bahwa pembangunan MCK umum ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan sanitasi yang layak.“Pembangunan MCK umum ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian Brimob terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membantu meningkatkan kualitas hidup warga di sekitar Kuala Simpang,” ujar IPDA Heri Yulizar.Ia menambahkan, kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan dan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, serta kondusif. Kehadiran personel Brimob disambut positif oleh masyarakat setempat, yang merasakan langsung manfaat dari pembangunan fasilitas MCK umum tersebut.Melalui kegiatan ini, Satgas Aman Nusa II Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melayani, dan mengabdi kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Polri yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan. PNO-12 18 Des 2025, 20:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT