logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Banjir dan Longsor Terjang Sukabumi, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Evakuasi Papuanewsonline.com, Sukabumi – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Kamis (6/3) malam mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 13 kecamatan terdampak, dengan total 104 kepala keluarga (KK) yang terimbas bencana. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.Tim gabungan dari Polres Sukabumi, BPBD, TNI, Basarnas, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan evakuasi serta pendataan kerusakan."Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan. Fokus utama kami adalah penyelamatan korban serta memastikan jalur transportasi kembali bisa diakses," ujar Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol Dedi Suryadi, S.E., M.Si., Jumat (7/3).Beberapa wilayah yang mengalami banjir cukup parah di antaranya Kecamatan Jampang Kulon, Lengkong, Cisolok, dan Palabuhanratu. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 cm hingga 100 cm, yang merendam pemukiman, jalan raya, serta fasilitas umum.Di Kecamatan Palabuhanratu, banjir menggenangi Puskesmas dan sejumlah permukiman warga. Akibat luapan Sungai Ciranca, sebanyak 64 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Bank Supra."Kami sudah menyiapkan dapur umum dan bantuan logistik bagi para pengungsi. Tim masih bekerja keras untuk membuka akses yang tertutup longsor," kata Kepala BPBD Sukabumi.Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Lengkong, Simpenan, dan Warungkiara. Longsoran tanah sempat menutup jalan utama di Desa Cilangkap, menghambat mobilitas warga dan kendaraan logistik.Yang paling tragis terjadi di Kampung Cijangkar, Kecamatan Simpenan. Sebuah rumah tertimbun longsor, menewaskan seorang anak berusia 7 tahun, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian."Saat kejadian, hujan masih sangat deras. Kami berupaya maksimal dengan alat seadanya untuk menggali dan mencari korban yang tertimbun," ujar seorang relawan yang ikut dalam pencarian.Di Kecamatan Cikembar, luapan Sungai Bojong menyebabkan genangan air di Perumahan Pratama Indah Residence, membuat 115 warga terdampak, sebagian mengungsi ke Kantor Desa Bojong.Tim gabungan terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak, mengingat hujan deras masih mengguyur wilayah Sukabumi."Situasi masih dinamis. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam waktu dekat," tutup Kompol Dedi Suryadi.Pihak berwenang juga meminta warga untuk segera melaporkan jika ada kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat. Upaya pencarian korban dan pemulihan pasca-bencana masih terus berlangsung. PNO-12 07 Mar 2025, 20:03 WIT
Brimob Sebar Ratusan Anggota Ke Titik Banjir Jabodetabek, Evakuasi Anak-Lansia Papuanewsonline.com, Jabar - Korps Brimob Polri mengerahkan ratusan anggotanya untuk memastikan keamanan warga dan memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban banjir di sejumlah titik Jabodetabek. Seperti diketahui banjir melanda sejumlah titik di Jabodetabek, akibat hujan dengan intensitas tinggi, dan sejumlah lokasi masih tergenang hari ini.Dalam rilis Itwasum Polri, Rabu (5/3/2025), tim SAR dari Pasukan Pelopor Korps Brimob mengevakuasi warga terjebak banjir di Tambun, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Mereka juga membawakan bahan makanan untuk warga terdampak banjir."Polri akan terus mengerahkan personel an peralatan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan pascabanjir," ucap Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Dedi Prasetyo.Sebanyak 14 personel Brimob Kompi I Batalyon C, dipimpin AKP Hady Mulyono, tiba pukul 19.00 WIB dan langsung menyisir lokasi-lokasi yang terisolasi karena tingginya luapan air, di tengah hujan yang kembali turun.Di lokasi momen berbeda, 83 personel Brimob dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan untuk warga korban banjir. Puluhan anggota Brimob ini dikirim Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Di Bojong Kulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, tim SAR berjumlah 31 anggota Brimob yang dipimpin AKBP Ginanjar Fitriadi mengevakuasi 51 warga. Kemudian di Klapanunggal, Bogor, tim SAR berjumlah 24 personel, yang dipimpin Ipda Rui Algeria mengevakuasi 7 warga.Banjir di Bojong Kulur dan Klapanunggal melanda permukiman dengan ketinggian banjir 80 cm hingga 3,2 meter. Sementara itu pasukan yang bertugas di Bekasi, tepatnya Perumahan Vila Nusa Indah I dan Pondok Gede Permai, berjumlah 16 orang. Tim yang dipimpin Ipda Yoni Fatinasarani menghadapi kendala yakni arus banjir yang deras. Kketinggian banjir di Vila Nusa indah 1 dan Pondok Gede Permai mencapai 4 meter.Masih dalam rangka evakuasi warga dan penanggulangan banjir pada Selasa (4/3), Pasukan Brimob berjumlah 29 orang, dipimpin AKBP Satria Darma, tiba di Jatiasih dan Kemang Pratama, Bekasi. Mereka mendapat laporan dan permintaan evakuasi warga.Dalam proses penanggulangan banjir di sejumlah lokasi, nampak warga terutama anak-anak hingga lansia berhasil dievakuasi oleh pasukan Brimob Polri. PNO-12 07 Mar 2025, 18:48 WIT
SSDM Polri Gelar Trauma Healing Untuk Korban Banjir di Tambun Utara Papuanewsonline.com, Bekasi – Kepolisian Republik Indonesia melalui SSDM Polri menggelar kegiatan pendampingan psikososial bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Tambun Utara, Bekasi, pada Kamis (6/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu korban banjir, terutama anak-anak dan orang dewasa, agar dapat pulih dari trauma pascabencana.Kegiatan trauma healing ini dipimpin oleh AKBP Hairil Susanto, S.Ps, dari Tim ROPSI SSDM Biro Psikologi Polri, yang berkolaborasi dengan AKBP Ribut Sugeng, M.Psi, selaku Kabag Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya. Mereka merancang program pemulihan trauma dengan metode yang disesuaikan untuk berbagai kelompok usia.“Untuk anak-anak, trauma healing dilakukan melalui permainan interaktif dan pemberian snack agar mereka bisa kembali ceria. Sementara untuk orang dewasa, kami fokus pada sesi relaksasi dan konseling guna membantu mereka mengatasi stres akibat bencana,” jelas AKBP Hairil Susanto.Banjir yang melanda wilayah Villa Gading Harapan, Tambun Utara, mengakibatkan ratusan warga harus mengungsi dan kehilangan banyak barang berharga mereka. Dalam situasi ini, dukungan psikososial sangat penting agar mereka dapat bangkit kembali.AKBP Ribut Sugeng menambahkan bahwa pendekatan psikologis ini dilakukan agar para pengungsi dapat berbesar hati dalam menghadapi musibah yang menimpa mereka.“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapat bantuan fisik, tetapi juga dukungan mental agar mereka bisa segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal,” ungkapnya.Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian bantuan serta edukasi singkat tentang cara mengelola stres pascabencana. Polri berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana, baik dalam bentuk bantuan fisik maupun pendampingan psikologis, demi memastikan mereka dapat bangkit kembali dengan semangat baru. PNO-12 07 Mar 2025, 17:54 WIT
Kabid Humas: 2 Orang Pendaki lokal Ditemukan Tewas di Taman Nasional Cartenz Papuanewsonline.com, Mimika – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., telah membenarkan adanya Insiden 2 (dua) Pendaki lokal yang meninggal dunia dikarenakan hipotermia di Taman nasional Cartenz pada Jumat lalu.Kejadian tragis ini diduga kuat diakibatkan oleh Acute Mountain Sickness (AMS), sebuah kondisi yang seringkali menghantui para pendaki di ketinggian ekstrem.Kabid Humas Polda Papua menjelaskan tentang kronologi awal, yang dimana pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2024 pukul 07.00 s/d 09.50 Wit, para pendaki terbang dari bandara Timika menuju Yelow Valey dengan mengunakan Helikopter Milik PT. Komala Indonesia jenis AS 350 B3 (PK - KIE).“Tepat pada hari Jumat (28/02), para pendaki melakukan penyeberangan di jembatan tyrollean, dan Informasi dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang sudah berhasil turun menyampaikan bahwa, semua sudah di summit/Puncak dan ada 2 (dua) orang Indira dan Saroni terkena gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sedangkan tim tamu dan guide berada sebelum tyrollean,” ujarnya.Kombes Beny juga menyampaikan bahwa pendaki Nurhuda tiba di Basecamp sendirian dengan gejala hypothermia, dan langsung meminta bantuan ke tim di base camp karena radio off, dan Guide Yustinus Sondegau naik ke atas untuk membawa bantuan emergency (sleeping bag, fly sheet, air panas,radio).“Dengan cepat, 1 orang guide internasional, Dawa Gyalje Sherpa naik untuk melakukan pertolongan, dan Pendaki Poxy menginformasikan bahwa Dawa telah menghubungi Basecamp, dan sudah bertemu serta sedang menangani salah satu dari ibu-ibu,” tambahnya.Lebih lanjut Kabid Humas menambahkan, pendaki Dawa mencoba membantu 2 (dua) orang ibu-ibu pendaki di Teras Dua yang sedang mengalami AMS.“Naasnya, pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa, 2 (dua) orang ibu-ibu tersebut yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia, dan pendaki Huda naik kembali ke teras dua untuk mencoba membantu pendaki Egi, dan teman-teman di Summit Ridge," jelasnya.Selanjutnya pendaki Huda berkomunikasi, dan mengabarkan bahwa dirinya sudah di Base Camp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke posisi Egi, Indira dan Saroni, sedangkan barang - barang untuk emergency sudah disimpan di bawah summit ridge.“Untuk ke tiga pendaki yang mengalami AMS saat ini sudah dilakukan pergeseran ke Base Camp Yelow Valey, sedangkan untuk 2 Jenazah, Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono masih dilakukan upaya evakuasi ke BaseCamp Yelow Valey,” pungkas Kombes Benny.Dan selanjutnya Langkah yang dilakukan oleh PT. Tropic Cartenz Jaya, selaku sponsor resmi telah berkomunikasi dan bekerjasama dengan Kepolisian serta Basarnas Timika untuk melakukan evakuasi korban meninggal dunia menggunakan helikopter Komala dan Intan Angkasa dari Timika menuju Yellow Valey dan kembali Timika pada tanggal 2 Maret 2025. PNO-12 04 Mar 2025, 04:18 WIT
Wakapolda Maluku Apresiasi Pelaksanaan Baksos Anak Stunting Oleh Kodam Pattimura Papuanewsonline.com, Ambon - Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Samudi, S.IK., M.Si, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kodam XV/Pattimura atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial terhadap anak dengan tema "bersama kita wujudkan generasi emas Indonesia".Rangkaian kegiatan sosial yang fokus pada peduli gizi anak, cegah stunting, dan wujudkan generasi gemilang ini dilaksanakan di aula Baileo Slamet Riyadi, Korem 151/Binaiya, Rabu (26/2/2025).Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dalam pertumbuhan anak ini di buka Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.Pangdam Pattimura menegaskan, permasalahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk TNI dan Polri. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk di Indonesia, khususnya di Maluku. Anak-anak yang sehat dan bergizi baik adalah kunci mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan," ujarnya.  Sementara itu, Wakapolda Maluku, mengatakan, sebagai bagian dari sinergi nasional, Polda Maluku turut berperan aktif dalam mendukung berbagai program sosial terkait kesehatan masyarakat. Terkait persoalan stunting Wakapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan pihak terkait untuk memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif."Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kodam XV/Pattimura atas pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia," ungkapnya. PNO-12 26 Feb 2025, 19:23 WIT
Polri Gerak Cepat Evakuasi Korban Banjir di Empat Kelurahan Kota Makassar Papuanewsonline.com, Makassar - Polri bergerak cepat melakukan evakuasi korban banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/2/2025). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan empat kelurahan di Kecamatan Manggala terendam air setinggi dada orang dewasa.Polri menerjukan dua tim Search and Rescue (SAR) Batalyon Pelopor Polda Sulsel melakukan evakuasi korban banjir di Kelurahan Manggala, Kelurahan Katimbang, Kelurahan Tamangapa dan Kelurahan Mangasa."Sabrimobda Polda Sulawesi Selatan bergerak membantu proses evakuasi korban bajir yang merendam sebanyak 200 rumah dan 1.070 jiwa dengan 290 KK yang terjebak banjir," kata Kapolrestabes Makassar dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2).Kombespol Arya mengatakan, personel Polri bersama stakeholder terkait sejak Selasa malam hingga Rabu hari ini, terus melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya. Alhasil sebanyak 50 orang yang terdampak terdiri dari tujuh lansia, 29 orang dewasa dan 14 anak-anak berhasil dievakuasi ke tempat lokasi pengungsian.Arya mengintruksikan agar proses evakuasi dan penanganan banjir di Kota Makassar semaksimal mungkin. Arya berterimakasih atas upaya dan sinergi stakeholder terkait, segenap personel Polri dalam menyelamatkan korban yang terjebak banjir ke lokasi pengungsian."Bantu korban banjir semaksimal mungkin, dirikan mobil dapur lapangan di lokasi pengungsian agar pasokan pangan ke korban bencana tercukupi. Tentunya saya mengapresiasi kepada seluruh personel yang membantu proses evakuasi," ujarnya. Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana Bersama pejabat Utama Polrestabes meninjau tempat lokasi banjir di Kecamatan Manggala. Dengan menggunakan perahu karet menyusuri wilayah banjir yang mencapai 2 meter. Perwira melati tiga itu beserta rombongan menyapa warga korban banjir yang mengungsi di Masjid Al-Muttaqin. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, Kapolrestabes memberika beberapa paket sembako. PNO-12 13 Feb 2025, 19:05 WIT
Sat Polairud Polres Mimika Gelar Klinik Terapung, Bantu Warga Pesisir Jangkau Layanan Kesehatan Papuanewsonline.com, Mimika – Satuan Polairud Polres Mimika Polda Papua menggelar kegiatan Poliklinik Terapung di Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Jumat (07/02/2025).Kegiatan ini dipimpin KBO Satpolairud, Ipda Rajab Ilyas, S.H, dan didampingi Kapala Puskesmas Mapurujaya, Ibu Onna Bunga. Personel Satpolairud dan tenaga medis dari Puskesmas Mapurujaya berangkat dari Dermaga Mako Polairud menuju ke Kampung Pomako RT 09 dan RT 10 dengan menggunakan Kapal Patroli KP XVII-2006 type C2 untuk melaksanakan kegiatan Poliklinik Terapung.KBO Sat Polairud menjelaskan bahwa Klinik Terapung ini merupakan wujud nyata perhatian Polri terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.“Program ini tidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan obat dan vitamin kepada warga. Hal ini merupakan implementasi dari program prioritas pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan,” ungkapnya.Dalam kegiatan ini, petugas kesehatan dari Puskesmas Mapurujaya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga masyarakat yang berada di pesisir perairan.“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 2 orang warga terjangkit malaria tropika di RT 09, sedangkan di RT 10, 1 orang warga terjangkit penyakit kulit,” ujarnya.Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat lebih sering dilakukan. Mereka berharap dengan adanya Poliklinik Terapung, warga yang berada di pesisir perairan dapat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Satpolairud Polres Mimika dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang sulit dijangkau,” tutur Ipda Rajab. PNO-12 09 Feb 2025, 11:34 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT