logo-website
Sabtu, 07 Feb 2026,  WIT
BERITA TAG Kriminal Homepage
Menguak Kasus Perbankan, Polda Maluku: Bank Malut Cabang Namlea Alami Kerugian Besar Papuanewsonline.com, Ambon - Tim Subdit II Fismondev Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, berhasil mengungkap kasus perbankan pada PT Bank Pembangunan Daerah Maluku/Maluku Utara (Malut) Cabang Namlea.Perkara yang telah merugikan negara sebesar Rp1,5 miliar ini menjerat satu Tersangka tunggal yaitu berinisial ES alias Edi, pegawai Kas Titipan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku pada PT. Bank Pembangunan Daerah Maluku/Malut Cabang Namlea."Hari ini Kami akan menyampaikan pengungkapan kasus dugaan perbankan pada Bank Maluku-Malut Cabang Namlea dengan kerugian 1,5 miliar rupiah. Selanjutnya akan disampaikan oleh Direktur Reskrimsus Polda Maluku," kata Plt Kabid Humas Polda Maluku, AKBP. Aries Aminnullah SIK, saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Rupattama Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Kota Ambon, Jumat (14/6/2024).Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Hujrah Soumena SIK, didampingi Plt Kabid Humas dan Kasubdit II Fismondev, mengatakan, kasus ini berawal saat Bank Indonesia menitipkan uang sebesar Rp1,5 miliar pada Bank Maluku/Malut Cabang Namlea.Penitipan uang tersebut berlangsung pada bulan Desember 2022. Sejak dititipkan, pelaku kemudian melakukan penarikan secara bertahap dengan jumlah yang ditarik bervariasi hingga Desember 2023."Perbuatan pelaku ini dimulai dari bulan Desember 2022 sampai dengan Desember 2023 selama setahun," kata Kombes Hujrah.Sejak dititipkan, setiap bulan pelaku melakukan penarikan dengan jumlah bervariasi, seperti Rp100 juta, Rp200 juta hingga uang titipan BI sebesar Rp1,5 miliar habis. Selama kurun waktu setahun, pelaku membuat pencatatan palsu."Perbuatan pelaku ini dia melakukan pencatatan dan register, kemudian diedit lagi ke sistem bank Maluku cabang Namlea, sehingga seakan-akan uang itu masih ada. Setelah dicek 1,5 miliar itu sudah habis," ungkapnya.Pelaku telah ditetapkan sebagai Tersangka. Ia mengaku sebagian besar uang tersebut habis dipakai bermain judi online. Sementara sebagian lainnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."Uang tersebut oleh Bank Maluku Cabang Namlea sudah dipulihkan kembali sehingga status uang milik bank Indonesia telah normal," jelasnya.Terhadap perbuatan pelaku, pada 14 Maret 2024 tim Subdit II Fismondev melakukan penyelidikan dan penyidikan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat."Pelaku kemudian ditetapkan sebagai Tersangka dan dilakukan penangkapan. Tersangka sudah diamankan di rutan Polda Maluku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Hujrah.Tersangka disangkakan melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a dan c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan."Tersangka terancam hukuman pidana penjara sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama lima belas tahun," katanya. (PNO-12) 14 Jun 2024, 22:23 WIT
Polsek Muara Tami Serahkan 2 SPM Hasil Curanmor Kepada Pemiliknya Papuanewsonline.com, Jayapura – Pihak Polsek Muara Tami melalui Penyidik Unit Reskrim menyerahkan dua unit sepeda motor hasil curian kepada pemiliknya masing-masing bertempat di Mapolsek Muara Tami, Rabu (12/6) sore.Dua motor yang diserahkan tersebut masing-masing memiliki atau terdaftar di register laporan polisi Polsek Muara Tami yang mana dilaporkan hilang oleh pemiliknya.Dua motor yang diserahkan yakni SPM Yamaha Jupiter-MX milik Musa warga Kampung Koya Tengah Distrik Muara Tami dan SPM Honda Beat milik Alex warga Kampung Holtekamp.Kapolsek Muara Tami AKP Sem Hanasbey saat dikonfirmasi mengatakan, kedua motor tersebut ditemukan saat pelaksanaan giat rutin yang ditingkatkan (KRYD), dimana pengendaranya saat itu langsung menghilang sebelum dilakukan pemeriksaan, jadi motor tersebut termasuk barang temuan."Setelah diamankan dan diperiksa fisiknya, ternyata miliki laporan polisi. Penyidik kemudian menghubungi korbannya atau pemiliknya masing-masing untuk datang mengecek kendaraan tersebut," kata Kapolsek.Lebih lanjut kata Kapolsek, setelah pemiliknya masing-masing datang dan mencocokkan dengan surat-surat kepemilikan kendaraan yang mereka punya, ternyata sesuai dan benar itu motor milik mereka."Penyidik kemudian menyerahkan kedua motor tersebut ke masing-masing pemiliknya dan dibuatkan Surat Pencabutan Laporan Polisi dengan dikuatkan melalui tanda tangan masing-masing pemilik diatas materai serta menandakan bahwa proses tentang laporan mereka telah selesai atas permintaan masing-masing pemilik," ungkap Kapolsek.Kapolsek Muara Tami AKP Sem Hanasbey juga menambahkan, giat KRYD yang intens dilaksanakan di jajaran Polresta Jayapura Kota mendapatkan hasil yang luar biasa, dimana pencegahan maupun pengungkapan tindak pidana bisa terjadi disana. (PNO-12) 14 Jun 2024, 22:16 WIT
Sejumlah Tokoh Masyarakat Paniai Mengutuk Keras Aksi KKB Papuanewsonline.com, Paniai - Para Tokoh di Kabupaten Paniai mengecam aksi-aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membuat resah masyarakat di Kabupaten Paniai, Jumat 14 Juni 2024.Thomas Tebai selaku Tokoh Pemuda Masyarakat Paniai, dalam kesempatannya mengatakan bahwa KKB kerap melakukan aksi kekejaman di Wilayah Paniai sehingga mengakibatkan situasi keamanan menjadi terganggu.“Kami mewakili seluruh masyarakat di Kabupaten Paniai mengutuk aksi-aksi KKB di Paniai dan berharap kepada TNI-Polri untuk memberikan tindak hukum kepada KKB agar situasi di wilayah ini tetap aman, damai dan kondusif,” ujar ThomasTPNPB-OPM mengklaim wilayah Paniai menjadi zona peperangan KKB dengan Aparat Keamanan TNI-Polri.“Kalau klaim yang dikatakan oleh teman-teman TPNPB-OPM tentang Paniai ini daerah militer atau dikatakan zona peperangan, itu hanya klaim pribadi mereka saja. Karena sampai saat ini kami di Paniai masih dalam kondisi yang aman-aman saja,” kata ThomasSebab, sampai dengan saat ini tak ada terlihat adanya pengerahan militer secara masif yang tampak. Masyarakat masih melakukan aktivitas perkantoran, sekolah dan jual beli di Pasar normal seperti biasa.“Aktivitas masyarakat masih seperti biasa, tidak ada sesuatu yang mencurigakan, juga tidak ada pergerakan-pergerakan, baik dari TPNPB-OPM ataupun TNI yang menunjukkan mungkin seperti membalas. Sampai hari ini, kami melihat tidak ada,” jelas Thomas.Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno,. S.H., S.I.K., M.M.,M.H., ketika dikofirmasi mengatakan, Satgas Ops Damai Cartenz 2024 akan terus melakukan penegakkan hukum terhadap KKB yang aktif melakukan gangguan Kamtibmas di Wilayah hukum Polda Papua."Satgas Operasi Damai Cartenz akan lakukan upaya penegakkan hukum terhadap KKB yang melakukan gangguan kamtibmas di Paniai. Tercatat bahwa selama 2 bulan ini KKB Undius Kogoya aktif melakukan gangguan kamtibmas di Paniai mulai dari pembakaran kios dan Sekolah pada tanggal 21 Mei serta penembakan terhadap masyarakat sipil pada tanggal 11 Juni yang lalu" ujar BayuPenegakkan hukum yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 terhadap KKB sebagai Upaya Polri dalam menjaga keamanan di Tanah Papua."Kami Operasi Damai Cartenz 2024 akan terus berupaya menjaga situasi keamanan di Kabupaten Paniai guna mewujudkan Tanah Papua yang aman dan damai,” tutup Kasatgas Humas (PNO-12) 14 Jun 2024, 22:10 WIT
Polres Jayawijaya Lakukan Pendekatan Kepada Dua Kelompok Yang Bertikai Di Wouma Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Polres Jayawijaya melakukan upaya antisipasi pasca aksi saling serang yang terjadi antara masyarakat Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, dan masyarakat dari Distrik Asolokobal serta Asotipo, Kabupaten Jayawijaya di Wouma pada Kamis (12/06). Pertikaian yang dipicu oleh kasus kecelakaan lalu lintas tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan menggunakan alat tajam, batu, dan senjata tradisional.Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, S.I.K menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah terjadinya aksi susulan. "Kami telah melakukan penyekatan antara kedua belah pihak dan terus berupaya melakukan pendekatan terhadap para tokoh masyarakat dari kedua belah pihak agar dapat mengendalikan masyarakatnya masing-masing," ujar Kapolres Heri Wibowo.Menurut Kapolres, pertemuan dengan tokoh masyarakat sangat penting untuk meredam emosi kedua belah pihak dan mencari solusi damai. "Kami masih berupaya untuk mengundang para tokoh masyarakat dari kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini serta menahan massa masing-masing. Kami juga meminta bantuan para tokoh agar permasalahan ini dapat cepat diselesaikan sehingga situasi di Wouma dapat kembali kondusif," tambahnya.Selain itu, Kapolres Heri Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di lokasi-lokasi strategis untuk mencegah terjadinya aksi susulan. "Untuk mencegah aksi susulan, kami telah menempatkan personel di pertigaan Yagara, Jalan Baru Lokasi Kantor Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, dan Wouma sambil menunggu hasil negosiasi antara dua belah pihak yang bertikai," jelasnya.Dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi yang dapat memperkeruh keadaan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap tenang. Polres Jayawijaya bersama para tokoh masyarakat sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan konflik ini dengan cara damai," tutup Kapolres Heri Wibowo.Dengan langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan situasi di Wouma dan sekitarnya dapat segera kembali normal dan kondusif, serta tidak ada lagi korban jiwa maupun luka-luka akibat pertikaian tersebut.Polres Jayawijaya terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, demi terciptanya perdamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat. (PNO-12) 14 Jun 2024, 14:34 WIT
Kembali Berulah, KKB Bakar 1 Mobil dan Tembak Mati Sopir Di Paniai Papuanewsonline.com, Paniai - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Intan Jaya, Pimpinan Undius Kogoya, lagi-lagi Kembali berulah di Kabupaten Paniai dengan membakar 1 mobil dan menembak mati sopir pada hari selasa tanggal 11 juni 2024, pukul 13.30. Wit.Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol . Dr. Faizal Ramadhani, saat dikonfirmasi terkait dengan kejadian tersebut menyampaikan bahwa, benar telah terjadi penembakan terhadap 1 masyarakat sipil (sopir angkot) dan pembakaran 1 unit mobil di Kampung Timida, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.“Pelaku penembakan dan pembakaran ini adalah KKB Intan Jaya pimpinan Undius Kogoya yang selama ini melakukan aksi kriminal di kabupaten Paniai”. Pungkas Ka Ops Damai Cartenz-2024Sementara itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya menjelasakan bahwa, korban bernama Rusli, (40), beralamat di kompleks terminal, Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.AKBP Dr. Bayu Suseno, menuturkan, kronologis singkat dari kejadian tersebut yaitu, berdasarkan keterangan dari masyarakat, pada pukul 13.30. Wit, masyarakat yang datang dari arah Kampung Enarotali hendak ke Kampung Kopo, Distrik Paniai Timur, melihat satu unit mobil berada di pinggir jalan dan dalam keadaan terbakar dan sopirnya dalam keadaan tersungkur didalam mobil serta terdengar bunyi suara tembakan.“Setelah itu, terlihat sekelompok anggota KKB yang berjumlah 10 orang dengan membawa senjata api laras panjang keluar dari alang-alang pinggiran jalan sehingga membuat masyarakat yang melihat kejadian tersebut takut dan langsung kembali ke arah kampung madi”. Tutur Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024.Lanjut AKBP Dr. Bayu Suseno, Korban diketahui telah meninggal Dunia dan Jenazah Korban berada didalam mobilnya yang dibakar oleh KKB.“Untuk diketahui bahwa, Jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh Satgas Ops Damai Cartenz-2024 dan Brimob Batalyon C Polda Papua ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Paniai”, Tutur AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno menambakan, Satgas Ops Damai Caretnz dan Brimob Batalyon C Polda Papua telah merespon kejadian tersebut dengan mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap Kelompok KKB tersebut."Kami menegaskan bahwa Satgas Ops Damai Cartenz-2024 akan terus melakukan langkah-langkah penindakan dan penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap KKB, pelaku penembakan dan pembakaran ini," tutup AKBP Dr. Bayu Suseno. (PNO-12) 12 Jun 2024, 16:27 WIT
Satgas Damai Cartenz Tangkap Sarius Indey, Tersangka Baru Kasus Senjata Api di Jayapura Papuanewsonline.com, Jayapura - Satgas Ops Damai Cartenz-2024 kembali berhasil mengungkap tersangka baru dalam kasus jual beli senjata api ilegal yang sedang ditangani, Setelah berhasil menangkap tersangka Petrus Oyaitouw pada 4 Juni 2024, kini Tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 berhasil mengamankan tersangka baru dalam pengembangan kasus tersebut.Kepala operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol . Dr. Faizal Ramadhani, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa, tersangka baru yang berhasil ditangkap adalah Sarius Indey, seorang pegawai negeri sipil berusia 58 tahun, yang berdomisili di Hamadi Gunung, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Sementara itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya juga menyampaikan bahwa, Sarius Indey ditangkap pada Jumat, 7 Juni 2024 sekitar pukul 18.16 WIT di Hamadi Kampung Nelayan, Distrik Jayapura Selatan oleh tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024. Setelah penangkapan, Sarius Indey kemudian dibawa ke Ruangan Investigasi Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas AKBP Dr. Bayu Suseno.Lanjutnya, saat penangkapan, tim Satgas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan identitas milik Sarius Indey.“Penangkapan Sarius Indey merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan terhadap Petrus Oyaitouw yang sebelumnya telah ditangkap dan diduga kuat terlibat dalam jaringan pemasok senjata api kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Tabi,” lanjutnya.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Petrus Oyaitouw, Sarius Indey diketahui memiliki dan memberikan senjata jenis Suar kepadanya.Menurut pengakuan Sarius Indey dalam pemeriksaan awal, dirinya mendapatkan senjata tersebut dari anak-anak yang menemukan senjata berkarat di bekas kantor Dinas Perhubungan pada tahun 2021. “Sarius kemudian menyerahkan senjata tersebut kepada Petrus Oyaitouw yang bermaksud memperbaikinya untuk digunakan berburu. Selain itu, Sarius juga memberikan uang sebesar 10 juta rupiah kepada Petrus untuk pembelian senjata lainnya,” tambah Kasatgas Humas.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan, tim Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2024 terus mendalami kasus ini dan menelusuri jaringan jual beli senjata api ilegal yang melibatkan Sarius Indey dan Petrus Oyaitouw."Saat ini, Sarius Indey tengah menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut di Polda Papua. Satgas Ops Damai Cartenz-2024 terus berkomitmen untuk memberantas jaringan peredaran senjata api ilegal di Papua demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” tandas AKBP Dr. Bayu Suseno. (PNO-12) 08 Jun 2024, 19:34 WIT
Diduga Pengedar Ganja Kelas Kakap Lintas Negara, Polisi Bekuk 3 Terduga Pelaku Papuanewsonline.com, Jayapura - Tiga pria diduga pengedar narkotika golongan I jenis ganja ditangkap oleh tim opsnal narkoba Polresta Jayapura Kota di Taman Mesran Jayapura pada Rabu (5/6) sore. Dua dari tiga pelaku merupakan warga negara asing asal Papua Nugini (PNG), masing-masing berinisial NN (22) dan CN (20). Sementara itu, satu pelaku lainnya adalah warga negara Indonesia yang berdomisili di Dok IX Kali Distrik Jayapura Utara, berinisial GB (32).Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si, melalui Kasat Resnarkoba AKP Irene Aronggear, S.H, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Dalam pernyataannya di ruang kerja, mengatakan bahwa ketiga pelaku ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis ganja yang dikemas dalam 21 paket plastik bening berukuran besar."Ya, benar. Kemarin sekitar jam 5 sore, tim opsnal narkoba Polresta berhasil mengamankan tiga pria yang diduga merupakan pengedar ganja bersama barang buktinya," ujar AKP Irene.Menurutnya, penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh tim opsnal mengenai rencana pengiriman ganja melalui pelabuhan dalam jumlah besar. Merespons informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil mengidentifikasi keberadaan ketiga pelaku di sekitar Taman Mesran Jayapura."Ketiga terduga pelaku langsung diamankan saat hendak menuju ke Pelabuhan Laut Jayapura dengan membawa barang haram tersebut yang dikemas dalam barang bawaan mereka," jelas AKP Irene.Kasat Resnarkoba juga menambahkan bahwa ketiganya masih dalam proses pemeriksaan dan pengembangan oleh penyidik terkait kepemilikan barang bukti yang ditemukan. "Sementara ini ketiganya sudah diamankan bersama barang buktinya di satuan narkoba Polresta Jayapura Kota untuk dikembangkan melalui pemeriksaan. Diduga kuat mereka sudah sering memasukkan ganja dari PNG dalam jumlah besar. Hal ini masih kami dalami," pungkasnya.Penangkapan ini menunjukkan komitmen Polresta Jayapura Kota dalam memerangi peredaran narkotika di wilayahnya. "Kami akan terus berupaya maksimal dalam memberantas peredaran narkotika di Jayapura. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait narkotika," tambah AKP Irene.Dengan adanya razia dan penangkapan seperti ini, diharapkan peredaran narkotika di Jayapura dapat ditekan, dan keamanan serta ketertiban masyarakat dapat terjaga. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kota ini dari ancaman narkotika yang merusak generasi muda," tutup Kasat Resnarkoba. PNO-11 08 Jun 2024, 14:00 WIT
KKB Kembali Berulah Dengan Menembak Mati 1 Warga Sipil Di Borme Pegunungan Bintang Papuanewsonline.com, Pegunungan Bintang - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Pegunungan Bintang Kembali melakukan Aksi Kejinya dengan melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil Asli Papua asal Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit.Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, saat di konfirmasi membernarkan adanya peristiwa tersebut.Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya menyampaikan bahwa, benar pada hari Kamis tanggal 06 Juni 2024, pukul 07.00, Wit, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh KKB Wilayah Pegunungan Bintang terhadap seorang warga masyarakat Asli Distrik Borme atas nama Senus Lepitalen. Penembakan itu terjadi di Distrik Borme, Kabupaten Pegunungan Bintang.Selain itu, Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno, Ketika dikofirmasi mengatakan, bahwa, kronologis singkat dari peristiwa penembakan tersebut yaitu, pada pukul 06.00, Wit, korban menghangatkan badanya di tungku api tepatnya di rumah korban.“Disaat korban sedang menghangtakan badan korban, korban medengar suara ketukan pintu rumah, kemudian korban berjalan menuju pintu rumahnya dan membukan pintu. Disaat korban membukan pintu rumahnya, korban kemudian berhadapan dengan sejumlah anggota KKB dan seketika itu pula, korban langsung ditembak dengan menggunakan senjata api laras pendek pada dada korban tembus ke belakang.” Pungkas AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno Kembali menjelasakan, untuk jenazah korban saat ini sedang disemayamkan di rumah korban tepatnya, di kampung Calap, Distrik Borme. Lokasi rumah korban berada berdekatan dengan lapangan terbang Distrik Borme.“Dapat kami menyapaikan Kembali bahwa, Almarhum saudara Senus Lepitalen, merupakan salah satu korban penganiayaan dan penyanderaan karyawan PT. IBS yang dilakukan oleh KKB pada tanggal 12 Mei 2023 lalu, di Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang”, tutur Kasatgas Humas OPS Damai Cartenz-2024, AKBP Dr. Bayu Suseno.AKBP Dr. Bayu Suseno menambahkan bahwa Satgas Ops Damai Cartenz 2024 akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang aktif melakukan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua. PNO-11 08 Jun 2024, 13:41 WIT
Polres Nduga Cegah Pertikaian Antar Kelompok Masyarakat Papuanewsonline.com, Nduga – Kepolisian Resor Nduga berhasil menggagalkan kasus pertikaian antar kelompok yakni kelompok masyarakat Ikabus Gwijangge dengan Tarni Wandikbo.Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.Kabid Humas mengatakan keberhasilan tersebut berawal dari Polres Nduga yang melakukan patroli gabungan di sekitaran Kota Kenyam, Kabupaten Nduga pada Rabu (05/06/2024)."Sekitar pukul 14.30 WIT, Kelompok masyarakat Ikabus Gwijangge melakukan penyerangan kepada kelompok masyarakat Tarni Wandikbo namun personel Polres Nduga diback up Satgas Tindak ODC berhasil menghalau dua kelompok masyarakat tersebut sehingga bentrokan dua kelompok masyarakat tidak terjadi,” ucap Kabid Humas.Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu pimpinan kelompok masyarakat Ikabus Gwijangge yang hendak melakukan penyerangan ke kelompok Tarni Wandikbo berinisial EU diamankan oleh Polres Nduga.Sementara itu, Kapolres Nduga, AKBP V.J. Parapaga mengatakan berbagai upaya saat ini terus dilakukan untuk menghentikan pertikaian antar kelompok."Memang benar upaya mendamaikan kedua kelompok yang bertikai akibat belum tuntasnya pembagian suara hasil pemilu legislatif lalu yang menyebabkan dua orang meninggal," ujarnya.“Kabupaten Nduga merupakan salah satu wilayah di Papua Pegunungan yang saat pemilu menggunakan sistem noken,” imbuhnya.Kapolres Nduga mengatakan akibat pertikaian antarkelompok, yakni kelompok Ikabus Gwijangge dengan Tarni Wandikbo mengakibatkan dua orang meninggal, yakni Lingganus Gwijangge yang meninggal Sabtu (1/6), dan Delius Gwijangge tewas pada 28 Mei lalu.Tercatat enam kali kedua kelompok bertikai, yaitu tanggal 15 Februari, tanggal 16 Februari, tanggal 4 Maret, tanggal 23 Maret, tanggal 14 April dan Sabtu (1/6).Untuk menghindari makin banyaknya korban jiwa maka pihaknya menggandeng para tokoh melalukan pendekatan ke kedua kelompok.Selain itu juga Polres Nduga juga menggalakkan patroli dan melakukan razia senjata tajam yang dibawa seperti busur dan anak panah guna memberikan rasa aman di masyarakat.“Saat ini Situasi kota kenyam dalam keadaan aman dan terkendali, masyarakat lainnya beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (PNO-12) 06 Jun 2024, 14:13 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT