logo-website
Kamis, 02 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bupati Mimika Turun Kampung ke Wilayah Pesisir: Dengar Aspirasi dan Resmikan Sejumlah Fasilitas Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam upaya memperkuat pelayanan publik dan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Rettob, serta rombongan pemerintah daerah, melaksanakan kegiatan Turun Kampung (Turkam) ke wilayah pesisir pada Sabtu, 2 November 2025. Rangkaian kunjungan ini mencakup tiga distrik penting, yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat Tengah, dan Distrik Amar. Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan rombongan juga turut meresmikan sejumlah fasilitas publik yang dinantikan warga, termasuk fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa. “Pembangunan dimulai dari kampung menuju kota. Kami hadir langsung untuk memastikan bahwa setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan hanya di pusat pemerintahan, tetapi sampai ke pelosok wilayah pesisir,” ujar Bupati Johannes Rettob di sela kegiatan. Selain meresmikan fasilitas publik, kegiatan Turkam juga menjadi ajang tatap muka langsung antara Bupati dan masyarakat. Dalam sesi dialog terbuka, warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, keluhan, serta ide-ide pembangunan untuk kemajuan kampung mereka. Bupati menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi dasar perencanaan pembangunan Mimika ke depan. “Setiap masukan dari masyarakat sangat berharga. Dari sini, kami bisa melihat langsung kondisi lapangan dan menentukan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ungkapnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta aparat distrik yang antusias menyambut kehadiran rombongan pemerintah. Dalam kunjungannya, Bupati Johannes Rettob melakukan peresmian fasilitas air bersih dan gedung perpustakaan desa yang menjadi simbol nyata pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Mimika. Peresmian dilakukan secara sederhana namun penuh makna, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati, disaksikan masyarakat setempat dan jajaran pejabat daerah. Kepala Distrik Kapiraya Uta menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih dan perpustakaan ini bukan hanya fasilitas, tetapi simbol perubahan nyata di wilayah kami. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang turun langsung mendengar dan menjawab kebutuhan kami,” ujarnya. Program Turun Kampung (Turkam) telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Melalui program ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak berhenti di pusat kota, tetapi hadir hingga ke pelosok. “Kami ingin memastikan pembangunan berjalan merata. Pemerintah tidak boleh hanya duduk di kantor, tapi harus turun langsung melihat realita di lapangan,” tegas Bupati Rettob. Turkam di wilayah pesisir ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan Mimika yang maju, mandiri, dan sejahtera. Penulis: Hendrik Editor: GF  03 Nov 2025, 11:51 WIT
Bupati Mimika Dorong Modernisasi Proses Pembotolan Air di Batang, Borneo Papuanewsonline.com, Mimika – Udara segar dan semangat kerja terpancar dari para pekerja di unit pembotolan air Batang, Borneo, saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja pada 2 November 2025. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyaksikan langsung proses pembotolan air secara manual dan bahkan sempat mencoba sendiri hasil produksi air lokal tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan efisiensi, kualitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika Barat Tengah. “Saya sangat menghargai kerja keras dan dedikasi seluruh tim Batang Soda di bawah pimpinan Pak Abdul Hadi dan manajer Pak Aziz. Mereka telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengelola produksi air minum dengan fasilitas terbatas,” ujar Bupati Rettob dengan penuh apresiasi. Bupati Mimika menilai bahwa proses pembotolan air yang masih dilakukan secara manual memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih modern dan efisien. Menurutnya, penggunaan teknologi dan sistem otomatisasi akan membantu meningkatkan kapasitas produksi serta menjaga kualitas air agar tetap higienis dan kompetitif. “Kita harus mencari cara untuk mengotomatisasi sebagian proses agar tidak terlalu mengandalkan tenaga manual. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang daya saing dan keberlanjutan usaha,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan tenaga kerja, fasilitasi peralatan, maupun akses pendanaan usaha kecil dan menengah yang memiliki potensi ekonomi di tingkat lokal. Kunjungan kerja ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Mereka menilai kehadiran Bupati di tengah-tengah kegiatan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Salah satu warga, Yohanis Wompere, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha lokal seperti Batang Soda. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati. Kehadiran beliau memberi semangat baru bagi kami untuk terus berusaha dan meningkatkan kualitas produksi air di daerah ini,” ujarnya. Selain itu, masyarakat berharap agar usaha pembotolan air di Batang dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan utama bagi warga sekitar. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. “Kami ingin setiap potensi lokal di Mimika — termasuk pengelolaan air minum, pertanian, dan kerajinan — bisa berkembang menjadi sektor unggulan. Pemerintah daerah akan hadir untuk mendukung dari sisi regulasi, peralatan, hingga pemasaran,” jelas Rettob. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan produk dari luar Mimika. Usaha pembotolan air di Batang, Borneo kini menjadi simbol inovasi masyarakat pedesaan yang mengandalkan sumber daya alam lokal untuk meningkatkan taraf hidup. Dengan dukungan pemerintah dan modernisasi teknologi, industri kecil ini berpotensi tumbuh menjadi ikon ekonomi kerakyatan Mimika Barat Tengah. Kunjungan Bupati Johannes Rettob menandai langkah awal menuju perubahan besar di sektor pengolahan air lokal, sekaligus menegaskan arah pembangunan Mimika yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan inovasi berkelanjutan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 21:46 WIT
Bupati Mimika Tegaskan Komitmen Pengelolaan Dana Desa Secara Transparan dan Akuntabel Papuanewsonline.com, Potowayburu — Langit cerah menaungi Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Potowayburu, Sabtu (1/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa dana desa merupakan instrumen penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan di wilayah pedalaman. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala desa dan aparat kampung untuk bekerja jujur, terbuka, dan profesional dalam mengelola anggaran tersebut. “Dana desa bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kesejahteraan rakyat. Kami akan mengawasi langsung penggunaan setiap rupiah agar benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Rettob dalam sambutannya di hadapan warga dan aparat kampung. Dalam kesempatan itu, Bupati Rettob juga menyoroti masih adanya laporan tentang penyalahgunaan dana desa di beberapa wilayah. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para kepala desa, terutama mereka yang tidak transparan atau menyalahgunakan kewenangan. “Kami tidak akan mentolerir kepala desa yang menyalahgunakan dana desa. Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya jelas: evaluasi, pemberhentian, dan bahkan proses hukum jika terbukti,” ujar Rettob dengan nada tegas. Langkah ini, kata Bupati, bukan untuk menakut-nakuti aparat kampung, tetapi untuk memastikan keuangan desa benar-benar digunakan untuk membangun jalan, air bersih, listrik, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola dana desa yang lebih baik, Bupati Mimika juga mengumumkan akan membentuk tim pengawas khusus di tingkat kabupaten. Tim ini akan bekerja sama dengan inspektorat daerah, aparat distrik, dan masyarakat untuk memastikan setiap laporan penggunaan dana desa tercatat dan dapat diakses publik. Selain itu, pemerintah daerah akan meluncurkan sistem pelaporan daring (online) yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan penggunaan dana desa secara langsung. “Kami ingin masyarakat ikut mengawasi. Dengan sistem pelaporan online ini, semua warga bisa tahu ke mana dana desa digunakan. Kalau ada penyalahgunaan, segera laporkan,” jelas Bupati. Kunjungan kerja ini disambut antusias oleh masyarakat Potowayburu. Warga menilai langkah Bupati Mimika merupakan angin segar yang dapat memperbaiki kepercayaan publik terhadap pemerintah kampung. Salah satu tokoh masyarakat, Yustinus Kawer, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini tidak hanya berhenti pada janji, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten. “Kami senang mendengar langsung komitmen Bupati. Masyarakat ingin pembangunan berjalan jujur dan terbuka. Dana desa harus kembali kepada rakyat,” katanya. Dalam kunjungan itu, Bupati Rettob juga menegaskan pentingnya pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat kampung agar aparat desa memahami cara mengelola anggaran secara profesional dan sesuai aturan. Pemerintah daerah akan menyiapkan pelatihan manajemen keuangan desa dan pendampingan teknis bagi aparat kampung. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas bukan hanya soal laporan keuangan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik. “Ketika masyarakat percaya, mereka akan ikut terlibat menjaga pembangunan. Inilah inti dari pemerintahan yang baik,” tutup Bupati. Kunjungan ini sekaligus menandai langkah nyata Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan melayani, sejalan dengan visi besar “Mimika Maju, Mandiri, dan Berdaya”. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:25 WIT
Harapan Baru dari Ujung Barat Mimika: Listrik dan Air Bersih Resmi Mengalir di Potowayburu Papuanewsonline.com, Mimika — Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Distrik Mimika Barat Jauh saat Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, menekan tombol simbolis menandai resminya aliran listrik dan air bersih di Kampung Potowayburu, Sabtu (1/11/2025). Acara peresmian yang diwarnai tarian adat dan siraman kapur putih itu menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik dan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi, kini warga Potowayburu bisa menikmati dua layanan dasar yang menjadi simbol kemajuan dan kemandirian. Dalam sambutannya, Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus R. Kukuareyau, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia menyebut kehadiran listrik dan air bersih ini bukan hanya soal fasilitas, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat di wilayah paling jauh. “Dulu, anak-anak kami belajar hanya dengan cahaya pelita dan air harus diambil dari sungai. Sekarang, hidup kami berubah. Terima kasih kepada pemerintah yang telah hadir hingga ke pelosok,” ujar Everardus penuh haru. Pernyataan itu disambut tepuk tangan warga dan aparat kampung yang hadir. Mereka menilai peresmian ini sebagai awal dari transformasi sosial dan ekonomi di wilayah yang sebelumnya minim akses. Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk memperluas pelayanan dasar dan meningkatkan taraf hidup masyarakat hingga ke wilayah terluar. Ia menambahkan, pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus dirasakan secara merata di seluruh pelosok Mimika. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang adil dan merata. Tidak ada lagi daerah yang tertinggal. Pemerintah hadir untuk semua, termasuk di Potowayburu yang berada paling barat,” tegas Bupati Rettob. Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong menambahkan bahwa program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk PLN dan Dinas PUPR, yang bekerja keras memastikan infrastruktur dapat berfungsi secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan listrik dan air, tetapi juga memiliki rasa memiliki dan menjaga fasilitas ini agar terus bermanfaat,” kata Kemong. Dengan beroperasinya jaringan listrik dan air bersih, aktivitas masyarakat Potowayburu kini berubah. Sekolah-sekolah dapat beroperasi dengan lebih baik, kegiatan ekonomi mulai menggeliat, dan warga tidak lagi bergantung pada sumber energi tradisional. Selain itu, kehadiran air bersih juga diharapkan menekan angka penyakit yang bersumber dari sanitasi buruk. Beberapa warga bahkan sudah mulai berencana membuka usaha kecil seperti kios, penggilingan padi, dan bengkel sederhana berkat adanya pasokan listrik. “Sekarang kami bisa belajar malam hari, bisa nonton berita, dan hidup terasa lebih mudah,” ujar Maria, warga setempat, dengan senyum lebar. Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa Potowayburu hanyalah satu dari sekian banyak wilayah yang akan mendapatkan program serupa. Tahun 2026 mendatang, pemerintah daerah menargetkan seluruh kampung di Mimika Barat Jauh telah teraliri listrik dan memiliki akses air bersih yang layak. Program ini menjadi bagian dari agenda besar Mimika dalam mendukung visi nasional “Indonesia Terang 2030” dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam menikmati kemajuan. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:23 WIT
Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni Bongkar Sindikat Pencurian Alat Berat Lintas Provinsi Papuanewsonline.com, Teluk Bintuni – Polres Teluk Bintuni kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penegakan hukum. Melalui Tim Macan Gunung, satuan reserse kriminal Polres Teluk Bintuni berhasil membongkar sindikat pencurian alat berat lintas provinsi yang telah merugikan sejumlah perusahaan konstruksi dan proyek industri di wilayah Papua Barat. Pelaku utama berinisial RSN (41) diringkus di Manokwari setelah dilakukan penyelidikan intensif selama beberapa pekan. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa kunci master ekskavator, sepeda motor yang digunakan saat beraksi, serta dokumen pengiriman alat berat yang diduga hasil curian. Kerugian akibat aksi pelaku ini ditaksir mencapai Rp360 juta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, RSN diketahui merupakan pelaku spesialis pencurian alat berat yang telah beroperasi di tiga lokasi proyek besar, dan menjual hasil curiannya ke luar Papua melalui jasa ekspedisi Lion Parcel menuju Pekanbaru, Riau. Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hari Sutanto, mengungkapkan bahwa penangkapan RSN merupakan hasil kerja keras tim yang dilakukan secara terukur dan penuh kehati-hatian. Polisi menduga aksi ini tidak dilakukan seorang diri. Menurut Kapolres, pelaku memiliki jaringan yang cukup rapi dalam menjalankan kejahatan, termasuk menggunakan jalur ekspedisi resmi untuk mengirim hasil curian agar tidak terdeteksi. “Pelaku ini termasuk profesional. Ia memahami sistem pengamanan alat berat dan mampu membuka kunci mesin menggunakan kunci master. Kami menduga ada pihak lain yang membantu memfasilitasi penjualan alat berat hasil curian ini,” ujar AKBP Hari Sutanto. Tim penyidik kini tengah mengembangkan kasus tersebut dengan menelusuri aliran dana dan potensi keterlibatan pihak pembeli maupun jaringan pengiriman barang. Langkah ini menjadi bukti komitmen Polres Teluk Bintuni dalam memberantas kejahatan yang merugikan sektor ekonomi dan pembangunan daerah. Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja cepat dan responsif Tim Macan Gunung Polres Teluk Bintuni, unit khusus yang dibentuk untuk menangani tindak kejahatan menonjol. Tim ini dikenal memiliki keahlian dalam investigasi lapangan dan pelacakan lintas wilayah, serta didukung sistem koordinasi dengan jajaran Polda Papua Barat. “Kami akan terus menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada tempat bagi pelaku kriminal di Teluk Bintuni,” tegas Kapolres Hari Sutanto. Selain memburu pelaku lainnya, pihak kepolisian juga mengimbau seluruh kontraktor, operator alat berat, dan perusahaan industri di wilayah Teluk Bintuni agar memperketat sistem keamanan alat dan lokasi proyek. Penangkapan RSN mendapat apresiasi dari masyarakat dan pelaku usaha di Teluk Bintuni. Para kontraktor menyambut baik langkah cepat polisi karena kasus pencurian alat berat selama ini menjadi ancaman serius bagi kelancaran proyek pembangunan. “Aksi cepat Polres Teluk Bintuni memberikan rasa aman bagi kami yang bekerja di proyek lapangan. Semoga upaya ini terus berlanjut agar tidak ada lagi kerugian besar akibat pencurian,” ujar salah satu perwakilan kontraktor lokal. Dengan terbongkarnya jaringan ini, Polres Teluk Bintuni berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serupa dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kolaborasi menjaga keamanan wilayah. Penulis: Hendrik Editor: GF  02 Nov 2025, 03:20 WIT
Empat ASN Mimika Ditahan Terkait Korupsi Proyek Aerosport Rp79 Miliar: DPR Papua Tengah Apresiasi Papuanewsonline.com, Timika – Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Mimika resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terkait dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana aerosport pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2021. Kasus ini mencuat setelah penyidik Kejati Papua menemukan bukti kuat adanya penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp31,302 miliar dari nilai kontrak proyek sebesar Rp79,13 miliar. Keempat ASN tersebut masing-masing berinisial DM, HW, RJW, dan M. Mereka kini resmi berstatus tersangka dan ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi, mengaudit dokumen kontrak, serta menelusuri aliran dana proyek. Menanggapi langkah tegas Kejati Papua, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Tengah, Yohanes Kemong, menyampaikan apresiasi atas kerja profesional aparat penegak hukum yang dinilai berani dan transparan dalam mengusut kasus korupsi yang melibatkan aparatur pemerintah daerah. “Kami mengapresiasi komitmen Kejati Papua dalam memberantas korupsi. Langkah ini membuktikan bahwa penegakan hukum di Papua berjalan dan tidak tebang pilih. Semoga kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak bermain-main dengan uang rakyat,” tegas Yohanes Kemong. Ia menambahkan, korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menghambat pembangunan dan mencoreng kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, DPR Papua Tengah akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi dan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran di daerah. Kasus korupsi proyek aerosport di Mimika menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah di seluruh wilayah Papua Tengah untuk memperbaiki sistem pengawasan internal dan manajemen proyek pembangunan. Yohanes Kemong menegaskan bahwa ke depan, setiap proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN harus disertai laporan keuangan yang terbuka dan dapat diakses publik. “Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Masyarakat berhak tahu ke mana anggaran digunakan, dan hasilnya harus dirasakan langsung,” ujarnya. Menurut Kemong, DPR Papua Tengah juga akan mendorong adanya kolaborasi antara Inspektorat Daerah, BPKP, dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Dengan penahanan empat ASN ini, publik berharap akan muncul efek jera yang kuat terhadap para pelaku korupsi, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Kasus ini juga menjadi momentum bagi seluruh ASN di Papua Tengah untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menunjukkan bahwa pelayanan masyarakat adalah prioritas utama. “Kami berharap Kejati terus konsisten menegakkan hukum dengan tegas, sekaligus memberikan efek jera agar ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan anggaran pembangunan,” tutup Kemong. Penegakan hukum terhadap kasus ini menandai era baru transparansi dan akuntabilitas di Papua Tengah — sebuah langkah menuju pemerintahan daerah yang bersih, jujur, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Penulis: Hendrik Editor: GF 02 Nov 2025, 03:17 WIT
Pemerintah Papua Perketat Pengawasan Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pengelolaan Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah provinsi. Langkah ini diambil guna memastikan setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat akar rumput. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Papua, Sabtu (1/11/2025), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Michael Manufandu, menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. “Pengawasan dan pengawalan dana ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujar Manufandu dalam keterangannya. Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi sistem keuangan daerah yang tengah digalakkan oleh Pemprov Papua, sejalan dengan tema “Transformasi Peran APIP dalam Mendorong Akuntabilitas dan Kinerja Pemerintah Daerah.” Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Papua bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Inspektorat Jenderal, serta sejumlah lembaga pengawasan pusat untuk memperkuat kontrol terhadap penyaluran dana publik. Manufandu menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek administrasi, tetapi juga memastikan efektivitas program di lapangan. Artinya, setiap program yang dibiayai Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih akan dievaluasi secara berkala, baik dari sisi kemanfaatan sosial maupun dampak ekonominya bagi masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa dana-dana ini tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan — memperbaiki pelayanan publik, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” tambahnya. Selain pengawasan formal, Pemprov Papua juga mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mengawasi penggunaan dana publik. Menurut Manufandu, masyarakat memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam memastikan transparansi, terutama melalui mekanisme pelaporan partisipatif. Pemerintah daerah membuka ruang bagi masyarakat, lembaga adat, dan tokoh masyarakat untuk melaporkan apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau penyalahgunaan dana. Langkah ini dianggap sebagai bentuk demokratisasi pengawasan publik, di mana pembangunan tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Provinsi Papua berharap penguatan sistem pengawasan ini dapat mempercepat tercapainya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Melalui Dana Desa dan Dana Koperasi Merah Putih, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat perekonomian lokal, memberdayakan masyarakat, dan mengurangi kesenjangan sosial antarwilayah. Dengan sistem pengawasan yang ketat dan akuntabel, Pemprov Papua optimistis setiap program yang dijalankan akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah. “Transparansi adalah kunci kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat Papua,” tutup Sekda Papua. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Nov 2025, 23:54 WIT
Komisi V DPR RI Melakukan Kunjungan Kerja Untuk Dorong Akselerasi Infrastruktur di Maluku Papuanewsonline.com, Maluku – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Maluku pada Sabtu (1/11/2025), dengan fokus utama membahas isu strategis pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di daerah kepulauan. Dalam kunjungan yang berlangsung penuh makna ini, para anggota Komisi V melakukan perjalanan menggunakan kapal navigasi dari Tawiri menuju Pelabuhan Yos Sudarso, sebagai bagian dari peninjauan langsung kondisi geografis dan akses transportasi di wilayah kepulauan yang menjadi jantung aktivitas ekonomi masyarakat Maluku. Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Komisi V untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam perjalanan laut tersebut, para anggota Komisi V mendengarkan presentasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait yang memaparkan tantangan serta potensi besar yang dimiliki Maluku sebagai provinsi kepulauan. Paparan itu menyoroti bagaimana Maluku membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan sarana transportasi laut, pelabuhan perintis, jalan penghubung antar-pulau, serta akses energi dan telekomunikasi. Infrastruktur tersebut dinilai vital untuk membuka isolasi wilayah dan memperkuat perekonomian berbasis kelautan. “Kami sangat terkesan dengan keindahan alam Maluku, namun di balik pesona itu terdapat tantangan besar dalam konektivitas dan pelayanan publik. Pemerintah pusat dan DPR perlu memastikan infrastruktur di sini benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau kecil,” ujar salah satu Anggota Komisi V DPR RI dalam kesempatan tersebut. Anggota Komisi V menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Maluku tidak boleh hanya berfokus pada pusat-pusat kota besar, tetapi harus menjangkau daerah pesisir, terpencil, dan pulau-pulau kecil yang selama ini masih kesulitan mengakses layanan dasar. Menurut mereka, konektivitas antarpulau bukan sekadar persoalan fisik, melainkan fondasi pemerataan ekonomi dan sosial masyarakat kepulauan. Melalui peningkatan sarana transportasi laut, perbaikan pelabuhan rakyat, dan pengembangan bandara perintis, masyarakat Maluku diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan nasional. “Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tapi membangun harapan dan memperpendek jarak antara masyarakat dan kesejahteraan,” ujar salah satu anggota rombongan Komisi V. Kunker ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder sektor transportasi dan pekerjaan umum. Komisi V DPR RI menilai, keberhasilan pembangunan di wilayah kepulauan seperti Maluku sangat bergantung pada sinergi lintas sektor — mulai dari perencanaan tata ruang, pengadaan sarana transportasi laut, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal. Dalam diskusi bersama perwakilan Balai Wilayah Sungai, Dinas Perhubungan, dan Balai Pelaksana Jalan Nasional, Komisi V menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat lokal dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. “Kami akan memperjuangkan dukungan anggaran dan kebijakan afirmatif untuk wilayah kepulauan seperti Maluku. Daerah ini memiliki potensi besar, dan kita harus hadir dengan kebijakan yang berpihak,” tegas salah satu anggota Komisi V DPR RI. Kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Maluku diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong akselerasi pembangunan di wilayah kepulauan Indonesia bagian timur. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan. Dengan potensi perikanan, pariwisata, dan sumber daya alam yang melimpah, Maluku memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi maritim nasional jika didukung dengan infrastruktur yang memadai. Penulis: Hendrik Editor: GF 01 Nov 2025, 19:42 WIT
Optimisme dari Tanah Papua: Gubernur Matius Fakhiri Serukan Persatuan dan Pembangunan Papuanewsonline.com, Jayapura — Suasana penuh sukacita dan harapan menyelimuti halaman Kantor Gubernur Papua, Jumat (31/10/2025), ketika ribuan masyarakat menghadiri Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen. Acara ini menjadi simbol dimulainya babak baru kepemimpinan di Bumi Cenderawasih yang diwarnai dengan semangat persatuan, pembangunan, dan transformasi Papua yang lebih maju dan harmonis. Dengan senyum lebar dan sapaan hangat, Gubernur Fakhiri mengajak seluruh masyarakat Papua untuk meninggalkan perbedaan dan bersatu membangun tanah ini sebagai berkat bagi Indonesia. “Papua bukan beban, melainkan berkat bagi bangsa ini. Mari kita jaga persaudaraan, satukan langkah, dan wujudkan Papua yang damai, adil, dan sejahtera,” tegas Fakhiri disambut tepuk tangan meriah ribuan warga. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Fakhiri menyampaikan penghargaan tinggi kepada mantan Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, atas dedikasi dan keberhasilannya dalam menata pemerintahan serta menjaga stabilitas daerah selama masa transisi. Iamenilai, keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2025 yang aman dan lancar menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan baru untuk melangkah dengan percaya diri. “Kami berterima kasih kepada Pak Agus Fatoni dan seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja dengan hati. Apa yang telah dibangun akan kami lanjutkan dengan semangat baru,” ujarnya. Fakhiri menegaskan bahwa pemerintahannya akan berfokus pada lima pilar utama pembangunan Papua, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan yang merata, pemerataan layanan kesehatan hingga pelosok, penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, serta pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Gubernur Fakhiri menggambarkan visinya tentang Papua yang bercahaya dalam berbagai aspek kehidupan. “Papua harus terang dalam listrik, terang dalam hati, dan terang dalam masa depan,” serunya penuh semangat. Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Fakhiri telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Langkah ini menjadi bagian dari program percepatan transformasi Papua Baru, yang menekankan pada kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat adat. Salah satu capaian awal yang menjadi perhatian publik adalah peresmian 250 titik layanan internet berbasis satelit Starlink di wilayah pedalaman Papua. Program ini diharapkan membuka akses digital bagi masyarakat terpencil agar dapat menikmati layanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan secara daring. “Inisiatif ini merupakan langkah strategis menuju Papua yang terkoneksi dan inklusif. Internet bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kesetaraan kesempatan bagi seluruh warga,” kata Fakhiri. Dengan kehadiran layanan internet ini, pemerintah optimistis akan lahir generasi muda Papua yang lebih inovatif, mampu bersaing, dan berkontribusi pada pembangunan daerah. Acara Pesta Rakyat berlangsung meriah dengan penampilan musik tradisional, tari-tarian adat tujuh wilayah, serta partisipasi ratusan pelaku UMKM dan mama-mama Papua. Ribuan warga tumpah ruah di halaman Kantor Gubernur Papua untuk menyambut kepemimpinan baru yang diharapkan membawa perubahan nyata. Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Kita adalah satu keluarga besar di tanah Papua. Tidak ada lagi sekat. Yang ada hanyalah kerja sama dan semangat membangun masa depan yang lebih baik,” ucap Aryoko. Momen ini sekaligus menjadi perayaan keberagaman dan simbol harmoni yang menyatukan seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua. Penulis: JidEditor: GF   01 Nov 2025, 19:38 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT