logo-website
Minggu, 26 Jul 2026,  WIT

Ini 5 Alasan TPNPB Eksekusi Suami Istri di Yahukimo

TPNPB Meminta Publik Berhenti Bangun Opini Liar di Media Sosial

Papuanewsonline.com - 25 Jul 2026, 17:07 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Papuanewsonline.com, Yahukimo-

Kelompok bersenjata TPNPB akhirnya buka suara. Mereka mengakui secara resmi telah mengeksekusi mati pasangan suami-istri, Yantinus Kogoya alias Kumis dan Shelly Wenda di wilayah operasi mereka di Yahukimo.

Pengakuan itu disampaikan dalam Siaran Pers Ke-II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, Sabtu 25 Juli 2026, yang diteken langsung oleh Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom.

Kata Sebby Sambom Klarifikasi ini berdasarkan laporan langsung dari medan perang oleh Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka dan Komandan Batalyon Yamue, Dejang Heluka, bersama pasukan Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Wesem yang disebut sebagai eksekutor.

" Pasukan TPNPB tidak membantah. Mereka justru membenarkan dan karena kedua korban adalah agen intelijen militer Indonesia yang aktif beroperasi di Yahukimo," Tegas Sebby.

TPNPB Merilis 5 DASAR EKSEKUSI MATI

TPNPB membeberkan 5 poin yang mereka sebut sebagai "fakta lapangan" yang menjadi dasar eksekusi mati pasangan tersebut:

Bawa Alat Berat dan Pasukan Untuk Perusahaan

Yantinus dan istrinya dituduh pertama kali membawa alat berat ke wilayah Kodap XVI Yahukimo untuk kepentingan perusahaan. Setelah diadang dan dibatasi oleh TPNPB, keduanya disebut tidak terima, pulang, lalu kembali lagi dengan membawa aparat militer Indonesia untuk membongkar lahan.

Tuntun Militer Serang Markas TPNPB

Menurut TPNPB ini Poin paling serius

Yantinus dituduh menjadi penunjuk jalan bagi aparat militer Indonesia yang masuk menggunakan pesawat dan mobil lewat jalur Trans Papua menuju markas TPNPB. Akibat penunjukan itu, klaim TPNPB, sejumlah pasukannya tertembak mati dan terkena bom. TPNPB berdalih tidak sempat merekam karena sedang dalam kontak senjata.

Ngaku Anggota TPNPB, Tapi Pakai Mobil Wakapolres

TPNPB menyebut Yantinus awalnya adalah anggota mereka. Namun setelah sampai di Kota Dekai, ia berkhianat dan merapat ke Wakapolres Yahukimo. Bahkan, mobil dinas Wakapolres disebut dipakai Yantinus keliling Yahukimo bersama aparat untuk menunjukan persembunyian pasukan TPNPB hingga berujung penangkapan dan penculikan.

Bawa Kabur Senjata TPNPB ke Aparat TNI/Polri

Yantinus juga dituduh membawa lari satu pucuk senjata laras panjang milik Kodap XVI Yahukimo dan menyerahkannya kepada TNI. Sejak itu, TPNPB mencapnya sebagai agen Banpol dan penghianat yang wajib dihukum mati.

Hukum Rimba Medan Perang

Eksekusi oleh Batalyon Wesem dan Batalyon Yamue diklaim sah sesuai "hukum rimba" yang berlaku di medan perang. Bagi TPNPB, penghianat bangsa Papua wajib dieksekusi mati demi perjuangan kemerdekaan.

PERINGATAN KERAS UNTUK INTEL DAN KELUARGA KORBAN

Mayor Kopitua Heluka melontarkan peringatan keras. Ia meminta semua agen intelijen Indonesia yang masih beroperasi di Yahukimo untuk segera berhenti. Menurutnya, pihaknya sudah mengantongi banyak nama.

Kepada keluarga korban, Heluka meminta untuk memahami. Ia menegaskan eksekusi terjadi di wilayah perang Kodap XVI dan TPNPB-lah yang paling tahu situasi lapangan.

Kopi Tua Heluka meminta publik berhenti membangun opini liar.

Hingga berita ini dipublikasikan,  Papuanewsonline.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak TNI-Polri, Polres Yahukimo, dan Pemerintah Daerah Yahukimo terkait kebenaran tuduhan intel dan peristiwa eksekusi tersebut.

Penulis: Abim

Editor.  : Of

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
B
berthy barnabas Rahawarin | 26 Jul 2026, 02:07 WIT
TPNPB kalau benar Anda melakukan eksekusi mati sedemikian terhadap Warga Sipil, yg adalah Saudara Anda sendiri, Saya mulai SANGSI kemurnian perjuangan Anda untuk PAPUA, Entah Papua dlm NKRI atau pun Papua impian Anda, untuk Saudara Anda, atau Demi POPULARITAS diri sendiri. Brutalitas yg ditunjukkan menghancurkan sendi Asasi manusia merdeka. (Pemimpin) Dunia akan "menghukum" pelaku tindakan Barbar ini.