Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna
Berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat sekitar 1,3 ton di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (9/8/2026).
Papuanewsonline.com - 10 Agu 2026, 11:46 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Tanjung Pinang – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, BIN, serta Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat sekitar 1,3 ton di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (9/8/2026). Kapal yang bernama King Sun beserta delapan orang awak kapal turut diamankan sebagai bukti nyata keberhasilan sinergi lintas lembaga dalam menjaga kedaulatan perbatasan negara.
Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen yang diterima sejak Februari 2026 mengenai aktivitas kapal yang diduga mengangkut narkotika dari Teluk Thailand menuju perairan Indonesia.
Kapal tersebut tercatat membawa sembilan orang awak berkewarganegaraan Myanmar. Setelah dipantau terus-menerus, kapal target terdeteksi memasuki wilayah perairan Indonesia pada Kamis (6/8), dan TNI AL segera mengerahkan KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, serta KRI Karotang-872 untuk melakukan penyekatan dan pencegatan.
Tim gabungan dari BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri kemudian naik ke kapal untuk mengawal King Sun menuju perairan Bintan hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang.
Pemeriksaan mendalam dilakukan pada Jumat (7/8) dengan bantuan unit K-9 serta interogasi terhadap para awak kapal.
Petugas akhirnya menemukan ruang penyimpanan tersembunyi di bawah lantai kamar salah satu awak kapal.
Dari lokasi rahasia itu, petugas menyita 65 karung barang bukti. Sebanyak 64 karung berisi kemasan teh Cina hijau, dan satu karung berisi 18 bungkus yang diduga berupa ketamine kristal dengan berat bruto sekitar 1,3 ton.
Delapan orang awak kapal berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL kini ditahan untuk diperiksa lebih lanjut. Penyelidikan terus dikembangkan guna mengungkap jaringan sindikat, pihak-pihak yang terlibat, serta jalur logistik internasional yang digunakan.
Penulis: Jid
Editor: OF