logo-website
Selasa, 24 Mar 2026,  WIT

TPNPB Klaim Melakukan Penikaman Aparat Militer di Yahukimo

Insiden penikaman terhadap aparat militer di Dekai, Yahukimo, menambah daftar kekerasan di Papua, dengan TPNPB mengaku bertanggung jawab dan mengeluarkan ancaman terbuka terhadap pihak yang berada di wilayah konflik bersenjata

Papuanewsonline.com - 23 Mar 2026, 10:11 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Kondisi seorang anggota TNI yang tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setelah mengalami luka akibat serangan di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan

Papuanewsonline.com, Yahukimo - Insiden kekerasan kembali terjadi di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan, setelah seorang anggota yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia menjadi korban penikaman di Dekai pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 08.30 WIT.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pemukiman, Jalur 1 Perempatan, dan mengakibatkan korban mengalami luka tusuk serius hingga berada dalam kondisi kritis. Korban saat ini dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif.

Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui siaran persnya mengakui bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan oleh jajaran TPNPB Kodap XVI Yahukimo melalui laporan resmi dari lapangan.

Dalam keterangannya, pihak TPNPB menyebut bahwa aksi tersebut dilakukan berdasarkan perintah pimpinan mereka di wilayah Yahukimo. Mereka juga menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

"Eksekusi terhadap seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia tersebut kami lakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjend Elkius Kobak dan Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka sehingga kami sampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penyerangan, penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo. Jika mau kejar silahkan datang ke markas TPNPB kami siap bertanggung jawab."

Pernyataan tersebut juga disertai dengan imbauan keras kepada pihak-pihak yang berada di wilayah konflik. TPNPB mengingatkan adanya risiko tinggi bagi siapa pun yang tetap beraktivitas di daerah tersebut.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh warga imigran yang berprofesi sebagai tukang ojek, pendulang emas ilegal, pedagang kaki lima dan sebagainya yang berada di wilayah konflik bersenjata di Yahukimo bahwa tidak ada jaminan keamanan dan perlindungan terhadap anda di wilayah perang sehingga anda segera keluar dari Yahukimo. Jika anda masih bertahan maka, kami cap anda sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang wajib di eksekusi mati karena menghiraukan ultimatum kami."

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan di Yahukimo yang kembali memanas. Warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi kejadian dilaporkan semakin waspada terhadap potensi kekerasan lanjutan.

Aparat keamanan diharapkan meningkatkan pengamanan serta memastikan perlindungan bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan konflik. Situasi ini juga menjadi perhatian serius berbagai pihak terkait stabilitas keamanan di Papua.

Peristiwa penikaman ini kembali menunjukkan kompleksitas konflik di Papua yang belum sepenuhnya mereda. Upaya penanganan yang komprehensif dinilai diperlukan untuk mencegah eskalasi kekerasan di masa mendatang. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE