logo-website
Sabtu, 08 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Pendidikan Homepage
Guna Penanganan Malaria, Pemkab Mappi dan UNICEF Gelar Workshop Lintas Sektor Papuanewsonline.com, MAPPI - Unicef menggelar workshop Lintas Sektor bersama Pemerintah Kabupaten Mappi, dalam rangka penanganan Malaria. Kegiatan lintas sektor yang berlangsung di aula kantor dinas Pendidikan Kabupaten Mappi, Selasa (25/7/2023) dibuka oleh, Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi, Ferdinandus Kainakaimu. Sekda Ferdinandus dalam sambutannya mengatakan permasalahan malaria di papua sudah bukan barang baru lagi, bahkan papua sangat identik dengan malaria,hal ini sejalan dengan data yang di miliki oleh unicef dan dinas Kesehatan Kabupaten Mappi yang menggambarkan tentang jumlah kasus dan kematian yang diakibatkan oleh serangan nyamuk anopheles betina terhadap penduduk di papua pada umumnya dan di kabupaten mappi pada khususnya. Dikatakan Sekda bahwa pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah pengendalian malaria yang tertuang dalam keputusan menteri kesehatan republik indonesia nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tentang eliminasi malaria. Sekda menyebutkan, merespon peningkatan kasus malaria, pemerintah daerah mengapresiasi kinerja dinas kesehatan Kabupaten Mappi yang telah melakukan penjaringan kasus aktif melalui rumah sakit dan seluruh puskesmas se-kabupaten Mappi Lanjut Sekda hal ini agar penanganan kasus malaria bisa teratasi dengan cepat dan tepat sehingga dapat mencegah terjadinya kematian akibat malaria. “Perlu kita pahami bersama bahwa permasalahan penyakit malaria bukanlah menjadi masalah dinas kesehatan saja,tetapi melihat cara perkembangbiakan nyamuk anopheles betina ini yang merupakan vektor dari malaria,maka sangat dibutuhkan peran lintas sektor. Hal-hal yang berhubungan dengan pembasmian sarang nyamuk,pembersihan lingkungan,dan gaya hidup masyarakat dengan geografis seperti yang kita miliki maka harusnya kita menyadari bahwa peran serta dari semua pihak sangat menentukan terwujudnya eliminasi malaria di tanah Mappi,” ungkapnya. Sekda menekankan, kerjasama yang telah terbangun selama ini antara dinas kesehatan Kabupaten Mappi dan tim Unicef merupakan langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan percepatan eliminasi malaria ditanah Mappi. (Redaksi) 26 Jul 2023, 13:22 WIT
Launcing Buku Perang Rusia Vs Ukraina, Panglima TNI: Jadikan Ini Sebagai Acuan Mencerdaskan Bangsa Papuanewsonline.com, Jakarta - Peristiwa perang Rusia vs Ukraina harus menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa perang ini mengajarkan kita tentang bagaimana informasi dapat dianalisis dengan tepat menjadi intelijen atau pengetahuan yang berguna dalam pengambilan keputusan strategis.Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. saat memberikan sambutan pada acara Launching Buku Perang Rusia vs Ukraina Perspektif Intelijen Strategis Medio September 2022, bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/07/2023).Dihadapan 10.218 peserta launching buku yaitu 218 peserta secara luring dan 10.000 peserta secara daring, Panglima TNI menyampaikan bahwa pengetahuan yang akurat tentang dinamika, konflik, motivasi pihak-pihak yang terlibat dan perkembangan terkini sangatlah krusial untuk memahami potensi eskalasi dan prediksi kondisi guna mengantisipasi ancaman yang lebih luas.Laksamana TNI Yudo Margono menuturkan ditengah kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, pengetahuan diperlukan untuk menjadi kebutuhan utama sebagai modal mencerdaskan bangsa. "Peluncuran Buku Perang Rusia vs Ukraina merupakan sumbangsih terhadap negara sebagai bahan acuan dan pembelajaran segenap bangsa", terangnya."Sebagai elemen bangsa TNI terpanggil untuk meneruskan pesan kepala negara. Presiden menyampaikan bahwa dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Oleh karenanya pengetahuan menjadi kebutuhan utama sebagai modal dasar yang akan dimanfaatkan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa," terang Panglima TNI."Saya berharap pengetahuan yang disajikan dalam ulasan-ulasan analisis dan sintesa di dalam buku ini dapat bermanfaat guna menjadi bahan acuan dan pembelajaran bagi segenap bangsa Indonesia", harap Laksamana TNI Yudo Margono.Lebih lanjut Panglima TNI menegaskan bahwa butuh kerjasama antar lembaga dan komponen bangsa untuk menghadapi ancaman bangsa. "Kita harus menyadari bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara tidak bisa dihadapi secara terisolasi atau sendiri-sendiri. Kerjasama antar lembaga dan komponen bangsa menjadi kunci untuk mengatasi tantangan keamanan bersama", jelasnya.Acara dilanjutkan dengan kegiatan talk show dan bedah Buku Perang Rusia vs Ukraina dengan penanggap Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Rektor Universitas Jendral Achmad Yani Prof Hikmahanto Juwana, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof Popy Nurfaidah dan Paban Utama G-2 Dit G Bais TNI Kolonel Inf Hendri sebagai salah satu penyusun buku serta di pandu Rosiana Silalahi sebagai moderator.Kegiatan launching buku ini dihadiri oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, Wakasad Letjen TNI Agus Subiyanto, Kabais TNI Letjen TNI Rudianto, Kapusperpus RI Muhammad Syarif Bando, Pengamat Militer dan Pertahanan Connie R Bakrie, Ir. Tjipta Lesmana dan para Civitas Akademika dari Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan serta tamu undangan lainnya. (PNO-12) 26 Jul 2023, 07:42 WIT
Kapolda Maluku Bangga Atas Kelulusan Yang Dicapai Semua Catar Akpol Asal Maluku Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, mengaku bangga atas kelulusan yang dicapai semua calon Taruna Akpol Panda Polda Maluku pada seleksi penerimaan tingkat pusat tahun 2023.Irjen Latif berharap keberhasilan yang diraih Brian Lois Sopacua, Dimas Apriansyah Samak, Thimotius Keliduan, dan seorang perempuan yaitu Regita Anggraini Budiono, dapat menjadi motivasi bagi para pemuda lainnya.Animo penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di provinsi Maluku sendiri sangat banyak. Tahun 2023 ini, tercatat sebanyak 225 orang yang mengikuti seleksi. Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, Panda Polda Maluku kemudian mengirim 4 catar untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol Semarang, Jawa Tengah. Mereka semuanya berhasil karena dinyatakan lulus."Banyak yang ragu untuk masuk Akpol padahal semua peluang terbuka," kata Kapolda Maluku Lotharia Latif, Selasa (25/7/2023).Menjadi seorang Akpol tidak membutuhkan biaya alias gratis. Yang paling penting yaitu mempersiapkan diri, kesehatan dan jasmani serta pengetahuan umum dengan baik."Saya sangat bangga dengan peserta yang dikirim dari Maluku karena semua lolos dan tidak ada yang dikembalikan," ungkapnya.Dengan diterimanya keempat Catar Akpol dari Maluku, menunjukkan proses rekrutmen sudah baik sehingga memenuhi standar nasional yang ditetapkan pada seleksi tingkat pusat."Saya mendorong putra/putri Maluku untuk jangan ragu bila ingin ikut seleksi taruna atau taruni, semua transparan dan akuntabel, dan tidak ada prioritas-prioritas bagi anak siapapun," tegasnya.Seleksi Akpol dilakukan secara transparan. Bahkan diawasi oleh pihak internal maupun eksternal. Sehingga peluang untuk manipulasi atau memprioritaskan seseorang sangat sulit. "Banyak anak pejabat Polisi yang juga gagal dalam seleksi karena standar nilai tidak memenuhi syarat, sebaliknya banyak anak orang biasa bahkan tidak mampu yang lolos terpilih menjadi Taruna/Taruni Akpol," pungkasnya.Untuk diketahui, empat Catar Akpol yang dinyatakan lulus dalam seleksi tingkat pusat berasal dari keluarga sederhana. Tiga merupakan Taruna dan seorang Taruni Akpol.Mereka diantaranya Brian Lois Sopacua yang berasal dari Polres Tual. Ayahnya adalah anggota Biddokkes Polda Maluku berpangkat Iptu. Sementara Ibu dari pemuda 19 tahun kelahiran kota Tual ini merupakan seorang bidan di Puskesmas Un, kota Tual.Sementara Dimas Apriansyah Samak, pemuda 19 tahun kelahiran Waelete, Kabupaten Buru ini berasal dari Polres Pulau Buru. Ayahnya seorang pensiunan PNS, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga.Sedangkan Thimotius Keliduan, lelaki 18 tahun kelahiran Bogor ini berasal dari Polres Kepulauan Aru. Ayahnya seorang PNS di kantor dinas pemberdayaan masyarakat dan desa kabupaten Kepulauan Aru, sementara ibunya PNS di kantor dinas transmigrasi dan tenaga kerja.Untuk Taruni Akpol yaitu Regita Anggraini Budiono, berasal dari Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Ayahnya seorang anggota TNI AU di Lanud Pattimura dengan pangkat Sertu. Sementara ibunya adalah staf tata usaha di kantor stasiun meteorologi Pattimura.(PNO-11)  25 Jul 2023, 20:47 WIT
Buka Diktuba Polri Gelombang II, Wakapolda Maluku: Tetap Semangat Dan Tanamkan Motivasi Untuk Maju Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Pol Stephen M. Napium membuka Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri gelombang kedua tahun 2023.Kegiatan yang dirangkai dengan upacara pembukaan tersebut dilaksanakan di lapangan Koptu P.H Sulu, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Kota Ambon, Selasa (25/7/2023).Upacara tersebut dihadiri Irwasda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol, Wadan Rindam dan Komandan Secaba Rindam XVI/Pattimura, beserta para pejabat utama Polda Maluku, turut hadir dalam kegiatan itu.Kalemdiklat Polri Komjen Pol Purwadi, dalam sambutannya yang dibacakan Wakapolda Maluku, mengingatkan seluruh siswa Bintara maupun Tamtama Polri yang akan mengikuti proses pendidikan. Para siswa diingatkan untuk tetap sungguh-sungguh, tekun dan ulet dalam mengikuti pendidikan.Ia juga meminta para siswa agar selama mengikuti pendidikan dapat menimbah ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk memperluas wawasan tentang Kepolisian. "Karena kehidupan adalah pembelajaran yang panjang dan tidak akan pernah berakhir, olehnya itu terus belajar dan berlatih dalam memperoleh ilmu sebagai bekal sebelum dilantik menjadi anggota Polri," pintanya.Pendidikan pembentukan dilaksanakan untuk menyiapkan anggota Polri yang akan menjalankan tugas penting dan mulia. Diantaranya pengamanan agenda besar nasional pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 nanti.Ia mengatakan, transformasi negara-negara berkembang menjadi maju saat ini tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sejalan dengan hal itu kualitas SDM juga menjadi faktor kunci dalam pengelolaan organisasi Polri yang berkualitas dan unggul untuk mewujudkan keberhasilan pelaksanaan tugas polri di lapangan."Para siswa agar tetap menjaga fisik dan mental selama mengikuti pendidikan dan hindari semua bentuk pelanggaran sekecil apapun serta patuhi seluruh peraturan serta ketentuan yang sudah ditetapkan oleh lembaga pendidikan," pintanya.Wakapolda Maluku Brigjen Napiun juga meminta para siswa agar tetap semangat, dan dapat menanamkan motivasi untuk maju. "Jangan cengeng dan manja, jaga mental dan stamina kalian semua, kalau nanti ternyata dalam pendidikan ini ada yang melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan atau pelanggaran maka kami akan tidak segan-segan untuk mengeluarkan yang bersangkutan," tegasnya.Brigjen Napiun juga mengingatkan para orang tua agar selalu memberikan semangat kepada anaknya yang sedang mengikuti pendidikan. "Kami ingin melatih dan membentuk mutiara terbaik dari tanah Maluku ini untuk mengabdi kepada bangsa dan negara serta institusi Polri yang kita cintai ini," ungkapnya.Untuk diketahui, sebanyak 230 orang calon siswa yang dilantik akan mengikuti Diktuba Polri gelombang kedua di SPN Polda Maluku. Mereka akan menjalani pendidikan dan pembentukan Polri selama 5 bulan. (PNO-12) 25 Jul 2023, 15:40 WIT
Wakapolda Papua Pimpin Upacara Pendidikan Bintara Polri Gelombang II T.A 2023 Papuanewsonline.com, Jayapura - Upacara Pembukaan Pendidikan Bintara Polri Tugas Umum Gelombang II T.A 2023 Polda Papua digelar di Lapangan SPN Polda Papua, Selasa (25/7/2023). Acara ini dipimpin oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu undangan, termasuk para Pejabat Utama Polda Papua.Dalam kegiatan tersebut, Waka SPN Polda Papua AKBP Rahmat Kaharudin menyampaikan laporan singkat tentang kesiapan pelaksanaan pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang II T.A. 2023 di SPN Polda Papua. “Berdasarkan keputusan Kepala Lembaga Pendidikan & Pelatihan Polri, program pendidikan ini bertujuan untuk membentuk Bintara Polri yang berkarakter kebhayangkaraan, fisik Samapta, serta memiliki kemampuan melaksanakan tugas kepolisian dengan baik,” ucapnya.Peserta didik pada program pendidikan ini berjumlah 628 siswa yang berasal dari pengiriman Polda Papua. Proses pendidikan berlangsung selama 5 bulan dengan porsi pembentukan dasar Bhayangkara, pembekalan profesi kepolisian, latihan teknis, latihan kerja, dan pembulatan.Dalam amanatnya, Wakapolda Papua menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta didik yang telah lulus seleksi dan ditetapkan sebagai peserta pendidikan. Ia mengingatkan para peserta didik untuk menjalani pendidikan ini dengan penuh tekad, semangat, dan kesungguhan serta memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. “Selain itu, saya juga menegaskan pentingnya memiliki iman dan takwa, serta menjunjung tinggi disiplin dan integritas dalam menjalani tugas sebagai anggota Polisi,” turut Wakapolda.Wakapolda juga menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan ini akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Polri dan pentingnya menjaga harmonisasi dalam komponen pendidikan. “Para peserta didik juga diingatkan untuk tetap berkomunikasi secara interaktif dengan pendidik, pelatih, dan pengasuh, serta mempersiapkan fisik dan mental selama pendidikan berlangsung,” tambah Ramdani.Program pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang II T.A 2023 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas polisi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (presisi). Melalui pendidikan ini, diharapkan para peserta didik akan menjadi polisi yang berintegritas, professional, serta mampu memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.“Upacara ini juga menjadi momen penting bagi para pejabat terkait dan tenaga pendidik untuk memberikan dukungan dan membimbing para peserta didik dengan baik. Harapannya, seluruh peserta didik dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan baik dan siap mengemban tugas sebagai anggota polisi yang berkualitas dan bertanggung jawab,” tandasnya.Dengan semangat yang tinggi dan keyakinan atas kerjasama dan dedikasi dari semua pihak terkait, program pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang II T.A 2023 di SPN Jayapura diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi positif dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan pelayanan terbaik untuk masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan.“Akhirnya, saya mengucapkan selamat menempuh pendidikan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri gelombang II tahun anggaran 2023. semoga para peserta didik sekalian dapat menyelesaikan pendidikan ini dengan selamat, baik dan lancar,” tutup Wakapolda Papua. (PNO-12) 25 Jul 2023, 14:55 WIT
Polisi Pi Ajar Beri Pemahaman Dan Kesadaran Anak-Anak Dalam Aturan Berlalu Lintas Papuanewsonline.com, Jayapura – Pelaksanaan Operasi Rasaka Cartenz 2023 oleh jajaran Polresta Jayapura Kota terus berlangsung pada tahun ini. Salah kegiatan yang dilaksanakan enam bulan terakhir adalah Program Si-Ipar (Polisi Pi Ajar). Kali ini dua personel Satuan Lantas Polresta Jayapura Kota mengajar anak-anak di Asrama Balim Yalimo, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (24/07/2023) siang.Para personel lain yang terlibat sebagai pengajar juga berasal dari Sat Binmas Polresta Jayapura Kota, yang terdiri dari Aipda Djufri, Aipda Nurdin, dan Bripka Fajar, serta dari Sat Lantas dengan Aipda Tina dan Brigadir Elmi.Mereka berupaya memberikan pendidikan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan seperti anak-anak lainnya. Banyak di antara anak-anak ini yang terpaksa harus berhenti sekolah karena masalah finansial, kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu.Program Polisi Pi Ajar telah berjalan sejak Februari 2023 dan hingga saat ini terus berlangsung. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap minggu dan dilaksanakan di lima lokasi berbeda di wilayah Kota Jayapura. Mayoritas peserta program ini adalah anak-anak dari tingkat SD dan SMP, sebagian besar di antara mereka merupakan remaja.Dalam pertemuan ini, para personel tidak hanya mengajarkan materi pelajaran dasar seperti membaca dan menghitung. Akan tetapi mereka juga memberikan pemahaman tentang bahaya kecelakaan di usia remaja. Semua pengajaran dilakukan dengan pengawasan orang tua, untuk memastikan pemahaman dan kesadaran anak-anak tentang aturan berlalu lintas.Kasat Binmas Polresta Jayapura Kota, AKP Heru Prasmono, menjelaskan alasan di balik pendekatan pembelajaran yang berbeda pada Senin ini. Tujuannya untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya kecelakaan dan juga menghilangkan kebosanan dalam proses belajar."Kami berusaha memberikan pembelajaran sefleksibel mungkin kepada anak-anak agar mereka tidak merasa jenuh. Kami selalu berusaha agar mereka berkembang dengan baik melalui metode pembelajaran yang mudah dipahami," ujar AKP HeruDia juga menegaskan bahwa program pembelajaran seperti yang berlangsung hari ini akan terus berlanjut di masa mendatang. "Kami berharap Program Si-Ipar memberikan dampak positif terutama bagi anak-anak yang sebelumnya tidak mendapatkan kesempatan untuk merasakan pendidikan dengan optimal, " harap AKP Heru. Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Rasaka Cartenz Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, memaparkan, Program Si-Ipar merupakan salah satu upaya dari Polda Papua untuk mendukung pemerintah dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah, terutama dalam bidang pendidikan.Diketahui Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua dan menjadi satu-satunya daerah di empat provinsi wilayah Papua yang memiliki angka IPM tinggi, mencapai 80,61 kualitas hidup mereka serta menciptakan masa depan yang lebih cerah. (PNO-12) 25 Jul 2023, 09:07 WIT
Program Si Ipar Terus Kembangkan Calistung Bagi Anak-Anak Distrik Wamena Papuanewsonline.com, Jayawijaya - Dalam upaya meningkatkan pendidikan anak-anak di wilayah Papua Pegunungan, Polri melaksanakan Program Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) bagi anak-anak setempat selama enam bulan terakhir. Adapun personel Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz-2023 Polres Jayawijaya kembali mengadakan kegiatan Polisi Pi Ajar (Si-Ipar) di Asrama Masyarakat Yalimo, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (21/7/2023).Bripda Silvester Pardomuan D. Pone selaku pengajar memulai kegiatan mengajar dengan doa bersama anak-anak binaannya. Selanjutnya, dia pun mengabsen anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Binmas memberikan pelajaran pengenalan angka, penjumlahan, dan menulis kepada 8 anak dari total 16 anak binaan yang hadir. Sayangnya, beberapa anak masih terhalang untuk hadir karena membantu orangtua bekerja di kebun dan berjualan di pasar.Kedelapan anak yang mengikuti pelajaran tersebut diuji kemampuannya melalui tugas PR yang telah diberikan pada hari sebelumnya. Para personel juga berpartisipasi dalam bermain bersama anak-anak, menciptakan ikatan yang lebih dekat dengan mereka.Masyarakat setempat memberikan respon positif terhadap program Si-Ipar ini karena kehadiran anggota Satgas Rasaka Cartenz membantu meningkatkan pendidikan anak-anak di daerah tersebut. Dampak positifnya terlihat dari lancarnya pelaksanaan kegiatan pembelajaran.Antusiasme dan semangat anak-anak sangat tinggi dalam mempelajari pengenalan angka, penjumlahan, dan menulis. Harapannya, melalui program Si-Ipar ini, anak-anak binaan setelah dibekali dengan kemampuan belajar yang baik dapat mengikuti ujian paket A sehingga bisa meraih ijazah. "Program Si-Ipar di Jayawijaya berjalan lancar. Sebagian besar anak binaan kami dapat memahami materi dengan baik, sedangkan masih ada beberapa anak yang memerlukan pendampingan lebih lama untuk menguasai materi pembelajaran, " ungkap Bripda Silvester Pardomuan D. Pone. Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023 Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom. mengungkapkan, Program Si-Ipar yang dilakukan secara rutin demi memotivasi anak-anak di wilayah tersebut untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka. Program ini berperan besar terutama bagi anak-anak yang sebelumnya belum mendapatkan layanan pendidikan yang memadai.“Program yang digagas Ops Rasaka Cartenz 2023 merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di bidang pendidikan. Kabupaten Jayawijaya saat ini memiliki IPM yang masih rendah, yakni dengan angka 58,03," paparnya. (PNO-12) 24 Jul 2023, 15:10 WIT
Peringati Hari Anak Nasional 2023, Kemenkumham: Beri Remisi Bagi Anak Binaan Papuanewsonline.com, Pontianak – Melindungi kepentingan terbaik anak sama artinya dengan melindungi masa depan bangsa dan umat manusia. Hal tersebut diungkapkan dalam sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, yang dibacakan Direktur Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Pujo Harinto, dalam puncak Peringatan dan Pemberian Remisi Hari Anak Nasional 2023 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat Pontianak, Minggu (23/7).Dalam sambutannya, Pujo menegaskan bahwa meskipun ketika anak melakukan pelanggaran hukum dan sebagian diantaranya menjalani masa pidana, hak mereka tidak dapat diabaikan.“Konstitusi negara dengan jelas menyebut bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup tumbuh berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Negara tidak hanya mengakui hak, tetapi juga menjamin pemenuhannya,” ujar Pujo.Hal tersebut diwujudkan dengan beralihnya sistem perlakukan anak dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak menjadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Termasuk pemberian Remisi HAN bagi Anak Binaan tahun ini yang diberikan serentak se-Indonesia. Dari 1.091 Anak Binaan dari seluruh Indonesia yang menerima, 23 diantaranya langsung bebas. Pujo mengungkapkan pemberian remisi bagi Anak Binaan merupakan salah satu hak yang diatur undang-undang dengan syarat yang ditentukan. Saat ini jumlah Anak dan Anak Binaan di seluruh Indonesia mencapai 2.045 orang.“Saya meminta kita semua untuk tidak melihat anak-anak yang pernah berhadapan dengan hukum sebagai penjahat kecil, melainkan calon penerus bangsa yang tetap harus dilindungi haknya untuk mendapat pendidikan, kesehatan, identitas, dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Kami juga berharap segenap masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga sosial kemasyarakatan untuk bersama mengedepankan kepentingan yang terbaik bagi anak,” tambahnya. Senada, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, juga kembali menegaskan bahwa negara tidak ingin lepas tangan atas harapan anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin negeri. “Ada tujuan khusus dari peringatan HAN tahun ini, yaitu peningkatan peran pelopor dan pelapor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak. Pelapor dalam artian, negara ingin anak-anak, khususnya remaja, aktif menyampaikan pendapat dan pandangannya,” ujarnya. Ria juga mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat telah memiliki regulasi mengenai Kota Layak Anak. Didalamnya juga diatur mengenai anak yang berhadapan dengan hukum, terorisme, dan stigma agar diberikan perlindungan khusus. “Anak yang berhadapan dengan situasi tersebut harus mendapatkan pola asuh khusus. Sebagai anggota masyarakat, kita juga turut serta merangkul dengan menunjukkan sikap menerima mereka,” tambahnya.Ketua Pengurus Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nasional, Ichsan Malik, mengungkapkan bahwa PKBI yang merupakan salah satu mitra telah bekerja sama dengan 16 LPKA selama 20 tahun terakhir. “Kami dari PKBI mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Harus diakui, meskipun anak-anak ini berkonflik soal hukum, tapi perhatian dari Kemenkumham luar biasa. Kita harap anak Indonesia mendapatkan hak untuk membangun masa depan Indonesia,” ujar Ichsan.Selain pemberian Remisi HAN 2023, acara juga dirangkaikan dengan Talkshow Pemenuhan Pola Asuh dan Pemenuhan Hak-Hak Anak Binaan di LPKA Menuju Provinsi Layak Anak, Pentas Seni Anak Binaan, Pemenuhan Hak Identitas Anak Binaan, Penyerahan Penghargaan kepada Stakeholder Pemerhati Anak, dan Pengukuhan Forum Anak Binaan di LPKA Wilayah. Hadir dalam acara Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Barat, Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, dan Panglima Komando Daerah Militer Kalimantan Barat, serta mitra kerja sama. (PNO-12) 23 Jul 2023, 21:33 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT