logo-website
Minggu, 05 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Bupati Boven Digoel Tegaskan Komitmen Dukung Program TEKAT untuk Majukan Ekonomi Desa Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAT) terus digencarkan di berbagai wilayah Papua Selatan, termasuk di Mindiptana, Boven Digoel. Kehadiran Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa.Dalam sambutannya, Bupati Roni Omba menilai TEKAT sebagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kampung. Ia menyebut bahwa penguatan ekonomi desa merupakan fondasi penting untuk membangun daerah secara berkelanjutan. “Program TEKAT ini sangat penting bagi kami di Boven Digoel, karena dapat membantu masyarakat desa meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup,” ujar Bupati Roni Omba.Pelaksanaan program ini turut melibatkan pendamping profesional yang bekerja langsung mendampingi masyarakat di lapangan. Salah satunya adalah Adik Meri Embiri, Pendamping TEKAT di Mindiptana, yang berbagi pengalaman mengenai peran dan tantangan yang dihadapi dalam proses pemberdayaan masyarakat.Menurut Adik Meri Embiri, pendamping TEKAT berperan sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat mengidentifikasi potensi ekonomi desa dan menyusun perencanaan yang tepat. “Pendamping TEKAT ini seperti menjadi mentor atau fasilitator bagi masyarakat desa. Kami membantu mereka mengidentifikasi potensi desa dan membuat perencanaan yang tepat untuk meningkatkan ekonomi dan kualitas hidup,” jelasnya.Bupati Roni Omba juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memastikan dukungan terhadap penyelenggaraan program ini. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan guna mempercepat peningkatan ekonomi kampung. “Kami akan terus mendukung program TEKAT dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi desa,” katanya.Dengan adanya dukungan tersebut, para pendamping dan masyarakat desa diharapkan semakin termotivasi untuk memaksimalkan potensi wilayah masing-masing. Program TEKAT dipandang sebagai jembatan bagi masyarakat menuju perubahan ekonomi yang lebih baik.Di Mindiptana, para pendamping bersama warga terus menjalankan berbagai kegiatan pemberdayaan sesuai potensi lokal. Kerja sama itu menjadi kunci penting dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara bertahap dan terarah.Semangat yang dibawa oleh Adik Meri Embiri dan tim pendamping TEKAT Mindiptana memperkuat harapan bahwa transformasi ekonomi desa di Boven Digoel dapat berjalan efektif. Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program TEKAT diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan warga kampung. Penulis: HendrikEditor: GF 24 Nov 2025, 02:09 WIT
Kontingen Boven Digoel Resmi Dilepas Menuju Ajang Olahraga Provinsi Papua Selatan Papuanewsonline.com, Boven Digoel - Persiapan panjang kontingen Boven Digoel akhirnya memasuki tahap akhir. Para atlet terbaik daerah resmi dilepas oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Papua Selatan di Merauke. Keberangkatan ini menjadi momentum penting bagi dunia olahraga di kabupaten tersebut.Kontingen Boven Digoel akan bersaing pada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan. Para atlet telah menjalani rangkaian pelatihan, uji coba, serta pembinaan intensif dari pelatih dan ofisial untuk memastikan kesiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi itu.Dalam acara pelepasan, Bupati Roni Omba memberikan dorongan moral bagi seluruh atlet yang akan bertanding. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wujud dari kebanggaan daerah terhadap potensi generasi muda.Bupati berharap para atlet mampu tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik selama pertandingan. “Semoga kontingen Boven Digoel dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa nama baik daerah,” ujarnya dalam sambutannya di hadapan para atlet dan pendamping.Pekan Olahraga Provinsi Papua Selatan dinilai sebagai kesempatan strategis bagi Boven Digoel untuk menunjukkan perkembangan olahraga daerah. Kompetisi ini juga menjadi ajang penting untuk melihat kualitas pembinaan atlet yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.Selain itu, kehadiran kontingen di Merauke diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk semakin mencintai olahraga dan mendukung upaya pemerintah dalam membangun generasi yang sehat serta berprestasi.Semangat kebersamaan tampak jelas dalam barisan kontingen. Para atlet menyampaikan komitmen untuk bertanding dengan sportivitas tinggi dan menjadikan even ini sebagai pengalaman berharga untuk pengembangan karier mereka di dunia olahraga.Pemerintah daerah optimis bahwa kontingen Boven Digoel mampu memberikan hasil terbaik. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan kesiapan tim, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi langkah penting bagi Boven Digoel untuk terus berkembang dalam bidang olahraga.  Penulis: HendrikEditor: GF 24 Nov 2025, 02:05 WIT
Penangkapan Anggota KKB di Keerom: Langkah Besar Meredam Aksi Kekerasan di Perbatasan Papuanewsonline.com, Keerom - Upaya penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah perbatasan Papua kembali menunjukkan hasil signifikan. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap Maam Taplo, salah satu anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel, dalam sebuah operasi senyap di Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom.Maam Taplo selama ini dikenal sebagai salah satu pelaku dengan rekam jejak kekerasan berat dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2021. Penangkapannya menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam insiden tragis terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.Dalam kejadian berdarah pada 13 September 2021 tersebut, seorang nakes bernama Gabriella Meilani tewas, sementara sepuluh tenaga kesehatan lainnya mengalami luka-luka akibat kekerasan brutal. Salah satu korban, Dr. Restu Pamangi, bahkan mengalami patah tulang lengan kanan.Catatan kepolisian juga mengaitkan Maam Taplo dengan sejumlah aksi destruktif lainnya, termasuk pembakaran fasilitas publik seperti Bank Papua, Puskesmas Kiwirok, Pasar, perumahan tenaga kesehatan, hingga Kantor Distrik. Aksi-aksi tersebut menyebabkan kerugian besar serta menimbulkan ketakutan luas di tengah masyarakat.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebut penangkapan ini sebagai langkah strategis dalam mengembalikan rasa aman di wilayah rawan konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap pelaku kekerasan akan dimintai pertanggungjawaban sepenuhnya.Brigjen Faizal juga menambahkan bahwa kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan tidak akan surut, terutama di daerah-daerah yang selama ini menjadi target gangguan KKB. Ia berharap proses hukum atas Maam Taplo dapat memberikan keadilan bagi semua korban.Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, memastikan operasi pengejaran terhadap anggota KKB lainnya tetap berlanjut. Ia mengatakan bahwa jaringan KKB terus dipantau dan seluruh aparat di lapangan bekerja secara terkoordinasi untuk mencegah aksi lanjutan.Adarma menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kelompok bersenjata untuk mengancam ketertiban masyarakat. Menurutnya, keberhasilan operasi di Keerom menjadi bukti bahwa penegakan hukum dilaksanakan secara tegas dan tanpa kompromi.Penangkapan Maam Taplo menjadi bukti keseriusan aparat keamanan dalam menindak pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat. Pemerintah pun berharap momentum ini dapat meningkatkan rasa aman warga Papua serta mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi di kawasan yang terdampak.Penulis: Hendrik Editor: GF 23 Nov 2025, 20:27 WIT
Polres Kepulauan Tanimbar Amankan Pelaku Pencabulan Anak Papuanewsonline.com, Tanimbar - Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar kembali menegaskan komitmennya dalam penegakan hukum dan perlindungan anak. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar berhasil mengamankan LIK (20), pelaku pencabulan terhadap anak berinisial EA (16), setelah rangkaian tindakan cepat dari aparat kepolisian serta dukungan informasi dari masyarakat.Kasus berawal ketika orang tua korban, EA (46), melaporkan kehilangan anaknya pada 21 November 2025. Korban telah meninggalkan rumah di Desa Olilit Barat sejak 17 November dan diduga tinggal bersama pelaku di sebuah kontrakan. Dalam periode tersebut, pelaku melakukan pencabulan sebanyak dua kali, masing-masing pada 17 dan 19 November 2025.Korban akhirnya ditemukan pada 17 November di sebuah kos di Olilit Baru berkat informasi warga. Sementara pelaku berupaya melarikan diri dengan menumpang KM Sabuk Nusantara 103, namun gagal karena kapal tidak berlayar akibat cuaca buruk. Aparat KPPP Polsek Tanimbar Selatan kemudian bergerak cepat dan mengamankan pelaku pada 20 November 2025 sebelum diserahkan ke Unit PPA.Hasil pemeriksaan intensif terhadap korban, saksi, dan pelaku, serta penguatan alat bukti, membuat penyidik menetapkan LIK sebagai tersangka. Ia ditahan sejak 22 November 2025 di Rutan Polres Kepulauan Tanimbar. Pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) UU 17/2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda hingga Rp5 miliar.Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Briyantri Maulana, S.Tr.K, mengapresiasi kepedulian warga yang membantu mengungkap keberadaan korban. Ia menegaskan pentingnya pengawasan orang tua, terlebih di era digital ketika anak dapat berinteraksi bebas melalui perangkat komunikasi.“Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak. Orang tua perlu hadir, peduli, dan terus membimbing agar anak tidak terjerumus dalam situasi berisiko,” tegasnya.Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam menjaga masa depan anak. Ia menekankan pentingnya kedekatan emosional dan pendampingan, terutama dalam perkembangan zaman yang semakin kompleks.“Setiap anak berhak atas masa depan yang lebih baik. Hubungan asmara tanpa kendali dapat berujung pada kekerasan seksual yang merusak masa depan korban maupun pelaku,” ujar Kapolres.Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas, termasuk publikasi penindakan di media sosial, menjadi bagian dari upaya edukasi publik agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko kekerasan seksual pada anak.Kasus ini kembali menyoroti kerentanan anak di bawah umur dalam hubungan asmara tanpa pengawasan. Kecepatan aparat Polres Kepulauan Tanimbar dalam menangani laporan mulai dari pencarian, penyelamatan, hingga penangkapan pelaku layak diapresiasi sebagai wujud hadirnya negara dalam melindungi generasi muda.Namun demikian, kasus ini juga menjadi alarm keras bagi orang tua dan masyarakat. Kemajuan teknologi membuka ruang komunikasi tanpa batas, yang jika tidak diawasi, dapat menjadi pintu masuk kejahatan seksual. Keterlibatan warga dalam memberikan informasi menjadi bukti bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif.Polri telah menjalankan fungsi penegakan hukum dengan tegas. Tantangan berikutnya adalah memperkuat edukasi, pengawasan, serta menciptakan lingkungan sosial yang lebih peka terhadap keselamatan anak. PNO-12 23 Nov 2025, 18:53 WIT
Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Pasca Erupsi Semeru Papuanewsonline.com, Lumajang - Polri melalui Polda Jawa Timur terus mengintensifkan operasi kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk transparansi bahwa upaya penyelamatan, dukungan logistik, dan pemulihan psikososial di Kabupaten Lumajang terus berlanjut melalui kerja sama erat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah ini menjadi wujud hadirnya negara dalam memastikan keselamatan, ketenangan, dan pemulihan warga di masa darurat.Dansatbrimob Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa sejak Sabtu dini hari, 22 November 2025, satu Satuan Setingkat Kompi (36 personel) Satbrimob yang dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim, S.H., M.M., telah bergerak mendukung pemulihan warga di Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB melalui pengoperasian dapur lapangan Brimob yang setiap harinya memasak ratusan porsi makanan gratis bagi warga terdampak, para pengungsi, serta personel SAR di lapangan. Di tengah hawa dingin dan situasi darurat pasca erupsi, aroma masakan dari tenda Brimob menjadi penanda hadirnya harapan, sekaligus titik hangat yang mempererat kebersamaan.Memasuki pagi hari, personel melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin AKBP Toni Agus Salim untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan membantu membersihkan rumah-rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi. Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan, sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.Pada pukul 09.00 WIB, upaya pemulihan psikososial diwujudkan melalui kegiatan trauma healing di SDN 04 Pronojiwo yang dipimpin Bripka Arif bersama dua personel lainnya. Melalui permainan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional, anak-anak diarahkan untuk kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pasca bencana. Di tengah tawa yang mulai kembali terdengar, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemulihan bukan hanya soal membenahi bangunan, tetapi juga memulihkan hati dan rasa aman para korban, terutama anak-anak.Pada pukul 11.00 WIB, Pos Dapur Lapangan Brimob di Desa Supit Urang menerima kunjungan utusan Presiden Republik Indonesia yang meninjau langsung kesiapan logistik, pelayanan dapur lapangan, dan pendampingan warga terdampak yang dilakukan Brimob. Kehadiran pemerintah pusat tersebut memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru dan memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.Sehari sebelumnya, Jumat (21/11/2025), Polda Jawa Timur telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan tersebut dilepas oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Pejabat Utama Polda Jatim dari halaman Gedung Tribrata Mapolda Jatim. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo yang menampung ratusan warga, termasuk kelompok rentan seperti balita, bayi, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta ibu menyusui. Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan balita seperti susu, popok, kasur bayi, pakaian anak, serta 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak dan remaja. Wakapolda Jatim menegaskan bahwa seluruh distribusi dilakukan secara humanis dan penuh empati karena para pengungsi masih berada dalam kondisi trauma.Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih. Upaya Brimob di lapangan mulai dari dapur umum, pembersihan rumah, hingga trauma healing merupakan bagian integral dari misi kemanusiaan Polri dalam menjaga keselamatan dan memulihkan warga Lumajang yang terdampak. Polri berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan Semeru secara cepat, transparan, dan responsif, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat dalam situasi bencana. PNO-12 23 Nov 2025, 09:22 WIT
Kematian Armando Tamawiyu Picu Duka dan Kemarahan Keluarga di Mimika Papuanewsonline.com, Mimika — Kematian Armando Tamawiyu pada 22 November 2025 meninggalkan duka mendalam sekaligus kemarahan bagi pihak keluarga. Armando, yang mengalami sakit selama enam hari, sebelumnya telah diperiksa oleh tenaga medis di Puskesmas Manasari dan dinyatakan dalam kondisi baik, meskipun keluarga merasa gejalanya cukup mengkhawatirkan.Menurut penjelasan keluarga, kondisi Armando tidak menunjukkan perbaikan. Ayahnya, Rikardus Tamiwiyu, mengungkapkan kekecewaan karena permintaan rujukan ke RSUD tidak segera ditindaklanjuti. Dokter di puskesmas disebut menyampaikan bahwa tidak tersedia transportasi medis untuk mengantar pasien rujukan.Karena tidak mendapatkan fasilitas transportasi, keluarga mencari bensin dan menggunakan kendaraan sendiri. Upaya tersebut dilakukan dengan terburu-buru karena kondisi Armando terus menurun, sehingga keluarga memutuskan membawa pasien menuju Pomako menggunakan mobil pickup.Namun nasib berkata lain. Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, Armando menghembuskan napas terakhirnya di atas kendaraan. Peristiwa itu menambah rasa terpukul bagi keluarga yang merasa upaya penanganan medis sebelumnya tidak dilakukan secara maksimal.“Kami sangat kesal dan sedih atas kematian anak kami,” ujar Rikardus dengan suara bergetar. Ia menegaskan bahwa keluarga merasa penanganan yang diberikan puskesmas tidak serius, sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan yang seharusnya dapat menyelamatkan nyawa anaknya.Setibanya di Mimika, keluarga langsung menyampaikan protes dan menuntut kejelasan. Mereka merasa bahwa puskesmas telah lalai dalam memberikan pelayanan yang seharusnya. Keluarga menyatakan tidak dapat menerima kenyataan bahwa Armando dinyatakan baik-baik saja, namun beberapa jam kemudian meninggal dalam perjalanan.“Kami menuntut pertanggungjawaban atas kematian anak kami,” tegas Rikardus. Ia berharap ada evaluasi dan pembenahan nyata dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Manasari.Keluarga juga meminta agar kejadian tragis ini tidak terjadi lagi pada warga lainnya. Menurut mereka, fasilitas kesehatan harus mampu memberikan pelayanan maksimal, terutama dalam keadaan darurat yang membutuhkan rujukan cepat.Peristiwa ini menjadi sorotan bagi masyarakat setempat, karena menggambarkan masalah mendasar dalam akses layanan kesehatan di wilayah tersebut. Keluarga berharap kematian Armando menjadi perhatian serius agar pelayanan kesehatan di Mimika dapat ditingkatkan dan tidak ada lagi korban akibat keterlambatan penanganan. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:53 WIT
Jemi Patabang Menggandeng PT PLN UP2K Papua Tengah untuk Survei Kelistrikan di Distrik Beoga Papuanewsonline.com, Puncak – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Dapil III Puncak, Jemi Patabang, S.Pd., M.Si, memfasilitasi dan mengajak PT PLN (Persero) UP2K Papua Tengah melakukan survei langsung ke Distrik Beoga pada 21 November 2025. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan pembangunan jaringan kelistrikan di wilayah yang selama ini belum mendapatkan layanan listrik secara optimal.Dalam agenda survei tersebut, tim PLN turut didampingi oleh Jemi Patabang bersama Kapolsek Beoga, Danramil Beoga, serta anggota Satgas. Kehadiran aparat keamanan memastikan kegiatan lapangan dapat berjalan aman dan kondusif mengingat kondisi geografis dan situasi wilayah yang cukup menantang.Survei lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi teknis dan kesiapan infrastruktur di Distrik Beoga. Masyarakat setempat menyambut baik kunjungan ini, karena sudah lama menantikan kehadiran listrik yang stabil. Beberapa kepala kampung dan perwakilan warga menyampaikan harapan agar program ini menjadi jawaban atas kerinduan mereka untuk menikmati listrik menyala 24 jam.Sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia, Jemi Patabang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan warga Beoga. Ia berharap hasil survei tersebut dapat dijadikan dasar kuat oleh PLN Papua Tengah untuk disampaikan hingga ke Kementerian ESDM agar kebutuhan listrik masyarakat bisa ditangani secara menyeluruh.Tim survei PLN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jaringan listrik, menentukan kebutuhan teknis, serta menghitung kapasitas daya yang diperlukan. Selain itu, survei ini menjadi dasar dalam penyusunan rencana pengembangan unit pembangkit yang sesuai dengan situasi di lapangan.Rangkaian data dan temuan dari survei nantinya akan ditindaklanjuti sebagai usulan resmi yang dapat diajukan untuk pengembangan infrastruktur kelistrikan. PLN menekankan bahwa akurasi data lapangan menjadi kunci penting dalam menentukan solusi yang tepat bagi kebutuhan masyarakat Beoga.Tim PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Jemi Patabang yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga proses survei dapat terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada kepala distrik, para kepala kampung, aparat keamanan, serta masyarakat Beoga yang telah mendukung dan membantu kelancaran kegiatan tersebut.Dengan berjalannya survei ini, masyarakat Distrik Beoga menaruh harapan besar agar langkah tersebut menjadi awal perubahan nyata menuju layanan listrik yang lebih merata dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah pegunungan Papua. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:51 WIT
Tragedi Penyerangan Pekerja Gereja di Yahukimo: Aparat Intensifkan Pengejaran Pelaku Papuanewsonline.com, Yahukimo – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Yahukimo setelah seorang pekerja bangunan gereja bernama Baharudin ditemukan tewas akibat luka bacok di kawasan Jalan Gunung, Sabtu (22/11/2025). Kejadian ini kembali menambah daftar panjang insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.Korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang di Gereja GIDI Motulen ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 14.04 WIT. Saat ditemukan, Baharudin hanya mengenakan celana panjang biru tanpa baju, dengan luka parah berupa sayatan di bagian leher kiri.Petugas kepolisian menduga keras serangan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang diketahui aktif bergerak di wilayah tersebut. Dugaan itu semakin menguat setelah ditemukannya sejumlah barang bukti di sekitar lokasi kejadian.Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Yahukimo segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan memastikan kondisi korban. Evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat area tersebut termasuk zona rawan gangguan keamanan.Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa keberadaan korban pertama kali dilaporkan warga yang melintas dan melihat tubuh tergeletak di semak-semak. Mendapat laporan tersebut, tim segera bergerak agar proses olah TKP dapat dilakukan secepat mungkin.Di lokasi kejadian, aparat menemukan beberapa barang bukti berupa kampak dan busur panah, yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Temuan ini kini diamankan sebagai bagian dari penyelidikan awal untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan.Jenazah Baharudin kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk proses identifikasi lanjutan serta pemeriksaan medis. Langkah ini diperlukan untuk memastikan seluruh detail luka yang dialami korban dan mempermudah penyusunan kronologi kejadian oleh penyidik.Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sejumlah keterangan dari warga sekitar untuk menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban. Informasi saksi dianggap sangat krusial untuk mempersempit dugaan terhadap pelaku.Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Upaya pengamanan juga diperketat untuk mencegah insiden serupa terulang dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di daerah tersebut.Peristiwa tragis ini menyoroti kembali tantangan keamanan di Papua Pegunungan, terutama bagi para pekerja sipil yang tidak bersenjata dan hanya menjalankan tugas kemanusiaan. Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan dapat segera menuntaskan kasus ini serta memperkuat perlindungan bagi warga di wilayah rawan konflik. Penulis: Hendrik Editor: GF 23 Nov 2025, 04:47 WIT
Tragedi Irene Sokoy: Kematian Ibu dan Bayinya Ungkap Darurat Pelayanan Kesehatan di Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura — Kematian tragis Irene Sokoy, seorang ibu hamil yang ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura, telah mengguncang hati masyarakat Papua. Bayi yang dikandungnya juga tidak dapat diselamatkan, menjadikan insiden ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan paling memilukan di Papua pada tahun 2025.Menurut keterangan keluarga, Irene mengalami kondisi darurat ketika sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Namun nasib nahas menimpanya: fasilitas kesehatan yang didatangi tidak dapat menerimanya karena berbagai alasan, hingga akhirnya waktu kritis itu merenggut nyawa keduanya.Ivan, adik kandung Irene, menjadi saksi langsung bagaimana kondisi sang kakak terus memburuk. Ia menceritakan bahwa Irene menunjukkan gejala sesak dan gelisah sesaat sebelum tak sadarkan diri. “Itu kakak sudah memang rasa gelisah. Panas itu di dada saja… sesak,” ujar Ivan dengan suara bergetar mengenang kejadian itu.Dalam perjalanan mencari pertolongan, Irene disebut sempat bersandar pada sang adik karena kesulitan bernapas. Tak lama setelah itu, Irene kehilangan kesadaran. “Kakak jatuh di dada saya,” ungkap Ivan, menggambarkan detik-detik terakhir sebelum kakaknya menghembuskan napas terakhir.Lima hari setelah tragedi itu, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus duka mendalam atas wafatnya Irene dan bayinya. Kehadiran Gubernur sekaligus menjadi momen refleksi bagi pemerintah terkait kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi sorotan publik.Dalam pernyataannya, Gubernur Fakhiri mengakui buruknya sistem layanan kesehatan di Papua. “Tuhan punya cara untuk membukakan mata kami pemerintah bahwa inilah bobrok pelayanan kesehatan di Provinsi Papua,” tegasnya, menandai bahwa kasus ini tidak boleh diabaikan.Tragedi ini telah memicu diskusi luas mengenai tanggung jawab negara dalam memastikan akses kesehatan yang layak dan respons cepat terhadap warga dalam kondisi darurat. Masyarakat menilai insiden ini bukan sekadar kecelakaan tragis, tetapi hasil dari persoalan struktural yang sudah lama terjadi.Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aktivis kemanusiaan, mendesak agar pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem rujukan, meningkatkan kapasitas rumah sakit, dan memastikan tidak ada lagi warga Papua yang kehilangan nyawa akibat penolakan layanan medis.Kematian Irene dan bayinya menjadi cermin dari masih lemahnya koordinasi pelayanan kesehatan di daerah. Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk sepenuhnya membenahi sistem kesehatan Papua.Kasus memilukan ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar fasilitas, tetapi hak dasar manusia yang wajib dipenuhi negara tanpa kecuali. Masyarakat berharap tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan duka sedalam yang dialami keluarga Sokoy. Penulis: HendrikEditor: GF 23 Nov 2025, 04:44 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT