logo-website
Minggu, 22 Mar 2026,  WIT

Aparat Keamanan Tumbangkan Anggota TPNPB di Nabire, Operasi Penindakan Berjalan Intensif

Kontak bersenjata di Nabire berujung pada tewasnya satu anggota TPNPB, aparat Indonesia menegaskan komitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua di tengah meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata

Papuanewsonline.com - 21 Mar 2026, 21:32 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Anggota aktif dari TPNPB, Rubanus Mirip.

Papuanewsonline.com, Nabire - Aparat keamanan Indonesia dilaporkan berhasil menumbangkan satu anggota kelompok bersenjata TPNPB dalam sebuah kontak bersenjata yang terjadi di wilayah Nabire, Papua Tengah, pada 16 Maret 2026. Peristiwa ini merupakan bagian dari operasi penindakan yang dilakukan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.


Informasi mengenai insiden tersebut juga dikonfirmasi oleh pihak TPNPB melalui pernyataan resminya. Mereka menyebut bahwa salah satu anggotanya, Rubanus Mirip, gugur dalam pertempuran yang terjadi di wilayah Nabire.

Rubanus Mirip diketahui merupakan anggota aktif dari TPNPB yang tergabung dalam Batalion D Dulla. Berdasarkan informasi yang beredar, ia disebut kerap terlibat dalam berbagai aktivitas bersenjata di sejumlah wilayah, termasuk Intan Jaya, Paniai, dan Nabire.

Selain itu, Rubanus Mirip juga disebut memiliki keterlibatan dalam sejumlah operasi yang berkaitan dengan perampasan senjata api milik aparat keamanan di beberapa wilayah konflik. Aktivitas tersebut menjadikannya sebagai salah satu target dalam operasi penegakan hukum oleh aparat.

Dalam keterangannya, pihak TPNPB menyampaikan duka atas kehilangan anggotanya. Mereka juga mengumumkan bahwa informasi mengenai kejadian tersebut telah diterima dari jajaran internal mereka di lapangan.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengumumkan duka nasional kepada semua pihak atas gugurnya Rubanus Mirip. Mereka juga telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Nabire bahwa jazad Rubanus Mirip telah empat hari berada di sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire setelah ditembak mati oleh aparat militer Indonesia dan telah membusuk.

Dari sisi aparat keamanan, keberhasilan ini dipandang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan aktivitas kelompok bersenjata yang dinilai mengganggu keamanan masyarakat di Papua. Operasi serupa disebut akan terus dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur.

Sementara itu, pihak keluarga dari Rubanus Mirip disebut telah menerima kondisi tersebut dan memutuskan untuk melakukan pemakaman di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan situasi di lapangan yang masih rawan.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua masih dinamis. Aparat keamanan menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah strategis guna menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari dampak konflik bersenjata.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE