Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Rekrutmen Polri 2025 Resmi Dibuka, Kabid Humas Polda Papua: “Masuk Polisi Itu Gratis!”
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menegaskan bahwa proses rekrutmen anggota Polri tahun 2025 berlangsung secara transparan dan tanpa pungutan biaya.Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., yang memastikan tidak ada celah bagi praktik pungutan liar dalam seleksi calon Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri.“Masuk polisi itu gratis, tidak ada pungutan sepeser pun. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga proses rekrutmen tetap transparan dan akuntabel,” tegasnya, Jumat (07/02/2025).Kabid Humas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan janji kelulusan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia seleksi. Ia meminta agar setiap calon peserta dan keluarganya percaya pada kemampuan diri sendiri.“Jangan tertipu oleh pihak yang menjanjikan kelulusan dengan bayaran. Percayakan sepenuhnya pada usaha dan kemampuan anak-anak kita jika memenuhi syarat, mereka pasti berhasil,” ujar Kabid Humas.Polda Papua juga membuka jalur pengaduan bagi masyarakat yang menemukan praktik pungutan liar dalam proses seleksi. Ia menegaskan, pihaknya akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang berani melapor.“Kami akan menjamin keamanan bagi pelapor. Jika ada pihak yang bermain dalam rekrutmen ini, segera laporkan. Kami akan tindak tegas,” katanya.Lebih lanjut, Kombes Benny menjelaskan bahwa pendaftaran seleksi Polri tahun 2025 telah resmi dibuka sejak 5 Februari hingga 6 Maret 2025.Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi penerimaan.polri.go.id, dengan verifikasi dokumen di Polres terdekat.“Tahun ini, rekrutmen mencakup Akpol, Bintara tugas umum, Bintara Rekpro, Bintara kompetensi khusus, serta Tamtama. Seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dengan pengawasan ketat,” jelasnya. PNO-12
09 Feb 2025, 10:45 WIT
Dialog Interaktif: Pencegahan Dalam Penyalagunaan Media Sosial
Papuanewsonline.com, Jayapura – Program dialog interaktif “Polisi Menyapa” kembali diselanggarakan dengan membawa topik “Pencegahan Dalam Penyalagunaan Media Sosial”. Acara ini berlangsung di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (06/02/25).Adapun Narasumber yang hadir dalam Dialog Interaktif tersebut adalah Kanit II Subdit II Dit Ressiber Polda Papua, Kompol Sigit Susanto S.H., S.I.K., dan Kanit II Subdit I Dit Ressiber Polda Papua, AKP Arianti Hubi, S.H.Dalam dialog tersebut, Kanit II Subdit II Dit Ressiber Polda Papua, Kompol Sigit Susanto S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa di era digital seperti sekarang ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, TikTok, dan lainnya memberikan kemudahan untuk terhubung, berbagi informasi, untuk mengekspresikan diri. “Namun, dibalik manfaatnya yang besar, media sosial juga menyimpan risiko penyalahgunaan yang dapat berdampak negatif bagi individu, masyarakat, bahkan negara,” ucapnya.Ia juga menjelaskan bahwa penyalahgunaan media sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, penipuan online, hingga eksploitasi data pribadi. Dampaknya tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat menimbulkan konflik sosial, merusak reputasi, dan mengancam keamanan nasional. “Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan,” tambahnya.Kanit II Subdit I Dit Ressiber Polda Papua, AKP Arianti Hubi, S.H. juga menambahkan bahwa di Papua sendiri sudah banyak terjadi penipuan online dengam berbagai macam modus.“Media sosial adalah alat yang netral, dan baik atau buruknya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya, mari bersama-sama mencegah penyalahgunaan media sosial dengan menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, dan dengan demikian, kita dapat menciptakan ruang digital yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya. PNO-12
09 Feb 2025, 10:39 WIT
Polri Temukan Mayat di Bacan Timur, Diduga Awak Media Yang Hilang Saat Insiden Speedboat Basarnas
Papuanewsonline.com, Halmahera - Sesosok mayat laki-laki ditemukan dalam kondisi sulit dikenali di wilayah Bacan Timur, Halmahera Selatan, pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 10.00 WIT. Korban ditemukan mengenakan kaos hitam bertuliskan "WAPENA MALUKU UTARA".Tim Dokpol dan Inafis Polres Halmahera Selatan yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad tersebut. Namun, kondisi mayat yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi melalui sidik jari karena jari tangan dan kaki serta raut wajah telah terkelupas dan tidak utuh lagi.Saat ini, jenazah telah dibawa ke RSUD Labuha untuk proses identifikasi lebih lanjut dengan metode post-mortem dan ante-mortem. Berdasarkan keterangan keluarga, mereka meyakini bahwa mayat tersebut adalah Sahril, seorang awak media yang sebelumnya dilaporkan hilang saat insiden meledaknya speedboat Basarnas Kota Ternate dalam operasi evakuasi nelayan yang hilang.Pihak kepolisian kini tengah mencocokkan data ante-mortem dari keluarga dengan ciri-ciri fisik dan properti yang dikenakan korban sebelum hilang. Proses ini melibatkan pemeriksaan tinggi badan, tanda lahir, bekas luka, susunan gigi, serta pakaian atau aksesoris terakhir yang digunakan.Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kepolisian akan memastikan identitas jenazah dengan prosedur yang tepat."Saat ini, proses identifikasi tengah berlangsung. Kami mencocokkan data fisik serta properti yang dikenakan korban sebelum hilang. Jika hasilnya sesuai, jenazah akan segera diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Brigjen Trunoyudo.Keluarga korban saat ini sedang dalam perjalanan menuju Halmahera Selatan untuk menunggu hasil identifikasi resmi. Kepolisian berjanji akan terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan kasus ini. PNO-12
09 Feb 2025, 10:25 WIT
Kunjungan Kerja Kadiv Hubinter Polri Diterima di Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Kepolisian Daerah Papua menerima kunjungan kerja Kadiv Hubinter Irjen Pol Dr.
Krishna Murti, S.I.K., M.Si. beserta
rombongan di Bandara Internasional Sentani Kabupaten Jayapura, Rabu
(05/02/2025). Tim Divhubinter Polri yang
berkunjung di Polda Papua yakni SES NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri,
Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H, Kabaglotas Set NCB Interpol
Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol. Hery Dian Dwi Harto,. S.I.K., M.P.P. Kedatangan Kadiv Hubinter Polri
ini diterima hangat oleh para pejabat utama Polda Papua. "Kami berharap kunjungan
Bapak Kadiv Hubinter dan Tim ini merupakan awal yang baik dalam menjalin
hubungan kerjasama antara Polda Papua dengan Divisi Hubinter Polri ke
depan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady
Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., Rabu (05/02/2025) sore. Polda Papua, lanjut Kombes Benny,
akan mendukung penuh program kerja yang digulirkan Divhubinter Polri, khususnya
di wilayah provinsi Papua.
"Semoga kerjasama yang akan
dijalankan nanti dapat meningkatkan kinerja kepolisian dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat" harapnya. (REd)
08 Feb 2025, 21:56 WIT
Tingkatkan Kesiapan Bertugas, Personel Ops Damai Cartenz-2025 Jalani Pelatihan Psikologi
Papuanewsonline.com, Mimika – Pemandangan tak biasa terlihat di Posko Sektor Timika pada Kamis (6/2), saat personel Ops Damai Cartenz-2025 mengikuti pelatihan psikologi yang diselenggarakan oleh Tim Psikologi Subsatgas Kesehatan Satgas Banops Damai Cartenz-2025.Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda Amelia Mega Kartika Kawilarang, S.Psi., dan Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi., dengan tujuan memperkuat mental, kekompakan, serta fokus para personel yang bertugas di wilayah operasi.Dalam pelatihan ini, peserta dibagi menjadi dua tim.1. Belukar 65, dipimpin oleh Ipda Ari Barudin2. Belukar 66, dipimpin oleh Ipda HendriKedua tim berlomba menyelesaikan berbagai tantangan menarik yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan mental dan kerja sama tim, di antaranya:Tebak istilah kepolisian khususnya terkait fungsi Brimob, guna mengasah pengetahuan dan kesiapan personel.Perlombaan memasukkan bola ke dalam kardus, untuk melatih ketangkasan dan koordinasi tim.Mengambil sumpit dengan hidung, tantangan unik yang mengundang tawa, tetapi tetap mengasah fokus dan konsentrasi.Menggendong komandan tim hingga garis finis, sebagai simbol kekompakan dan kekuatan tim dalam menghadapi tantangan.Ipda Amelia Mega Kartika Kawilarang menekankan pentingnya pelatihan psikologi seperti ini."Di lapangan, mental yang kuat sama pentingnya dengan keterampilan bertempur. Kami ingin memastikan setiap personel tetap tangguh, solid, dan memiliki semangat juang yang tinggi."Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan bahwa kesejahteraan psikologis personel adalah prioritas utama."Tugas mereka sangat berat. Kami ingin mereka tetap dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental, agar dapat menjalankan tugas secara optimal."Kegiatan ini membuktikan bahwa membangun mental baja tidak selalu harus dengan latihan keras. Melalui tantangan unik dan seru, para personel dapat belajar, tertawa, serta mempererat kebersamaan.Pelatihan ditutup dengan pengumuman skor, di mana Tim Belukar 65 keluar sebagai juara. Dengan semangat yang semakin tinggi, personel Ops Damai Cartenz-2025 siap bertugas dengan penuh keyakinan dan kekompakan. PNO-12
07 Feb 2025, 18:28 WIT
Polri Bongkar Tambang Timah Ilegal di Bekasi, Kerugian Negara Capai Rp10 Miliar
Papuanewsonline.com, Jakarta – Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara ilegal yang beroperasi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari pengungkapan ini, polisi menyita ratusan batang balok timah dan menetapkan dua tersangka, salah satunya warga negara asing (WNA).Kasus ini terbongkar setelah tim penyidik Ditpolair Korpolairud menerima informasi adanya aktivitas pengiriman pasir timah dari Bangka Belitung menuju Tanjung Priok, Jakarta. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa barang tersebut tidak berhenti di Jakarta, melainkan dikirim ke sebuah gudang tertutup di Jalan Lurah Namat, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.“Gudang ini telah beroperasi sejak tahun 2023. Kami mendapati aktivitas ilegal berupa pengolahan dan pemurnian pasir timah menjadi balok timah, yang kemudian dijual tanpa izin,” ungkap Kasubdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol. Donny Charles Go, dalam konferensi pers, Selasa (6/2).Pada Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan dari Subdit Gakkum dan Subdit Intelair bergerak menuju lokasi dan berhasil masuk setelah berkomunikasi dengan penjaga gudang. Polisi menemukan alat-alat produksi, balok timah siap jual, serta para pekerja yang sedang melakukan proses peleburan timah.Dalam operasi ini, polisi mengamankan 207 batang balok timah dengan berat total sekitar 5,81 ton, dua toples berisi pasir timah, alat XRF untuk mengukur kadar logam, cetakan timah, perangkat CCTV, surat jalan, serta tiga unit telepon genggam milik para tersangka.Sebanyak delapan orang yang berada di lokasi langsung diamankan ke Mako Ditpolair Korpolairud untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni:1. MJ–Warga Negara Asing, kepala operasional gudang sekaligus pemodal utama usaha produksi balok timah.2. AF–Warga Negara Indonesia, direktur CV. Galena Alam Raya Utama, perusahaan yang menaungi kegiatan ilegal tersebut.Sementara itu, tujuh pekerja lainnya berstatus sebagai saksi karena mereka hanya bekerja berdasarkan gaji bulanan sebesar Rp5 juta dari tersangka MJ.Berdasarkan hasil penyelidikan, aktivitas ilegal ini telah berjalan lima kali produksi sejak 2023 hingga Januari 2025, dengan empat kali pengiriman balok timah ke luar negeri, diduga ke Korea Selatan.“Jika dihitung dari lima kali produksi, potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal ini mencapai sekitar Rp10,038 miliar,” jelas Kombes Pol. Donny Charles Go.Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk sumber pasir timah yang berasal dari Bangka Belitung.“Identitas pengirim dari Bangka Belitung sudah kami kantongi, dan saat ini kami sedang memburu pelaku lainnya. Kami yakin ini bukan kasus tunggal, masih ada jaringan lain yang beroperasi,” tambah Donny.Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan pengungkapan 2 ton timah ilegal di Bangka Belitung baru-baru ini.Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 161 jo Pasal 35 ayat (3) huruf c dan g, Pasal 104, atau Pasal 105 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.“Mereka terancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar,” pungkas Kombes Pol. Donny Charles Go.Saat ini, polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perdagangan timah ilegal ini. PNO-12
07 Feb 2025, 18:24 WIT
Indramayu Jadi Lokasi Pertama Sosialisasi Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri
Papuanewsonline.com, Indramyu - Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Penyulundupan dan Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri menggelar workshop bertajuk "Safe Space for All: Rise and Speak Berani Bicara, Selamatkan Sesama" di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (6/2). Acara ini sekaligus menjadi momentum perkenalan direktorat baru yang dibentuk untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya serta pemberantasan perdagangan orang.Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan direktorat ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelindungan dan penegakan hukum secara presisi dan efektif."Indramayu dipilih sebagai lokasi pertama karena daerah ini memiliki potensi besar dalam menciptakan model pelindungan yang efektif bagi perempuan dan anak. Selain itu, dukungan kuat dari berbagai elemen masyarakat menjadikannya lokasi strategis untuk mengimplementasikan program ini," ujarnya.Brigjen Pol. Nurul Azizah juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga pada pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan kapasitas aparat penegak hukum."Kampanye #RiseAndSpeak bertujuan untuk mengajak setiap individu agar bangkit dan berani menyuarakan kebenaran demi menciptakan perubahan yang lebih baik. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan hati untuk bertindak, peduli, dan melindungi sesama," tegasnya.Polri, kata Brigjen Pol. Nurul Azizah, akan menindak siapapun yang terlibat dalam praktik perdagangan orang, termasuk orang tua, calo, hingga oknum aparat yang membantu memfasilitasi kejahatan tersebut."Bapak Kapolri telah menginstruksikan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku perdagangan orang. Jika ada oknum pejabat atau aparat yang terlibat, mereka akan dikenai sanksi hukum berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," tandasnya.Ia juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan kasus perdagangan orang, termasuk keterlibatan oknum pejabat atau aparat pemerintah."Tidak perlu takut, hukum dan negara akan melindungi pelapor. Mari kita bersama-sama memutus rantai perdagangan orang dan memastikan anak-anak kita tidak lagi menjadi korban eksploitasi," ajaknya.Brigjen Pol. Nurul Azizah menegaskan bahwa media sosial menjadi salah satu sarana utama dalam perekrutan ilegal tenaga kerja, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang minim informasi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam memberikan edukasi terkait bahaya perdagangan orang dan eksploitasi anak."Pendidikan adalah kunci utama dalam mencegah kekerasan dan ketidakadilan. Kami berharap sekolah-sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan lainnya dapat menjadi mitra utama dalam menyebarkan kesadaran ini kepada generasi muda," katanya.Sebagai penutup, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada komitmen bersama seluruh elemen masyarakat."Mewujudkan dunia yang lebih aman dan lebih adil membutuhkan kerja sama kita semua. Rise and Speak bukan hanya seruan, tetapi panggilan untuk bertindak. Jika kita bersatu, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan," pungkasnya.Seiring dengan hadirnya Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO, Brigjen Nurul Azizah berkomitmen untuk tidak hanya menangani perkara-perkara pidana berkaitan dengan perempuan dan anak, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap orang yang menjadi korban tindak kekerasan akan terlindungi dan mendapat tempat yang aman untuk mencari keadilan.Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Indramayu dapat menjadi pilot project dalam upaya pelindungan perempuan dan anak, serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya mencegah dan menangani kasus perdagangan orang di Indonesia. PNO-12
07 Feb 2025, 18:18 WIT
Jaga Situasi Tetap Kondusif, Sat Samapta Polres Sarmi Gelar Patroli Dialogis
Papuanewsonline.com, Sarmi – Demi mencegah dan meminimalisir timbulnya gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat pasca sidang penetapan PHPU Pilkada 2024, di Mahkamah Konstitusi (MK), Satuan Samapta Polres Sarmi terus meningkatkan giat Patroli dialogis, Kamis (06/02/2025).Kasat Samapta, Iptu Suratno, S.H., M.H., mengatakan bahawa, Patroli Dialogis yang dilaksanakan hari ini merupakan strategi Polres Sarmi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Tak hanya itu, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.“Dengan berinteraksi aktif dan humanis, tentunya kami dapat mengetahui kondisi nyata di lapangan, dan segera merespon apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan maupun tindak kejahatan di siang hari ini,” ujarnya.Sementara itu pada giat Patroli tersebut, Personel Sat Samapta melakukan beberapa kegiatan diantaranya Patroli Preventif secara mobile untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif pada area pasar maupun pusat keramaian, memantau objek vital diantaranya Bank BRI Sarmi, dan Bank Papua, Tim Patroli Juga menyambangi beberapa warga yang sedang melakukan aktivitas.Dalam patroli tersebut, Pihaknya memberikan pesan Kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu tugas Polres Sarmi. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh berita - berita yang tidak benar (Hoaks) terkait sidang penetapan di MK.“Lewat kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih merasa terayomi dan terciptanya perasaan yang aman dan nyaman dalam setiap aktivitasnya sehari-hari,” tutup Kasat. PNO-12
07 Feb 2025, 18:14 WIT
Kadiv Hubinter Polri Laksanakan Courtesy Call di Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol. Khrisna Murti, S.I.K., M.Si. memimpin kegiatan Courtesy Call Polda Papua Tahun 2025 bertempat di Aula Vicon Polda Papua Koya Koso, Rabu (05/02/2025).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si, Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H, Kabagbatans Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Kombes Pol. Hery Dian Dwi Harto, S.I.K., M.P.P, para pejabat utama Polda Papua dan Para Kapolres/ta perbatasan jajaran Polda Papua.Kegiatan Courtesy Call Polda Papua Bersama Kadivhubinter Polri tahun 2025 bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait program Border Transnational Crime Liaison Officer (BTNCLO) adalah program yang diusung oleh Kapolri dengan tujuan menyelesaikan permasalahan menyangkut Transnational Crime yang diantaranya adalah penyelundupan manusia dan barang.Dalam sambutannya, Kapolda Papua mengucapkan selamat datang kepada Kadiv Hubinter Polri beserta tim yang telah datang di Polda Papua.“Pertama-pertama yang tentunya agar kita tidak ragu lagi dalam memberikan tindakan hukum di daerah-daerah perbatasan. Terutama untuk rekan-rekan kita yang bertugas di perbatasan akan mendapatkan atensi khusus, dan direncanakan untuk BTNCLO ini akan menjadi Bidang khusus dengan tujuan agar memudahkan wilayah dalam melaksanakan tugas di Perbatasan,” ucap Kapolda.Sementara itu, Kadiv Hubinter mengatakan tujuan utamanya adalah untuk memberikan arahan terkait BTNCLO (Border Transnational Crime Liaison Officer), berdasarkan putusan Kapolri nomor 166 tanggal 31 September 2024 merujuk kepada Proses yang panjang Kapolri memutuskan untuk membentuk BTNCLO di Polda yang memiliki perbatasan.“Terkait dengan itu ada ruang yang kita beririsan atau bersinggungan dengan lembaga-lembaga yang sudah ada dan bertugas di Perbatasan. Namun ada juga beberapa ruang-ruang yang tidak bisa masuki contohnya adalah Pengamanan perbatasan yang sudah diemban oleh teman-teman dari TNI,” tutur Kadiv Hubinter.Lebih lanjut, ia menyampaikan Polda yang diperbatasan ini memiliki kendala dalam mengkomunikasikan masalah-masalahnya dikarenakan jarak yang sangat jauh dengan Divhubinter Polri. Pihaknya akan memberikan pelatihan, kewenangan dan pasport untuk diberikan izin kapan saja agar bisa ke perbatasan jika ada permasalahan.“BTNCLO ini bukan hanya entitas kita didalam tubuh Polri namun BTNCLO ini bisa menjadi jembatan untuk kita semua agar bisa menyelesaikan masalah-masalah di Perbatasan,” pungkasnya. PNO-12
07 Feb 2025, 18:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru