Papuanewsonline.com
Polisi Amankan Distribusi BBM Ke Pegunungan, Atasi Krisis Listrik Dogiyai, Deiyai, Dan Paniai
Isu Perselingkuhan ASN Timika Mencuat, Bupati Johannes Rettob Peringatkan Sanksi Tegas
Himtak BKMT Mimika Gelar Pengajian Gabungan: Bersihkan Hati Dan Gerakkan Inovasi
28 Penumpang Selamat Tiba di Pomako, Operasi SAR Ditutup Setelah Bantuan BBM dari Keluarga
Suara Anak Adat Menguat, Polemik DPD RI dan MRP Papua Soroti Marwah Orang Asli Papua
Mobil Pick Up Terbakar di Kampung Hiripau, Bawa BBM Jenis Bensin
Pansus Bongkar Pelanggaran Ketenagakerjaan di PTFI, Pimpinan Perusahaan Terancam Sanksi Pidana
Nduga di Titik Terendah: Pemerintah Kehilangan Arah, Rakyat Kehilangan Harapan
UNIFIL Gelar Upacara Memorial Khidmat untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Kepala BNPB Turun Langsung ke Manado, Pastikan Penanganan Darurat Gempa M 7,6 Berjalan Terpadu
BERITA TAG Pemerintahan
Homepage
Kapolda Maluku Jalin Silaturahmi Bersama Jemaat GPM di Gereja Eden Kudamati
Papuanewsonline.com, Ambon - Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si, terus melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan masyarakat yang dirangkai dengan penyampaian pesan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).Hari ini, Minggu (26/10/2025), Orang nomor 1 Polda Maluku tersebut menemui Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) di Gereja Eden Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.Program rutin Polda Maluku ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat, khususnya tokoh-tokoh agama serta jemaat di berbagai tempat ibadah umat beragama.Saat bertemu dan menyapa para jemaat gereja Eden Kudamati, Klasis Pulau Ambon, ajang silaturahmi Kapolda berlangsung penuh kehangatan, kekeluargaan, dan disambut penuh antusias.Mengawali sambutannya, Kapolda Maluku mengajak seluruh jemaat untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan kasih-Nya kegiatan silaturahmi dapat terlaksana dengan baik.Kapolda juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan oleh pihak gereja dan jemaat untuk dapat bersilaturahmi secara langsung."Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Polda Maluku, bukan hanya di gereja tetapi juga di seluruh tempat ibadah umat beragama lainnya. Selain itu, kami juga secara berkala mengunjungi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai lapisan masyarakat. Seluruh elemen dari tingkat atas hingga bawah kami gerakkan untuk hadir di tengah masyarakat," ujar Kapolda.Kapolda menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat. Sebab, hubungan yang harmonis merupakan kunci terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.“Hubungan yang baik akan melahirkan komunikasi yang baik pula. Dengan komunikasi yang terbuka, setiap permasalahan dan keluh kesah masyarakat dapat diselesaikan dengan cara yang baik, beradab, dan penuh kesejukan,” tegasnya.Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan rasa syukurnya atas keberagaman budaya, suku, dan agama di Maluku yang menjadi kekayaan sekaligus kekuatan besar bagi daerah ini.“Sejak saya ditugaskan di Maluku, saya melihat betapa indahnya keberagaman yang ada. Maluku ini luar biasa, masyarakatnya hidup dengan semangat solidaritas, toleransi, dan gotong royong yang tinggi. Ini yang membuat Maluku dikenal dunia sebagai daerah yang damai dan berbudaya,” ungkapnya.Lebih lanjut Kapolda menekankan, situasi aman, damai, tertib, dan kondusif yang dinikmati masyarakat saat ini harus terus dijaga bersama. Ia mengibaratkan keamanan dan kedamaian seperti kesehatan, yang baru benar-benar dirasakan nilainya ketika sudah hilang.“Aman, damai, tertib, dan kondusif itu tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan upaya dan kerja sama semua pihak TNI, Polri, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkannya. Maluku yang indah ini harus terus dijaga agar tidak terganggu oleh konflik atau kekerasan,” pintanya.Kapolda juga menyoroti salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat Maluku saat ini adalah tingginya kasus kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan rumah tangga maupun antarindividu yang terkadang berkembang menjadi konflik kelompok.“Dari laporan yang kami terima, banyak tindak pidana yang berakar pada kekerasan. Jika budaya kekerasan ini tidak diubah, maka sulit bagi kita untuk mewujudkan situasi yang aman dan damai. Untuk itu, kesadaran hukum perlu kita tingkatkan. Bila terjadi persoalan, selesaikan dengan cara yang baik, laporkan kepada pihak berwajib, jangan bertindak sendiri,” harapnya.Polri, khususnya Polda Maluku, kata Kapolda, siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan. Pendekatan secara kekeluargaan dan dialogis menjadi kunci utama dalam mengatasi setiap persoalan sosial di masyarakat.Peran orang tua, ingat Kapolda, penting dilakukan untuk mengawasi anak-anak di era digital. Dunia maya, memiliki pengaruh besar terhadap perilaku generasi muda.“Fungsi kontrol dari orang tua terhadap penggunaan media sosial anak-anak sangat penting. Dunia maya itu luas, penuh informasi, tetapi juga banyak bahaya di dalamnya. Orang tua harus hadir dalam memberikan bimbingan dan pembelajaran di rumah. Pendidikan karakter anak dimulai dari keluarga,” pesan Kapolda.Selain itu, Kapolda juga menyoroti bahaya penyalahgunaan narkoba yang saat ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Ia mengajak seluruh jemaat untuk berani melapor bila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba di lingkungan sekitar.“Kekuatan kita ada pada keberanian untuk menolak dan melaporkan penyalahgunaan narkoba. Polri terus berkomitmen melakukan pemberantasan terhadap narkoba, namun dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan,” tegas Kapolda.Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan pesan penuh semangat dengan gaya khas Maluku yang hangat dan bersahabat: “Maluku tarus biking bae, Basudara tarus biking bae, Gereja Eden Kudamati tarus biking bae. Syalom!Seluruh jemaat menyambut positif pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan Kapolda Maluku, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Maluku yang penuh keberagaman.Pada kegiatan tersebut, Kapolda hadir didampingi Kabid Hukum, dan Kepala SPKT Polda Maluku, Wakapolresta Pulau Ambon & P. P. Lease, Kapolsek Nusaniwe beserta personel. PNO-12
28 Okt 2025, 08:02 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Distrik Sinak
Papuanewsonline.com, Puncak - Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan warga di wilayah pegunungan, Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis dengan berinteraksi kepada masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Jumat (24/10/2025).Kegiatan yang berlangsung di distrik Sinak ini dipimpin oleh Ipda dr. Shintia Novotna Katoda bersama Briptu Dedi Arianto, dan diikuti oleh sejumlah personel Satgas lainnya, antara lain Aipda Dwi Kuntoro, Briptu Refly Muhamad, Bripda Annisa Mahardika, Bharaka Bastian dan Bripda Alfesa Hafiz.Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan kepada masyarakat yang mengeluhkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri tubuh, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainya. Selain pelayanan medis, personel Satgas juga membagikan makanan ringan seperti gula-gula dan kue kering kepada anak-anak dan warga sekitar, disertai obrolan santai yang menumbuhkan suasana kekeluargaan.Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada personel yang terus aktif melakukan kegiatan sosial di wilayah tugasnya. “Pendekatan humanis seperti ini sangat penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan mereka,” ungkapnya.Senada dengan hal tersebut, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan interaksi sosial ini merupakan bagian menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan. “Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilayani, mereka akan lebih percaya dan mendukung upaya penegakan hukum serta pemeliharaan perdamaian di Papua,” tuturnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan momen humanis bersama masyarakat Sinak berjalan dengan penuh kehangatan. Masyarakat terlihat antusias dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz di Distrik Sinak. PNO-12
28 Okt 2025, 07:38 WIT
Brimob Amankan Lokasi Anjloknya Kereta Purwojaya di Bekasi
Papuanewsonline.com, Jakarta - Kereta Api Purwojaya dengan rute Cilacap–Gambir anjlok di kawasan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025). Menyikapi peristiwa tersebut, personel Brimob Polda Metro Jaya dari Batalion D Pelopor diterjunkan untuk membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.Pada Minggu (26/10/2025), Polda Metro Jaya menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan profesionalisme dan dedikasi Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi kedaruratan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.Personel Brimob tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), kepolisian setempat, serta instansi terkait lainnya. Mereka kemudian melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lintasan yang terdampak akibat dua gerbong bagian belakang kereta yang anjlok.Menurut keterangan dari pihak KAI, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman menggunakan bus menuju Stasiun Cikampek untuk melanjutkan perjalanan.Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto menegaskan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan wujud respons cepat dan kesiapsiagaan Brimob Polda Metro Jaya dalam menghadapi berbagai kondisi darurat."Kehadiran Brimob di lapangan bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan mendukung kelancaran penanganan di lokasi kejadian," ujar Dansat. PNO-12
28 Okt 2025, 07:32 WIT
Pemkab Mimika Mantapkan Langkah Menuju Pembangunan Berbasis Data Akurat
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data. Komitmen
tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Statistik Sektoral
Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika,
Senin (27/10/2025). Kegiatan yang digelar oleh Dinas
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mimika ini mengangkat tema “Membangun
Mimika Melalui Data: Dari Sektor ke Satu Data untuk Pembangunan yang Tepat
Sasaran.” Seminar ini menjadi ruang kolaboratif bagi para pemangku kepentingan
daerah dalam memperkuat integrasi, sinkronisasi, dan validasi data statistik
sektoral yang akurat di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Asisten Bidang Perekonomian dan
Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Frans Kambu, mewakili Bupati
Mimika, membuka acara sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah
dalam pengelolaan data pembangunan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data
statistik sektoral merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik
yang efektif dan berkelanjutan. “Statistik bukan sekadar deretan
angka di atas kertas. Di balik setiap angka, ada potret nyata kondisi
masyarakat. Data yang akurat akan membawa kebijakan yang lebih tajam, program
yang lebih tepat sasaran, dan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan
rakyat,” ujar Frans Kambu. Frans menjelaskan bahwa
pemerintah daerah tidak dapat lagi mengandalkan perkiraan dalam merumuskan arah
pembangunan. Dalam era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini,
setiap keputusan pemerintah harus berbasis pada data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mencontohkan, data sektor pendidikan,
kesehatan, ketenagakerjaan, dan infrastruktur menjadi indikator penting untuk
mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Dengan data
yang baik, pemerintah dapat mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi yang
efektif sesuai kebutuhan tiap wilayah di Mimika. “Kita tidak bisa membuat
kebijakan berdasarkan asumsi. Semua harus berdasarkan data yang terukur dan
diperbaharui secara berkala,” tambahnya. Momentum penting dalam seminar
ini adalah peluncuran Buku Statistik Sektoral Kabupaten Mimika Tahun 2025, yang
menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan data daerah. Buku tersebut memuat
berbagai indikator penting dari setiap OPD, mencakup bidang ekonomi, sosial,
pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur. Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Mimika, [nama pejabat, bila tersedia], menjelaskan bahwa
buku ini diharapkan menjadi sumber referensi utama bagi OPD, lembaga
pendidikan, peneliti, serta pihak swasta dalam mendukung pembangunan daerah
berbasis bukti (evidence-based policy). “Melalui buku statistik ini, kami
ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki akses terhadap data yang sama,
sehingga perencanaan pembangunan di Mimika dapat berjalan lebih terarah dan
sinergis,” ujarnya. Seminar ini juga dihadiri oleh
perwakilan dari berbagai OPD, akademisi, serta mitra pembangunan. Para peserta
berdiskusi mengenai mekanisme pengumpulan, verifikasi, dan integrasi data
sektoral menuju penerapan Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Diskusi panel yang interaktif
memunculkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pentingnya peningkatan
kapasitas sumber daya manusia pengelola data di setiap OPD, pembentukan Data
Center terintegrasi di bawah Diskominfo, serta penguatan regulasi untuk menjaga
keamanan dan validitas data. “Dengan kerja sama lintas sektor,
Mimika bisa menjadi contoh kabupaten yang mampu memanfaatkan data sebagai
kekuatan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” kata Frans menutup
sambutannya dengan optimisme. Penulis: Abim Editor: GF
27 Okt 2025, 20:29 WIT
Papua Tengah Gelar Rakorda Pendapatan Daerah: "Pendapatan Kuat, Papua Tengah Maju"
Papuanewsonline.com, Timika —
Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pondasi ekonomi daerah
melalui upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Rapat
Koordinasi Pendapatan Daerah (Rakorda) Tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand
Tembaga, Timika, selama tiga hari, mulai 27 Oktober 2025. Mengusung tema “Pendapatan Kuat,
Papua Tengah Maju!”, Rakorda ini menjadi wadah penting bagi pemerintah provinsi
dan delapan pemerintah kabupaten di wilayah Papua Tengah untuk memperkuat
kolaborasi, sinkronisasi kebijakan, dan merumuskan strategi peningkatan
pendapatan daerah yang mandiri dan berkeadilan. Kegiatan ini dibuka secara resmi
oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Herman
Kayame, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Dalam
sambutannya, Herman menegaskan pentingnya sinergi antarwilayah untuk memperkuat
kemandirian fiskal, terutama di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional yang
menuntut daerah semakin kreatif dalam mengelola sumber-sumber pendapatannya. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022
tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah memberi ruang bagi
daerah untuk lebih inovatif. Papua Tengah harus mampu memanfaatkan peluang ini
untuk memperkuat struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada dana
transfer pusat,” ujar Herman. Dalam paparannya, Herman
menyoroti pentingnya implementasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai berlaku pada tahun 2025.
Kebijakan ini, menurutnya, tidak hanya memperluas kapasitas fiskal kabupaten,
tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah
melalui sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel. Data menunjukkan bahwa setoran
opsen pajak dari delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai Rp59,05
miliar. Meski capaian ini tergolong baik, Herman optimistis angka tersebut
masih dapat ditingkatkan melalui kerja sama dan komitmen kuat antarwilayah. “Kita sudah punya pondasi yang
baik. Tinggal bagaimana koordinasi antarperangkat daerah bisa lebih solid,
sehingga potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan tanpa membebani masyarakat,”
jelasnya. Dalam menghadapi tantangan
ekonomi ke depan, terutama potensi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (DKD)
dalam APBN 2026, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan langkah
konkret dengan membentuk dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pertambangan
dan ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan mampu
memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi
masyarakat lokal. BUMD sektor pertambangan akan berperan dalam pengelolaan
potensi sumber daya mineral yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal,
sedangkan BUMD ketahanan pangan difokuskan untuk mendukung stabilitas harga
bahan pokok dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. “Pembentukan BUMD ini bukan hanya
soal ekonomi, tetapi tentang kedaulatan daerah dalam mengelola sumber dayanya
sendiri. Papua Tengah harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, dengan PAD yang
kuat dan berkelanjutan,” tegas Herman. Rakorda Pendapatan Daerah Papua
Tengah 2025 juga menjadi ajang penting bagi para kepala Bapenda dan pejabat
terkait untuk berbagi strategi dan inovasi dalam pengelolaan pajak daerah.
Diskusi panel, lokakarya teknis, dan penyusunan rencana tindak lanjut dilakukan
secara intensif selama kegiatan berlangsung. Peserta Rakorda berasal dari
seluruh kabupaten di Papua Tengah, termasuk Nabire, Paniai, Mimika, Dogiyai,
Deiyai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, yang bersama-sama menegaskan
komitmen untuk memperkuat sistem pendapatan dan memperbaiki tata kelola fiskal
di tingkat daerah. “Kita harus satu visi, satu
semangat, dan satu tujuan: membangun Papua Tengah yang mandiri secara fiskal
dan sejahtera bagi semua,” tutup Herman penuh optimisme. Penulis: Abim Editor: GF
27 Okt 2025, 20:25 WIT
Pemprov Papua Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan: Sinergi OJK dan Pemerintah
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan
literasi keuangan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) di seluruh wilayah Papua. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Puncak
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) Papua bekerja sama dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK)
Provinsi Papua, pada Sabtu (25/10/2025) di halaman Kantor Pusat Bank Papua,
Jayapura. Acara yang berlangsung meriah ini
dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan
Setda Provinsi Papua, mewakili Gubernur Papua, dengan pemukulan tifa sebagai
tanda dimulainya rangkaian kegiatan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara
pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mendorong inklusi keuangan
yang berkeadilan di Tanah Papua. “Tema BIK tahun ini, ‘Inklusi
Keuangan Untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,’ sangat sejalan dengan
visi pembangunan Papua 2025–2030, yaitu ‘Transformasi Papua Baru yang Maju dan
Harmonis.’ Pemerintah terus berupaya agar masyarakat Papua tidak hanya menjadi
pengguna, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi modern,” ujar
perwakilan Gubernur dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut,
Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pelaku
industri jasa keuangan atas kontribusinya dalam mendorong literasi dan inklusi
keuangan di Papua.
Melalui kegiatan edukatif, pelatihan manajemen keuangan, dan pendampingan
usaha, diharapkan masyarakat – khususnya pelaku UMKM – mampu memahami dan
mengelola keuangan dengan lebih baik. “Kita ingin masyarakat Papua
semakin paham cara menabung, berinvestasi, dan mengakses pembiayaan secara
formal. Literasi keuangan ini penting agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan
menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah,” tegasnya. Pemerintah juga mendorong agar
lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-bank, memperluas jangkauan layanan
hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Upaya ini sejalan dengan visi
pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama Pemprov Papua. Selain meningkatkan inklusi
keuangan, kegiatan BIK 2025 juga menitikberatkan pada pengembangan ekosistem
usaha produktif berbasis komoditas unggulan Papua, seperti kopi, kakao, pala,
perikanan laut, peternakan, serta produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Melalui kemitraan dengan Bank
Papua, OJK, dan lembaga pembiayaan lainnya, pemerintah berupaya memperluas
akses permodalan bagi UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas produksi dan
menjangkau pasar yang lebih luas. “Papua memiliki potensi ekonomi
luar biasa. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi itu benar-benar
dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang
punggung ekonomi Papua,” ujar perwakilan Pemprov. Selain itu, kegiatan ini juga
menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk lokal unggulan di stan
pameran yang disediakan panitia. Produk-produk seperti kopi Wamena, tenun
Sentani, hasil olahan perikanan Nabire, dan kuliner khas Papua mendapat perhatian
besar dari pengunjung. Menariknya, acara Puncak BIK 2025
ini juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun (1 Abad) Nubuatan Pdt. I.S.
Kijne (1925–2025), yang membawa makna spiritual mendalam bagi masyarakat Papua.
Seluruh peserta kegiatan turut mengucapkan selamat dan berdoa bersama sebagai
bentuk penghormatan terhadap sosok yang dikenal telah menanamkan nilai-nilai
pendidikan, kerja keras, dan iman dalam kehidupan orang Papua. “Momen ini bukan hanya soal
literasi keuangan, tetapi juga tentang membangun harapan baru — Papua yang maju
secara ekonomi, kuat secara sosial, dan harmonis secara budaya,” ujar panitia
penyelenggara dalam sambutannya. Pemerintah Provinsi Papua
menegaskan bahwa kegiatan seperti Bulan Inklusi Keuangan akan terus didorong
dan diperluas di tahun-tahun mendatang. Pemerintah menargetkan agar tingkat
literasi dan inklusi keuangan masyarakat Papua dapat meningkat signifikan hingga
80% pada tahun 2030. Sinergi antara pemerintah, dunia
usaha, dan lembaga keuangan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi transformasi
ekonomi Papua menuju era baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mandiri. “Dengan semangat kebersamaan,
kita wujudkan Papua yang maju dan harmonis, di mana setiap warga memiliki akses
yang sama terhadap kesempatan ekonomi,” tutup perwakilan Gubernur dengan penuh
optimisme. Penulis: Jid Editor: GF
27 Okt 2025, 00:23 WIT
Pemprov Papua Ingatkan OPD: Manfaatkan Sisa Waktu dengan Cermat dan Akuntabel
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Pemerintah Provinsi Papua kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga
efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah menjelang akhir tahun
2025. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, secara resmi menyerahkan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Perubahan (DPA-P) kepada seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) dalam sebuah acara di Jayapura, Rabu (22/10/2025). Penyerahan dokumen ini bukan
sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda dimulainya pelaksanaan tahap akhir Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 di lingkungan Pemprov
Papua. Dalam arahannya, Wagub Aryoko menekankan pentingnya tindakan cepat dan
terukur agar program dan kegiatan dapat terselesaikan sesuai jadwal. “Setelah menerima dokumen
anggaran ini, saya minta seluruh OPD segera bergerak. Waktu kita sangat
terbatas, jadi setiap kegiatan harus langsung dieksekusi sesuai dengan rencana
kerja,” tegas Aryoko di hadapan para pimpinan OPD. Wagub Aryoko menjelaskan bahwa
DPA-P merupakan hasil penyempurnaan dari APBD yang telah melalui proses
pembahasan bersama DPR Papua. Sejumlah penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan
program lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi
masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah
kini tengah berfokus pada kegiatan yang bersifat prioritas dan berorientasi
hasil (result-based program), terutama di bidang pelayanan publik, pembangunan
infrastruktur dasar, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami ingin memastikan setiap
rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Papua. Oleh
karena itu, OPD harus bijak dalam mengelola anggaran — jangan sampai ada
kegiatan yang tertunda hanya karena keterlambatan administrasi atau perencanaan
yang lemah,” ujarnya. Wakil Gubernur mengingatkan bahwa
sisa waktu efektif tahun anggaran 2025 tinggal sekitar dua setengah bulan.
Dalam periode singkat itu, Pemprov Papua menuntut agar setiap OPD mampu
menuntaskan program kerja dengan prinsip “cepat tapi tidak sembarangan” —
artinya percepatan harus tetap menjunjung tinggi akuntabilitas dan
transparansi. “Saya hanya ingin mengingatkan,
waktu kita tinggal dua setengah bulan. Itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin
agar penyerapan anggaran bisa maksimal dan sesuai aturan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah
provinsi akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala terhadap
kinerja setiap OPD untuk memastikan tidak ada kegiatan yang tertunda tanpa
alasan jelas. “Kita tidak ingin nanti ada
kegiatan yang tidak selesai dan akhirnya berdampak pada sisa lebih perhitungan
anggaran (SiLPA). Ini bukan sekadar soal serapan, tapi soal manfaat yang harus
segera dirasakan masyarakat,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Wagub
Aryoko juga mengajak seluruh pimpinan OPD untuk memperkuat koordinasi lintas
sektor. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan tidak hanya
bergantung pada satu instansi, tetapi pada kerja sama dan sinergi antarperangkat
daerah. Selain itu, ia meminta agar
seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov Papua menjaga integritas dan
menghindari praktik penyimpangan dalam penggunaan anggaran. “Saya ingatkan kembali, semua
kegiatan harus dijalankan secara cermat dan akuntabel. Jangan ada yang
bermain-main dengan anggaran rakyat,” tandasnya. Aryoko juga menyampaikan
apresiasi kepada OPD yang selama ini telah menunjukkan kinerja baik dan
disiplin dalam melaksanakan program kerja. Ia berharap semangat tersebut terus
dipertahankan hingga akhir tahun agar capaian pembangunan Papua semakin meningkat. “Saya percaya, kalau kita bekerja
dengan hati dan penuh tanggung jawab, semua target bisa tercapai tepat waktu,”
ujarnya optimis. Selain fokus pada penyelesaian
tahun anggaran 2025, Pemprov Papua juga mulai menyiapkan langkah strategis
untuk menghadapi tahun anggaran 2026. Pemerintah berkomitmen memperkuat sistem
perencanaan berbasis data dan memperluas partisipasi masyarakat dalam proses
pembangunan. “Evaluasi pelaksanaan DPA-P tahun
ini akan menjadi bahan pembelajaran agar di tahun depan kita lebih siap, lebih
terarah, dan lebih berdampak,” tutur Wagub. Ia menutup arahannya dengan
mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunda pekerjaan yang bisa
diselesaikan hari ini. “Jangan tunggu minggu depan. Laksanakan sekarang, agar
hasilnya segera dirasakan rakyat Papua,” pungkasnya. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 22:47 WIT
Gubernur Fakhiri Resmi Buka Liga Top Skor Papua 2025: Wujud Nyata Membangun Generasi Emas
Papuanewsonline.com, Jayapura —
Semangat olahraga di Tanah Papua kembali berkobar. Gubernur Papua, Matius
Fakhiri, secara resmi membuka Liga Top Skor Papua 2025 untuk kategori usia 10
dan 12 tahun, Sabtu (25/10/2025) di Lapangan Asri, Kampung Nafri, Jayapura. Event ini bukan sekadar turnamen
sepak bola, melainkan menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi generasi muda
Papua agar terus berkembang dan berprestasi di dunia olahraga. Dalam sambutannya, Gubernur
Fakhiri menegaskan pentingnya pembinaan atlet usia dini yang berkesinambungan.
Ia menilai bahwa sepak bola tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membentuk
karakter, disiplin, dan semangat juang anak-anak Papua. “Papua punya banyak anak-anak
berbakat. Jangan hanya banyak bicara, tapi tunjukkan dengan tindakan nyata.
Kompetisi seperti ini harus terus digelar supaya 10 tahun ke depan kita punya
penerus atlet-atlet besar dari Papua,” tegas Fakhiri penuh semangat. Fakhiri menambahkan bahwa
pemerintah provinsi berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan olahraga di
seluruh kabupaten dan kota, termasuk peningkatan kualitas pelatih, sarana
latihan, serta kompetisi berjenjang yang terstruktur. Pembukaan Liga Top Skor Papua
2025 juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Papua, para tokoh olahraga,
dan pengurus Asprov PSSI Papua. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa
olahraga, khususnya sepak bola, adalah simbol persatuan dan kebanggaan
masyarakat Papua. “Melalui olahraga, kita membangun
persaudaraan. Lapangan hijau menjadi tempat di mana semua anak Papua bisa
belajar sportif, menghargai lawan, dan tumbuh bersama,” ujar salah satu panitia
pelaksana. Turnamen ini akan berlangsung
selama beberapa minggu dengan melibatkan puluhan tim dari berbagai sekolah
sepak bola (SSB) di Jayapura dan sekitarnya. Setiap tim akan bersaing
memperebutkan gelar juara sekaligus kesempatan untuk dilirik dalam pembinaan
lanjutan tingkat provinsi maupun nasional. Liga Top Skor Papua diharapkan
menjadi pondasi bagi regenerasi atlet sepak bola Papua yang selama ini dikenal
sebagai gudang talenta terbaik di Indonesia. Gubernur Fakhiri menegaskan,
pemerintah akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademi
sepak bola, KONI, dan PSSI, untuk menciptakan sistem pembinaan yang terarah. “Kita tidak ingin anak-anak Papua
hanya menjadi penonton di ajang nasional. Mereka harus bisa tampil dan membawa
nama Papua harum di pentas nasional maupun internasional,” katanya. Selain membina keterampilan sepak
bola, Liga Top Skor Papua juga diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai positif
seperti kebersamaan, kejujuran, dan semangat kompetitif yang sehat di kalangan
anak muda. Penyelenggaraan Liga Top Skor
Papua 2025 juga menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi serius dalam
menghidupkan kembali atmosfer olahraga di Papua pasca-pandemi dan pasca
pelaksanaan PON XX. Pemerintah berencana
mengintegrasikan berbagai kompetisi lokal menjadi kalender tahunan pembinaan
olahraga daerah. Langkah ini sejalan dengan visi “Papua Sehat, Cerdas, dan
Berprestasi” yang dicanangkan Gubernur Fakhiri sejak awal masa kepemimpinannya. Penulis: Jid Editor: GF
26 Okt 2025, 21:53 WIT
Bongkar 38 Ribu Kasus Narkoba: Mahfud MD Apresiasi Polri Atas Capaian Luar Biasa
Papuanewsonline.com, Jakarta - Mahfud MD mengapresiasi langkah Polri yang berhasil mengungkap 38.943 kasus narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Dari ribuan kasus itu, polisi juga menyita barang bukti narkotika dengan total berat mencapai 197,71 ton."Prinsipnya setiap keberhasilan tugas dalam perang melawan narkoba harus diapresiasi," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).Mahfud menilai capaian tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, khususnya komitmen memberantas narkoba. Ia menegaskan agar Polri terus menjaga kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan tugas."Terus perkuat keseriusan dan kedisiplinan Polri dalam menangani kasus narkoba ini. Harus juga dijaga pengendalian di dalam tubuh Polri," ucapnya.Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan pentingnya pengawasan internal agar tidak ada aparat yang terlibat dalam jaringan narkoba. Ia menekankan bahwa kebocoran dalam proses penanganan bisa merusak kepercayaan publik."Yang terpenting harus juga dijaga jangan sampai terjadi kebocoran, misalnya kasus yang gagal diungkap atau hilangnya barang bukti karena kolusi yang melibatkan aparat," tegasnya.Sebelumnya, Polri mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menangkap lebih dari 51 ribu pelaku penyalahgunaan narkoba. Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata komitmen institusinya."Pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dilakukan terus-menerus. Pak Kapolri sudah menegaskan, perang melawan narkoba dari hulu ke hilir tidak boleh berhenti," kata Syahar dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (22/10).Menurut Syahar, hasil ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo-Gibran, yakni memberantas narkoba hingga ke akar. PNO-12
26 Okt 2025, 09:08 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru