Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pendidikan
Homepage
“Guru Harus Lebih dari Sekadar Pintar!” Disdik Mimika Tegaskan Evaluasi Total Profesionalitas Guru
Papuanewsonline.com, Timika — Kasus
dugaan ujaran rasisme di SMP Kalam Kudus Timika terus bergulir dan kini
mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas Pendidikan
(Disdik) Mimika menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
profesionalitas guru dan pola pendidikan di sekolah tersebut, menyusul protes
keras para orang tua murid yang menilai insiden itu bukan kejadian pertama. Kepala Dinas Pendidikan Mimika,
Jeni Ohestin Usmani, menegaskan bahwa langkah evaluasi ini bukan sekadar reaksi
spontan atas peristiwa viral, melainkan upaya sistematis untuk mengidentifikasi
akar masalah — apakah berasal dari sistem pendidikan yang lemah atau guru yang
tidak memenuhi standar profesionalitas. “Kita akan evaluasi bersama,
apakah yang salah itu pola pendidikannya atau gurunya yang tidak memenuhi
syarat profesional sebagai guru,” tegas Jeni Usmani saat diwawancarai awak
media usai menghadiri aksi penolakan rasisme di halaman Sekolah Kalam Kudus,
Senin (13/10/2025). Dalam keterangannya, Jeni
menekankan bahwa seorang guru tidak boleh hanya diukur dari kecerdasan
akademiknya semata. Tugas utama seorang pendidik, katanya, adalah membentuk
karakter, sikap, dan empati sosial peserta didik, bukan hanya sekadar
mengajarkan rumus dan teori. “Guru bukan hanya dituntut
pintar, tapi juga berkarakter dan mampu menanamkan nilai kemanusiaan serta
menghargai keberagaman,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi refleksi
penting bagi seluruh lembaga pendidikan di Mimika. Menurut Jeni, banyak sekolah
yang masih menitikberatkan pada prestasi akademik tanpa memberi ruang cukup
bagi pembentukan kepribadian dan etika sosial siswa — padahal hal itu adalah
pondasi utama menciptakan masyarakat yang beradab dan toleran. Kepala Disdik Mimika juga
menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak masyarakat dan yayasan dalam
mendirikan serta mengelola sekolah, sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Namun, ia mengingatkan bahwa karena mayoritas siswa di Sekolah Kalam Kudus
berasal dari masyarakat Mimika, maka pemerintah memiliki kewajiban moral dan
hukum untuk melindungi hak-hak mereka sebagai peserta didik. “Meski para guru di Kalam Kudus
direkrut oleh pihak yayasan, pemerintah tetap berkewajiban melakukan evaluasi,”
tegasnya. Disdik Mimika juga menerima
laporan dari sejumlah orang tua yang menyebutkan bahwa praktik rasisme di
lingkungan sekolah itu sudah terjadi berulang kali. Hal ini memperkuat alasan
bagi pemerintah untuk turun langsung dan melakukan penilaian objektif terhadap
mutu pengajaran dan perilaku tenaga pendidik di sekolah tersebut. Jeni Usmani menegaskan, setelah
proses evaluasi selesai, Disdik tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas
kepada pihak yang terbukti lalai — baik itu guru kelas, tenaga pendidik, maupun
siswa pelaku tindakan rasis. Ia juga mengimbau agar semua
kepala sekolah dan guru di Mimika menjadikan kasus ini sebagai pelajaran
penting dalam membangun budaya sekolah yang toleran dan humanis. “Kejadian di Kalam Kudus harus
menjadi pengingat bagi semua sekolah. Kita sama-sama tidak mengharapkan hal
seperti ini terjadi lagi,” ujarnya dengan nada tegas. Sebagai langkah pencegahan,
Disdik Mimika akan mendorong program edukasi anti-bullying dan pelatihan guru
tentang pendidikan karakter berbasis keberagaman, agar sekolah dapat
benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang suku,
ras, atau latar belakang sosial. Kasus Kalam Kudus telah membuka
mata banyak pihak bahwa pendidikan bukan sekadar urusan nilai dan ijazah,
tetapi tentang membentuk manusia yang menghargai sesama. Evaluasi yang
dilakukan Disdik Mimika diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus ini, tetapi
juga menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih berempati,
setara, dan berkeadilan sosial. “Kami ingin sekolah di Mimika
bukan hanya mencetak anak pintar, tapi anak yang berkarakter dan menghormati
keberagaman,” tutup Jeni Usmani. Penulis: Jid Editor: GF
14 Okt 2025, 03:11 WIT
Kunjungi SMA Kristen YKPM, Polresta Ambon Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Papuanewsonline.com, Ambon – Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melaksanakan kegiatan sambang serta sosialisasi di SMA Kristen YKPM Kota Ambon, Senin (13/10/2025).Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini dipimpin oleh Kabag Log Polresta Ambon, Kompol Jandry F. Alfons, didampingi Kabag SDM AKP Richard W. Hahury, Kasat Binmas AKP Djafar Lessy, Kasat Tahti Iptu D.E. Sapulette, Kasi Humas Polresta Ambon, dan Kanit Bhabinkamtibmas Iptu Kartini Pelu.Dalam kesempatan tersebut, para personel memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya menjaga disiplin dan etika di lingkungan sekolah.“Pelajar harus menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter. Hindari pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan, serta jadilah pelopor keamanan dan ketertiban di sekolah,” pesan Kompol Jandry F. Alfons dalam arahannya di hadapan ratusan siswa.Selain memberikan penyuluhan kamtibmas, personel Polresta Ambon juga menyampaikan informasi mengenai tata cara pendaftaran menjadi anggota Polri, termasuk persyaratan administrasi dan tahapan seleksi yang berlangsung secara transparan dan objektif.Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama saat membahas peluang menjadi anggota Polri serta tips mempersiapkan diri sejak dini.Tak hanya itu, sosialisasi juga mencakup pengenalan layanan darurat Kepolisian “Call Center 110”, yang dapat digunakan masyarakat dan pelajar untuk melaporkan kejadian atau potensi gangguan keamanan secara cepat dan gratis.Pihak sekolah memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga situasi kondusif di lingkungan pendidikan.“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan pembinaan dari Polresta Ambon. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujar perwakilan pihak sekolah.Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat, dan berakhir dengan tertib pada pukul 09.40 WIT. Melalui kegiatan ini, Polresta Ambon berharap terbangun sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif. PNO-12
13 Okt 2025, 19:47 WIT
Polisi Sahabat Anak, Aksi Lantas Bersama TK Kemala Bhayangkari Masohi
Papuanewsonline.com, Masohi - Kepolisian Resor Maluku Tengah melalui Satuan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak bersama TK Kemala Bhayangkari 06 Masohi.Kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas ini berlangsung di depan Pos Lalu Lintas, Bundaran Kota Masohi, Selasa, 7 Oktober 2025.Dalam kegiatan itu, Polisi Sahabat Anak (PSA) memberikan materi 12 Gerakan tentang Pengaturan Lalu Lintas.Kapolres Maluku Tengah melalui Kasat Lantas, IPTU Yakub S. Tuasa, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan PSA juga bertujuan untuk membudayakan contoh tertib berlalu lintas, upaya edukasi tertib lalu lintas untuk generasi muda sejak usia dini.Selain praktek secara langsung juga diberikan edukasi terkait simulasi 12 gerakan pengaturan lalu lintas."Kami berharap pemahaman tentang pentingnya keselamatan dalam berlalulintas dapat dipahami anak-anak sejak dini," harapnya. PNO-12
09 Okt 2025, 07:33 WIT
Kunjungan Delegasi Kepolisian Prancis Perkuat Kerja Sama dan Motivasi Calon Bintara Polwan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Kepolisian Prancis pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini merupakan wujud nyata dari penguatan kemitraan strategis bilateral kedua negara, yang baru-baru ini ditingkatkan melalui kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia dan kunjungan balasan Presiden Prabowo.Delegasi Prancis yang hadir terdiri atas Senior Superintendent Guillaume Calas (Head of Bilateral Cooperation), Commissaire David Sobaga (Head of Asia, America and Eastern Europe), Olivier Chassot, dan Syarah. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Sekolah Polisi Wanita, Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H., beserta jajaran.Sinergi Strategis dan Peninjauan FasilitasKunjungan ini selaras dengan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk perluasan pertukaran antara lembaga pendidikan kadet. Dalam kunjungannya, delegasi diajak meninjau secara langsung fasilitas pendidikan Sepolwan, seperti ruang kelas, ruang makan, dan sarana latihan. Perhatian khusus diberikan pada ruang tematik yang kreatif dan interaktif, di mana mereka mendapatkan penjelasan mengenai metode pembelajaran tematik yang mengintegrasikan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan empati.Interaksi dan Motivasi dengan 660 Siswa Bintara PolwanDelegasi Kepolisian Prancis juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan 660 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara Polwan Angkatan ke-58 Tahun Ajaran 2025. Dalam sesi tanya jawab, mereka berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para calon Bintara Polwan yang merupakan putri-putri terpilih dari seluruh Indonesia. Para siswa yang sedang menjalani pendidikan selama lima bulan dan dijadwalkan dilantik pada 24 Desember 2025 ini mendapat perspektif internasional yang berharga. Interaksi semacam ini merupakan bagian dari upaya membentuk Polisi Wanita Indonesia yang berkelas dunia, humanis, berintegritas, dan berwawasan global.Komitmen untuk Masa DepanKepala Sekolah Polisi Wanita, Kombes Pol. Dr. Melda Yanny, S.I.K., M.H., dalam pernyataannya menegaskan, “Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari sinergi yang berkelanjutan. Kehadiran delegasi Kepolisian Prancis hari ini memberikan energi dan perspektif baru bagi para siswa. Mereka dapat melihat langsung bahwa profesi polisi wanita diakui dan dihargai secara global. Ini memperkuat semangat kami untuk terus mencetak Polwan Indonesia yang tidak hanya profesional di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat dunia, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan integritas.”Kunjungan delegasi Kepolisian Prancis ini merefleksikan peningkatan kemitraan keamanan Indonesia-Prancis. Melalui pertukaran seperti ini, Sepolwan Lemdiklat Polri terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam memperkuat kapasitas Polri secara keseluruhan, mempersiapkan personel yang unggul dan mampu menjawab tantangan kepolisian di masa depan. PNO-12
08 Okt 2025, 21:07 WIT
Kunjungi Ambon, Menkomdigi Kenalkan Sekolah Garuda Sebagai Transformasi Digital Pendidikan
Papuanewsonline.com, Ambon – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri Siwalima Ambon, Maluku, Rabu (8/10/2025), dalam rangka memulai pengenalan Sekolah Garuda, sebuah inisiatif nasional untuk meningkatkan literasi digital dan menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era transformasi teknologi.Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Irwasda Polda Maluku Kombes Pol. Marthin Luther Hutagaol, S.I.K., M.M dan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., sebagai bentuk dukungan institusi kepolisian terhadap penguatan pendidikan berbasis teknologi di wilayah Maluku.Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencetak lebih banyak generasi muda unggul yang mampu bersaing secara global.“Ini sesuai harapan Bapak Presiden, agar kita melahirkan lebih banyak siswa-siswi berprestasi yang mampu menembus universitas-universitas terbaik dunia. Sekolah Garuda menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan di tanah air,” ujar Meutya Hafid di hadapan siswa dan tenaga pendidik SMAN Siwalima.Ia menegaskan, seluruh siswa Indonesia, termasuk dari wilayah timur seperti Maluku, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan akses terhadap teknologi mutakhir.Program Sekolah Garuda difokuskan pada penguatan kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), peningkatan fasilitas pembelajaran, dan pembentukan karakter kuat untuk mencetak talenta digital unggul yang siap mendukung pembangunan Indonesia di era teknologi.“Fokusnya pada sains dan teknologi agar muncul talenta-talenta digital yang akan menjadi penggerak transformasi digital nasional,” tambah Menkomdigi.SMAN Siwalima Ambon menjadi salah satu dari 12 Sekolah Garuda Transformasi yang diperkenalkan serentak di 16 titik seluruh Indonesia.Sekolah ini akan menjalani penguatan kurikulum pra-universitas, berbasis asrama, dengan fasilitas modern yang memadukan nilai-nilai budaya lokal Maluku dan pembelajaran berorientasi global.Sekolah Garuda sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu :1. Sekolah Garuda Transformasi, yaitu sekolah yang sudah ada dan ditingkatkan kualitasnya.2. Sekolah Garuda Baru, yang dibangun dari awal dengan kurikulum dan fasilitas modern.Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan membina 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru di seluruh Indonesia.Kehadiran Irwasda dan Kabid Humas Polda Maluku dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan dan literasi digital generasi muda.Melalui sinergi lintas sektor, Polda Maluku berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan inovatif di wilayah kepulauan Maluku.Sekolah Garuda dirancang untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul, memutus rantai kemiskinan, dan mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 80 persen siswa akan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah, sementara 20 persen lainnya merupakan peserta berbayar. PNO-12
08 Okt 2025, 20:07 WIT
KKB Bakar SMP Negeri Kiwirok, Satgas Ops Damai Cartenz Amankan Desa Sekitar
Papuanewsonline.com, Pegubin - Aksi kejahatan bersenjata kembali terjadi di wilayah Papua. Pada Selasa pagi (7/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIT, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.Melalui pantauan, terdeteksi sekitar 16 orang tak dikenal tengah melakukan pembakaran fasilitas pendidikan tersebut. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan segera bergerak menuju lokasi, namun para pelaku telah melarikan diri ke arah Desa Delpem.Untuk mencegah aksi lanjutan, tim kemudian melakukan pengamanan di Desa Mangoldolki yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian, guna mengantisipasi pembakaran terhadap SD Negeri Kiwirok.Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos, S.I.K., M.H. mengecam keras aksi pembakaran tersebut.“Serangan terhadap sekolah adalah tindakan keji yang menargetkan masa depan anak-anak Papua. Ini bukan hanya kejahatan terhadap negara, tetapi juga terhadap kemanusiaan. Kami akan terus memburu para pelaku dan memastikan wilayah Kiwirok tetap aman,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.Bangunan SMP Negeri Kiwirok ini bukan pertama kali menjadi sasaran KKB. Pada tahun 2021, sekolah yang sama juga pernah dibakar oleh kelompok tersebut. Sejak saat itu, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke SMP Negeri 1 Oksibil di Kota Oksibil.Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi.“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika melihat pergerakan mencurigakan. Aparat keamanan selalu hadir untuk melindungi dan menjamin keselamatan warga,” ujar Kombes Pol. Adarma Sinaga.Aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan ini kembali menunjukkan upaya KKB menebar ketakutan di tengah masyarakat. Namun demikian, Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum di Tanah Papua. PNO-12
08 Okt 2025, 12:52 WIT
Polresta Ambon Sosialisasi Kamtibmas dan Call Center 110 di Sekolah
Papuanewsonline.com, Ambon - Aparat Kepolisian Resor Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melaksanakan kegiatan sosialisasi kamtibmas dan call center 110 sebagai sarana pengaduan cepat untuk penanganan gangguan kamtibmas, termasuk di lingkungan sekolah seperti tawuran pelajar.Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas, AKP. Djafar Lessy, didampingi Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet S. Luhukay, kali ini berlangsung di SMA Xaverius dan SMA PGRI Ambon, Jumat (3/10/2025).Sosialisasi kamtibmas dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta memperkuat komunikasi antara pihak sekolah dengan kepolisian.Kedatangan aparat Polresta Ambon disambut antusias oleh masing-masing kepala sekolah dan dewan guru. Kepada pihak sekolah, tim sosialisasi Polresta Ambon menyampaikan pesan kamtibmas. Pihak sekolah diminta untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap para siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Polresta Ambon juga memperkenalkan Call Center 110 sebagai sarana cepat masyarakat maupun sekolah untuk melaporkan apabila terjadi potensi gangguan kamtibmas, termasuk indikasi tawuran pelajar.“Komunikasi antara pihak sekolah dengan kepolisian sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik antar siswa. Melalui Call Center 110, kami siap menerima laporan kapan saja, agar bisa segera dilakukan tindakan cepat sebelum situasi berkembang menjadi keributan besar,” kata Kasat Binmas Polresta Ambon, AKP. Djafar Lessy.Selain memberikan sosialisasi, kegiatan yang dilakukan juga dimaksudkan untuk membangun sinergi dan kerja sama berkelanjutan antara aparat kepolisian dengan pihak sekolah. "Kami berharap pihak sekolah tidak ragu menjalin komunikasi dengan kepolisian bila terjadi permasalahan, sehingga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan dapat terus terjaga," harapnya. PNO-12
05 Okt 2025, 14:42 WIT
Melalui Call senter 110 & 112, Polsek Sirimau Gerak Cepat Bubarkan Tawuran Pelajar di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Gerak cepat aparat kepolisian kembali ditunjukkan oleh Polsek Sirimau bersama stakeholder terkait dalam merespons aksi tawuran antar pelajar SMA di kawasan Jalan Yan Paays, PGRI Ambon, pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 14.35 WIT. Aksi tidak terpuji yang melibatkan siswa dua sekolah itu berhasil dibubarkan setelah aparat menerima laporan melalui Call Center 110 dan 112.Kapolsek Sirimau, Iptu Azhari Lallo, memimpin langsung patroli rutin guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Personel gabungan dari PRC Polresta Ambon dan Polsek Sirimau segera turun ke lokasi dan mengendalikan situasi.Selain membubarkan aksi tawuran, patroli dilanjutkan dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan D.I. Pandjaitan, Jalan Raya Pattimura, Jalan A. Yani, Jalan Yan Paays, hingga Jalan Sultan Hairun. Aparat juga menyambangi SMA Xaverius dan SMA PGRI sebagai langkah preventif.Dalam kunjungan ke sekolah, Kapolsek Sirimau bersama Satpol PP Kota Ambon yang dipimpin oleh Fahri R. Pellu, bertemu dengan Kepala SMA Xaverius, Ina Gerar Dina Elsoin, dan Kepala SMA PGRI, Laurens Makatipu. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.“Kami sangat berharap kerja sama dari pihak sekolah untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Bila ada potensi tawuran, segera informasikan melalui Call Center 110, 112, atau nomor kontak Polsek Sirimau agar dapat kami tindak lanjuti dengan langkah pencegahan,” ujar Kapolsek.Iptu Azhari Lallo menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang terlibat tawuran. Jika diperlukan, sekolah juga dapat memberikan sanksi tegas sesuai kebijakan yang berlaku.Patroli yang dilakukan sepanjang wilayah hukum Polsek Sirimau berlangsung aman dan kondusif. Aparat juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat di sekitar sekolah untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang damai.Sebagai tambahan, Kapolsek mengingatkan adanya imbauan dari Pemerintah Kota Ambon terkait penanganan tawuran pelajar.“Ada imbauan wali kota, apabila siswa terlibat tawuran dan tidak bisa dibina, maka yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya. PNO-12
03 Okt 2025, 18:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru