Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Brimob Polda Sumut Lakukan Pembersihan Rumah dan Gudang Warga Terdampak Bencana
Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah - personel Satuan Brimob Batalyon A Polda Sumatra Utara melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan rumah dan gudang milik warga yang terdampak bencana alam di Desa Hutanabolon dan Desa Aek Tolang, wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai wujud kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat pascabencana.Kegiatan ini melaksanakan pembersihan material lumpur, tanah, serta sisa-sisa puing akibat bencana alam yang masuk ke dalam rumah dan gudang warga. Pembersihan dilakukan pada bagian dalam dan luar bangunan, termasuk halaman serta area sekitar, guna mengembalikan fungsi rumah dan gudang agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat.Pelaksanaan kegiatan gotong royong tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam serta mempercepat proses pemulihan kondisi lingkungan dan tempat tinggal warga. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril, rasa aman, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong antara aparat kepolisian dan masyarakat.Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Sumatra Utara, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana serta pemulihan pascabencana di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Brimob untuk selalu hadir dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam.Pembersihan dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan kebersihan sederhana, seperti sekop, cangkul, sapu, dan alat pendukung lainnya. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dan tetap mengutamakan keselamatan personel serta warga setempat. Meskipun dihadapkan pada kondisi sisa material bencana, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan pada saat terjadi bencana alam dan dapat memberikan manfaat nyata serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di Desa Hutanabolon dan Desa Aek Tolang, Kabupaten Tapanuli Tengah. PNO-12
20 Jan 2026, 15:21 WIT
Bangun Jembatan Darurat, Polri Bersama Masyarakat Hubungkan Kembali Akses 3 Kampung
Papuanewsonline.com, Aceh Tengah - Polri bersama masyarakat terus menunjukkan sinergi dan kepedulian dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama Personel Polsubsektor Rusip Antara melaksanakan gotong royong lanjutan pengisian beronjong sebagai bantalan jembatan darurat di Kampung Pilar, Sabtu (17/1/2026).Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menghubungkan Kampung Pilar dengan dua kampung lainnya, yakni Kampung Pilar Wih Kiri dan Kampung Tirmiara. Sebelumnya, jembatan penghubung utama hanyut dan rusak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu, sehingga memutus akses transportasi dan menghambat aktivitas masyarakat.Kegiatan gotong royong ini melibatkan Personel Polsubsektor Rusip Antara, Personel Brimob BKO Polda Aceh, para Reje Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara, serta masyarakat dari ketiga kampung. Seluruh unsur bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan darurat agar segera dapat dilalui kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tidak berjuang sendiri dalam situasi sulit pascabencana.“Kami merasakan langsung bagaimana beratnya aktivitas warga ketika akses utama terputus. Anak-anak sulit ke sekolah, hasil kebun terhambat dibawa ke pasar, dan kebutuhan sehari-hari menjadi tidak mudah. Karena itu, Polri hadir bukan sekadar bekerja, tetapi ikut merasakan dan bergotong royong bersama masyarakat,” ungkap Kapolres.Ia menegaskan bahwa jembatan darurat ini memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan warga, terutama dalam mendukung mobilitas, perekonomian, dan pelayanan sosial masyarakat antar kampung.“Jembatan ini mungkin bersifat darurat, tetapi harapan masyarakat tidak boleh terhenti. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis akses ini segera kembali normal dan aktivitas warga bisa berjalan seperti sediakala,” tambahnya.Sementara itu, salah seorang warga Kampung Pilar, Jamaluddin (45), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat yang dilakukan secara gotong royong bersama Polri.“Sejak jembatan hanyut, kami harus memutar jauh kalau mau ke kampung sebelah atau membawa hasil kebun. Sekarang melihat Polri turun langsung bersama kami, rasanya kami tidak sendirian. Ini sangat membantu kehidupan kami sehari-hari,” ujarnya.Kapolres Aceh Tengah juga memastikan Polres Aceh Tengah akan terus mendukung upaya pemulihan infrastruktur pascabencana serta menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Rusip Antara.Melalui kegiatan gotong royong ini, Polri bersama masyarakat menegaskan komitmen untuk saling membantu dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga proses pemulihan pascabencana di Kecamatan Rusip Antara dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan. PNO-12
20 Jan 2026, 15:12 WIT
Kerahkan 132 Personel, Polri Respon Cepat Tangani Banjir Cakung
Papuanewsonline.com, Jakarta Timur - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui jajaran Polda Metro Jaya bergerak cepat dan siaga penuh dalam menangani banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/1/2026). Polri hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan keselamatan warga, kelancaran pelayanan kemanusiaan, serta terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Sejak banjir terjadi, personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, hingga Polsek Cakung turun langsung ke lokasi terdampak bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan relawan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pasukan Brimob, Samapta/Sabhara, Tim SAR, serta Tim Rescue dan Dapur Lapangan (Randurlap).Banjir menggenangi sejumlah titik di Kelurahan Rawa Terate, khususnya di RW 05, dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Untuk menjangkau wilayah yang terendam cukup dalam, petugas mengerahkan perahu taktis/karet, kendaraan patroli taktis 4x4, serta mobil dinas jenis Hilux guna mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik, dan pelayanan medis.Berdasarkan pendataan di lapangan oleh Polres Metro Jakarta Timur, seluruh warga RT 010/RW 05 Kelurahan Rawa Terate terdampak banjir, dengan total 279 kepala keluarga atau 880 jiwa. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing (lantai dua) dan tidak berkenan dievakuasi, namun tetap mendapatkan pelayanan, pemantauan kesehatan, serta bantuan logistik dari petugas gabungan.Pada pukul 14.00 WIB, Kapolres Metro Jakarta Timur melakukan pengecekan langsung pelayanan penanggulangan banjir di Jl. Kramayudha RW 05, Kelurahan Rawa Terate, guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan optimal dan terkoordinasi.Dalam operasi kemanusiaan tersebut, total 132 personel dikerahkan, dengan rincian:• TNI: 50 personel• Polri, terdiri dari:• SAR Brimob Polda Metro Jaya: 11 personel• Dapur Lapangan Brimob: 15 personel• Samapta Polda Metro Jaya: 10 personel• Polres Metro Jakarta Timur: 25 personel• Polsek Cakung: 15 personel• Pol PP: 5 personel• Tagana Sudin Sosial: 1 personelDalam rangkaian kegiatan, Dandim 0505/Jakarta Timur bersama jajaran TNI–Polri dan Pol PP turut melakukan distribusi sembako dan logistik kepada warga terdampak di RT 010/RW 05 dengan menggunakan perahu karet, mengingat tingginya genangan air.Pada pukul 15.10 WIB, Dapur Lapangan Brimob Polda Metro Jaya dinyatakan selesai didirikan. Dapur lapangan tersebut ditempatkan berdekatan dengan Posko SAR yang dibangun Polri, sehingga memudahkan koordinasi antarpetugas serta mempercepat pelayanan konsumsi bagi warga terdampak dan personel di lapangan.Selanjutnya, pada pukul 16.05 WIB, Kapolres Metro Jakarta Timur memimpin langsung distribusi logistik dan sembako, sekaligus mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan khusus, yakni Diman Budiman (lanjut usia) dan Frengky (sakit), menggunakan perahu untuk mendapatkan perawatan medis oleh Dokkes Polres Metro Jakarta Timur.Distribusi bantuan selesai dilaksanakan pada pukul 17.15 WIB, dan pada pukul 17.30 WIB, personel SAR gabungan tetap bersiaga di lokasi banjir guna mengantisipasi perkembangan situasi dan memastikan keselamatan warga.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menegaskan bahwa Polri mengerahkan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana.“Polri hadir bersama TNI dan pemerintah daerah untuk memastikan warga terdampak banjir tetap mendapatkan pelayanan, bantuan logistik, serta rasa aman. Penempatan posko SAR dan dapur lapangan secara terpadu menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah bencana merupakan wujud nyata pengabdian serta transformasi pelayanan kepolisian yang cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak banjir di Kecamatan Cakung terpantau aman dan kondusif, dengan personel gabungan masih terus bersiaga. PNO-12
20 Jan 2026, 14:22 WIT
Polri Bersihkan Area Terdampak Banjir Bandang di Kampung Tengah Kecamatan Palembayan Agam Sumbar
Papuanewsonline.com, Sumatera Barat - Pada hari Minggu, 18 Januari 2025, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumbar melaksanakan kegiatan pembersihan area di sekitar sungai yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah yang menumpuk di bantaran sungai, guna memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah terjadinya banjir susulan. Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat, sehingga diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan normal. PNO-12
20 Jan 2026, 14:14 WIT
Kapolda Maluku Hadiri Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih
Papuanewsonline.com, Ambon – Komitmen Polri dalam memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan stabilitas keamanan nasional kembali ditegaskan. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Pembukaan Persidangan Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kategorial Polri Bukit Kasih, Minggu (18/1/2026), di Gereja Bukit Kasih Jemaat Kategorial Polri, Aspol Kayu Putih, Kota Ambon.Kehadiran Kapolda Maluku disambut penuh kekeluargaan melalui prosesi adat Maluku. Pengalungan syal oleh anak-anak jemaat yang diiringi musik tradisional Tifa Totobuang menjadi simbol kuat persaudaraan, kearifan lokal, dan semangat kebangsaan yang hidup di Bumi Raja-Raja Maluku.Kegiatan tersebut turut dihadiri Karo Rena Polda Maluku, Wakil Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Ny. A. Lohy, Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Elriyantk Muskita, Ketua Majelis Jemaat Kategorial Polri Bukit Kasih Pdt. Ny. T. I. Nussy, para pendeta Jemaat Kategorial Polri (Sinar Kasih, Teratai Kasih, dan Dian Kasih), serta jemaat dan tamu undangan lainnya.Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa persidangan jemaat bukan sekadar agenda rutin gerejawi, melainkan forum strategis untuk memperkuat peran gereja dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan keamanan yang semakin kompleks.“Sidang jemaat ini adalah momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan dan merumuskan program kerja gereja yang relevan dengan kebutuhan jemaat serta tantangan bangsa saat ini,” ujar Kapolda.Kapolda menekankan bahwa sinergi antara gereja dan Polri merupakan pilar utama dalam menjaga kedamaian Maluku sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas nasional. Menurutnya, penguatan nilai-nilai spiritual dan etika menjadi fondasi penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.“Tugas Polri ke depan semakin kompleks. Pembinaan mental dan rohani menjadi kebutuhan mendasar agar setiap personel Polri bekerja dengan kejujuran, integritas, dan kasih kepada masyarakat,” tegasnya.Lebih lanjut, Kapolda berharap hasil Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih mampu melahirkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata anggota Polri, baik dalam aspek kerohanian, pembinaan keluarga, maupun kesejahteraan sosial.Dalam konteks nasional, Kapolda Maluku juga menyampaikan tiga pesan strategis. Pertama, gereja sebagai pilar perdamaian, yang diharapkan terus menjadi agen kesejukan dan penyejuk kehidupan sosial di tengah kemajemukan bangsa.Kedua, peran aktif gereja dan Polri dalam menangkal intoleransi dan radikalisme. Kapolda mengingatkan maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta paham ekstrem di ruang digital yang berpotensi merusak persatuan dan kerukunan umat beragama.Ketiga, penguatan kolaborasi lintas elemen bangsa. Kapolda menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan Polri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat.“Sinergi Polri dan tokoh agama adalah kekuatan besar bangsa ini. Pendekatan dialog, kekeluargaan, dan kearifan lokal harus terus dikedepankan dalam menyelesaikan setiap potensi konflik,” katanya.Di akhir sambutan, Kapolda Maluku memberikan apresiasi kepada panitia, pengurus gereja, dan seluruh jemaat atas dedikasi pelayanan yang telah diberikan. Ia berharap keputusan-keputusan persidangan dapat membawa manfaat nyata bagi jemaat, masyarakat, serta menjadi kontribusi konkret bagi perdamaian Maluku dan Indonesia.“Selamat bersidang. Kiranya Tuhan memberkati setiap keputusan yang diambil demi pelayanan kepada sesama dan persatuan bangsa,” tutup Kapolda.Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berakhir pada pukul 11.00 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya harmoni antara nilai keagamaan, budaya, dan komitmen kebangsaan di Maluku. PNO-12
20 Jan 2026, 14:00 WIT
Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep
Papuanewsonline.com, Makassar - Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel langsung mengerahkan personel Polres Maros dan personel Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, serta didirikan posko pendukung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).Kapolda juga menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan.Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian. PNO-12
20 Jan 2026, 13:51 WIT
Percepat Pemulihan Pascabencana, 283 Taruna Akpol Diturunkan dalam Latsitarda Nusantara XLVI
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana. Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita resmi diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026.Ratusan Taruna Akpol tersebut akan bergabung bersama taruna dan kadet dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan lainnya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Tamiang.Keikutsertaan Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pascabencana, sekaligus implementasi peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penugasan taruna dalam Latsitarda Nusantara menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.“Keikutsertaan 283 Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana. Para taruna akan terjun langsung membantu kegiatan pemulihan di Aceh Tamiang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting pembentukan karakter calon perwira Polri agar semakin peka dan responsif terhadap persoalan sosial di lapangan.“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Inilah nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada calon pemimpin Polri di masa depan,” tambahnya.Dalam pelaksanaan di lapangan, para Taruna Akpol akan terlibat langsung dalam berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan bahwa para taruna akan melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana, membantu membersihkan lingkungan permukiman, serta ikut membangun dan merehabilitasi fasilitas umum yang rusak.“Mereka akan terlibat dalam kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, para taruna juga akan membantu membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur lainnya, serta kantor-kantor kepolisian yang terdampak bencana banjir agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial di Aceh Tamiang.“Peran aktif para taruna ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana. Ini adalah wujud nyata bakti Polri untuk negeri,” lanjut Karopenmas.Pemberangkatan para Taruna Akpol diawali dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dipimpin oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Sabtu (17/1/2026).Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri, para pimpinan lembaga pendidikan kedinasan, serta pejabat TNI-Polri wilayah Jawa Tengah, termasuk Wakapolda Jawa Tengah.Selain Taruna Akpol, kegiatan ini juga diikuti oleh taruna dan kadet dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan (Unhan) dengan total peserta mencapai 1.456 orang.Selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi bencana, baik kegiatan fisik maupun nonfisik sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.Usai upacara, para taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga KRI tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya bergerak ke lokasi penugasan di Aceh Tamiang.Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini, Polri berharap para Taruna Akpol mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus semakin memperkokoh semangat pengabdian, soliditas, dan kemanunggalan Polri dengan rakyat. PNO-12
20 Jan 2026, 13:35 WIT
Polda Maluku Proses Etik dan Pidana Aipda RH, Oknum Polisi Polres SBB Pelaku Kekerasan Seksual
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menegaskan komitmennya untuk melindungi korban, menjamin keadilan, serta menegakkan reformasi internal Polri dalam penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum anggota Polri berinisial Aipda RH, personel Polres Seram Bagian Barat (SBB).Penegasan ini disampaikan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menyusul adanya laporan masyarakat yang menjadi perhatian publik, baik terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri maupun dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Polda Maluku memastikan seluruh laporan ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel, tanpa pandang bulu.Menurut Kombes Rositah, bahwa sejak laporan diterima, institusi Polri memastikan korban memperoleh ruang aman untuk melapor, mendapatkan perlindungan hukum, serta difasilitasi layanan kesehatan sesuai ketentuan.“Setiap laporan dugaan kekerasan seksual ditangani dengan pendekatan sensitif korban. Tidak ada pembiaran, tidak ada intimidasi, dan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran,” tegas Kabid Humas.Berdasarkan klarifikasi dan pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Sipropam Polres SBB, diketahui bahwa antara pelapor dan terlapor sebelumnya menjalin hubungan pribadi. Dari hasil pemeriksaan internal, Propam menemukan cukup bukti terjadinya pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KKEP) sebagaimana diatur dalam Pasal 8 huruf c angka 3 Perpol Nomor 7 Tahun 2022, terkait kewajiban anggota Polri untuk menaati dan menghormati norma kesusilaan.Atas temuan tersebut, Propam memastikan proses sidang Kode Etik Profesi Polri tetap dilaksanakan sebagai bentuk penegakan disiplin dan akuntabilitas internal.Selain proses etik, menurut Kombes Rositah, pada hari Senin (12/1/ 2026) kemarin, pelapor juga membuat laporan pidana ke SPKT Polda Maluku terkait dugaan pemerkosaan dan atau kekerasan seksual. Atas laporan tersebut, Polda Maluku telah menerbitkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/17/I/2026/SPKT/POLDA MALUKU dan memfasilitasi Visum et Repertum (VER) di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon.Polda Maluku menegaskan bahwa proses etik dan proses pidana berjalan secara paralel namun terpisah, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.“Penanganan dugaan tindak pidana dilakukan oleh penyidik Polda Maluku secara profesional dan independen. Proses etik tidak menggantikan, tidak menghentikan, dan tidak mengintervensi proses pidana,” jelas Kabid Humas.Sebagai langkah penegakan disiplin dan untuk menjamin objektivitas pemeriksaan, terlapor telah ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi intervensi, menjaga netralitas proses hukum, serta melindungi semua pihak selama pemeriksaan berlangsung.Polda Maluku menegaskan bahwa penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen reformasi Polri, khususnya dalam upaya memberantas kekerasan seksual dan menutup ruang impunitas di internal institusi.“Tidak ada anggota Polri yang kebal hukum. Siapa pun yang terbukti melanggar, baik etik maupun pidana, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kombes Wanita satu-satunya di Polda Maluku ini.Polda Maluku mengajak masyarakat dan media untuk tetap mengedepankan objektivitas, kehati-hatian, dan asas praduga tak bersalah, serta memberi ruang bagi proses hukum yang sedang berjalan.Polri juga menegaskan keterbukaannya terhadap pengawasan publik dan media sebagai bagian dari upaya membangun institusi yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada keadilan, khususnya bagi korban kekerasan seksual, tutupnya. PNO-12
20 Jan 2026, 13:23 WIT
Razia Terpadu di Pelabuhan Poumako, Aparat Gabungan Sita 230 Liter Sopi dari Kapal Penumpang
Papuanewsonline.com, Mimika — Aparat keamanan melakukan
razia minuman keras di Pelabuhan Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten
Mimika, Papua Tengah, pada Minggu malam, 18 Januari 2026. Dalam operasi
tersebut, petugas berhasil mengamankan sebanyak 230 liter minuman keras lokal
jenis sopi yang hendak masuk ke wilayah Mimika.Razia dilaksanakan oleh Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako,
Polres Mimika, saat kedatangan kapal penumpang KM Sirimau. Kegiatan ini
merupakan bagian dari upaya rutin kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan
ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang menjadi pintu masuk
utama arus penumpang dan barang.Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa
razia dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur pengamanan.
Operasi ini melibatkan personel Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Lanal Timika,
Babinsa Koramil Mapurujaya, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Mimika.“Razia ini dilakukan untuk mencegah masuknya minuman keras
lokal jenis sopi ke wilayah Kabupaten Mimika,” kata Iptu Hempy.Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan ratusan kemasan
minuman keras lokal yang disembunyikan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Total
barang bukti yang diamankan mencapai 230 liter sopi dari beberapa daerah asal.Barang bukti tersebut terdiri dari 240 botol sedang ukuran
600 mililiter sopi moke asal Nusa Tenggara Timur, delapan jerigen ukuran lima
liter sopi asal Tual, 22 botol sedang ukuran 600 mililiter sopi Tual, serta 55
kantong plastik bening ukuran 600 mililiter berisi sopi Tual.Seluruh minuman keras yang diamankan langsung dibawa ke
Polsek Kawasan Pelabuhan Poumako untuk proses pendataan dan pengamanan lebih
lanjut. Aparat memastikan seluruh barang bukti berada dalam pengawasan
kepolisian.Polres Mimika menegaskan bahwa penertiban peredaran minuman
keras ilegal akan terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di jalur masuk
laut, guna menekan potensi gangguan kamtibmas yang kerap dipicu oleh konsumsi
miras.Selanjutnya, seluruh barang bukti sopi tersebut akan
dimusnahkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku. Penulis: HendEditor: GF
19 Jan 2026, 20:45 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru