Dr. Socratez Yoman Tegaskan Posisi: Dukung Pemulihan Kemerdekaan Papua Barat 1 Desember 1961
Tokoh Gereja dan tokoh masyarakat Papua Barat, Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan pernyataan sikapnya secara terbuka sebagai gembala dan guru bangsa.
Papuanewsonline.com - 23 Agu 2026, 10:13 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jayapura — Tokoh Gereja dan tokoh masyarakat Papua Barat, Dr. A.G. Socratez Yoman, menyampaikan pernyataan sikapnya secara terbuka sebagai gembala dan guru bangsa. Dalam pandangannya, Organisasi Papua Merdeka (OPM) melahirkan ULMWP, dan ULMWP selanjutnya melahirkan gagasan Negara Hijau atau Green State serta Pemerintahan Sementara Papua Barat.
Langkah yang dipimpin oleh Benny Wenda dengan mendeklarasikan Pemerintahan Sementara pada 1 Desember 2020 di Oxford, Inggris, dinilai sebagai kemajuan yang membuka mata dunia internasional terhadap hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat sejak 1 Desember 1961.
Pernyataan ini didasari sejumlah landasan sejarah dan keputusan rakyat yang telah berulang kali disampaikan dalam berbagai musyawarah besar. (22/8/26)
Termasuk di antaranya pengakuan keberadaan alat kelengkapan negara Papua Barat pada 1961, kehendak pemulihan status semula dari perwakilan rakyat pada tahun 1999, hingga keputusan-keputusan Musyawarah Besar dan Kongres Rakyat Papua Barat yang menegaskan kemerdekaan Papua Barat sejak 1 Desember 1961.
Berbagai keputusan itu menurut beliau menjadi dasar yang kuat dan tak dapat dipisahkan dari perjuangan rakyat Papua Barat.
Dr. Yoman menegaskan dukungannya kepada Pemerintahan Sementara ULMWP, visi Negara Hijau, serta upaya diplomasi yang sedang diperjuangkan.
Ia juga menyatakan dukungannya kepada berbagai kelompok perjuangan di dalam maupun luar negeri, dan berharap seluruh elemen bersatu dalam rumah bersama ULMWP.
Setiap pihak diharapkan saling melengkapi peran dan tugas untuk meraih kembali hak kemerdekaan yang dianeksasi secara paksa pada 19 Desember 1961 melalui Maklumat Trikora.
Ia mengingatkan pula bahwa semangat kemerdekaan itu sendiri sejatinya sejalan dengan prinsip universal yang menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
Oleh karena itu, menjaga, merawat, dan memperjuangkan pemulihan Hari Kemerdekaan Nasional 1 Desember 1961 menjadi amanat yang harus terus diperjuangkan dengan penuh kesabaran, keteguhan hati, dan kebijaksanaan di tengah dinamika yang terus berkembang.
Penulis: Jid
Editor: OF