logo-website
Jumat, 03 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Pemkab Boven Digoel Arahkan Bantuan Alsintan untuk Perkuat Pertanian Orang Asli Papua Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayah Papua Selatan.Dalam sambutannya, Edoardus Kaize, S.S. menegaskan bahwa bantuan alsintan yang disalurkan saat ini tidak disertai intervensi, namun mulai tahun mendatang pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan tersebut khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).“Ke depan, kita akan fokus pada peningkatan produksi pertanian di daerah, dan bantuan alsintan ini akan diprioritaskan untuk OAP,” kata Edoardus Kaize, S.S. dalam sambutannya di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (30/12/2025).Ia juga mengingatkan agar alat dan mesin pertanian yang diberikan tidak disewakan maupun diperjualbelikan, karena bantuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, bukan untuk kepentingan komersial pribadi.Selain itu, Edoardus Kaize mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel agar mengusulkan anggaran perawatan, perbaikan, serta pengadaan suku cadang alsintan kepada Kementerian Pertanian, sehingga alat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.Sementara itu, Bupati Boven Digoel Roni Omba menekankan pentingnya peran Dinas Pertanian dalam menyiapkan data yang akurat, valid, dan terintegrasi, agar pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.“Program bantuan tidak hanya tersedia di sektor pertanian, tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, perkebunan, serta sektor lainnya. Kita harus memanfaatkan peluang ini secara optimal,” kata Roni Omba.Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas dukungan dan perhatian dari anggota DPR RI dan DPD RI sebagai perwakilan Papua Selatan yang terus mendorong pembangunan daerah.Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor, meninggalkan ego sektoral, serta bekerja sama secara solid demi percejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah.  Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 23:18 WIT
Kapolda Papua Sambut Atlet Polri Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin secara khusus menerima kunjungan dua personel terbaik Polda Papua yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.Pertemuan berlangsung penuh kebanggaan di ruang kerja Kapolda Papua pada Senin, 29 Desember 2025, sebagai bentuk apresiasi pimpinan terhadap prestasi personel di tingkat internasional.“Kedua anak kita ini telah membanggakan institusi, Papua, dan bangsa,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin dalam pertemuan tersebut.Dua personel berprestasi tersebut adalah Briptu Holypaul S. N. Soumilena dari Biro SDM Polda Papua yang berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga futsal, serta Bripda Julius Rizhard Lorenzho Kriztofel Rumaropen dari Bidang Humas Polda Papua yang membawa pulang medali perak dan perunggu pada cabang hockey.Kapolda Papua menilai pencapaian ini sebagai bukti bahwa personel Polri tidak hanya unggul dalam tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di arena olahraga internasional.Ia berharap keberhasilan kedua atlet Polri tersebut dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus berdisiplin, berprestasi, dan berani bermimpi besar.Briptu Holypaul menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan pimpinan Polda Papua yang memberikan izin serta fasilitas latihan selama persiapan menghadapi ajang SEA Games.“Terima kasih atas doa dan dukungan — saya akan terus mengharumkan nama Polri,” kata Briptu Holypaul.Sementara itu, Bripda Julius menyampaikan bahwa kedisiplinan yang diterapkan dalam institusi Polri menjadi modal penting dalam membangun mental bertanding di arena internasional.“Kedisiplinan ini yang membuat saya kuat di lapangan,” pungkas Bripda Julius.  Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:48 WIT
Ikhsan Lani, Atlet Mma Papua, Jadi Relawan Bantu Korban Bencana Aceh Selama Libur Papuanewsonline.com, Aceh – Atlet MMA One Pride Indonesia asal Papua, Ikhsan Lani, memanfaatkan masa libur latihan dan pertandingan dengan terjun langsung sebagai relawan kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Aceh.Ikhsan bergabung bersama para relawan lainnya dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari persiapan logistik hingga pembersihan lokasi terdampak banjir.“Saya merasa harus berbuat apa saja untuk saudara-saudara yang menderita. Liburan ini lebih bermakna digunakan untuk membantu,” ujar Ikhsan, Selasa (30/12/25).Sebelumnya, Ikhsan sempat menjadi sorotan publik setelah mendedikasikan kemenangan di ajang One Pride untuk masyarakat Palestina, yang membuat namanya dikenal luas di media sosial.Petarung berjuluk Black Ranger ini dikenal sebagai atlet agresif di atas oktagon dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan di kelas bantam.Aksi kemanusiaan Ikhsan kembali menarik perhatian publik setelah beredar video di akun Instagram @masjidnurulashri yang memperlihatkan dirinya terlibat langsung membersihkan lumpur banjir dan mengangkut puing-puing bangunan di Aceh.Dalam keterangan video tersebut tertulis, “Bukan sorotan, bukan panggung, hanya niat baik dan kepedulian,” yang menggambarkan kesederhanaan aksi relawan yang dilakukan Ikhsan bersama atlet MMA lainnya, termasuk dari Malaysia.Unggahan tersebut menuai simpati warganet dan mendapat respons positif dari sejumlah atlet nasional, salah satunya Billy Pasulatan yang menuliskan komentar dukungan kepada Ikhsan.Menanggapi perhatian publik tersebut, Ikhsan menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh.  Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:41 WIT
Syukuran Akhir Tahun Tanpa Kembang Api, Mimika Pilih Pelepasan Lampion dan Doa Lintas Iman Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan pelaksanaan acara syukuran lepas sambut Tahun Baru 2026 digelar secara sederhana namun bermakna melalui doa bersama lintas agama dan hiburan rakyat. Kegiatan ini akan berlangsung pada malam penutupan tahun 2025 hingga dini hari tahun baru 2026 di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Rabu (31/12) malam hingga Kamis (1/1) dini hari.Acara tersebut melibatkan Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut pergantian tahun. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk hadir dan merayakan malam tahun baru dalam suasana aman, tertib, dan penuh rasa syukur.Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 22.00 WIT dengan sejumlah agenda, di antaranya hiburan musik live, doa bersama lima agama, pembagian doorprize, serta penyediaan kuliner gratis bagi masyarakat yang hadir. Momentum pergantian tahun akan ditandai dengan pelepasan lampion dan tiupan trompet sebagai simbol memasuki tahun baru 2026.Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa konsep acara tahun ini tidak berorientasi pada kemeriahan semata, melainkan lebih menekankan pada refleksi dan ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui bersama.Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten Mimika memutuskan untuk membatalkan rencana pesta kembang api. Keputusan ini diambil sebagai respons atas musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Awalnya, kegiatan perayaan akhir tahun direncanakan berlangsung di beberapa titik. Namun, sesuai dengan edaran dan pertimbangan situasi nasional, seluruh rangkaian acara dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware agar lebih terkendali dan khidmat.Bupati Mimika juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia dijadwalkan berada di Timika pada malam pergantian tahun. Meski demikian, agenda perayaan Menhan RI bersifat internal dan dilaksanakan bersama unsur TNI dan Polri.Pemerintah daerah berharap pelaksanaan syukuran ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Mimika untuk mengawali tahun 2026 dengan doa, harapan, serta semangat persatuan. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 15:01 WIT
Program Penerbangan Natal Freeport, 90 Ton Bahan Makanan Dikirim ke Lembah Terpencil Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menggelar program Community Christmas Flights dengan mengerahkan helikopter untuk mengangkut sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal bagi warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini menjadi agenda rutin perusahaan sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.Kegiatan ini bertujuan memudahkan warga memenuhi kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa harus menghadapi keterbatasan akses transportasi. Dari total muatan yang diangkut, sebanyak 8,4 ton merupakan bantuan langsung dari PTFI, sementara seluruh barang telah melalui pemeriksaan keamanan menggunakan X-Ray sebelum diterbangkan.Pelaksanaan penerbangan berlangsung selama periode 7 hingga 23 Desember 2025 dengan total 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju sejumlah titik penurunan di wilayah pegunungan. Setiap penerbangan menempuh waktu sekitar satu jam pulang-pergi, menyesuaikan kondisi cuaca dan medan.Untuk efisiensi distribusi, helikopter menggunakan metode sling load, yakni kargo digantung di bagian bawah helikopter. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan barang diturunkan langsung di lokasi terdekat dengan permukiman warga tanpa harus dijemput jauh dari kampung.Wilayah yang terlayani dalam program ini mencakup tujuh kampung di Lembah Aroanop, delapan kampung di Lembah Tsinga, dan 12 kampung di Lembah Jila. Di kawasan tersebut tidak tersedia akses kendaraan bermotor, sehingga seluruh aktivitas mobilitas hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau tenaga pikul.Setelah barang tiba di titik penurunan, warga masih harus membawa logistik ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki selama dua hingga empat jam melalui jalur pegunungan dan menyeberangi sungai. Kondisi geografis ini menjadi tantangan utama distribusi logistik di wilayah dataran tinggi Mimika.Selain penerbangan kargo, PTFI juga memberikan dukungan angkutan darat bagi warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak pada 15 hingga 24 Desember 2025. Dukungan tersebut mencakup 36 perjalanan bus yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton barang kebutuhan masyarakat.Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kelancaran distribusi logistik serta mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar wilayah operasional. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 14:56 WIT
Anomali Cuaca Akhir Tahun, Timika Alami Suhu Panas Ekstrem Meski Intensitas Hujan Tinggi Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak biasa menjelang akhir tahun 2025. Di tengah tingginya intensitas hujan, suhu udara justru terasa panas ekstrem, menciptakan kondisi gerah yang berbeda dari karakter musim penghujan pada umumnya.Berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang mengalami penurunan suhu saat hujan meningkat, Timika justru menunjukkan pola sebaliknya. Hujan tidak turun merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu tertentu, sehingga panas masih mendominasi sejak pagi hingga siang hari.“Kita harus waspada dengan perubahan cuaca ini agar tidak terkena masalah kesehatan,” ujar Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono, saat ditemui di Kantor BMKG Mimika, Selasa (30/12/25).Berdasarkan catatan BMKG Mimika, suhu rata-rata udara selama Desember 2025 berada di kisaran 27 derajat Celsius. Namun demikian, pada siang hari suhu dapat meningkat signifikan dan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius, terutama saat cuaca cerah sebelum hujan turun.Sony menjelaskan bahwa hujan pada bulan Desember didominasi oleh pembentukan awan-awan besar yang muncul pada sore hari. Awan tersebut bergerak dari arah utara menuju wilayah Kota Timika hingga kawasan Pomako di bagian selatan.“Pagi cerah, siang panas terik, dan hujan baru turun sore hari,” katanya.BMKG juga memprediksi hujan lebat yang disertai petir akan rutin terjadi pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIT dengan durasi sekitar satu hingga dua jam. Dalam kondisi tertentu, apabila awan terbentuk secara masif, hujan ringan berpotensi berlangsung hingga tengah malam.Memasuki Januari 2026, pola cuaca di wilayah Mimika diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Perbedaan utama yang diprediksi adalah adanya peningkatan kecepatan angin yang berkisar antara 3 hingga 5 knot dibandingkan bulan sebelumnya.Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Mimika masih tergolong normal. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran skala lokal.BMKG Mimika mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan pola cuaca yang terjadi serta secara rutin memantau informasi dan peringatan cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak kesehatan maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem. Penulis: JidEditor: GF 30 Des 2025, 14:50 WIT
Disposisi Sudah Terbit, Warga Mimika Masih Menanti Kepastian Ganti Rugi Tanah dari Pemkab Papuanewsonline.com, Mimika — Sejumlah warga di Kabupaten Mimika hingga akhir tahun 2025 masih menunggu kepastian pembayaran ganti rugi tanah yang telah digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kepentingan pembangunan fasilitas publik. Penantian panjang tersebut memunculkan keresahan, terutama karena proses administrasi disebut telah berjalan dan bahkan telah memperoleh disposisi dari pimpinan daerah.Tanah-tanah milik warga tersebut diketahui telah dimanfaatkan pemerintah untuk berbagai kepentingan, mulai dari perkantoran distrik hingga fasilitas pendidikan dan perpustakaan. Namun hingga kini, hak pemilik tanah berupa pembayaran ganti rugi belum sepenuhnya direalisasikan oleh pemerintah daerah.Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga nama warga yang tanahnya telah mendapatkan disposisi dari Bupati Mimika. Mereka adalah Paulus Pinimet atas penggunaan tanah untuk Kantor Distrik Kuala Kencana, Theodurus Boyau atas tanah yang digunakan untuk Persekolahan SMP Negeri 8 Wania, serta Ice Naiwapa atas lahan yang dipakai untuk pembangunan Perpustakaan Timika Indah.Salah satu pemilik tanah, Paulus Pinimet, mengungkapkan bahwa sesuai informasi yang diterimanya, pembayaran ganti rugi seharusnya dilakukan pada 25 November 2025. Namun hingga memasuki penghujung Desember, belum ada kejelasan kapan pembayaran tersebut akan direalisasikan.Menurut Paulus, seluruh persyaratan administratif yang diminta pemerintah telah dipenuhi sejak lama. Mulai dari dokumen kepemilikan tanah, proses verifikasi, hingga disposisi internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika telah dilalui tanpa kendala berarti.“Kami sudah mengikuti semua prosedur yang diminta. Berkas lengkap, proses sudah jalan, bahkan sudah ada disposisi. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian pembayaran,” ujar Paulus saat ditemui wartawan.Ia menuturkan bahwa penantian tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan pemilik tanah. Tanah, menurutnya, memiliki nilai sosial dan historis yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Mimika.Upaya komunikasi dengan pihak pemerintah daerah pun, kata Paulus, telah dilakukan berulang kali. Namun jawaban yang diterima masih sebatas janji dan penjelasan normatif tanpa kejelasan waktu pembayaran.“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hak kami dipenuhi sesuai kesepakatan dan nilai tanah yang sudah ditentukan. Ini soal keadilan,” tegasnya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran ganti rugi tersebut. Belum diketahui apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kendala anggaran, administrasi, atau faktor lainnya.Kondisi ini menimbulkan perhatian di tengah masyarakat, terutama karena pembangunan fasilitas publik seharusnya berjalan seiring dengan pemenuhan hak-hak warga yang lahannya digunakan negara. Transparansi dan kepastian hukum menjadi tuntutan yang terus disuarakan.Sejumlah warga menilai, keterlambatan pembayaran ganti rugi berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah jika tidak segera diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya tata kelola pengadaan tanah yang adil dan berkeadilan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki karakteristik sosial dan adat yang kuat dalam penguasaan tanah.Para pemilik tanah berharap, memasuki tahun anggaran berikutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika dapat segera merealisasikan pembayaran ganti rugi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya dan demi menjaga kepercayaan publik. Penulis: HendrikEditor: GF 30 Des 2025, 13:58 WIT
Serangan Bersenjata Diklaim TPNPB di Yahukimo, Anggota Brimob Tertembak dan Kendaraan Dibakar Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Papua, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo mengklaim telah melakukan serangan terhadap aparat Brimob. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa malam, 29 Desember 2025.Dalam klaim yang disampaikan melalui siaran pers kepada Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, disebutkan bahwa serangan tersebut mengakibatkan satu anggota Brimob mengalami luka tembak. Selain itu, satu unit mobil milik Brimob juga dilaporkan dibakar dalam insiden tersebut.Komandan Operasi TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan di bawah komandonya dan diklaim sebagai bagian dari perjuangan yang mereka jalankan. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam rilis yang beredar ke sejumlah media.Selain kendaraan dinas, TPNPB juga mengklaim telah membakar satu unit rumah Brimob yang diketahui dihuni oleh anggota Brimob. Aksi tersebut disebut terjadi dalam rangkaian serangan yang sama pada malam kejadian.Anggota Brimob yang tertembak dilaporkan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai kondisi terakhir korban, termasuk kepastian apakah korban selamat atau meninggal dunia.Juru Bicara Komnas TPNPB, Sebby Sambom, dalam keterangan terpisah, menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi yang terus dilakukan oleh TPNPB. Klaim tersebut kembali menegaskan posisi kelompok bersenjata itu dalam konflik yang berlangsung di Papua.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan gangguan keamanan.Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun aparat keamanan terkait klaim serangan tersebut. Papua News Online masih berupaya menghimpun informasi lanjutan guna memperoleh konfirmasi dan gambaran utuh mengenai situasi di lapangan.Penulis: Hendrik Editor: GF   30 Des 2025, 13:52 WIT
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan. Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api, 45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan. “Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya.  Penulis: Hendrik Editor: GF 30 Des 2025, 04:24 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT