logo-website
Senin, 17 Agu 2026,  WIT

Gema Papua 2026: Kreativitas Anak Muda Ubah Budaya Jadi Peluang Ekonomi

Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih penuh sesak, Rabu (12/8/2026).

Papuanewsonline.com - 16 Agu 2026, 23:03 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Jayapura – Halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih penuh sesak, Rabu (12/8/2026). Bertepatan dengan Hari Pemuda Internasional, ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan “Gema Papua: Film, Budaya & Kreativitas” garapan komunitas Imaji Papua.

Lebih dari sekadar pesta seni, kegiatan ini menjadi ruang temu para pelaku ekonomi kreatif Papua. Dari panggung musik, stan kuliner, hingga galeri foto, semua ditampilkan untuk menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi penggerak ekonomi.

Busana Noken Tampil Modern di Panggung Mode

Salah satu daya tarik utama adalah peragaan busana. Lima desainer muda Papua menampilkan karya berbasis noken: Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir.

Benang noken hasil rajutan tangan mama-mama Papua diolah dengan siluet modern.  

“Ini bukan cuma soal fashion. Kami ingin jaga warisan budaya sekaligus buka peluang ekonomi untuk mama-mama di kampung,” kata Agusta Bunai, desainer asal Wamena.

Film dan Foto Angkat Cerita Orang Papua

Di layar tancap, film dokumenter “Tong Masih Disini” karya Yulika Anastasia diputar. Film itu mengisahkan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang hidupnya terhubung lewat komoditas lokal: kopi, pinang, dan sagu.

Cerita sederhana itu ingin menegaskan: kekuatan Papua ada pada ketekunan masyarakatnya.

Di sisi lain, 240 karya foto dari 34 fotografer se-Papua dipamerkan. Kurator Yosin Kogoya berharap pengunjung tidak hanya melihat estetikanya.  

“Di balik setiap bingkai ada kehidupan. Ada perjuangan orang Papua yang ingin kami perkenalkan lebih luas,” ujar Yosin.

Pemerintah: Ini Modal Pembangunan Daerah

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Taman Budaya Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.

Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee menilai ruang kreatif seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua. Sementara Staf Ahli Pemkot Jayapura Stem Meraudje menyebut kreativitas anak muda adalah aset besar.

“Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah tantangan, semangat membangun daerah tidak boleh padam,” tegas Stem.

Ketua Imaji Papua Yulika Anastasia menekankan pentingnya kolaborasi.  

“Kalau mau ekonomi kreatif Papua bertumbuh, kita harus bergandengan tangan. Saling mendukung, saling mengangkat,” katanya.

Dengan semangat itu, “Gema Papua” diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kreator Papua yang berdaya, dan mampu membawa nama Papua ke panggung nasional maupun internasional.

Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE