logo-website
Senin, 23 Mar 2026,  WIT

Penembakan di Maybrat: TPNPB Klaim Serang Pos Militer, Satu Aparat Tewas

Insiden penembakan di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, kembali memperlihatkan eskalasi konflik bersenjata di Papua, dengan laporan korban dari aparat militer serta dampak ketakutan yang meluas di kalangan warga sipil

Papuanewsonline.com - 22 Mar 2026, 20:03 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Aparat militer yang diduga tewas akibat serangan TPNPB.

 

Papuanewsonline.com, Maybrat - Insiden penembakan kembali terjadi di wilayah Papua, tepatnya di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, pada Minggu siang, 22 Maret 2026. Peristiwa ini dilaporkan melibatkan kelompok bersenjata TPNPB yang menyerang pos militer Indonesia.

Dalam laporan yang beredar, penembakan tersebut menyasar tiga aparat militer Indonesia yang tengah bertugas di lokasi. Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka tembak serius.

Kelompok TPNPB melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, menyampaikan keterangan terkait peristiwa tersebut. "Prada S**** tewas akibat terkena tembakan di dada, sementara dua rekannya lainnya kritis dan sedang di rujuk dari Maybrat ke Sorong," ujar Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, dalam siaran persnya.

Wilayah Maybrat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan intensitas konflik yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai insiden kekerasan bersenjata kerap dilaporkan terjadi di wilayah ini.

Selain korban dari pihak aparat, TPNPB juga mengklaim telah melakukan penyitaan terhadap perlengkapan militer dalam insiden tersebut. "Warga sipil yang mengungsi ke hutan telah dipaksa oleh aparat militer Indonesia untuk kembali ke rumah mereka pada 21 Maret 2026 kemarin di Maybrat, namun situasi sekarang akibat penyerangan Pos Militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali," kata Sambom.

Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran terhadap kondisi warga sipil yang berada di sekitar lokasi konflik. Banyak warga dilaporkan memilih mengungsi demi menghindari potensi dampak lanjutan dari bentrokan bersenjata.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyampaikan sikap terkait aksi yang mereka lakukan. "Kami siap bertanggung jawab atas penyerangan yang mengakibatkan tiga aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan satu orang lainnya gugur," tambah Sambom.

Selain itu, TPNPB turut menyampaikan imbauan kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan operasi militer di wilayah tersebut. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk meredakan situasi yang semakin memanas.

KOMNAS TPNPB juga menyerukan perhatian dari komunitas internasional terhadap kondisi di Papua, khususnya bagi warga sipil yang terdampak konflik. "Lebih dari 21 warga sipil yang dipaksa oleh aparat militer Indonesia untuk kembali ke rumah mereka akibat dari intimidasi dan pemaksaan walaupun nyawa mereka sedang dalam ancaman," tutup Sambom.

Hingga saat ini, situasi di wilayah Maybrat dilaporkan masih dalam kondisi rawan. Aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan, sementara masyarakat di sekitar lokasi kejadian dihadapkan pada ketidakpastian akibat konflik yang belum mereda.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE