Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
Buka Pembekalan Bagi Anggota dan PNS Polri, Wakapolda Maluku: Siapkan Diri Jelang Purna Tugas
Papuanewsonline.com, Ambon - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Samudi, S.Ik., M.Si, meminta para anggota dan PNS Polri agar dapat mempersiapkan diri menjelang purna tugas.Demikian disampaikan Wakapolda saat membuka kegiatan pembekalan dan pelatihan ketrampilan bagi anggota dan PNS Polri Polda Maluku di Manise Hotel, Kota Ambon, Senin (23/9/2024).Kegiatan ini turut dihadiri Karo SDM, Karo Logistik, Direktur Pam Obvit, Direktur Binmas, Kabid TIK, dan Kabid Humas Polda Maluku. Hadir pula Kepala PT Asabri Ambon, Kepala BTPN wilayah Indonesia Timur, dan pejabat lainnya serta 59 peserta pembekalan dan pelatihan keterampilan.Dengan mengusung tema “Siap Pensiun Bahagia" (Sehat Ikhlas Aktifitasnya Bermanfaat dan Produktif), Wakapolda menyampaikan pelatihan ketrampilan dengan jenis pelatihan keterampilan disesuaikan dengan pertimbangan karakteristik perekonomian kewilayahan. Di antaranya bidang perikanan dan peternakan. "Harapannya dapat memberikan kontribusi dalam berwirausaha. Pelatihan akan diikuti sebanyak 59 personal jajaran Polda Maluku yang memiliki NRP 71 yang belum pernah mengikuti kegiatan pelatihan," katanya.Dengan adanya batasan usia maksimum dalam kedinasan, purna tugas akan dijalani oleh setiap personil Polri di mana pun berada. Ini karena merupakan akhir dari masa pengabdian kedinasan di lingkungan Polri, sekaligus sebagai awal dari episode kehidupan baru dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Para personel yang akan masuk pensiun diharapkan dapat memahami berbagai langkah persiapan, perlu dilakukan dengan baik dan matang, dan tidak ada hal yang perlu ditakutkan atau dikhawatirkan. "Hindari terjadinya gejala pos power syndrome atau depresi akibat merasa kehilangan status sosial, kehilangan kepercayaan diri, dan berkurangnya sebagian pendapatan finansial," jelasnya.Sebelum mengakhiri sambutan Wakapolda menyampaikan beberapa pedoman kepada seluruh peserta. Yaitu persiapkan diri sebaik baiknya, terutama menjaga kesehatan dalam menghadapi masa purna tugas. "Bekali diri saudara dengan kompetensi dan integritas yang handal sesuai dengan bidang yang akan saudara tekuni," katanya.Manfaatkan dengan maksimal kegiatan pembekalan dan latihan keterampilan purna tugas dengan seksama dan penuh semangat, sehingga materi yang diberikan oleh para narasumber atau instruktur, dapat memberi nilai tambah serta dapat diaplikasikan dengan baik."Kembangkan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara optimal, agar dapat memberikan manfaat yang baik untuk diri pribadi maupun keluarga serta masyarakat sekitar dengan menghasilkan karya maupun produk yang berkualitas serta dapat membuka lapangan kerja," harapnya. PNO-12
23 Sep 2024, 20:20 WIT
Diklat Integrasi Bintara TNI-Polri 2024 Resmi Ditutup
Papuanewsonline.com, Jakarta - Bertempat di Lapangan Candradimuka Puslatdiksarmil Kodiklatal Juanda Sidoarjo sekitar pukul 13:00 WIB dilaksanakan upacara penutupan Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI – Polri tahun anggaran 2024 hari Sabtu (21/09/2024).Komandan Puslatdiksarmil Kodiklatal Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian didampingi Peneliti Utama STIK Kombes Pol Tedy S., memimpin Upacara Penutupan Diklat Integrasi . Diklat Integasi Kampus Kebangsaan resmi ditutup dengan ditandai pelepasan tanda siswa Diklat Integrasi Kampus Kebangsaan TNI-Polri TA. 2024.Dalam amanat Komandan Kodiklatal Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah yang dibacakan Kolonel Laut (P) Irwan S.P. Siagian menyampaikan bahwa pentingnya Diklat Integrasi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan di antara Siswa TNI-Polri.Di tempat terpisah, Karo Bindiklat Lemdiklat Polri Brigjen Pol Susilo Teguh Raharjo juga menyatakan bahwa pelaksanaan Diklat Integrasi ini sesuai dengan arah Presiden Joko Widodo. “Amanah bapak Presiden bahwa untuk sinergi TNI dan Polri sudah ditindaklanjuti oleh bapak Panglima dengan Kapolri bahwa tahun 2020 itu kita sudah punya nota kesepahaman dimana Pendidikan yang dilaksanakan antara TNI-Polri yang tadinya itu hanya pada tingkat manajerial itu pada perwira menengah pertama menengah sampai dengan tinggi sekarang dalam rangka membentuk hubungan emosional serta sinergitas supaya lebih erat kita mulai dari pendidikan pada tingkat bintara,” ujar Brigjen Pol Teguh.Brigjen Pol Teguh menambahkan Diklat Integrasi TNI Polri sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali untuk tingkat tamtama dan bintara. Selain untuk lebih mengakrabkan Bintara TNI dan Polri, kegiatan ini juga bertujuan menyatukan visi bahwa ke depan TNI–Polri memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga keutuhan NKRI. “Alhamdulillah mereka sampai saat ini evaluasi kami masih berkomunikasi mereka dalam Pendidikan sudah kita bentuk semacam keluarga asuh sehingga dengan bantuan media komunikasi mereka menyimpan nomor handphone dan di manapun berada mereka akan tetap berhubungan, “sambung Brigjen Pol Teguh. Diklat Integrasi Bintara Polri tahun 2024 diikuti 230 peserta. Mereka terdiri dari 75 siswa Bintara Polri, 40 siswi Bintara Polri, 25 siswa Bintara TNI AL, 20 siswi Bintara TNI AL, 50 siswa Bintara TNI AU dan terakhir 20 siswi Bintara TNI AU. Pelaksanaan Diklat Integrasi TNI-Polri digelar di Sepolwan Lemdiklat Polri Jakarta, SPN Mojokerto Jawa Timur, Komplek Skadron Pendidikan Lanud Adi Soemarmo di Jawa Tengah, dan Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran di Jawa Timur. PNO-12
22 Sep 2024, 19:04 WIT
Warhana Nandyu Tak Menyangka Diterima Menjadi Siswa Bintara Disabilitas Polri
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kata orang rejeki tidak pernah tertukar. Inilah pengalaman yang dialami Warhana Nandyu, siswa penyandang disabilitas Bintara Polri asal Polda Kalimantan Timur. Warhana yang memiliki keterbatasan fisik pada tangan kanan adalah salah seorang anggota grup Whatsapp komunitas penyandang disabilitas. Ia mengaku jarang melihat grup sampai suatu hari ia membuka grup tersebut dan mendapati informasi yang membuka jalan mewujudkan cita-citanya. “Grup itu nyaris ga pernah saya buka. Tapi tahun lalu saya tiba-tiba aja saya iseng buka dan baca. Ternyata ada informasi tentang penerimaan siswa Bintara Polri jalur rekpro untuk penyandang disabilitas dengan kompetensi tertentu. Langsung saya urus semua dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran,” ujar Warhana. Menjadi seorang Polisi adalah cita-cita kecil Warhana sejak kecil. Ia juga ingin meneruskan cita-cita sang ayah yang pernah mendaftar menjadi Polisi namun gagal saat mengikuti seleksi. Dukungan untuk menjadi Polisi juga datang dari orangtua dan kakek neneknya. Namun, Ia sempat mengira kesempatan mendaftar Polisi sudah tertutup menyadari keterbatasan fisiknya. “Alhamdulillah tahun ini bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberikan kesempatan kepada kami penyandang disabilitas bisa mendaftar dan mengikuti Pendidikan seperti orang dengan kondisi fisik normal lainnya. Saya sangat senang sekali,” imbuh Warhana. Meskipun memiliki keterbatasan fisik pada tangan kanan yang tidak sempurna, Warhana memiliki kemampuan dalam merancang piranti lunak dan _web programming_ yang ia dapat dan pelajari sejak duduk di bangku SMK. Kemampuan ini adalah salah satu modal kuat Warhana lolos menjadi siswa Bintara Polisi. “Waktu Covid-19 saya berdua dengan teman saya merancang aplikasi yang bisa mengetahui pergerakan orang terdampak Covid-19. Aplikasi ini sangat berguna untuk mengurangi potensi penyebaran virus Corona,” Imbuh Warhana.Kini Warhana bersama dengan 295 siswa Bintara Polri asal Polda Kaltim menjalani Pendidikan di SPN Polda Metro Jaya bersama teman-teman barunya dari Jabodetabek. “Saya menjalani Pendidikan sama seperti dengan teman-teman lain. Pola Pendidikan dan pembinaan di SPN telah mendukung penyandang disabilitas seperti saya agar bisa menyerap semua materi yang diberikan. Saya merasa sama seperti mereka. Saya sangat bangga bisa berlatih dan belajar dengan teman-teman di sini. Saya berharap bisa menjadi Polisi yang professional dan bisa menyumbangkan skill saya untuk institusi Polri,” harap Warhana. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Eka Prastama menyambut gembira inisiatif Polri membuka kesempatan kepada penyandang disabilitas menjadi Polisi. Peluang ini memberi kepercayaan diri kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk bisa bekerja di institusi Polri. Ia berharap sosialisasi terus digencarkan agar semakin menjangkau Masyarakat lebih luas.“Ini satu komitmen lembaga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas bekerja di institusi Polri. Yang kedua juga ini bagus untuk melawan stigma diskriminasi bahwa yang selama ini kayaknya susah ini kerja di Polri ternyata terbuka. Ini salah satu hal yang sangat kami apresiasi ya,” ujar Eka. Lebih lanjut Eka berharap Polri terus menyosialisasikan rekrutmen untuk penyandang disabilitas agar bisa lebih menjangkau anak-anak muda penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan kualitas. PNO-12
22 Sep 2024, 16:28 WIT
Miliki Gelar Sarjana Psikologi, Siswi Disabilitas Sekolah Polwan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Siswi disabilitas Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Nur Fatia Azzahra, memiliki latar belakang akademik yang cemerlang. Penyandang tunadaksa asal Bangka Belitung (Babel) ini merupakan sarjana psikologi yang menyelesaikan kuliahnya dengan predikat nilai cumlaude.“(IPK-nya) 3,56, saya kuliah 3 tahun 8 bulan di UII Jogja Fakultas Psikologi,” kata Fatia kepada wartawan, Jumat (20/9/2024).Fatia menoreh prestasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia memapatkan saat kelas 1 meraih ranking 2, kemudian kelas 2 dan 3 meraih peringkat 1.“SMA kelas 1 ranking 2, SMA kelas 2 dan 3 peringkat 1,” ujar dia.Fatia menuturkan motivasinya berprestasi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kaum disabilitas. Fatia hendak membuktikan penyandang disabilitas juga bisa dan memiliki kemampuan setara dengan orang pada umumnya.“Saya ingin membuktikan bahwa kekurangan itu tidak menghalangi, bahwa yang berkebutuhan khusus itu juga bisa,” tegas perempuan 22 tahun ini.Fatia menambahkan, dia juga ingin merubah pola pikir penyandang disabilitas lainnya, agar tak menjadikan kondisi berkebutuhan khusus sebagai alasan untuk menyerah. Semua orang, imbuh Fatia, memiliki peluang yang sama dalam mengembangkan kemampuan diri hingga mandiri.“Saya mau mengubah mindset teman-teman disabilitas. Saya ingin menjadi inspirasi semua orang, khususnya penyandang disabilitas bahwa tidak ada yang membedakan kita. Yang ada hanya ‘mau atau tidak’ untuk hidup maju,” ungkap Fatia.Fatia mengatakan usai menuntaskan S1, dia berencana melanjutkan ke jenjang pascasarjana atau S2. Namun sosialisasi penerimaan anggota Polri dari jalur disabilitas seketika mengubah rencananya. Fatia menilai kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah harapan untuk mencapai cita-citanya yang sempat terkubur.“Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya seperti ini, tidak mungkin diterima. Suatu hari saat saya scroll IG, lihat ada pengumuman masuk polisi jalur disabilitas, lalu saya buka web Penerimaan Polri. Saya kemudian baca satu persatu aturannya,” cerita Fatia.Dia lalu menyampaikan kabar tersebut kepada ayah dan ibunya. Kedua orang tua Fatia pun antusias dan mendukung Fatia mengikuti proses seleksi Bintara Polri jalur disabilitas.“Ayah dan ibu sangat berharap (saya menjadi polwan), karena waktu saya daftar itu mereka sangat mendukung saya menjadi polwan. Dan ayah bolak-balik mengantarkan saya selama masa pendaftaran dan tes,” lanjut Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12
20 Sep 2024, 19:44 WIT
Wakapolda Papua dan PJU Ikuti Sidang Penetapan Kelulusan Seleksi Sespimti dan Sespimmen 2024
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, mengikuti Sidang Penetapan Kelulusan Tingkat Pusat Seleksi Sespimti, PPRA Lemhannas RI, PKN Tingkat I, dan Sespimmen TA. 2024 yang digelar pada Rabu (18/9). Acara ini berlangsung di Aula Cenderawasih, Polda Papua Lama, dan diikuti melalui zoom meeting yang dipimpin oleh Karo Dalpers SSDM Polri, Brigjen Pol. Drs. Sudarsono, S.H., M.Hum.Dalam sidang tersebut, Brigjen Pol Sudarsono menekankan pentingnya sidang ini dalam menentukan kelanjutan pendidikan dan pembinaan karier di lingkungan Polri. “Proses ini tidak hanya menilai kompetensi akademis dan kepemimpinan yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmen kita dalam menjaga integritas dan objektivitas untuk masa depan Polri yang lebih baik," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keputusan kelulusan diambil melalui evaluasi yang cermat dan mendalam, dengan harapan mereka yang lulus dapat mengemban tanggung jawab lebih besar ke depannya.Wakapolda Papua, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, dalam kesempatannya mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang dinyatakan lulus seleksi. “Saya ucapkan selamat kepada kalian yang telah lulus. Ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi selama proses seleksi. Semoga semangat belajar dan kontribusi kalian tetap terjaga, karena tanggung jawab yang lebih besar menanti di masa mendatang," ungkapnyaBrigjen Pol Faizal juga memberikan motivasi kepada mereka yang belum lulus dalam seleksi kali ini. Ia mengingatkan bahwa tidak lulus bukan berarti gagal, melainkan kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. "Setiap tantangan adalah bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Saya yakin dengan kerja keras dan tekad, kalian juga akan mencapai keberhasilan yang sama di kesempatan mendatang,” tambahnya.Di akhir penyampaiannya, Wakapolda mengapresiasi seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara ini. Sidang penetapan ini merupakan bagian penting dari perjalanan karier personel Polri, di mana kualitas kepemimpinan dan integritas menjadi fokus utama. PNO-12
19 Sep 2024, 18:57 WIT
Tunadaksa Fatia Nur Azzahra Dibully Saat Kecil Kini Jadi Calon Polwan
Papuanewsonline.com, Jaksel - Siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) RI, Nur Fatia Azzahra (22), merupakan seorang tunadaksa. Dia dan satu siswa Sepolwan bernama Novita Fajrin dinyatakan lolos dan memenuhi syarat mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri jalur disabilitas Tahun Anggaran 2024.Fatia menceritakan dirinya difabel sejak lahir. Perundungan dan nasihat orang tua, lanjut Fatia, adalah dua hal yang membentuk mentalnya sehingga kuat."Waktu SD saya pernah mengalami bullying dikarenakan saya tidak bisa olahraga voli, bully-an verbal. Saya Cuma bisa nangis dan kasih tahu orang tua kalau saya itu kenapa di-bully sama teman," cerita Fatia kepada wartawan di Sepolwan RI, Ciputat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (19/2024)."Ayah dan ibu bilang kalau saya itu istimewa, tidak boleh minder dan malu, dan harus membuktikan kalau bisa," sambung dia.Fatia menyampaikan sang ayah kerap mengajaknya ke luar rumah untuk sekadar bermain, hingga mengajarkan soal kemandirian. Ayah Fatia kerap mendorong Fatia untuk berani merantau."Dan alhamdulillah selalu dilatih ayah di depan rumah seperti diajak bermain bulu tangkis, diajak main voli. Meskipun tidak hebat, tapi akhirnya saya bisa mainnya. Ayah selalu memberikan gambaran terkait perantauan. Ayah bilang, 'Merantau akan membuat kamu lebih berkembang'," jelas Fatia sambilFatia mengungkapkan sang ayah pernah mengajaknya dari Bangka merantau ke Jambi. Fatia menyebut ajaran ayah membuat dirinya menemukan banyak hal untuk mandiri dan hidup setara meski kondisi fisiknya disabilitas."Sejak SMA saya pernah ikut ayah kuliah S2 di Jambi, Unja. Ayah memberikan gambaran soal kehidupan di perantauan. Alhamdulillahnya sampai saat ini saya merasa banyak hal yang membuat saya mandiri selama merantau," terang Fatia.Perempuan asli Bangka Belitung (Babel) ini menjelaskan didikan orang tua menjadikan membentuk dirinya menjadi perempuan yang bertekad kuat. Contoh, meski Fatia disabilitas namun dia bersekolah di umum."Saya difabel dari lahir. Saya disekolahkan di sekolah reguler. Saya di SD Islam terpadu, dan SMP-SMA di negeri. Saya kuliah merantau ke Jogja, di UII Fakultas Psikologi," ucap Fatia.Fatia lulus dengan nilai sangat memuaskan yakni cumlaude. "(IPK-nya) 3,56, kuliah 3 tahun 8 bulan," lanjut Fatia.Ia mengaku sangat gembira saat tahu Polri membuka penerimaan anggota dari jalur disabilitas. Sulung dari dua bersaudara ini lalu menyampaikan ke orang tuanya soal keinginan menjadi polwan."Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya tidak mungkin diterima. Saya cari tahu sendiri (soal penerimaan jalur disabilitas) di IG (Instagram). Awalnya orang-orang yang kenal saya tidak sangka saya mau jadi polisi, karena yang orang-orang tahu saya mau ambil S2," cerita Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12
19 Sep 2024, 13:54 WIT
Polda Papua Pastikan Transparansi Dalam Uji Kesamaptaan Jasmani Seleksi Bintara Polisi
Papuanewsonline.com, Jayapura – Polda Papua menggelar Uji Kesamaptaan Jasmani sebagai bagian dari seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Tahun Anggaran 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Rastrasamara, Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Papua, Rabu (18/9).Dalam kegiatan ini, AKBP Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., selaku Wakil Ketua Tim Kegiatan Jasmani (Wakatim TKJ), menyampaikan bahwa uji kesamaptaan jasmani merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi.“Kami menyelenggarakan uji kesamaptaan jasmani ini sebagai bagian dari seleksi SBP. Ini adalah langkah awal bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan fisik mereka sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ungkap AKBP Adi.Uji kesamaptaan jasmani ini meliputi beberapa bagian penting, yaitu lari selama 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run. Tes ini dirancang untuk mengukur ketahanan fisik dan kesiapan jasmani para peserta dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang sebagai Bintara Polisi.“Setiap tahapan dalam uji kesamaptaan ini telah diatur secara transparan. Hasil dari setiap tes dapat langsung dilihat oleh para peserta, sehingga mereka bisa mengevaluasi kemampuan diri dan melihat bagaimana hasil kerja keras mereka selama ini,” tambah AKBP Adi, menekankan komitmen panitia terhadap keterbukaan dan transparansi dalam proses seleksi.Transparansi yang diterapkan dalam pengumuman hasil uji kesamaptaan ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk terus berupaya memberikan yang terbaik. Dengan penilaian yang terbuka, setiap peserta dapat mengetahui hasil secara langsung tanpa menunggu waktu lama.“Ini adalah kesempatan bagi para peserta untuk memperlihatkan kemampuan terbaik mereka. Kami di sini untuk memastikan setiap orang mendapatkan peluang yang sama, dengan proses yang adil dan transparan,” tutupnya.Proses seleksi ini merupakan tahap penting bagi para Tamtama yang berharap bisa naik pangkat ke tingkat Bintara dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Bintara Polisi, sebagai bagian dari pengembangan karir di institusi Polri. PNO-12
19 Sep 2024, 08:59 WIT
Peduli Kebutuhan Anak Sekolah, Satgas Yonif 323 Buaya Putih Bagikan Tas Sekolah dan Alat Tulis
Papuanewsonline.com, Puncak - Ksatria Buaya Putih TK Kotis Satgas Mobile Yonif 323 Buaya Putih membagikan tas sekolah dan Alat Tulis untuk anak-anak Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (17/09/2024).Pasiter Satgas Letda Chk Dani mengatakan, “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap warga Kampung Kago khususnya anak- anak sekolah di Distrik Ilaga, kita persilahkan anak-anak datang ke Titik Kuat (TK) untuk memilih tas sekolah dan alat tulis yang tersedia sesuai yang mereka butuhkan”.“Sebagian besar orang tua anak-anak ini tinggal di Kampung Kago yang mana merupakan kampung binaan TK Kotis, dengan mata pencahariannya yang hanya mengandalkan berkebun, hasilnya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari terkadang Kurang, sehingga untuk kebutuhan sandang masih membutuhkan banyak uluran tangan dari pihak lain”, pungkasnya.Sementara itu adik Marthen (12) mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dari abang-abang TNI Satgas Yonif 323“Terima kasih atas kepedulian abang-abang TNI dengan kami, bantuan tas dan alat tulis yang abang berikan sangat membantu dan bermanfaat bagi kami,” ujarnya. PNO-12
18 Sep 2024, 21:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru