logo-website
Rabu, 25 Mar 2026,  WIT
BERITA Ekonomi Homepage
Maksimalkan Bantuan dengan Kerahkan Alat Berat, Polri Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra Papuanewsonline.com, Sumatra - Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memaksimalkan bantuan dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, Polri telah mengerahkan total 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang tersebar di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pengerahan tersebut dilakukan secara terbuka dan terukur untuk membersihkan lumpur dan material banjir, membuka akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum, sekolah, tempat ibadah, dan permukiman warga agar dapat kembali digunakan secepat mungkin.Di wilayah Aceh, alat berat Polri dikerahkan secara luas di berbagai kabupaten, mulai dari Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara. Sedikitnya 27 unit alat berat bekerja setiap hari untuk membuka akses desa dan kecamatan yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur, membangun serta memperkuat tanggul sungai, hingga mengamankan harta benda masyarakat. Di sejumlah lokasi, personel Polri bersama warga bahu membahu mengoperasikan alat berat demi mempercepat pemulihan lingkungan tempat tinggal.Sementara itu, di Sumatera Barat, Polri mengerahkan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan untuk membuka kembali akses nagari dan korong, membersihkan pemukiman dan fasilitas layanan publik, serta memastikan jalur distribusi logistik masyarakat dapat kembali berjalan. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan seiring masih ditemukannya lumpur tebal dan material banjir di sejumlah titik.Di Sumatera Utara, pengerahan 47 unit alat berat dilakukan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Fokus utama diarahkan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor, pembersihan material banjir di kawasan padat penduduk, serta pemulihan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera pulih.Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menegaskan bahwa Polri memahami betul beratnya situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.“Kami merasakan langsung duka dan kelelahan masyarakat yang rumah, lingkungan, dan akses hidupnya tertimbun lumpur serta material. Polri tidak akan berhenti hingga seluruh akses di lokasi bencana benar-benar pulih. Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” ujar Trunoyudo dengan penuh empati.Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kesabaran serta kekuatan masyarakat dalam menghadapi kondisi sulit ini.“Kami sangat salut atas kesabaran, ketabahan, dan kerja sama masyarakat. Polri mengajak para relawan dan seluruh elemen untuk terus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” tambahnya.Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, mengerahkan alat berat dan seluruh kemampuan yang dimiliki, serta memastikan setiap upaya pemulihan dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga, hingga kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatra benar-benar kembali pulih. PNO-12 02 Jan 2026, 21:54 WIT
Pemerintah Dorong Beras Satu Harga, Papua Ditargetkan Setara Jawa Mulai 2026 Papuanewsonline.com, Jakarta – Pemerintah menargetkan kebijakan beras satu harga mulai efektif diberlakukan pada tahun 2026 sebagai langkah strategis mengakhiri kesenjangan harga pangan nasional, khususnya antara wilayah barat dan timur Indonesia.Melalui kebijakan ini, harga beras di Papua ditargetkan sama dengan harga di Pulau Jawa, menggantikan sistem zonasi harga eceran tertinggi yang selama ini menyebabkan perbedaan harga cukup signifikan antarwilayah.Saat ini, harga beras di wilayah ujung timur Indonesia masih tergolong tinggi dan di sejumlah daerah bahkan menembus angka lebih dari Rp15.000 per kilogram, jauh di atas rata-rata harga di wilayah barat.Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kebijakan beras satu harga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengakhiri disparitas harga pangan yang selama ini dirasakan masyarakat di wilayah timur Indonesia.Dalam penerapannya, kebijakan ini membutuhkan revisi aturan terkait peran dan margin penjualan Bulog. Saat ini, Bulog hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp150 miliar dari penjualan 3 juta ton Cadangan Beras Pemerintah dengan margin sekitar Rp50 per kilogram.Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menutup biaya logistik distribusi beras ke wilayah timur, sehingga pemerintah akan membahas peningkatan margin Bulog bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).Saat ini, sistem harga beras nasional masih dibagi ke dalam tiga zona, yakni Zona 1 sebesar Rp13.092 per kilogram, Zona 2 Rp13.740 per kilogram, dan Zona 3 Rp15.558 per kilogram, dengan rata-rata nasional harga beras medium mencapai Rp13.536 per kilogram.Rencana kebijakan beras satu harga akan difinalkan melalui rapat koordinasi terbatas sebelum dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kemudian ditetapkan dalam regulasi resmi.Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut kebijakan ini diharapkan mendorong industri pangan untuk lebih fokus memproduksi beras medium dengan harga yang stabil di kisaran Rp13.500 per kilogram, sehingga akses masyarakat terhadap beras dapat lebih merata di seluruh Indonesia. Penulis: JidEditor: GF 31 Des 2025, 21:40 WIT
Polri Bantu Perbaikan 91 Jembatan, Perkuat Konektivitas Nasional Papuanewsonline.com, Jakarta - Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur nasional. Melalui Korps Brimob Polri, Polri membantu perbaikan 91 jembatan di berbagai wilayah guna meningkatkan konektivitas antardaerah di pelosok negeri.Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol Fadil Imran menyampaikan, upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan konektivitas nasional. “Korps Brimob Polri terus memperkuat konektivitas nasional melalui 91 jembatan,” ujarnya dalam konferensi pers rilis akhir tahun di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).Menurutnya, dari total 91 unit jembatan yang dibangun dengan bantuan Brimob Polri, sebanyak 19 unit telah rampung 100 persen. Sementara itu, 13 jembatan masih dalam tahap progres pembangunan dan 59 unit lainnya berada pada tahap persiapan.“Program ini adalah langkah nyata Polri mendukung mobilitas warga dan menjamin keamanan wilayah di seluruh Indonesia,” imbuhnya.Komjen Fadil menegaskan, Brimob merupakan garda terdepan yang menjadi tumpuan Polri dalam penanganan situasi berisiko tinggi. Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya Brimob mengerahkan 4.085 personel untuk mendukung berbagai operasi besar. Pada 2025, sebanyak 1.951 personel Brimob difokuskan pada Operasi Damai Cartenz serta pengamanan hari raya.Selain itu, Brimob Polri juga mengerahkan ribuan personel untuk mengawal berbagai agenda internasional, mulai dari ajang olahraga, konferensi tingkat tinggi, hingga kunjungan diplomatik. “Polri memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan kondusif bagi komunitas internasional,” katanya.Sepanjang 2025, Korps Brimob juga mencatat keberhasilan dalam penanganan sejumlah kejadian menonjol, termasuk penindakan tegas terhadap DPO KKB dan sindikat senjata, operasi anti-narkoba, serta penanganan insiden radiasi di Cikande.“Kami juga merespons cepat ledakan di Jakarta, evakuasi WNA di Gunung Rinjani, serta penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara,” pungkasnya. PNO-12 31 Des 2025, 08:49 WIT
Brimob Polda Sumut Bantu Bersihkan SMP Negeri 1 Tanjung Pura dari Genangan Lumpur Pasca Banjir Papuanewsonline.com, Langkat - Pada hari Senin, 29 Desember 2025, Satuan Brigade Mobil (Brimob) Batalyon A Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pembersihan pasca bencana banjir di wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Salah satu lokasi terdampak yang menjadi fokus utama kegiatan tersebut adalah SMP Negeri 1 Tanjung Pura, yang mengalami dampak cukup signifikan akibat genangan lumpur dan material sisa banjir.SMP Negeri 1 Tanjung Pura merupakan sekolah yang memiliki nilai sejarah tinggi, karena salah satu sekolah tertua dikabupaten langkat. Pada masa kolonial Belanda, sekolah ini merupakan lembaga pendidikan bagi kalangan bangsawan atau petinggi pemerintahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, sekolah tersebut secara resmi ditarik dan dikelola oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 1955 hingga saat ini, serta terus berperan penting dalam dunia pendidikan di Tanjung Pura.Kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut telah memasuki hari kelima, dengan fokus membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, saluran air, serta fasilitas pendukung lainnya. Upaya ini dilakukan secara bertahap dan maksimal agar lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan. Direncanakan, dalam dua hari ke depan, SMP Negeri 1 Tanjung Pura sudah dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar, menyambut tahun ajaran baru.Bantuan dan keterlibatan Brimob Polda Sumut dalam kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pasca bencana. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi pihak sekolah, para siswa, serta orang tua murid di wilayah Tanjung Pura.Melalui kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut menegaskan komitmen dan semangat pengabdian Polri, dengan menjunjung tinggi prinsip Polri siap membantu dan melayani masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam penanggulangan bencana serta dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada bangsa dan negara. PNO-12 29 Des 2025, 22:32 WIT
Operasikan 29 Dapur Lapangan, Polri Jamin Kebutuhan Konsumsi Warga Terpenuhi Papuanewsonline.com, Jakarta - Polri mengoperasikan puluhan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, saat ini Polri telah menyiapkan 29 dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi terdampak.“Untuk dapur lapangan yang juga kita persiapkan ada 29 dapur lapangan. Di Aceh 17 titik, di Sumatera Utara 7 titik, dan di Sumatera Barat 5 titik,” kata Kapolri.Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana yang digelar di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/11/2025).Dapur lapangan tersebut berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan siap saji bagi warga terdampak, relawan, serta petugas gabungan yang bertugas di lokasi bencana.Keberadaan dapur lapangan dinilai sangat penting untuk menjaga ketahanan fisik dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.Selain mengoperasikan dapur lapangan, Polri juga mendukung pelayanan kesehatan melalui pendirian posko kesehatan serta pengerahan personel guna mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat di wilayah terdampak.Kapolri menegaskan, Polri akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian jumlah dapur lapangan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. PNO-12 29 Des 2025, 22:22 WIT
Sinergitas TNI–Polri Bersihkan Puskesmas Kuala Simpang Pasca Banjir Papuanewsonline.com, Aceh Tamiang - Personel Satuan Brimob Polda Aceh bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan pembersihan sisa lumpur pascabanjir di Puskesmas Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (26/12/2026).Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat kembali beroperasi secara optimal dan melayani masyarakat yang terdampak banjir.Pembersihan difokuskan pada sejumlah ruangan dan area pelayanan puskesmas yang terendam banjir. Personel gabungan TNI–Polri tampak bahu-membahu membersihkan lumpur, sampah, serta sisa material banjir yang mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan.Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab negara dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.“Pembersihan ini kami lakukan untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik. Kehadiran Brimob bersama TNI merupakan wujud nyata sinergi dan komitmen negara dalam membantu masyarakat pascabencana,” ujarnya.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Brimob Polda Aceh akan terus bersinergi dengan TNI serta instansi terkait dalam mendukung upaya pemulihan wilayah terdampak banjir, khususnya pada fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.Sinergitas Brimob Aceh dan TNI dalam kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman, terutama pada masa pemulihan pascabencana. PNO-12 27 Des 2025, 20:58 WIT
Percepat Pemulihan Banjir di Aceh Utara, Polri Salurkan Logistik Hingga Datangkan Alat Berat Papuanewsonline.com, Aceh Utara - Polri bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara. Atas arahan langsung Kapolri, jajaran Polri turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.Dalam kunjungan on the spot bersama Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, dan Kapolres Aceh Utara, Polri memutuskan mendistribusikan berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah, terutama Kecamatan Langkahan.“Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung ngecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” ujar perwakilan Polri saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (27/12).Sebagai langkah awal, Polri menyalurkan paket sembako yang didistribusikan langsung oleh Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak. Selain itu, tujuh unit alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck, dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.“Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” tegasnya.Tak hanya itu, Polri juga menyiapkan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, sembari mendorong pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat salat dan karpet musala turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.Di sektor kesehatan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polri telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.“Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkapnya.Sementara itu, Polsek Langkahan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.“Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” jelasnya.Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” katanya.Dalam rangka memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri juga mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.“Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujarnya.Polri menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan hingga seluruh operasional kepolisian berjalan normal dan beban masyarakat terdampak dapat teringankan.“Komitmen Polri jelas, sesuai perintah Bapak Kapolri, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya. PNO-12 27 Des 2025, 19:10 WIT
Hadir di Tengah Bencana, Polri Kerahkan Tim SAR Pasukan Pelopor Bantu Warga Terdampak Banjir Papuanewsonline.com, Sumbar - Polri melalui Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir. Pada Jumat, 26 Desember 2025, Tim SAR melaksanakan pencarian dan penanganan korban banjir di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Barat.Sejumlah kegiatan dilakukan oleh personel di lapangan, antara lain pembersihan rumah warga di Desa Kayu Pasak, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam, penyisiran wilayah terdampak banjir, pengawalan truk logistik bantuan, serta penyiapan konsumsi lapangan (randurlap) guna mendukung operasional personel selama bertugas.Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kehadiran Tim SAR Polri merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan dan pemulihan masyarakat pascabencana.“Polri hadir untuk memberikan bantuan kemanusiaan secara cepat dan terukur. Personel Tim SAR Pasukan Pelopor diterjunkan untuk membantu proses evakuasi, pembersihan, hingga pendistribusian logistik agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.“Kami memastikan Polri akan selalu hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana seperti yang terjadi di Sumatera Barat,” pungkasnya. PNO-12 27 Des 2025, 18:43 WIT
Dominasi Papua dalam Peta Upah Nasional, Tiga Provinsi Masuk Lima Besar UMP Tertinggi 2026 Papuanewsonline.com, Papua Tengah – Tiga provinsi di wilayah Papua berhasil menembus lima besar daerah dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) tertinggi di Indonesia tahun 2026. Papua Selatan, Papua, dan Papua Tengah menempati peringkat dua hingga empat nasional, dan hanya kalah dari DKI Jakarta yang kembali menjadi provinsi dengan UMP tertinggi di Tanah Air.DKI Jakarta berada di posisi puncak dengan UMP 2026 sebesar Rp5.729.876 per bulan. Angka tersebut mengalami kenaikan 6,17 persen atau setara Rp333.115 dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan peran Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi nasional.Di bawah Jakarta, Papua Selatan menempati peringkat kedua dengan UMP sebesar Rp4.508.850. Nilai ini naik 5,19 persen atau Rp222.221 dari UMP 2025 yang sebelumnya berada di angka Rp4.285.850, menandakan adanya penyesuaian upah di provinsi tersebut.Posisi ketiga ditempati oleh Provinsi Papua dengan UMP 2026 sebesar Rp4.436.283. Angka ini meningkat 3,51 persen atau Rp150.433 dibandingkan tahun lalu, memperkuat posisi Papua sebagai salah satu daerah dengan standar upah tertinggi secara nasional.Sementara itu, Papua Tengah berada di urutan keempat dengan UMP 2026 sebesar Rp4.285.848. Berbeda dengan dua provinsi Papua lainnya, nilai ini tidak mengalami kenaikan sama sekali dan masih sama dengan UMP tahun 2025, meskipun sebelumnya ketiga provinsi tersebut memiliki angka UMP yang setara.Tingginya UMP di wilayah Papua tidak dapat dilepaskan dari realitas biaya hidup yang juga tergolong mahal. Keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya logistik membuat harga kebutuhan pokok di Papua jauh lebih tinggi dibandingkan banyak wilayah lain di Indonesia.Berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL), rata-rata biaya hidup di Papua bahkan mencapai sekitar Rp5,3 juta per bulan. Angka ini berada di atas UMP yang ditetapkan di ketiga provinsi Papua, sehingga masih menyisakan tantangan bagi kesejahteraan pekerja.Secara nasional, penetapan UMP 2026 menunjukkan tren kenaikan di hampir seluruh provinsi, dengan variasi persentase penyesuaian sesuai kondisi ekonomi masing-masing daerah. Papua Barat dan Papua Barat Daya juga tercatat memiliki UMP yang relatif tinggi dibandingkan banyak provinsi lain di luar Papua.Dengan tiga provinsi masuk lima besar UMP tertinggi, Papua kembali menegaskan posisinya sebagai wilayah dengan standar upah tinggi. Namun, tantangan struktural berupa tingginya biaya hidup dan ketimpangan pembangunan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi agar kenaikan upah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Penulis: JidEditor: GF   27 Des 2025, 15:31 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT