Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Ny. Stefanie Gomar : "Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Membantu Perekonomian Masyarakat"
Papuanewsonline.com, MAPPI
- Tim Penggerak PKK Kabupaten Mappi terus membuat terosoban dalam rangka
meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Mappi. Salah satu yang dilaksanakan oleh
TP -PKK Kabupaten Mappi adalah melalui
program Aku Hatinya PKK dengan tagline, Amalkan dan Kukuhkan halaman asri
teratur indah dan nyaman melakukan penanaman sayur -sayuran di sekitar
pekarangan rumah warga. Program penanaman sayuran
-sayuran tersebut dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dimana diketahui bahwa
rata -rata pekarangan rumah warga di Kabupaten Mappi begitu luas. Sehingga
dapat dimanfaatkan untuk menanam sayur -sayuran. Program Aku Hatinya PKK yang
berkolaborasi dengan program Pekarangan Pangan Lestari dari Dinas Pertanian
Kabupaten Mappi pada Sabtu (22/7/2023) melakukan penanaman sayur pada 5 (lima)
kelompok binaan TP - PKK yang ada di Kampung Dagimon Distrik Oba'a. Kelima kelompok binaan TP - PKK
diantaranya, kelompok Noken, kelompok Cendrawasi, kelompok Mambruk, kelompok
Teratai dan PKK Kampung Dagimon. Peserta binaan TP - PKK tersebut merupakan
mama - mama asli Papua yang berdomisili di Kampung Dagimon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh,
Penjabat Ketua TP - PKK Kabupaten Mappi Ny. Stefanie Gomar, SH,MH, Pj Bupati
Mappi, Michael R. Gomar S.STP,M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mappi,
Antonius Letsoin serta pengurus TP - PKK dan tim penyuluh dari dinas pertanian. Ny. Stefanie Gomar SH,MH mengatakan, dalam rangka meningkatkan
perekonomian masyarakat melalui program Aku Hatinya PKK. Dimana TP - PKK dalam terus melaksanakan gerakkan
menanam, dengan melakukan penanaman sayur- sayuran dan lombok di pekarangan
rumah.. Ny. Stefanie menuturkan adapun
jenis sayur -sayuran yang ditanam yakni diantara, tanaman sawi, tomat, terong,
kangkung, kacang panjang dan lombok. "Hari ini kita melakukan
penanaman di 5 kelompok binaan TP - PKK
Kabupaten Mappi. Melalui program Aku Hatinya PKK kita akan terus gerakkan
program menanam. Dan ini tidak hanya dilakukan di Kampung Dagimon saja tetapi
di kampung lainnnya. Kita juga melaksanakan program yang sama,"ungkapnya. Dikatakan Ny. Stefanie melalui
gerakkan menanam tersebut pihaknya menyediakan bibit sayuran serta mendampingi
secara langsung maayarakat saat melakukan penanaman. Sementara untuk panennya
nanti itu menjadi hak dari masing -masing kelompok binaan. "Penanaman sayur -sayuran
selain untuk membantu perekonomian masyarakat juga untuk pemenuhan gizi
keluarga. Kami juga berterima kasih kepada pak Kadis dan teman -teman dari
dinas pertanian yang sudah berkolaborasi dalam program ini,"ucapnya. Kata Ny. Stefanie, TP -PKK
Kabupaten Mappi terus berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka
meningkatkan ekonomi masyarakat salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan
rumah untuk dijadikan sebagai lahan penanaman sayur -sayuran. “Kita ketahui bersama bahwa pekarangan
rumah di Mappi ini cukup luas, sehingga kita berinisiatif untuk memanfaatkan
pekarangan rumah dengan menanam sayur -sayuran,”ungkapnya. Sementara itu ketua Kelompok
Teratai, Carolina Miakaimu mengucapkan terima kasih kepada TP - PKK yang telah
melaksanakan program tersebut.
Menurutnya progrm tersebut bisa melatih
mereka dalam rangka penanaman yang benar sekaligus menambah penghasilan
mereka. "Saya senang dan saya juga
terima kasih kepada ibu Pj ketua PKK, yang sudah memberikan kami bibit sayur
-sayuran,"katanya. Hal senada juga disampaikan oleh
Kepala Kampung Dagimon, Engelbertus Miakaimu pasalnya gerakkan menanam dengan
memanfaatkan pekarangan rumah yang dicanangkan oleh TP -PKK ini tentu sangat
membantu maayarakat.
"Kami dukung, kami senang
program seperti ini, dengan adanya sayur ini nanti bisa dijual ke pasar dan
menambah penghasilan maayarakat khususnya mama-mama yang urus di
dapur,"pungkasnya. (Redaksi)
22 Jul 2023, 16:27 WIT
Pimpin Sidang Pantukhir Bintara Polri, Kapolda Maluku: Proses Kalian Kedepan Masih Panjang
Papuanewsonline.com, Ambon - Sebanyak 338 calon siswa Bintara Polri gelombang kedua tahun 2023 dinyatakan lulus. Hal itu diumumkan saat digelarnya sidang kelulusan akhir di Gedung Serbaguna Plaza Presisi Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (19/7/2023).Sidang penetapan kelulusan akhir (Pantukhir) seleksi penerimaan Bintara Polri ini dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif SH., M.Hum. Ia didampingi Wakapolda Brigjen Pol Stephen M. Napiun Sik, dan Irwasda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol SIk. Turut hadir Karo SDM, Direktur Binmas, Kabid Dokkes, Kepala SPN, Dansat Brimob dan Kabid Propam Polda Maluku.Selain para pejabat utama Polda Maluku yang terlibat sebagai ketua tim Uji, ikut hadir pada Pantukhir yaitu panitia eksternal, berasal dari Dinas Pendidikan, Catatan Sipil, Ombudsman Maluku, LSM Mafindo dan Media."Saya atas nama Kapolda Maluku menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam penerimaan Bintara Polri tahun 2023 ini, baik itu panitia internal maupun eksternal," kata Kapolda Lotharia Latif dalam sambutannya.Kurang lebih 4 bulan proses seleksi penerimaan Bintara Polri berjalan lancar, hingga saat ini sampai pada sidang akhir penetapan kelulusan. "Kepada seluruh Casis yang telah berjuang dengan keringat dan air mata hingga saat ini, mari syukuri apa yang sudaH diperoleh karena saat ini mungkin ada teman dekat kalian yang harus tidak kembali karena tidak lulus dalam seleksi, namun kalian saat ini bisa hadir di sini, olehnya itu kalian yang ada saat ini patut untuk mensyukurinya," pintanyaMenjadi seorang anggota Polri, kata Kapolda, tidaklah mudah. Namun bila telah memilih profesi ini seperti senior terdahulu yang sudah dilantik pada bulan kemarin, maka harapan besar Bangsa dan Negara kini telah berada di pundak kalian."Di institusi Polri sama juga seperti abdi Negara yang lain yang tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih atau yang banyak. Akan tetapi paling tidak kita bisa memiliki kehormatan dan mendapatkan pendapatan dan kesejahteraan yang cukup dan tentunya kita juga adalah salah satu bagian yang menjaga dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini," jelasnya.Irjen Latif kembali menyampaikan komitmennya untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat Maluku. "Besar harapan saya selaku Kapolda yang dibantu pak Wakapolda beserta seluruh staf, yang mana kami punya komitmen selalu ingin memberikan yang terbaik untuk putra-putri Maluku agar bisa maju," ungkapnya. Ia mengatakan, hasil yang didapat para peserta yang dinyatakan lulus saat ini merupakan jerih payah sendiri. "Saya mau katakan agar jangan percaya dengan siapa pun, bahkan seorang Kapolda pun tidak bisa meluluskan kalian menjadi Polisi. Namun sesungguhnya semua yang terjadi saat ini adalah atas jerih payah dan kegigihan kalian selama mengikuti seleksi," katanya.Sebagai Kapolda, Irjen Latif mengaku hanya diberikan ruang dan kesempatan untuk bagaimana bisa mengusulkan penambahkan kuota yang ada. Bahkan penambahan kuota pun sudah disampaikan kepada Kapolri. Sehingga diharapkan Maluku bisa mendapatkan penambahan kuota, mengingat animo masyarakat yang cukup besar."Saya menyampaikan selamat untuk kalian yang dinyatakan lulus, namun kalian juga harus ingat bahwa ini baru langkah awal. Sebab proses ke depan masih panjang sehingga saya minta kepada orang tua agar dapat memperhatikan anaknya dengan baik. Karena mereka adalah aset kita yang sudah berjuang hingga bisa lolos untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri," ingatnya.Kepada para Casis Bintara Polri yang tidak lulus, Kapolda berharap agar jangan berkecil hati. Teruslah semangat, berusaha dan berjuang untuk kedepannya."Saya ingatkan agar kalian yang sudah dinyatakan lulus terpilih untuk tetap menjaga kesehatan dan fisik dengan baik karena pendidikan akan dibagi menjadi dua gelombang, dan apabila setelah ini diantara kalian ada yang sengaja melakukan pelanggaran maka nama kalian akan dicoret dan kalian tidak akan diikutsertakan dalam pendidikan di tahun depan nanti," tegas Kapolda.Untuk diketahui, pada sidang penentuan kelulusan akhir, para calon Bintara Polri yang dinyatakan lulus yaitu dari satuan Brimob 10 orang; Bintara tugas umum 281 orang; Bintara Proaktif 27 orang; Bintara Kesehatan 3 orang; Bintara Pol Airud 2 orang; Dan Bintara Polwan 15 orang. (PNO-12)
20 Jul 2023, 09:21 WIT
Dinyatakan Lulus Casis Ini 4 Kali Tes Polri, Kapolda Maluku: Terus Berusaha Dan Pantang Menyerah
Papuanewsonline.com, Ambon - Isak tangis Zauzan Sharul Purnomo pecah setelah dinyatakan lulus seleksi penerimaan Bintara Polri gelombang kedua tahun 2023 di Polda Maluku.Bagaimana tidak, Sharul yang memang memiliki cita-cita sebagai anggota Polri ini harus berupaya sebanyak 4 kali tes, hingga akhirnya terpilih.Upaya Sharul yang kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru ini dimulai dari tahun 2021. Ia sempat mengikuti seleksi Bintara, namun sayang tidak terpilih. Tak patah arang, putra dari Purnomo dan Ibu Hamama Toekan ini kembali mencoba di tahun 2022, tapi juga gagal. Bahkan, di tahun yang sama itu, ia juga ikut seleksi Tamtama Polri, dan kembali tidak berhasil. Berbagai kegagalan yang dialami pemuda desa Tehua, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, itu tidak menyurutkan semangatnnya. Ia kembali mencoba dan berusaha hingga akhirnya berhasil meraih cita-citanya tersebut. Sharul dinyatakan lulus terpilih sebagai Bintara Polri gelombang kedua tahun 2023.Kelulusan dari anak pegawai negeri sipil ini disampaikan pada sidang penetapan kelulusan akhir yang dipimpin langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif di gedung serbaguna Plaza Presisi Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Rabu (19/7/2023).Di hadapan Kapolda, Sharul yang tak bisa menahan tangisnya mengaku sangat terharu. Ia pun menceritakan kisah perjalanan yang dihadapi hingga berada di titik sekarang ini."Siap, sangat terharu dengan perjalanan saya yang begitu banyak, dan saya sangat senang bisa lulus terpilih tahun ini," ungkap Sharul ketika ditanya Kapolda mengenai kesan-kesannya.Di hadapan ibunya yang turut hadir, Sharul yang menangis dan memeluknya, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas supportnya selama ini."Itu contoh 4 kali, bukan hal yang mudah, dan kalian yang sekali masuk, bersyukur. Ini ada yang 4 kali, ini bukti bahwa dia pantang menyerah dan terus berusaha," kata Kapolda kepada para peserta.Kapolda menyampaikan selamat atas kelulusan yang diraih Sharul maupun ratusan peserta seleksi Bintara Polri lainnya.Menurutnya, seleksi Bintara Polri yang dilakukan tidak tebang pilih. Kelulusan yang diraih tergantung kemampuan siswa itu sendiri. "Jadi yang dinyatakan lulus ini merupakan calon-calon Bintara terbaik dari Polda Maluku," katanya.Untuk peserta yang dinyatakan tidak lulus, Kapolda meminta agar tidak patah semangat. Teruslah berlatih dan dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk mengikuti seleksi berikutnya."Khusus kepada kalian yang belum terpilih agar tetap semangat, belajar lagi, persiapkan diri lebih baik lagi kalau masih ada waktu untuk mengikuti seleksi berikutnya. Kalau kalian siapkan diri dengan baik, saya yakin seleksi berikutnya kalian akan bisa lulus, sama seperti dengan Sharul yang terus berusaha," harapnya. (PNO-12)
20 Jul 2023, 08:58 WIT
Polwan Polda Maluku Berikan Sosialisasi Dan Edukasi Pada Anak-Anak Sekolah Minggu
Papuanewsonline.com, Maluku - Kepolisan Wanita (Polwan) Polda Maluku mengunjungi anak-anak di sekolah minggu yang bertempat di gedung Gereja Sola Scriptura Suli Atas, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (16/7/2023).Kegiatan yang diberi nama Mangente Anak Sekolah Minggu itu bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pencegahan atau anti kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.Kegiatan edukasi tersebut dipimpin Ipda M. Herlin Weridity. Ia didampingi Bripka Meilani Lewenussa; Briptu Ratna Sari; Briptu Megy Lewerissa; Briptu Siti Hartini Merdekawati; dan Bripda Amelia Amanda Alfons.Dalam kegiatan tersebut, hadir mendampingi dari sekolah mingggu yaitu Ketua Majelis Jemaat Pdt. Ny. R. Titiheru/T, S.Th; Ketua Komisi Ny. A Tentua/de Fretes; dan para Pengasuh/OrangTua sebanyak 15 Orang."Kegiatan sosialisasi anti kekerasan ini dihadiri oleh anak-anak sekolah minggu jemaat Sola Scriptura Desa Suli Atas, Usia Sekolah SD-SMA berjumlah kurang lebih 100 orang," kata Ipda M. Herlin Weridity.Ipda Herlin mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan penjabaran dari program Kapolda Maluku, yaitu "Basudara Manise.Berbagai sosialisasi dan edukasi yang diberikan kepada anak-anak yaitu tentang faktor penyebab, dampak kekerasan seksual terhadap anak dan upaya pencegahannya."Kami memberikan pemahaman tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang asing, serta menggunakan handphone sebagai media pembelajaran bukan untuk mengakses hal-hal negatif," jelasnya.Memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga diri dari orang asing yang berusaha melakukan kejahatan, juga menjadi materi penting yang disampaikan. Sehingga diharapkan dapat menghindari ajakan dari orang yang tidak dikenal."Kami juga memperkenalkan lagu dengan tema “Menjaga Diri” sehingga anak-anak lebih mudah mengerti dan memahami tentang edukasi anti kekerasan terhadap anak," katanya. (PNO-12)
17 Jul 2023, 10:30 WIT
Program Si-ipar Sebagai Jembatan Untuk Bangun Masa Depan Anak Yang Putus Sekolah Di Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura -Personel satgas Binmas Rasaka Cartenz-2023 Polda Papua melaksanakan proses belajar mengajar bagi anak-anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan kesempatan sekolah di Asrama Balim Yalimo Kampung Yoka dan Waena Kampung, Sabtu (15/7/2023). Kegiatan ini adalah implementasi dari Program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) yang bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di ibu kota Provinsi Papua iniKegiatan yang dipimpin Aipda Djufri, SH diikuti oleh empat anak binaan. Mereka sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan belajar literasi sekitar 60 menit.Orang tua keempat anak ini turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya positif yang dilakukan oleh anggota Polri melalui Program Si-Ipar ini. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai salah satu upaya meraih masa depan anak-anak mereka yang lebih baik melalui pendidikan. Dalam sesi belajar mengajar tersebut, Aipda Djufri menyampaikan bahwa para anak didik secara bertahap mulai mengenal huruf, belajar mengeja suku kata, mempelajari penjumlahan, pengurangan. "Mayoritas anak sudah mampu menulis angka dan huruf dengan baik, " tutur Djufri. Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Satgas Rasaka Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, memaparkan, pentingnya ilmu pengetahuan sebagai salah satu dimensi untuk membentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Program Si-Ipar juga akan berdampak pada IPM di Provinsi Papua yang saat ini terdiri dari Kota Jayapura dan delapan kabupaten. Tingkat IPM di Provinsi Papua masih berada pada kategori sedang,” tururnya.Adapun Kota Jayapura, sebagai ibu kota Provinsi Papua menjadi satu-satunya daerah di empat provinsi wilayah Papua yang telah mencapai angka IPM dengan kategori tinggi pada tahun 2022 yakni 80,61 berdasarkan data BPS. Hal tersebut menjadi indikator bahwa upaya peningkatan IPM dan pendidikan di wilayah ini telah membuahkan hasil yang positif.“Dengan melibatkan anak-anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan akses pendidikan, Program Si-Ipar memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk belajar demi meraih cita-citanya di masa depan,” tambah Benny.(PNO-11)
16 Jul 2023, 18:08 WIT
Kukuhkan Pokja Bunda Paud Mappi, Ny. Stefanie Gomar: Majukan Paud HI Demi Generasi Berkualitas
Papuanewsonline.com, Mappi - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Mappi, Ny. Stefanie G.A.P Gomar SH, MH mengukuhkan pengurus Pokja PAUD Kabupaten Mappi masa Bahkti 2023 - 2024.Kegiatan pengukuhan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Mappi yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan, Jumat (14/7/2023) mengusung tema: Memantapkan Peran Bunda PAUD menuju Paud Holistik Integratif.Hadir dalam kegiatan tersebut, Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.STP,M.Si, Sekretaris Daerah, Ferdinandus Kainakaimu, Bunda Paud Kabupaten Mappi, Ny. Stefanie Gomar SH,MH, Sekretaris Umum Pokja Bunda Paud Provinsi Papua Selatan, Daniel J. Taraneno serta Forkopimda di Kabupaten Mappi.Ny. Stefanie Gomar dalam sambutannya mengatakan PAUD merupakan Pendidikan yang sangat fundamental dan investasi yang sangat penting bagi masyarakat karena PAUD ini menyiapkan generasi yang berkualitas dimasa depan. Usia PAUD dari 0-6 Tahun merupakan masa emas perkembangan otak yang luar biasa dengan pertumbuhan sel otak mencapai 80% yang tidak akan terulang pada masa yang akan datang dan harus distimulasi secara optimal.Dikatakan Ny. Stefanie bahwa ada 6 aspek perkembangan yaitu aspek Bahasa, psikomotorik, kognitif, emosional, sosial dan religious. Stimulasi ini dilakukan dengan cara bermain dan belajar yang menyenangkan.Ia menyebutkan, banyaknya PAUD di Kabupaten Mappi sejauh ini ada 3 PAUD yang didirikan oleh Pemerintah Daerah, dan 1 PAUD binaan TP PKK, yang mana sebagian besar Lembaga PAUD yang sudah ada kondisinya masih perlu dibenahi."Hal inilah yang akan kita dorong bersama untuk kedepannya lebih berkualitas dan dapat memberikan layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif yang biasa kita sebut PAUD HI," ungkapnya."Kita berharap para fasilitator PAUD HI yang sudah mengikuti pelatihan dapat berperan aktif dalam memberikan layanan bagi anak PAUD secara terintegrasi. Kepada pengurus yang telah dikukuhkan, semoga kedepannya dapat bekerja sama dan berperan aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan Bunda PAUD,"tambahnya.Ia menuturkan, beberapa bulan terakhir Kemendikbudristek mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Kegiatan ini disebarluaskan secara massif melalui komitmen bersama Bunda PAUD seluruh Indonesia. Latar belakang kegiatan ini digelar sebab pelajaran di level PAUD dan SD Kelas Awal belum saling berkesinambungan. Dimana Pendidikan di bangku awal SD mensyaratkan kemampuan anak untuk baca, tulis dan hitung (calistung) sehingga membuat orangtua terkesan memaksakan anak pada kemampuan calistung melalui bimbingan belajar yang menguras stamina hingga emosional anak. Gerakan ini mendorong perubahan paradigma umum tentang Pendidikan Anak Usia Dini guna memastikan terjaminnya hak anak-anak."Kita harus berhenti memaknai calistung sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar di PAUD dan syarat penerimaan peserta didik di SD. Gerakan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak usia dini yang tidak berkesempatan mengikuti PAUD memiliki hak yang sama untuk dibina dan mendapatkan kemampuan dasar keterampilan dan kematangan yang holistic di SD kelas Awal,"terangnya.Ia menjelaskan, menyikapi hal tersebut, Pokja Bunda PAUD Mappi mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mappi melalui Dinas Pendidikan untuk melaksanakn kegiatan yang mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang mana sasarannya adalah Guru dan orang tua siswa PAUD dan siswa SD kelas Awal, selanjutnya kegiatan Bimtek Penguatan Transisi PAUD ke SD yang sasarannya guru PAUD dan SD kelas awal dan terakhir akan dilakukan kegiatan monitoring. "Sebagai Bunda PAUD saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungan yang sangat luar biasa ini. Pembentukan Pokja Bunda PAUD ini bertujuan menyukseskan program Nasional dalam gerakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan juga merupakan mitra kerja dalam pengembangan PAUD di Kabupaten Mappi yang nantinya diharapkan dapat menjadi motivasi dalam menghadirkan kondisi penyelamatan dan penyiapan generasi yang akan datang sejak usia dini. Untuk itu Pokja Bunda PAUD tidak bisa bekerja sendiri tapi butuh partisipasi dari berbagai elemen masyarakat," tuturnya."Saya ingin mengajak kita semua yang hadir dalam ruangan ini untuk sama-sama berkomitmen mendukung Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, "sebutnya.Adapun komposisi pengurus Pokja Bunda PAUD di Kabupaten Mappi masa Bahkti 2023-2024 yakni, Ketua Sumarno, Sekretaris Aknes Feronika Salimako dan bendahara Fersiana Sande. (PNO-12)
14 Jul 2023, 21:57 WIT
Pj Bupati Bersama Tim, Cek Kesiapan Sekolah Bagi Anak-Anak Mappi Yang Bermasalah Sosial
Papuanewsonline.com, Mappi - Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar, S.STP., M.Si berkomitmen menekan masalah sosial pada anak seperti putus sekolah, ketergantungan pada zat adiktif seperti lem aibon. Hal itu disampaikan Pj Bupati dalam Rapat Penanganan masalah Sosial Anak yang digelar di Pendopo, Jumat (14/7/2023). Dalam menekan masalah sosial pada anak, Pj Bupati telah membentuk penanganan masalah sosial anak dengan perlindungan khusus. Tim ini diharapkan bisa menjalankan tugas sehingga visi Mappi bebas dari anak aibon dan putus sekolah bisa terwujud. Menurut Pj Bupati, masalah kesejahteraan sosial dan faktor ekonomi dalam keluarga menjadi penyebab utama ini semua bisa terjadi. Maka dari itu pihaknya meminta agar tim yang terlibat dapat bekerja dengan maksimal. "Mari kita bersama-sama mengimplementasikan visi kita. Dimana Mappi Bebas dari anak aibon dan anak putus sekolah," tegasnya.Pj Bupati meminta agar tim dapat memetakan zonasi wilayah yang lebih jelas untuk penanganan anak-anak tersebut, sehingga penanganannya bisa lebih maksimal.Salah satu langkah jangka pendek yang akan ditempuh oleh Pemkab Mappi adalah mengoperasikan sekolah berpola asrama yang sudah dibangun pemerintah namun belum difungsikan. Pj Bupati Mappi, Michael R. Gomar bersama ketua tim, Pastor Vitalis R.A. Letsoin Pr bersama anggota tim langsung mengecek fasilitas sekolah yang terletak di Kilometer 8 Kota Kepi. Sekolah ini dilengkapi asrama, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan. Pj Bupati mengatakan, bangunan ini nantinya akan dijadikan sebagai tempat untuk membina anak-anak yang mengalami masalah sosial. Iapun memerintahkan Dinas Pendidikan segera melengkapi peralatan sekolah agar bisa segera difungsikan. Ketua tim penanganan masalah sosial anak yang membutuhkan perlindungan khusus, Pastor Vitalis R.A. Letsoin, Pr mengatakan hingga saat ini yang sudah terdata sebanyak 116 orang anak yang membutuhkan perlindungan khusus mereka adalah anak-anak putus sekolah dan anak-anak yang menyalahgunakan lem aibon.Dikatakan Pastor Vitalis terkait dengan langkah-langkah penanganan tim sudah terbagi dalam tiga bidang yakni diantaranya, bidang pendataan dan identifikasi, bidang perumus dan rencana penanganan serta bidang pembinaan, penanganan dan rehabilitasi. "Ketiga bidang yang ada sudah mulai bekerja dan kita yang terkibat dalam tim harus terus berkoordinasi, berkolaborasi dengan baik serta dibutuhkan kerjasama yang baik,"tegasnya.Pastor Vitalis menyebutkan, adapun unsur yang terlibat dalam tim yakni mulai dari para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan dan Pj Bupati Mappi beserta Forkompida terlibat sebagai Pembina.Lebih jauh dikatakan pastor Vitalis dari hasil identifikasi masih ditemukan beberapa anak yang masih menghirup lem aibon. Namun pihaknya terus berusaha untuk mendata serta merangkul semua untuk dibina akan meninggalkan kebiasaan yang dapat merusak masa depan mereka.Pastor Vitalis menambahkan, terkait dengan fasiitas umum atau bangunan yang berada di KM 8 itu sudah sangat bisa untuk difungsikan. "Karena gedungnya tidak dipakai dan untuk program jangka pendek, kita bisa memanfaatkan dengan mengunakan bangunan yang ada ini untuk menampung anak-anak,"ungkapnya. Pastor Vitalis menambahkan, karena ini sifatnya mendesak jadi tim harus memanfaatkan fasilitas yang ada. Guna menyelamatkan nasib generasi penerus kita dari pengaruh negative. (PNO-12)
14 Jul 2023, 20:56 WIT
Buka MUSCAB II Gerakan Pramuka Kwarcab 2613 Mappi, Pj Bupati : Pramuka Jadikan Siswa Berkarakter
Papuanewsonline.com, MAPPI-
Penjabat Bupati menghadiri dan membuka kegiatan (Musyawarah Cabang) MUSCAB II
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 2613 Mappi Tahun 2023 di aula hotel avista.
MUSCAB II dihadiri juga oleh Sekertaris Kwarda Provinsi Papua Indris Khan,
S.Sos, M.M, Sekda Mappi, para pimpinan (Organisasi Perangkat Daerah) OPD,
Perwira Penghubung, serta seluruh pengurus dan kader gerakan pramuka kwartir
cabang 2613 mappi, Kamis (13/7/2023). Dikesempatan itu, Penjabat Bupati
Mappi Michael R. Gomar, S.STP, M.Si mengatakan, "sebagai alumni tentu pernah bergabung bersama gerakan
pramuka saat di bangku pendidikan SD dan SMP". Dengan pendidikan luar
sekolah, bergabung dan belajar di organisasi gerakan pramuka akan membentuk
karakter, pola pIkir dan kedisplinan
secara pribadi. "Pendidikan luar sekolah
mampu membawa saya menjadi ketua OSIS di SMP, ketua OSIS di SMA dan mendapatkan
juara satu sebagai salah satu siswa teladan di kabupaten Yapen Waropen. Maka
semua pencapaian secara pribadi baik pembentuk karakter, pola pikir dan kedisiplinan
itu bisa terbawa terus, karena awal terbentuk dari gerakan pramuka, dan puji
Tuhan waktu SMP di tahun 1993 saya memimpin rombongan dari kabupaten Yapen
Waropen untuk ikut musyawarah nasional gerakan pramuka di waena buper bersama
gerakan pramuka dari seluruh cabang," tutur Penjabat Bupati. Penjabat Bupati ingatkan, dampak
dan manfaat dari mengikuti gerakan pramuka mampu membentuk karakter, pola pikir
dan kedisiplinan secara pribadi, sehingga bisa terbentuk dengan baik. Dan
terbukti yang hadir saat ini sekertaris kwarda provinsi Papua, pabung, beberapa
kepala-kepala OPD, kepada sekolah dan para guru bisa mendapat kesempatan yang
baik, dan bisa menjadi contoh bagi generasi penerus di sekolah-sekolah. Penjabat Bupati menjelaskan,
gerekan pramuka merupakan organisasi strategis dan menjadi mitra kerja
pemerintah untuk membentuk, membina dan menciptakan pemuda-pemudi yang
berkualitas. Sejarah telah mencatat bahwa gerakan pramuka telah memberikan
kontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia, tepatnya dalam kongres pemuda
pada tanggal 18 Oktober 1928, dan melalui keputusan Presiden republik Indonesia
nomor 448 tahun 1961 ditetapkan hari pramuka setiap tahun diperingati pada
tanggal 14 Agustus. "Semoga MUSCAB II gerakan
pramuka kwartir cabang 2613 mappi dapat berjalan dengan baik, menghasilkan
keputusan - keputusan yang baik dan program kerja yang baik sehingga tetap
menjadi mitra kerja pemerintah, agar pemerintah bisa membuka diri, mendengar
dan menantikan dukungan dari gerakan pramuka kwartir cabang 2613 mappi. Di
sekolah-sekolah kalau gerakan pramuka aktif, maka generasi muda yang ada
dibangku sekolah akan menjadi generasi muda yang mempunyai karakter, pola pikir dan kedisiplinan,"
ungkapnya.
Penjabat Bupati mengatakan,
pemerintah daerah tetap akan memberikan dukungan kepada gerakan pramuka kwartir
cabang 2613 mappi baik melalui Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) tahun
2022 maupun APBD tahun 2023. Saat ini perkembangan zaman semakin pesat maka
sangat diperlukan pendampingan, pembinaan dan pembentukan karakter baik secara
rohani maupun jasmani, agar pemuda-pemudi kita tidak tertinggal dengan
perkembangan zaman saat ini. (Redaksi)
14 Jul 2023, 14:02 WIT
Program Si-ipar Membuat Anak-anak Di Jayawijaya Semakin Semangat Untuk Belajar
Papuanewsonline.com, Jayapura -Personel Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023 Polres Jayawijaya kembali melaksanakan kegiatan Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) bagi anak binaannya di Asrama Masyarakat Yalimo, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis (13/7/2023). Bripda Silvester Pardomuan D. Pone selaku pengajar memulai kegiatan mengajar dengan doa bersama anak-anak binaannya. Selanjutnya, ia pun mengabsen anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.Dalam kegiatan ini, personel Satgas Binmas Rasaka Cartenz mengajarkan pengenalan angka, penjumlahan, dan menulis kepada 7 anak dari total 16 anak binaan. Kehadiran anak-anak masih kurang karena beberapa dari mereka masih membantu orang tua bekerja di kebun dan berjualan di pasar. Ketujuh anak ini juga diuji untuk melihat peningkatan kemampuan mereka. Caranya melalui pemeriksaan tugas PR yang telah diberikan pada hari sebelumnya.Program Si-Ipar disambut baik oleh masyarakat setempat karena kehadiran anggota Satgas Rasaka Cartenz telah membantu pendidikan anak mereka. Hal ini berdampak terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan lancar. Anak-anak menunjukkan antusiasme dan semangat mempelajari pengenalan angka, penjumlahan, dan menulis. Melalui pembelajaran ini, diharapkan anak-anak binaan dapat memperoleh ijazah kesetaraan atau mengikuti ujian paket A."Program Si-Ipar di Jayawijaya berjalan lancar dan mayoritas anak binaan kami bisa memahami materi dengan baik. Namun masih terdapat beberapa anak yang lambat dalam menangkap materi pembelajaran, " ungkap Bripda Silvester Pardomuan D. Pone. Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. mengatakan, Program Si Ipar yang terus dilakukan secara rutin dapat memberikan motivasi dan semangat bagi anak-anak di wilayah tersebut untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka. Program ini sangat bermanfaat terutama bagi anak yang tidak mendapatkan layanan pendidikan dengan baik.“Program yang digagas Ops Rasaka Cartenz 2023 merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan. Diketahui IPM di Kabupaten Jayawijaya masih rendah yakni dengan angka 58,03," paparnya.(PNO-11)
14 Jul 2023, 08:18 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru