logo-website
Kamis, 25 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Ekonomi Homepage
Usai Audiensi dengan KIP, Kapolri Siap Lakukan Perubahan Guna Menjadi Institusi yang diandalkan Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi jajaran pimpinan dan komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025). "Sebagaimana amanah dari UU tentunya keterbukaan terkait informasi publik dimana Komisi Informasi Pusat menjadi komisi ditunjuk untuk menyelenggarakan dan melayani sengketa terkait dengan keterbukaan informasi publik," kata Sigit kepada awak media usai menerima audiensi. Dalam hal ini, Sigit menegaskan bahwa, Polri akan terus menjadi institusi yang terbuka dan melakukan perbaikan untuk terus memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat. "Sehingga harapan masyarakat terhadap keterbukaan informasi publik betul-betul bisa kita sajikan, kita berikan, sesuai dengan standar yang diharapkan, sesuai dengan harapan masyarakat terkait aturan keterbukaan infornasi publik," ujar Sigit. Sigit menyebut, segala saran maupun masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi guna mewujudkan institusi Korps Bhayangkara yang diinginkan oleh khalayak luas. "Yang jelas apapun hasilnya kami terus akan lakukan perbaikan dan evaluasi untuk menuju apa yang diwajibkan, apa yang diharuskan dan apa yang menjadi harapan bagi masyarakat," ucap Sigit. Di sisi lain, Sigit mengapresiasi jajaran KIP yang terus menjalin sinergisitas dengan Polri terkait keterbukaan informasi publik. Ia pun selalu terbuka akan saran dan masukan. "Terima kasih kepada pimpinan KIP dan seluruh komisioner yang telah berkenan hadir. Berkenan tinjau institusi Polri sebagai salah satu institusi yang memang selama ini cukup menarik dan menjadi sorotan publik. Kami terima kasih untuk masukan dan saran-sarannya," tutup Sigit. PNO-12 05 Des 2025, 17:29 WIT
Tim Trauma Healing Ops Aman Nusa II Tinjau Posko Pengungsian di Kota Padang Papuanewsonline.com, Padang - Tim Trauma Healing Operasi Aman Nusa II pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.30 WIB melaksanakan peninjauan ke sejumlah titik pengungsian di Kota Padang. Rombongan dipimpin oleh Brigjen Pol Nina Febri Linda, SH., MH., yang langsung meninjau SD Negeri Cupak Tangah 02, Kecamatan Pauh, salah satu lokasi yang difungsikan sebagai posko pengungsian korban bencana.Dalam kunjungannya, Brigjen Pol Nina Febri Linda menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.“Kami ingin memastikan kondisi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, mendapat perhatian penuh. Fasilitas posko juga harus berfungsi optimal agar mereka merasa aman dan nyaman,” ujarnya saat berada di lokasi.Selain memantau kondisi posko, rombongan juga meninjau pelaksanaan trauma healing bagi para korban terdampak, khususnya anak-anak. Program ini menjadi bagian penting dalam pemulihan psikologis pascabencana.“Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Kami memastikan kegiatan trauma healing berjalan efektif agar para korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa tenang,” tambahnya.Usai dari Cupak Tangah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengecek dapur lapangan Polri di Posko Bencana Lubuk Minturun, Kota Padang. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan dan logistik bagi pengungsi berjalan lancar.“Dapur lapangan harus mampu menyediakan makanan yang cukup, aman, dan tepat waktu. Ini sangat penting bagi keberlangsungan para pengungsi selama berada di posko,” tegas Brigjen Pol Nina.Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Situasi di titik-titik peninjauan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tim memastikan pelayanan terhadap para pengungsi terus ditingkatkan demi mendukung proses pemulihan pascabencana. PNO-12 05 Des 2025, 17:18 WIT
Muhammad Rullyandi: Usulan Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Sebagai Kemunduran Reformasi Papuanewsonline.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, menanggapi isu yang belakangan muncul terkait wacana reposisi atau reformasi kelembagaan Polri, khususnya usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak sejalan dengan amanat reformasi dan justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam penataan kelembagaan negara.Dalam pandangannya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejalan dengan TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000. Ketentuan tersebut, kata Rullyandi, merupakan bagian penting dari agenda reformasi yang menegaskan pemisahan TNI-Polri dan penguatan peran Polri sebagai alat negara.“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain yang sudah final dalam kerangka reformasi. Penempatan ini justru memastikan Polri dapat menjalankan fungsi keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik secara efektif,” ujar Muhammad Rullyandi.Ia menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan Polri telah berlangsung panjang, baik secara struktural maupun instrumental, dan merupakan hasil evolusi penataan institusi kepolisian sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Berbagai perubahan posisi Polri mulai dari pernah ditempatkan di bawah Perdana Menteri hingga kembali berada di bawah Presiden menunjukkan proses konsolidasi peran strategis Polri dalam struktur negara.Secara filosofis, ujar Rullyandi, keberadaan kepolisian merupakan unsur fundamental dalam pembentukan negara modern. Di berbagai belahan dunia, polisi diposisikan sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemerintahan di bidang keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan masyarakat. Model kepolisian pun bervariasi, mulai dari yang terfragmentasi seperti di Amerika Serikat hingga yang tersentralisasi seperti di Prancis dan Jepang.Indonesia, sebagai negara kepulauan, menurutnya tepat memilih model kepolisian terintegrasi yang berada di bawah Presiden, dengan struktur komando dari pusat hingga daerah melalui Polda, Polres, dan Polsek. Sistem ini dinilai mampu memastikan efektivitas keamanan dan pelayanan publik di seluruh wilayah.“Koordinasi antara Presiden sebagai kepala negara dan Polri sebagai aparat negara akan jauh lebih efisien bila Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Menempatkannya di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dan memperpanjang birokrasi,” tegas Rullyandi.Ia menambahkan bahwa keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pembantu Presiden juga sudah mengisi fungsi strategis dalam penetapan arah kebijakan kepolisian serta pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Dengan struktur tersebut, tidak ada alasan untuk memindahkan Polri ke bawah kementerian.“Kompolnas sudah menjalankan peran sebagai auxiliary state organ yang membantu Presiden dalam fungsi kepolisian. Dengan desain seperti ini, struktur birokrasi tetap efisien dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelasnya.Rullyandi menegaskan bahwa usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bertentangan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia dan tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998 yang mendorong profesionalisme, modernisasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan publik secara optimal,” pungkasnya. PNO-12 05 Des 2025, 17:05 WIT
Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana Papuanewsonline.com, Jakarta - Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12/2025).Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi. PNO-12 05 Des 2025, 16:48 WIT
Wakapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Akpol 90 Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat. PNO-12 04 Des 2025, 09:07 WIT
Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tamiang, Wakapolri Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025), untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mendata kebutuhan mendesak masyarakat. Komjen Dedi bertolak dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, menggunakan helikopter AW milik Korps Polairud Baharkam Polri menuju Aceh Tamiang.Setibanya di Aceh Tamiang, Komjen Dedi disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan langsung menuju posko bantuan Kementerian Sosial. Di lokasi tersebut, ia mendata sejumlah kebutuhan prioritas bagi warga, mulai dari air bersih, air minum, pakaian, hingga truk pengangkut logistik dari pelabuhan menuju titik-titik pengungsian.Komjen Dedi kemudian berdialog dengan Kapolres dan Kapolsek setempat untuk memastikan kondisi jajaran Polri di wilayah terdampak. Mengetahui personel membutuhkan pakaian dinas lapangan (PDL), ia berjanji segera mengirimkan 600 stel untuk mencukupi kebutuhan anggota Polres Aceh Tamiang.Selain itu, Wakapolri memberikan arahan terkait pengoperasian kendaraan taktis Brimob, termasuk unit water treatment dan water jet, yang akan membantu memenuhi kebutuhan air layak pakai bagi warga.Setelah mengecek posko bantuan, Komjen Dedi bersama Bupati Aceh Tamiang meninjau kompleks Pendopo Bupati yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter. Di lokasi tersebut, istri Bupati Aceh Tamiang yang sedang membersihkan bangunan mendatangi Komjen Dedi sambil menahan haru. Kepadanya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk membantu pemulihan daerah semaksimal mungkin.Di area pendopo, Komjen Dedi menurunkan sejumlah bantuan logistik untuk didistribusikan kepada warga melalui perangkat desa. Beberapa warga yang hadir menyampaikan terima kasih sambil berharap lebih banyak bantuan dapat segera dikirim.Perjalanan kemudian dilanjutkan ke gudang logistik. Di sana, seorang Bhayangkari mendatangi Komjen Dedi sambil menangis karena asrama polisi tempatnya tinggal rusak parah, sementara ia tidak memiliki keluarga di Aceh Tamiang. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bantuan untuk anggota Polri serta keluarganya akan segera datang.Usai rangkaian pengecekan, Wakapolri kembali menuju titik heli Polri dan bertolak ke Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Barat.Dalam kesempatan itu, Komjen Dedi menyampaikan sejumlah langkah konkret yang akan segera dilakukan Polri untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang.“Kalau untuk logistik, setiap hari tetap akan dikirim. Besok kami akan mengirim 16 ton logistik untuk kebutuhan masyarakat di Aceh Tangguh,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa koordinasi distribusi bantuan akan melibatkan pemerintah daerah.“Pak Bupati nanti sebagai leading sector terdepan dalam penyaluran distribusi. Pak Bupati juga tadi meminta tambahan alat transportasi berupa truk. Insya Allah, akan saya komunikasikan dengan Kapolda Sumut. Kapolda Sumut memiliki beberapa truk yang bisa kita dorong ke Aceh Tangguh,” kata Komjen Dedi.Bantuan nanti akan difokuskan kepada wilayah-wilayah yang masih terisolasi.“Nantinya, dari gudang logistik milik Pak Bupati, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Tugiran yang saat ini masih sangat sulit dan terisolir,” tambahnya.Terkait peralatan khusus yang akan dikirim, Komjen Dedi menyampaikan dua alat utama yang sangat dibutuhkan.“Alat khusus yang akan dikirim ada dua. Pertama water treatment. Kedua adalah water jet. Untuk water treatment, kita akan mengelola sumber-sumber air yang ada, kemudian diolah sehingga bisa langsung disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan water jet, itu menggunakan metode dari udara untuk menghasilkan air yang siap digunakan,” jelasnya. PNO-12 04 Des 2025, 08:34 WIT
Jelang Nataru, Polda Maluku Gandeng Dinas Terkait Jaga Stabilitas Ketersediaan Stok Bapokting Papuanewsonline.com, Ambon – Polda Maluku memastikan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepastian ini disampaikan dalam program Aspirasi Maluku yang digelar bekerja sama dengan RRI Pro 1 FM Ambon di Aula RRI Maluku, Rabu (3/12/2025).Dialog publik bertajuk “Peran Strategis Satgas Pangan Polda Maluku Sambut Natal dan Tahun Baru, Siap Antisipasi Lonjakan Harga dan Kelangkaan Bahan Pokok” tersebut menghadirkan empat narasumber utama:* AKP Pieter F. Matahelamual, S.H., M.H. - Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku / Katim Tindak Satgas Pangan Daerah* Dr.SC.agr.drh. Faradila Attamimi, MTAPSc. - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku* Chandra A.G. - Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Maluku Utara* Dr. Izaach T. Matitaputty, S.E., M.Si. - akademisi sekaligus pengamat pangan MalukuDalam pemaparannya, Manajer Bisnis Perum Bulog Kanwil Maluku–Maluku Utara, Chandra A.G. memastikan stok pangan di Maluku berada dalam kondisi aman dan terkendali.“Stok pangan di gudang Bulog sangat mencukupi untuk kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir,” jelasnya.Bulog juga terus menggelontorkan beras SPHP dan mempercepat distribusi guna menjaga stabilitas harga di pasar.Pada kesempatan yang sama, AKP Pieter F. Matahelamual Kanit 1 Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Maluku yang juga menjabat sebagai Katim Tindak Satgas Pangan Daerah yang mewakili Dirreskrimsus Polda Maluku, memaparkan bahwa Satgas Pangan Polda Maluku bekerja intensif berkolaborasi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Perum Bulog Kanwil Maluuku-Malut dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pemantauan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan/ Bapokting di Maluku.“Satgas Pangan turun setiap hari untuk memonitor harga, kualitas, dan ketersediaan stok. Fokus kami adalah stabilitas, bukan penindakan. Langkah represif hanya dilakukan jika diperlukan setelah koordinasi lintas instansi,” ujarnya.Satgas juga membuka layanan pengaduan masyarakat terkait dugaan penimbunan, permainan harga, atau kecurangan pelaku usaha melalui no 0813-3773-0838."Bagi masyarakat yang mengetahui atau menemukan adanya pelaku usaha yang menjual Bapokting tidak sesuai harga yang ditentukan/lebih tinggi atau kecurangan- kecurangan lain agar segera melapor ke Tim Tindak Satgas Pangan Polda Maluku dengan nomor: 081337730838," ungkap AKP Pieter.Akademisi Dr. Izaach T. Matitaputty menyoroti tantangan fundamental pangan di Maluku diantaranya yang sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan baik di Kota Ambon sendiri maupun di Kabupaten/kota yang lain yaitu kondisi Geografis Maluku sebagai negara kepulauan yang sering dilanda fenomena cuaca ekstrem yang sangat berpengaruh pada proses distribusi serta belum adanya gudang penyangga di Bulog di kabupaten/kota yang lain.Selain itu ditambahkan pula, bahwa “Sebagian besar kebutuhan pangan Maluku masih bergantung pada distribusi dari Jawa dan Sulawesi. Ini harus menjadi momentum untuk membuka lapangan kerja baru melalui pengembangan pertanian lokal,” ungkapnya.Ia juga meyakini bahwa sinergi pemerintah dan Satgas Pangan dapat mencegah gejolak harga selama periode libur panjang.Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Dr. Faradila Attamimi, menjelaskan pihaknya rutin melakukan evaluasi lapangan bersama-sama instansi terkait serta perhitungan kebutuhan pangan strategis untuk memastikan ketersediaan stok pangan.“Kami memastikan stok tersedia dengan aman. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),dan Operasi Pangan Murah (OPM), kami meminimalisir risiko kelangkaan di kabupaten/kota,” jelasnya.Diakhiri dialog tersebut Akademisi Unpatti memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah berupa Pembangunan gudang penyangga di tiap kabupaten/kota untuk mencegah penumpukan stok hanya di Ambon.Serta Penguatan SDM, distribusi, dan logistik mengingat kondisi geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan guna mengantisipasi kelangkaan pangan pada saat terjadi perubahan iklim ekstrem.Gelaran Aspirasi Maluku bersama RRI Pro 1 ini menunjukkan keseriusan Polda Maluku dalam meningkatkan transparansi publik, terutama dalam isu strategis seperti stabilitas pangan. Pada momen menjelang Nataru, periode yang biasanya memicu lonjakan permintaan, kehadiran Satgas Pangan menjadi penting untuk meminimalkan spekulasi harga.Pernyataan Bulog yang menegaskan stok aman untuk enam bulan ke depan menjadi faktor kunci yang menenangkan masyarakat. Namun, tantangan struktural pangan Maluku yang masih bergantung pada pasokan luar daerah tetap membutuhkan perhatian jangka panjang, khususnya pengembangan pertanian lokal dan pembangunan infrastruktur penyimpanan di kabupaten/kota.Upaya Satgas yang memilih pendekatan humanis dan kolaboratif, dengan mengedepankan koordinasi ketimbang tindakan represif, menjadi poin positif dalam menjaga keseimbangan antara pengawasan dan iklim usaha.Dengan sinergi lintas instansi, langkah antisipatif ini dinilai memadai untuk menjaga stabilitas pangan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru berakhir. PNO-12 03 Des 2025, 19:40 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT