logo-website
Kamis, 26 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Satgas SI-IPAR Polres Yahukimo Jalin Komunikasi dengan Dinas P&P Papuanewsonline.com, Yahukimo – Bertempat di kantor Dinas P&P Satgas SI-IPAR Polres Yahukimo melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kabupaten Yahukimo tentang Giat Polisi Mengajar dalam Satgas Rasaka Cartenz 2025, Selasa (11/3/25). Giat di pimpin oleh Kompol Yusup Marani, S. TH., M.PD.K, bersama Bripka Wawan Pabara, Briptu Philipus Dion serta Anggota Satgas SI-IPAR lainya. Kepala Bidang Pendidikan Menengah menerima kedatangan Anggota Satgas SI-IPAR dengan senang hati. Dalam pertemuan tersebut Kompol Yusup Marani, S. TH., M.PD.K, menjelaskan kepada Kabid Pendidikan Menengah Kabupaten Yahukimo Bapak Septhinus Elepore bahwa tujuan kedatangan kami kesini untuk berkoordinasi dengan kepala Dinas yakni kita sesuai dengan perintah tugas dari Polda untuk melaksanakan kegiatan Polisi Mengajar dalam Satgas Rasaka Cartenz. Adapun penyampaian dari Bapak Spthinus Elepore yang menyampaikan permintaan maaf sebelumnya karena Bapak Kepala Dinas Dan Bapak Sekretaris tidak ada di tempat karena sedang melekasanakan kegiatan di luar dari Yahukimo. "Mengenai kegiatan tersebut kami menerima dengan baik, selanjutnya akan kami sampaikan kepada Kepala Dinas Dan Sekretaris agar kita mendapat petunjuk lebih jelas lagi.Serta mungkin dari Polres Yahukimo bisa koordinasi dengan Smk yang di rasa dari segi keamanan aman agar dalam pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar dan maksimal" Ujar bapak Septhinus EleporeUsai berkoordinasi Kasat Binmas Polres Yahukimo IPDA Kaleb O, Deda menerima masukan dari Kabid Pendidikan Menengah Kabupaten Yahukimo Bapak Septhinus Elepore dan segera menindaklanjuti apa yang di sampaikan agar segera terlaksana demi terwujudnya program yang maksimal. PNO-12 12 Mar 2025, 10:11 WIT
Polda Papua Gelar Rikmin Awal Taruna Akpol Tahun Anggaran 2025 Papuanewsonline.com, Jayapura – Sebanyak 172 calon Taruna Polri mendaftarkan diri di Polda Papua dalam seleksi administrasi awal (Rikmin) penerimaan calon Taruna Polri Tahun Anggaran 2025, Senin (10/03).Proses seleksi yang dipimpin oleh Kabid Kum Polda Papua, Kombes Pol Dedy Sumarsono S.I.K., M.H., dilakukan di Jajaran Polda Papua ini berlangsung dengan Bersih, transparan, Akuntabel, dan Humanis untuk memastikan hanya peserta terbaik yang dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya,Dalam kesempatannya, Kabid Kum Polda Papua menyampaikan bahwa pembukaan pendaftaran ini merupakan agenda tahunan, yang dimana hal ini dilakukan sebagai bentuk regenerasi Polri."Saat ini Para calon taruna ini sedang melakukan pemeriksaan administrasi, dimana hal ini diperlukan untuk melihat dan juga menilai apakah layak dan tidaknya serta kesiapan mereka untuk nantinya menjadi bhayangkara sejati," ujarnya.Kabid Kum juga menambahkan, bahwa ini merupakan pemeriksaaan administrasi, dan awal dari tahapan seleksi yang dimana setelah mereka lulus atau memenuhi kriteria dari tahapan seleksi ini, mereka akan lanjut pada seleksi berikutnya sampai nanti mereka akan mengikuti tes kembali di tingkat mabes Polri."Kami memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan dengan adil, tanpa adanya kecurangan atau intervensi dari pihak manapun, dan Para peserta diharapkan mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Kabid Kum.Adapun jumlah dari 172 calon Taruna Polri terdiri dari Pria sebanyak 160 Calon, dan Wanita sebanyak 12 Calon. PNO-12 11 Mar 2025, 19:58 WIT
dr Arfin Putuskan Gabung Polri Usai Lihat Pengabdian Polisi di Papua Pegunungan Papuanewsonline.com, Semarang - Dokter muda campuran Bugis Papua, Arfinsasi Putra (29) pernah punya pengalaman memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Papua Pegunungan. Akses, fasilitas dan layanan yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, dr. Arfin juga sempat menjalani program internship di Rumah Sakit Bhayangkara, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Februari 2022 hingga Februari 2023. Berangkat dari pengalaman-pengalaman itu, dia ingin mengabdi sebagai dokter sekaligus anggota Polri di tanah Papua, tempat kelahirannya. “Saya juga memang punya cita-cita jadi polisi, ketika internship di RS Bhayangkara Mataram saya jadi memahami peran dokter di lingkungan kepolisian,” kata Arfin yang lahir 14 September 1995 itu, ditemui di Komplek Akademi Kepolisian (Akpol), Kota Semarang, Jumat (7/3/2025). Dia bercerita, setelah lulus S-1 Kedokteran Umum dari Universitas Cendrawasih, Jayapura, Provinsi Papua, dan internship di RS Bhayangkara Mataram, Provinsi NTB, Arfin bertugas sebagai dokter di Papua di RS Daerah Oksibil, Papua Pegunungan. Di sanalah semangatnya makin menjadi untuk mengabdi jadi insan bhayangkara. Dia selanjutnya lolos seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), yang merupakan jalur khusus bagi lulusan D4, S1 ataupun S2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. “Saya memang mengikuti seleksi yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan,” kata Arfin. Meskipun bukan Orang Asli Papua (OAP), namun Arfin lahir dan besar di sana. Dia berharap, setelah mengikuti pendidikan dan pengasuhan SIPSS selama 4,5 bulan ini dan resmi jadi perwira Polri, bisa nantinya bertugas sebagai dokter polisi di Papua. “Saya merasa sudah menjadi bagian dari Papua, saya ingin kembali ke sana (bertugas) untuk membantu di sektor kesehatan lewat jalur kepolisian,” tuturnya penuh semangat. PNO-12 09 Mar 2025, 11:00 WIT
1.800 Bintara Polri Memulai Transformasi Menjadi Perwira Papuanewsonline.com, Sukabumi - Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H., Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Lemdiklat Polri, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra) bagi calon siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang I Tahun Anggaran 2025. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi. 06 Maret 2025.Bintra atau Orientasi Lingkungan merupakan tahap awal yang penting bagi para calon perwira untuk mengenal lingkungan pendidikan mereka. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk melatih fisik dan membangun hubungan baik antara siswa, pendidik, pengasuh, dan personel Setukpa. Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H. menekankan bahwa para siswa harus menjaga kesehatan fisik dan keselamatan selama mengikuti pendidikan.Beliau juga menegaskan bahwa proses pendidikan untuk menjadi perwira tidaklah mudah dan memerlukan sikap serta keterampilan yang mumpuni. Oleh karena itu para siswa diharapkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh lembaga dan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri.Setelah upacara pembukaan Bintra atau Orientasi Lingkungan, 1800 siswa yang hadir di lapangan mengikuti uji fisik yang dipandu oleh para pengasuh dari Setukpa Lemdiklat Polri.Dengan dimulainya Bintra ini diharapkan para calon perwira dapat menjalani proses pendidikan dengan baik dan siap mengemban amanah sebagai pemimpin di institusi Polri. PNO-12 09 Mar 2025, 10:49 WIT
Ikut SIPSS, 6 dokter muda Papua Bertekad Tingkatkan Layanan Kesehatan Papuanewsonline.com, Jakarta - Enam dokter muda asal Papua saat ini tengah menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I tahun 2025. Mereka adalah Jack Johanes Pical, Ilham Aaas Hamka, Alex Stendly Nuburi, Herlambang Andreka Junior Dwi Putra, Arfinsasi Putra dan Marlina Putri Purnama Sari Pekpekai. Para dokter muda ini memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Papua. Mereka menyadari betul bahwa akses layanan kesehatan di Papua, terutama di daerah pelosok, masih sangat terbatas."Saya melihat sendiri bagaimana sulitnya akses layanan kesehatan di Bintuni. Banyak daerah pesisir dan pegunungan yang kekurangan tenaga dokter. Melalui SIPSS, saya berharap bisa menjadi dokter sekaligus polisi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Jack Johanes Pical, salah satu peserta didik SIPSS Gel I T.A 2025. Pengalaman yang hampir sama dituturkan Alex Stendly Nuburi. Ia menceritakan kondisi alam Papua menjadi tantangan tersendiri pasien dan juga para tenaga medis. “Tahun 2024 saya bekerja di puskesmas Arbaiz yang terletak di Kabupaten Sarmi yang waktu tempuhnya sekitar 10 jam dari kota Jayapura. Puskesmas saya itu merupakan puskesmas yang terpencil,” kata Alex. Minimnya tenaga medis dan fasilitas Kesehatan di Papua juga menjadi motivasi Herlambang Andreka Junior Dwi Putra. Menjadi dokter merupakan keinginan kecilnya untuk menolong keluarganya. Beranjak besar, ia melihat bahwa tidak hanya keluarganya yang membutuhkan bantuan medis, tapi juga masyarakat di lingkungan tempatnya tinggal. “Menjadi dokter merupakan cita-cita kecil menolong orang. Kini saya mendapat kesempatan untuk memberi manfaat kepada lebih banyak orang dengan menjadi siswa SIPSS yang nantinya disiapkan sebagai polisi dengan keahlian di bidang medis,”kata Herlambang.Para dokter muda ini memiliki mimpi besar untuk mengembangkan karir mereka di bidang spesialisasi kedokteran. Beberapa di antaranya bercita-cita menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, bedah, kandungan, dan saraf.Seperti pengalaman Marlina. Ia melihat di daerahnya belum ada dokter ahli syaraf. Banyak lansia yang tidak mendapat perawatan yang layak karena kekurangan tenaga medis ahli di bidang syaraf termasuk kakeknya sendiri. “Saat saya sedang internship di Merauke di sana saya tinggal bersama kakek saya yang usianya sudah renta di atas 70 tahun di mana beliau pada saat itu terkena serangan stroke sedangkan di Merauke pada saat itu sama sekali tidak ada dokter saraf sehingga kakek saya berpulang. Dari situ saya memiliki nilai sensitifitas terhadap bidang ini,” kata Marlina. Keinginan untuk memberikan perawatan kepada masyarakat kurang mampu di Papua terutama lansia juga diutarakan Ilham Aaas Hamka. “Setelah menjadi dokter polisi saya ingin melanjutkan lagi menjadi dokter spesialis terutama dokter spesialis penyakit dalam. Kenapa saya memilih spesialis penyakit dalam karena untuk penyakit dalam ruang lingkup pengetahuannya sangat luas. Misalnya pada saat ada pasien jantung dan pasien itu geriatri atau usia lanjut pasti akan dikonsulkan kepada spesialis penyakit dalam,” ujar Ilham. Keinginan menjadi dokter spesialis internis juga disampaikan Arfinsasi Putra. Ia mengatakan kondisi ini jelas terlihat saat ia bertugas di Papua Pegunungan. “Masyarakat di Papua Pegunungan banyak yang memiliki keluhan penyakit dlaam tapi di sana adanya dokter umum, termasuk saya. Hal ini yang memotivasi saya untuk melanjutkan spesialisasi penyakit internis untuk menolong warga yang membutuhkan layanan Kesehatan penyakit dalam,” kata Arfin. Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyambut baik cita-cita enam dokter muda asal pengiriman Polda Papua ini. "Kami sangat mengapresiasi semangat pengabdian para dokter muda asal Papua. Kehadiran mereka di Polri akan memperkuat upaya kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil," ujarnya.Komjen Pol Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan program kesehatan pemerintah Prabowo untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil dan tertinggal. "Pemerintah pak Prabowo berupaya menyediakan fasilitas Kesehatan yang lebih baik di daerah pelosok termasuk Papua. Polri mendukung dengan merekrut dokter-dokter melalui penerimaan SIPSS. Mereka nantinya akan kami tugaskan di tempat asal mereka di Papua,” imbuh Komjen Pol Dedi Prasetyo. Para dokter muda asal Papua juga berharap bisa segera menyelesaikan pelatihan dan kembali ke kampung halaman mereka untuk mengabdikan kepada Masyarakat Papua sebagai dokter dan juga polisi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di tanah kelahiran mereka. PNO-12 09 Mar 2025, 10:38 WIT
Gubernur Akpol Resmi Buka SIPSS Gelombang I Tahun Ajaran 2025 Papuanewsonline.com, Semarang - Gubernur Akpol Irjen. Pol. Krisno Holomoan Siregar memimpin upacara pembukaan pendidikan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I Tahun 2025. Kali ini, tema yang diusung adalah Transformasi Digital Leadership Untuk Menghasilkan Perwira Polri yang Presisi Menuju Indonesia Emas 2025.“Selaku Gubernur Akademi Kepolisian, Saya mengucapkan selamat kepada 100 orang siswa yang terdiri dari 67 orang putra dan 33 orang putri yang telah dinyatakan lulus dan terpilih menjadi peserta didik SIPSS Gelombang I tahun 2025,” ujar Gubernur Akpol di Semarang, Kamis (6/3/25). Gubernur Akpol pun menyampaikan kepada peserta didik bahwa pendidikan, pelatihan dan pengasuhan akan berjalan 4,5 bulan. Ia menekankan, semangat dan kebanggaan dalam menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian harus ditanamkan seluruh peserta. “Saya percaya kalian akan dapat menyesuaikan pendidikan ini dengan baik, tepat waktu, dan berprestasi untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Selanjutnya kepada para dosen, pelatih, instruktur, dan pengasuh yang terlibat dalam pendidikan ini,” ujarnya.Ia pun menekankan agar seluruh pengajar melaksanakan tugas tanggung jawab dengan penuh semangat, profesional, berintegritas, serta mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada seluruh peserta pendidikan SIPSS gelombang I tahun 2025. Sebelumnya diberitakan, Polri menggelar seleksi anggota baru dari jalur penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun 2025. Terdapat 210 calon siswa (casis) mengikuti tingkat pusat di Akademi Kepolisian (Akpol), Jalan Sultan Agung, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).SIPSS merupakan jalur pendidikan khusus bagi Iulusan D-4, S-1, maupun S-2 untuk menjadi Perwira Pertama (Pama) Polri. Para peserta pun tiba di Semarang pada 14 Februari 2025."Sekarang di Akpol, ada gedung khusus namanya Gedung Werving Hoegeng, itu baik calon siswa SIPSS atau catar Akpol. Seleksi tingkat pusat di gedung itu," kata Kasubbagrim Bagdiapers Rodalpers SSDM Polri AKBP Adi Dharma Pramudita, dalam rilis SSDM Polri, Senin (17/2/25).Para peserta sendiri terdiri atas 150 pria dan 60 wanita. Mereka berangkat dari polda masing-masing dengan latar belakang lulusan pendidikan tingkat D-4, S-1, dan S-2."Ada yang lulusan S-1, D-4, S-2. Kami memang mencari kompetensi masing-masing siswa ini, untuk pendukung tugas pokok fungsi (tupoksi) Polri," ungkapnya. PNO-12 07 Mar 2025, 19:46 WIT
Kapolda Maluku Beri Kuliah Umum di UKIM Ambon Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Drs. Eddy Sumitro Tambunan, M.Si memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Kristen Indonesia-Maluku (UKIM).Kegiatan yang dihelat di aula UKIM Ambon, Senin (3/3/2025), Kapolda memberikan kuliah umum tentang peran Generasi Z dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maluku.Para mahasiswa diajak untuk bersama-sama dengan aparat kepolisian dalam memelihara kamtibmas. Menurut Kapolda, tanpa bantuan masyarakat polisi tidak ada apa-apanya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di tanah Para Raja-raja ini."Kami dari kepolisian meminta dukungannya untuk bersama-sama memelihara Kamtibmas sebab tanpa dukungan dari masyarakat maka polisi tidak ada apa-apanya dalam menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Maluku yang kita cintai ini," ajaknya.Sebagai anak bangsa, mahasiswa diharapkan dapat mengisi kemerdekaan dengan melakukan berbagai hal positif dalam membangun bangsa dan negara. "Sebagai mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa, jangan ikut terlibat dalam kegiatan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa ini," pintanya.Pada era Generasi Z saat ini, Indonesia, khususnya Maluku harus memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang baik agar dapat bersaing dalam membangun atau memajukan daerahnya. "Kita harus menyiapkan SDM yang unggul untuk menjawab tuntutan jaman saat ini. Olehnya sebagai mahasiswa harus terus belajar dan jangan terlalu idealis karena di tempat kita tinggal itu juga tinggal orang lain dengan berbagai latar belakang dan pemahaman yang berbeda-beda," ajaknya.Mahasiswa diminta untuk terus berbuat baik kepada sesama. Sebab perbuatan baik sangat penting dalam hidup orang bersaudara. "Perbuatan baik itu terpenting dalam kehidupan kita ini karena berbagi program yang kita buat namun jika tidak dibarengi dengan cara hidup yang baik maka semuanya pasti tidak akan baik," jelasnya.Pemerintah saat ini tengah menjalankan program ketahanan pangan nasional. Kapolda meminta dukungan mahasiswa untuk dapat mensukseskan program ketahanan pangan untuk kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia, khususnya di Maluku."Kami juga mengajak seluruh mahasiswa agar hindari pemahaman radikal sebab saat ini paham radikal itu bukan saja ada di komunitas Muslim tapi juga ada di komunitas Kristen, bahkan di komunitas Hindu juga ada. Olehnya itu pentingnya kita menerima ilmu dari guru dan sumber yang benar sehingga pemahaman sesat dan radikal tidak masuk ke diri kita," tegasnya.Dalam menggunakan media sosial, para mahasiswa juga diingatkan untuk selalu bijak saat memposting status maupun membagikan informasi yang dapat menjurus pada perpecahan. Penyalahgunaan media sosial dapat berdampak buruk dalam kehidupan sosial bahkan bisa menggangu aktifitas perkuliahan."Kami juga mengingatkan mahasiswa agar menjauhi narkoba dan minuman keras, sebab hal tersebut dapat merusak masa depan dan kehidupan kita saat ini dan di masa yang akan datang, olehnya itu jadilah polisi untuk dirimu dan keluargamu sendiri," pungkasnya.Di akhir kegiatan kuliah umum, Kapolda Maluku juga diberikan plakat cendramata sebagai kenang-kenangan yang diserahkan langsung oleh Rektor UKIM Ambon, Dr. Henky H Hetaharia M.Th.Untuk diketahui, saat memberikan kuliah umum, Kapolda didampingi Direktur Intelkam Kombes Pol I Gede Arsan Sik dan Kapolsek Nusaniwe. Hadir dalam kegiatan Rektor UKIM Ambon Dr. Henky H Hetaharia M.Th bersama para Pembantu Rektor, Dekan Fakultas dan Dosen yang ada di lingkup UKIM Ambon. PNO-12 04 Mar 2025, 19:35 WIT
Ny. Juliati Sigit Prabowo Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Papuanewsonline.com, Gresik - Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Ny. Juliati Sigit Prabowo, didampingi Ketua Pengurus YKB Daerah Jawa Timur, Ny. Ade Imam Sugianto, Rabu (25/2/2025) pagi, berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Jawa Timur.Setibanya di sana, Ny. Juliati Sigit Prabowo, meninjau kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler. Setelahnya, ia menuju ruang kelas dan melihat pemberian makanan bergizi gratis (MBG) kepada siswa kelas XI dan XII.Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan pendidikan di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus serta memberikan arahan tentang pentingnya peran keluarga dalam mendukung pendidikan.Sementara itu Dede Idawati selaku Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, menyampaikan terima kasih atas kedatangan Ny. Juliati Sigit Prabowo yang sudah memberikan supporting sistem yang luar biasa, sehingga SLB Kemala Bhayangkari 2 gresik menjadi inspiratif semua SLB di Jatim. ”Banyak hal yang kami dapatkan prestasi prestasi menjadi sekolah inovatif sejak tahun 2024,” ungkap Kepala Sekolah Dede.”Untuk menyambut ibu kapolri siswa dan siswi tadi juga bermain angklung. Mereka sangat cepat untuk belajar angklung karena kami sudah mengajar mereka sejak SD, SMP sampai SMA sehingga tidak lah sulit untuk komunikasi sama mereka,” lanjutnya.Diakhir kunjungan, Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan tali asih kepada perwakilan Guru, Karyawan dan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. PNO-12 27 Feb 2025, 18:43 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT