logo-website
Senin, 24 Agu 2026,  WIT

Wang Yi Temui Luhut, Tekan Kerja Sama Investasi dan Lingkungan Usaha yang Saling Menguntungkan

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026).

Papuanewsonline.com - 23 Agu 2026, 08:56 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta — Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). 

Pertemuan ini berlangsung selaras dengan rangkaian kunjungan kerja Wang Yi ke Indonesia guna menghadiri Dialog Strategis Komprehensif serta Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 Menlu dan Menhan kedua negara. 

Pembahasan berfokus pada peningkatan iklim investasi perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia serta perluasan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.

Wang Yi menyampaikan harapan agar Pemerintah Indonesia senantiasa menyediakan lingkungan usaha yang aman, stabil, dan bersahabat bagi pelaku usaha Tiongkok. 

“Tiongkok dengan tulus membantu Indonesia mempercepat pembangunan serta mendorong perusahaan-perusahaan kami berinvestasi di sini, guna mengubah kekayaan sumber daya menjadi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. 

Ia menegaskan bahwa kedua negara adalah mitra strategis yang dapat dipercaya, saling melengkapi, dan bersama-sama mewakili suara negara-negara Selatan yang sedang bangkit.

Luhut menyambut baik niat tersebut dan menegaskan bahwa hubungan kedua negara dibangun di atas dasar saling menghormati dan kepercayaan yang mendalam. 

“Kerja sama yang telah terjalin nyata memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. 

Selain bidang energi dan sumber daya alam, Indonesia juga membuka peluang kerja sama baru di sektor energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga riset biodiversitas dan teknologi kesehatan.

Luhut menegaskan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada rencana semata, melainkan harus melahirkan hasil konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan meningkatkan taraf hidup rakyat. 

DEN bersama lembaga terkait Tiongkok juga menyusun peta jalan kerja sama jangka panjang, mencakup proyek kereta api cepat, pengembangan energi hijau di Kalimantan Utara, hingga program pengentasan kemiskinan. 

“Tiongkok memiliki modal dan teknologi, Indonesia memiliki sumber daya dan pasar besar. Jika digabung atas dasar kepercayaan, kemakmuran bersama pasti tercapai,” tegasnya.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE