logo-website
Senin, 29 Jun 2026,  WIT
BERITA TAG Pemerintahan Homepage
Sampah Jadi Uang! Pemkab Mimika Resmikan Bank Sampah, Botol Plastik Dibeli Rp3 Ribu/Kilo Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan program Bank Sampah di Distrik Mimika Baru, sebagai bagian dari upaya serius menangani permasalahan sampah yang kian mengkhawatirkan. Peresmian berlangsung semarak di Lapangan Jayanti, Kelurahan Sempan, pada Jumat (3/10/25), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, perangkat daerah, serta para pegiat lingkungan. Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah sampah di Mimika telah memasuki tahap darurat. Data mencatat, setiap hari terdapat lebih dari 100 ton sampah yang dihasilkan dari tiga distrik perkotaan: Mimika Baru, Wania, dan Kuala Kencana. “Kalau 1 kilo sampah dihargai Rp1.000 saja, maka potensi perputaran uang bisa mencapai Rp100 juta per hari. Artinya, sampah ini bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang ekonomi besar,” ujar Bupati. Melalui Bank Sampah, Pemkab Mimika ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah tidak hanya sekadar limbah yang mengotori lingkungan, melainkan juga sumber penghasilan baru. “Kita harus mulai mengangkat, mengumpulkan, dan mengolah sampah dengan cara yang benar. Dengan Bank Sampah, sampah bukan lagi beban, tetapi bisa jadi uang. Inilah yang kita launching hari ini,” tegas Bupati Johannes. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, atas inisiatif dan langkah cepat dalam mengawal program ini. Sebagai langkah awal, Bank Sampah akan membeli berbagai jenis sampah anorganik dengan harga yang bervariasi. Untuk botol plastik air mineral, harganya ditetapkan Rp3.000 per kilogram, sementara untuk tutup botol dan jenis plastik lain memiliki harga berbeda. “Saya berharap masyarakat ke depan tidak lagi membuang sampah sembarangan, tapi justru berburu sampah untuk dijual ke Bank Sampah. Mulai dari rumah, mari kita pilah sampah organik, anorganik, dan sampah kayu,” pesan Bupati dengan penuh semangat. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, menjelaskan bahwa program Bank Sampah sejatinya telah dimulai sejak 1 Juli 2025 dengan merekrut 22 tenaga pemilah sampah yang ditugaskan di kelurahan-kelurahan. Mereka memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, sosialisasi, serta menggerakkan masyarakat untuk disiplin memilah sampah sejak dari rumah tangga. “Tujuannya bukan hanya kebersihan lingkungan, tapi juga memberdayakan masyarakat agar melihat sampah sebagai aset ekonomi,” ungkap Joel. Program ini diharapkan dapat menjadi momentum perubahan besar bagi Mimika dalam mengatasi masalah persampahan. Dengan dukungan masyarakat, Pemkab Mimika optimis bahwa Bank Sampah akan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus menciptakan peluang usaha baru, terutama bagi kelompok ekonomi kecil dan rumah tangga. Bupati menutup peresmian dengan penuh keyakinan, “Mari kita jadikan Mimika sebagai contoh daerah yang berhasil mengubah tantangan menjadi peluang. Dari sampah, lahirlah nilai ekonomi, dari kebersihan, lahirlah kesehatan, dan dari kesadaran, lahirlah masa depan yang lebih baik.”       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:37 WIT
Bapenda Mimika Gelar Bakti Sosial Kebersihan Sambut HUT Kabupaten ke-29 Papuanewsonline.com, Mimika – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar aksi bakti sosial kebersihan di lingkungan kantor pada Jumat (3/10/25). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Bapenda dalam menciptakan ruang kerja yang sehat, nyaman, sekaligus meningkatkan semangat pelayanan publik yang lebih prima bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 51 Tahun 2025 yang mengimbau seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja, sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Mimika. Aksi kebersihan difokuskan pada area dalam maupun luar kantor Bapenda, mulai dari ruang pelayanan, taman, halaman, hingga tempat parkir. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pemilahan sampah serta pembuangan yang tertib sesuai standar kebersihan. Pegawai Bapenda turun langsung membersihkan ruangan kerja, merapikan arsip, memangkas tanaman, hingga menata kembali sarana pelayanan agar lebih representatif. Suasana gotong royong tampak hidup, mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjadikan Bapenda sebagai institusi yang bukan hanya rapi secara administrasi, tetapi juga bersih secara lingkungan. Pihak Bapenda Mimika menegaskan bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik. “Dengan lingkungan yang bersih, kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal. Ini adalah wujud komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi warga Mimika,” ujar perwakilan Bapenda. Lebih dari sekadar rutinitas, kebersihan kantor dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai layanan, sekaligus menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi pegawai. Melalui momentum ini, Bapenda juga mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan sejak dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja masing-masing. Menurut mereka, kebersihan merupakan fondasi penting dalam membangun Mimika yang sehat, nyaman, dan berdaya saing. “Inisiatif sederhana seperti menjaga kebersihan tidak boleh dianggap remeh, karena dari hal kecil inilah kita membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama,” tambahnya. Selain menjadi bagian dari rangkaian HUT Mimika ke-29, kegiatan bakti sosial kebersihan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi OPD lainnya untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai etalase pelayanan publik yang membanggakan. Dengan semangat gotong royong, Pemkab Mimika ingin memastikan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremonial, melainkan momentum nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan bagi seluruh warga.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:27 WIT
Mimika Susun RDTR Kota Baru Menuju Perkotaan Berstandar Internasional Papuanewsonline.com, Mimika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) semakin serius dalam menyiapkan wajah baru Kabupaten Mimika. Hal ini ditandai dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru pada Jumat (03/10/25) di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika. FGD tersebut menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala distrik, tenaga ahli penyusun RDTR, perwakilan PT Freeport Indonesia (PTFI), hingga tokoh masyarakat. Kehadiran multi-stakeholder ini diharapkan mampu melahirkan dokumen tata ruang yang komprehensif, aplikatif, sekaligus menjawab tantangan perkembangan kota modern di masa depan. Kegiatan dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Eferth Lukas Hindom, yang menegaskan bahwa penyusunan RDTR tidak bisa dilepaskan dari kerangka hukum yang lebih luas, yakni Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika 2011–2031. Dokumen tersebut telah menempatkan Timika sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), sehingga pembangunan tata ruang harus diarahkan agar selaras dengan status strategis tersebut. “Penyusunan RDTR Kota Baru bertujuan menjaga konsistensi perkembangan kawasan dengan RTRW Kabupaten Mimika, menyusun pedoman zonasi, hingga menentukan prioritas program pembangunan jangka panjang. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman pembangunan hingga 20 tahun mendatang,” tegas Eferth. Lebih lanjut ia menekankan bahwa RDTR ini tidak hanya sebatas peta tata ruang, melainkan menjadi dasar bagi perizinan, penataan zonasi, hingga acuan investasi yang mampu menjadikan Kota Baru Mimika tumbuh sebagai kawasan perkotaan berstandar internasional. FGD penyusunan RDTR juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Keterlibatan PT Freeport Indonesia, tokoh masyarakat, serta akademisi diharapkan memperkaya masukan, terutama terkait pemetaan kebutuhan infrastruktur, kawasan hunian, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau. “Pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan masukan dari masyarakat yang akan menempati dan merasakan langsung dampaknya, juga dukungan dari sektor swasta yang punya peran dalam menggerakkan perekonomian,” ujar salah satu tenaga ahli penyusun RDTR dalam sesi diskusi. Dengan hadirnya RDTR Kota Baru, Mimika diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota pertambangan semata, tetapi juga mampu menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata dengan tata ruang yang modern, tertib, dan ramah lingkungan. FGD kali ini menjadi langkah awal menuju mimpi besar menjadikan Mimika sebagai salah satu kota baru berstandar internasional di tanah Papua. Seluruh peserta menyepakati bahwa RDTR ini harus menjadi dokumen visioner yang mampu mengantisipasi perkembangan kota hingga dua dekade ke depan.       Penulis: Bim Editor: GF 03 Okt 2025, 20:24 WIT
Uji Coba ALBN Jayapura–Vanimo Jadi Momentum Baru Konektivitas Perbatasan Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyambut dengan penuh optimisme uji coba layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Jayapura–Vanimo (Papua Nugini) yang resmi dimulai pada 2 Oktober 2025. Kehadiran moda transportasi ini diyakini bukan hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu membuka ruang-ruang ekonomi baru yang lebih dinamis di kawasan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, menegaskan bahwa kehadiran ALBN merupakan salah satu terobosan penting dalam memperkuat interaksi sosial, budaya, dan ekonomi lintas batas. “Angkutan lintas batas ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang usaha, perdagangan, dan kegiatan ekonomi baru di wilayah perbatasan RI–PNG,” ujarnya saat menghadiri uji coba armada di Jayapura. Suzana juga memberikan apresiasi kepada Perum DAMRI yang telah menyiapkan armada dan dukungan teknis sehingga uji coba berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, kesiapan operator menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kelancaran pelayanan ALBN ke depan. “Oleh sebab itu kami meminta agar pelaksanaan ALBN ini disosialisasikan secara luas kepada masyarakat kedua negara agar berjalan tertib, lancar, dan memberi manfaat nyata,” tambahnya. Sementara itu, Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander, menegaskan dukungan penuh terhadap operasional ALBN Jayapura–Vanimo. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti terminal, konter tiket, serta koordinasi dengan otoritas setempat di Papua Nugini. “Kami berkomitmen memastikan ALBN Jayapura–Vanimo dapat beroperasi dengan baik dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara, terutama di wilayah perbatasan,” tegasnya. Uji coba layanan ALBN dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Oktober 2025 di Terminal Kota Jayapura sebelum resmi dibuka secara penuh. Pemerintah berharap, dengan adanya transportasi lintas batas ini, hubungan bilateral Indonesia–PNG semakin erat dan masyarakat di kawasan perbatasan dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan akses, perdagangan, hingga peluang kerja sama di berbagai bidang. Selain itu, Pemprov Papua menilai keberadaan ALBN akan menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, roda perekonomian lokal diyakini akan semakin hidup, baik di sisi perdagangan tradisional maupun dalam mendukung sektor pariwisata lintas negara.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:20 WIT
Pemprov Papua Tegaskan Urgensi Pengelolaan Sampah Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan isu mendesak yang harus segera ditangani demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang. Penegasan ini disampaikan dalam apel aksi peringatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025 yang digelar di Pantai Holtekamp, Jayapura, Senin (30/9/25). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah, komunitas lingkungan, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang bersama-sama menyuarakan pentingnya perubahan pola pikir dan tindakan nyata dalam mengurangi timbunan sampah. Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otsus Provinsi Papua, Hosea Murib, dalam kesempatan itu menekankan bahwa keterlibatan Papua dalam WCD 2025 adalah bagian dari aksi global yang telah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2018, dan kini diikuti lebih dari 180 negara di seluruh dunia. “Partisipasi Papua menunjukkan bahwa kita tidak bisa tinggal diam menghadapi masalah sampah. Ini bukan hanya isu lokal, tetapi isu global yang menyangkut keberlanjutan bumi yang kita tinggali,” ujar Hosea. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Hosea, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam gerakan ini sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yakni tercapainya 100 persen pengelolaan sampah pada tahun 2029. Agus Fatoni menegaskan bahwa WCD harus menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola sampah, tidak hanya sebatas kegiatan simbolis tahunan, tetapi juga berlanjut dalam bentuk kebijakan dan program nyata. Sebagai tindak lanjut, Fatoni mengimbau seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Papua agar menginisiasi kerja bakti massal sepanjang bulan Oktober 2025. Langkah ini diharapkan menjadi bentuk partisipasi nyata Indonesia dalam WCD sekaligus memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Seluruh kepala daerah dan jajaran teknis menjadikan momen WCD sebagai titik balik pembenahan tata kelola persampahan di daerah masing-masing. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya. Pemprov Papua berharap bahwa dengan adanya kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat, masalah persampahan dapat diatasi lebih sistematis. Pengelolaan sampah yang baik juga diyakini mampu mendorong potensi ekonomi sirkular, membuka peluang usaha baru, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Papua. Dengan semangat WCD, Papua ingin menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.       Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:10 WIT
Pj Ketua TP PKK Papua Tyas Fatoni Kunjungi Panti Asuhan Pembawa Terang Papuanewsonline.com, Jayapura – Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terasa saat Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua, Tyas A. Fatoni, bersama jajaran pengurus PKK Provinsi Papua mengunjungi Panti Asuhan Pembawa Terang (Peter) Holtekamp, Sabtu (27/09/25). Kunjungan ini bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian TP PKK Papua dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di panti asuhan. Dalam kesempatan itu, Tyas Fatoni menyampaikan pesan penuh motivasi kepada anak-anak panti. Ia menekankan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidup. “Mama titip pesan untuk tetap semangat belajarnya. Utamakan pendidikan agar ke depan bisa meraih cita-cita dan menjadi orang sukses. Pendidikan itu nomor satu. Kalau kita tidak pintar, kita akan kalah,” ujar Tyas, disambut antusias anak-anak. Pesan tersebut menjadi dorongan moral agar anak-anak Papua memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah jalan untuk membuka kesempatan dan meraih masa depan yang lebih baik. Tidak hanya memberi motivasi, TP PKK Papua juga membawa berbagai bantuan, mulai dari buku cerita, sembako, perlengkapan mandi, susu, hingga camilan sehat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan harian sekaligus memberi kebahagiaan bagi anak-anak. Kegiatan kunjungan pun diwarnai dengan suasana penuh kegembiraan. Anak-anak diajak membaca dongeng bersama, mengikuti edukasi kebersihan, hingga bernyanyi dengan iringan gitar. Canda tawa memenuhi ruangan sederhana itu, menggambarkan ikatan kasih sayang yang terjalin antara TP PKK Papua dan anak-anak panti. Renata, salah satu penghuni panti yang kini tengah menempuh pendidikan di IPB, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan ini. Semoga semakin banyak anak-anak Papua yang bisa merasakan pemerataan akses pendidikan dan mendapatkan kesempatan untuk maju,” ujarnya penuh harap. TP PKK Papua berkomitmen menjadikan kunjungan sosial seperti ini sebagai bagian penting dari program kerja, tidak hanya sekadar memberi bantuan, tetapi juga memberikan motivasi, semangat, dan nilai positif kepada anak-anak Papua. “PKK hadir untuk berbagi sukacita, membangun kebersamaan, dan meneguhkan harapan. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang harus kita dukung,” tegas Tyas.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 20:02 WIT
Pemprov Papua dan Konsulat RI di Vanimo Matangkan Border Trade Fair 2025 Papuanewsonline.com, Jayapura – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Konsulat Republik Indonesia (RI) di Vanimo, Papua Nugini (PNG), terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Border Trade Fair (BTF) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2025 di Zona Netral Wutung, perbatasan RI–PNG. Kegiatan tahunan ini diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan, sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata, dan budaya. Penjabat Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menegaskan bahwa BTF bukan sekadar ajang pameran dagang, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan sosial masyarakat lintas batas. “Border Trade Fair menjadi wadah mempererat kerja sama. Komunikasi lintas sektor akan terus kami bangun agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” ujar Suzana dalam pertemuan koordinasi persiapan BTF, Kamis (02/10/25). Pertemuan tersebut turut melibatkan berbagai unsur pemerintah dari kedua negara, mulai dari sektor pariwisata, kebudayaan, keamanan, imigrasi, bea cukai, karantina, hingga sejumlah pelaku usaha lokal dan UMKM. Sementara itu, Konsul RI di Vanimo, Tangkuman Alexander, menjelaskan bahwa BTF 2025 akan menghadirkan konsep yang lebih komprehensif. Selain pameran perdagangan, acara juga akan menggelar forum business matching antara pelaku usaha Indonesia dan PNG, dengan fokus pada UMKM dan produk unggulan daerah. “Selain itu, kegiatan tersebut akan diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, khususnya di bidang kesehatan dan sektor lainnya. Harapannya, BTF tidak hanya sukses sebagai pameran, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi kawasan perbatasan,” ungkap Tangkuman. Border Trade Fair 2025 juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan dagang, budaya, dan sosial antara masyarakat Indonesia dan Papua Nugini. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbuka lebih banyak peluang kerja sama bilateral yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Pemprov Papua optimistis ajang ini akan menjadi etalase ekonomi kreatif dan budaya lokal, sekaligus memperluas jejaring kerja sama antar-pelaku usaha lintas negara.     Penulis: Jid Editor: GF 03 Okt 2025, 18:57 WIT
Melalui Call senter 110 & 112, Polsek Sirimau Gerak Cepat Bubarkan Tawuran Pelajar di Ambon Papuanewsonline.com, Ambon – Gerak cepat aparat kepolisian kembali ditunjukkan oleh Polsek Sirimau bersama stakeholder terkait dalam merespons aksi tawuran antar pelajar SMA di kawasan Jalan Yan Paays, PGRI Ambon, pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 14.35 WIT. Aksi tidak terpuji yang melibatkan siswa dua sekolah itu berhasil dibubarkan setelah aparat menerima laporan melalui Call Center 110 dan 112.Kapolsek Sirimau, Iptu Azhari Lallo, memimpin langsung patroli rutin guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Personel gabungan dari PRC Polresta Ambon dan Polsek Sirimau segera turun ke lokasi dan mengendalikan situasi.Selain membubarkan aksi tawuran, patroli dilanjutkan dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan D.I. Pandjaitan, Jalan Raya Pattimura, Jalan A. Yani, Jalan Yan Paays, hingga Jalan Sultan Hairun. Aparat juga menyambangi SMA Xaverius dan SMA PGRI sebagai langkah preventif.Dalam kunjungan ke sekolah, Kapolsek Sirimau bersama Satpol PP Kota Ambon yang dipimpin oleh Fahri R. Pellu, bertemu dengan Kepala SMA Xaverius, Ina Gerar Dina Elsoin, dan Kepala SMA PGRI, Laurens Makatipu. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.“Kami sangat berharap kerja sama dari pihak sekolah untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Bila ada potensi tawuran, segera informasikan melalui Call Center 110, 112, atau nomor kontak Polsek Sirimau agar dapat kami tindak lanjuti dengan langkah pencegahan,” ujar Kapolsek.Iptu Azhari Lallo menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang terlibat tawuran. Jika diperlukan, sekolah juga dapat memberikan sanksi tegas sesuai kebijakan yang berlaku.Patroli yang dilakukan sepanjang wilayah hukum Polsek Sirimau berlangsung aman dan kondusif. Aparat juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat di sekitar sekolah untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang damai.Sebagai tambahan, Kapolsek mengingatkan adanya imbauan dari Pemerintah Kota Ambon terkait penanganan tawuran pelajar.“Ada imbauan wali kota, apabila siswa terlibat tawuran dan tidak bisa dibina, maka yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya. PNO-12 03 Okt 2025, 18:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT