logo-website
Minggu, 09 Agu 2026,  WIT
BERITA TAG Kesehatan Homepage
Pilot Philip Mark Mehrtens Bebas, Diterbangkan ke Jakarta Papuanewsonline.com, Timika - Setelah melalui proses negosiasi panjang, Pilot Philip Mark Mehrtens yang sempat disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berhasil dibebaskan dan tiba dengan selamat di Kabupaten Mimika, Papua Pegunungan. Pembebasan ini merupakan hasil dari operasi gabungan yang dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2024.Pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut dijemput oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan , pada Sabtu, 21 September 2024. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2024, Kombespol Dr. Bayu Suseno, dalam keterangannya mengatakan bahwa Pilot Philip Mark Mehrtens telah diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara."Hari ini, Sabtu, 21 September 2024, Pilot Philip Mark Mehrtens diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat TNI AU. Pesawat dijadwalkan transit di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk mengisi bahan bakar, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta, dan diperkirakan tiba pada pukul 20.00 WIB," ujar Kombespol Dr. Bayu Suseno.Kombespol Dr. Bayu Suseno juga menambahkan bahwa tim yang mendampingi keberangkatan Pilot Philip Mark Mehrtens antara lain adalah Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Tim Satgas Nanggala, Polda Papua, Kogabwilhan III, serta Pilot Afis, yang merupakan rekan dari Pilot Philip Mark Mehrtens.“Kami meminta Doa dari seluruh masyarakat agar penerbangan tersebut berlangsung lancar dan selamat hingga Pilot Philip Mark Mehrtens dan rombongan tiba di Jakarta” Tutup Kombespol Dr. Bayu Suseno. PNO-12 22 Sep 2024, 08:37 WIT
Presiden Jokowi Apresiasi TNI-Polri Atas Kebebasan Pilot Susi Air Papuanewsonline.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pembebasan Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, dari sanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah proses negosiasi yang sangat panjang. Negosiasi pun dilakukan tanpa disertai tindakan represif apapun."Ini kan proses negosiasi yang sangat panjang dan kesabaran kita untuk tidak melakukan dengan represif," jelas Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/24).Atas pembebasan itu, Presiden pun mengapresiasi TNI-Polri yang dinilai sangat baik."Yang kita prioritaskan adalah keselamatan dari pilot yang disandera. Jadi, proses panjang yang telah dilakukan oleh TNI dan Polri saya kira sangat bagus, saya sangat mengapresiasi," ungkap Presiden Jokowi.Setelah dibebaskan, ujar Presiden Jokowi, Kapten Phillip akan menuju ke rumah sakit untuk dicek kesehatannya. Selanjutnya, akan diterbangkan ke negara asalnya di Selandia Baru.Sebelumnya, usai proses penjemputan, Kapten Phillip sendiri sudah dibawa ke ruang khusus untuk penanganan media pertama. Pengecekan psikologis pun dilakukan untuk memastikan kesehatan psikis usai penyanderaan."Nanti dibawa dari Yuguru ke rumah sakit terlebih dahulu untuk dicek kesehatannya setelah itu akan diterbangkan," ujar Presiden Jokowi.Diketahui, setelah 1,5 tahun, Kapten Philip Mark Mehrtens akhirnya berhasil dibebaskan dari sandera KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Pembebasan ini berlangsung pagi tadi dan menjadi momen yang penuh haru sekaligus kebahagiaan bagi Istri Kapten Philip yang berada di bali.Dalam suasana haru, Kapten Philip berkomunikasi melalui video call dengan istri dan keluarganya. Saat mendengar suara dan melihat wajah orang-orang tercintanya, raut wajahnya yang awalnya tegang perlahan berubah menjadi bahagia. Air mata kebahagiaan pun tak tertahan. PNO-12 21 Sep 2024, 19:38 WIT
Miliki Gelar Sarjana Psikologi, Siswi Disabilitas Sekolah Polwan Papuanewsonline.com, Jakarta - Siswi disabilitas Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, Nur Fatia Azzahra, memiliki latar belakang akademik yang cemerlang. Penyandang tunadaksa asal Bangka Belitung (Babel) ini merupakan sarjana psikologi yang menyelesaikan kuliahnya dengan predikat nilai cumlaude.“(IPK-nya) 3,56, saya kuliah 3 tahun 8 bulan di UII Jogja Fakultas Psikologi,” kata Fatia kepada wartawan, Jumat (20/9/2024).Fatia menoreh prestasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia memapatkan saat kelas 1 meraih ranking 2, kemudian kelas 2 dan 3 meraih peringkat 1.“SMA kelas 1 ranking 2, SMA kelas 2 dan 3 peringkat 1,” ujar dia.Fatia menuturkan motivasinya berprestasi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kaum disabilitas. Fatia hendak membuktikan penyandang disabilitas juga bisa dan memiliki kemampuan setara dengan orang pada umumnya.“Saya ingin membuktikan bahwa kekurangan itu tidak menghalangi, bahwa yang berkebutuhan khusus itu juga bisa,” tegas perempuan 22 tahun ini.Fatia menambahkan, dia juga ingin merubah pola pikir penyandang disabilitas lainnya, agar tak menjadikan kondisi berkebutuhan khusus sebagai alasan untuk menyerah. Semua orang, imbuh Fatia, memiliki peluang yang sama dalam mengembangkan kemampuan diri hingga mandiri.“Saya mau mengubah mindset teman-teman disabilitas. Saya ingin menjadi inspirasi semua orang, khususnya penyandang disabilitas bahwa tidak ada yang membedakan kita. Yang ada hanya ‘mau atau tidak’ untuk hidup maju,” ungkap Fatia.Fatia mengatakan usai menuntaskan S1, dia berencana melanjutkan ke jenjang pascasarjana atau S2. Namun sosialisasi penerimaan anggota Polri dari jalur disabilitas seketika mengubah rencananya. Fatia menilai kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah harapan untuk mencapai cita-citanya yang sempat terkubur.“Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya seperti ini, tidak mungkin diterima. Suatu hari saat saya scroll IG, lihat ada pengumuman masuk polisi jalur disabilitas, lalu saya buka web Penerimaan Polri. Saya kemudian baca satu persatu aturannya,” cerita Fatia.Dia lalu menyampaikan kabar tersebut kepada ayah dan ibunya. Kedua orang tua Fatia pun antusias dan mendukung Fatia mengikuti proses seleksi Bintara Polri jalur disabilitas.“Ayah dan ibu sangat berharap (saya menjadi polwan), karena waktu saya daftar itu mereka sangat mendukung saya menjadi polwan. Dan ayah bolak-balik mengantarkan saya selama masa pendaftaran dan tes,” lanjut Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12 20 Sep 2024, 19:44 WIT
Tunadaksa Fatia Nur Azzahra Dibully Saat Kecil Kini Jadi Calon Polwan Papuanewsonline.com, Jaksel - Siswa Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) RI, Nur Fatia Azzahra (22), merupakan seorang tunadaksa. Dia dan satu siswa Sepolwan bernama Novita Fajrin dinyatakan lolos dan memenuhi syarat mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri jalur disabilitas Tahun Anggaran 2024.Fatia menceritakan dirinya difabel sejak lahir. Perundungan dan nasihat orang tua, lanjut Fatia, adalah dua hal yang membentuk mentalnya sehingga kuat."Waktu SD saya pernah mengalami bullying dikarenakan saya tidak bisa olahraga voli, bully-an verbal. Saya Cuma bisa nangis dan kasih tahu orang tua kalau saya itu kenapa di-bully sama teman," cerita Fatia kepada wartawan di Sepolwan RI, Ciputat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (19/2024)."Ayah dan ibu bilang kalau saya itu istimewa, tidak boleh minder dan malu, dan harus membuktikan kalau bisa," sambung dia.Fatia menyampaikan sang ayah kerap mengajaknya ke luar rumah untuk sekadar bermain, hingga mengajarkan soal kemandirian. Ayah Fatia kerap mendorong Fatia untuk berani merantau."Dan alhamdulillah selalu dilatih ayah di depan rumah seperti diajak bermain bulu tangkis, diajak main voli. Meskipun tidak hebat, tapi akhirnya saya bisa mainnya. Ayah selalu memberikan gambaran terkait perantauan. Ayah bilang, 'Merantau akan membuat kamu lebih berkembang'," jelas Fatia sambilFatia mengungkapkan sang ayah pernah mengajaknya dari Bangka merantau ke Jambi. Fatia menyebut ajaran ayah membuat dirinya menemukan banyak hal untuk mandiri dan hidup setara meski kondisi fisiknya disabilitas."Sejak SMA saya pernah ikut ayah kuliah S2 di Jambi, Unja. Ayah memberikan gambaran soal kehidupan di perantauan. Alhamdulillahnya sampai saat ini saya merasa banyak hal yang membuat saya mandiri selama merantau," terang Fatia.Perempuan asli Bangka Belitung (Babel) ini menjelaskan didikan orang tua menjadikan membentuk dirinya menjadi perempuan yang bertekad kuat. Contoh, meski Fatia disabilitas namun dia bersekolah di umum."Saya difabel dari lahir. Saya disekolahkan di sekolah reguler. Saya di SD Islam terpadu, dan SMP-SMA di negeri. Saya kuliah merantau ke Jogja, di UII Fakultas Psikologi," ucap Fatia.Fatia lulus dengan nilai sangat memuaskan yakni cumlaude. "(IPK-nya) 3,56, kuliah 3 tahun 8 bulan," lanjut Fatia.Ia mengaku sangat gembira saat tahu Polri membuka penerimaan anggota dari jalur disabilitas. Sulung dari dua bersaudara ini lalu menyampaikan ke orang tuanya soal keinginan menjadi polwan."Dari kecil saya ingin jadi polisi, tapi saya sadar diri karena kondisi saya tidak mungkin diterima. Saya cari tahu sendiri (soal penerimaan jalur disabilitas) di IG (Instagram). Awalnya orang-orang yang kenal saya tidak sangka saya mau jadi polisi, karena yang orang-orang tahu saya mau ambil S2," cerita Fatia.Untuk diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian."Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, 'Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri'," tutur Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu. PNO-12 19 Sep 2024, 13:54 WIT
Polda Papua Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Papuanewsonline.com, Jayapura – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, mengeluarkan peringatan kepada masyarakat mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Minggu (15/9/2024) hingga Senin (16/9/2024). Peringatan ini mengacu pada pernyataan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya hujan lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah.Menurut Kombes Pol. Ignatius, potensi hujan lebat ini akan terjadi di daerah konfluensi yang meliputi Samudra Hindia Barat Laut Aceh, Barat Bengkulu, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, dan Samudra Pasifik Utara Papua. "Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca yang ekstrem," ujar Kombes Pol. Ignatius.Cuaca ekstrem yang diperkirakan ini dipicu oleh interaksi beberapa faktor cuaca global dan regional. Salah satu faktor utama adalah aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang sedang berlangsung. "Suhu muka laut yang hangat di beberapa perairan Indonesia juga berkontribusi pada peningkatan suplai uap air, yang berpotensi memperbesar peluang terbentuknya awan hujan, terutama di kawasan pesisir," tambahnya.BMKG juga mencatat bahwa potensi hujan lebat dipengaruhi oleh kemunculan Siklon Tropis Bebinca yang diprediksi masih aktif di Samudra Pasifik Timur Laut Filipina. "Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon serta sepanjang konvergensi atau konfluensi tersebut," ungkap Kombes Pol. Ignatius.Sebagai langkah antisipasi, Kombes Pol. Ignatius menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan dampak dari cuaca ekstrem ini. "Kami mengajak semua pihak untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG dan memperhatikan peringatan yang dikeluarkan. Selain itu, pastikan untuk menjaga keselamatan pribadi dan keluarga, terutama saat beraktivitas di luar ruangan," imbaunya.Polda Papua juga siap memberikan bantuan dan dukungan dalam hal penanganan bencana dan mitigasi jika diperlukan. Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. PNO-12 17 Sep 2024, 08:00 WIT
Reaksi cepat Polsek Selaru bersama Warga Selamatkan Korban Kecelakaan Laut Papuanewsonline.com, Tanimbar – Polda Maluku, Kepolisian Resor Kepulauan Tanimbar; Polsek Selaru bersama Warga setempat berhasil mengevakuasi korban kecelakaan laut terhadap Kapal Kayu, KM Dausa KW kecil yang tenggelam di selat perairan Egron, Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Kejadian tersebut bermula ketika KM. Dausa KW kecil bertolak dari Pelabuhan Tutukratu Desa Adaut menuju ke Pelabuhan Saumlaki, Kamis (12/09/24) sekitar Pukul 07.30 WIT. Namun ditengah-tengah perjalanan, terdapat angin kencang disertai gelombang yang tinggi.Akibat dihantam gelombang yang tinggi, sehingga mengakibatkan air laut masuk melalui bagian belakang Kapal kayu KM. Dausa KW kecil dan nahasnya Kapal tersebut pun tenggelam pada Selat Perairan Egron, Petuanan Desa Adaut, Kecamatan Selaru.Berdasarkan keterangan yang diterima selain menghadapi cuaca yang ekstrim, salah satu faktor tenggelamnya KM Dausa KW kecil ini diduga akibat dari muatan yang sudah melebihi kapasitas. Bahkan sebelumnya sudah diperingati oleh pihak Syahbandar dan KP3 di Pelabuhan Adaut agar proses muatan barang diatas Kapal tidak boleh melebih kapasitas, mengingat saat ini kondisi cuaca sering berubah-ubah.Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP UMAR WIJAYA, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Selaru Iptu S. I. SABARLELE membenarkan bahwa, pihaknya telah melakukan evakuasi dengan dibantu Warga setempat menggunakan Kapal Motor milik Masyarakat, usai menerima laporan terjadinya kecelakaan laut berupa tenggelamnya KM Dausa KW kecil di Selat Perairan Egron. Yang mana, jarak yang ditempuh dari pelabuhan Tutukratu Desa Adaut kearah selatan Perairan Egron tersebut kurang lebih berjarak 1,5 Mil.“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para Penumpang yang berjumlah kurang lebih sekitar 16 (enam belas) Orang, ditambah 4 (empat) Orang Nahkoda dan ABK kapal, seluruhnya dapat diselamatkan” terang Kapolsek.Namun, sambung Iptu S. I. SABARLELE, Kejadian tersebut menimbulkan kerugian Materil berupa 1 (satu) unit Motor laut KM Dausa kecil yang bermuatan Kopra yang berjumlah kurang lebih 3 (tiga) Ton, Karung berisi Rumput Laut kurang lebih 1 (satu) Ton, hingga muatan lainnya milik Perusahaan Windu berupa peralatan yang pernah digunakan untuk beroperasi membangun jalan pada Kecamatan Selaru.Selain itu, Kapolsek pun menyampaikan terima kasih kepada Masyarakat yang turut serta membantu Kepolisian dalam melakukan evakuasi terhadap Korban yang mengalami kecelakaan di laut, meskipun diterpa cuaca yang ekstrim. Ia juga menghimbau dan mengajak Masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrim maupun tidak mengangkut muatan yang melebihi kapasitas ketika melakukan pelayaran, menurutnya hal ini penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan demi keselamatan bersama. (PNO-12) 12 Sep 2024, 21:02 WIT
Satlantas Polres Sarmi Gelar Bakti Kesehatan Gratis Untuk Pengemudi Papuanewsonline.com, Sarmi – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-69, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sarmi melaksanakan kegiatan bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan sopir rental. Kegiatan ini berlangsung di area pangkalan Ojek Pasar Sentral Kabupaten Sarmi, Senin (9/9/2024), dengan dukungan dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Sarmi.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Sarmi, Ipda Ranto Sihombing, S.H., dan berfokus pada pentingnya menjaga kesehatan pengemudi sebagai salah satu faktor utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. "Kesehatan pengemudi sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Dengan pemeriksaan ini, kami berharap para pengemudi lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka," ujar Ipda Ranto.Pemeriksaan kesehatan mencakup pengecekan tekanan darah dan pemberian vitamin secara gratis. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasi Dokkes Polres Sarmi, Aipda Ferdinan Sinalaren, yang bersama tim medis membawa peralatan lengkap untuk melayani para pengemudi. Para tukang ojek dan sopir rental yang hadir pun antusias memanfaatkan layanan ini.Selain sebagai bagian dari perayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dalam mendukung keselamatan berlalu lintas. "Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin, karena kesehatan pengemudi berkontribusi besar pada terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas," tambah Ipda Ranto.Kegiatan bakti kesehatan ini menjadi bukti komitmen Satlantas Polres Sarmi dalam memberikan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung upaya terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Kabupaten Sarmi. PNO-12 10 Sep 2024, 14:50 WIT
Jelang Pilkada 2024, Polres Nabire Gelar Pemeriksaan Psikologi Senpi, Profil Klinis, dan Konseling Papuanewsonline.com, Nabire - Pada hari Senin, 09 September 2024, Polres Nabire menggelar kegiatan pemeriksaan psikologi senjata api organik, profil klinis psikologi (PKP), serta konseling. Acara yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire ini dipimpin oleh Tim Psikologi dari Biro SDM Polda Papua dan dimulai pada pukul 12.30 WIT.Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakapolres Nabire, KOMPOL Sofian Corneles A. Samakori, Kasubbag Dalpers Bag SDM Polres Nabire AKP Michael Luther Ayomi serta Tim Psikologi Biro SDM Polda Papua yang dipimpin oleh Kompol Dorthea M. Ansanai, S.Pd. Tim tersebut juga diperkuat oleh Bripda Jodi Junanda Jati, Bripda Maydwika Nastawidrasworo, S.Psi dan Bripda Riscki Gibrael Maitimu. Para Kabag, Kasat, Kasi, serta Bintara Polres Nabire turut hadir dalam mendukung kegiatan ini.Acara dimulai dengan kedatangan Tim Psikologi pada pukul 12.30 WIT, diikuti dengan pembukaan oleh Wakapolres Nabire KOMPOL Sofian Corneles A. Samakori. Setelah itu KOMPOL Dorthea M. Ansanai, S.Pd memberikan arahan mengenai pentingnya pemeriksaan psikologi bagi personel Kepolisian, khususnya dalam kaitannya dengan penggunaan senjata api organik.Tes psikologi yang dilaksanakan meliputi pengisian biodata, tes 16 PF, Kraeplin (tes hitungan koran), dan DAM (tes menggambar manusia). Sebanyak 50 personel Polres Nabire mengikuti gelombang pertama pemeriksaan ini. Tujuan utama dari tes ini adalah untuk mengukur kesiapan mental dan psikologis personel dalam menghadapi tugas berat di lapangan, sekaligus memberikan konseling yang dapat membantu mereka menjaga keseimbangan mental.Kegiatan ini selesai pada pukul 14.20 WIT dalam suasana aman dan terkendali. Tim Psikologi Polda Papua meninggalkan Mako Polres Nabire pada pukul 15.00 WIT, mengakhiri rangkaian kegiatan dengan lancar.Melalui pemeriksaan ini, diharapkan para personel Polres Nabire dapat lebih siap dan memiliki mental yang kuat serta stabil dalam menjalankan tugas sehari-hari, terutama dalam penggunaan senjata api dan menghadapi tantangan di lapangan. (PNO-12) 10 Sep 2024, 07:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT