logo-website
Jumat, 10 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Subuh Berjamaah di Masjid As-Syifa, Kapolda Maluku: Perkuat Hubungan Toleransi Beragama Papuanewsonline.com, Ambon - Selain menyampaikan pesan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, juga mengajak masyarakat untuk memperkuat hubungan toleransi antar umat beragama.Penekanan ini disampaikan Kapolda saat menjalankan ibadah sholat subuh berjamaah dengan masyarakat di Masjid As-Syifa, Lorong Silale, Air Kuning, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (26/10/2025).Sholat subuh keliling yang dilaksanakan Kapolda menjadi agenda rutin Polda Maluku yang bertujuan untuk memperkuat hubungan silaturahmi antara aparat kepolisian dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, termasuk memperkokoh situasi kamtibmas agar selalu kondusif.Pada momen tersebut, Kapolda didampingi Dirpolairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel.Usai melaksanakan sholat subuh berjamaah, Kapolda Maluku menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para jamaah dengan suasana penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama di Maluku.“Kegiatan seperti ini bukan hanya semata ibadah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan, harapan, dan aspirasi jamaah. Dengan demikian, Polri dapat memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.Kapolda menegaskan pendekatan keagamaan merupakan salah satu langkah konkret yang terus dilakukan Polda Maluku dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Maluku. Melalui kegiatan spiritual seperti ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama.Orang nomor 1 Polda Maluku ini juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan antarumat beragama di Maluku yang selama ini dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Masyarakat Maluku diminta untuk menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kerukunan dan kebersamaan.“Maluku ini diberkahi dengan keberagaman agama dan budaya. Keberagaman itu harus kita jaga, jangan sampai ternodai oleh hal-hal yang dapat memecah belah. Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian dengan saling menghormati dan membantu sesama. Toleransi adalah kekuatan besar yang membuat Maluku tetap aman dan damai,” ungkapnya.Kapolda juga mengajak jamaah agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, terutama di era digital saat ini. Ia menekankan, banyak persoalan sosial yang muncul karena penyebaran informasi yang tidak benar melalui media sosial.“Apabila ada persoalan atau isu yang menimbulkan keresahan, jangan cepat terprovokasi. Laporkan kepada pihak berwajib agar bisa ditindaklanjuti dengan cara yang benar. Hindari menyebarkan informasi yang belum tentu benar karena dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” imbuhnya.Menjaga keamanan dan ketertiban, lanjut Kapolda, bukan hanya tugas aparat kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.“Kami mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk terus berbuat baik, memperkuat kepedulian sosial, serta saling menjaga satu sama lain. Bila kita bersama-sama menjaga lingkungan dan saling menasehati dalam kebaikan, maka keamanan dan kedamaian akan tercipta dengan sendirinya,” pesan Kapolda.Kapolda juga mengingatkan kehidupan beragama yang kuat akan melahirkan masyarakat yang damai dan berkarakter. Dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sosial, masyarakat akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa mudah terprovokasi atau terpecah belah. PNO-12 28 Okt 2025, 08:19 WIT
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi Bersama Jemaat GPM di Gereja Eden Kudamati Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, terus melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan masyarakat yang dirangkai dengan penyampaian pesan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).Hari ini, Minggu (26/10/2025), Orang nomor 1 Polda Maluku tersebut menemui Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) di Gereja Eden Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.Program rutin Polda Maluku ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya tokoh-tokoh agama serta jemaat di berbagai tempat ibadah umat beragama.Saat bertemu dan menyapa para jemaat gereja Eden Kudamati, Klasis Pulau Ambon, ajang silaturahmi Kapolda berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan disambut penuh antusias.Mengawali sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh jemaat untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan kasih-Nya kegiatan silaturahmi dapat terlaksana dengan baik.Kapolda juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan oleh pihak gereja dan jemaat untuk dapat bersilaturahmi secara langsung."Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Polda Maluku, bukan hanya di gereja tetapi juga di seluruh tempat ibadah umat beragama lainnya. Selain itu, kami juga secara berkala mengunjungi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai lapisan masyarakat. Seluruh elemen dari tingkat atas hingga bawah kami gerakkan untuk hadir di tengah masyarakat," ujar Kapolda.Kapolda menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat. Sebab, hubungan yang harmonis merupakan kunci terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.“Hubungan yang baik akan melahirkan komunikasi yang baik pula. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap permasalahan dan keluh kesah masyarakat dapat diselesaikan dengan cara yang baik, beradab, dan penuh kesejukan,” tegasnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberagaman budaya, suku, dan agama di Maluku yang menjadi kekayaan sekaligus kekuatan besar bagi daerah ini.“Sejak saya ditugaskan di Maluku, saya melihat betapa indahnya keberagaman yang ada. Maluku ini luar biasa, masyarakatnya hidup dengan semangat solidaritas, toleransi, dan gotong royong yang tinggi. Ini yang membuat Maluku dikenal dunia sebagai daerah yang damai dan berbudaya,” ungkapnya.Lebih lanjut Kapolda menekankan, situasi aman, damai, tertib, dan kondusif yang dinikmati masyarakat saat ini harus terus dijaga bersama. Ia mengibaratkan keamanan dan kedamaian seperti kesehatan, yang baru benar-benar dirasakan nilainya ketika sudah hilang.“Aman, damai, tertib, dan kondusif itu tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan upaya dan kerja sama semua pihak TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkannya. Maluku yang indah ini harus terus dijaga agar tidak terganggu oleh konflik atau kekerasan,” pintanya.Kapolda juga menyoroti salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat Maluku saat ini adalah tingginya kasus kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan rumah tangga maupun antarindividu yang terkadang berkembang menjadi konflik kelompok.“Dari laporan yang kami terima, banyak tindak pidana yang berakar pada kekerasan. Jika budaya kekerasan ini tidak diubah, maka sulit bagi kita untuk mewujudkan situasi yang aman dan damai. Untuk itu, kesadaran hukum perlu kita tingkatkan. Bila terjadi persoalan, selesaikan dengan cara yang baik, laporkan kepada pihak berwajib, jangan bertindak sendiri,” harapnya.Polri, khususnya Polda Maluku, kata Kapolda, siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan. Pendekatan secara kekeluargaan dan dialogis menjadi kunci utama dalam mengatasi setiap persoalan sosial di masyarakat.Peran orang tua, ingat Kapolda, penting dilakukan untuk mengawasi anak-anak di era digital. Dunia maya, memiliki pengaruh besar terhadap perilaku generasi muda.“Fungsi kontrol dari orang tua terhadap penggunaan media sosial anak-anak sangat penting. Dunia maya itu luas, penuh informasi, tetapi juga banyak bahaya di dalamnya. Orang tua harus hadir dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran di rumah. Pendidikan karakter anak dimulai dari keluarga,” pesan Kapolda.Selain itu, Kapolda juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Ia mengajak seluruh jemaat untuk berani melapor bila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar.“Kekuatan kita ada pada keberanian untuk menolak dan melaporkan penyalahgunaan narkoba. Polri terus berkomitmen melakukan pemberantasan terhadap narkoba, namun dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan,” tegas Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan pesan penuh semangat dengan gaya khas Maluku yang hangat dan bersahabat: “Maluku tarus biking bae, Basudara tarus biking bae, Gereja Eden Kudamati tarus biking bae. Syalom!Seluruh jemaat menyambut positif pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan Kapolda Maluku, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Maluku yang penuh keberagaman.Pada kegiatan tersebut, Kapolda hadir didampingi Kabid Hukum, dan Kepala SPKT Polda Maluku, Wakapolresta Pulau Ambon & P. P. Lease, Kapolsek Nusaniwe beserta personel. PNO-12 28 Okt 2025, 08:02 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Distrik Sinak Papuanewsonline.com, Puncak - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan. “Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. PNO-12 28 Okt 2025, 07:38 WIT
Brimob Amankan Lokasi Anjloknya Kereta Purwojaya di Bekasi Papuanewsonline.com, Jakarta - Kereta Api Purwojaya dengan rute Cilacap–Gambir anjlok di kawasan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025). Menyikapi peristiwa tersebut, personel Brimob Polda Metro Jaya dari Batalion D Pelopor diterjunkan untuk membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.Pada Minggu (26/10/2025), Polda Metro Jaya menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan profesionalisme dan dedikasi Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi kedaruratan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.Personel Brimob tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), kepolisian setempat, serta instansi terkait lainnya. Mereka kemudian melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lintasan yang terdampak akibat dua gerbong bagian belakang kereta yang anjlok.Menurut keterangan dari pihak KAI, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman menggunakan bus menuju Stasiun Cikampek untuk melanjutkan perjalanan.Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menegaskan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan wujud respons cepat dan kesiapsiagaan Brimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi berbagai kondisi darurat."Kehadiran Brimob di lapangan bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan mendukung kelancaran penanganan di lokasi kejadian," ujar Dansat. PNO-12 28 Okt 2025, 07:32 WIT
Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Timika, Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Bermuatan Material Papuanewsonline.com, Timika — Suasana duka menyelimuti warga di sekitar Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik Wania, Timika, setelah terjadi kecelakaan maut pada Senin (27/10/2025) pagi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat usai terlibat tabrakan dengan truk bermuatan material. Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan padat lalu lintas yang kerap dilalui kendaraan besar dan pelajar. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi begitu cepat, hanya dalam hitungan detik. Seorang pengendara motor jenis Honda Scoopy keluar dari arah lorong dekat SMA Taruna Timika, tepat ketika sebuah truk besar yang dikemudikan US, tengah melintas di jalur utama. “Saya sedang bawa muatan di jalur itu, tiba-tiba motor keluar dari lorong tanpa lihat kiri kanan. Saya sudah berusaha rem, tapi jarak terlalu dekat,” ungkap US, sopir truk, dengan nada penuh penyesalan saat ditemui petugas di lokasi. Benturan keras tak terhindarkan. Motor korban menghantam sisi kiri truk, dan tubuh korban terpental ke aspal. Naas, korban kemudian terlindas ban belakang truk hingga meninggal dunia di tempat kejadian. Warga sekitar yang panik langsung berlarian untuk memberi pertolongan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Tak berselang lama, Unit Laka Satlantas Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas langsung memasang garis polisi, mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat, dan mengamankan sopir truk beserta kendaraan yang terlibat. Petugas kepolisian juga menandai titik-titik penting di lokasi kejadian menggunakan cat putih, termasuk posisi awal tumbukan, arah kendaraan, dan lokasi korban terjatuh. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa keterangan para saksi. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Budi Utomo, yang selama ini dikenal sebagai jalur padat dan rawan. Beberapa warga sekitar mengaku sudah sering menyaksikan kejadian serupa, terutama di area dekat lorong sekolah dan perumahan warga. “Sudah sering sekali di sini kecelakaan, apalagi kalau pagi banyak anak sekolah dan motor keluar masuk lorong. Harusnya dipasang rambu atau kaca cermin tikungan supaya aman,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi terkait dapat meninjau kembali sistem pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut, termasuk pemasangan rambu peringatan, marka jalan, dan pengawasan rutin dari petugas kepolisian. Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bagi semua pengguna jalan, baik pengendara motor maupun kendaraan besar, agar selalu mengutamakan kewaspadaan, disiplin, dan etika berkendara. Pihak kepolisian mengimbau agar pengendara selalu mematuhi rambu lalu lintas, tidak terburu-buru, serta memastikan kondisi jalan aman sebelum keluar dari gang atau persimpangan. “Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita semua. Satu detik lengah bisa berakibat fatal,” tegas salah satu anggota Satlantas Polres Mimika di lokasi kejadian. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati di jalan, demi mencegah kehilangan nyawa akibat kelalaian yang seharusnya bisa dihindari. Penulis: Jid Editor: GF 27 Okt 2025, 20:31 WIT
Pemkab Mimika Mantapkan Langkah Menuju Pembangunan Berbasis Data Akurat Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika ini mengangkat tema “Membangun Mimika Melalui Data: Dari Sektor ke Satu Data untuk Pembangunan yang Tepat Sasaran.” Seminar ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pemangku kepentingan daerah dalam memperkuat integrasi, sinkronisasi, dan validasi data statistik sektoral yang akurat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu, mewakili Bupati Mimika, membuka acara sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan data pembangunan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data statistik sektoral merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik yang efektif dan berkelanjutan. “Statistik bukan sekadar deretan angka di atas kertas. Di balik setiap angka, ada potret nyata kondisi masyarakat. Data yang akurat akan membawa kebijakan yang lebih tajam, program yang lebih tepat sasaran, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Frans Kambu. Frans menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat lagi mengandalkan perkiraan dalam merumuskan arah pembangunan. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, setiap keputusan pemerintah harus berbasis pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan, data sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur menjadi indikator penting untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Dengan data yang baik, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi yang efektif sesuai kebutuhan tiap wilayah di Mimika. “Kita tidak bisa membuat kebijakan berdasarkan asumsi. Semua harus berdasarkan data yang terukur dan diperbaharui secara berkala,” tambahnya. Momentum penting dalam seminar ini adalah peluncuran Buku Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan data daerah. Buku tersebut memuat berbagai indikator penting dari setiap OPD, mencakup bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimika, [nama pejabat, bila tersedia], menjelaskan bahwa buku ini diharapkan menjadi sumber referensi utama bagi OPD, lembaga pendidikan, peneliti, serta pihak swasta dalam mendukung pembangunan daerah berbasis bukti (evidence-based policy). “Melalui buku statistik ini, kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki akses terhadap data yang sama, sehingga perencanaan pembangunan di Mimika dapat berjalan lebih terarah dan sinergis,” ujarnya. Seminar ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai OPD, akademisi, serta mitra pembangunan. Para peserta berdiskusi mengenai mekanisme pengumpulan, verifikasi, dan integrasi data sektoral menuju penerapan Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Diskusi panel yang interaktif memunculkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data di setiap OPD, pembentukan Data Center terintegrasi di bawah Diskominfo, serta penguatan regulasi untuk menjaga keamanan dan validitas data. “Dengan kerja sama lintas sektor, Mimika bisa menjadi contoh kabupaten yang mampu memanfaatkan data sebagai kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Frans menutup sambutannya dengan optimisme. Penulis: Abim Editor: GF 27 Okt 2025, 20:29 WIT
Papua Tengah Gelar Rakorda Pendapatan Daerah: "Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju" Papuanewsonline.com, Timika — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pondasi ekonomi daerah melalui upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah (Rakorda) Tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, selama tiga hari, mulai 27 Oktober 2025. Mengusung tema “Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju!”, Rakorda ini menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi dan delapan pemerintah kabupaten di wilayah Papua Tengah untuk memperkuat kolaborasi, sinkronisasi kebijakan, dan merumuskan strategi peningkatan pendapatan daerah yang mandiri dan berkeadilan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam sambutannya, Herman menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah untuk memperkuat kemandirian fiskal, terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang menuntut daerah semakin kreatif dalam mengelola sumber-sumber pendapatannya. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberi ruang bagi daerah untuk lebih inovatif. Papua Tengah harus mampu memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat,” ujar Herman. Dalam paparannya, Herman menyoroti pentingnya implementasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai berlaku pada tahun 2025. Kebijakan ini, menurutnya, tidak hanya memperluas kapasitas fiskal kabupaten, tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah melalui sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel. Data menunjukkan bahwa setoran opsen pajak dari delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai Rp59,05 miliar. Meski capaian ini tergolong baik, Herman optimistis angka tersebut masih dapat ditingkatkan melalui kerja sama dan komitmen kuat antarwilayah. “Kita sudah punya pondasi yang baik. Tinggal bagaimana koordinasi antarperangkat daerah bisa lebih solid, sehingga potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,” jelasnya. Dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan, terutama potensi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (DKD) dalam APBN 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan langkah konkret dengan membentuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertambangan dan ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. BUMD sektor pertambangan akan berperan dalam pengelolaan potensi sumber daya mineral yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sedangkan BUMD ketahanan pangan difokuskan untuk mendukung stabilitas harga bahan pokok dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. “Pembentukan BUMD ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi tentang kedaulatan daerah dalam mengelola sumber dayanya sendiri. Papua Tengah harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, dengan PAD yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Herman. Rakorda Pendapatan Daerah Papua Tengah 2025 juga menjadi ajang penting bagi para kepala Bapenda dan pejabat terkait untuk berbagi strategi dan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah. Diskusi panel, lokakarya teknis, dan penyusunan rencana tindak lanjut dilakukan secara intensif selama kegiatan berlangsung. Peserta Rakorda berasal dari seluruh kabupaten di Papua Tengah, termasuk Nabire, Paniai, Mimika, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, yang bersama-sama menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem pendapatan dan memperbaiki tata kelola fiskal di tingkat daerah. “Kita harus satu visi, satu semangat, dan satu tujuan: membangun Papua Tengah yang mandiri secara fiskal dan sejahtera bagi semua,” tutup Herman penuh optimisme. Penulis: Abim Editor: GF 27 Okt 2025, 20:25 WIT
Yance Boyau: "Mimika We" Tak Representasi Adat Kamoro, Pemda Diminta Lebih Hati-Hati Papuanewsonline.com, Timika - Tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyau, menilai pembentukan lembaga masyarakat hukum adat "Mimika We" belum melalui verifikasi publik secara adat yang memadai. Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Mimika, Provinsi Papua Tengah, mengedepankan verifikasi adat dan merujuk pada cerita serta sejarah yang memiliki kebenaran publik dalam proses penyatuan dan rekonsiliasi masyarakat adat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan multi tafsir bagi warga adat Amungme dan Kamoro selaku dua suku besar di Bumi Amungsa Mimika. Yance menjelaskan, Kamoro identik dengan manusia hidup, dengan cerita dasar pertemuan antara roh halus manusia dasar laut dengan seorang manusia hidup orang Kamoro saat memeluk patung yang diberi roh. Ia mempertanyakan asal nama Mimika yang menurutnya hanyalah sebutan dengan ungkapan awal "Mumuika" yang salah diterjemahkan. "Mimika merupakan nama ikatan keluarga besar yang dipakai ketika orang Kamoro keluar daerah, jadi Mimika We merupaka singkatan dan Mimika dikenal ketika agama masuk, dan Kamoro sudah lebih dahulu ada," ujarnya. (23/10/25) Menurut Yance, sebutan "Mimika" berasal dari penggalan kata yang disebut saat seseorang bertanya dan adanya kata "Mumuika". Ia menegaskan bahwa "Mimika We" secara historis belum dapat mengakomodir segenap warga Kamoro atau Amungme jika dilihat dari segi adat dan budaya suku Kamoro dan/atau amungme. "Mimika We ini segelintir orang yang dalam bahasa adat wakateme, sedangkan Kamoro sudah lebih dulu ada," ujar Yance penuh keyakinan. Ia mengharapkan peran dan etiket baik dari Pemda Mimika untuk dapat mengidentifikasi sumber sejarah dengan baik, sehingga tidak meninggalkan sejarah baru yang keliru bagi warga Kamoro dan Amungme beserta generasi penerusnya. "Sehingga mau rombak nama maka kita kumpulkan tetua adat dan duduk bicara dulu, Kamoro tidak bisa dirubah dengan Mimika We," tegas Yance. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo juga merupakan pendiri LEMASA dan LEMASKO. "Pa Presiden sekarang ini Pa Prabowo juga merupakan salah satu pendiri Lemasa dan Lemasko karena dia yang turut mendanai, saya saksi hidup yang dibawa dan jadi Kopassus saat itu beliau masi Danjen Kopassus," tutup Yance.   Penulis: Jid Editor: GF 27 Okt 2025, 00:29 WIT
Pemprov Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan: Sinergi OJK dan Pemerintah Papuanewsonline.com, Jayapura — Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah Papua. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Papua, pada Sabtu (25/10/2025) di halaman Kantor Pusat Bank Papua, Jayapura. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, mewakili Gubernur Papua, dengan pemukulan tifa sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan yang berkeadilan di Tanah Papua. “Tema BIK tahun ini, ‘Inklusi Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,’ sangat sejalan dengan visi pembangunan Papua 2025–2030, yaitu ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis.’ Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi modern,” ujar perwakilan Gubernur dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku industri jasa keuangan atas kontribusinya dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Papua. Melalui kegiatan edukatif, pelatihan manajemen keuangan, dan pendampingan usaha, diharapkan masyarakat – khususnya pelaku UMKM – mampu memahami dan mengelola keuangan dengan lebih baik. “Kita ingin masyarakat Papua semakin paham cara menabung, berinvestasi, dan mengakses pembiayaan secara formal. Literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” tegasnya. Pemerintah juga mendorong agar lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank, memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Upaya ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama Pemprov Papua. Selain meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan BIK 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan ekosistem usaha produktif berbasis komoditas unggulan Papua, seperti kopi, kakao, pala, perikanan laut, peternakan, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kemitraan dengan Bank Papua, OJK, dan lembaga pembiayaan lainnya, pemerintah berupaya memperluas akses permodalan bagi UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas. “Papua memiliki potensi ekonomi luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi itu benar-benar dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi Papua,” ujar perwakilan Pemprov. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk lokal unggulan di stan pameran yang disediakan panitia. Produk-produk seperti kopi Wamena, tenun Sentani, hasil olahan perikanan Nabire, dan kuliner khas Papua mendapat perhatian besar dari pengunjung. Menariknya, acara Puncak BIK 2025 ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun (1 Abad) Nubuatan Pdt. I.S. Kijne (1925–2025), yang membawa makna spiritual mendalam bagi masyarakat Papua. Seluruh peserta kegiatan turut mengucapkan selamat dan berdoa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal telah menanamkan nilai-nilai pendidikan, kerja keras, dan iman dalam kehidupan orang Papua. “Momen ini bukan hanya soal literasi keuangan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — Papua yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial, dan harmonis secara budaya,” ujar panitia penyelenggara dalam sambutannya. Pemerintah Provinsi Papua menegaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan akan terus didorong dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan agar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Papua dapat meningkat signifikan hingga 80% pada tahun 2030. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi transformasi ekonomi Papua menuju era baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mandiri. “Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Papua yang maju dan harmonis, di mana setiap warga memiliki akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi,” tutup perwakilan Gubernur dengan penuh optimisme. Penulis: Jid Editor: GF   27 Okt 2025, 00:23 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT