logo-website
Senin, 10 Agu 2026,  WIT

Peringati Hari Masyarakat Adat! Ribuan Warga Kepung Nabire Tolak Tambang Ilegal

Massa saat ini melakukan long march dari Pasar Karang, Nabire menuju Kantor DPR Papua Tengah (DPRPT)

Papuanewsonline.com - 10 Agu 2026, 10:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Papuanewsonline.com, Nabire,- Memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional, ribuan masyarakat adat Mapia, Kabupaten Dogiyai menggelar aksi demo damai besar-besaran menolak maraknya tambang ilegal di wilayah adat mereka.

Aksi digelar hari ini Senin, 10 Agustus 2026. Massa saat ini melakukan long march dari Pasar Karang, Nabire menuju Kantor DPR Papua Tengah (DPRPT).

Aksi ini bukan tanpa alasan. Masyarakat adat Mapia menilai tanah ulayat mereka sedang dalam ancaman serius.

"Ini aksi damai untuk selamatkan tanah adat. Kami menolak dengan tegas maraknya tambang ilegal yang sudah masuk ke wilayah Mapia, Dogiyai. Kami juga menolak adanya rencana-rencana tambang baru di wilayah sekitar kami," ujar salah satu koordinator aksi.

Masyarakat adat Mapia khawatir, aktivitas tambang ilegal tersebut tidak hanya merusak hutan, sungai, dan gunung yang menjadi sumber kehidupan mereka, tetapi juga merusak tatanan adat dan masa depan generasi.

Mereka menilai, pembiaran terhadap tambang ilegal adalah bentuk pengabaian negara terhadap hak-hak masyarakat adat yang seharusnya dilindungi, apalagi momentumnya bertepatan dengan Hari Masyarakat Adat Internasional yang jatuh pada 9 Agustus.

Dalam aksi ini masyarakat adat Mapia membawa dua tuntutan utama:

1. Mendesak DPR Papua Tengah dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera menertibkan dan menutup seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah adat Mapia, Dogiyai.

2. Menolak keras dan meminta DPRPT membatalkan segala rencana pemberian izin tambang baru di wilayah Mapia dan sekitarnya.

Aksi long march dari Pasar Karang ini terpantau diikuti ribuan warga adat Mapia yang bermukim di Nabire dan yang datang langsung dari Dogiyai. Mereka berjalan kaki sambil membawa pduk, poster, dan atribut adat.

Aparat keamanan diharapkan dapat mengawal aksi damai ini. Hingga berita ini diturunkan,  aksi masi berlangsung Nabire ibu kota Provinsi Papua Tengah.


Penulis: Hendrik

Editor.  : Of

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE