Papuanewsonline.com
BERITA TAG Ekonomi
Homepage
Satgas Yonif 323 Buaya Putih Wujudkan Papua Terang
Papuanewsonline.com, Puncak - Satgas Mobile Yonif 323 Buaya Putih menerangi Bumi Papua dengan memasang lampu penerangan Jalan dan Halaman Honai Masyarakat, bertempat di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Kamis (11/07/24) Disampaikan Danpos Wuloni Kapten Inf Honest “Kegiatan Ini merupakan suatu bentuk perhatian Kami terhadap masyarakat di Papua Tengah, dengan memberikan karya terbaik guna menunjang keberlangsungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apa yang dilakukan oleh personel Pos Wuloni merupakan bukti nyata bahwa kami hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat, salah satunya kendala tentang minimnya pencahayaan,” tutur Danpos, Jumat (12/7/2024).Selain itu, masyarakat setempat juga sangat antusias untuk membantu pemasangan lampu ini bersama personel Pos Wuloni, karena Sebelumnya di Kampung mereka sangat gelap di malam hari karena tidak adanya penerangan, tambah DanposSementara itu, Kepala Suku Wuloni Bapak Yatinus Wonda (49) Mewakili Masyarakat Kampung Wuloni mengucapkan terima kasih kepada anggota Pos Wuloni atas bantuan penerangan yang telah diberikan, sehingga tetap dapat melakukan aktifitas dimalam hari tanpa terkendala masalah penerangan.“Puji Tuhan, terimakasih kepada Satgas TNI 323, ini sangat luar biasa, kami sangat senang sekarang honai dan jalan sudah tidak gelap lagi, semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak TNI 323, Kaonak, Amolongo, Wa, Wa, Wa." (PNO-12)
13 Jul 2024, 11:37 WIT
Tokoh Masyarakat dan Karyawan Desak Pj Bupati SBB Kembali Ijinkan Pengoperasian PT SIM
Papuanewsonline.com, SBB - Hingga saat ini PT Spice Islands Maluku (SIM) yang bergerak di bidang pertanian budidaya pisang abaka telah menutup pengoperasian sejak 1 Juli 2024.Penutupan yang dilakukan perusahaan tersebut merupakan imbas dari persoalan sengketa lahan dengan sejumlah oknum masyarakat yang tak kunjung selesai.Dampak dari penutupan itu, telah menyebabkan ratusan orang karyawan, yang merupakan anak-anak asli Seram kehilangan pekerjaan. Bahkan program CSR yakni beasiswa pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi harus terhenti.Dengan kondisi tersebut, Pilmon Matital, sekretaris desa Nuruwe meminta Pemerintah Daerah untuk menjadikan persoalan ini sebagai atensi prioritas.Menurutnya, kehadiran PT SIM selama ini telah membuka lapangan pekerjaan khususnya di kabupaten SBB. "Kami sangat mendukung adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh PT SIM abaka di desa Nuruwe, Lohiatala, Hatusua dan Kawa. Karena dengan adanya PT SIM akan mengurangi adanya pengangguran di bumi Saka Mese Nusa," kata Pilmon, Selasa (9/7/2024).Menurutnya, PT SIM menyatakan tutup karena adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka sengaja membuat permasalahan sehingga perusahan ini terpaksa memberhentikan operasinya. "Penutupan ini akan membuat angka pengangguran bertambah di Kabupaten Seram Bagian Barat. Saya selaku sekretaris desa Nuruwe mengharapkan agar PT SIM tetap beroperasi seperti biasa," harapnya.Terpisah, Yandro Somai, ketua Saniri atau BPD Negeri Lohiatala juga mengharapkan hal yang sama. Ia menginginkan agar persoalan yang dialami PT SIM dapat segera diselesaikan."Mengingat sementara ini persoalan yang dialami oleh PT SIM belum selesai harapan kami selaku pemerintah desa agar persoalan ini segera diselesaikan," pinta Yandro.Ia mengaku, kehadiran perusahaan selama ini di kabupaten SBB dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Kami mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan juga bapak ibu pemangku kepentingan agar secepatnya menyelesaikan persoalan yang terjadi," pintanya.Selain telah menstabilkan ekonomi masyarakat, Yandro juga mengakui kehadiran PT SIM mampu menurunkan angka kriminalitas dan kemiskinan."Kami mengharapkan kehadiran PT SIM di desa kami dan beberapa desa di Kabupaten Seram Bagian Barat," harapnya.Senada dengan Pilmon dan Yandro, Paulus Tetehuka, karyawan PT SIM yang berdomisili di desa Hatusua, mengaku sangat dirugikan dengan adanya penutupan perusahaan."Kami menolak dengan keras penutupan atau pemberhentian pekerjaan PT SIM di Serang Bagian Barat khususnya di wilayah kami Desa Hatusua," ungkapnya.Paulus mengaku kehadiran PT SIM selama ini telah mensejahterakan keluarga, orang tua, maupun masyarakat adat di desa Hatusua."Kami selama ini pengangguran, namun dengan kehadiran PT SIM kami bisa bekerja dengan upah sebesar Rp118 ribu per hari," katanya."Kami juga menolak keras adanya intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menutup lapangan pekerjaan kami," pungkasnya.Sebelumnya, sebanyak 22 Raja dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), angkat bicara menyikapi perkembangan persoalan tersebut.Bertempat di Tugu Patung Ina Ama, Kota Piru, Kabupaten SBB, Sabtu (6/7/2024), para Raja-raja/Kepala Desa dan BPD menyatakan pernyataan sikap:1. Mendukung sepenuhnya investasi yang dilakukan di kabupaten Seram Bagian Barat untuk mengelola sumber daya alam, 2. Meminta pejabat Bupati Seram Bagian Barat untuk segera mencabut SK pejabat Bupati lama NO.100.3/492 tentang pemberhentian sementara pembongkaran lahan oleh PT.SIM (Spice Islands Maluku),3. Mendukung pejabat Bupati Seram Bagian Barat untuk mengizinkan PT SIM beroperasi kembali di bumi Saka Mese Nusa,4. Mendukung Polda Maluku untuk memproses saudara Ma'ruf Tomiya dalam kasus pencemaran nama baik,5. Menentang dengan keras oknum oknum di luar masyarakat Seram Bagian Barat yang memprovokasi dan ingin merusak kehidupan orang basudara. (PNO-12)
10 Jul 2024, 15:41 WIT
Polres Keerom Ikuti Penyuluhan Dari Dinas Pertanian
Papuanewsonline.com, Keerom – Bhabinkamtibmas Kampung Baburia, Bripka Batias yikwa, SH., menghadiri undangan, dalam rangka Penyuluhan dari Dinas Pertanian Kab. Keerom di Kantor Desa Baburia, Sabtu (06/07).Bertempat di Kantor Desa Baburia, kegiatan ini didasari oleh materi terkait Pembentukan Kelompok Tani dan Pupuk Pertanian serta tanya jawab antara masyarakat Baburia dan pembawa materi Pertanian.Adapun pembawa materi, Sepriyanus Sulu yang menyampaikan bahwa dirinya sebagai Koordinator bidang Penyuluhan Pertanian Kab.Keerom, ingin agar kegiatan Penyuluhan ini bermanfaat dan menjadi tolak ukur dalam bidang Pertanian.“Saya berharap dengan kegiatan ini, semua bisa terkendali dan aman, serta bisa mempererat tali silaturahmi antar kita semua, khsususnya di Kampung Baburia,”ucapnya.Adapun Penyampaian dari Bhabinkamtibmas Kam.Baburia, Bripka Batias Yikwa, SH., yang mengatakan kepada warga Kampung Baburia agar jika ada bantuan dari Dinas Pertanian untuk diatur sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk pada hari ini.“Mari Bapak Ibu, kita bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kampung Baburia ini agar selalu aman dan kondusif, dan jika terjadi masalah segera laporkan kepada pihak yang berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri,”ujarnya.Bhabinkamtibmas Kam. Baburia juga berpesan kepada seluruh warga Kampung Bubaria untuk senantiasa selalu menjauhi minuman-minuman beralkohol dan segala sesuatu yang bisa mengancam gangguan Kamtibmas.“Mari kita bersama-sama mengingatkan kepada keluarga kita yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol agar berhenti, karena sering terjadi masalah atau Laka Lantas semua berawal dari minuman beralkohol,”pungkas Bripka Batias Yikwa. (PNO-12)
07 Jul 2024, 16:07 WIT
Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo Berbagi Kasih di Kota Jayapura
Papuanewsonline.com, Jayapura – Ny. Juliati Sigit Prabowo, Ketua Umum Bhayangkari beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja di Kota Jayapura pada Rabu (3/7), didampingi oleh Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius Fakhiri. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bhayangkari dalam menyambut Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-72 tahun 2024.Di Kompleks Auri Angkasa dan Kampung Nelayan Dok VIII, Ny. Juliati Sigit Prabowo menyelenggarakan bakti sosial dengan membagikan sembako, karpet, peralatan sekolah, jala nelayan, dan coolbox. Selain itu, juga dilakukan bakti kesehatan seperti pemberian kursi roda kepada penyandang disabilitas dan sunatan massal untuk masyarakat."Dalam kesempatan ini, kami dari Pengurus Pusat Bhayangkari merasa sangat senang dapat berkunjung ke Tanah Papua untuk memberikan bantuan sosial dan kesehatan kepada masyarakat," ujar Ny. Juliati dalam sambutannya.Ketua Umum Bhayangkari juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga yang telah menyambut kunjungannya dengan antusias. "Kami memberikan sedikit bantuan ini dengan harapan dapat membantu meringankan beban dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.Komitmen Bhayangkari untuk mendukung masyarakat dan program-program kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban juga disampaikan dalam kesempatan tersebut. "Kami selalu siap membantu masyarakat dan berkolaborasi dengan kepolisian untuk memastikan kondisi yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat," papar Ny. Juliati.Masyarakat Kota Jayapura merespon positif kegiatan bakti sosial dan kesehatan yang diselenggarakan oleh Bhayangkari. Mereka mengapresiasi kehadiran dan perhatian Bhayangkari dalam meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan sosial di komunitas mereka.Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, Bhayangkari terus menunjukkan perannya sebagai mitra dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Semoga kebersamaan antara Bhayangkari dan masyarakat terus terjalin kuat, untuk kebaikan bersama dan kesejahteraan yang lebih baik di masa depan. (PNO-12)
05 Jul 2024, 17:37 WIT
Tingkatkan Kepedulian Sosial, Bhayangkari Bagikan Bantuan di Papua Pegunungan
Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, pada Kamis (04/07) pagi. Dalam kunjungan ini, ia didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Eva Mathius Fakhiri bersama rombongan melaksanakan kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan di Halaman Gereja Baptis, Walani, Distrik Wesaput.Sebanyak 2000 paket sembako, 310 paket lengkap alat sekolah, 30 paket bantuan untuk anak stunting, kacamata untuk masyarakat usia 40 tahun ke atas, serta Alkitab dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bhayangkari Peduli dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari Ke-72. Dalam kegiatan tersebut, tenaga medis seperti dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, apoteker, dan tim analis turut serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Pj. Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Vernando Wanggai, S. IP, M. PA, menyambut langsung kedatangan Ketua Umum Bhayangkari dengan hangat. "Selamat datang di rumah kami, Wamena, Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Kedatangan ibu menjadi tambahan semangat untuk kami. Terima kasih atas pelayanan Polri di tanah kami," ucapnya.Selain itu, tokoh pemuda Gereja Baptis Walani, Sepi Wanimbo, mewakili jemaat Gereja Baptis Walani, juga menyampaikan apresiasinya. "Kami berterima kasih atas kehadiran ibu Kapolri beserta rombongan. Kami berharap agar jajaran Polri dapat lebih meningkatkan keamanan sehingga aktivitas pendidikan, pelayanan gereja, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar," ungkapnya.Dalam acara tersebut, Ketua Umum Bhayangkari juga meninjau langsung prosesi adat bakar batu yang disiapkan oleh masyarakat untuk menyambut kedatangannya di Jayawijaya. Prosesi adat ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penyambutan hangat dari masyarakat setempat.Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat di Papua Pegunungan, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat setempat. Diharapkan melalui kegiatan ini, Polri dan Bhayangkari dapat terus berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat di daerah-daerah terpencil. (PNO-12)
05 Jul 2024, 17:19 WIT
Akibat Provokasi PT SIM Tutup, Masyarakat dan Karyawan Lokal Kena Dampak
Papuanewsonline.com, Seram Bagian Barat - Permasalahan antara PT Spice Islands Maluku (SIM) dengan masyarakat Pelita di Kawa, juga di Desa Nuruwe dan Desa Waesamu, tak kunjung tuntas. Akibatnya, PT SIM menyatakan diri tutup terhitung tanggal 1 Juli 2024 karena belum ada kepastian tentang kegiatan operasional di lapangan, sementara PT SIM sudah mendapatkan semua perijinan dari pemerintah dan instansi yang berwenang dan juga sudah melaksanakan kewajibannya untuk pemda dan masyarakat yang dilibatkan bekerja untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.Penutupan Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, khususnya budidaya pisang abaka ini telah resmi diberitahukan kepada Penjabat Bupati Seram Bagian Barat, Dr. Achmad Jais Ely melalui surat Pemberitahuan Penutupan dan atau Penghentian Kegiatan secara menyeluruh PT Spice Islands Maluku dengan nomor 084/Spin_Legawl/2024 tanggal 27 Juni 2024.Pasca ditutupnya PT SIM sebanyak 520 orang karyawan yang merupakan anak asli Seram terpaksa dirumahkan atau kehilangan pekerjaan. Tak hanya itu, program CSR seperti beasiswa pendidikan hingga di tingkat perguruan tinggi di Jakarta, tidak dilanjutkan dan itu sangat disayangkan serta merugikan masyarakat yang dilibatkan dalam usaha yang mengangkat kesejahteraan untuk masyarakat.Dampak lainnya yang dirasakan akibat penutupan perusahaan adalah biaya hidup para karyawan. Pinjaman bank, biaya sekolah dan kebutuhan keluarga terhenti.Terkait persoalan laporan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan karyawan PT SIM pada 20 Oktober 2023 lalu, pihak keluarga korban telah melakukan pencabutan perkara pada 27 Juni 2024 dan sudah diselesaiakn dengan baik , tetapi malah masih ada orang dan kelompok yang terus memprovokasi untuk mengganggu operasional usaha PT SIM dan masyarakat setempat.Mereka yang mencabut perkara yaitu La Ahmad, ayah kandung Almarhum La Riswandi selaku korban dari terlapor Romi Nelson Benjamin Manuputty, karyawan PT SIM. Kemudian La Basar dan Ode Alfi selaku korban penganiayaan dari Wawan Ely, karyawan PT SIM.La Randi, adik kandung Almarhum La Riswandi, korban penganiayaan mengaku tidak lagi mempermasalahkan atau melanjutkan perkara tersebut. "Kami telah membuat surat pencabutan perkara ke pihak Kepolisan (Polres SBB) karena kami telah melakukan perdamaian secara kekeluargaan dengan pelaku, dan saat ini kami telah menerima bantuan dari PT SIM," kata La Randi yang didampingi ayahnya La Amat.Bahkan, Ia mengaku pihaknya tidak pernah memberi kuasa kepada siapapun dalam proses perkara ini. "Kami mohon kepada masyarakat agar memahami dan memaklumi serta tidak mempermasalahkan permasalahan karena kami keluarga telah mengiklaskan kepergian Almarhum sebagai satu ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa," jelasnya.Terpisah, Ketua Saniri Negeri Lohiatala, Yandro Somae, menyampaikan dukungannya atas kehadiran PT SIM di SBB yang beroperasi di Desa Lohiatala, Desa Nuruwe, Desa Hatusua dan Desa Kawa."Harapan kami dengan adanya kehadiran Perusahan pisang abaka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga masyarakat bisa beroperasi dalam pekerjaan di perusahan tersebut," ungkapnya.Ketua Saniri sangat berharap adanya perhatian khusus dari Pemkab SBB dan para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan PT SIM. Menurutnya, kehadiran PT SIM dapat mengurangi tingkat kriminal, kemiskinan dan juga penganguran di Kabupaten SBB dan beberapa desa yang terdampak."Kami berharap semoga PT SIM dapat beroperasi sehingga ekonomi masyarakat bisa stabil dan bisa bekerja kembali," harapnya.Senada dengan Ketua Saniri Negeri Lohiatala, Pejabat Negeri Kawa, Ril Ely, juga menyampaikan dukungannya atas kembali beroperasinya PT SIM Abaka. Kehadiran perusahaan, kata Ril Ely, untuk menciptakan dan membuka lapangan pekerjaan di desa Kawa dan pada umumnya di SBB. Termasuk meliputi Desa Nuruwe, Desa Lohiatala."Karena dengan adanya PT SIM Abaka angka pengangguran di bumi Saka Mese Nusa ini sangat berkurang, karena ada oknum-oknum yang tidak bertangung jawab dan sengaja membuat permasalahan sengketa lahan maka PT SIM Abaka menghentikan operasi dan membuat angka pengangguran akan bertambah di negeri Kawa pada umumnya di SBB," ungkapnya.Dengan bertambahnya angka pengangguran, masyarakat juga semakin susah, "dan saya selaku pemerintah negeri Kawa sekali lagi mengatakan saya sangat mendukung untuk PT SIM Abaka beropersai lagi di Desa Kawa," pungkasnya.Para ketua Saniri tersebut sangat menyayangkan adanya perorangan yang memprovokasi dan mengatasnamakan masyarakat tanpa adanya koordinasi dengan para saniri dan berharap agar aparat penegak hukum memprosesnya secara hukum. (PNO-12)
04 Jul 2024, 15:20 WIT
Dana Desa Tidak Cair, Para Kepala Kampung Di Nduga Ancam Palang Kantor Bupati
Papuanewsonline.com, Nduga – Buntut dari macetnya proses Dana Desa di Kabupaten Nduga, akhirnya Para Kepala Kampung kompak akan memalang sejumlah fasilitas Pemerintah, yaitu Bandara, Dinas PMK dan Dinas BKAD, serta Kantor Bulati Nduga.Koordinator 248 Kampung di Nduga, Nus Nganikme, membenarkan dalam waktu dekat semua kepala kampung di Kabupaten Nduga akan melakukan aksi sehingga aparat penegak hukum harus memeriksa mantan Pj Bupati, mantan Sekda dan Kepala Bagian keuangan terkait lambanya pencairan dana Desa di Kabupaten Nduga.“Selama ini kami pikir sumber masalahnya pada Pendamping Kampung, Tenaga Ahli dan Dinas PMK. Ternyata kami baru tahu kalau kemacetan proses dana desa di kabupaten Nduga ada pada kebijakan Bupati, Sekda dan Kepala dinas keuangan," Ucap Kepala Kampung Nus Nganikme kepada awak Media, Rabu (3/7/2024).Nus mengatakan bahwa seluruh kepala kampung sangat berharap agar Pj Bupati serius menangani masalah ini, sehingga tidak berlarut-larut.“Kami tidak akan menyalahkan Pendamping maupun Tenaga Ahli karena ini kesalahan Pemerintah kami, yaitu Bupati dan Sekda serta Kepala Dinas Keuangan sebelumnya. Kami paham bahwa Pendamping Desa sudah bekerja maksimal dengan segala keterbatasan sehingga tidak mungkin mereka tipu-tipu kami”, tandas Nus Ditambahkan, Para Kepala Kampung di Nduga berharap agar BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan dinas Inspektorat Propinsi Papua segera melakukan audit dan investigasi terhadap Kepala Dinas Keuangan sebelumnya yaitu JOHNI LUMBA karena proses pencairan Keuangan ADD atau ADK melalui BKAD (badan keuangan dan aset daerah kabupaten Nduga) selalu dihambat oleh yang bersangkutan.“Saya tiba dari Wamena nanti, akan pimpin Kampung-kampung dan kami akan palang bandara dan Kantor-kantor yang saya sudah sebutkan diatas itu, agar segera diproses," tegas Nus.Terkait dengan hal ini, Tenaga Ahli dan Kordinator Pendamping, Thinus Murip juga merasah kesal dengan ulah Pemkab Nduga." Saya dan rekan-rekan pendamping sudah Lelah Kerja bakti, karena kami kerja mempertaruhkan segalanya dengan penuh resiko tinggi, namun hak kami juga belum dibayar," Kesalnya.Lanjut Kata Thinus Mirip, Pendamping di Kabupaten Nduga akan tetap pada prinsip, bahwa tidak akan menggerjakan administrasi apapun sebelum hak mereka dibayar, termasuk sistem pelaporan dan pembuatan dokumen yang ada pada mereka.“Kami sudah berkomitmen tidak akan memproses verifikasi Tenaga ahli dan administrasi lain yang berhubungan dengan pencairan. Karena dampak dari kebijakan pemerintah yang keliru, nama baik kami tercemar, karena kami setiap tahun dituduh menyalahgunakan Dana Desa, padahal kami tidak tahu bahkan hak kami pun tidak dibayarkan," tegas Thinus Murip.Lanjut Thinus, Meskipun dana tersebut sudah masuk di rekening kampung karena kerja keras Pendamping dan Dinas DPMK, namun dana itu tidak serta merta keluar atau bisa diambil, karena ada proses." kami meminta Pemda segera lunasi hutang tahun kemarin dan anggaran tahun ini, agar Hak kami segera dibayarkan," tegas Thinus.Terpisah kepala Dinas PMK Nduga, Mahgda Gwijangge saat dikonfirmasi menyampaikan tidak dapat melakukan kebijakan yang nantinya melanggar hukum, sehingga akan berkoordinasi dengan pimpinan tertinggi yaitu Bupati, Sekda serta kepala dinas keuangan.Sementara itu, Pj Bupati Nduga, Elai Giban enggan berkomentar, awak Media ini berupaya melakukan konfirmasi melalu pesan singkat maupun telepon selulernya, namun tidak ditanggapi kendati telepon selulernya sedang aktif.Diketahui Elai Giban merupakan sosok yang barusan dilantik oleh Penjabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai sebagai Penjabat Bupati Nduga yang baru, namun diduga kuat Elai Giban tidak memiliki kemampuan dan inovasi dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat Nduga. (Fauzia)
04 Jul 2024, 01:12 WIT
Satgas Yonif 122/TS Berikan Sembako Kepada Masyarakat Kampung Ampas
Papuanewsonline.com, Keerom - Mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Pos Ampas Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/Tombak Sakti memberikan bingkisan kepada masyarakat Kampung Ampas, Disrik Waris, Keerom, Papua (29-06-2024). Danpos pos ampas Letda Inf Togu Panjaitan menuturkan bahwa berbagai cara dilakukan Satgas untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat khususnya, salah satunya melalui kegiatan memberikan sembako, kegiatan tersebut akan tetap kami laksanakan hingga menjelang purna penugasan, karena memberikan sembako kepada masyarakat merupakan kegiatan sosial positif yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS Pos Ampas yang dipimpin Komandan Pos Letda Inf Togu Panjaitan memberikan sembako kepada masyarakat Kampung Ampas yang bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan antara TNI dengan masyarakat agar adanya keberadaan satgas ditengah-tengah masyarakat bisa menjadi terciptanya hubungan menjaga keutuhan wilayah perbatasan darat RI-PNG, juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tiap-tiap pos masing-masing.Seperti penekanan Dansatgas Letkol Inf Diki Apriyadi,S,Hub.Int. agar seluruh prajurit melaksanakan kegiatan positif yang bersifat membangun, mengabdi, dan mengayomi masyarakat yang ada di sekitar Wilayah Tiap Pos, Kemanunggalan TNI dan Rakyat adalah kekuatan utama dari kerajaan semesta yang dianut di Negara Kesatuan Republik Indonesia, melalui kegiatan teritorial seperti Sunatan Massal, diharapkan mampu menciptakan situasi dan kondisi daerah operasi Satgas yang kondusif demi tercapainya tujuan satgas pamtas Yonif 122/TS.Kesempatan tersebut salah satu masyarakat Kampung Ampas bapak Yustinus (45Th) berterimakasi telah peduli kepada kepada masyarakat kampung ampas dan telah membantu untuk meringankan kesulitan yang ada di kampung ampas. (PNO-12)
29 Jun 2024, 17:59 WIT
Kapolda Bersama Ketua Bhayangkari Maluku Anjangsana ke Rumah Keluarga Polri
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara, Kepolisian Daerah Maluku kerap melakukan anjangsana atau tradisi bersilaturahmi dengan keluarga besar Polri baik itu purnawirawan maupun warakauri.Jelang HUT ke-78 Polri ini, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs. Lotharia Latif SH.,M.Hum, bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Ny. Evi Lotharia Latif SH, kembali melakukan anjasangsana.Pada Jumat, 28 Juni 2024, Kapolda bersama Istrinya ini mengunjungi rumah keluarga Almarhum AKP (Purn) Chadrak Lufkey di Kudamati dan keluarga Almarhum Aiptu (Purn) Hasan Letahit di Ongkoliong Batu Merah, Kota Ambon.Saat melakukan silaturahmi, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari didampingi Karo Ops bersama Istri dan Kabid Dokkes Polda Maluku.Selain bersilaturahmi, Orang nomor 1 Polda Maluku dan Istrinya tersebut juga memberikan bantuan tali asih kepada keluarga Purnawirawan Polri ini.Tak hanya itu, Kapolda juga memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga Almarhum Purnawirawan AKP Chadrak dan Almarhum Purnawirawan Aiptu Hasan."Hari ini kami melakukan anjangsana di rumah keluarga besar Polri. Selain untuk mempererat tali silatuhrahmi, kami juga memberikan sedikit bantuan tali asih," kata Kapolda.Selain itu, Kapolda juga memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga anggota Polri agar selalu bersabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan."Kami juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga atas jasa-jasa yang telah diberikan oleh kedua Almarhum semasa bertugas sebagai anggota Polri," pungkasnya.Sementara itu, Ibu Meri Lufkey, Istri Almarhum AKP (Purn) Chadrak Lufkey menyampaikan terima kasih kepada Kapolri, dan Kapolda Maluku yang telah memberikan bantuan kursi roda dan paket sembako."Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, Bapak Kabid Dokkes dan Polda Maluku yang telah memberikan saya kursi roda dan sembako," kata Meri di kediamannya di Kudamati.Meri juga menyampaikan Dirgahayu Bhayangkara Polri yang ke 78 Tahun. "Semoga Yang Maha Kuasa memberikan berkatnya bagi Bapak Kapolri, Bapak Kapolda dan jajaran kepolisian," harapnya.Ia juga mendoakan semoga di usia yang ke-78 Polri dapat menjadi panutan dan terus dicintai oleh masyarakat."Polri diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat dengan sebenar-benarnya dan tulus," ujarnya.Terpisah, Ibu Aisyah, Istri Almarhum Aiptu (Purn) Hasan Letahit, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, beserta Kapolda dan Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Maluku yang telah datang bersilaturahmi sekaligus memberikan bantuan."Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih kepada bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Maluku beserta ibu yang datang ke rumah kami dan memberikan bantuan," kata Ibu Aisyah usai menerima bingkisan dari Kapolda dan Ketua Bhayangkari Maluku di rumahnya di Ongkoliong.Sebagai seorang Warakauri, Ia mengaku hanya dapat berdoa semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa membalas kebaikan dan melindungi Kapolda dan Ibu bersama jajaran Polda Maluku."Saya juga menyampaikan Dirgahayu Polri yang ke 78 semoga Polri tetap jaya," pungkasnya.Ditambahkan pula, bahwa sebelumnya kegiatan anjangsana serupa juga telah dilakukan pada tanggal 20 Juni 2024 lalu oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stephen M. Napiun SIK,SH, M.Hum didampingi Direktur Pamobvit dan Kepala SPKT Polda Maluku. yang mengunjungi Warakauri istri dari Almarhum AKBP Jhon Maitimu dan juga mengunjungi Kompol (Purn) Nus Ubwarin.Kemudian Irwasda Maluku Kombes Pol Marthin Luther Hutagaol SIK yang didampingi Direktur Reskrimum, dan Kepala SPN Polda Maluku mengunjungi rumah Bripka Bernandus, Karo SDM Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang SIK yang didampingi Kabid Dokkes dan Kasetum Polda Maluku, mengunjungi rumah Bharaka Enden Dendi Rosady.Sedangkan Karo Ops Kombes Pol Asep Saepudin SIK yang didampingi oleh Direktur Reskrimsus dan Kayanma Polda Maluku mengunjungi rumah Bripka Jhon Loupatty yang menderita sakit (lumpuh) akibat kecelakaan ditempat penugasannya. (PNO-12)
29 Jun 2024, 17:46 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru