logo-website
Sabtu, 04 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Melalui Trauma Healing, Polres Humbahas Berbagi Kepedulian untuk Anak-anak Korban Bencana Papuanewsonline.com, Panggugunan - Polres Humbang Hasundutan melalui Tim Konselor melakukan kegiatan Psikososial Trauma Healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak korban bencana longsor, di Posko Banjir dan Longsor Desa Panggugunan kecamatan Pakkat serta Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, pada Senin (1/12/2025).Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Polres Humbahas untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, tim konselor Polres Humbahas mengawali sesi dengan memperkenalkan diri kepada anak-anak dan menjelaskan tujuan kegiatan Trauma Healing, yakni untuk memberikan kenyamanan, rasa aman, serta membantu mengurangi tekanan psikologis pascalongsor.Selanjutnya, tim menyapa seluruh anak-anak dan orang tua yang berada di posko, menanyakan kabar, serta mendengarkan keluhan maupun pengalaman mereka selama bencana terjadi. Untuk mencairkan suasana, anak-anak diajak bermain berbagai permainan, mengikuti games interaktif, bernyanyi bersama, hingga mereka tampak kembali bergembira dan berteriak penuh semangat.Dalam kesempatan tersebut, personil Polres Humbahas juga membagikan bingkisan makanan kepada seluruh anak-anak, memberikan dukungan moral, serta menyampaikan motivasi agar mereka tetap kuat dan berani menghadapi situasi sulit. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak tercipta, sebagai upaya mengurangi stres dan menciptakan kenyamanan bagi para anak-anak selama berada di pengungsian.Kapolres Humbahas, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan Trauma Healing ini merupakan langkah penting untuk membantu memulihkan mental dan emosional anak-anak yang baru saja mengalami peristiwa traumatis akibat bencana longsor.“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu menghilangkan rasa takut, stres, dan trauma pada anak-anak. Kami ingin menumbuhkan harapan baru bagi mereka, memberikan semangat, dan menghadirkan kembali senyum serta keceriaan di tengah situasi bencana,” ujar Kapolres.Ia menambahkan bahwa melalui aktivitas bermain, bercanda, dan tertawa bersama, anak-anak diharapkan dapat merasakan kehadiran dukungan dari polisi dan seluruh petugas yang bekerja di lapangan.“Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Dengan kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat kembali percaya diri, tenang, dan memiliki kekuatan baru untuk menjalani hari-hari berikutnya,” tambah AKBP Arthur.Kapolres Humbahas juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak.“Harapan kami, kegiatan Trauma Healing ini bisa menjadi ruang pemulihan bagi anak-anak dan keluarga, membantu mereka bangkit, kembali ceria, dan menatap masa depan dengan optimis,” tutup Kapolres. PNO-12 03 Des 2025, 09:24 WIT
Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Blokade Jalan Depan Polres Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Keluarga dari dua korban pembunuhan yang ditemukan di Kawasan SP 9 dan SP 2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melakukan aksi blokade Jalan Cenderawasih, tepatnya di depan Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, Selasa (2/12/2025) malam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan sadis tersebut.Pantauan di lokasi, jenazah Bonisius Gaitian dan Jesy Kaimudin dibawa keluarga dari RSUD menuju kantor SPKT Polres menggunakan mobil ambulans. Setibanya di depan kantor SPKT, mobil ambulans diparkir melintang di kedua arus Jalan Cenderawasih, menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar area tersebut.Kasatreskrim AKP Rian Oktaria dan Kabag Ops Polres Mimika AKP Henri Alfredo Korwa hadir menemui keluarga korban untuk berdialog dan menenangkan massa. Pihak kepolisian berjanji akan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini secepatnya dan meminta keluarga untuk bersabar serta mempercayakan proses hukum kepada pihak berwajib.Diberitakan sebelumnya, dua jenazah pria ditemukan di kawasan SP 9 dan SP 2 dengan kondisi yang berbeda. Salah satu jenazah ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui identitas jenazah adalah Bonisius Gaitian dan Jesy Kaimudin. Aksi blokade jalan ini menunjukkan betapa besar rasa duka dan tuntutan keadilan dari keluarga korban atas kejadian tragis ini.  Penulis: Jid Editor: GF 03 Des 2025, 00:15 WIT
Lemasa Minta Pemkab Mimika Tepati Kesepakatan Jadwal Diskusi Papuanewsonline.com, Mimika — Lembaga Masyarakat Adat (Lemasa) Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menepati jadwal diskusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Seruan ini disampaikan menyusul perubahan agenda yang dinilai dapat memengaruhi koordinasi antara Lemasa, Lemasko, dan pemerintah daerah.Lemasa mengungkapkan adanya dugaan bahwa Pemkab Mimika lebih memprioritaskan Lemasko dalam hal pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait keseimbangan perlakuan terhadap dua lembaga adat yang memiliki peran penting dalam dinamika sosial masyarakat Mimika.Sem Bukaleng, tokoh Lemasa Timika, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengundur jadwal diskusi dari tanggal 4 Desember menjadi 8 atau 9 Desember. Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan komitmen awal yang sudah disepakati bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya menunjukkan sikap konsisten dalam menjalin komunikasi dengan lembaga adat.Dalam pernyataannya, Sem Bukaleng menyampaikan harapan agar pemerintah mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara. Ia menilai bahwa dialog yang terjadwal dengan baik dapat memperkuat kerja sama dan mendorong penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. “Pemerintah harus mematuhi jadwal yang disepakati dan mendukung Lemasa dan Lemasko secara setara,” ujarnya.Lemasa juga menekankan pentingnya mengembalikan jadwal diskusi sesuai dengan rencana awal, yaitu pada 4 Desember. Mereka menilai penundaan diskusi dan lemahnya koordinasi dapat berdampak pada kelancaran program serta menghambat sejumlah inisiatif masyarakat adat yang tengah berjalan.Menurut Lemasa, komitmen terhadap penjadwalan bukan hanya soal waktu, melainkan juga bentuk penghargaan terhadap proses komunikasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketepatan waktu dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga efektivitas dialog dan membangun kepercayaan antara lembaga adat dan pemerintah.Hingga kini, Lemasa masih menunggu klarifikasi dari Pemkab Mimika terkait perubahan jadwal tersebut. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan memastikan koordinasi dengan Lemasa dan Lemasko dapat berjalan lebih baik ke depan.Di tengah dinamika ini, Lemasa tetap menegaskan bahwa dialog adalah jembatan penting untuk menjaga hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan lembaga adat. Oleh karena itu, keseriusan Pemkab Mimika dalam memenuhi komitmen yang telah disepakati menjadi harapan utama masyarakat adat Timika. Penulis: Hendrik Editor: GF 02 Des 2025, 21:24 WIT
Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Poros SP II–SP V, Warga Timika Resah & Minta Polisi Usut Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Timika kembali digemparkan oleh penemuan mayat seorang pria di salah satu lorong Jalan Poros SP II–SP V, tepatnya di area jembatan Waker menuju Pohon Jomblo, pada Selasa (2/12/2025). Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya kasus kematian misterius di wilayah tersebut.Korban ditemukan tergeletak di jalan, hanya beberapa meter dari sepeda motor yang diduga merupakan miliknya. Saat ditemukan, pria itu masih mengenakan pakaian lengkap dan helm, seolah baru saja melintas sebelum peristiwa tragis itu terjadi.Kondisi tubuh korban membuat warga sekitar terkejut. Pada bagian wajahnya tampak luka-luka berdarah, sementara tangan korban terlihat mengalami luka sayatan. Luka yang ditemukan pada tubuh korban mengarah pada dugaan kuat bahwa korban mengalami tindak kekerasan sebelum akhirnya meninggal.Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti awal dan memastikan area tetap steril dari keramaian warga.Penyelidikan intensif sedang dilakukan guna mengungkap identitas korban yang belum diketahui. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pelaku atau motif tertentu yang menyebabkan peristiwa ini, mengingat kondisi tubuh korban menunjukkan unsur kekerasan.Penemuan jasad tersebut sontak memunculkan keresahan di kalangan warga yang melintas maupun penduduk sekitar. Mereka berharap pihak berwajib dapat segera memberikan kejelasan agar situasi kamtibmas tetap terjaga.Sejumlah warga mengakui bahwa kasus-kasus seperti ini membuat mereka semakin berhati-hati saat bepergian, terutama pada malam hari. Mereka berharap peningkatan patroli dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.Polisi masih mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini untuk segera melapor agar proses investigasi dapat berjalan lebih cepat dan akurat.Kematian misterius ini menambah daftar kasus serupa yang belakangan muncul di Timika, membuat masyarakat mendesak agar aparat segera mengungkap apa yang sebenarnya terjadi demi rasa aman bersama. Penulis: Jid Editor: GF 02 Des 2025, 21:09 WIT
Tragis! Istri Korban Ungkap Detik-Detik Sebelum Suaminya Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di SP 9 Mimika Papuanewsonline.com, Mimika - Kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan Mimika pada Selasa (2/12/2025) akhirnya mengungkap identitas korban. Bonesius, pria berusia 46 tahun asal Kepulauan Aru, Maluku, ditemukan tewas dengan kepala terpenggal di Jalan Poros SP 9-SP7, Distrik Iwaka. Di tengah kesedihan mendalam, Surip Dorci Residay, istri korban, mengungkapkan kronologi terakhir sebelum suaminya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.Surip menuturkan, suaminya baru dua hari terakhir bekerja sebagai ojek karena pekerjaan utamanya sebagai tukang batako sedang terhenti akibat kekurangan bahan pasir. "Dia keluar tadi pagi untuk ojek. Lalu siang dia ojek masyarakat… masyarakat itu bawa parang," ujar Surip dengan suara bergetar saat ditemui di RSUD Mimika. Sang suami sempat pulang sebelum kembali mengantar penumpang yang sama menuju SP7. "Lalu saya tanya dia, masyarakat itu sudah bayar kah? Dia bilang belum… Lalu dia bilang saya isi bensin dulu. Habis itu baru pergi ambil masyarakat itu lagi," jelasnya. Tak lama kemudian, Surip menerima kabar tragis melalui telepon. "Sekitar 15 menit, ada telepon. Katanya bapa Bonesius ada kecelakaan… ternyata suami saya yang di video itu," ujarnya sambil menahan tangis. Keluarga kini terpukul, terutama kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD.Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen, menyatakan duka mendalam atas kejadian ini. "Kami sangat terpukul dengan keadaan ini karena kehilangan masyarakat Aru yang ada di Kabupaten Mimika. Saya berharap pihak keamanan secepatnya untuk mendapatkan pelaku dan diproses secara hukum yang berlaku," tegasnya. Masyarakat Aru menanti langkah cepat aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan brutal ini.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, sebelumnya membenarkan penemuan mayat tersebut dan menyatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan oleh Satreskrim dan tim identifikasi. Pihaknya juga mengimbau warga Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap mempercayakan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. "Kepada seluruh warga Timika agar tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh isu atau berita yang tidak benar, dan segera laporkan kepada kami aparat keamanan apabila ada berita atau isu yang tidak benar," imbaunya. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan meminta masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apapun yang dapat membantu penyelidikan.  Penulis: Jid Editor: GF 02 Des 2025, 21:07 WIT
Dua Pembunuhan Brutal Menggemparkan Mimika: Polisi Telusuri Motif dan Identitas Korban Papuanewsonline.com, Mimika — Dua kasus pembunuhan hampir bersamaan menggetarkan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah dua pria ditemukan tewas di lokasi berbeda pada Selasa, 2 Desember 2025. Insiden pertama terjadi di kawasan SP 9, Distrik Iwaka, dan langsung mencuri perhatian publik karena kondisi korban yang sangat mengenaskan.Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, membenarkan bahwa peristiwa di SP 9 diduga kuat merupakan tindak pembunuhan. Ia menyampaikan bahwa tim kepolisian, termasuk Kasat Reskrim dan Unit Identifikasi, telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kematiannya masih dalam proses pendalaman.Dalam video amatir yang beredar di masyarakat, korban terlihat tergeletak di tengah jalan dengan kondisi yang menunjukkan adanya kekerasan ekstrem. Polisi telah mengamankan area kejadian untuk mencegah gangguan dan menjaga keutuhan bukti selama proses penyelidikan berlangsung.Tidak berselang lama, kasus kedua dilaporkan terjadi di ruas Jalan Poros SP 2–SP 5, yang merupakan jalur mobilitas padat di Mimika. Seorang pria yang diduga berprofesi sebagai tukang ojek ditemukan tewas dengan luka-luka pada bagian wajah dan tangan. Penemuan ini membuat masyarakat setempat semakin waspada karena dua kejadian terjadi dalam hari yang sama.AKBP Billyandha menyebut bahwa kedua insiden ini masih dalam tahap penyelidikan awal, sehingga polisi belum dapat memastikan apakah ada keterkaitan di antara keduanya. Ia menjelaskan bahwa berbagai bukti sedang dikumpulkan untuk mengetahui motif dan pelakunya. “Penyebab dan identitasnya masih belum diketahui,” ujarnya singkat dalam pernyataan resmi.Polisi kini memperluas penyisiran di sekitar dua lokasi kejadian, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di area tersebut pada waktu mendekati kejadian. Upaya penelusuran ini dilakukan untuk memastikan setiap detail dapat terungkap dan memberikan kejelasan bagi masyarakat yang tengah merasa khawatir.Di tengah meningkatnya kecemasan warga, Kapolres Mimika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi. Ia meminta warga segera melapor jika menemukan hal mencurigakan, karena kerja sama masyarakat sangat penting dalam membantu penyelesaian dua kasus ini.Hingga berita ini diturunkan, jenazah dari kedua korban telah dibawa ke fasilitas medis untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lanjutan. Aparat terus bekerja memastikan kasus ini dapat segera terungkap demi menjaga rasa aman masyarakat Mimika. Penulis: HendrikEditor: GF 02 Des 2025, 20:59 WIT
SLOG Polri Kirimkan Bantuan Kemanusian Untuk Masyarakat Aceh Papuanewsonline.com, Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Paket bantuan dalam jumlah besar tersebut diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 190, pukul 16.35 – 19.00 WIB, tujuan Kuala Namu (KNO).Bantuan berasal dari Satuan Logistik (SLOG) Polri dan saat ini seluruh barang telah berada di RA Rawa Bokor – PT Adhia Avia Prima untuk proses booking dan loading sebelum diterbangkan.Adapun rincian barang bantuan kemanusiaan yang dikirimkan antara lain:1. Pakaian sekolah 500 pcs (5 karung)2. Tas sekolah 500 pcs (2 karung)3. Obat-obatan 800 pcs (4 koli)4. Minyak angin 300 pcs (3 koli)5. Minyak telon 300 pcs (4 koli)6. Kasur lipat 100 pcs7. Selimut 2.000 pcs (11 karung)8. Perahu karet 2 set9. Tenda pleton 10 set10. Velbed 250 pcs (62 dos + 2 eceran)11. MTP FT 30 dos12. Pemanas 65 dos13. Ponco 500 pcs (16 dos + 20 eceran)14. Makanan cepat saji 281 dos15. Lampu penerangan 20 pcs16. Aneka makanan bayi 3.000 pcs (96 dus)Karo Penmas Divhumas Polri menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Kapolri agar kebutuhan mendesak masyarakat Aceh dapat segera dipenuhi.“Bapak Kapolri memerintahkan agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin. SLOG Polri bergerak cepat memastikan seluruh logistik bisa terangkut hari ini menuju Aceh untuk membantu masyarakat yang masih terdampak bencana,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Beliau juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor proses pengiriman hingga bantuan benar-benar tiba di lokasi.“Polri memastikan setiap bantuan yang dikirimkan tepat guna dan tepat sasaran. Prinsipnya, semua kebutuhan masyarakat harus terpenuhi tanpa hambatan,” tambahnya.Dengan proses ini, Polri berharap dukungan logistik dapat segera memperkuat penanganan bencana dan membantu meringankan beban masyarakat Aceh. PNO-12 02 Des 2025, 19:43 WIT
Bangun Jembatan Darurat di Tapteng, Polda Sumut Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum Papuanewsonline.com, Tapanuli Tengah -Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya.Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap. PNO-12 02 Des 2025, 19:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT