Papuanewsonline.com
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Jelang Pemilu, Polda Maluku: Beri Himbauan Bagi Masyarakat Kota Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Menjelang Pemilu 2024, Kepolisian Daerah Maluku melalui Satgas Preemtif Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku, terus menemui masyarakat mengajak untuk menjaga kamtibmas yang kondusif di kota Ambon.Hari ini Senin (22/1/2024), sejumlah wilayah di Ambon dikunjungi aparat Polda Maluku. diantaranya kantor negeri Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon, dan dua pangkalan ojek yaitu di samping rumah sakit GPM, dan Gunung Malintang Kecamatan Sirimau.Tim Satgas Preemtif juga memberikan sosialisasi kamtibmas kepada Satpam PLN Poka, tukang ojek di pangkalan indogrosir, Jalan Pattimura dan Trikora."Selain melakukan sosialisasi secara langsung, tim satgas preemtif OMB Salawaku yang dikerahkan juga membagikan brosur berisi himbauan kamtibmas," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat.Tim satgas OMB gencar dikerahkan untuk mengajak masyarakat menjaga stabilitas keamanan, hindari penyebaran berita hoax terkait isu SARA, maupun politik identitas."Warga juga diingatkan untuk tidak saling adu domba. Berbeda pilihan hendaknya disikapi dengan bijak, karena siapapun calonnya, apapun partainya, kita tetap harus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," katanya.Tahapan Pemilu 2024 yang sedang dijalani saat ini telah sampai pada tahap kampanye. Masyarakat diminta melaksanakan kampanye secara tertib dan damai. Warga juga diminta agar dapat mematuhi aturan-aturan terkait kampanye yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara."Masyarakat juga diingatkan agar tidak terprovokasi, hindari politik identitas, politisasi agama, dan polarisasi mayarakat," jelasnya.Tak hanya itu, masyarakat yang ditemui aparat secara langsung juga diingatkan untuk tidak mengkonsumsi minuman keras (miras), karena dapat berdampak terjadinya gangguan kamtibmas."Warga diajak untuk bijak dalam bermedia sosial (hoax, hate speech, provokasi dan penyesatan masyarakat). Jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain atau perbuatan melawan atau melanggar aturan hukum," ujarnya.Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bisa menggunakan hak pilihnya yang dijamin oleh negara secara bertanggung jawab."Walaupun berbeda pilihan tetapi mari tetap hidup dengan semangat persaudaraan dalam bingkai basudara manise," pintanya. (PNO-12)
23 Jan 2024, 10:42 WIT
Polda Gelar Dialog Soroti 25 Tahun Bina Perdamaian Di Maluku
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepolisian Daerah Maluku menggelar dialog yang menyoroti tentang 25 tahun membina perdamaian di provinsi Maluku.Kegiatan yang menghadirkan empat orang narasumber ini dilaksanakan di kantor RRI, Kota Ambon, Senin (22/1/2024).Empat pemateri yang didatangkan yaitu Pdt. Prof. Jhon Ruhulessin, Guru Besar UKIM Ambon, DR. Abidin Wakano, Ketua Pusat Rekonsiliasi dan Mediasi Maluku, Pimpinan Yayasan Gasira Maluku Pdt. DR. Liz Marantika, dan Kombes Pol Drs. M Rum Ohoirat, Kabid Humas Polda Maluku.Jhon Ruhulessin menyampaikan, sejarah konflik sosial di Maluku merupakan suatu pelajaran dan pengalaman berharga bagi segenap orang Maluku khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Ia berharap konflik sosial jangan sampai terjadi lagi."Mari kita menatap masa depan yang lebih baik ke depan sebab tanpa pembelajaran itu kita akan salah arah dalam menjalani kehidupan sebagai masyarakat yang majemuk yang berbangsa dan bernegara dengan asas Pancasila dan undang-undang dasar 1945," katanya.Sebagai refleksi konflik Maluku 25 tahun lalu, Ruhulessin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat hubungan persaudaraan. "Mari kita menegaskan komitmen kebangsaan kita, komitmen kemalukuan kita untuk betul-betul menata masa depan, sebab konflik itu ternyata tidak menyelesaikan permasalah tapi malah menimbulkan permasalahan dan kekerasan baru," jelasnya.Mantan Ketua Sinode GPM ini, juga mengajak masyarakat untuk terus belajar membangun Maluku ke depan, baik dari sisi kehidupan berbasis budaya maupun sosial."Menjelang Pemilu ini mari kita tetap menjaga hubungan persaudaraan dan silaturahmi yang baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama," ajaknya.Senada dengan Ruhulessin, Abidin Wakano juga meminta seluruh masyarakat Maluku agar cerdas dalam melihat situasi dan kondisi yang terjadi. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, isu yang dihembuskan itu hanya untuk membuat Maluku tidak aman."Konflik sosial tahun 1999 harus menjadi bahan renungan kita semua karena konflik itu dampaknya sangat luas dan besar bagi kehidupan orang Maluku," ujarnya. Wakano mengaku, konflik kemanusiaan yang melanda Maluku tersebut boleh dikatakan sebagai salah satu konflik sipil terbesar di abad ini. Konflik itu sudah banyak memakan korban jiwa dan harta benda. "Mari kita banyak belajar bahwa konflik dan kekerasan membuat kita ambruk dan kita perlu belajar banyak dari konflik di tahun 1999 lalu," pintanya.Di sisi lain, Dosen IAIN Ambon ini menepis prediksi banyak orang bahwa pemulihan keamanan pasca konflik membutuhkan waktu 20 sampai 50 tahun, baru Maluku bisa kembali normal."Prediksi banyak orang pemulihan kondisi keamanan pasca kerusuhan membutuhkan waktu 20 sampai 50 tahun baru kembali normal, namun faktanya hari ini di luar prediksi di mana hanya dalam waktu beberapa tahun saja kita punya success story yang luar biasa, dan ini menjadi sebuah catatan dan cerita yang baik untuk semua orang," jelasnya.Maluku sejatinya, kata dia, harus menjadi laboratorium untuk orang belajar tentang bagaimana mewujudkan perdamaian dalam waktu cepat. Kendati begitu, memang ada satu atau dua hal yang perlu dibenahi bersama. "Secara umum Maluku kembali pulih dari konflik sosial dengan waktu yang sangat cepat sehingga pantas menjadi laboratorium perdamaian di Indonesia bahkan di dunia," ungkapnya.Wakano meminta seluruh masyarakat Maluku agar dapat menjaga hubungan silaturahmi dan toleransi yang sudah terjalin dengan baik. "Saya sangat mengharapkan adanya ketahanan dari masyarakat Maluku khususnya di tahun politik ini sehingga jangan sampai terbawa dengan polarisasi politik identitas dan sebagainya, sebab tujuan dari kita berdemokrasi itu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga saya bersama beberapa rekan saya kami para tokoh agama dan tokoh adat para latupati akan selalu menjadi alarm pengingat untuk Maluku yang aman dan damai," ucapnya.Mewakili kaum perempuan dan anak, Ketua Gasira Maluku, Lis Marantika mengaku, konflik sosial yang terjadi 25 tahun silam selain telah merenggut jiwa laki-laki, juga sudah merampas kebahagiaan perempuan dan anak-anak di Maluku."Para perempuan dan anak-anak yang mengalami konflik sosial di tahun 1999 itu rata-rata sangat terganggu psikologinya dan bahkan ada juga yang menjadi korban jiwa. Selain itu juga dampak dari konflik sosial di Maluku banyak kaum wanita yang menjadi korban seksual dan pelecehan," ungkapnya.Konflik sosial, lanjut dia, juga membatasi gerak sosial. Kaum perempuan tidak leluasa sehingga konflik sosial di Maluku harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua orang."Yang harus kita jaga dalam merawat perdamaian saat ini adalah bagaimana kita berupaya untuk menghambat seluruh faktor yang memposisikan masyarakat pada situasi yang rentan, seperti adanya ketidakadilan dalam segala hal, kemudian juga masalah kemiskinan," pintanya.Ketidakadilan dan kemiskinan, tambah Marantika, dapat membuat masyarakat mudah terpengaruh, atau dapat dijadikan alat politik dan sebagainya. "Pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa keadilan dalam segala hal itu sangat penting untuk memelihara perdamaian di bumi Maluku yang kita cintai ini," jelasnya.Kabid Humas Polda Maluku, M. Rum Ohoirat, mengatakan, konflik sosial di Maluku tidak mendatangkan manfaat, justru sebaliknya telah membawa dampak kerugian dan kehancuran bagi masyarakat sendiri."Tanggal 21 Januari 1999 lalu, tepatnya 2 hari setelah awal meletusnya kerusuhan di kota Ambon, saya yang kebetulan berdinas di Mabes Polri diberangkatkan ke Ambon. Saat tiba saya kaget melihat situasi saat itu, antara saudara saling membunuh, kerusakan di mana-mana, dan begitu kerasnya fitnah dan hoax yang beredar yang menyebabkan konflik berkepanjangan," ungkapnya.Bahkan, Ohoirat mengatakan tidak ada satu data resmi yang dirilis terkait dengan korban pada saat itu. Banyak versi terkait dengan korban kerusuhan, namun yang mungkin bisa dijadikan satu patokan yaitu data yang dirilis oleh lembaga survei Indonesia (LSI). LSI merilis kerusuhan di Maluku memakan korban 8000 sd 9000 jiwa yang meninggal, 700 ribu warga mengungsi, 29.000 bangunan rumah warga terbakar, 7.046 rumah dirusak, 102 bangunan ibadah (mesjid dan gereja) dibakar, 719 bangunan toko dirusak dan dibakar, 38 gedung pemerintah dan 4 bank hancur."Kerusuhan di Maluku ini harus menjadi pembelajaran dan perhatian kita semua, karena tatanan kehidupan sosial dan ekonomi yang terbangun sejak leluhur kita menjadi hancur berantakan. Antara basoudara saling melukai dan membunu. kita tidak lagi merasakan kehidupan yang damai dan rukun," pintanya.Maluku terkenal dengan budaya persaudaraan pela gandong yang sangat erat. Mari terus menjaga kebudayaan tersebut. "Hari ini genap 25 tahun kita merefleksikan konflik yang pernah terjadi di Maluku, mari kita jadikan semuanya sebagai pelajaran berharga dalam menata kehidupan kita ke depan yang lebih baik, saya yakin dan percaya kita semua ingin kedamaian terwujud di bumi Maluku," jelasnya.Berbicara mengenai konflik di Maluku, Ohoirat mengaku sering terbawa emosi dan sedih. Sebab, Ia terlibat langsung dalam situasi konflik saat itu bagaimana melerai kedua belah pihak agar tidak bertikai. "Saat itu suasananya sangat mencekam dan kacau balau sehingga kami aparat juga bisa terkena dampak dan resikonya akibat isu memprovokasi yang beredar dan membuat kedua belah pihak di Maluku menjadi panas," katanya mengenang. Mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Kapolres Tual ini mengajak masyarakat Maluku agar dapat terus menjaga kedamaian di bumi Para Raja-raja ini."Saya juga ingin mengajak seluruh masyarakat agar mari di tahun politik ini kita jaga persaudaraan dan silaturahmi kita dengan baik, kita sukseskan pemilu serentak dengan baik, sebagaimana kita pernah punya sejarah di mana pemilu yang dilaksanakan saat kerusuhan di Maluku saat itu bisa berjalan dengan aman," pintanya.Dengan situasi Maluku yang semakin kondusif, Juru Bicara Polda Maluku ini merasa yakin semua elemen masyarakat bisa mewujudkan pemilu yang aman dan damai. Pada kesempatan itu, Ohoirat juga mengaku Polda Maluku memiliki program unggulan yang merupakan inovasi Kapolda Maluku. Program itu yakni Basudara Manise yang bertujuan mewujudkan Maluku yang aman, damai dan sejahtera."Basudara Manise artinya mewujudkan persaudaraan di Maluku sehingga tercipta rasa aman dan sejahtera. Kegiatan berupa sambang tokoh baik baik pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam menghadapi suatu permasalahan sekaligis juga sebagai cooling sistem terutama dalam menghadapi pemilu 2024 yang semakin dekat," pungkasnya. (PNO-12)
22 Jan 2024, 16:10 WIT
Jelang Pemilu 2024, Satgas Preemtif Polda Maluku Sampaikan Himbauan Kamtibmas
Papuanewsonline.com, Ambon - Tim Satgas Preemtif Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, terus menemui masyarakat untuk menyampaikan himbauan kamtibmas agar selalu kondusif di Kota Ambon.Beragam masyarakat dari berbagai komunitas di Ambon dikunjungi pada hari ini Minggu (21/1/2024) untuk mengajak bersama menjaga situasi kamtibmas menjelang pemilu 2024. Sejumlah daerah dikunjungi. Di antaranya di pusat perbelanjaan Maluku City Mall, Pangkalan ojek Nanas Goyang di Negeri Rumah Tiga, dan pangkalan ojek Kelurahan Batu Meja. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M. Rum Ohoirat, mengungkapkan, selain memberikan penyuluhan, personel satgas preemtif OMB juga membagikan brosur himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang sementara menjalankan aktivitasnya.Sepanjang tahapan Pemilu dari tahun 2023 hingga 2024, tim satgas OMB Salawaku terus dikerahkan. Mereka mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan, hindari penyebaran berita hoax terkait isu SARA, maupun politik identitas.Warga juga diingatkan untuk tidak saling adu domba. "Berbeda pilihan hendaknya disikapi dengan bijak, karena siapapun calonnya, apapun partainya, kita tetap harus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," harapnya.Saat ini pelaksanaan Pemilu 2024 tengah sampai pada tahapan kampanye. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat melaksanakan kampanye secara tertib, aman dan damai. Warga juga diharapkan dapat mematuhi aturan-aturan kampanye yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara."Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terprovokasi, hindari politik identitas, politisasi agama, dan polarisasi mayarakat," pinta Ohoirat.Tim satgas preemtif saat menyambangi masyarakat juga diingatkan untuk tidak mengkonsumsi minuman keras (miras), sebab dapat berdampak pada terjadinya gangguan kamtibmas."Warga diajak untuk bijak dalam bermedia sosial (hoax, hate speech, provokasi dan penyesatan masyarakat). Jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain atau perbuatan melawan atau melanggar aturan hukum," jelasnya.Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk bisa menggunakan hak pilihnya yang dijamin oleh negara secara bertanggung jawab."Walaupun berbeda pilihan tetapi mari tetap hidup dengan semangat persaudaraan dalam bingkai basudara manise," tutupnya. PNO-11
22 Jan 2024, 16:19 WIT
Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu, Personel Polairud Polda Maluku Sambangi Warga Pesisir Kota Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon - Pemilu 2024 kini sudah pada tahapan kampanye. Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Direktorat Polairud Polda Maluku gencar menyambangi masyarakat pesisir.Hari ini, Sabtu (20/1/2024), Satgas Banops pada Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku ini mengunjungi masyarakat pesisir, baik di sejumlah pelabuhan, maupun kelompok nelayan."Hari ini personel Polairud mengunjungi masyarakat untuk mengajak bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pemilu 2024," kata Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol Handoyo Santoso.Kegiatan mengunjungi warga yang gencar dilakukan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, atau hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat. "Kegiatan sambang masyarakat pesisir ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman keamanan di daerah pesisir menjelang Pemilu serentak tahun 2024," katanya.Dalam kegiatan itu, aparat Polairud juga menyampaikan himbauan kamtibmas. Masyarakat diharapkan dapat bersama aparat keamanan menjaga situasi kamtibmas pada tahapan kampanye Pemilu 2024 saat ini di wilayah tempat tinggal masing-masing."Kami juga berpesan kepada masyarakat agar menghindari mengkonsumsi minuman keras yang nantinya bisa menimbulkan gangguan kamtibmas menjelang pesta demokrasi," sebutnya.Tak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk melaporkan kepada aparat kepolisian terdekat apabila terjadi hal-hal yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas."Apabila ada gangguan kamtibmas yang terjadi agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas yang lebih meluas," ungkapnya.Selain itu, masyarakat pesisir juga diminta bijak dalam menggunakan media sosial "Jangan menyebarkan berita hoax, provokasi dan informasi hate speech yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Semoga Pemilu dapat berjalan aman dan damai," pintanya.Personel saat menyambangi masyarakat nelayan juga diminta untuk dapat memonitor situasi alam dan himbauan BMKG terkait cuaca sebelum melaut. Ini harus dilakukan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. PNO-11
22 Jan 2024, 16:05 WIT
Apresiasi Polri, Komnas Perempuan Ingin Ada Keterwakilan Penyandang Disabilitas Jadi Polwan
Papuanewsonline.com, Jakarta - Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriani senang mendengar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan kebijakan inklusif untuk para penyandang disabilitas menjadi anggota polisi.Menurutnya, langkah Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri melakukan rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) dan Bintara Polri Tahun Anggaran 2024 telah memberikan kesempatan kelompok disabilitas mengikuti seleksi."Senang sekali mendengar kabar ini, tentu kita apresiasi," kata Andy, Sabtu (20/1/2024).Andy berharap ada keterwakilan penyandang disabilitas menjadi polisi wanita (polwan). Sehingga kasus terhadap kekerasan terhadap perempuan bisa terlayani dengan memperhatikan kebutuhan khusus.Selain itu kata Andy, Komnas Perempuan juga berharap kebijakan merekrut penyandang disabilitas dapat berkelanjutan."Semoga menjadi kebijakan yang berkelanjutan dan juga dapat diterapkan pada rekrutmen polwan agar kebutuhan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan pembinaan kondisi aman bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan khusus perempuan," tandasnya.Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Dedi Prasetyo menuturkan Polda Sumatera Selatan telah merekrut penyandang disabilitas menjadi ASN Polri melalui jalur tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 ini. "Kita telah menerima 1 orang disabilitas daksa di Polda Sumsel, perempuan dengan jabatan Arsiparis," kata Dedi kepada wartawan Selasa (16/1) kemarin.Untuk tahun ini kata Dedi, Polri merekrut personel dari kelompok disabilitas fisik yang telah menamatkan SMA dan SMK menjadi polisi Bintara dan tamatan perguruan tinggi mengikuti SIPSS. Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, penyandang disabilitas akan ditugaskan untuk mengisi jabatan-jabatan non-lapangan seperti Teknologi Informasi (TI), Siber, Bagian Keuangan, Bagian Perencanaan, Administrasi dan lainnya."Sebagai referensi pada 3 negara maju yang menerima polisi dari penyandang disabilitas antara lain Australia, Amerika Serikat dan Inggris," ucapnya Perekrutan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2024 untuk penyandang disabilitas dibuka mulai 26 Januari hingga 1 Maret 2024. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi Polri. PNO-11
22 Jan 2024, 16:00 WIT
Pimpin Apel, Kasatgas Preventif OMB Polda Maluku Periksa Perlengkapan Rantis
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Satgas Preventif Operasi Mantap Brata (OMB) Salawaku Polda Maluku, Kombes Pol Wirdenis Herman, S.I.K. M.Si., M.H memimpin apel pagi di lapangan Letkol Pol Chr. Tahapary, Kota Ambon, Senin (22/1/2024).Selain memimpin apel, Kombes Wirdenis juga melakukan pengecekan terhadap perlengkapan yang akan digunakan personel seperti kendaraan taktis (rantis).Memberikan arahan bagi Satgas Preventif Operasi Mantap Brata Salawaku 2024 bertempat di Lapangan Tahapari Polda Maluku, Senin 22 Januari 2024."Sesuai undang-undang dan arahan pimpinan, tugas kita sebagai anggota Polri sudah jelas yaitu mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum," kata Kombes Wirdenis dalam arahannya. Personel Satgas OMB Salawaku Polda Maluku diminta untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan baik, sehingga pelaksanaan Pemilu berjalan aman dan kondusif."Pastikan situasi kamtibmas menjelang Pemilu aman dan kondusif sesuai tugas kita sebagai satgas preventif yaitu pencegahan," pintanya.Usai memberikan arahan, Kombes Wirdenis, didampingi Wakasatgas preventif dan Kasubsatgas sterilisasi juga meninjau perlengkapan rantis dan satwa K-9 yang digunakan dalam melaksanakan tugas. "Rantis dan satwa K-9 yang ada agar dapat dirawat dan dipastikan berfungsi dengan baik, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas dalam pengamanan Pemilu 2024," pintanya. (PNO-12)
22 Jan 2024, 13:26 WIT
Wakapolda Papua Hadiri Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah ASLI Provinsi Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Pol. Petrus Patridge Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) Provinsi Papua yang dilaksanakan di Lantai 6 Hotel Horison Sentani, Jalan Raya Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (21/01/2024).Kegiatan tersebut mempunyai tema "Besopog Saling Asah, aling Asih, Saling Asuh, Saling Krisag, Saling Peririg" dan turut dihadiri oleh Tokoh Majelis Adat Sasak Lombok, Dr. HL. Sajim Sastrawan, SH.MH., Ketua Umum Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI), Bapak Lalu Mas,Ud, Kesbangpol Provinsi Papua, Bapak Musa Isir, S.Sos., Dandim 1701/Jayapura, Kolonel Inf Hendry Widodo, Dewan Pembina DPW ASLI Papua, Bapak Matius Awoitauw, SE.M.Si, Ketua DPW Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) Provinsi Papua, H. Tarmizi Tahir, S.Sos, I.M.Pd, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat serta para Ketua Paguyubuan Se-Provinsi Papua.Dalam sambutannya, Ketua DPW ASLI Provinsi Papua mengatakan hari ini adalah hari pelantikan pengurus, maka secara otomatis kita sudah dinyatakan bekerja menjadi pengurus ASLI Provinsi Papua mulai dari sekarang.“Mari kita bekerja dengan segala program yang akan kita buat kedepan. Selain itu juga, kita harus menjalankan bagaimana visi dan misi dari organisasi untuk membantu pemerintah dalam menjalankan segala program-programnya,” ucap H. Tarmizi Tahir.Sementara itu, Ketua Umum ASLI mengatakan Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI) itu sudah hadir dihampir 34 Provinsi, Kabupaten Se-Indonesia. Selain ada di seluruh wilayah Indonesia Provinsi, kami katakan di Kabupaten DPD kecamatan dan menyatakan DPD sampai desa istilahnya ranting itu ada.“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Sasak mari kita hadir untuk saling berinteraksi untuk membangun Papua dan bermartabat kepada budaya kita dan kita mandiri secara ekonomi untuk kita sama-sama hidup saling Asah, saling Asih, Saling Asuh di Tanah Papua,” tuturnya. (PNO-12)
22 Jan 2024, 12:58 WIT
Cooling System Polri Diterapkan, Kasat Binmas Sosialisasikan Program DDS di Kota Merauke
Papuanewsonline.com, Merauke - Kasat Binmas Polres Merauke, AKP Makruf Soeroto, bersama anggotanya aktif melaksanakan program Door to Door System (DDS) dengan mengunjungi warga di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Kamis (18/1/2024).Dalam kunjungannya, Kasat Binmas menyampaikan kepada warga bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat dan juga merupakan implementasi dari program Cooling System Polri. Ia berharap agar warga Merauke dapat menjaga situasi keamanan menjelang Pemilu 2024 yang tinggal beberapa hari lagi."Dengan adanya kehadiran Polisi di tengah-tengah masyarakat, semoga semakin erat terjalin dan terbina silaturahmi. Segala permasalahan atau informasi sekecil apapun diharapkan dapat diinformasikan kepada kami atau Pos Polisi terdekat," ungkapnya.Kunjungan door to door ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sambil memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan informasi atau permasalahan yang mungkin dihadapi di lingkungan mereka.Kasat Binmas juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan masing-masing dengan mengaktifkan Pos Kamling. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan keamanan dan ketertiban dapat terus terjaga dengan baik. PNO-11
20 Jan 2024, 17:14 WIT
Polresta Jayapura Gencar Laksanakan KRYD,Demi Menjaga Kamtibmas Yang Kondusif
Papuanewsonline.com, Jayapura - Satuan Lalu Lintas Polresta Jayapura Kota gencar melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) demi menjaga dan memelihara kondusifitas Kamtibmas di Kota Jayapura. Dalam operasi hunting yang dilaksanakan di depan Mako Polresta pada Kamis (18/1) sore, petugas berhasil mengamankan dua jerigen serta satu Double Stik minuman keras lokal jenis Sopi.Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota, menjelaskan bahwa KRYD dilakukan secara intensif setiap hari dengan waktu dan lokasi yang berbeda di wilayah hukum Polresta. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang Pemilu pada bulan Februari mendatang.“Semua jajaran di Polresta semakin meningkatkan giat rutin yang biasa dilaksanakan guna menjaga dan memelihara Kamtibmas tetap kondusif,” ucap Kompol Dian.Dalam operasi hunting tersebut, selain menemukan minuman keras jenis Sopi, petugas juga berhasil memusnahkan tiga knalpot bising dari sepeda motor yang terjaring. Sebanyak 42 pelanggar terjaring dalam operasi tersebut, dengan 38 orang di antaranya dikenai tindakan tegas berupa penilangan, sementara 4 lainnya hanya mendapatkan teguran.“Pelanggar terbanyak masih didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm,” tambah Kompol Dian.Kompol Dian mengingatkan pengendara motor akan pentingnya menggunakan helm sebagai langkah untuk melindungi diri sendiri. Ia menekankan bahwa keselamatan saat berkendara adalah suatu hal yang harus diutamakan, mengingat kepala merupakan aset penting tubuh manusia. Jangan sampai kelalaian dalam berkendara mengorbankan nyawa, terutama jika dipengaruhi oleh minuman beralkohol.“Jaga keselamatan saat berkendara, ingat keluarga anda di rumah, dan jangan sampai mengorbankan pengguna jalan lainnya karena kelalaian anda,” pungkas Kompol Dian. PNO-11
19 Jan 2024, 13:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru