logo-website
Selasa, 16 Jun 2026,  WIT

Dinkes Mimika Gencarkan Edukasi HIV-AIDS, Lebih dari Separuh Kasus Baru Menimpa Usia Muda

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda

Papuanewsonline.com - 16 Jun 2026, 16:56 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun saat menyampaikan arahan dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dengan menyasar kelompok remaja dan pemuda. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tingginya kasus baru pada usia produktif. Berdasarkan catatan hingga 13 Juni 2026, sepanjang tahun 2025 ditemukan 489 kasus baru, terdiri dari 227 kasus HIV dan 262 kasus AIDS. Sebanyak 268 kasus atau 54,81 persen di antaranya terjadi pada rentang usia 15 hingga 29 tahun. Secara akumulatif sejak 1996, total kasus yang tercatat mencapai 8.410 orang.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mimika, Linus Dumatubun, dalam Workshop Penanggulangan HIV pada Remaja dan Pemuda yang berlangsung Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari unsur organisasi keagamaan, kepemudaan, dan kampus, serta berpedoman pada peraturan perundangan kesehatan yang berlaku.


Workshop bertujuan meningkatkan pemahaman, mengurangi stigma, serta membentuk kader pendidik sebaya untuk menyebarkan informasi yang benar.

Linus menjelaskan tingginya angka pada kelompok muda disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masih banyaknya perilaku berisiko.

“Remaja adalah aset masa depan daerah. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas dan menghambat kemajuan Mimika,” ujarnya.

Oleh sebab itu, intervensi diperluas tidak hanya pada kelompok tertentu, tetapi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Mimika Godfield Maturbongs menegaskan penanganan HIV-AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu sektor.

Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif, mulai dari memberikan edukasi, membangun jejaring kerja sama, hingga menghapus pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV.

Stigma yang ada justru sering menghalangi akses pemeriksaan dan pengobatan yang seharusnya terbuka bagi siapa saja.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE