Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Pemkab Boven Digoel Arahkan Bantuan Alsintan untuk Perkuat Pertanian Orang Asli Papua
Papuanewsonline.com, Boven Digoel – Pemerintah Kabupaten
Boven Digoel menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari
Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendorong peningkatan
produktivitas sektor pertanian di wilayah Papua Selatan.Dalam sambutannya, Edoardus Kaize, S.S. menegaskan bahwa
bantuan alsintan yang disalurkan saat ini tidak disertai intervensi, namun
mulai tahun mendatang pemerintah daerah akan memprioritaskan bantuan tersebut
khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).“Ke depan, kita akan fokus pada peningkatan produksi
pertanian di daerah, dan bantuan alsintan ini akan diprioritaskan untuk OAP,”
kata Edoardus Kaize, S.S. dalam sambutannya di Kabupaten Boven Digoel, Papua
Selatan, Selasa (30/12/2025).Ia juga mengingatkan agar alat dan mesin pertanian yang
diberikan tidak disewakan maupun diperjualbelikan, karena bantuan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, bukan untuk
kepentingan komersial pribadi.Selain itu, Edoardus Kaize mendorong Pemerintah Daerah
Kabupaten Boven Digoel agar mengusulkan anggaran perawatan, perbaikan, serta
pengadaan suku cadang alsintan kepada Kementerian Pertanian, sehingga alat yang
diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.Sementara itu, Bupati Boven Digoel Roni Omba menekankan
pentingnya peran Dinas Pertanian dalam menyiapkan data yang akurat, valid, dan
terintegrasi, agar pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian ke depan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.“Program bantuan tidak hanya tersedia di sektor pertanian,
tetapi juga mencakup peternakan, perikanan, perkebunan, serta sektor lainnya.
Kita harus memanfaatkan peluang ini secara optimal,” kata Roni Omba.Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas
dukungan dan perhatian dari anggota DPR RI dan DPD RI sebagai perwakilan Papua
Selatan yang terus mendorong pembangunan daerah.Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dapat meningkatkan koordinasi
lintas sektor, meninggalkan ego sektoral, serta bekerja sama secara solid demi
percejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan daerah. Penulis: HendrikEditor: GF
30 Des 2025, 23:18 WIT
Kapolda Papua Sambut Atlet Polri Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol.
Patrige R. Renwarin secara khusus menerima kunjungan dua personel terbaik Polda
Papua yang berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games 2025 di
Thailand.Pertemuan berlangsung penuh kebanggaan di ruang kerja
Kapolda Papua pada Senin, 29 Desember 2025, sebagai bentuk apresiasi pimpinan
terhadap prestasi personel di tingkat internasional.“Kedua anak kita ini telah membanggakan institusi, Papua,
dan bangsa,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin dalam pertemuan
tersebut.Dua personel berprestasi tersebut adalah Briptu Holypaul S.
N. Soumilena dari Biro SDM Polda Papua yang berhasil meraih medali emas pada
cabang olahraga futsal, serta Bripda Julius Rizhard Lorenzho Kriztofel
Rumaropen dari Bidang Humas Polda Papua yang membawa pulang medali perak dan
perunggu pada cabang hockey.Kapolda Papua menilai pencapaian ini sebagai bukti bahwa
personel Polri tidak hanya unggul dalam tugas pengamanan dan pelayanan
masyarakat, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di arena olahraga
internasional.Ia berharap keberhasilan kedua atlet Polri tersebut dapat
menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi generasi muda Papua untuk terus
berdisiplin, berprestasi, dan berani bermimpi besar.Briptu Holypaul menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak
terlepas dari dukungan pimpinan Polda Papua yang memberikan izin serta
fasilitas latihan selama persiapan menghadapi ajang SEA Games.“Terima kasih atas doa dan dukungan — saya akan terus
mengharumkan nama Polri,” kata Briptu Holypaul.Sementara itu, Bripda Julius menyampaikan bahwa kedisiplinan
yang diterapkan dalam institusi Polri menjadi modal penting dalam membangun
mental bertanding di arena internasional.“Kedisiplinan ini yang membuat saya kuat di lapangan,”
pungkas Bripda Julius. Penulis: JidEditor: GF
30 Des 2025, 15:48 WIT
Ikhsan Lani, Atlet Mma Papua, Jadi Relawan Bantu Korban Bencana Aceh Selama Libur
Papuanewsonline.com, Aceh – Atlet MMA One Pride Indonesia
asal Papua, Ikhsan Lani, memanfaatkan masa libur latihan dan pertandingan
dengan terjun langsung sebagai relawan kemanusiaan untuk membantu korban
bencana alam di Aceh.Ikhsan bergabung bersama para relawan lainnya dan terlibat
aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari persiapan logistik hingga
pembersihan lokasi terdampak banjir.“Saya merasa harus berbuat apa saja untuk saudara-saudara
yang menderita. Liburan ini lebih bermakna digunakan untuk membantu,” ujar
Ikhsan, Selasa (30/12/25).Sebelumnya, Ikhsan sempat menjadi sorotan publik setelah
mendedikasikan kemenangan di ajang One Pride untuk masyarakat Palestina, yang
membuat namanya dikenal luas di media sosial.Petarung berjuluk Black Ranger ini dikenal sebagai atlet
agresif di atas oktagon dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan di
kelas bantam.Aksi kemanusiaan Ikhsan kembali menarik perhatian publik
setelah beredar video di akun Instagram @masjidnurulashri yang memperlihatkan
dirinya terlibat langsung membersihkan lumpur banjir dan mengangkut puing-puing
bangunan di Aceh.Dalam keterangan video tersebut tertulis, “Bukan sorotan,
bukan panggung, hanya niat baik dan kepedulian,” yang menggambarkan
kesederhanaan aksi relawan yang dilakukan Ikhsan bersama atlet MMA lainnya,
termasuk dari Malaysia.Unggahan tersebut menuai simpati warganet dan mendapat
respons positif dari sejumlah atlet nasional, salah satunya Billy Pasulatan
yang menuliskan komentar dukungan kepada Ikhsan.Menanggapi perhatian publik tersebut, Ikhsan menyampaikan
harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban
masyarakat terdampak bencana di Aceh. Penulis: JidEditor: GF
30 Des 2025, 15:41 WIT
Syukuran Akhir Tahun Tanpa Kembang Api, Mimika Pilih Pelepasan Lampion dan Doa Lintas Iman
Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika
memastikan pelaksanaan acara syukuran lepas sambut Tahun Baru 2026 digelar
secara sederhana namun bermakna melalui doa bersama lintas agama dan hiburan
rakyat. Kegiatan ini akan berlangsung pada malam penutupan tahun 2025 hingga
dini hari tahun baru 2026 di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Rabu (31/12) malam
hingga Kamis (1/1) dini hari.Acara tersebut melibatkan Forkopimda serta seluruh elemen
masyarakat sebagai wujud kebersamaan dalam menyambut pergantian tahun.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk hadir dan merayakan malam tahun
baru dalam suasana aman, tertib, dan penuh rasa syukur.Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 22.00 WIT
dengan sejumlah agenda, di antaranya hiburan musik live, doa bersama lima
agama, pembagian doorprize, serta penyediaan kuliner gratis bagi masyarakat
yang hadir. Momentum pergantian tahun akan ditandai dengan pelepasan lampion
dan tiupan trompet sebagai simbol memasuki tahun baru 2026.Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa konsep acara
tahun ini tidak berorientasi pada kemeriahan semata, melainkan lebih menekankan
pada refleksi dan ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui
bersama.Sebagai bentuk empati dan solidaritas, Pemerintah Kabupaten
Mimika memutuskan untuk membatalkan rencana pesta kembang api. Keputusan ini
diambil sebagai respons atas musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah
di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.Awalnya, kegiatan perayaan akhir tahun direncanakan
berlangsung di beberapa titik. Namun, sesuai dengan edaran dan pertimbangan
situasi nasional, seluruh rangkaian acara dipusatkan di Graha Eme Neme Yauware
agar lebih terkendali dan khidmat.Bupati Mimika juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan
Republik Indonesia dijadwalkan berada di Timika pada malam pergantian tahun.
Meski demikian, agenda perayaan Menhan RI bersifat internal dan dilaksanakan
bersama unsur TNI dan Polri.Pemerintah daerah berharap pelaksanaan syukuran ini dapat
menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Mimika untuk mengawali tahun 2026
dengan doa, harapan, serta semangat persatuan. Penulis: JidEditor: GF
30 Des 2025, 15:01 WIT
Program Penerbangan Natal Freeport, 90 Ton Bahan Makanan Dikirim ke Lembah Terpencil
Papuanewsonline.com, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI)
kembali menggelar program Community Christmas Flights dengan mengerahkan
helikopter untuk mengangkut sebanyak 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal
bagi warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, dataran tinggi
Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Program ini menjadi agenda rutin perusahaan
sejak 2015 untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.Kegiatan ini bertujuan memudahkan warga memenuhi kebutuhan
perayaan Natal dan Tahun Baru tanpa harus menghadapi keterbatasan akses
transportasi. Dari total muatan yang diangkut, sebanyak 8,4 ton merupakan
bantuan langsung dari PTFI, sementara seluruh barang telah melalui pemeriksaan
keamanan menggunakan X-Ray sebelum diterbangkan.Pelaksanaan penerbangan berlangsung selama periode 7 hingga
23 Desember 2025 dengan total 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin
Timika menuju sejumlah titik penurunan di wilayah pegunungan. Setiap
penerbangan menempuh waktu sekitar satu jam pulang-pergi, menyesuaikan kondisi
cuaca dan medan.Untuk efisiensi distribusi, helikopter menggunakan metode
sling load, yakni kargo digantung di bagian bawah helikopter. Metode ini
dinilai efektif karena memungkinkan barang diturunkan langsung di lokasi
terdekat dengan permukiman warga tanpa harus dijemput jauh dari kampung.Wilayah yang terlayani dalam program ini mencakup tujuh
kampung di Lembah Aroanop, delapan kampung di Lembah Tsinga, dan 12 kampung di
Lembah Jila. Di kawasan tersebut tidak tersedia akses kendaraan bermotor,
sehingga seluruh aktivitas mobilitas hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki
atau tenaga pikul.Setelah barang tiba di titik penurunan, warga masih harus
membawa logistik ke kampung masing-masing dengan berjalan kaki selama dua
hingga empat jam melalui jalur pegunungan dan menyeberangi sungai. Kondisi
geografis ini menjadi tantangan utama distribusi logistik di wilayah dataran
tinggi Mimika.Selain penerbangan kargo, PTFI juga memberikan dukungan
angkutan darat bagi warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak
pada 15 hingga 24 Desember 2025. Dukungan tersebut mencakup 36 perjalanan bus
yang mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton barang kebutuhan masyarakat.Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas
warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga
kelancaran distribusi logistik serta mempererat hubungan dengan masyarakat
sekitar wilayah operasional.
Penulis: JidEditor: GF
30 Des 2025, 14:56 WIT
Anomali Cuaca Akhir Tahun, Timika Alami Suhu Panas Ekstrem Meski Intensitas Hujan Tinggi
Papuanewsonline.com, Mimika — Warga Kota Timika, Kabupaten
Mimika, Papua Tengah, dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak biasa menjelang
akhir tahun 2025. Di tengah tingginya intensitas hujan, suhu udara justru
terasa panas ekstrem, menciptakan kondisi gerah yang berbeda dari karakter
musim penghujan pada umumnya.Berbeda dengan sejumlah wilayah lain yang mengalami
penurunan suhu saat hujan meningkat, Timika justru menunjukkan pola sebaliknya.
Hujan tidak turun merata sepanjang hari, melainkan terkonsentrasi pada waktu
tertentu, sehingga panas masih mendominasi sejak pagi hingga siang hari.“Kita harus waspada dengan perubahan cuaca ini agar tidak
terkena masalah kesehatan,” ujar Forecaster BMKG Mimika, Sony Hartono, saat
ditemui di Kantor BMKG Mimika, Selasa (30/12/25).Berdasarkan catatan BMKG Mimika, suhu rata-rata udara selama
Desember 2025 berada di kisaran 27 derajat Celsius. Namun demikian, pada siang
hari suhu dapat meningkat signifikan dan mencapai 33 hingga 35 derajat Celsius,
terutama saat cuaca cerah sebelum hujan turun.Sony menjelaskan bahwa hujan pada bulan Desember didominasi
oleh pembentukan awan-awan besar yang muncul pada sore hari. Awan tersebut
bergerak dari arah utara menuju wilayah Kota Timika hingga kawasan Pomako di
bagian selatan.“Pagi cerah, siang panas terik, dan hujan baru turun sore
hari,” katanya.BMKG juga memprediksi hujan lebat yang disertai petir akan
rutin terjadi pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIT dengan durasi
sekitar satu hingga dua jam. Dalam kondisi tertentu, apabila awan terbentuk
secara masif, hujan ringan berpotensi berlangsung hingga tengah malam.Memasuki Januari 2026, pola cuaca di wilayah Mimika
diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. Perbedaan utama yang
diprediksi adalah adanya peningkatan kecepatan angin yang berkisar antara 3
hingga 5 knot dibandingkan bulan sebelumnya.Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Mimika masih
tergolong normal. Tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada kisaran 0,5
hingga 1,25 meter dan dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran skala lokal.BMKG Mimika mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan
aktivitas harian dengan pola cuaca yang terjadi serta secara rutin memantau
informasi dan peringatan cuaca terbaru guna mengantisipasi dampak kesehatan
maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.
Penulis: JidEditor: GF
30 Des 2025, 14:50 WIT
Disposisi Sudah Terbit, Warga Mimika Masih Menanti Kepastian Ganti Rugi Tanah dari Pemkab
Papuanewsonline.com, Mimika — Sejumlah warga di Kabupaten
Mimika hingga akhir tahun 2025 masih menunggu kepastian pembayaran ganti rugi
tanah yang telah digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika untuk kepentingan
pembangunan fasilitas publik. Penantian panjang tersebut memunculkan keresahan,
terutama karena proses administrasi disebut telah berjalan dan bahkan telah
memperoleh disposisi dari pimpinan daerah.Tanah-tanah milik warga tersebut diketahui telah
dimanfaatkan pemerintah untuk berbagai kepentingan, mulai dari perkantoran
distrik hingga fasilitas pendidikan dan perpustakaan. Namun hingga kini, hak
pemilik tanah berupa pembayaran ganti rugi belum sepenuhnya direalisasikan oleh
pemerintah daerah.Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga nama warga
yang tanahnya telah mendapatkan disposisi dari Bupati Mimika. Mereka adalah
Paulus Pinimet atas penggunaan tanah untuk Kantor Distrik Kuala Kencana,
Theodurus Boyau atas tanah yang digunakan untuk Persekolahan SMP Negeri 8
Wania, serta Ice Naiwapa atas lahan yang dipakai untuk pembangunan Perpustakaan
Timika Indah.Salah satu pemilik tanah, Paulus Pinimet, mengungkapkan
bahwa sesuai informasi yang diterimanya, pembayaran ganti rugi seharusnya
dilakukan pada 25 November 2025. Namun hingga memasuki penghujung Desember,
belum ada kejelasan kapan pembayaran tersebut akan direalisasikan.Menurut Paulus, seluruh persyaratan administratif yang
diminta pemerintah telah dipenuhi sejak lama. Mulai dari dokumen kepemilikan
tanah, proses verifikasi, hingga disposisi internal di lingkungan Pemerintah
Kabupaten Mimika telah dilalui tanpa kendala berarti.“Kami sudah mengikuti semua prosedur yang diminta. Berkas
lengkap, proses sudah jalan, bahkan sudah ada disposisi. Tapi sampai sekarang
belum ada kepastian pembayaran,” ujar Paulus saat ditemui wartawan.Ia menuturkan bahwa penantian tersebut bukan hanya soal
materi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hak masyarakat adat dan
pemilik tanah. Tanah, menurutnya, memiliki nilai sosial dan historis yang tidak
bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Mimika.Upaya komunikasi dengan pihak pemerintah daerah pun, kata
Paulus, telah dilakukan berulang kali. Namun jawaban yang diterima masih
sebatas janji dan penjelasan normatif tanpa kejelasan waktu pembayaran.“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin hak kami
dipenuhi sesuai kesepakatan dan nilai tanah yang sudah ditentukan. Ini soal
keadilan,” tegasnya.Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Mimika
belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pembayaran ganti rugi
tersebut. Belum diketahui apakah keterlambatan ini disebabkan oleh kendala
anggaran, administrasi, atau faktor lainnya.Kondisi ini menimbulkan perhatian di tengah masyarakat,
terutama karena pembangunan fasilitas publik seharusnya berjalan seiring dengan
pemenuhan hak-hak warga yang lahannya digunakan negara. Transparansi dan
kepastian hukum menjadi tuntutan yang terus disuarakan.Sejumlah warga menilai, keterlambatan pembayaran ganti rugi
berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah jika
tidak segera diselesaikan secara terbuka dan bertanggung jawab.Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya tata kelola
pengadaan tanah yang adil dan berkeadilan, khususnya di wilayah Papua yang
memiliki karakteristik sosial dan adat yang kuat dalam penguasaan tanah.Para pemilik tanah berharap, memasuki tahun anggaran
berikutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika dapat segera merealisasikan pembayaran
ganti rugi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya dan
demi menjaga kepercayaan publik. Penulis: HendrikEditor: GF
30 Des 2025, 13:58 WIT
Serangan Bersenjata Diklaim TPNPB di Yahukimo, Anggota Brimob Tertembak dan Kendaraan Dibakar
Papuanewsonline.com, Yahukimo — Situasi keamanan di
Kabupaten Yahukimo, Papua, kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional
Papua Barat (TPNPB) Komando Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo mengklaim telah
melakukan serangan terhadap aparat Brimob. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi
pada Selasa malam, 29 Desember 2025.Dalam klaim yang disampaikan melalui siaran pers kepada
Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, disebutkan bahwa serangan tersebut
mengakibatkan satu anggota Brimob mengalami luka tembak. Selain itu, satu unit
mobil milik Brimob juga dilaporkan dibakar dalam insiden tersebut.Komandan Operasi TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XVI
Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan
oleh pasukan di bawah komandonya dan diklaim sebagai bagian dari perjuangan
yang mereka jalankan. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam rilis
yang beredar ke sejumlah media.Selain kendaraan dinas, TPNPB juga mengklaim telah membakar
satu unit rumah Brimob yang diketahui dihuni oleh anggota Brimob. Aksi tersebut
disebut terjadi dalam rangkaian serangan yang sama pada malam kejadian.Anggota Brimob yang tertembak dilaporkan telah dievakuasi ke
fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga berita ini
diturunkan, belum terdapat informasi resmi mengenai kondisi terakhir korban,
termasuk kepastian apakah korban selamat atau meninggal dunia.Juru Bicara Komnas TPNPB, Sebby Sambom, dalam keterangan
terpisah, menyebutkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian
aksi yang terus dilakukan oleh TPNPB. Klaim tersebut kembali menegaskan posisi
kelompok bersenjata itu dalam konflik yang berlangsung di Papua.Insiden ini menambah daftar panjang konflik bersenjata
antara TPNPB dan aparat keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya
Yahukimo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan gangguan
keamanan.Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak
kepolisian maupun aparat keamanan terkait klaim serangan tersebut. Papua News
Online masih berupaya menghimpun informasi lanjutan guna memperoleh konfirmasi
dan gambaran utuh mengenai situasi di lapangan.Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Des 2025, 13:52 WIT
Operasi Damai Cartenz Sepanjang 2025 Tekan KKB, Puluhan Anggota Diamankan dan Basis Dihancurkan
Papuanewsonline.com, Papua – Satuan Tugas Operasi Damai
Cartenz mencatat capaian signifikan dalam upaya penegakan hukum dan pemulihan
keamanan di Papua sepanjang tahun 2025. Melalui serangkaian operasi gabungan
bersama TNI dan Polri, aparat berhasil menekan aktivitas Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) yang selama ini meresahkan masyarakat.Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf
Sutejo, menyampaikan bahwa sebanyak 45 anggota KKB berhasil diamankan dalam
berbagai operasi yang dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah rawan.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata
rantai kekerasan bersenjata di Tanah Papua.Dari jumlah tersebut, 15 anggota KKB dilaporkan tewas karena
melakukan perlawanan bersenjata saat hendak ditangkap oleh aparat. Sementara
itu, 20 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses
hukum sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan sisanya masih dalam pengembangan
dan pendalaman penyelidikan.Selain penangkapan personel, Satgas Operasi Damai Cartenz
juga berhasil menyita berbagai barang bukti strategis yang selama ini digunakan
KKB untuk melancarkan aksi teror. Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi
kapasitas tempur dan daya ancam kelompok bersenjata tersebut.Barang bukti yang diamankan meliputi 29 pucuk senjata api,
45 buah magasin, dua unit bahan peledak, serta 4.194 butir amunisi. Aparat juga
menyita berbagai senjata tajam, termasuk panah, yang kerap digunakan dalam
konflik bersenjata di wilayah pedalaman.Tidak hanya menyasar personel dan persenjataan, operasi
penegakan hukum ini juga menargetkan basis logistik KKB. Sepanjang 2025, aparat
berhasil membumihanguskan 14 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik
strategis, sebagai langkah memutus jalur suplai dan tempat persembunyian
kelompok tersebut.Penghancuran markas dinilai berdampak signifikan dalam
mempersempit ruang gerak KKB dan melemahkan konsolidasi internal mereka. Aparat
berharap tekanan berkelanjutan ini mampu menciptakan efek jera serta menurunkan
intensitas gangguan keamanan di Papua.Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa operasi akan terus
dilanjutkan secara terukur dan profesional demi menjaga stabilitas keamanan.
“Kami akan terus melakukan operasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di
Papua, serta melindungi warga sipil dari ancaman KKB,” tegasnya. Penulis: Hendrik
Editor: GF
30 Des 2025, 04:24 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru