Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Kapolri Hadiri Kompolnas Award: Polri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri!
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat. Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025)."Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi," kata Sigit dalam sambutannya. Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. "Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas. "Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat," tutup Sigit. PNO-12
17 Okt 2025, 09:26 WIT
Operasi TNI Berhasil Lumpuhkan Kelompok Bersenjata di Intan Jaya
Papuanewsonline.com, Intan Jaya — Suasana
di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kini mulai berangsur kondusif setelah Komando
Operasi Habema Kogabwilhan III berhasil menindak kelompok bersenjata yang
diduga terlibat dalam sejumlah gangguan keamanan di wilayah tersebut.
Operasi yang digelar pada Kamis (16/10/2025) ini berlangsung di Kampung
Soanggama, Distrik Homeyo, dan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi
Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. “Operasi ini dilakukan untuk
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua Tengah,” ujar
Mayjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya kepada awak media. Pasukan TNI yang tergabung dalam
operasi tersebut berhasil menguasai markas kelompok bersenjata di perbukitan
Soanggama. Dari hasil penyisiran di lokasi, ditemukan sejumlah barang bukti
yang memperkuat indikasi aktivitas kelompok itu, di antaranya perlengkapan
lapangan, alat komunikasi, dokumen penting, dan beberapa barang lain yang
digunakan untuk kegiatan logistik. Operasi berlangsung dengan pendekatan
terukur dan hati-hati guna menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil.
Setelah situasi aman terkendali, aparat langsung berkoordinasi dengan pemerintah
daerah dan aparat kampung setempat untuk memastikan keamanan warga tetap
terjaga. Keberhasilan operasi ini mendapat
sambutan positif dari masyarakat sekitar. Warga Kampung Soanggama menyatakan rasa
lega dan syukur atas kehadiran TNI yang berhasil memulihkan keamanan di wilayah
mereka setelah sempat dilanda ketegangan akibat aktivitas kelompok bersenjata. Beberapa kepala desa di Distrik
Homeyo bahkan telah menyerahkan sebagian lahan kepada TNI untuk dijadikan pos
pengamanan tetap, agar stabilitas keamanan dapat terus dijaga dan aktivitas
masyarakat kembali berjalan normal. “Sekarang kami bisa beraktivitas
dengan lebih tenang. Anak-anak sudah mulai bersekolah lagi, dan warga bisa
berkebun tanpa rasa takut,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat. Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen
TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen
TNI dalam menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Ia juga menegaskan
bahwa setiap operasi di wilayah Papua dilaksanakan dengan pendekatan humanis
dan profesional, mengutamakan keselamatan warga sipil di atas segalanya. “Kami berkomitmen menciptakan
Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Operasi ini bukan hanya soal menindak
kelompok bersenjata, tetapi juga memastikan masyarakat bisa hidup dalam rasa
aman dan bebas dari ancaman,” tegasnya. Operasi Habema sendiri merupakan
bagian dari upaya berkelanjutan Kogabwilhan III untuk menegakkan stabilitas di
wilayah Papua Tengah, terutama di daerah yang masih rawan gangguan bersenjata. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:37 WIT
Bupati Dogiyai Resmikan Pembangunan Gudang Penampungan Hasil Pertanian
Papuanewsonline.com, Dogiyai — Pemerintah
Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dogiyai resmi
memulai pembangunan gudang penampungan hasil pertanian pada Kamis (16/10/2025).
Acara ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Dogiyai, Yudas
Tebai, S.Pd., sebagai simbol dimulainya proyek strategis yang diharapkan mampu
mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. Kegiatan berlangsung di lokasi
pembangunan yang terletak di wilayah pusat pertanian Dogiyai dan dihadiri oleh
jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani. Acara
ini juga disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat yang melihat
pembangunan gudang tersebut sebagai harapan baru bagi petani lokal untuk
memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai. Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai
Yudas Tebai menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Koperasi dan UKM atas
inisiatif dan kerja keras dalam mewujudkan program pembangunan ini. Ia menilai,
pembangunan gudang penampungan hasil pertanian menjadi langkah konkret
pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya
para petani di Dogiyai. “Dengan adanya gudang penampungan
hasil pertanian, kita berharap hasil bumi Dogiyai dapat tersalurkan secara
lebih baik ke daerah lain yang membutuhkan. Ini akan meningkatkan pendapatan
petani dan menggerakkan roda ekonomi lokal,” ujar Bupati Yudas dalam
sambutannya. Ia juga menambahkan, kehadiran
fasilitas ini akan membantu petani dalam mengurangi kerugian pascapanen, yang
selama ini sering terjadi akibat keterbatasan tempat penyimpanan dan akses
distribusi ke pasar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung
pengembangan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian
Dogiyai. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan
UKM Kabupaten Dogiyai, pembangunan gudang ini merupakan bagian dari program
penguatan infrastruktur ekonomi rakyat, yang juga sejalan dengan misi
pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Gudang penampungan hasil
pertanian tersebut nantinya akan berfungsi tidak hanya sebagai tempat
penyimpanan hasil panen, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan pengelolaan
komoditas unggulan Dogiyai, seperti ubi jalar, sayuran, dan hasil kebun
lainnya.
Dengan fasilitas yang memadai, para petani diharapkan dapat menjaga kualitas
hasil panen, memperpanjang masa simpan, serta memperoleh harga jual yang lebih
kompetitif. “Kami ingin petani Dogiyai tidak
lagi kesulitan menjual hasil panen mereka. Dengan adanya gudang ini, semua
hasil bumi bisa tersimpan dengan baik sebelum disalurkan ke pasar yang lebih
luas,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dogiyai dalam kesempatan terpisah. Pembangunan gudang penampungan
ini menjadi terobosan penting dalam program pembangunan ekonomi daerah Dogiyai.
Fasilitas tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem manajemen berbasis
kelompok tani agar pengelolaan dilakukan secara partisipatif dan transparan. Selain menjadi tempat
penyimpanan, gudang ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat pelatihan dan
pemberdayaan petani, di mana para petani bisa mendapatkan pembinaan terkait teknik
pascapanen, manajemen hasil, hingga strategi pemasaran produk pertanian. Bupati Yudas menegaskan bahwa
proyek ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bentuk investasi
jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Dogiyai.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap hasil kerja keras petani Dogiyai
benar-benar memberi manfaat ekonomi yang nyata. Gudang ini adalah simbol
kebangkitan ekonomi masyarakat kita,” tutupnya. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:34 WIT
Satpol PP Kabupaten Dogiyai Gelar Rapat Evaluasi Bulanan
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Dalam
upaya meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi antarpegawai, Dinas Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dogiyai menggelar rapat evaluasi
bulanan di ruang rapat utama kantor Satpol PP, pada Kamis (16/10/2025).
Rapat yang dimulai pukul 09.30 WIT ini berlangsung tertib dan penuh semangat,
dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional, termasuk para kepala bidang,
kepala seksi, serta staf pelaksana. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi
pencapaian kinerja selama sebulan terakhir, membahas realisasi anggaran program,
serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan lapangan yang perlu segera
ditindaklanjuti. Dalam sambutannya, Kepala Dinas
Satpol PP Kabupaten Dogiyai, Yohanes Mote, menegaskan pentingnya evaluasi rutin
sebagai sarana introspeksi dan peningkatan mutu kerja.
“Rapat evaluasi bulanan ini sangat penting untuk dilakukan secara konsisten
agar kita dapat mengetahui sejauh mana capaian kinerja, mengidentifikasi
kendala, serta menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Satpol PP
memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat, sehingga setiap personel dituntut untuk bekerja dengan disiplin,
profesional, dan penuh tanggung jawab. “Kita bukan hanya penegak perda,
tetapi juga pelayan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan harus terus kita
tingkatkan,” tegas Yohanes. Selain membahas kinerja personel,
rapat juga fokus pada evaluasi realisasi anggaran triwulan yang menjadi dasar
perencanaan kegiatan berikutnya. Tim keuangan dan perencanaan memaparkan
capaian program, termasuk kegiatan patroli rutin, penegakan peraturan daerah,
serta operasi penertiban yang telah dilakukan selama bulan September hingga
Oktober 2025. Dalam sesi diskusi, beberapa
peserta rapat menyampaikan kendala teknis di lapangan, seperti keterbatasan
sarana patroli dan koordinasi lintas instansi yang masih perlu diperkuat.
Menanggapi hal tersebut, Yohanes Mote menekankan pentingnya komunikasi internal
dan sinergi antarbidang, agar setiap hambatan dapat segera diatasi tanpa
mengganggu kinerja pelayanan publik. “Kita akan terus memperkuat
kolaborasi, baik di internal Satpol PP maupun dengan instansi lain, agar setiap
kegiatan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Menutup rapat, seluruh peserta
menyepakati pentingnya menjaga semangat kerja dan komitmen bersama di bawah
semboyan “Aman, Damai, Sehat Selalu.”
Motto ini bukan sekadar slogan, tetapi juga menjadi semangat moral bagi seluruh
jajaran Satpol PP Dogiyai dalam menjalankan tugas di lapangan — mulai dari
pengamanan kegiatan masyarakat, penegakan perda, hingga penanganan situasi
darurat di wilayah kabupaten. Kepala Dinas berharap hasil
evaluasi ini dapat menjadi tolok ukur dalam menyusun rencana kerja berikutnya,
sekaligus memastikan setiap program Satpol PP benar-benar memberikan manfaat
nyata bagi masyarakat Dogiyai. “Evaluasi ini bukan sekadar
formalitas, tetapi refleksi atas kerja keras kita semua. Mari kita jadikan
hasilnya sebagai dasar untuk melangkah lebih baik ke depan,” tutup Yohanes
Mote. Penulis: Hendrik Editor: GF
17 Okt 2025, 03:29 WIT
Buntut Penculikan dan Persekusi Wartawan, Koordinator KKJ Indonesia Akan Tiba di Timika
Papuanewsonline.com, Timika- Koordinator Komite Keslamatan Jurnalis (KKJ) Erik Tanjung memastikan akan mengawal semua tahapan proses hukum tentang dugaan penculikan dan persekusi terhadap 4 orang Wartawan Media Papuanewsonline.com yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.Koordinator KKJ Indonesia Erik Tanjung mengaku sesuai jadwal dalam waktu dekat akan tiba di Kabupaten Mimika." Benar, Kami akan turun langsung ke Mimika untuk mengawal semua tahapan proses hukum terhadap para terduga yang melakukan penculikan dan persekusi terhadap 4 wartawan Papuanewsonline.com," ujar Koordinator KKJ Erik Tanjung melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (16/10/2025).Erik menyebutkan selain mengawal proses hukum yang sementara berjalan, KKJ juga akan mengagendakan kegiatan treaning keslamatan bagi jurnalis yang kerap mendapat intimidasi maupun ancaman." Perlindungan jurnalis sangat penting untuk memastikan kebebasan pers, transparansi dan akuntabilitas sehingga, keslamatan jurnalis menjadi tanggungjawab semua pihak, baik Pemerintah maupun aparat penegak hukum," Jelasnya.Kata Dia, Jurnalis sebagai penjaga demokrasi tidak boleh ditindak sewenang-wenang seperti pembunuhan, penculikan, penyandaraan dan kekerasan baik secara fisik maupun psikis." Pemerintah memiliki tanggungjawab untuk melindungi jurnalis dengan memastikan kebebasan pers, sebagaimana diatur baik di dalam hukum Internasional maupun Nasional, sehingga kepastian penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diusut tuntas," Tegasnya.Diketahui Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengecam keras serangkaian tindakan persekusi, intimidasi, pengancaman dengan kekerasan, hingga pemaksaan menandatangani surat pernyataan yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, beserta sejumlah anggotanya terhadap empat jurnalis Papuanewsonline.com.Peristiwa yang mencederai kebebasan pers ini terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat 3 Oktober 2025, dan berlangsung hingga Sabtu dini hari. Tindakan brutal aparat penegak hukum ini merupakan serangan langsung terhadap kerja jurnalistik dan demokrasi.Kronologi KejadianRangkaian intimidasi bermula ketika penanggung jawab Papuanewsonline.com, Ifo Rahabav, memenuhi surat pemanggilan pemeriksaan, Nomor: 8/616/X/2025/Reskrim di Polres Mimika pada Jumat malam, pukul 19.30 WIT, terkait laporan polisi tentang dugaan pencemaran nama baik.Ifo Rahabav dipanggil guna memberikan keterangan terkait Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/522/IX/2024/Polres Mimika/Polda Papua, berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik oleh Suto Rontini pada Media Redaksi Papuanewsonline.com berjudul "Diduga Kadistrik Jita Merasa Super Karena ada Irwada Polda Papua Kombes Jeremias Rontini" yang telah terbit pada 18 Juli 2025.1. Ancaman Verbal di Polres: Saat Ifo diperiksa, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria sempat memasuki ruangan, kemudian keluar dengan amarah dan melontarkan kalimat ancaman di hadapan dua jurnalis lain (Zidan dan Abimanyu) yang menunggu di luar: "Ini malam panjang, lama-lama sa tembak kepala."2. Teror Melalui Telepon: Setelah pemeriksaan selesai, Ifo mengonfirmasi ancaman tersebut kepada AKP Rian Oktaria melalui WhatsApp. Kasat Reskrim kemudian menelepon Ifo dengan melontarkan makian dan tantangan berkelahi: "Anjing kamu di mana, mari kita duel satu lawan satu ayo, kita dua sendiri saja setan, kamu di mana."3. Penjemputan Paksa: Saat Ifo dan ketiga rekannya berada di kantor redaksi Papuanewsonline.com, sekitar tengah malam, mereka didatangi oleh belasan anggota polisi yang dipimpin oleh AKP Rian Oktaria. Keempat jurnalis dipaksa masuk ke dalam mobil berbeda setelah seluruh telepon genggam mereka disita.4. Intimidasi Fisik dan Psikis di Mapolres: Setibanya kembali di halaman Polres Mimika sekitar pukul 00:00 WIT, keempat jurnalis mengalami intimidasi berat hingga subuh: * Mereka berulang kali ditantang berkelahi oleh Kasat Reskrim. "Saya ini orang Mabes, saya ini asli dari kesatuan, kalian mau liat saya punya psikopat muncul ya?" * Ancaman dilakukan menggunakan senjata tajam. "Ada parang dan pisau di mobil saya, kalau kalian tidak mau duel ya kita baku potong." * Dua jurnalis, Abimanyu dan Zidan, ditarik ke tengah lapangan untuk dipaksa berduel. * Mereka dihina secara verbal dengan kata-kata kasar seperti "anjing" secara berulang-ulang.5. Pemaksaan Penandatanganan Pernyataan: Sekitar pukul 05.00 WIT, setelah diintimidasi selama berjam-jam, keempat jurnalis dipaksa membuat dan menandatangani surat pernyataan di atas meterai. Isinya antara lain adalah permintaan maaf serta janji untuk menghapus berita berjudul "Bakar Lilin di Mabes Polri, GMPKK Minta Kapolri Copot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Mimika" dan tidak lagi mempublikasikan berita negatif tentang Kapolres dan Kasat Reskrim Mimika.Tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Mimika ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang yang brutal dan merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 18 ayat (1) yang melarang siapa pun menghalang-halangi kerja jurnalistik dengan ancaman pidana penjara 2 tahun atau denda Rp500 juta.Sikap dan Tuntutan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ)Atas peristiwa ini, KKJ menyatakan sikap dan mendesak:1. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Papua Tengah untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan, menindak tegas, dan memproses hukum baik secara pidana maupun etik terhadap Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria dan seluruh anggota yang terlibat.2. Kapolri untuk segera mencopot AKP Rian Oktaria dari jabatannya sebagai Kasat Reskrim Polres Mimika karena telah menunjukkan perilaku yang tidak profesional, mengancam keselamatan warga sipil, dan mencoreng nama baik institusi Polri.3. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk proaktif memberikan perlindungan fisik dan psikologis kepada keempat jurnalis yang menjadi korban, demi menjamin keselamatan mereka selama proses hukum berjalan.4. Seluruh pimpinan institusi negara, khususnya TNI/Polri, untuk memastikan anggotanya menghormati hukum dan memahami peran pers sebagai pilar demokrasi. Impunitas terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diakhiri. 5. Seluruh pihak diimbau agar menempuh mekanime yang telah diatur UU Pers jika terjadi sengketa pemberitaan, seperti hak jawab/koreksi atau mengadu ke Dewan Pers. KKJ akan terus mengawal kasus ini. Kekerasan terhadap jurnalis adalah teror terhadap kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi.Komite Keselamatan Jurnalis dideklarasikan di Jakarta pada 5 April 2019 sebagai aliansi strategis untuk melawan impunitas atas kasus kekerasan terhadap jurnalis. Komite ini terdiri dari 11 organisasi pers dan organisasi masyarakat sipil, yaitu: Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SAFEnet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesty International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).Narahubung:Erick Tanjung, Koordinator KKJ IndonesiaNany Afrida, AJI IndonesiaNenden Sekar Arum, SAFEnetNurina Safitri, Amnesty International IndonesiaMustafa Layong, LBH PersMuhammad Isnur, YLBHI.(Red)Editor: Gf
17 Okt 2025, 00:03 WIT
Guncangan Dahsyat M6,6 Guncang Sarmi: BPBD Lakukan Assessment Cepat di Lokasi Terdampak
Papuanewsonline.com, Sarmi — Suasana
siang di Kabupaten Sarmi, Papua, mendadak mencekam pada Kamis (16/10/2025)
pukul 12.48 WIB, saat gempa bumi tektonik berkekuatan M6,6 mengguncang wilayah
tersebut. Getaran kuat yang berlangsung beberapa detik membuat warga panik dan
berhamburan keluar rumah, sebagian bahkan berlari ke area lapang untuk
menyelamatkan diri. Menurut laporan Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di darat,
sekitar 42 kilometer tenggara Sarmi, dengan kedalaman 16 kilometer. Guncangan
dirasakan cukup kuat di Sarmi dan sekitarnya, terutama di wilayah Kampung Sawar,
yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah. Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi, Yohanes Wenda, mengonfirmasi bahwa hasil
penilaian sementara menunjukkan sekitar 10 rumah warga mengalami kerusakan,
baik ringan maupun berat. “Tim BPBD Sarmi saat ini sedang
melakukan assessment di lapangan untuk mengetahui secara pasti jumlah rumah
yang terdampak dan kondisi masyarakat,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Kamis
sore. Tim gabungan dari BPBD, aparat
kampung, dan relawan setempat kini masih berada di lokasi terdampak untuk
melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat, seperti tenda, logistik,
serta memastikan tidak ada korban jiwa.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan
mendesak mereka segera terpenuhi,” tambah Yohanes. Meskipun gempa terasa cukup kuat,
BMKG memastikan bahwa gempa M6,6 di Sarmi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hal ini dikarenakan pusat gempa berada di daratan dan tidak menyebabkan
perubahan signifikan pada dasar laut. Namun, masyarakat tetap diminta
untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta tidak mempercayai
informasi palsu yang beredar di media sosial.
“Setelah guncangan utama, ada kemungkinan terjadi gempa susulan dengan
intensitas lebih kecil. Tetap tenang, tapi jangan lengah,” imbau BMKG dalam
pernyataannya. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami
BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa di Sarmi dipicu oleh aktivitas Sesar
Anjak Mamberamo, salah satu sesar aktif di kawasan utara Papua yang kerap
memicu guncangan kuat.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar anjak dengan
mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya. Sesar ini diketahui memiliki
potensi aktivitas tinggi karena posisinya berada di zona tumbukan antara
lempeng Benua Pasifik dan Lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu, wilayah
Papua bagian utara termasuk Sarmi memang tergolong rawan gempa bumi. Pemerintah Kabupaten Sarmi juga
menyatakan akan segera menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak. Selain
itu, Bupati Sarmi dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak untuk
memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Pemkab juga berencana melakukan evaluasi
sistem mitigasi bencana di tingkat kampung agar warga lebih siap menghadapi
potensi bencana di masa mendatang.
“Kami ingin pastikan bahwa masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat gempa,
terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan,” ujar salah satu pejabat daerah. Penulis: Jidan Editor: GF
17 Okt 2025, 00:12 WIT
Gempabumi Tektonik M6,4 Guncang Sarmi: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Papuanewsonline.com, Sarmi – Kamis
siang, 16 Oktober 2025, warga Kabupaten Sarmi, Papua, dikejutkan oleh guncangan
kuat yang terjadi sekitar pukul 12.48 WIB. Berdasarkan analisis Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki magnitudo
M6,4 dan berpusat di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Sarmi, dengan
kedalaman 16 kilometer. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami
BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa
tektonik dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo yang dikenal aktif
memicu pergeseran kerak bumi di wilayah utara Papua.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo
dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya dalam keterangan
resmi, Kamis (16/10/2025). BMKG mencatat, gempa dirasakan
cukup kuat di Sarmi dengan skala intensitas V MMI, yang berarti guncangan dapat
dirasakan oleh hampir seluruh warga dan mampu menggeser benda-benda ringan di
dalam rumah.
Sementara itu, getaran juga dirasakan lebih lemah di beberapa daerah sekitar,
seperti Jayapura dan Kasonaweja dengan intensitas III MMI, serta Wamena,
Timika, dan Nabire dengan intensitas II MMI. Beberapa warga di Sarmi mengaku
panik dan segera keluar dari rumah begitu merasakan guncangan. Meski begitu,
hingga berita ini diturunkan belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan
atau korban jiwa. Menurut hasil analisis BMKG,
gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa
berada di daratan dan tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang signifikan.
“Hingga pukul 13.12 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock),”
tambah Dr. Daryono. BMKG juga mengimbau agar
masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak mempercayai isu-isu
menyesatkan yang beredar di media sosial. Warga diminta untuk memastikan
kondisi rumah atau bangunan aman sebelum kembali ke dalam ruangan, terutama di
wilayah yang merasakan guncangan cukup kuat. Papua dikenal sebagai salah satu
wilayah paling aktif secara tektonik di Indonesia. Aktivitas sesar dan tumbukan
lempeng di wilayah ini sering memicu gempa bumi dengan magnitudo sedang hingga
kuat. BMKG pun terus memantau
perkembangan aktivitas seismik di kawasan utara Papua, termasuk di sekitar
jalur Sesar Mamberamo dan Sesar Yapen, yang memiliki sejarah gempa besar. “Papua adalah wilayah yang
dinamis secara geologi, jadi kesiapsiagaan masyarakat perlu terus
ditingkatkan,” pungkas Dr. Daryono. Penulis: Jidan Editor: GF
16 Okt 2025, 23:51 WIT
Antusiasme Tinggi, Ratusan Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Mimika
Papuanewsonline.com, Timika — Terik
matahari tak menyurutkan langkah ratusan warga Mimika yang sejak pagi memadati
pelataran Emeneme Yauware, Kamis (16/10/2025). Dengan penuh semangat, mereka
berbondong-bondong mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar
oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika.
Suasana ramai dan antusias itu menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah ini
sangat dinantikan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan dan fluktuasi
harga bahan pokok. “Dari jam setengah sembilan saya
sudah datang, karena di undangan tulisannya mulai jam sembilan. Meski agak
panas dan sempat menunggu, tapi saya senang karena bisa beli beras dan minyak
dengan harga lebih murah,” ujar Fatma, salah seorang warga yang datang bersama
anaknya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan
(DKP) Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa kegiatan GPM ini merupakan bagian
dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia, sekaligus langkah strategis
dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah Mimika. “Kesejahteraan masyarakat adalah
prioritas kami. Gerakan pangan murah ini diharapkan benar-benar memberi manfaat
nyata bagi warga, terutama mereka yang terdampak naik-turunnya harga bahan
pokok,” ujar Yulius. Ia menambahkan, dalam kegiatan
tersebut disediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula
pasir, telur, dan sejumlah komoditas lokal dengan harga di bawah pasaran. DKP
juga menggandeng beberapa distributor dan pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi,
guna memperkuat rantai pasok pangan di daerah. Dalam kesempatan yang sama, Bupati
Mimika, Johanes Rettob, turut hadir dan memantau langsung jalannya kegiatan. Ia
menegaskan bahwa gerakan pangan murah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi
merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin hak dasar
masyarakat atas pangan. “Pemerintah Kabupaten Mimika
berkomitmen memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan. Ini bagian dari
tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat,” tegas Bupati. Bupati juga mengingatkan
masyarakat agar tidak menjual kembali barang-barang yang dibeli di kegiatan
pangan murah, melainkan digunakan untuk kebutuhan keluarga.
“Jangan dijual lagi ya, ini untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,”
katanya sambil menyapa warga yang tengah mengantre. Selain memberikan apresiasi
kepada Dinas Ketahanan Pangan atas inisiatifnya, Bupati Rettob juga
menyampaikan evaluasi terkait keterlambatan pembukaan acara yang membuat warga
menunggu di bawah terik matahari. “Saya ingin mengingatkan kepada
seluruh OPD, kalau acara dijadwalkan mulai jam sembilan, maka persiapan sudah
harus selesai sejak setengah sembilan. Kita harus belajar disiplin waktu,
apalagi ini kegiatan untuk masyarakat,” tegasnya di depan peserta yang hadir. Bupati juga menekankan pentingnya
koordinasi antarinstansi, agar kegiatan seperti ini ke depan dapat berjalan
lebih efektif, tertib, dan tepat sasaran. Program GPM di Mimika tak hanya
sekadar menurunkan harga bahan pokok, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara
pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah
daerah berharap mampu menekan laju inflasi pangan, menjaga daya beli
masyarakat, serta meningkatkan kesadaran pentingnya ketahanan pangan berbasis
lokal. Kegiatan serupa juga akan digelar
secara berkala di beberapa distrik lain di Kabupaten Mimika sebagai bentuk
pemerataan akses pangan dan kesejahteraan. Dengan dukungan penuh masyarakat
dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Mimika optimistis mampu menjaga stabilitas
harga serta mewujudkan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Penulis: Jidan Editor: GF
16 Okt 2025, 23:45 WIT
Kapolda Lampung Ajak Mahasiswa dan OKP jadi Agen Perdamaian dan Pengawal Demokrasi
Papuanewsonline.com, Bandar Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika mengajak para mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) di Provinsi Lampung terus berperan aktif menjaga kondusifitas daerah hingga menjadi teladan dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan beretika.Pesan itu disampaikan Kapolda saat kegiatan ramah tamah bersama OKP Cipayung Plus dan BEM Universitas Provinsi Lampung di Siger Lounge Mapolda Lampung, Rabu (15/10/2025).Irjen Pol Helmy Santika menekankan, pentingnya peran generasi muda sebagai agent of change dan moral force yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa.“Mahasiswa dan pemuda adalah agen perubahan yang strategis dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan bangsa, serta menyuarakan aspirasi rakyat dengan cara yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya melalui keterangan resmi.Kapolda menegaskan, kedekatan antara institusi kepolisian dengan mahasiswa perlu terus dijaga dalam semangat kolaborasi dan komunikasi berlangsung secara terbuka. Menurutnya, upaya menciptakan keamanan dan ketertiban tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk pemuda. Maka dari itu, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk mempererat hubungan antara Polri dan mahasiswa.“Melalui acara ini, kami berharap tercipta relasi yang sehat dan saling menghormati antara kepolisian dan mahasiswa," imbuhnya.Lebih lanjut ia juga mengajak para pemuda untuk berperan aktif melawan disinformasi dan menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat."Polda Lampung ingin terus membuka ruang komunikasi dan sinergi, untuk bersama menjaga kedamaian dan kemajuan daerah,” ucap jenderal polisi bintang dua tersebut. Di lokasi sama, Ketua HMI Badko Sumbagsel, Tommy Perdana, mewakili Cipayung Plus, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Kapolda Lampung dinilai responsif terhadap berbagai isu masyarakat.“Kami dari Cipayung Plus mengapresiasi dedikasi dan kepemimpinan Bapak Kapolda selama lebih dari dua tahun ini. Gaya kepemimpinannya sangat responsif dan terbuka terhadap aspirasi pemuda,” ucapnya.Senada, Koordinator Daerah BEM SI Lampung, M Dafa Alfitrah juga menyampaikan terima kasih atas ruang dialog telag difasilitasi Polda Lampung. Ia berharap sinergi antara mahasiswa dan kepolisian dapat terus terjalin.“Kami siap bersinergi dengan Polda Lampung untuk mengawal berbagai isu dan permasalahan yang harus diselesaikan bersama demi masyarakat,” tandas Dafa. PNO-12
16 Okt 2025, 21:10 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru