Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kapolda Aceh Mengecek Langsung Perkembangan Sumur Bor Bantuan Polri Untuk Aceh Tamiang
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, melakukan pengecekan langsung sumur bor bantuan Polri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumur bor bantuan Polri masih berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pascabencana.Dalam keterangannya, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa bantuan sumur bor tersebut merupakan program kemanusiaan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disalurkan ke berbagai wilayah di Aceh.“Hari ini Sabtu 24 Januari 2026 kami mengecek sumur-sumur yang telah diberikan oleh Bapak Kapolri,” ujar Kapolda Aceh.Kapolda menjelaskan, total bantuan sumur bor yang diberikan Kapolri mencapai 267 titik, lengkap mulai dari proses pembuatan hingga fasilitas pendukung seperti mesin dan toren air.“Total bantuan sumur bor Bapak Kapolri yaitu sebanyak 267 titik, meliputi pembuatan sampai dengan mesin dan toren,” jelasnya.Lebih lanjut, Kapolda Aceh menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan. Jika ditemukan kendala, perbaikan akan segera dilakukan. Kapolda ingin meyakinkan bahwa apabila masih ada bantuan sumur yang belum berfungsi maksimal maka akan perbaiki.Salah satu lokasi pengecekan dilakukan di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil peninjauan, sumur bor bantuan Polri di rumah sakit tersebut masih berfungsi dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.“Alhamdulillah di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini sumur bor bantuan Polri masih bermanfaat. Semoga bermanfaat bagi Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang,” ucap Kapolda.Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Dr Andika Putra SA, menyampaikan bahwa sumur bor bantuan Polri sangat membantu operasional rumah sakit sejak awal pascabencana hingga saat ini.“Hari ini kami kedatangan kunjungan dari Bapak Kapolda beserta Ibu untuk melihat bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri. Alhamdulillah, sumur sudah beroperasi dan kami gunakan untuk kebutuhan operasional rumah sakit sejak awal-awal pasca bencana sampai sekarang ini terus kami gunakan,” ungkapnya.Ia berharap bantuan tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang.“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan ini terus bisa memberikan manfaat untuk kegiatan pelayanan di rumah sakit,” katanya.Dr Andika juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajarannya atas perhatiannya kepada RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang,” pungkasnya. PNO-12
25 Jan 2026, 14:58 WIT
Taruna Akpol Bersama SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang
Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Aceh Tamiang, 9 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung turun ke lapangan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol yang bertugas selama satu bulan penuh dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026, untuk melaksanakan pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran 75 anak-anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung banjir bandang dan tanah longsor. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan semangat anak-anak. Kehadiran Taruna Akpol sebagai pendamping menciptakan suasana hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri.Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T. Yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sehat. Pendekatan berbasis Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik dinilai efektif membantu anak-anak menurunkan kecemasan serta membangun kembali rasa percaya diri. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran 9 Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan, karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak, sehingga tercipta kedekatan emosional yang mempercepat proses pemulihan.Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol yang dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh. Para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh SSDM Polri bersama 9 Taruna Akpol ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak. Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang dalam berbagai program kemanusiaan, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh.Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian panjang Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan ke depan, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat bekerja, melayani, dan menguatkan demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan. PNO-12
25 Jan 2026, 14:32 WIT
Satgas Operasi Damai Cartenz Jamin Penyampaian Aspirasi Ikatan Mahasiswa Pegubin Berjalan Kondusif
Papuanewsonline.com, Pegubin - Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan kegiatan pengamanan dan bantuan kewilayahan dalam rangka menjaga kondusifitas saat berlangsungnya penyampaian aspirasi oleh Ikatan Mahasiswa Pegunungan Bintang, Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Oksibil–Iwur, tepatnya di depan Bank Papua Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan penyusupan dan ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam pelaksanaannya, personel Operasi Damai Cartenz mengedepankan pendekatan humanis dengan tetap menghormati hak masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi secara damai.Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga ruang demokrasi tetap aman, tertib, dan bermartabat. Menurutnya, kedamaian di Papua hanya dapat terwujud apabila keamanan dan kebebasan berpendapat berjalan seiring.“Operasi Damai Cartenz 2026 hadir untuk memastikan setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman dan damai. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melindungi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Ia menambahkan bahwa pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mencegah adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi demi menciptakan gangguan keamanan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat negara.Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang serta masyarakat setempat. Salah satu tokoh masyarakat Pegunungan Bintang, Markus Lepitalem, menyampaikan apresiasi atas peran Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.“Kami melihat aparat hadir dengan sikap tenang dan menghormati masyarakat. Penyampaian aspirasi berjalan aman tanpa gangguan, dan ini menunjukkan bahwa Operasi Damai Cartenz benar-benar membawa suasana damai bagi masyarakat Pegunungan Bintang,” ujar Markus Lepitalem.Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali. Kehadiran Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dalam pengamanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan harmonis, sekaligus memastikan stabilitas keamanan mendukung kehidupan demokrasi dan sosial masyarakat. PNO-12
25 Jan 2026, 12:59 WIT
TPNPB Minta Aparat Militer Kembalikan Jazad Angin Kobak yang Gugur di Yahukimo
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Manajemen Markas Pusat
Komite Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)
mengeluarkan siaran pers pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang berisi permintaan
kepada militer Indonesia untuk segera mengembalikan jazad Angin Kobak. Angin
Kobak diketahui merupakan anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang gugur dalam
kontak senjata di wilayah Yahukimo pada Kamis, 22 Januari 2026.Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menyampaikan bahwa hingga
saat pernyataan dikeluarkan, jazad Angin Kobak belum diserahkan kepada pihak
keluarga maupun gereja untuk proses pemakaman. Manajemen Markas Pusat TPNPB
menilai kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian serta keresahan di kalangan
anggota dan simpatisan."Jazad Almarhum Angin Kobak telah disembunyikan oleh
aparat militer Indonesia dan belum dikembalikan kepada kami untuk prosesi
pemakaman," kata Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB OPM.TPNPB secara khusus mengimbau Presiden Republik Indonesia
Prabowo Subianto, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, serta seluruh aparat
militer yang bertugas di wilayah Papua untuk menyerahkan jazad Angin Kobak
kepada pihak keluarga atau gereja agar dapat dimakamkan secara layak sesuai
adat dan kepercayaan.Dalam pernyataannya, TPNPB juga meminta kejelasan apabila
jazad tersebut telah dimakamkan secara sepihak oleh aparat keamanan. Informasi
tersebut dinilai penting agar pencarian yang dilakukan oleh pihak TPNPB dapat
dihentikan dan tidak menimbulkan risiko lanjutan di lapangan."Jika jazad telah dikubur secara sepihak, kami meminta
pengumuman kepada publik agar kami dapat menghentikan pencarian," tambah
Sebby.Selain itu, TPNPB mengingatkan agar jazad Angin Kobak tidak
dijadikan bagian dari strategi atau taktik operasi militer. Mereka menilai
tindakan semacam itu bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter
internasional yang menjunjung tinggi martabat manusia, termasuk dalam situasi
konflik bersenjata.Siaran pers ini menegaskan sikap TPNPB bahwa pengembalian
jazad merupakan persoalan kemanusiaan yang harus dipisahkan dari dinamika
konflik bersenjata, serta diharapkan dapat disikapi secara terbuka dan
bertanggung jawab oleh semua pihak terkait.Penulis: HendEditor: GF
24 Jan 2026, 22:27 WIT
Dialog Publik dan Bedah Buku di Mimika Dorong Penyelesaian Konflik yang Berkeadilan dan Bermartabat
Papuanewsonline.com, Mimika — Dialog publik dan bedah buku Mendamaikan
yang Tak Mau Damai karya Jake Merrill Ibo digelar pada Jumat (23/1/2026) di
Mimika dengan mengusung tema “Mendamaikan Konflik Tanpa Mengalahkan
Kemanusiaan”. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan gagasan antara pemerintah,
akademisi, tokoh agama, dan masyarakat untuk membahas penyelesaian konflik
secara berkeadilan dan bermartabat.Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya menekankan
bahwa Mimika merupakan daerah dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi,
mencakup perbedaan agama, budaya, bahasa, dan suku. Keberagaman tersebut
dinilai sebagai anugerah sekaligus potensi besar yang harus dikelola secara
bijak dalam proses pembangunan daerah.Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan sangat
bergantung pada terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh
karena itu, dialog publik dengan tema perdamaian dan kemanusiaan dinilai
relevan, mengingat Mimika kerap dipersepsikan sebagai wilayah yang rawan
konflik sosial.Dalam pemaparannya, Johannes Rettob menjelaskan bahwa
konflik memiliki beragam bentuk dan karakter, sehingga tidak bisa diselesaikan
dengan satu pendekatan tunggal. Beberapa konflik dapat ditempuh melalui jalur
mediasi, sementara lainnya memerlukan pendekatan hukum atau adat, dengan
pemahaman mendalam terhadap akar persoalan sebagai kunci utama penyelesaian.Ia juga menyoroti bahwa banyak konflik besar bermula dari
persoalan sederhana di lingkup internal, bahkan dalam keluarga. Ketika tidak
ditangani sejak dini, konflik tersebut berkembang menjadi persoalan adat,
tuntutan denda, hingga berujung pada jatuhnya korban jiwa yang sejatinya dapat
dihindari.Dalam konteks Papua, mekanisme adat diakui sebagai bagian
penting dalam penyelesaian konflik. Namun, menurutnya, jika tidak dikelola
secara bijak dan adil, mekanisme tersebut justru berpotensi melahirkan
ketidakpuasan serta konflik berkepanjangan yang menggerus nilai-nilai
kemanusiaan.Melalui dialog publik dan bedah buku ini, Bupati Mimika
berharap lahir rekomendasi dan pemikiran konstruktif yang dapat dijadikan
rujukan bersama, baik oleh masyarakat maupun pemerintah, dalam merumuskan pola
penyelesaian konflik yang lebih manusiawi dan berkeadilan.Sementara itu, refleksi dari buku karya Jake Merrill Ibo
mengangkat pandangan bahwa konflik tidak semata berkaitan dengan benar dan
salah, melainkan tentang luka, perasaan tidak dihargai, serta pengingkaran
terhadap martabat manusia. Dalam konteks Papua, konflik dipahami sebagai
fenomena multidimensional yang melibatkan emosi, persepsi, struktur sosial,
identitas, trauma, hingga ketidakadilan historis.Buku tersebut lahir dari pengalaman panjang praktik mediasi
sejak 2017 dan menawarkan pergeseran paradigma mediasi dari sekadar prosedur
menuju pemulihan relasi. Melalui pendekatan lintas disiplin dan kesadaran
sosial, dialog ini diharapkan menjadi ruang transformasi makna, sehingga
penyelesaian konflik ke depan tidak hanya berorientasi pada negosiasi, tetapi
juga pada pemulihan martabat dan kemanusiaan semua pihak.
Penulis: BimEditor: GF
24 Jan 2026, 17:32 WIT
Jelang Bulan Ramadan, Polda Maluku Siap Gelar Operasi Keselamatan Salawaku 2026
Papuanewsonline.com, Ambon – Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Maluku akan melaksanakan Operasi Keselamatan Salawaku Tahun 2026.Sebelum pelaksanaan Operasi yang bertujuan menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Polda Maluku terlebih dahulu menggelar rapat penyusunan rencana operasi atau Renops.Rapat koordinasi Renops Keselamatan 2026 dipimpin Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol. Rondald Reflie Rumondor S.I.K., M.Si di Posko Astacita lantai 2 Mapolda Maluku, Jumat (23/1/2026).Kombes Ronald dalam arahannya menekankan pentingnya Operasi Keselamatan Salawaku 2026 menjelang bulan Ramadan. Operasi tahun ini mengusung tema "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat-2026". "Operasi Keselamatan dirancang sebagai langkah cipta kondisi sebelum memasuki masa Operasi Ketupat mendatang," ungkapnya.Menurutnya, tujuan utama operasi adalah mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, yang juga tetap didukung dengan tindakan represif terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan (laka lantas).Lebih lanjut, Karo Ops menjelaskan bahwa strategi ini disusun berdasarkan analisis dan evaluasi (Anev) pelaksanaan Operasi Lilin-2025 serta mengantisipasi fenomena yang berkembang di tengah masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.Adapun sasaran operasi meliputi segala bentuk Potensi Gangguan (PG), Ambang Gangguan (AG), dan Gangguan Nyata (GN) yang dapat memicu pelanggaran maupun kecelakaan, baik sebelum, saat, maupun pasca pelaksanaan operasi. "Kepada seluruh jajaran agar menetapkan target operasi yang spesifik mencakup orang, lokasi, barang/benda, dan kegiatan sesuai dengan karakteristik kerawanan wilayah masing-masing," pintanya.Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Wadir Intelkam Polda Maluku, serta pejabat yang mewakili jajaran Direktorat Binmas, Direktorat Lantas, Bidang Dokkes, Bidang Propam, Bidang Humas, dan Bidang TIK Polda Maluku.Polda Maluku berkomitmen untuk terus menekan angka kecelakaan jalan raya dan meningkatkan kesadaran disiplin berlalu lintas bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Maluku. PNO-12
24 Jan 2026, 16:53 WIT
Sosialisasi ke SD Negeri 15 Ambon, Polda Maluku Cegah Kasus Bullying
Papuanewsonline.com, Ambon - Untuk mencegah terjadinya kasus perundungan atau bullying di sekolah, Kepolisian Daerah Maluku melalui Unit PPA Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) terus mengunjungi sekolah-sekolah, memberikan sosialisasi dan edukasi.Hari ini, Jumat (23/1/2026), tim yang dipimpin oleh Kanit PPA Subdit IV Ditreskrimum Polda Maluku, AKP. Lilian J. Siwabessy, S.Sos., M.H, ini mengunjungi Sekolah Dasar (SD) Negeri 15 Ambon di Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.Dalam kunjungannya, tim menyampaikan materi tentang bahaya perundungan dan kekerasan kepada para siswa-siswi sambil bermain.Anak-anak didorong untuk berani bersuara dan bertindak melawan kekerasan, eksploitasi, dan segala bentuk ketidakadilan demi menciptakan perubahan positif, terutama untuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya."Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk menyikapi maraknya kasus bullying/perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah dan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, sehingga perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi guna pencegahan terjadinya kasus-kasus tersebut terhadap anak," ungkap AKP. Lilian J. Siwabessy.Sosialisasi dan edukasi yang gencar dilaksanakan ini merupakan implementasi dari Program Kapolda Maluku yang senantiasa mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk "Tarus Biking Bae, dan Basudara Tarus Biking Bae."Berbagai sosialisasi dan edukasi diberikan kepada anak-anak tentang apa itu bullying/perundungan, jenis-jenis bullying, dampak bullying bagi korban, cara pencegahan, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi bullying."Kami juga memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang upaya pencegahan terjadinya kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur dengan cara memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing," jelasnya.Edukasi lainnya diberikan, yaitu tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha untuk melakukan kejahatan serta menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal. PNO-12
24 Jan 2026, 15:48 WIT
Polres Bener Meriah dan Brimob Polda Aceh Bangun Jembatan Darurat di Kampung Setie
Papuanewsonline.com, Bener Meriah - Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Polres Bener Meriah bersama Brimob Polda Aceh membangun jembatan darurat di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (22/01/2026).Jembatan yang dibangun tersebut merupakan akses vital antar dusun yang sangat dibutuhkan warga, khususnya untuk mengangkut hasil pertanian seperti durian, langsat, dan pinang. Sebelumnya, jembatan ini rusak parah akibat bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat sempat terhambat.Kegiatan pembangunan jembatan dipimpin langsung oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K. Selain membangun jembatan darurat, Polres Bener Meriah juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako, selimut, serta pakaian kepada warga yang terdampak bencana.Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu pemulihan pascabencana.“Selain membangun jembatan, kami juga membawa bantuan berupa sembako, selimut, dan pakaian. Semoga apa yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat. Jembatan ini diharapkan mampu kembali memulihkan roda perekonomian warga Kampung Setie,” ujar Kapolres.Sementara itu, Reje Kampung Setie, Husaini, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah bekerja keras selama beberapa hari membersihkan jalan dan membangun jembatan di kampung mereka.“Kami sangat berterima kasih kepada Polres Bener Meriah dan Brimob Polda Aceh. Personel Polri sudah berhari-hari bekerja di kampung kami, membersihkan jalan, membangun jembatan, serta beberapa kali menyalurkan bantuan sembako. Ini sangat membantu masyarakat kami,” ungkap Husaini.Dengan dibangunnya jembatan darurat tersebut, akses transportasi warga kembali terbuka dan diharapkan aktivitas pertanian serta perekonomian masyarakat Kampung Setie dapat pulih secara bertahap. PNO-12
24 Jan 2026, 15:31 WIT
Kapolda Maluku Tinjau Gedung SPPG Polres Buru Tekankan Kualitas Pemenuhan Gizi Masyarakat
Papuanewsonline.com, Namlea – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menekankan pentingnya kualitas pelayanan dalam pemenuhan gizi baik bagi personel Polri maupun masyarakat.Penekanan ini disampaikan Kapolda saat meninjau progres kesiapan pengoperasian gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Buru di kota Namlea, Kamis (22/01/2026). Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Vitri Dadang Hartanto, sejumlah Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolres Buru dan jajarannya, Kapolda menekankan bahwa SPPG Polres Buru merupakan salah satu fasilitas strategis yang disiapkan untuk mendukung program Polri terkait peningkatan kualitas kesehatan, dan pemenuhan gizi.Dalam peninjauannya, Kapolda menerima penjelasan terkait tahapan pembangunan, peruntukan ruangan, hingga rencana operasional gedung SPPG Polres Buru ke depan.Kapolda menegaskan keberadaan SPPG juga memiliki peran penting di bidang kesehatan dan pemenuhan gizi khususnya bagi personel Polres Buru dan keluarganya, sehingga diharapkan dapat menunjang kinerja anggota dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.“Pemenuhan gizi dan kesehatan merupakan faktor penting dalam menjaga kesiapan fisik dan mental personel. Dengan sarana yang memadai, diharapkan kualitas pelayanan serta kinerja anggota Polri dapat semakin optimal,” ujar Kapolda.Irjen Dadang Hartanto juga menekankan pentingnya pengelolaan gedung SPPG secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. "Ini penting diperhatikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal, baik oleh internal Polri maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dan gizi," pintanya.Di sisi lain, ketersediaan SPPG menjadi bagian penting dari komitmen Polda Maluku dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan upaya mewujudkan Polri yang Presisi dan humanis. PNO-12
24 Jan 2026, 14:48 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru