logo-website
Rabu, 12 Agu 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Polres Yahukimo Sikapi Kasus Penganiayaan Berat di Jalan Bandara Dekai Papuanewsonline.com, Yahukimo – Kepolisian Resor Yahukimo tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan berat terhadap seorang warga, Jhonsep Salempang, di Jalan Bandara, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (30/03).Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIT ketika korban, yang bekerja sebagai pengantar galon, sedang dalam perjalanan menuju Kota."Pada saat melintas di tempat kejadian perkara, korban diduga dihadang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan kemudian diserang menggunakan senjata tajam hingga membuatnya terkapar di pinggir jalan," jelasnya.Kapolres Yahukimo, AKBP Heru Hidayanto, S.Sos., M.M, menambahkan bahwa korban ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis."Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka akibat serangan senjata tajam, sehingga pihak rumah sakit melakukan tindakan pembersihan dan penjahitan luka," ungkapnya.Heru juga menyebutkan bahwa jenazah korban rencananya akan dikirim pada hari Minggu (31/03) dari Kabupaten Yahukimo ke Toraja dan akan disemayamkan di kampung halamannya.Pihak kepolisian telah memperkuat upaya untuk mengejar pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian tragis ini. Masyarakat diminta untuk memberikan informasi apapun yang dapat membantu dalam proses penyelidikan agar pelaku dapat segera ditangkap dan diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. (PNO-12) 01 Apr 2024, 11:42 WIT
Kabid Humas: 186 Personel Polda Papua Lulus Terpilih Mengikuti Pendidikan SIP 2024 Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepolisian Daerah Papua telah mengumumkan hasil kelulusan akhir peserta seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 53 Tahun 2024. Sidang penentuan kelulusan ini dilaksanakan di Ballroom II Hotel Horison Kotaraja Jayapura pada Kamis (28/2).Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.I.K., dan dihadiri oleh pejabat utama Polda serta personel Biro Sumber Daya Manusia, pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam, serta 200 peserta seleksi SIP.Dari pengumuman yang dibacakan oleh Karo SDM Polda Papua, sebanyak 186 peserta dinyatakan lulus terpilih untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi. Kapolda Papua mengatakan bahwa pelaksanaan pendidikan akan menunggu informasi lebih lanjut dari Mabes Polri.Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, terdiri dari 173 pria dan 13 wanita dari satker Polda dan Polres Jajaran."Selamat kepada para peserta yang lulus terpilih, ini merupakan kesempatan awal yang berharga untuk menjadi seorang Perwira Pertama di Kepolisian. Tetap semangat, jaga kesehatan, sportifitas, dan solidaritas," ujar Kabidhumas.Bagi peserta yang belum lulus, Kabid juga menekankan pentingnya menjadikan hasil tersebut sebagai bahan introspeksi diri untuk memperbaiki kekurangan di seleksi tahun berikutnya. "Masih banyak kesempatan lain yang bisa diraih, dengan berlatih dan bekerja keras," tambahnya.Dengan demikian, pengumuman kelulusan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk memulai perjalanan mereka sebagai calon perwira Polri yang berdedikasi dan profesional. (PNO-12) 01 Apr 2024, 11:33 WIT
Kabid Humas: Bubarkan Bentrok Massa, Polri Terpaksa Tembakkan Gas Air Mata Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menjelaskan terkait dengan penanganan bentrokan antar warga yang terjadi di kawasan pertigaan Air Besar, Negeri Batu Merah, Kota Ambon, Kamis (28/3/2024) dini hari lalu.Kala itu, aparat kepolisian terpaksa harus melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kedua belah pihak bertikai yang sudah terlihat sangat brutal. Belakangan, baru diketahui gas air mata yang dilepas asapnya juga membawa dampak ke anak balita yang ada di sekitar kejadian.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, menjelaskan, tembakan gas air mata di daerah pemukiman warga sudah diperhitungkan secara matang sesuai SOP yang telah ditetapkan. Aparat juga sudah menghitung-hitung dampak yang akan terjadi.Namun, lanjut dia, tembakan gas air mata terpaksa dilepas untuk mencegah dampak yang lebih besar terjadi, seperti korban jiwa, atau kerugian materi seperti pembakaran rumah masyarakat di lokasi bentrok tersebut."Jadi sebelum gas air mata dilepas, itu sudah diperhitungkan secara matang dan sesuai prosedur oleh aparat kepolisian. Apalagi di waktu malam hari. Tujuannya untuk mencegah dampak yang lebih besar terjadi, sepertinya jatuhnya korban mati, dan juga pembakaran rumah warga," ungkap Kombes Rum di Ambon, Sabtu (30/3/2024).Bentrokan terjadi antara kelompok warga di kawasan RT 05 dengan RT 06/RW 017. Perkara ini berawal dari aksi saling pukul sarung antar anak remaja hingga meluas menjadi baku lempar batu antara warga, kejadian ini kali kedua terjadi, padahal Polri melalui bhabinkamtibmas telah berulang kali melakukan kegiatan pendekatan warga agar ikut menjaga anak2nya untuk tidak berkeliaran dan melakukan hal hal yang negatif apalagi kejadian tersebut saat mendekati jam sahur di bulan ramadhan ini.Aparat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease yang mendapat informasi tersebut kemudian mendatangi Tempat Kejadia Perkara (TKP) sekira pukul 02.00 WIT dan melakukan himbaun dan upaya pembubaran massa.Namun kedua pihak tidak mematuhi perintah aparat keamanan tersebut bahkan censerung semakin brutal dan membahayakan keselamatan umum.Menurut Kombes Rum, aparat terpaksa melepaskan gas air mata setelah semua langkah pencegahan, komunikasi dan penghalauan massa yang telah dilakukan namun masih tetap tidak bisa dikendalikan. Olehnya itu, demi keselamatan umum dan tidak terjadinya jatuh korban jiwa atau kerugian materi masyarakat dan meluasnya bentrok tersebut, maka Polri terpaksa harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang bentrok."Saat disuruh bubar, masa kedua pihak tidak menghiraukan. Mereka masih terus melakukan saling serang dengan batu hingga senjata tajam. Akhirnya aparat terpaksa melepas tembakan gas air mata. Dan apabila ada yang terkena dampak maka Bidang Kesehatan Polri akan melakukan penanganan dan perawatan sesuai protokol dan aturan yang berlaku," jelasnya.Upaya aparat dengan melepaskan tembakan gas air mata membuahkan hasil. Kedua belah pihak langsung membubarkan diri. Bentrokan pun dapat diredam. Ini memang pilihan sulit tapi harus dilakukan untuk membubarkan massa, bila tidak diambil langkah tegas, nanti kalo ada korban jiwa atau kerugian materi masyarakat, Polri disalahkan kembali karena tidak cepat dan mengambil langkah tegas dalam mengendalikan tawuran antar warga tersebut."Belakang baru diketahui, kalau ada seorang anak balita yang juga ikut terdampak asap gas air mata," ungkapnya.Pasca kejadian itu, Kapolresta Ambon, Kombes Pol Driyano Ibrahim juga sudah menemui keluarga korban. "Kapolresta juga sudah mendatangi keluarga bayi yang terdampak dan menyampaikan permohonan maaf serta Polri pasti akan memberikan perawatan kesehatan masyarakat yang terdampak akibat kejadian tersebut," jelasnya.Dijelaskan, Korban terdampak gas air mata sudah mendapatkan pengecekan media oleh tim kedokteran Polda Maluku. "Saat ini kondisi balita yang tersampak sudah semakin membaik," ungkapnya.Selain bertemu orang tua korban, aparat Polresta Ambon juga sudah melakukan pertemuan dengan kedua pihak bertikai dan menghimbau untuk semua menjaga kesucian bulan ramadhan dan tidak terjadi lagi tawuran antar warga dan akan memproses hukum kepada pelaku yang nanti ditangkap karena kejadian tersebut."Kami menghimbau warga agar punya kesadaran untuk menjaga remaja dan pemudanya sehingga tidak melakukan tawuran dan menjaga kerukunan di wilayahnya. Karena dampaknya bukan saja kepada pihak yang bertikai tapi seluruh masyarakat di wilayah itu," pintanya.Kabid Humas juga menyesalkan pemberitaan dari media Ameks Online yang hanya ditulis berdasarkan video tiktok tanpa turun di lapangan. Bahkan, wartawannya juga tidak melakukan konfirmasi kepada aparat kepolisian, sehingga pemberitaannya terkesan hanya ingin mencari-cari kesalahan polisi."Kami sangat menyayangkan pemberitaan ameks online yang pemberitaannya melihat tindakan Polri hanya sepihak dan tidak obyektif di lapangan dan seolah olah tindakan tersebut dilihat dari sisi dampaknya saja.Mereka hanya memberitakan yang negatif saja, sementara hasil positifnya dengan tindakan tegas Polri tersebut yaitu bentrokan dapat diredam, tidak ada korban jiwa dan materi tidak pernah ditulis beritanya, "katanya.Media dan wartawan seharusnya obyektif dan ikut memberikan pencerahan ke masyarakat untuk jangan terjadi lagi tawuran dan bentrokan seperti itu yang sangat merugikan dan membahayakan jiwa masyarakat serta membuat citra jelek saja bagi kota Ambon. (PNO-12) 30 Mar 2024, 19:43 WIT
Pemuda Al-Mukmin dan Remas Ukhuwa Kapaha Gelar Kultum Ramadan Papuanewsonline.com, Ambon - Pemuda Al-Mukmin bersama Remaja Masjid Ukhuwa, Kapaha, Kota Ambon, menggelar kegiatan Kultum Ramadan dengan mengusung tema "Melalui momentum takbiran kita pererat hubungan Ukhuwah Islamiyah di Kota Ambon".Kegiatan yang turut dihadiri oleh Hutomo, mitra deradikalisasi dan Remas Al-Hijrah, Kampung Jawa ini dilaksanakan di Masjid Ukhuwa, Kapaha, Kota Ambon, Kamis (28/3/2024).Tema yang digagas dalam kegiatan tersebut untuk menyikapi agenda rutin konvoi takbiran yang kerap dirayakan dengan euforia berlebih oleh para Pemuda Muslim di Kota Ambon.Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pemuda Muslim di Maluku tentang esensi dan marwah dari takbiran itu sendiri. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk mendorong terciptanya suasana malam Takbir yang damai dan kondusif.Momentum takbiran dengan syiar-syiar takbir yang dikumandangkan harus dimaknai sebagai risalah dakwah oleh umat Muslim di Kota Ambon bukan justru sebaliknya yang terjadi saat ini, dengan agenda konvoi dan lain sebagainya."Kami menghimbau kepada para pemuda Muslim dan remaja masjid di kota Ambon agar dapat mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil dengan penuh rasa syukur dan penuh cinta," kata Hutomo.Hutomo juga mengajak masyarakat agar dapat bersama-sama dengan TNI dan Polri dalam menjaga ketenangan dan kedamaian. Hindarilah hura-hura yang berlebihan."Marilah kita bersama-sama menjadikan malam takbiran ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT," ajaknya.Para pemuda Muslim diminta tidak larut dalam dinamika rencana konvoi takbiran yang saat ini santer digaungkan. "Takbiran adalah risalah dakwah sehingga perlu dijaga marwah dan esensinya sehingga tercipta kamtibmas yang aman dan damai," pintanya. (PNO-12) 29 Mar 2024, 14:09 WIT
4 Jenderal Polri Bersama Polwan dan Wartawan Sebar Kebaikan di Bulan Ramadan Papuanewsonline.com, Jakarta - Divisi Humas Polri bersama wartawan melakukan aksi mulia dengan berbagi takjil berbuka puasa gratis kepada para pengendara. Kegiatan ini dilakukan di dekat lampu merah Markas Besar (Mabes) Polri pada hari ini, Kamis (28/3/2024).Kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya pada bulan ramadan kali ini berbeda. Para jenderal Divisi Humas Polri ikut terlibat mulai dari Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho hingga tiga jenderal yang menjabat Kepala Biro yakni Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Gatot Repli Handoko dan Karo PID Divisi Humas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro.Para jenderal dan wartawan berdiri di lampu merah buat membagikan takjil berupa makanan ringan seperti roti, kue dan minuman buat para pengendara mulai dari ojek online (ojol), pengemudi bus hingga warga lainnya.Tak hanya jenderal dan wartawan, para polwan Divisi Humas Polri juga dikerahkan membantu membagikan takjil sebanyak seribu paket. Terlihat para polwan dengan ramah memberikan takjil gratis kepada para pengendara.Para pengendara yang diberikan juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran anggota Divisi Humas Polri dan wartawan yang ikut berbagi keberkahan di bulan suci ini.Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan, kegiatan pembagian takjil gratis kepada para pengendara bersama wartawan adalah bentuk sinergitas antara Polri dan media."Kegiatan ini juga menjadi kegiatan positif apalagi di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Berbagi kepada orang berpuasa merupakan satu amalan yang baik," kata Sandi.Sandi juga berharap dengan kegiatan ini, masyarakat juga merasakan kehadiran Polri yang bertugas mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat."Ini adalah wujud Polri mendekatkan diri kepada masyarakat agar Polri selalu dihati masyarakat," katanya.Lebih lanjut, Sandi berharap kegiatan positif ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia agar kondisi selalu damai dan aman terutama pasca Pemilu 2024."Perbanyak kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Berbagi dan tunjukan bahwa Indonesia negara yang aman dan damai. Persatuan dan kesatuan adalah kunci Indonesia maju," katanya. (PNO-12) 29 Mar 2024, 14:03 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT