Kogabwilhan III Terbangkan Dua Helikopter, Salurkan Bantuan Pangan bagi Ratusan Pengungsi Jila
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan bagi sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila, Papua Tengah.
Papuanewsonline.com - 23 Agu 2026, 10:04 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan bagi sekitar 500 warga dari sembilan kampung di Distrik Jila, Papua Tengah.
Bantuan ini dikirim menyusul kondisi sulit yang melanda masyarakat pasca serangan dan penculikan warga sipil yang dilakukan kelompok bersenjata beberapa hari sebelumnya.
Dua helikopter TNI Angkatan Udara diterbangkan menuju Distrik Jila dan Kampung Bunaraugin, Kabupaten Mimika, yang menjadi titik utama pengungsian warga.
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, secara langsung memeriksa kesiapan bahan makanan sebelum dikirimkan.
Ia menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan pangan, melainkan wujud nyata kehadiran negara agar masyarakat tidak merasa sendirian di tengah kesulitan.
“Bahan makanan ini terlihat sederhana, namun bagi mereka yang sedang kekurangan, inilah yang paling dibutuhkan. Kepedulian kita, sekecil apa pun, akan memberi harapan dan semangat bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Letjen Lucky.
Sesampainya di lokasi, bantuan langsung disambut warga yang telah menunggu sejak pagi.
Sebagian bahan makanan disimpan sebagai cadangan di posko pengungsian yang berada dalam pengamanan personel Satgas TNI.
Letjen Lucky juga memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia atas misi kemanusiaan sekaligus upaya terus-menerus mencari dan membebaskan warga yang masih diculik.
Ia menegaskan tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan penculikan anak-anak maupun warga sipil tak berdosa.
Tokoh adat dan tokoh agama bersama TNI pun terus menyerukan kepada kelompok bersenjata agar segera melepaskan seluruh warga yang masih ditahan.
Semua pihak sepakat bahwa keselamatan warga sipil harus diutamakan di atas segalanya, dan jalan damai adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di tanah Jila.
Penulis: Jid
Editor: OF