Stok LPG Timika Diatur, Pembelian Dibatasi 1 Tabung Per Keluarga
Isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi keluhan warga di Kabupaten Mimika
Papuanewsonline.com - 06 Apr 2026, 21:34 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tengah menjadi keluhan warga di Kabupaten Mimika. Beberapa hari terakhir, masyarakat terlihat memadati agen penjualan, seperti di PT Mitra Indimatam di Nawaripi, untuk mendapatkan pasokan tabung gas. Antrean panjang terjadi lantaran adanya kebijakan pembatasan pembelian yang diterapkan guna menjaga ketersediaan stok agar tidak habis secara mendadak. (6/4/2026)
Owner PT Mitra Indimatam, Andi Tajerimin, menjelaskan bahwa
permintaan pasokan sudah dikirim ke Makassar seperti biasa.
Namun, saat ini diberlakukan aturan pembelian maksimal satu
tabung per rumah tangga. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik penimbunan
dan penjualan kembali dengan harga selangit oleh oknum tertentu.
"Sebenarnya stok tidak kosong, hanya sedang diatur
distribusinya sambil menunggu suplai baru tiba," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Sales Branch Manager Pertamina Patra
Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, memastikan bahwa pembatasan ini
bertujuan agar stok tidak kosong total.
Saat ini, hanya PT Mitra Indimatam yang aktif melayani
dengan sisa stok sekitar 2.000 tabung 5,5 kg dan 1.000 tabung 12 kg yang
diperkirakan cukup untuk 5-6 hari ke depan dengan sistem penjualan teratur.
Ke depan, distribusi LPG direncanakan akan dioptimalkan
melalui suplai langsung dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah
Regional Papua Maluku. Skema baru ini diharapkan mempersingkat rantai
distribusi.
Pihaknya saat ini masih mengkoordinasikan teknis dan harga
jual bersama pemerintah daerah, serta menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu
khawatir soal kenaikan harga.
Penulis: Jid
Editor: GF