logo-website
Kamis, 02 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Personel Polairud dan Warga Waisarissa Evakuasi Korban Tenggelam Papuanewsonline.com, Ambon - Crew Kapal Polisi (KP) XVI -2001 bersama sejumlah warga di Waisarissa, kecamatan Kairatu Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan evakuasi korban tenggelam atas nama Dominggus Simaela alias Ongen, di Puskesmas terdekat di Kamal. Sayangnya, nyawa korban tak bisa tertolong. Pria 30 tahun ini meninggal dunia, Senin (27/10/2025).Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengatakan, kasus ini diketahui setelah mendapatkan laporan orang tenggelam dari masyarakat yang datang di Pos Polair KP-2001 pada pukul 17.15 WIT.Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, crew KP-2001 langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian. Setibanya di TKP, personel Polairud melihat korban telah ditemukan oleh dua orang pelajar yakni AP, 15 Tahun (saksi 1) dan dua kawannya. Tim kemudian bergegas membantu kedua saksi untuk mengevakuasi korban di tepian pantai."Saat personel Polair tiba di TKP mereka melihat korban sudah ditemukan oleh saksi 1 dan 2 kawannya. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepi pantai," ungkapnya.Di tepian pantai, personel kemudian melakukan pertolongan pertama terhadap korban yang tak sadarkan diri. Personel memberikan tekanan atau kompresi dada (compression), membuka jalur napas (airways), dan memberi bantuan napas atau napas buatan (breathing)."Setelah korban sempat bernapas, personel segera melakukan evakuasi korban ke Puskesmas Kamal guna mendapatkan bantuan medis," jelasnya.Setibanya di Puskesmas Kamal, personel Polair beserta warga meminta pertolongan kepada petugas medis. Namun, diduga dengan keterbatasan tenaga medis dan peralatan yang dibutuhkan, korban dinyatakan meninggal dunia.Sebelum ditemukan tenggalam, saksi 1 yang kala itu sedang duduk di pantai sempat melihat korban sedang berenang. Saksi kemudian menoleh ke belakang karena ada kawannya yang baru datang menggunakan sepeda motor. Saat kembali melihat ke arah pantai korban yang sebelumnya sedang berenang sudah tidak terlihat. Saksi kemudian sempat memanggil korban dengan meneriakkan namanya "Ongen"."Karena tidak melihat korban saksi 1 dan dua kawannya langsung berenang mencari korban. Saat personel Polair datang setelah menerima laporan orang tenggelam, korban sudah ditemukan. Personel kemudian membantu membawa korban ke tepian pantai," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di pantai. Ia menyarankan untuk tidak melaut apabila situasi lautan kurang bersahabat."Kalau musim ombak, kami berharap agar jangan dulu melaut. Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG. Utamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai," ajaknya. PNO-12 31 Okt 2025, 08:47 WIT
Karo Ops Polda Maluku Tekankan Respons Cepat Penanganan Situasi Kontijensi Papuanewsonline.com, Ambon – Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Ronald Reflie Rumondor, S.I.K., M.Si menekankan kepada seluruh personel untuk dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam merespon cepat situasi kontijensi.Penekanan ini disampaikan Karo Ops dalam arahannya saat membuka kegiatan peningkatan kemampuan personel dalam penanganan kontijensi yang dihelat untuk mendukung program Quick Response Time.Kegiatan yang dilaksanakan di ruang video conference Markas Polda Maluku pada Rabu 29 Oktober 2025 ini dihadiri Kabag Ops dan Tim Quick Response Time Polres/TA jajaran melalui sarana zoom meeting.Karo Ops pada kegiatan itu menjelaskan mengenai alur respon cepat yang telah disepakati bersama. Ia menegaskan pentingnya kepekaan para operator Quick Response Time dalam memantau setiap perkembangan situasi di lapangan.“Sumber laporan bisa datang dari berbagai kanal, seperti Call Center 110, telepon, WhatsApp, media sosial, hingga email. Operator harus tanggap dan segera menindaklanjuti setiap informasi yang masuk,” tegas Kombes Rumondor.Ia juga mengingatkan agar setiap perkembangan situasi dilaporkan kembali kepada masyarakat pelapor, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kepercayaan mereka terhadap Polri.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan teknis tahapan penanganan situasi kontijensi oleh Dit Samapta Polda Maluku dan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku.Melalui kegiatan ini, diharapkan kemampuan personel dalam merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas semakin optimal, sehingga tercipta pelayanan kepolisian yang sigap, profesional, dan humanis. PNO-12 31 Okt 2025, 08:33 WIT
Polisi Inspiratif: IPTU Bastian Tuhuteru Menerima Hoegeng Corner Awards 2025 Papuanewsonline.com, Ambon – Sosok polisi inspiratif kembali hadir dari jajaran Kepolisian Daerah Maluku. IPTU Bastian Tuhuteru, S.Pd, Kapolsek Leklula Polres Buru Selatan, dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Corner Awards 2025 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa dalam melayani masyarakat di wilayah terpencil dan minim akses pendidikan maupun infrastruktur.Selama bertugas di kawasan pedalaman Kabupaten Buru Selatan, IPTU Bastian dikenal luas sebagai sosok polisi yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjadi penggerak sosial, pendidik, dan penolong bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau.“Bagi saya, menjadi polisi bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Di mana ada kebutuhan masyarakat, di situ harus ada kehadiran Polri,” ujar IPTU Bastian dengan rendah hati.Selain menjalankan tugas sebagai Kapolsek, IPTU Bastian aktif menjadi polisi pengajar di sejumlah kampung yang tidak memiliki sekolah formal. Ia secara rutin mendatangi anak-anak di wilayah terpencil untuk memberikan pelajaran dasar, mengajarkan kedisiplinan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.Dedikasinya di bidang pendidikan ini bahkan mengantarkan dirinya meraih penghargaan Polisi Teladan Tingkat Nasional (2019) serta Polisi Pengajar Terbaik di lingkungan Polda Maluku.Tidak hanya di bidang pendidikan, IPTU Bastian juga dikenal karena respon cepatnya dalam menangani konflik sosial dan isu-isu SARA di wilayah hukumnya. Pendekatan humanis dan komunikasi yang intens dengan tokoh adat serta masyarakat membuat situasi keamanan di daerah rawan konflik tetap kondusif.Salah satu kiprah heroiknya adalah menyelamatkan korban laka laut di Desa Bala, Kecamatan Kepala Madan, dengan terjun langsung ke lokasi menggunakan perahu kecil bersama warga setempat. Tindakan ini mendapat apresiasi luas dari pimpinan dan masyarakat.Dalam kesehariannya, IPTU Bastian juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Ia kerap mengisi Mimbar Kamtibmas di gereja setiap Minggu serta menjalankan program Jumat Keliling untuk memberikan pesan-pesan kamtibmas di berbagai desa.Atas dedikasi dan pengabdian tanpa pamrihnya, IPTU Bastian telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya Satyalanacana Pengabdian 8 Tahun, Satyalanacana Dharma Nusa, serta penghargaan dari Kapolda Maluku dan Kapolres Buru Selatan atas kiprah nyata dalam pelayanan masyarakat.Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas penghargaan yang diterima oleh IPTU Bastian. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian tulus anggota Polri di wilayah terpencil tetap menjadi perhatian dan inspirasi bagi seluruh jajaran.“Saya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IPTU Bastian Tuhuteru. Ia adalah contoh nyata anggota Polri yang bekerja dengan hati, melayani tanpa pamrih, dan membawa nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tugasnya,” ujar Kapolda Maluku.“Penghargaan Hoegeng Corner Awards ini bukan hanya milik IPTU Bastian semata, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh jajaran Polda Maluku. Semoga semangat pengabdian dan ketulusan beliau dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, di manapun mereka bertugas,” tambahnya.Kisah pengabdian IPTU Bastian Tuhuteru menjadi cerminan semangat **Polri Presisi ; Profesional, Responsif, dan Humanis, yang hadir hingga pelosok negeri. Sosoknya membuktikan bahwa integritas dan kepedulian sosial adalah wajah sejati dari seorang polisi yang dicintai masyarakat.Melalui penghargaan Hoegeng Corner Awards 2025, dedikasi IPTU Bastian menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus bekerja dengan hati dan menjadikan pengabdian sebagai panggilan jiwa, bukan sekadar kewajiban. PNO-12 31 Okt 2025, 08:27 WIT
Korsabhara Baharkam Polri Supervisi Fungsi Samapta dan Pamobvit di Polda Maluku Papuanewsonline.com, Ambon – Tim Supervisi dari Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri melaksanakan kunjungan kerja dan supervisi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku, Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan supervisi yang dihelat di Ruang Rapat PJU Lantai 2 Polda Maluku ini menyasar Satuan Kerja (Satker) fungsi Samapta dan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit).Tim Supervisi dipimpin Ketua Tim Brigadir Jenderal Polisi Dr. Putu Putera Sadana SIK., M.Hum., M.M. Ia didampingi 4 personel pendamping dari Korsabhara Baharkam Polri.Kegiatan supervisi dihadiri Direktur Samapta, dan Direktur Pamobvit Polda Maluku. Turut hadir para Perwira dan Bintara dari kedua Satker yang menjadi objek supervisi.Ketua Tim Supervisi, Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, dalam sambutannya membacakan arahan Kepala Korsabhara Baharkam Polri. Ia menekankan terkait fungsi Korsabhara yang merupakan pilar utama dalam pemeliharaan keamanan."Tugas yang diemban oleh Korsabhara Baharkam Polri adalah menyelenggarakan fungsi Sabhara yang meliputi Samapta, Pam Obvit, dan Pol Satwa. Intinya adalah mengutamakan pemeliharaan keamanan, memberikan pelayanan, dan penegakan hukum terbatas, serta memberikan bimbingan teknis kepada seluruh jajaran di Indonesia," ungkapnya.Tujuan utama supervisi, lanjut Brigjen Sadana, dilakukan untuk mengukur sejauh mana kebijakan dan proses kinerja yang telah ditetapkan Mabes Polri diterapkan secara baik di tingkat Polda hingga Polres. Kebijakan yang diukur mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi.Beberapa poin penekanan strategis yang disampaikan meliputi peningkatan kehadiran di lapangan; menanggapi adanya persepsi publik mengenai minimnya kehadiran Polri berseragam, personel diinstruksikan untuk mengimplementasikan Motto Kabaharkam: "Polisi Sang Penolong" dan Motto Korsabhara: "Polisi Siap, Terlihat, dan Bermanfaat" melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti patroli dan bantuan kemanusiaan.Ia juga meminta kepada anggota untuk mewaspadai berbagai potensi gangguan Kamtibmas, mulai dari tawuran, kejahatan jalanan (Curanmor, Penjamretan), hingga isu-isu politik, ekonomi, dan sosial yang berpotensi menimbulkan perpecahan.Terhadap jajaran Pamobvit, diperintahkan untuk melaksanakan pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Vital Tertentu secara profesional dan prosedural, serta bersinergi dengan Samapta untuk bantuan pengamanan.Setiap anggota Korsabhara diajak untuk mencintai tugas dan amanah dengan tulus dan ikhlas, serta menjaga kebanggaan institusi yang dimulai dari disiplin diri, kesiapan fisik, dan profesionalisme.Kegiatan supervisi dilanjutkan dengan pendalaman materi serta pengecekan fisik terhadap kesiapan personel, kendaraan taktis, dan Alat Material Khusus (Almatsus) Samapta dan Pamobvit Polda Maluku untuk memastikan semua sarana pendukung operasional dalam kondisi prima. PNO-12 31 Okt 2025, 08:20 WIT
Pemkab Dogiyai Salurkan Dana Otsus: Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Masyarakat Papuanewsonline.com, Dogiyai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran bantuan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung sektor pendidikan, kelembagaan sosial, dan pengembangan usaha masyarakat kecil, dengan harapan mendorong kemandirian ekonomi berbasis lokal.Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 27 Oktober 2025, di Aula Koteka Moge, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, dan dihadiri langsung oleh Bupati Dogiyai Yudas Tebai, jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, dan perwakilan lembaga penerima bantuan.Dalam sambutannya, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Dogiyai.“Bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi untuk memperkuat fondasi masyarakat dalam bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi,” ujar Yudas.Menurutnya, dana Otsus yang disalurkan mencakup bantuan bagi lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kelompok usaha kecil, serta sekitar 400 warga penerima bantuan pendidikan langsung.Bupati Yudas juga mengingatkan agar seluruh penerima menggunakan bantuan tersebut secara tepat sasaran dan bertanggung jawab, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.Bupati menegaskan bahwa Pemkab Dogiyai berkomitmen menjalankan pengelolaan dana Otsus secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pengawasan publik serta lembaga terkait.“Penyaluran ini kami lakukan secara terbuka. Semua lembaga dan kelompok penerima sudah melalui proses verifikasi agar dana benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tegas Yudas Tebai.Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana Otonomi Khusus, yang sering menjadi sorotan di berbagai daerah di Papua.Melalui penyaluran dana Otsus ini, Pemkab Dogiyai berharap dapat menghidupkan semangat pendidikan dan budaya kerja produktif di kalangan masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif serta memperluas lapangan kerja lokal, terutama bagi generasi muda Dogiyai.Salah satu penerima bantuan, perwakilan dari Yayasan Kasih Bara Enakbaboo, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah.“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk mendukung pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman. Kami akan manfaatkan dengan baik demi masa depan generasi Dogiyai,” ungkapnya.Dalam penutupannya, Bupati Yudas menegaskan bahwa tujuan akhir dari kebijakan ini adalah membangun Dogiyai dari akar masyarakat desa, memperkuat solidaritas sosial, dan mewujudkan kesejahteraan berkeadilan di seluruh distrik.“Dana Otsus bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi wujud kasih dan tanggung jawab pemerintah untuk memberdayakan rakyatnya,” tutur Yudas dengan tegas.Dengan semangat ini, Pemkab Dogiyai berkomitmen menjadikan dana Otsus sebagai alat perubahan positif, bukan sekadar bantuan finansial, tetapi investasi untuk masa depan generasi Dogiyai yang mandiri dan berdaya saing.Penulis: Hendrik Editor: GF  31 Okt 2025, 03:38 WIT
Wakil Rakyat Suarakan Aspirasi Masyarakat: DPRD Paniai Tolak Penempatan Marinir di Distrik Ekadide Papuanewsonline.com, Paniai — Gelombang penolakan terhadap kehadiran pasukan Marinir di wilayah pegunungan Paniai kian menguat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paniai, Yudas Nawipa, secara tegas menyampaikan bahwa masyarakat Wilayah 3 Paniai, khususnya di Distrik Ekadide, menolak penempatan pasukan Marinir di daerah mereka. Menurut Yudas, kehadiran Marinir di wilayah pegunungan dinilai tidak relevan dengan kondisi geografis serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menilai langkah penempatan pasukan tersebut seharusnya mempertimbangkan karakteristik wilayah, kebutuhan keamanan, dan aspek sosial budaya masyarakat setempat. “Saya meminta Panglima TNI untuk meninjau ulang penempatan pasukan Marinir di Paniai karena tidak sesuai dengan kondisi geografis daerah. Masyarakat Paniai hidup di wilayah pegunungan yang damai dan memiliki dinamika tersendiri. Tidak ada alasan mendesak yang mengharuskan kehadiran pasukan Marinir di sini,” ujar Yudas dalam pernyataannya, Rabu (30/10/2025). Penolakan masyarakat bukan semata karena kehadiran aparat militer, tetapi lebih pada ketidaksesuaian fungsi dan tujuan penempatan pasukan Marinir di daerah tersebut. Yudas menjelaskan, Marinir sejatinya memiliki kompetensi utama dalam operasi laut dan pantai, bukan di medan pegunungan seperti Paniai. “Kalau di wilayah pantai mungkin relevan, tetapi di Paniai yang merupakan wilayah pegunungan, tugas itu bisa dijalankan oleh aparat keamanan setempat yang sudah memahami karakter sosial dan medan,” tambahnya. Selain itu, menurut Yudas, masyarakat Paniai selama ini telah hidup dalam suasana aman dan damai tanpa kehadiran pasukan tambahan. Oleh karena itu, ia menilai langkah penempatan Marinir justru dapat memicu kesalahpahaman antara aparat dan warga jika tidak disosialisasikan dengan baik. Sikap Yudas Nawipa mendapat dukungan luas dari berbagai tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda di Wilayah 3 Paniai. Mereka menilai bahwa pembangunan dan keamanan daerah seharusnya diutamakan melalui pendekatan kesejahteraan, bukan militerisasi. Sejumlah tokoh menegaskan bahwa masyarakat Paniai lebih membutuhkan peningkatan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar ketimbang penambahan pasukan bersenjata. “Kami ingin pemerintah pusat memahami bahwa keamanan sejati di Papua bukan hanya soal senjata, tetapi bagaimana masyarakat sejahtera dan merasa dilibatkan dalam pembangunan,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Ekadide. Yudas Nawipa juga menyerukan agar pemerintah daerah dan aparat keamanan duduk bersama untuk melakukan evaluasi dan dialog terbuka dengan masyarakat terkait kebijakan penempatan pasukan di Paniai. Ia berharap langkah ini dapat mencegah potensi kesalahpahaman serta menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah tersebut. “Kita tidak ingin ada ketegangan baru yang justru merugikan masyarakat. Saya percaya dengan komunikasi yang baik, pemerintah dan TNI bisa memahami aspirasi warga,” tegas Yudas. Dengan pernyataan ini, DPRD Paniai berharap agar Panglima TNI segera meninjau ulang kebijakan penempatan pasukan Marinir di Distrik Ekadide, dan menggantinya dengan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat yang lebih humanis dan sesuai konteks lokal. Penulis: Hendrik Editor: GF 31 Okt 2025, 03:25 WIT
Provinsi Papua Raih Penghargaan Atas Kenaikan Signifikan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Papuanewsonline.com, Jakarta — Provinsi Papua kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, pemerintah provinsi tersebut menerima Penghargaan Pelayanan Kepemudaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) berkat keberhasilan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Kemenpora RI dalam malam apresiasi kepemudaan di Jakarta, Selasa (28 Oktober 2025), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, hadir secara langsung mewakili Pemerintah Provinsi Papua untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, Aryoko menegaskan bahwa penghargaan ini bukan semata keberhasilan pemerintah daerah, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat — terutama generasi muda yang telah menunjukkan semangat perubahan dan kemandirian. “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa anak muda Papua mampu bersaing, berprestasi, dan memberi warna positif bagi Indonesia. Kami akan terus membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berinovasi, dan memimpin di berbagai sektor pembangunan,” ujar Aryoko penuh semangat. Peningkatan IPP Papua dalam dua tahun terakhir dinilai sangat signifikan. Berdasarkan data Kemenpora RI, IPP Papua tahun 2024 mencapai angka 56,33, naik tajam dari capaian tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan di berbagai aspek, seperti: Pendidikan dan keterampilan: 70% Kesehatan dan kesejahteraan: 65% Gender dan inklusi sosial: 53,33% Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Sonya Monim, keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor antara pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, serta komunitas lokal melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Pembangunan Pemuda yang disusun secara berkelanjutan. “Kami tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga pada dampak nyata bagi pemuda di akar rumput — terutama di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan sosial,” jelas Sonya. Pemerintah Provinsi Papua menilai peningkatan IPP ini membawa manfaat strategis bagi daerah, antara lain meningkatkan kepercayaan publik dan investor, terutama dalam sektor pendidikan dan pengembangan SDM, mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah melalui inovasi dan kolaborasi lintas komunitas dan membuka peluang dukungan afirmatif dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan berbasis pemuda. Aryoko menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk menjadikan pembangunan pemuda sebagai prioritas strategis dalam memperkuat fondasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Papua di masa depan. “Generasi muda Papua bukan hanya penerus, tetapi pelaku utama transformasi. Kami akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kreativitas, inovasi, dan kesejahteraan mereka,” tutupnya. Penulis: Jid Editor: GF   31 Okt 2025, 03:17 WIT
Skandal Korupsi Aerosport Mengguncang Mimika: Empat ASN Resmi Ditahan Kejati Papua Papuanewsonline.com, Jayapura — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua resmi menahan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terkait dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana aerosport pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika tahun anggaran 2021. Keempat tersangka, masing-masing berinisial DM, HW, RJW, dan M, merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan yang bertanggung jawab atas proses tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Mimika. Penahanan dilakukan usai keempatnya menjalani pemeriksaan intensif selama lima jam di Kantor Kejati Papua, Jayapura, pada Rabu malam, 29 Oktober 2025. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mereka langsung digiring ke Rutan Abepura untuk menjalani penahanan selama 20 hari ke depan. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Nixon Mahuse, mengungkapkan bahwa hasil penyidikan menunjukkan adanya pelanggaran serius dalam proses lelang proyek. Menurutnya, keempat ASN tersebut secara sengaja memenangkan PT Karya Mandiri Permai sebagai pelaksana proyek, meskipun perusahaan itu tidak memenuhi persyaratan administratif maupun teknis sesuai ketentuan pengadaan. “Perusahaan tersebut secara hukum tidak layak memenangkan tender, namun Pokja tetap memaksakan penetapan pemenang. Ada indikasi kuat bahwa keputusan itu disengaja dan melibatkan kepentingan tertentu,” tegas Nixon dalam konferensi persnya. Proyek pembangunan fasilitas aerosport ini sendiri memiliki nilai kontrak sekitar Rp79 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika tahun 2021. Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Kejati Papua, Valeri Deddy Sawaki, menjelaskan bahwa proyek aerosport tersebut meliputi pekerjaan timbunan tanah seluas 222.477 meter kubik. Namun, hasil pemeriksaan teknis menunjukkan realisasi pekerjaan hanya mencapai 104.470 meter kubik, jauh dari volume yang ditetapkan dalam kontrak. “Selisih pekerjaan tersebut menimbulkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp31,3 miliar,” ungkap Valeri. Penyidik juga menduga terdapat penggelembungan volume pekerjaan dan manipulasi laporan kemajuan proyek. Saat ini, tim penyidik masih melakukan pendalaman terhadap peran pihak-pihak lain yang diduga ikut menikmati hasil korupsi tersebut. Valeri menegaskan, penyidikan tidak akan berhenti pada empat ASN ini saja. Sejumlah pihak lain yang terlibat dalam proyek — mulai dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga konsultan perencana — juga tengah diperiksa secara intensif. “Kami akan dalami seluruh mata rantai proyek ini. Siapa pun yang terbukti ikut serta dalam praktik korupsi, akan diproses hukum tanpa pandang bulu,” ujarnya. Kasus ini, menurut Valeri, menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur pemerintah daerah agar tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenang demi keuntungan pribadi. Keempat tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, yang mengatur ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal dua puluh tahun penjara, serta denda hingga Rp1 miliar. Kejati Papua juga memastikan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan profesional, demi menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 03:11 WIT
Sambut Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Mimika Targetkan 10 Ribu Warga Jalani MCU Gratis! Papuanewsonline.com, Timika — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meluncurkan program besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat: Medical Check Up (MCU) gratis untuk 10 ribu warga. Program ini akan dilaksanakan di tujuh Puskesmas dalam wilayah Kota Timika, sebagai bagian dari implementasi program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah ambisius ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kepala Seksi Pembiayaan Dinas Kesehatan Mimika, Farida, menjelaskan bahwa program ini menargetkan 10.000 warga Mimika untuk mendapatkan pemeriksaan gratis. “Syaratnya cukup sederhana, hanya menunjukkan KTP Mimika. Kami ingin seluruh masyarakat, dari usia muda hingga lanjut usia, memiliki kesadaran untuk rutin memeriksa kesehatan,” ujarnya, Kamis (30/10/2025). Farida menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial memperingati Hari Kesehatan Nasional, tetapi juga gerakan nyata menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. “Di tahun 2024 usia harapan hidup masyarakat Mimika baru sekitar 70 tahun. Harapan kami, dengan program MCU ini, usia harapan hidup bisa meningkat hingga 75 tahun ke depan,” ungkapnya optimis. Program MCU gratis ini dirancang untuk mendeteksi dini berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, hingga gangguan fungsi hati dan ginjal. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat diharapkan bisa mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum penyakit berkembang lebih jauh. “Banyak orang baru tahu dirinya sakit setelah kondisinya parah. Padahal, kalau dicek sejak awal, banyak penyakit bisa dicegah atau dikontrol dengan baik,” jelas Farida. Selain itu, Dinas Kesehatan Mimika juga akan memberikan edukasi kesehatan dan konseling gizi di setiap lokasi pelaksanaan MCU untuk membantu masyarakat memahami gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Tujuh Puskesmas yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan program ini meliputi Puskesmas Timika Jaya, Pasar Sentral, Wania, Kwamki Lama, Mapurujaya, Karang Senang, dan Puskesmas SP2-SP5. Seluruh fasilitas tersebut telah disiapkan dengan tenaga medis, alat pemeriksaan standar, serta ruang layanan yang nyaman agar kegiatan berjalan lancar. Dinkes Mimika juga memastikan bahwa hasil pemeriksaan setiap peserta akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan monitoring kesehatan lanjutan di Puskesmas masing-masing. “Kami tidak hanya ingin masyarakat datang cek kesehatan, tapi juga terus melakukan pemantauan secara berkala agar kesehatannya benar-benar terjaga,” tambah Farida. Untuk memastikan seluruh warga mengetahui dan berpartisipasi dalam program ini, Dinas Kesehatan Mimika telah melakukan kampanye informasi publik melalui media sosial, selebaran, dan kerja sama lintas instansi. “Kami sudah minta semua Puskesmas untuk menyebarkan flyer dan informasi di setiap wilayah. Tujuannya agar semakin banyak masyarakat tahu manfaat dari MCU dan tertarik ikut,” pungkas Farida. Penulis: Jid Editor: GF 31 Okt 2025, 03:07 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT