logo-website
Selasa, 30 Jun 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Sejumlah Proyek Infrastruktur Mimika Tahun 2025 Dibatalkan, Dinas PUPR Lakukan Rasionalisasi Papuanewsonline.com, Mimika – Sejumlah proyek infrastruktur yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika pada tahun anggaran 2025 terpaksa dirasionalisasi. Kebijakan tersebut diambil akibat keterlambatan proses lelang yang berdampak langsung pada terbatasnya waktu pelaksanaan pekerjaan.Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan bahwa instansinya mengelola anggaran lebih dari Rp600 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai dan pekerjaan fisik, namun tidak seluruhnya dapat direalisasikan sesuai rencana akibat hambatan administrasi.“Kita mengelola anggaran lebih dari Rp600 miliar, dengan Rp500 miliar untuk belanja pegawai dan pekerjaan fisik, tapi keterlambatan lelang membuat beberapa proyek tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.Yoga menjelaskan bahwa keterlambatan proses lelang berdampak pada efektivitas waktu pelaksanaan di lapangan. Kondisi tersebut membuat beberapa paket kegiatan harus dibatalkan atau dirasionalisasi karena tidak memungkinkan untuk dikerjakan secara optimal hingga akhir tahun anggaran.Sejumlah proyek yang terdampak rasionalisasi antara lain pembangunan dan perbaikan jembatan di wilayah pegunungan dan kawasan pesisir Mimika. Selain itu, terdapat pula pekerjaan fisik yang terpaksa dipending karena dokumen perencanaan belum tersedia secara lengkap.Tidak hanya proyek infrastruktur dasar, pembangunan Kantor Dinas PUPR serta Kantor Imigrasi dengan nilai anggaran sekitar Rp100 miliar juga tidak dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun ini. Keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi faktor utama tidak optimalnya progres pembangunan tersebut.Dalam kondisi tersebut, Dinas PUPR Mimika mengakui terdapat sejumlah anggaran dari paket-paket pekerjaan yang tidak terserap. Hal ini menjadi catatan penting dalam evaluasi pengelolaan anggaran infrastruktur daerah.“Kami berharap tahun depan proses lelang bisa dipercepat agar semua proyek bisa berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya.  Penulis: JidEditor: GF 31 Des 2025, 03:18 WIT
Yohanes Kemong Soroti Konflik di Timika, Minta Pemda dan Aparat Bertindak Tegas Papuanewsonline.com, Nabire – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Kemong, menyoroti konflik antarmasyarakat yang terjadi di Distrik Iwaka–Kampung Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, yang mengakibatkan sembilan korban jiwa akibat perang dan aksi pembakaran. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan konflik yang terus berlarut.Dalam pernyataan video yang disampaikan dari Nabire, Yohanes menyesalkan sikap saling lempar tanggung jawab antara kedua pemerintah daerah. Polemik mengenai asal-usul warga dinilai tidak menyelesaikan persoalan di lapangan, sementara korban terus berjatuhan.“Bupati Mimika bilang ini warga Puncak, Bupati Puncak bilang ini warga Timika. Sementara sembilan nyawa sudah melayang. Ini bukan persoalan sepele,” tegas Yohanes.Ia menjelaskan bahwa secara fakta, kepala perang Lukius dan Noak Dang memang berasal dari Kabupaten Puncak. Namun, konflik tersebut berlangsung di wilayah administratif Kabupaten Mimika, tepatnya Distrik Iwaka, yang merupakan wilayah pemerintahan resmi dengan satu distrik, satu kelurahan, dan sekitar 20 kampung.“Secara pemerintahan, ini wilayah Kabupaten Mimika. Di situ ada rakyat dan pemerintah wajib hadir,” ujarnya.Yohanes juga merinci jumlah korban jiwa agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Dari sembilan korban, empat berasal dari Demengalem, empat dari marga Dang, serta satu korban dari marga Dang bernama Wemum yang meninggal akibat dibakar.Ia menegaskan agar tidak terjadi aksi balasan lanjutan atas korban terakhir tersebut. “Atas nama Wemum, berhenti. Stop. Tidak boleh ada perang lanjutan,” katanya.Terkait penyelesaian konflik, Yohanes meminta pemerintah daerah tidak beralasan soal keterbatasan anggaran. Menurutnya, meskipun konflik sosial tidak dianggarkan secara khusus dalam APBD, masih tersedia anggaran biaya tak terduga serta biaya operasional kepala daerah yang dapat digunakan untuk penanganan konflik kemanusiaan.Selain itu, Yohanes mendesak aparat keamanan bertindak tegas dan adil dengan menangkap seluruh pihak yang terlibat langsung dalam perang, termasuk pimpinan perang di lapangan dan pihak yang menggunakan atribut perang. “Tidak boleh tebang pilih. Kalau Lukius sudah ditahan, maka Noak Dang dan pihak-pihak lain yang memimpin perang juga harus ditahan,” tegasnya.Setelah proses penegakan hukum berjalan, Yohanes meminta pemerintah, DPR, serta tokoh adat segera turun melakukan proses adat berupa patah panah dan belah rotan sebagai bentuk penyelesaian konflik. Ia menargetkan konflik ini harus diselesaikan sebelum Januari 2026 dan meminta Bupati Mimika serta Bupati Puncak turun langsung ke lapangan, seraya menegaskan DPR Provinsi Papua Tengah dan Gubernur siap terlibat penuh dalam penyelesaian konflik.  Penulis: BimEditor: GF 31 Des 2025, 03:16 WIT
Pembayaran Ganti Rugi Tanah Distrik Kuala Kencana Belum Jelas, Pemkab Mimika Disorot Papuanewsonline.com, Timika – Pemerintah Kabupaten Mimika didesak untuk segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanah yang digunakan untuk pembangunan Kantor Distrik Kuala Kencana. Pembayaran tersebut sebelumnya dijadwalkan pada 29 Desember 2025, namun hingga kini belum ada kejelasan realisasi.Tanah yang dimaksud merupakan tanah adat milik keluarga Paulus Pinimet yang dikenal dengan sebutan Lemasa dan Lemasko. Hingga akhir Desember 2025, pihak pemilik tanah mengaku belum menerima kepastian pembayaran dari pemerintah daerah.Upaya konfirmasi yang dilakukan Papua News Online kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika serta Ketua Tim Terpadu Aset Tanah-Tanah Pemerintah Kabupaten Mimika tidak membuahkan hasil.Jurnalis Papua News Online, Yulianus Wararmori dan Ever Lukas Hindom, mencoba menghubungi Kepala Dinas Perumahan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan tanggapan. “Kami sudah mencoba menghubungi Kadis Perumahan beberapa kali, tapi tidak ada jawaban,” kata jurnalis.Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keadilan dan transparansi dalam pengelolaan aset serta pemenuhan hak-hak masyarakat adat oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.Pemilik tanah adat, Paulus Pinimet, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan itikad penyelesaian. “Pemerintah harus bertanggung jawab atas janji yang telah dibuat,” kata Pak Paulus Pinimet.Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam memenuhi hak masyarakat adat. “Jika pemerintah tidak bisa memenuhi janji, maka apa gunanya pemerintah ada?” tanya Pak Paulus Pinimet.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran ganti rugi tanah tersebut. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan yang telah berlarut.Masyarakat Mimika berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terbuka, dan bertanggung jawab agar persoalan ganti rugi tanah ini dapat diselesaikan secara adil dan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 23:21 WIT
Pemkab Boven Digoel Arahkan Bantuan Alsintan untuk Perkuat Pertanian Orang Asli Papua Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Papua Selatan.Dalam sambutannya, Edoardus Kaize, S.S. menegaskan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan saat ini tidak disertai intervensi, namun mulai tahun mendatang pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan tersebut khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).“Ke depan, kita akan fokus pada peningkatan produksi pertanian di daerah, dan bantuan alsintan ini akan diprioritaskan untuk OAP,” kata Edoardus Kaize, S.S. dalam sambutannya di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (30/12/2025).Ia juga mengingatkan agar alat dan mesin pertanian yang diberikan tidak disewakan maupun diperjualbelikan, karena bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, bukan untuk kepentingan komersial pribadi.Selain itu, Edoardus Kaize mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel agar mengusulkan anggaran perawatan, perbaikan, serta pengadaan suku cadang alsintan kepada Kementerian Pertanian, sehingga alat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.Sementara itu, Bupati Boven Digoel Roni Omba menekankan pentingnya peran Dinas Pertanian dalam menyiapkan data yang akurat, valid, dan terintegrasi, agar pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.“Program bantuan tidak hanya tersedia di sektor pertanian, tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, perkebunan, serta sektor lainnya. Kita harus memanfaatkan peluang ini secara optimal,” kata Roni Omba.Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas dukungan dan perhatian dari anggota DPR RI dan DPD RI sebagai perwakilan Papua Selatan yang terus mendorong pembangunan daerah.Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor, meninggalkan ego sektoral, serta bekerja sama secara solid demi percejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.  Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 23:18 WIT
Kapolda Papua Sambut Atlet Polri Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin secara khusus menerima kunjungan dua personel terbaik Polda Papua yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.Pertemuan berlangsung penuh kebanggaan di ruang kerja Kapolda Papua pada Senin, 29 Desember 2025, sebagai bentuk apresiasi pimpinan terhadap prestasi personel di tingkat internasional.“Kedua anak kita ini telah membanggakan institusi, Papua, dan bangsa,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin dalam pertemuan tersebut.Dua personel berprestasi tersebut adalah Briptu Holypaul S. N. Soumilena dari Biro SDM Polda Papua yang berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga futsal, serta Bripda Julius Rizhard Lorenzho Kriztofel Rumaropen dari Bidang Humas Polda Papua yang membawa pulang medali perak dan perunggu pada cabang hockey.Kapolda Papua menilai pencapaian ini sebagai bukti bahwa personel Polri tidak hanya unggul dalam tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di arena olahraga internasional.Ia berharap keberhasilan kedua atlet Polri tersebut dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berdisiplin, berprestasi, dan berani bermimpi besar.Briptu Holypaul menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan pimpinan Polda Papua yang memberikan izin serta fasilitas latihan selama persiapan menghadapi ajang SEA Games.“Terima kasih atas doa dan dukungan — saya akan terus mengharumkan nama Polri,” kata Briptu Holypaul.Sementara itu, Bripda Julius menyampaikan bahwa kedisiplinan yang diterapkan dalam institusi Polri menjadi modal penting dalam membangun mental bertanding di arena internasional.“Kedisiplinan ini yang membuat saya kuat di lapangan,” pungkas Bripda Julius.  Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:48 WIT
Ikhsan Lani, Atlet Mma Papua, Jadi Relawan Bantu Korban Bencana Aceh Selama Libur Papuanewsonline.com, Aceh – Atlet MMA One Pride Indonesia asal Papua, Ikhsan Lani, memanfaatkan masa libur latihan dan pertandingan dengan terjun langsung sebagai relawan kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Aceh.Ikhsan bergabung bersama para relawan lainnya dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari persiapan logistik hingga pembersihan lokasi terdampak banjir.“Saya merasa harus berbuat apa saja untuk saudara-saudara yang menderita. Liburan ini lebih bermakna digunakan untuk membantu,” ujar Ikhsan, Selasa (30/12/25).Sebelumnya, Ikhsan sempat menjadi sorotan publik setelah mendedikasikan kemenangan di ajang One Pride untuk masyarakat Palestina, yang membuat namanya dikenal luas di media sosial.Petarung berjuluk Black Ranger ini dikenal sebagai atlet agresif di atas oktagon dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan di kelas bantam.Aksi kemanusiaan Ikhsan kembali menarik perhatian publik setelah beredar video di akun Instagram @masjidnurulashri yang memperlihatkan dirinya terlibat langsung membersihkan lumpur banjir dan mengangkut puing-puing bangunan di Aceh.Dalam keterangan video tersebut tertulis, “Bukan sorotan, bukan panggung, hanya niat baik dan kepedulian,” yang menggambarkan kesederhanaan aksi relawan yang dilakukan Ikhsan bersama atlet MMA lainnya, termasuk dari Malaysia.Unggahan tersebut menuai simpati warganet dan mendapat respons positif dari sejumlah atlet nasional, salah satunya Billy Pasulatan yang menuliskan komentar dukungan kepada Ikhsan.Menanggapi perhatian publik tersebut, Ikhsan menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh.  Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:41 WIT
Syukuran Akhir Tahun Tanpa Kembang Api, Mimika Pilih Pelepasan Lampion dan Doa Lintas Iman Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan pelaksanaan acara syukuran lepas sambut Tahun Baru 2026 digelar secara sederhana namun bermakna melalui doa bersama lintas agama dan hiburan rakyat. Kegiatan ini akan berlangsung pada malam penutupan tahun 2025 hingga dini hari tahun baru 2026 di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Rabu (31/12) malam hingga Kamis (1/1) dini hari.Acara tersebut melibatkan Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut pergantian tahun. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk hadir dan merayakan malam tahun baru dalam suasana aman, tertib, dan penuh rasa syukur.Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 22.00 WIT dengan sejumlah agenda, di antaranya hiburan musik live, doa bersama lima agama, pembagian doorprize, serta penyediaan kuliner gratis bagi masyarakat yang hadir. Momentum pergantian tahun akan ditandai dengan pelepasan lampion dan tiupan trompet sebagai simbol memasuki tahun baru 2026.Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa konsep acara tahun ini tidak berorientasi pada kemeriahan semata, melainkan lebih menekankan pada refleksi dan ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui bersama.Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten Mimika memutuskan untuk membatalkan rencana pesta kembang api. Keputusan ini diambil sebagai respons atas musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Awalnya, kegiatan perayaan akhir tahun direncanakan berlangsung di beberapa titik. Namun, sesuai dengan edaran dan pertimbangan situasi nasional, seluruh rangkaian acara dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware agar lebih terkendali dan khidmat.Bupati Mimika juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia dijadwalkan berada di Timika pada malam pergantian tahun. Meski demikian, agenda perayaan Menhan RI bersifat internal dan dilaksanakan bersama unsur TNI dan Polri.Pemerintah daerah berharap pelaksanaan syukuran ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Mimika untuk mengawali tahun 2026 dengan doa, harapan, serta semangat persatuan. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:01 WIT
Program Penerbangan Natal Freeport, 90 Ton Bahan Makanan Dikirim ke Lembah Terpencil Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar program Community Christmas Flights dengan mengerahkan helikopter untuk mengangkut sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal bagi warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini menjadi agenda rutin perusahaan sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.Kegiatan ini bertujuan memudahkan warga memenuhi kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa harus menghadapi keterbatasan akses transportasi. Dari total muatan yang diangkut, sebanyak 8,4 ton merupakan bantuan langsung dari PTFI, sementara seluruh barang telah melalui pemeriksaan keamanan menggunakan X-Ray sebelum diterbangkan.Pelaksanaan penerbangan berlangsung selama periode 7 hingga 23 Desember 2025 dengan total 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju sejumlah titik penurunan di wilayah pegunungan. Setiap penerbangan menempuh waktu sekitar satu jam pulang-pergi, menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.Untuk efisiensi distribusi, helikopter menggunakan metode sling load, yakni kargo digantung di bagian bawah helikopter. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan barang diturunkan langsung di lokasi terdekat dengan permukiman warga tanpa harus dijemput jauh dari kampung.Wilayah yang terlayani dalam program ini mencakup tujuh kampung di Lembah Aroanop, delapan kampung di Lembah Tsinga, dan 12 kampung di Lembah Jila. Di kawasan tersebut tidak tersedia akses kendaraan bermotor, sehingga seluruh aktivitas mobilitas hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau tenaga pikul.Setelah barang tiba di titik penurunan, warga masih harus membawa logistik ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki selama dua hingga empat jam melalui jalur pegunungan dan menyeberangi sungai. Kondisi geografis ini menjadi tantangan utama distribusi logistik di wilayah dataran tinggi Mimika.Selain penerbangan kargo, PTFI juga memberikan dukungan angkutan darat bagi warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak pada 15 hingga 24 Desember 2025. Dukungan tersebut mencakup 36 perjalanan bus yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton barang kebutuhan masyarakat.Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kelancaran distribusi logistik serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 14:56 WIT
Anomali Cuaca Akhir Tahun, Timika Alami Suhu Panas Ekstrem Meski Intensitas Hujan Tinggi Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak biasa menjelang akhir tahun 2025. Di tengah tingginya intensitas hujan, suhu udara justru terasa panas ekstrem, menciptakan kondisi gerah yang berbeda dari karakter musim penghujan pada umumnya.Berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang mengalami penurunan suhu saat hujan meningkat, Timika justru menunjukkan pola sebaliknya. Hujan tidak turun merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu tertentu, sehingga panas masih mendominasi sejak pagi hingga siang hari.“Kita harus waspada dengan perubahan cuaca ini agar tidak terkena masalah kesehatan,” ujar Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono, saat ditemui di Kantor BMKG Mimika, Selasa (30/12/25).Berdasarkan catatan BMKG Mimika, suhu rata-rata udara selama Desember 2025 berada di kisaran 27 derajat Celsius. Namun demikian, pada siang hari suhu dapat meningkat signifikan dan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius, terutama saat cuaca cerah sebelum hujan turun.Sony menjelaskan bahwa hujan pada bulan Desember didominasi oleh pembentukan awan-awan besar yang muncul pada sore hari. Awan tersebut bergerak dari arah utara menuju wilayah Kota Timika hingga kawasan Pomako di bagian selatan.“Pagi cerah, siang panas terik, dan hujan baru turun sore hari,” katanya.BMKG juga memprediksi hujan lebat yang disertai petir akan rutin terjadi pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIT dengan durasi sekitar satu hingga dua jam. Dalam kondisi tertentu, apabila awan terbentuk secara masif, hujan ringan berpotensi berlangsung hingga tengah malam.Memasuki Januari 2026, pola cuaca di wilayah Mimika diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Perbedaan utama yang diprediksi adalah adanya peningkatan kecepatan angin yang berkisar antara 3 hingga 5 knot dibandingkan bulan sebelumnya.Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Mimika masih tergolong normal. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran skala lokal.BMKG Mimika mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan pola cuaca yang terjadi serta secara rutin memantau informasi dan peringatan cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak kesehatan maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 14:50 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT