Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Bidpropam Polda Maluku Tanam Jagung Serentak, Wujud Nyata Dukung Asta Cita Presiden
Papuanewsonline.com, Buru – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan. Pada Sabtu (11/10/2025), Bidpropam Polda Maluku melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal IV di Desa Savana Jaya, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian.Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol. Indera Gunawan, S.I.K., dan diikuti oleh jajaran Bidpropam serta unsur masyarakat setempat.Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: para perwira dan perwakilan personil Bidpropam Polda Maluku dan Sie Propam Polres Buru, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dan penyuluh pertanian Desa Savana Jaya serta Kelompok Tani “Garda” Desa Savana JayaDalam sambutannya, Kombes Pol. Indera Gunawan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni semata, tetapi bentuk nyata dukungan Polri terhadap visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI.“Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak dan mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan melalui sektor pertanian. Program penanaman jagung ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung kemandirian pangan nasional,” ujar Indera Gunawan.Penanaman jagung serentak ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat tani. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan hasil panen yang akan datang mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan ketahanan pangan di wilayah Maluku. PNO-12
13 Okt 2025, 07:45 WIT
RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Terima Kunjungan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta
Papuanewsonline.com, Jakarta - Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih efektif antara Koroner Inggris dengan otoritas terkait di Indonesia, terutama dalam hal penanganan autopsi jenazah yang akan direpatriasi ke Inggris serta penanganan kasus hukum yang berkaitan dengan kondisi kematian jenazah tersebut.Rombongan dari Kedutaan Besar Inggris terdiri dari Poonam Jandu selaku Coroner Liaison Officer, Falma Kemalasari selaku Vice Consul - British Embassy Jakarta, dan Gilang Ahmad Rizki selaku Pro-Consul - British Embassy Jakarta. dan diterima langsung oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, M.Kes., M.H., beserta jajaran pejabat utama dan tim dari Instalasi Kedokteran Forensik.Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang prosedur dan layanan forensik di Indonesia, sekaligus berbagi pengalaman terkait penanganan jenazah warga negara asing (WNA) dalam proses repatriasi, baik di Indonesia maupun di Inggris. Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara di bidang forensik.“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pihak kedutaan sangat penting untuk memastikan proses forensik berjalan profesional dan transparan,” ujarnya pada Jumat, (10/10/2025).Perwakilan Kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai praktik forensik di Indonesia.Melalui kunjungan ini, RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri dan Kedutaan Besar Inggris berharap dapat terus memperkuat kerja sama di bidang kedokteran forensik serta membangun sinergi dalam penanganan kasus kemanusiaan lintas negara. PNO-12
12 Okt 2025, 19:35 WIT
Densus 88 AT Polri Gelar Seminar Nasional Kolaboratif Agama dan Radikalisme
Papuanewsonline.com, Jakarta - Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan berkolaborasi dengan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu menggelar Seminar Nasional Kolaboratif Agama dan Radikalisme dengan tema "Sinergi dalam Menangkal Ideologi Radikal di Era Digital" pada Kamis, 9 Oktober 2025.Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dan diisi oleh narasumber Dr. M. Najih Arromadhoini, M.Ag. Dalam materinya, Dr. Najih menjelaskan tentang fenomena global terorisme yang menjadi ancaman beragama dan trend radikalisme yang sudah berkembang sejak tahun 1960-an.Dr. Najih juga menjelaskan bahwa radikalisme dapat terjadi pada semua agama, dan kelompok radikal memiliki afiliasi di Indonesia seperti Al-Qaeda dan JAD. Ia juga menekankan pentingnya menguatkan wawasan keagamaan dan kebangsaan untuk mencegah radikalisme.Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, di mana peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber tentang ideologi yang benar, cara membedakan ajaran radikalisme di media sosial, dan mengapa banyak golongan-golongan dalam Islam.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Bengkulu. PNO-12
12 Okt 2025, 19:32 WIT
Komitmen Dukung Demokrasi, STIK Lemdiklat Tekankan Peran Polri Jaga Keamanan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Seminar Pendidikan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi aparatur negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM menghadirkan Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si. sebagai narasumber dengan materi “Polisi sebagai Guardian of Democracy.” Dalam paparannya, beliau menekankan peran strategis Polri dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas keamanan dan perlindungan hak-hak demokratis warga negara. Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi ilmiah bagi para aparatur dari berbagai kementerian dan lembaga untuk mendiskusikan sinergi antara fungsi Aparatur Negara dan penghormatan terhadap prinsip-prinsip HAM dalam sistem demokrasi modern.Ketua STIK juga menegaskan bahwa transformasi Polri harus diarahkan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan orientasi pada kepentingan publik. Hal ini sejalan dengan amanat UUD 1945, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta peraturan internal yang memperkuat konsep Democratic Policing. Dalam paradigma ini Polri tidak sekadar bertindak sebagai alat negara, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan supremasi hukum.Transformasi Polri meliputi tiga dimensi perubahan: kebijakan dan regulasi, operasional, serta kultur organisasi. Inovasi seperti penerapan Body-Worn Camera (BWC), penguatan pengawasan independen, dan pendidikan HAM berkelanjutan menjadi langkah konkret untuk membangun kepolisian yang humanis dan berkeadaban. Melalui kegiatan ini STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya sebagai pusat keilmuan yang aktif mendukung reformasi kepolisian yang demokratis, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. PNO-12
12 Okt 2025, 19:09 WIT
Pemda Nabire Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir
Papuanewsonline.com, Nabire — Curah
hujan tinggi yang mengguyur wilayah Nabire Barat sejak Rabu (8/10) hingga Kamis
(9/10) menyebabkan Kali Wanggar meluap, menggenangi pemukiman penduduk dan
merusak sejumlah fasilitas umum serta lahan pertanian warga. Pemerintah Daerah
Kabupaten Nabire langsung turun tangan dengan menyalurkan bantuan darurat bagi
masyarakat terdampak banjir. Bantuan tersebut dipimpin
langsung oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang bersama tim
tanggap darurat meninjau lokasi banjir sekaligus menyerahkan bantuan logistik
kepada warga di beberapa kampung yang paling parah terdampak. “Kami datang langsung ke lokasi
untuk memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan dan perhatian. Ini
adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap
masyarakatnya,” ujar Wabup Burhanuddin di sela kegiatan penyaluran bantuan, Minggu
(12/10/2025). Dari pantauan di lapangan,
genangan air merendam ratusan rumah di Kampung Wanggar, Karadiri, dan Topo.
Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah air terus
naik hingga setinggi lutut orang dewasa. Tim gabungan dari BPBD Nabire, TNI-Polri,
dan relawan masyarakat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi
bantuan. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, air mineral, pakaian
layak pakai, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi dan kebutuhan dasar
lainnya. “Kami berupaya memastikan agar
semua warga yang terdampak bisa menerima bantuan dengan cepat. Tidak boleh ada
yang terlewat,” tegas Burhanuddin. Selain memberikan bantuan
darurat, Pemda Nabire juga menginstruksikan dinas teknis terkait untuk
melakukan pemetaan wilayah rawan dan membersihkan saluran air yang tersumbat
agar banjir tidak kembali terjadi. “Kami telah menugaskan BPBD dan
Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi Kali Wanggar dan perbaikan
tanggul sementara. Kita tidak ingin kejadian ini berulang,” jelas Wabup. Burhanuddin juga meminta
masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih
dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Kami mengimbau warga agar tidak
tinggal terlalu dekat dengan bantaran kali dan segera melapor ke aparat kampung
jika situasi memburuk. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” tambahnya. Sejumlah warga menyampaikan
terima kasih kepada Pemda Nabire atas langkah cepat yang diambil. Salah satu
warga Kampung Wanggar, Mama Maria, mengaku lega karena bantuan datang tidak
lama setelah air mulai surut. “Kami senang sekali, pemerintah
cepat datang bantu. Kami kehilangan banyak barang, tapi yang penting anak-anak
aman dan sudah dapat makan,” ujarnya haru. Pemerintah Daerah memastikan
pemantauan kondisi banjir akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar
dinyatakan aman. Rencana jangka panjang pun tengah disiapkan untuk memperkuat
sistem drainase dan penataan sungai di wilayah tersebut. “Bencana ini menjadi pengingat
bagi kita semua agar lebih siap menghadapi perubahan iklim dan menjaga
lingkungan sekitar,” tutup Wabup Burhanuddin. Penulis: Hendrik Editor: GF
12 Okt 2025, 13:30 WIT
Dua Prajurit TNI Gugur di Tanah Papua, Akibat Kontak Senjata di Pegunungan Bintang dan Teluk Bintuni
Papuanewsonline.com, Papua — Suasana
duka menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah dua prajurit
terbaik gugur dalam kontak senjata terpisah di wilayah Papua dan Papua Barat
Daya. Kedua prajurit tersebut adalah Letnan Dua (Inf) Fauzy Ahmad Sulkarnain
dari Satgas Pamtas Statis RI–PNG Yonif 753/AVT yang gugur di Distrik Kiwirok,
Kabupaten Pegunungan Bintang, serta Prajurit Kepala (Praka) Amin Nurohman dari Yonif
410/Alugoro yang gugur dalam tugas di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk
Bintuni. Keduanya menjadi korban dalam
baku tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata yang kembali melakukan
aksi brutal di dua titik berbeda wilayah Papua pada Sabtu (11/10/2025). Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel
Inf Candra Wijaya membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa
di Kiwirok terjadi saat Satgas Pamtas Statis RI–PNG tengah melaksanakan patroli
rutin pengamanan perbatasan negara. Tiba-tiba, pasukan diserang oleh kelompok
bersenjata yang menembak dari arah ketinggian. “Benar, dua prajurit gugur dalam
tugas negara. Letda Inf Fauzy Ahmad Sulkarnain gugur di Kiwirok, dan Praka Amin
Nurohman gugur di Moskona Utara. Keduanya adalah prajurit terbaik yang berjuang
hingga titik darah penghabisan,” ujar Kolonel Candra. Sementara itu, insiden di Teluk
Bintuni terjadi saat pasukan Yonif 410/Alugoro melaksanakan patroli pengamanan
objek vital. Kontak tembak pecah mendadak di wilayah hutan lebat Moskona Utara.
Dalam peristiwa tersebut, Praka Amin tertembak saat berupaya melindungi
rekan-rekannya dari serangan mendadak kelompok bersenjata. Proses evakuasi korban, menurut
Candra, berlangsung dengan penuh perjuangan karena medan yang sulit, cuaca
ekstrem, serta ancaman lanjutan dari kelompok bersenjata. Evakuasi dilakukan
melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI menuju pos terdekat sebelum
jenazah diterbangkan ke Jayapura. “Saat ini proses evakuasi telah
dilakukan dengan pengawalan ketat. Seluruh personel di lapangan tetap siaga
menghadapi kemungkinan serangan lanjutan,” jelasnya. Kolonel Candra menambahkan,
jenazah kedua prajurit rencananya akan dimakamkan di kampung halaman
masing-masing dengan upacara militer sebagai penghormatan terakhir atas jasa
dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara. Pangdam XVII/Cenderawasih,
melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa TNI tidak akan mundur selangkah pun
dalam menjaga keamanan dan kedaulatan di Tanah Papua. Operasi pengamanan akan
terus diperkuat, terutama di wilayah rawan yang menjadi titik aktivitas
kelompok bersenjata. “Kami akan terus melakukan
langkah-langkah tegas dan terukur untuk melindungi masyarakat sipil dan menjaga
keutuhan wilayah NKRI,” tegas Kolonel Candra. Ia juga menekankan pentingnya
koordinasi lintas instansi, termasuk dengan aparat kepolisian dan pemerintah
daerah, dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat di Papua dan Papua
Barat Daya. Kabar gugurnya dua prajurit muda
ini menambah daftar panjang pengorbanan aparat keamanan di Papua. Sejumlah
rekan sejawat dan masyarakat turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas
wafatnya dua pahlawan penjaga perbatasan tersebut. “Bangsa ini berduka, namun kami
juga bangga memiliki prajurit seperti mereka yang rela berkorban demi merah
putih,” tulis salah satu rekan korban melalui unggahan media sosial resmi TNI
AD. Meski kehilangan dua putra
terbaik bangsa, semangat pengabdian TNI tidak surut. Pasukan di lapangan tetap
menjalankan tugas dengan penuh kewaspadaan, sementara aparat intelijen
memperkuat deteksi dini untuk mencegah insiden serupa. Penulis: Hendrik Editor: GF
12 Okt 2025, 13:26 WIT
“Merekam Jejak Mimika”: PFI Timika Hadirkan Pameran Foto Bernilai Sejarah
Papuanewsonline.com, Timika -
Suasana hangat dan penuh nostalgia terasa di lantai 2 Diana Mall, Timika,
ketika ratusan pengunjung memadati area pameran foto bertajuk “Mimika Photo
Exhibition 2025” yang diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika.
Pameran bertema “Merekam Jejak Mimika” ini resmi dibuka pada Jumat
(10/10/2025), menampilkan ratusan foto yang menuturkan perjalanan panjang
Kabupaten Mimika — dari masa lalu hingga wajah modern hari ini. Ratusan foto hitam putih dan
berwarna menghiasi dinding pameran. Setiap karya bercerita — mulai dari foto
para kepala daerah pertama Mimika, momen penting pembangunan infrastruktur,
hingga ekspresi kehidupan masyarakat di pelosok pedalaman.
Ada pula dokumentasi perayaan hari besar, potret pelayanan kesehatan, hingga
kegiatan ekonomi rakyat yang merefleksikan denyut kehidupan di kabupaten kaya
sumber daya alam ini. Ketua Panitia Mimika Photo
Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar
ajang unjuk karya, tetapi ruang untuk mengajak publik memahami perjalanan
sejarah Mimika dalam bingkai visual yang kuat. “Melalui pameran ini, kami ingin
mengajak masyarakat menengok kembali pertumbuhan Mimika — mengenang,
merenungkan, dan merayakan setiap fase pembangunan yang telah dilalui,” ujar
Joe.
“Fotografi adalah medium yang paling jujur. Ia merekam perubahan tanpa bisa
berbohong,” tambahnya dengan penuh semangat. Selain sebagai perayaan HUT ke-29
Kabupaten Mimika, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi PFI untuk
memperkuat komunitas fotografer lokal. Joe menuturkan, pameran ini bertujuan mengapresiasi
karya pewarta foto, sekaligus mendorong generasi muda Mimika untuk terjun ke
dunia fotografi dan jurnalisme visual. “Foto bukan hanya karya seni,
tetapi juga alat pendidikan dan pembentuk kesadaran sosial. Kami ingin generasi
muda melihat Mimika bukan hanya dari kata, tapi dari gambar yang berbicara,”
jelasnya. Bupati Mimika Johannes Rettob
yang hadir membuka secara resmi pameran tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi
kepada PFI Timika. Ia menilai kegiatan ini memiliki makna mendalam karena
berlangsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-29 Kabupaten Mimika. “Foto lebih dari sekadar gambar;
ia adalah saksi sejarah dan alat edukasi yang menyampaikan pesan perjuangan,
kemajuan, dan semangat kebersamaan,” ujar Bupati Rettob dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Rettob juga
menceritakan secara singkat sejarah Mimika, mulai dari masa kolonial Belanda,
masuknya gereja Katolik, pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari
Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mimika telah melalui banyak fase
sejarah. Dari masa penuh tantangan hingga menjadi daerah maju seperti sekarang.
Sudah sepantasnya kita memiliki ruang permanen untuk mengenang semua itu,”
tuturnya. Dalam pidatonya, Bupati Rettob
mengungkapkan rencana untuk membangun sebuah museum daerah yang akan menampung
dokumentasi foto-foto bersejarah serta artefak peninggalan masa lalu Mimika.
Rencana ini, katanya, menjadi bentuk penghargaan terhadap para tokoh dan
masyarakat yang telah berkontribusi dalam membangun Mimika dari waktu ke waktu. “Foto-foto yang ditampilkan PFI
hari ini adalah aset sejarah. Kami ingin agar jejak seperti ini tidak hilang
dimakan waktu,” tegasnya. Pameran foto ini mendapat
dukungan dari berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, YPMAK, dan Diana
Mall Timika sebagai tuan rumah kegiatan. Dukungan ini memperlihatkan sinergi
positif antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif dalam
membangun ekosistem seni dan budaya di Mimika. Selama tiga hari penyelenggaraan
(10–12 Oktober 2025), pengunjung tampak antusias menikmati pameran, berfoto,
dan berdiskusi tentang karya yang ditampilkan. Beberapa sekolah dan komunitas
fotografi lokal juga menjadikan pameran ini sebagai kegiatan edukatif bagi
siswa dan anggota baru. Melalui “Mimika Photo Exhibition
2025”, PFI Timika tidak hanya menghadirkan karya visual, tetapi juga menyulam
kembali kenangan dan semangat kolektif masyarakat Mimika. Dari lensa para
pewarta foto, tergambar jelas bahwa setiap potret adalah potongan waktu — saksi
bisu dari perjuangan, perubahan, dan harapan yang terus tumbuh di Tanah Amungsa
ini. Penulis: Jid Editor: GF
12 Okt 2025, 13:20 WIT
Guru Melani Wamea Tewas Diserang KKB di Yahukimo: Dikenal sebagai Sosok Pengabdi di Pegunungan
Papuanewsonline.com, Yahukimo —
Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan di Papua Pegunungan. Seorang guru
perempuan bernama Melani Wamea, yang selama ini dikenal sebagai sosok
berdedikasi tinggi di daerah pedalaman, tewas setelah menjadi korban serangan
brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Holuwon, Kabupaten
Yahukimo. Peristiwa tragis itu terjadi pada
Jumat (10/10/2025) sore, ketika korban sedang berada di lingkungan tempat
tinggalnya usai mengajar. Tanpa diduga, sekelompok orang bersenjata menyerang
secara membabi buta. Kapolres Yahukimo AKBP Zeth
Zalino membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban ditemukan
dalam kondisi mengenaskan oleh warga setempat. “Korban ditemukan dalam keadaan
bersimbah darah dan masih mengeluarkan rintihan suara oleh seorang saksi yang
kemudian meminta bantuan untuk mengevakuasi korban,” ujar Kapolres Zeth Zalino
dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025). Mendapat laporan, tim gabungan
aparat keamanan bersama masyarakat segera mengevakuasi korban ke lapangan udara
terdekat menggunakan kendaraan darurat seadanya. Kondisi geografis Holuwon yang
sulit dijangkau memperlambat proses penyelamatan. Korban akhirnya berhasil
dievakuasi menggunakan dua pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) menuju Wamena
untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, di tengah perjalanan udara, Melani
Wamea dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. “Kami sudah berupaya semaksimal
mungkin mengevakuasi korban, namun nyawanya tidak tertolong. Luka yang dialami
sangat serius akibat penganiayaan,” tambah Kapolres Zeth. Setibanya di Wamena, jenazah
disambut penuh haru oleh rekan guru dan petugas gereja. Doa bersama dipanjatkan
sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhumah yang selama ini dikenal
sebagai guru yang tekun, sabar, dan penuh kasih kepada murid-muridnya. Hingga kini, aparat keamanan
TNI-Polri masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku
dan motif di balik serangan keji tersebut. Dugaan sementara, aksi tersebut
dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata yang selama ini beroperasi di
wilayah pegunungan Yahukimo. “Kami sedang melakukan
penyelidikan dan pengejaran. Pelaku akan kami kejar dan proses sesuai hukum
yang berlaku,” tegas Kapolres Yahukimo. Pihak kepolisian juga
meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah distrik sekitar Holuwon guna
mencegah serangan susulan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik. Melani Wamea bukanlah sosok biasa
di kalangan masyarakat Yahukimo. Ia dikenal luas sebagai guru yang tak pernah
mengeluh, meski harus mengajar di wilayah terpencil dengan keterbatasan
fasilitas. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi para siswa dan rekan
kerja. “Mama Melani selalu datang tepat
waktu dan mengajarkan kami bukan hanya membaca, tapi juga bagaimana hidup rukun
dan semangat,” kata salah satu muridnya dengan mata berkaca-kaca. Jenazah almarhumah telah
diterbangkan ke Koya Barat, Kota Jayapura, pada Sabtu (11/10/2025) siang untuk
disemayamkan di rumah duka keluarga. Ratusan warga dan rekan seprofesi turut
hadir memberi penghormatan terakhir. Peristiwa ini kembali menjadi
pengingat bahwa tugas para guru di tanah Papua sering kali dijalani dengan
risiko tinggi. Namun semangat pengabdian mereka tak pernah padam, bahkan di
tengah ancaman keamanan yang masih membayangi sejumlah wilayah. Penulis: Hendrik Editor: GF
11 Okt 2025, 21:29 WIT
Pesawat Smart Air Tergelincir di Lanny Jaya: Cuaca dan Kondisi Landasan Diduga Jadi Pemicu
Papuanewsonline.com, Timika —
Misi kemanusiaan yang seharusnya membawa bantuan bahan makanan ke daerah
pegunungan berujung insiden. Sebuah pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNA
dilaporkan tergelincir di Lapangan Terbang Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
Pegunungan, pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 09.45 WIT. Pesawat jenis Cessna Caravan C208
itu diketahui berangkat dari Bandara Mozes Kilangin, Mimika, dengan membawa
logistik bahan makanan untuk masyarakat di wilayah terpencil Lanny Jaya —
daerah yang sebagian besar hanya bisa dijangkau melalui jalur udara. Menurut keterangan Kepala Bidang
Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, pesawat yang dipiloti Captain
Irwan dengan Copilot Palma tersebut mengalami kendala saat melakukan pendaratan
di Bandara Tiom. “Benar, pesawat Smart Air PK-SNA
mengalami insiden tergelincir di Lapangan Terbang Tiom. Tidak ada korban jiwa
dalam kejadian ini. Seluruh kru dalam keadaan selamat,” ungkap Kombes Cahyo
saat dikonfirmasi, Sabtu sore. Dari informasi di lapangan,
insiden terjadi sesaat setelah roda pesawat menyentuh landasan. Diduga, kondisi
landasan yang licin akibat hujan deras dan kontur medan yang tidak rata menjadi
faktor utama penyebab tergelincirnya pesawat hingga keluar dari jalur pacu. Petugas lapangan langsung
bergerak cepat mengevakuasi pesawat dari lokasi kejadian. Namun, proses
evakuasi disebut tidak mudah. Badan pesawat tersangkut di area berumput dengan
kemiringan tanah yang cukup curam, sehingga alat berat yang dikerahkan sempat
kesulitan menarik badan pesawat. “Evakuasi agak terhambat karena
di ujung landasan terdapat trap atau perbedaan tinggi tanah yang cukup
signifikan. Jadi saat pesawat ditarik, roda depannya tidak bisa naik,” jelas
salah satu petugas di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pesawat
masih berada di ujung landasan pacu, dan proses evakuasi lanjutan masih
dilakukan dengan dukungan teknisi dari Smart Air serta aparat setempat. Akibat tergelincirnya pesawat
tersebut, aktivitas penerbangan di Lapangan Terbang Tiom sempat ditutup
sementara untuk alasan keselamatan. Pihak otoritas penerbangan setempat kini
tengah memastikan kondisi landasan aman sebelum bandara kembali dibuka. “Kami masih fokus pada upaya
evakuasi pesawat agar operasional bandara dapat segera kembali normal,” ujar
seorang petugas ATC di Tiom. Hingga kini, pihak Smart Air
belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Namun, berdasarkan data awal, pesawat diketahui dalam kondisi laik udara dan
baru menjalani perawatan rutin dua minggu lalu. Meski begitu, insiden ini
menyoroti kembali tantangan berat penerbangan di wilayah pegunungan Papua, di
mana kondisi cuaca ekstrem dan kontur alam yang sulit kerap menjadi hambatan
utama bagi penerbangan perintis. “Wilayah seperti Lanny Jaya,
Yahukimo, dan Nduga memang sangat bergantung pada transportasi udara. Karena
itu, setiap gangguan kecil pun bisa berdampak besar terhadap distribusi
logistik dan kebutuhan masyarakat,” jelas salah satu pejabat Dinas Perhubungan
Papua Pegunungan. Pihak berwenang memastikan akan
melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti
tergelincirnya pesawat dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Penulis: Jid Editor: GF
11 Okt 2025, 21:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru