logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Budaya Homepage
Raih Juara I MTQ Provinsi, Briptu Muhammad Ridha Siap Wakili Maluku ke Tingkat Nasional Papuanewsonline.com, Ambon - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Polda Maluku. Di tengah tugasnya sebagai anggota Polri, Briptu Muhammad Ridha Man Arfa, Bamin Urmintu Subbagrenmin Itwasda Polda Maluku, berhasil meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 pada Cabang Seni Kaligrafi Golongan Hiasan Mushaf Putra.Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polda Maluku, tetapi juga menjadi representasi peran Polri sebagai institusi yang mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki kemampuan di berbagai bidang, termasuk seni dan keagamaan.Briptu Ridha tampil mewakili Kontingen Kota Ambon dalam ajang MTQ Tingkat Provinsi Maluku yang mempertemukan para peserta terbaik dari kabupaten dan kota se-Maluku. Kompetisi berlangsung ketat dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah yang menampilkan kemampuan terbaik dalam seni kaligrafi Al-Qur'an.Pada cabang yang diikuti Briptu Ridha, babak penyisihan dilaksanakan pada 24 Juni 2026 dan diikuti oleh sembilan peserta dari sebelas kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Dari tahapan tersebut, hanya tiga peserta terbaik yang berhasil melaju ke babak final yang digelar pada 26 Juni 2026.Dalam babak final, para peserta diberikan waktu selama delapan jam, termasuk waktu istirahat, untuk menyelesaikan karya kaligrafi hiasan mushaf. Perlombaan dimulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIT dengan penilaian yang menitikberatkan pada aspek estetika, ketepatan kaidah kaligrafi, kreativitas, dan kualitas artistik karya.Melalui hasil penilaian dewan hakim, Briptu Muhammad Ridha Man Arfa berhasil meraih nilai tertinggi dan ditetapkan sebagai Terbaik I Cabang Seni Kaligrafi Golongan Hiasan Mushaf Putra Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.Atas prestasi tersebut, Briptu Ridha akan mewakili Provinsi Maluku pada ajang MTQ Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas capaian yang diraih personel Polda Maluku tersebut."Prestasi yang diraih Briptu Muhammad Ridha merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Polda Maluku. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga mampu berprestasi di bidang keagamaan dan seni budaya. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri berjalan secara seimbang, baik dalam aspek profesionalitas maupun penguatan karakter dan spiritualitas," ujar Kabid Humas.Menurutnya, keberhasilan Briptu Ridha juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dan seluruh personel Polri untuk terus mengembangkan potensi diri serta berkontribusi positif bagi daerah dan bangsa."Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi personel lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama institusi melalui berbagai bidang. Polda Maluku akan terus memberikan dukungan kepada Briptu Ridha dalam mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional sehingga dapat membawa nama baik Maluku di tingkat nasional," tambahnya.Sementara itu, Briptu Muhammad Ridha Man Arfa mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraihnya dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga perlombaan."Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas amanah dan prestasi ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk pribadi saya, tetapi juga untuk keluarga, Polda Maluku, Kota Ambon, dan seluruh masyarakat Maluku. Persaingan dalam MTQ tingkat provinsi sangat ketat karena seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari daerah masing-masing," ungkap Ridha.Ia mengatakan akan memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi MTQ Nasional di Semarang."Insya Allah saya akan terus berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mewakili Provinsi Maluku di tingkat nasional. Saya berharap dapat memberikan hasil terbaik dan membawa nama Maluku semakin dikenal melalui prestasi di bidang seni kaligrafi Al-Qur'an," katanya.Prestasi Briptu Muhammad Ridha menjadi bukti bahwa anggota Polri mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk pengembangan seni dan syiar Islam. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen Polri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing untuk Indonesia yang lebih maju. PNO-12 01 Jul 2026, 18:52 WIT
Rekomendasi Destinasi Wisata di Timika, Cocok untuk Liburan Panjang Papuanewsonline.com, Mimika – Menjelang masa liburan panjang, warga Timika dan sekitarnya kini memiliki beragam pilihan tempat rekreasi yang keindahannya tak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Sebagai ibu kota Kabupaten Mimika, Timika memang dikenal sebagai kawasan industri dan jasa dengan kehadiran PT Freeport Indonesia, namun di balik itu tersimpan sejumlah daya tarik wisata alam, sejarah, budaya, hingga edukasi yang sayang untuk dilewatkan. Bagi pencinta sejarah, Pantai Keakwa menjadi destinasi wajib. Situs ini menyimpan jejak Perang Dunia II dengan peninggalan seperti tank, pesawat tempur, meriam, dan mortar bekas tentara Amerika dan Jepang yang masih terawat baik. Selain nilai sejarahnya, pantai ini juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah. Sementara itu, Pantai Ipaya yang merupakan gabungan kawasan Ipiri, Paripi, dan Yaraya menawarkan hamparan pasir putih luas, serta kesempatan berkeliling laut atau memancing menggunakan perahu sewaan. Untuk rekreasi keluarga, tersedia sejumlah tempat seperti Waterboom SP 3 Park, Hokky Swimming Pool, dan Pemandian Pelangi Kilo 8 yang dilengkapi wahana air, fasilitas istirahat, serta tempat makan. Pilihan lain adalah Kali Kyura, yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari kota, cocok untuk bersantai di tengah suasana alami. Tak kalah istimewa, Taman Nasional Lorentz yang diakui UNESCO sebagai warisan dunia menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan kekayaan flora, fauna, dan budaya yang masih alami. Bagi yang ingin menikmati pemandangan, Pantai Kampus Biru menawarkan air laut berwarna kebiruan dan ombak tenang, sangat pas untuk menyaksikan matahari terbenam. Sementara itu, kawasan Tambang Grasberg dan Kuala Kencana juga menjadi daya tarik tersendiri. Perlu diketahui, kedua lokasi ini dikelola secara ketat oleh PT Freeport Indonesia, sehingga kunjungan hanya dapat dilakukan dengan izin resmi dan pemeriksaan keamanan yang berlaku. Dengan beragam pilihan ini, liburan panjang di Timika tidak perlu pergi jauh. Setiap tempat memiliki keunikan tersendiri, mulai dari pesona alam, nilai sejarah, hingga pemandangan yang menenangkan. Pastikan untuk mematuhi aturan dan persyaratan kunjungan di setiap lokasi agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Penulis: Jid Editor: GF 28 Jun 2026, 16:27 WIT
Momen Hut Bhayangkara ke-80: Kapolda Maluku Perkenalkan Art Policing, Seni dan Musik Papuanewsonline.com, Ambon – Di tengah berbagai tantangan keamanan dan dinamika sosial yang terus berkembang, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., memperkenalkan konsep Art Policing atau pemolisian berbasis seni dan budaya sebagai pendekatan strategis dalam membangun perdamaian, memperkuat persatuan, dan mendorong kemajuan daerah.Gagasan tersebut disampaikan Kapolda Maluku saat membuka Lomba Vocal Group Antar Satuan Kerja (Satker) Polda Maluku dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Sagu, Gedung Plaza Presisi Polda Maluku, Kamis (25/6/2026).Menurut Kapolda, paradigma keamanan modern tidak lagi dapat bertumpu semata pada penegakan hukum dan pendekatan represif. Di tengah masyarakat yang semakin dinamis, keamanan harus dibangun melalui pendekatan yang lebih humanis, partisipatif, dan menyentuh aspek sosial budaya masyarakat.Dalam konteks tersebut, seni dan musik dinilai memiliki kekuatan besar sebagai instrumen sosial yang mampu mempererat hubungan antarmanusia, membangun dialog, mengurangi potensi konflik, serta memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman.“Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum. Seni dan budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai perbedaan, membangun dialog, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Karena itu, pendekatan budaya harus menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan masyarakat,” kata Kapolda.Ia menjelaskan, konsep Art Policing merupakan pendekatan yang memanfaatkan seni, budaya, dan kreativitas sebagai sarana membangun kesadaran sosial, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan diterapkan di Maluku yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi musikal yang kuat serta dikenal luas sebagai City of Music.“Musik telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku. Ini bukan hanya kekayaan budaya, tetapi juga modal sosial yang sangat besar untuk membangun karakter masyarakat yang damai, toleran, dan produktif,” ujarnya.Kapolda menilai bahwa kekuatan budaya yang dimiliki Maluku dapat menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Melalui seni dan musik, pesan-pesan moral, semangat persatuan, serta nilai toleransi dapat disampaikan secara lebih efektif dan mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber daya alam atau infrastruktur, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas hubungan sosial, tingkat kepercayaan masyarakat, dan kemampuan menjaga stabilitas keamanan.“Tidak akan ada investasi tanpa keamanan. Tidak akan ada pembangunan tanpa stabilitas. Dan tidak akan ada kemajuan tanpa persatuan. Karena itu, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolda.Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti makna lagu “Maluku Tarus Biking Bae” yang menurutnya telah berkembang menjadi simbol optimisme dan gerakan moral masyarakat Maluku untuk terus membangun daerah melalui tindakan-tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.Menurutnya, pesan yang terkandung dalam lagu tersebut sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.“Kalau kita ingin Maluku maju, maka semua harus berbuat baik. Polisi harus berbuat baik, pemerintah harus berbuat baik, tokoh agama harus berbuat baik, tokoh masyarakat harus berbuat baik, dan masyarakat juga harus berbuat baik. Kemajuan daerah dibangun dari akumulasi kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.Kapolda menambahkan bahwa seni dan budaya memiliki kemampuan untuk membangun ruang perjumpaan yang sehat di tengah masyarakat. Melalui musik, masyarakat dapat belajar menghargai perbedaan, memperkuat solidaritas, dan mengembangkan semangat kolaborasi yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.Menurutnya, pendekatan keamanan berbasis budaya juga sejalan dengan upaya Polri dalam mewujudkan institusi yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.“Polri harus mampu hadir dengan pendekatan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan masyarakat. Seni dan budaya merupakan bahasa universal yang dapat menjembatani komunikasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat,” katanya.Lomba Vocal Group Antar Satker Polda Maluku yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat Art Policing. Selain menjadi wadah pengembangan kreativitas personel, kegiatan itu juga diharapkan mampu memperkuat soliditas internal serta menumbuhkan budaya kerja yang harmonis dan kolaboratif.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Maluku, Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Irwasda Polda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, dewan juri, peserta lomba, serta sejumlah tamu undangan.Menutup sambutannya, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan sebagai energi positif dalam menjaga keamanan dan mempercepat kemajuan daerah.“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, mari kita jadikan seni dan budaya sebagai kekuatan sosial yang mempersatukan, memperkuat toleransi, menjaga perdamaian, dan mendorong kemajuan Maluku serta Indonesia. Karena keamanan yang berkelanjutan lahir dari masyarakat yang hidup dalam harmoni dan saling menghargai,” pungkasnya.Gagasan Art Policing yang diperkenalkan Kapolda Maluku tersebut menjadi perspektif baru dalam pembangunan keamanan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan kekuatan budaya sebagai instrumen memperkuat ketahanan sosial, persatuan, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. PNO-12 26 Jun 2026, 13:46 WIT
Kepala Suku Dani Tingginambut Sosialisasikan PSN & Salurkan Sembako Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Kepala Suku Dani Distrik Tingginambut, Derinus Tabuni, menggelar sosialisasi penguatan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirangkai bakti sosial pembagian paket sembako kepada warga. Kegiatan berlangsung di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (25/6/2026).Kegiatan dihadiri tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur distrik, serta ratusan warga dari berbagai kampung di Distrik Tingginambut. Derinus Tabuni bertindak sebagai pemateri sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.Pesan Utama: PSN Dorong Pemerataan & Kesejahteraan Papua  Dalam sambutannya, Derinus Tabuni menyampaikan PSN adalah instrumen pemerintah untuk pemerataan pembangunan. "Proyek Strategis Nasional mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Papua," ujarnya.Ia menekankan keberhasilan PSN tidak hanya di tangan pemerintah. "Keberhasilan pelaksanaan PSN tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," kata Derinus.Ajak Warga Paham Manfaat & Jaga Keamanan  Menurut Derinus, pemahaman manfaat pembangunan penting agar warga berperan aktif. "Diperlukan pemahaman yang baik mengenai manfaat pembangunan agar masyarakat dapat berperan dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung berbagai program pembangunan di Papua Tengah," tegasnya.Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan dirangkai pembagian paket sembako. "Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara tokoh adat dan masyarakat di Distrik Tingginambut," katanya.Respon Warga: Sambut Baik & Harap Dampak Nyata  Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut. Warga berharap program pembangunan pemerintah berdampak nyata pada infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Tidak ada insiden selama acara berlangsung. Aparat distrik turut hadir memantau jalannya kegiatan.Momentum Sinergi: Pemerintah-Tokoh Adat-Masyarakat  Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi. "Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua Tengah," tutup Derinus Tabuni. Penulis: Hendrik Editor: GF 25 Jun 2026, 19:16 WIT
Pemuda Adat Desak Pemkab Mimika Libatkan Lembaga Adat dalam Verifikasi Tender OAP Papuanewsonline.com, Timika – Kalangan Pemuda Adat dan Intelektual Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika untuk melibatkan lembaga representasi masyarakat adat dalam proses verifikasi perusahaan yang mengikuti tender khusus Orang Asli Papua. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dalam rangka Percepatan Pembangunan di Papua.Desakan tersebut disampaikan menyusul berlakunya Perpres 108 Tahun 2025 yang membawa semangat afirmasi bagi pelaku usaha Orang Asli Papua melalui skema Tender Terbatas. Menurut para pemuda adat, kebijakan tersebut harus diikuti dengan mekanisme pengawasan yang kuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat asli Papua.Tokoh Pemuda sekaligus Intelektual OAP Kabupaten Mimika, Dianu Omaleng, mengatakan selama ini masih ditemukan berbagai persoalan dalam pelaksanaan tender yang melibatkan perusahaan atas nama Orang Asli Papua. Salah satu persoalan yang disoroti adalah praktik penggunaan perusahaan OAP hanya sebagai formalitas administrasi atau yang dikenal dengan istilah "pinjam bendera".Menurut Dianu, kondisi tersebut berpotensi menghambat tujuan utama kebijakan afirmatif yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha asli Papua. Ia menilai sistem verifikasi yang lebih ketat perlu diterapkan agar perusahaan yang mendapatkan manfaat benar-benar dimiliki dan dijalankan oleh Orang Asli Papua."Karena Kami melihat di lapangan banyak company profile (profil perusahaan) yang di atas kertas milik Orang Papua Asli, tetapi realitas operasional dan asas manfaatnya tidak dinikmati oleh pengusaha lokal yang memiliki hak ulayat. Ini jelas bertentangan dengan komitmen keberpihakan yang selalu digaungkan Pemkab Mimika," ujar Dianu Omaleng dalam keterangan persnya di Timika, Rabu (24/6).Ia menegaskan bahwa pelibatan Dewan Adat Papua Daerah Mimika maupun organisasi representasi masyarakat adat lainnya dalam proses verifikasi akan menjadi salah satu solusi untuk memastikan keaslian profil perusahaan peserta tender. Selain itu, langkah tersebut dinilai dapat meminimalisir penyalahgunaan kebijakan afirmasi yang seharusnya diperuntukkan bagi pengusaha asli daerah.Dalam usulannya, Pemuda Adat Mimika meminta Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Mimika membangun kerja sama resmi dengan lembaga adat untuk melakukan penyaringan dan penilaian terhadap perusahaan OAP. Verifikasi tersebut diharapkan mencakup aspek kepemilikan perusahaan, operasional usaha, hingga keterkaitan dengan masyarakat adat setempat melalui surat rekomendasi atau pengantar adat.Selain itu, mereka juga mendorong agar pemerintah memberikan prioritas kepada pengusaha OAP yang berasal dari wilayah tempat proyek dilaksanakan. Kebijakan tersebut dinilai penting agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat lokal dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kampung-kampung serta wilayah adat yang menjadi lokasi pembangunan.Dianu menilai keterlibatan lembaga adat juga akan membantu pemerintah daerah dalam menentukan pemenang tender secara lebih tepat sasaran. Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi instrumen pengawasan sekaligus perlindungan terhadap hak-hak ekonomi Orang Asli Papua sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua."Pembangunan Mimika perlu ada trobosan baru hal ini penting sebagai keberpihakan tehadap Orang Papua Asli,sebab tanah papua bukan tanah kosong tapi ada tuannya. Sistem proteksi ini akan membuat perhatian dan anggaran pemerintah daerah benar-benar bermakna, menyentuh, dan berdampak bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat OPA, di tanahnya sendiri," tutup Dianu.Melalui pernyataan tersebut, elemen Pemuda Adat Mimika menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga adat, serta instansi terkait untuk mengawal pelaksanaan pengadaan barang dan jasa agar berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Mereka juga mengusulkan agar asosiasi pengusaha berperan sebagai lembaga verifikasi dan validasi profil perusahaan, sementara Dewan Adat Papua Daerah Mimika memberikan rekomendasi terhadap pengusaha OAP sebagai bentuk proteksi dalam implementasi Otonomi Khusus Papua.Bagi para pemuda adat, keberhasilan implementasi Perpres 108 Tahun 2025 bukan hanya diukur dari banyaknya proyek yang diberikan kepada pengusaha Orang Asli Papua, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu melahirkan pelaku usaha lokal yang kuat, mandiri, dan benar-benar menjadi tuan rumah di atas tanahnya sendiri. (GF) 25 Jun 2026, 19:10 WIT
Jamaah Haji Kloter Pertama Asal Mimika Tiba dengan Selamat Papuanewsonline.com, Mimika – Sebanyak 11 orang jamaah haji asal Kabupaten Mimika yang tergabung dalam Kloter 29 UPG-TIM tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (24/6/2026) pagi. Rombongan ini merupakan kelompok pertama yang kembali setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, terbang dari Makassar menggunakan pesawat Sriwijaya Air dan mendarat tepat pukul 07.05 WIT.Sebelumnya, proses penyambutan tahap awal telah digelar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar pada Selasa (23/6), menyambut total 392 jamaah dalam kloter yang sama. Setibanya di Timika, kedatangan mereka disambut secara resmi oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Mimika, dihadiri juga oleh keluarga, kerabat, serta tokoh agama seperti Habib Helmi Khalid Al Kaff dan Ustadz H. Abdul Karim.Mewakili panitia, dr. M. Bustaman menyampaikan bahwa proses penyambutan berjalan lancar dan tertib sesuai arahan Kantor Kementerian Agama Bidang Haji dan Umrah Mimika. Ia menjelaskan adanya kebijakan baru tahun ini, di mana peran panitia lebih difokuskan pada penerimaan di daerah asal, sementara jumlah petugas yang diberangkatkan ke tempat pemberangkatan dibatasi mengingat sistem transit yang diterapkan.Panitia juga mengapresiasi kesadaran keluarga penjemput yang tetap menjaga ketertiban dan mengikuti petunjuk di lingkungan bandara. Kepulangan rombongan ini menandai dimulainya tahap pemulangan seluruh jamaah haji asal Mimika tahun 2026. Penulis: Jid Editor: GF 24 Jun 2026, 18:17 WIT
PHBI Mimika Gelar Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika menggelar Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi Islam, masyarakat, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika.Ketua PHBI Kabupaten Mimika, Ustadz H. Joko Prianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Islam menjadi momentum bagi setiap umat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik.“Semoga dengan datangnya tahun baru ini secercah cahaya hadir dalam lubuk hati kita, menerangi alam pikiran kita sehingga langkah-langkah kita ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Perbuatan buruk yang pernah dilakukan hendaknya kita tinggalkan dan digantikan dengan perbuatan yang baik,” ujarnya.Ia menjelaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak hanya sebagai kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal, mempererat interaksi antara pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan antara umat Muslim dan non-Muslim di Kabupaten Mimika.Menurutnya, semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah perlu terus dijaga agar seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dan memberikan kontribusi terbaik melalui ide, gagasan, pemikiran, maupun amal untuk kemajuan Kabupaten Mimika yang lebih sejahtera.Ustadz Joko juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, para sponsor, aparat keamanan, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Pada kesempatan itu, PHBI juga menyediakan berbagai hadiah undian atau doorprize bagi para peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta hadiah lainnya seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan spring bed. Ia menegaskan bahwa proses pengundian dilakukan secara terbuka dan tanpa adanya rekayasa sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hadiah.Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Kobeyau, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Mimika.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mewakili Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta mempererat semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.Ia menyampaikan bahwa Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam yang memiliki makna penting dalam memperkuat nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menunjukkan semangat persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Mimika.Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat hijrah sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam sikap, pola pikir, maupun perilaku yang penuh kepedulian terhadap sesama.Selain itu, masyarakat diajak untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah belah persaudaraan.Kegiatan Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa nilai toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga dengan baik di Kabupaten Mimika. Penulis: Bim Editor: GF 16 Jun 2026, 17:19 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT